[Ficlet] Yes, I Love You…

“…Sayang…sampai kapanpun aku tetap mencintamu.

Aku takkan berpaling…Bunuh aku bila terjadi…”

“Yes…I Love You” by AidenTOP

Cast: Junho 2PM x Suzy miss A || Genre: AU, Angst, Twist, Ngaco || Length: Ficlet || Rating: PG–15 || Disclaimer: alur hak paten&cipta berlaku pada saya. Cast milik Tuhan. Author tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini|| Warning : Out of Character, Diksi Gaje, Bulepotan Style, Typo masih halal.

Readers bingung? Itu yang author harapkan. LOL. Berarti author berhasil!

”CERITA ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa, judul hanyalah kebetulan belaka.”

◄►

Lirik-lirik desau angin mendawai helaian rapuh mahkota hitamku. Mengalunkan rentetan larik berirama, seirama hembus nafasku yang menoreh ruang lepas.

Puncak hijau berundak, sisi pijar kemerahan Sang Helios melatari tempatku berpijak saat ini.

Lembah Memori.

Untuk menunggunya. Si Dia.

“Tunggu aku disana…”

Sejenak, kutersenyum sekedar mengucap terima kasih pada alam yang masih mengingatkanku bahwa aku tak sendiri disini.

Angin mendayung senja, menyapa putir debu, berteman kemerahan langit sore hari. Kau tidak akan pernah tahu, sensasi alam selalu akan memabukkanmu seperti ini.

Dan untuk alasan lain, karena tak berapa lama lagi aku dapat menggapai tubuhnya tuk kurengkuh.

Derak-derak rumput terinjak meneriaki ruang pendengaranku. Seseorang telah datang.

Kutahu itu Dia. Dia.

“Suzy….” panggilnya lembut.

Entah mengapa senyumku meluruh, merapuh, menghilang. Bibirku lebih memilih mengkhianati abjad. Beralih pacuan detak jantungku sebagai jawaban panggilannya.

Derap-derap langkah itu makin terasa menghantam gendang telingaku. Kudapat  mendengar desir darahku mengisi kebisingan lain. Hingga kedua tangan melingkar seutuhnya menguasaiku, memaksaku tuk menurutinya bersandar pada lapang dadanya.

Kutahu dia tersenyum. Pipinya melebar membentuk segaris ruang bagi rentetan baris kepingan giginya. Sekali lagi, dinamika hembusan nafasnya membelai puncak kepalaku.

“Aku merindukanmu…”

Akupun begitu,kataku dalam diam lalu kembali memohon maaf dalam hati, bibirku masih enggan berdamai dengan abjad.

Dan hanya ini sebatas kemampuanku, aku tersenyum. Membelai lembut tangannya. Jangan salahkan dirimu, ini sepenuhnya salahku yang begitu bodoh tak mampu menguasai perasaanku sendiri.

Haruskah kuberteriak bahwa saat ini adalah momen paling membahagiakan? Kurasa tidak.

Ini hanya salah satu dari sekian banyak adegan bersama kau dan aku yang telah kita lalui sebelumnya. Tetap saja, aku akan menyebutnya sebagai yang terindah. Jangan sebut aku Pujangga roman picisan. Karena perasaan ini murni tak sebanding roman aneh yang pernah kau baca.

“Kau baik-baik saja?”

Tidak. Jika itu mengenai kau. Kurasa keselamatan jantungku dipertaruhkan saat ini . hanya mendengar kau menghembuskan nafas saja, pacunya semakin memuncak. Jangan terlalu berlebihan menanggapi ini, Suzy.

“Maafkan aku  meninggalkanmu begitu lama…”

Tak apa. Haruskah kau memhon maaf untuk hal bodoh ini? Oh…maaf. Tak seharusnya perasaan rindu pada kekasihmu kusebut sebagai ‘hal bodoh’. Maksudku, biarlah itu telah berlalu nikmati saja waktu ini.

“Tidak apa…”

Baiklah, Suzy. Berapa kali kata ‘haruskah’ kau tanyakan pada dirimu sendiri? Haruskah kukatakan bahwa jawabanmu sungguh…tidak diharapkan. Sungguh.

Berulang kali kau sebutkan ‘tak apa’ dalam hatimu berikut sederet penjelasannya lalu mulutmu hanya mengucap…tak apa?

Bersyukurlah Junho tidak melihat wajah bodohmu saat ini.

Berhenti mengolok-olok diri sendiri, cibirku dalam hati pada diriku sendiri. Junho tertawa kecil. Maaf, apa ada yang perlu ditertawakan? Oh…tidak . Aku melupakan fakta bahwa Junho punya indra keenam tak diakui keberadaannya. Dia bisa membaca kekalutanku saat ini.

Pasti. Kuyakin dia tertawa karena hal ini.

“Apa kehadiranku membuatmu seperti ini?”

Benar. Sedari awal sudah kuduga untuk tidak membiarkannya memelukku. Apa saja yang kupikirkan dia tahu. Ya, itu karenamu, jika kau mengharapkan sebuah jawaban pasti tapi gelengan kepalaku membuktikan aku sedang melakukan pengingkaran untuk yang kesekian kalinya hari ini.

“Kau benar baik-baik saja, kan?”

Aku menggangguk. Tak ada yang lebih baik selain disini denganmu. Ah…lagi-lagi. Apa jatuh cinta telah membuatmu gila Suzy? Dan memikirkan hal ini membuatku tersenyum geli.

Dia makin memelukku dalam. Hangatnya menyelimuti hingga ke paru-paruku yang sesak. Aroma tubuhya menguar menyandu indera penciumanku.

Semua tentangmu itu memabukkan, kau tahu? Kuberharap dia menjawab, ya, aku tahu, dan menghapus garis kemustahilan tapi nyatanya memang sampai kapanpun dia tidak akan menjawabnya karena diriku saja tidak mengatakannya.

Lalu aku dan dia membiarkan mentari tenggelam dalam damai. Biarkan dia istirahat sejenak esok hari akan kembali, dia pun turut kembali.

Benar-benar. Ini sungguh…entah kata apa yang pantas. Tapi berdua denganmu disini dengannya selalu menjadi terindah.

“Aku mencintaimu…”

Akhirnya segala kesesakkan menguar jauh. Lega kini menyergap tubuhku. Ini…ini yang sedari tadi ingin kuucapkan akhirnya mampu terucap juga. Rasanya begitu sulit, setelah 4 bulan tak bertemu.

“Aku juga mencintaimu…”

“Benarkah?”

“Ya. Tentu saja, Sayang…sampai kapanpun aku tetap mencintamu. Aku takkan berpaling…”

“Kau takkan pernah berpaling dariku?”

Bunuh aku bila itu terjadi….”

-o-

Lirik-lirik desau angin mendawai helaian rapuh mahkota hitamku. Mengalunkan rentetan larik berirama, seirama hembus nafasku yang menorah ruang lepas.

Puncak hijau berundak, sisi pijar kemerahan Sang Helios melatari tempatku berpijak saat ini.

Lembah Memori.

Untuk menunggunya. Si Dia.

“Tunggu aku disana…”

Sudah berapa kali aku mengulang adegan penuh kesendirian seperti ini? Mengucap terima kasih pada alam lalu menunggu dia kembali?

Tapi mengapa aku begitu bodoh mengikuti semua perkataannya?

Tenta saja, karena dia kekasihmu, Suzy. Bukkankah kau merindukan Junho-mu? Ah…ya. aku merindukanya untuk itulah aku disini dan…

“Suzy…”

…dan untuk membuktikan sesuatu.

…dan jangan lupa, kau mencintainya, kan? Kurasa cukup sudah kau mengetahui segalanya.

“Maaf aku terlambat.”

Tidak apa, Junho sayang. Tidak perlu terburu-buru. Aku disini setia menunggumu. Lagi-lagi dia memelukku alih-alih meminta maaf, mungkin. Tapi aku sedang tak butuh itu, Sayang. Kehadiranmu cukup untuk membuktikan segalanya.

“Apa kau baik-baik saja?”

Selalu. bahkan Aku tidak pernah merasakan yang lebih baik dari ini.

“Iya…”

“Benarkah? Kau tampaknya…”

“Tidak. Aku tidak marah. Aku baik-baik saja.”

Tentu, Junho. Apa kau lupa? Aku senang sekali menutupi perasaanku seperti saat ini. Pengingangkaran menjadi satu-satunya yang mampu kulakukan saat bersamamu.

“Baguslah. 6 bulan tak bertemu rasanya aku begitu merindukanmu?”

Oh…aku juga begitu, Sayang. Sangat bahkan. Tunggu, apa ini benar atau hanya sekedar saja kaumengatakan ini? Hatiku terus berdebar kala kau mengucapkannya. Berhenti buatku gila, Junho.

“Terima kasih. Kau begitu memahamiku.”

Apapun itu untukmu. Matipun aku mau.

“Aku mencintaimu…” lanjutnya.

Diam. Biarkan angin bebas mengisi kekosongan antara kau dan aku. Haruskah aku balas menjawabmu? Kurasa kau sudah tahu benar apa jawabannya.

“Akupun begitu…”

DORR…DORR…

“…mencintaimu, Sayang.”

Kulemparkan selembar foto dirinya dan seorang wanita lain dalam sebuah kamar ke tubuhnya yang tergeletak penuh kesakitan dan menjerit penuh nada ketidakpercayaan memanggil namaku.

Maaf. Rasanya adegan memuakkan ini sudah cukup. Jadi kuakhiri saja, bukan begitu Junho? Ini, kan, yang kau katakan?

“…Sayang…sampai kapanpun aku tetap mencintamu. Aku takkan berpaling…Bunuh aku bila terjadi…”

FIN

 

 Sumpah. Ini ngaco se-ngaco-ngaconya ._. author emang lagi ngaco hidupnya.

 

 

 

32 thoughts on “[Ficlet] Yes, I Love You…

  1. wow!! kereeeeen!!! selalu suka bahasamu author~ kereeeeen!!! ayo ayo JunZy lagi~ atau yg lain terserah asal temanya dark gini hehe suka bgt!!!!

  2. Wah, Endingnya keren banget…. bahasanya sumpah, Memabukan.

    Buat Junzy lagi ntar, yah…
    Tapi aku mau juga dong JunSeo (Junho-Seohyun)… Jarang banget couple ini.. please *Bowing* 😉

  3. Daebakk..author in lu2san sastra y?? gla bhsa’y canggih badai..

    awl’y romantis,tp brakhir tragis….:)$next ff thor d tnggu..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s