[FF Freelance] Love Stories (Ficlet)

LOVE STORIES

 

Casts :

                . Ahn Sohee  – Kwon Jiyong

                . Jang Wooyoung  –  Nichkhun  –  Taeyeon

                . Bae Suji  –  Park Jin Young ( Jr JJProject )

                . Hwang Chansung  –  Kim Yoo Jin ( UEE AS )

                . Lee Donghae  –  Min Sunye

                . Choi Seunghyun  –  Kim Yoobin  –  Ok Taecyeon

Genre :  Romance

Rating : G

Length : Ficlet

Twitter : @TheDinCompany

Picture cr. TUMBLR

Disclaimer : sebenarnya ini kumpulan beberapa ficlet dengan 6 cerita yang berbeda. Banyak sekali typo dan idenya juga biasa – biasa aja semoga aja tetep suka.

 

 

Story 1

I’m waiting you

Ahn Sohee – Kwon Jiyong

( Terinspirasi dari GL6000 Reebok classic CF )

 

Ia menahan langkahnya membiarkan hati dan pikirannya yang tak pernah sejalan itu beradu dalam diam. Seolah sistem anatomi itu tak berjiwa membiarkan pemiliknya tak bisa membuat pilihan, ia hanya diam dan membiarkan penyesalaan mulai melambaikan tangannya untuk menyambut pria bodoh ini – Jiyong -. Jiyong menghela nafas pelan membayangkan lagi senyum Sohee yang seolah ingin menahan langkahnya. Setidaknya kali ini si pikiran harus menahan egonya, Jiyong memilih berlari berharap gadis itu masih duduk di halte bus untuk melewatkan bus terakhirnya. Ia hanya tak ingin seumur hidupnya menyesal karena sang hati sudah sangat ia sia – siakan.

Gadis itu masih duduk di halte bus menatap sisi jalan sedikit gelisah, siapa yang ia harap datang??? Buskah?? Atau pria bodoh itu??? ia memain – mainkan ujung sepatunya di tanah mencoba menenangkan hatinya yang ingin protes. Ia menghela nafas berat ternyata bus selalu datang lebih dulu, kenapa kisah drama itu selalu tak berlaku untuknya???. Haruskah ia menahan langkahnya dan menunggunya lebih sabar lagi???

Jiyong menatap kecewa ketika bus terakhir itu sepertinya lebih berharga, gadis itu memutuskan untuk beranjak dari kursi halte. Jiyong tersenyum kecut menatap bus yang perlahan beranjak, sepertinya dia siap untuk menyesal seumur hidup. Ah… bodoh gadis itu melewatkan bus terakhirnya dan memilih tersenyum menatap Jiyong yang berdiri di sebrang jalan. Jiyong tersenyum malu menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sambil sesekali bertukar pandang dengan Sohee yang berdiri tersenyum di seberang jalan.

Story 2

Friendship

Wooyoung – Taeyeon – Nichkhun

( Terinspirasi dari film Suckseed )

 

Taeyeon menatap dua punggung itu ketika naik ke atas panggung, membuatnya mulai melupakan kata yang sedikit mengganggu pikirannya akhir – akhir ini. Sepertinya ada banyak kata yang harus ia pelajari mulai sekarang, jika ia memilih Wooyoung atau Nichkhun bukankah ia memilih kata sakit. Atau jika ia memilih keduanya bukankah ia memilih kata serakah???. Ia tak ingin mengambil beberapa kata itu yang baginya cukup buruk. Ia akan mulai mengingat – ingat kata positive yang ia pelajari di sekolah, Wooyoung dan Nichkhun menjulurkan tangannya ke arah Taeyeon membuat gadis itu tersenyum sumringah. Ia menggapai kedua tangan yang ada di hadapannya itu tapi bukan karena ia serakah, hanya saja kedua tangan itu yang selalu membuatnya bangkit.

Mereka bertiga berada di atas panggung, Taeyeon membenarkan letak micnya menatap Nichkhun yang tersenyum mengangkat kedua stik drumnya di udara. Ia juga menatap Wooyoung yang tersenyum sambil menyetel gitar melodi yang ada di pelukkannya. Ada banyak kata di dunia ini bukan???  Taeyeon tersenyum senang menatap ribuan penonton di hadapannya. Seperti saat ini, aku mempelajari kata mimpi dengan berdiri di atas panggung yang kami ingini.

Taeyeon memetik gitar di pelukkannya menyelaraskan musik yang di hasilkan oleh Nichkhun dan Wooyoung. Ia menatap mic di depannya dengan yakin, aku mencintai mereka tapi sepertinya aku lebih memilih kata persahabatan.

Story 3

Nunna, I love you

Bae Suji – Park Jin Young Jr ( Jr Jjproject )

( Terinspirasi dari salah satu adegan di Cinderella Sister )

 

Dia duduk di situ lagi, ini sudah awal musim dingin kedua dia masih sering menunggu di situ. Artinya sudah dua tahun bocah itu selalu menantiku pulang kerja. Aku sebenarnya juga ingin mengendap – endap meninggalkannya begitu saja seperti biasanya. Membiarkan sebotol susu dan roti itu terongok di depan toko lagi ketika aku datang membukanya esok pagi.

Jin young menggosok – gosokkan kedua tangannya sambil terus tersenyum, seolah ia lupa ini awal musim dingin dan dia sudah menunggu nunna itu hampir 2 jam. Ia menatap botol susu dan roti di sampingnya, seakan ia juga lupa berapa won sudah uang sakunya ia sisihkan untuk membeli ini selama dua tahun. Ia hanya ingat nunna itu membantunya ketika teman – teman se bandnya mengerjainya dulu. Ia juga hanya ingat nunna yang menyewa kamar di dekat rumahnya itu bekerja terlalu keras untuk hidup.

“susu dan roti itu untukku bukan?? Berikan” ucap Suzy yang sudah berdiri di depan Jin young.

“Nunna” gumam Jin Young tak percaya lalu menyerahkan susu dan roti yang ada di sampingnya ke arah Suzy. Ia tersenyum cerah melihat nunnanya itu duduk di sisi Jin young, Suzy meminum habis susu yang dingin itu juga menelan habis roti coklat pemberian Jin Young.

Suzy menghela nafas lega merasakan susu dan roti yang selama dua tahun ini ia sia – siakan akhirnya masuk ke dalam perutnya. Dia beranjak dari duduknya lalu melangkah pergi meninggalkan Jin young yang memandangnya tak percaya.

“nunna, aku mencintaimu” teriak Jin Young akhirnya membuat Suzy menahan langkahnya. Ia hanya tersenyum tanpa menoleh ke arah Jin young yang belingsatan sendiri karena malu.

Story 4

Banana

Hwang Chansung – Kim Yoo Jin aka Uee

( Terinspirasi dari Chansung yang suka pisang )

 

Kalau saja benda bermotif pisang itu tak terjatuh di keranjang belanjaanku mungkin sampai detik ini aku akan menganggapnya orang asing. Mungkin kami akan tetap menjadi teman sekampus yang tak saling mengenal atau dua orang asing yang selalu naik kereta yang sama.

Chansung berdiri di belakang seorang gadis ketika ia berada di antrian kasir, ia menatap gadis itu gelisah. Beberapa kali ia ingin mengajak gadis itu mengobrol beberapa kali pula ia urungkan. Ia menatap barang belanjaan gadis yang ada di depannya,  banyak sekali mungkin saja untuk persediaan satu bulan. Gadis itu menoleh ke arah Chansung dan menatapnya heran membuat nyali Chansung sedikit mengendur. Ia hanya tersenyum garing seolah – olah tak terjadi apa – apa, mempertegas bahwa mereka tidak saling mengenal.

Gadis berambut coklat panjang itu berangsur maju menampakkan wajah Chansung yang semakin gelisah. Ia berkali – kali menggerakkan tubuhnya membuat seorang Ajuhma di belakangnya bergumam kesal kaarena terganggu. Benda – benda di tas keranjang itu satu per satu di turunkan memperjelas wajah cemas Chansung.

“tunggu” teriak Chansung sambil tangannya meraih sebuah benda di tas keranjang gadis itu, bersamaan pula gadis itu juga meraih benda yang sama. Sayang…. Chansung malah memegang tangan gadis itu yang langsung menatapnya marah.

“itu milikku” gumam Chansung pelan menarik tangannya, membuat gadis bernama Yoo jin itu mempertajam pandangannya pada benda yang ada di tangannya. Underwear pria bermotif pisang membuat Yoo jin kaget lalu sontak melempar benda itu begitu saja. Chansung menangkapnya lalu tersenyum senang karena benda yang tak sengaja terjatuh di tas belanjaan Yoo jin kembali ketangannya. Sedang Yoo jin hanya terdiam karena syok menyadari apa yang baru saja di pegangnya.

“terima kasih” ujar Canshung senang.

Story 5

I love you

Lee Donghae – Min Sunye

( Terinspirasi dari film Love Julinsee )

Donghae terus saja mengikuti kemana gadis itu pergi seolah tak perduli bahwa gadis itu berkali – kali menghentikan langkahnya untuk memarahi tingkah Donghae. Donghae hanya terus tersenyum menanggapi tiap kalimat omelan yang keluar dari bibir itu, seakan kalimat pedas itu adalah sebuah pujian untuk sikapnnya. Gadis itu berhenti di halte bus diapun berhenti, gadis itu melihat bunga ia juga melihat bunga, gadis itu duduk di kursi taman Donghaepun duduk di kursi taman.

Sunye menghela nafas kesal menatap pria yang duduk tak jauh darinya itu tersenyum, membuat yeoja berambut hitam itu berteriak frustasi. Sunye melotot kesal ke arah Donghae, namun pria itu tetap saja tersenyum. Donghae mengelurkan kertas dan pulpen dari dalam tasnya, membuat Sunye menatapnya heran.

‘maaf’ kata pertama yang Donghae tulis.

‘kau marah??’ Donghae menulis lagi membuat Sunye melirik kesal ke arah Donghae, menganggpa pria itu buta – karena sedari tadi Sunye memang marah.

‘kau cemburu???’ Sunye hanya terdiam lalu membuang mukanya. Donghae masih sibuk menulis, ia berpindah duduk ke arah Sunye membuang muka meminta Sunye membaca kalimat yang ia tulis.

‘itu bagus karena aku juga mencintaimu’ Sunye terdiam membaca kalimat yang tersusun rapi itu. ia mengedipkan matanya beberapa kali karena kaget, Donghae memasukkan kertas tadi kedalam tasnya lalu menarik yeoja itu pergi.

“mulai sekarang kau adalah pacarku” ucap Donghae yang sukses membuat Sunye tersenyum senang.

Story 6

My Seongsaenim

Choi Seunghyun – Kim Yoobin – Ok Taecyeon

( Terinspirasi dari pasangan TooBin )

 

Seunghyun dan Yoobin mungkin dilahirkan dengan berbagai sifat yang sama, sama – sama keras kepala, sama – sama dua orang yang tangguh juga sama – sama menyukai taekwondo. Yoobin meski memiliki tubuh kecil tapi ia cukup kuat, ia bahkan beberapa kali berhasil menjatuhkan gurunya sendiri tak lain tak bukan Seunghyun seongsaenim. Dua orang yang sama – sama saling suka tapi tak begitu pandai mengucap cinta. Mereka mungkin akan lebih memilih melawan 500 orang dari pada harus menyampaikan perasaannya pada orang yang mereka suka.

Tapi sepertinya hari ini akan sedikit lain bagi Seunghyun, pagi – pagi sekali seorang pria berbadan cukup tegap sudah berdiri di tempat latihan taekwondo. Ia membawa sebuket bunga mawar merah dengan ekspresi yang…. tunggu!!!. Apa itu ekspresi cinta?? Seunghyun tersenyum geli. Ia menertawakan dirinya sendiri seolah pria itu adalah dirinya. Tapi tawa itu berakhir ketika Yoobin mendekat ke arah pria itu dengan senyum yang sama.

Seunghyun menatap diam seolah bibir dan kakinya terkunci, tak mampu bergerak juga tak mampu bicara. Hatinya sakit??? Ya tentu saja, selama hampir dua tahun hubungan guru dan murid sudah mampu menumbuhkan benih cinta didalam hatinya yang dingin. Lari??? Haruskah ia melakukan itu?? bukankah seorang pejuang tak boleh lari dari medan perang???.

“bukankah sudah kubilang jangan dekat dengan pria lain selain aku” bentak Seunghyun membuat Yoobin menatapnya kaget.

“aku hanya….” pria bernama Taecyeon itu mencoba menjelaskan tapi di potong oleh Seunghyun.

“aku menyukainya, dia kekasihku” Yoobin menatap Seongsaenimnya tak percaya, sedang Taecyeon mulai tertawa kecil.

“ aku hanya sepupu Yoobin” ucap Taecyeon meneruskan ucapnya yang terputus. Seunghyun menelaah kata – kata yang baru saja di dengarnya tak percaya. Seunghyun menghela nafas berat lalu beranjak pergi meninggalkan tempat itu karena malu.

“ Seongsaenim tunggu” teriak Yoobin tapi Seunghyun terlihat mengacuhkannya. Seunghyun lebih memilih menghindari muridnya karena terlalu malu.

“seongsaenim” panggil Yoobin yang memilih lari untuk mengejar Seunghyun.

“seongsaenim” Yoobin memegang pundak Seunghyun lalu dalam sekejap berhasil menjatuhkannya ke tanah dan mengunci Seunghyun agar tidak berontak.

“seongsaenim, aku juga mencintaimu” ucap Yoobin yang sukses membuat Seunghyun terdiam tak berontak lagi. Mereka terlihat tersenyum malu seolah tak sadar mereka sedang berada di tepi jalan.

The End

9 thoughts on “[FF Freelance] Love Stories (Ficlet)

  1. sweet ❤ tapi paling suka punya Sohee-GD, nggak tahu kenapa di dalam bayangan aku itu so sweet banget kekeke.
    semuanya udah lumayan bagus kok, cuma mungkin ada yang perlu diperbaiki kayak tanda baca (yang paling aku sering temuin adalah penggunaan tanda tanya (?) yang diulang (???) seharusnya cukup satu tanda tanya aja) & aku agak bingung soal point of viewnya.
    ada beberapa cerita yang narasinya dimulai dari sudut pandang pertama "aku", terus tiba-tiba udah berubah menjadi sudut pandang ketiga "penulis". agak membingungkan :\ emang disengaja kah atau emang typo aja?
    well, tetep semangat yah nulisnya. ditunggu karya-karya lainnya. fighting 😀

    • iya, eon..
      aq ga tau kalo tanda bcax ga perlu bny gtu #plak
      truz yg sdut pandang itu sbnerx sengaja..
      mksdx mnjelaskan persaan si tkoh utma dlu,bru di paragraph laen dri sdut pndng penulis. cukup mengganggu ya eon??
      kalo kya gtu nyiasatix gmna eon?
      sring2 komen di FFq ya eon, aq suka dikomen membngun kya gni hehe #plak

      • oh, nggak mengganggu sih, tapi alangkah lebih baiknya (kalo menurut aku sih) mending pakai satu sudut pandang aja, biar readers nggak bingung. 🙂
        terus masalah tanda baca aku rasa emang harus diperbaiki, biar lebih rapi & enak aja dibaca hehe.
        hehe iya, semangat yah nulisnya ^^ aku juga baru belajar-belajar kok hehe.
        kita sama-sama belajar aja huehehe.

  2. dohh, critanya swit banget deh walau salah satu crita ad yg ttg friendship tpi it’s ok koq =D tapi diantara smua plg suka yg GD-Sohee, gimana gitu bacanya..hehehe
    nice story ^^

  3. Ini BAGUS banget!!!! Pendeskripsiannya bagussss! aku gak bsa loh bkin kyk bgini T^T
    walopun idenya biasa *ikut disclaimer* tp ini bneran bagus banget!!! Pembawaan crtanya bkin beda.
    Chansung itu buat LOL! Haha! Ntah kenapa aku suka yg Friendship, keren banget!
    DAEBAKK~ chingu ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s