Hug Me Again! Chap 6

Tittle : Hug Me Again! Chap 6

Main Cast:

–         Yesung Super junior or Kim Jong Woon

–         Choi Mei Rin and Park Mi Ri as You

–         Onew Shinee

–         Sulli F(x)

Support Cast:

–         Sunny SNSD

||| Genre: Romantic comedy, family, friendly ||| Length: chapter ||| Rating: Pg–16 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)||prev : part1part2part3,part 4,part5

mata mei terbelalak, perasaannya tak karuan. Apa yang dilakukannya! Pekik mei.

‘dia melakukannya lagi, dan perasaan ini lagi’kata mei dalam hati.

“sekarang ini yang kedua kan,mei?”kata yesung.

Mei hanya terpaku seperti orang bodoh tanpa ada perlawanan sama sekali.

“mengapa kakak hanya berdiri disini, apa kak miri ada didalam”terdengar suara mei-cilik.

Sulli menyuruh mei-cilik untuk memelankan suaranya.

Mei terkaget dan segera keluar dari kamar yesung dengan wajah yang merah.

“kak,,,”teriak mei-cilik yang tak di hiraukan.

Terlihat yesung sedang mengelus dadanya dengan wajah yang sangat berseri dengan menarik nafas panjang.

‘dia terlihat begitu bahagia, aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat tadi’kata sulli dalam hati.

Mei masih tak percaya yesung menciumnya lagi.

“hah!apa yang kulakukan! Mengapa aku membiarkannya menciumku lagi?haaaaah”kata mei di balik pintu kamarnya. Mei begitu tak tenang, ia sampai tak bisa istirahat karna selalu terbayang dengan kejadian siang tadi.

Ia terus saja menutupi wajahnya yang terus saja memerah.

*esok harinya

mei bersiap berangkat ke sekolah saat membuka pintu yesung berdiri di dekat pintu kamar mei dengan sigap mei kembali masuk ke kamarnya.

“kenapa dia mesti ada di depan sana?aaaaah”keluh mei.

Mei-cilik mulai berteriak memanggil mei.

“kak.. Apa kau sudah selesai?”

“baiklah sebentar lagi aku turun”

mei menarik napas panjang dan membuka pintunya dengan pelan tapi naas yesung telah berdiri di depan pintu.

“ada apa ? Apa ada barang yang kau cari?”

“ahhh”ucap mei kebingungan.

wajah mei berubah, ia seperti akan tertelan sebentar lagi.

“ahh, kancing baju”

“kancing bajumu terjatuh?”

mei segera mengangguk dan berpura-pura mencari.

“tapi bukankah hari ini kau memakai baju olah raga ? Sejak kapan baju olahraga ada kancingnya?”

mei memegang dan melihat bajunya.

‘ahhh, kenapa aku sebodoh ini?’kata mei dalam hati sambil memegang kepalanya

“paman telah menunggu aku harus ke bawah segera”alasan mei. Mei segera turun ke lantai bawah dengan cepat.

“kenapa wajah kakak semerah itu? Kakak juga berkeringat, apa kakak sedang berolahraga?”tanya mei-cilik.

“apa?”kata mei memegang wajahnya.

Dilain tempat yesung turun dan tersenyum bodoh mendengar ucapan mei-cilik.

Yesung duduk tepat dihadapan mei, mei hanya tunduk.

‘bahkan makan pun aku susah untuk konsentrasi’kata mei dalam hati.

Paman hanya tersenyum melihat sikap mei yang tidak seperti biasanya, memarahi yesung jika menatapnya sambil tersenyum, mei malah tunduk dan hanya diam.

“apa kalian ada masalah ? Jangan hanya berdiam diri. Miri jika tak menyukainya terus terang saja”

“tidak paman, tidak seperti itu. Aku baikbaik saja.”

yesung tertawa.

Mei yang mulai merasa semakin canggung segera mengambil tasnya dan hendak barangkat duluan. Yesung segera menyusul mei yang berjalan semakin cepat. Sekarang yesung berjalan tepat disamping mei. Mei hanya bersikap seakan-akan mereka tak mengenal satu sama lain.

Sesampai tempat biasa mereka berpisah.

“kau jalan duluan”ucap mei.

“baik lah”kata yesung berjalan ke arah mei.

Tangan yesung malah menarik tangan mei dan mengaitkan di selasela jarinya dan menggenggamnya dengan kuat. Mei dengan wajah aneh hanya melihat tangannya telah berpengangan dengan yesung.

“apa yang kau lakukan ahhh”

yesung hanya terus menarik tangan mei. Sampai di gerbang sekolah jelas saja mei dan yesung menjadi pusat perhatian semua orang.

“bukankah dia yang mencelakakan yesung oppa kenapa masih mau menggandengnya?apa mereka punya hubungan?”kata seseorang cewek dengan seorang temannya.

Yesung yang mendengar perkataannya datang dan menghampirinya.

“dia….”ucap yesung sambil melihat ke arah mei yang menunduk.

“pacarku sekarang. Kau dengar? Apa perlu di rekam? DIA PACARKU”tambahnya.

Mei sentak terkaget. Dan bilang kalau mereka tidak ada hubungan apa-apa.

Yesung lalu menarik mei kekelas. Cewek tadi menangis dan ada pula bersedih dengan cepat berita tersebut tersiar keseluruh sekolah. Dan yang terjadi semua fansfans yesung malah tambah membenci mei dan bahkan mengancam akan menghujat mei.

“kau tau semua orang membenciku sekarang!”

“bukankah dari dulu?”

“apa?hah. Kau benar-benar”kata mei menginjak kaki yesung dan meninggalkannya begitu saja.

Keluar dari kelas mei terkejut.

“sekertaris..ada apa?”

mei pun segera ikut dengan sekertaris ayahnya tersebut.

“ayah, aku sepertinya akan tinggal beberapa lagi disini. Apa ayah mengizinkannya?”

“apa maksudmu! Bukankah kau sudah berjanji hanya seminggu? Sudah hampir sebulan kau bahkan tidak datang menemui ayah”

“maap, tapi ku mohon biarkan aku menyelesaikan sekolahku. Aku ingin lulus di sekolah ini. Hanya beberapa bulan setelah itu aku berjanji akan pulang”kata mei memohon kepada ayahnya.

“ayah akan memikirkannya”

setelah ayahnya pergi mei kembali kekelas untuk melanjutkan pelajaran.

“apa kau benar dengannya?”

“sulli! Kau mengagetkanku! Sudah ku bilang jangan dekat denganku. Apa kau mau mereka juga membencimu?”

“sudahlah itu tidak penting, aku sudah bilang kalau aku akan tetap menjadi temanmu”

“sulli~aaa..”

“sudahlah, jelaskan tentang hubunganmu?”

“apa yang kau maksud yesung?”

mei menjelaskan semuanya pada sulli termasuk tentang siapa ia sebenarnya, keluarganya dan jati dirinya sendiri.

“aku tak ingin berbohong lagi, yesung bukan saudara sepupuku. Kami bahkan takn ada hubungan keluarga sedikitpun seperti yang ku bilang waktu itu. Aku dan dia hanya kawan biasa tak lebih.”

mei juga menjelaskan ia tak akan merebut yesung darinya. Sulli malah memeluk mei.

“kau menjadi temanku itu sudah cukup untukku, mei”

mei tersenyum.

“ya , mei. Aku bukan miri”

sulli mengangguk dan menepuk pundak mei.

Tepat esok hari ulang tahun onew dan tepatnya juga ulang tahun mei. Mei berencana akan merayakannya bersama onew seperti yang biasa ia lakukan.

Ia meninggalkan rumah sejak sore hari, ia sibuk mempersiapkan acara nanti malam bersama onew.

Saat ini telah pukul 11 malam mei sudah menunggu onew selama 2 jam.

“Aku sudah meninggalkan pesan padanya apa dia benar-benar tidak membaca pesanku dari tadi?”omel mei.

Mei mengambil handphonenya dan menelpon onew.

~nomor yg anda tuju sedang tidak aktif, setelah nada berikut silahkan tinggalkan pesan setelah nada bipp~

“onew, kau ingatkan hari ini? Aku menunggumu di pantai dekat rumahku”kata mei dan mematikan handphonenya.

Mei terus saja menghela nafas panjang dan memandangi kue serta handphonenya.

“ahh, aku sudah 18 tahun, kau tau kan? Aku tak merayakan ulang tahun ke 17 ku itu karna kau tak ada! Apa aku juga harus melewatkan ulang tahun ke 18ku?”

jam hampir menunjukkan pukul 12 malam tapi onew tak juga datang menemuinya. Mei pun memutuskan untuk menyusul onew ke rumahnya.

Di sebuah cafe ia melihat sosok onew sedang tertawa lepas dengan sosok perempuan yang tak asing bagi mei.

“sulli~ya..”

mei mendekat ke kaca cafe tersebut. Berdiri di hadapan onew dan sulli yang tak menyadari kehadiran mei.

‘dadaku serasa susah untuk mendapatkan oksigen, aku merasa oksigen telah lari dan tak rela aku menghirupnya.’

“o….nee…w”kata mei dengan suara bergetar saat onew berlutut dihadapan sulli.

Kue yang dipegangnya seakan tak mampu ditahannya lagi, kue itu hancur dan terjatuh ketanah sehancur perasaan mei saat itu.

Hujan pun mulai turun dengan tiba-tiba membasahi seluruh tubuh mei dengan seketika.

‘entahlah perasaan apa yang ku rasakan. Yang jelas kekecewaan itu sangat jelas kurasakan’

seseoran menarik dan melindungi kepala dengan sesuatu. Orang itu menarik mei sampai mendekap dipelukannya.

‘ada perasaan yang sangat damai kurasakan’

yesung memeluknya dengan erat agar mei tak merasa kedinginan. Yesung hendak melepaskan pelukannya dan segara berteduh. Untuk pertama kalinya mei membalas pelukan yesung dengan hangat. Yesung terkejut. ‘pertanda apa ini?’ semakin lama mei semakin memeluknya dengan erat.

“terima kasih… Terima kasih… Terima kasiiih..”kata mei terbata-bata.

Mei terduduk diam di teras rumah.

“apa kakak sedang putus cinta?”

pertanyaan itu membuat mei terkejut.

“apa?”

“kau bisa mengatakannya padaku, aku akan memberimu solusi terbaik?”kata mei-cilik dengan sombongnya.

“benarkah?”kata mei sambil tertawa kecil.

Mei-cilik mengangguk dengan wajahnya yang semakin serius.

“jelaskan apa kau ditolak karna ada wanita lain yang disukainya?”

“apa kau peramal?”

“sebaiknya kakak melihat seseorang yang sama posisinya dengan kakak?”

“apa maksudmu mungkin ada seseorang yang menungguku juga?”

“tepat sekali”

“jangan bercanda”

“mungkin lebih baik habis waktu saja dengan seseorang yang bisa membuat hatimu itu damai.”

mei malah terdiam mendengarkan ucapan anak kecil yang mungkin belum merasakan halhal tentang perasaan cinta.

“pikirkanlah karena sekarang malam sudah terlalu larut bagi anak kecil sepertiku, jangan bilang ya kepada ayah kalau aku belum tidur jam segini”

mei hanya mengangguk.

“mengapa anak kecil saja memahami sampai sejauh itu? Mengapa aku sama sekali tak pernah berfikir untuk bersikap lebih dewasa? Yang ku fikirkan hanya tak ada satu pun yang boleh merebut onew dariku, ahh ada apa denganku?”keluh mei sambil memukul dadanya sendiri.

Alarm pagi berbunyi mei bangun dan mematikannya.

“huaaaah..kenapa matahari muncul secapat ini?”

mei berjalan ke depan pintu kamarnya dan…

“hyuiiiiiit”bunyi terompet.

“selamat ulang tahuuuuun”

mei terdiam terharu, matanya berkaca-kaca.

“terima kasih… Paman, mei”ucap mei memeluk mei-cilik dan juga pamannya.

yesung menunjuk dirinya sendiri. Mei hanya cuek dan ikut keruang makan bersama paman dan mei-cilik.

“ada apa dengannya kenapa begitu pelit?”

“kak apanya yang pelit , ayo cepat ke bawah”omel mei cilik sambil menyeret yesung.

Saat yesung turun mei telah duduk di meja makan dengan mata yang berair.

“kenapa kau menangis ini kan hari yang seharusnya kau berbahagia?”

“tidak paman, aku hanya terlalu bahagia, terus terang ini ulang tahun yg pertama yang dirayakan secara bersama-sama keluarga. Sejak aku berumur 7 tahun aku tak pernah lagi melihat kue dengan lilin yang banyak dan ucapan sekalipun dari ayahku sendiri.”

“sudahlah jangan bersedih tidak baik dihari bahagia kau malah bersedih”kata paman yang memberi nasihat.

Mei berdiri dan beranjak dari tempat duduknya dan memeluk paman jason yang sedang sibuk menyiapkan makanan.

“terima kasih…paman terima kasih atas semuanya, terima kasih”

“sudah, paman sudah menganggap kau sebagai anak paman jadi jangan berterima kasih terlalu banyak”

“kak, bagaimana kalau hari ini kita bolos saja?”

“apa?”

“bolos sekolah?ayah bolehkan sehari saja. Aku ingin menghabiskan waktu dengan kak miri”pinta mei-cilik dengan ekspresi memohon.

“kalau begitu aku juga bolos sekolah saja hari ini”kata yesung.

“siapa yang mau mengajakmu?”kata mei-cilik dengan sinis.

“siapa bilang aku ingin ikut dengan kalian?”

“baiklah jika tidak itu terserahmu”

“paman mengizinkan tapi ingat hanya hari ini ya”

mereka mengangguk dan meneruskan makan.

“sup ayam buatan paman memang paling enak”puji mei.

“lebih enak dari yang kau buat”sambung yesung.

“benarkah? Baguslah kalau kalian menyukainya”

“tapi kau menghabiskannya juga kan?”kata mei.

“itu terpaksa”kata yesung sambil terawa~lucunya dari mana coba?

“bisa kah paman nanti mengajariku?”

“tentu saja”

setelah selesai makan mei dan mei-cilik pun bersiap untuk pergi.

“Kemana kita ?”tanya mei.

“ke kebun binatang”ucap mereka bersamaan.

Karna jawaban mereka serentak mereka pun saling terkejut dan tertawa bersama.

“apa kau membaca pikiranku?”tanya mei.

Mei-cilik hanya tertawa.

Saat tiba di kebun binatang mereka langsung berkeliling mengelilingi kebun binatang.

Saat mei-cilik akan memotret mei tiba-tiba yesung muncul dan merangkul mei.

*jpreeet*

yesung tersenyum lebar dengan ekspresi begitu bahagia sedangkan Mei melihat ke arah yesung dengan wajah terkejut.

“aiiisshsshh”keluh mei sambil menendang kaki yesung.

“ahh, sakit bodoh”

mei-cilik pun terlihat kesal dengan tingkah kakaknya. Mei pun dan mei-cilik meninggalkannya begitu saja.

Mei dan mei-cilik memasuki box funanimal dan tak di sangka saat akan berfoto bersama boneka jerapa , boneka favorit mei, yg memakai ternyata yesung.

Mei dan mei-cilik agak kesal karna yesung selalu mengikuti mereka, Tapi akhir mereka akhirnya memutuskan untuk pergi bersama karena yesung terus saja menguntit mereka.

“ya sudah daripada kakak terus saja mengikuti kami lebih baik ikut saja”ucap mei-cilik dengan nada kesal.

Mereka bertiga pun menghabiskan waktu bersama hingga larut malam, di taxi mei-cilik sudah tertidur pulas di pundak mei dengan memeluk tangan mei dengan erat.

Saat setibanya di rumah mei segera mandi dan masuk ke kamarnya.

“kenapa jerapa ini terlihat besar dari sebelumnya?”

didekat jerapa itu terlihat fotonya dengan yesung di kebun binatang.

“hhhhhh….yesung!”gumam mei dengan wajah kesal membuka bingkai tersebut dan menukar fotonya kembali dengan onew dan meletakkannya dengan hati-hati sambil tersenyum lebar. Tetapi senyumnya berubah sekejap dengan ingatannya semalam. Mei dengan kesal menjatuhkannya begitu saja dan berbaring di kasurnya. Mei mencoba memejamkan mata namun sulit untuk tertidur, ia terus saja terbayang-bayang dengan wajah yesung dan juga onew yang selalu saya memaksa untuk ia ingat.

Esok harinya berjalan seperti biasanya, hari ini mei dan yesung seperti biasa berangkat ke sekolah bersama. Saat perjalanan menuju kelas tak sengaja bertemu dengan sulli, sulli menyapa mei dan menanyakan mengapa mei kemarin tidak hadir ke sekolah.

“apa kau sakit?”

“tidak”

“apa ada masalah lain hingga kau tidak….”

“sudah ku bilang tidak ada yg terjadi”kata mei dengan keras dan kembali berjalan menaiki tangga meninggalkan sulli.

Sulli berfirasat ada sesuatu yg sedang disembunyikan oleh mei darinya. Sulli menghela nafas dan mengejar mei ke kelas. Sulli selalu perhatian dengan mei, tapi karna kejadian itu mei bersikap dingin pada sulli dan bahkan onew.

***

Beberapa bulan kemudian tepatnya jatuh pada wisuda perpisahan sekolah. Pagi ini mei telah menggunakan seragam yg rapi dan terlihat sangat manis.

“hari ini wajah kakak sangat bercahaya”puji mei-cilik.

“benarkah?”kata mei malu sambil memegang pipinya.

“kau terlalu berlebihan menurutku dia biasa saja.”protes yesung.

“itu karna mata kakak saja yg tidak normal” ejek mei-cilik.

Mei keluar dari ruangan dengan wajah bahagia sambil memegang bunga dari mei-cilik sebagai ucapan karna lulus dengan nilai yang terbaik.

“miriii …”

mei menengok ke belakang sulli langsung memeluknya.

Ekspresi wajah mei berubah buruk dan melepaskan pelukan sulli. Sulli terkejut.

“miri, selamat ya”kata sulli dengan ekspresi senang dengan mata berkaca-kaca.

Mei membalik dan berniat pergi. ‘mengapa aku seperti ini ? Apa salah sulli? Mengapa aku harus seegois ini? Apa ini karna….’ ucap mei dalam hati.

Mei menggelengkan kepalanya dan berbalik memeluk sulli dengan erat dengan mata berkaca-kaca juga.

“terima kasih”ucap mei dan kemudian tersenyum.

Sulli mengangguk.

“maaff….”kata mei terbata-bata dengan airmata yg mengalir.

Hari ini berakhir dengan indah, mei merasa bahagia karna ia bisa lulus dengan nilai yg sempurna.

“andai eomma ada di sini bersamaku”kata mei sambil menghela nafas panjang dan mengambil tasnya.

“bisa pergi denganku?”

“hah?”

tanpa menunggu jawaban yesung lagi mei langsung menarik yesung.

“bisakah kita pergi naik sepeda itu saja?”

“apa? Ada apa denganmu?apa kau sakit?”kata yesung sambil memastikan apa badan mei panas.

Mei malah menyingkirkan tangan yesung dari kepalanya.

“apa kau pikir aku gila? Ayo cepat”

yesung menurut saja dengan permintaan aneh mei.

“kemana mereka?”tanya mei-cilik yang melihat dari kaca restoran.

“mungkin jalan-jalan berdua”

“ah, kenapa mereka tidak mengajakku? Aku akan ikut.”

“sudah jangan menganggu mereka!”

“ayah, aku takkan menganggu aku hanya ingin tau apa yg mereka lakukan. Aku penasaran. Aku benar-benar penasaran”kata mei dan segera berlari keluar untuk mengambli sepedanya.

“meiiiii…..”teriak paman jason tapi mei-cilik tak menghiraukannya.

“sebentar saja ayah”

Mei dan yesung menyusuri jalan naik sepeda tepatnya jalan menuju sekolah mereka yg selalu mereka lalui bersama. Mei melambaikan tangannya dengan tersenyum manis bahagia dengan sebelah tangannya memeluk pinggang yesung dengan reflek yesung memandang tangan mei yang melingkar di pinggangnya dan tersenyum bahagia.

Sesampai di taman dekat sekolah mereka mei langsung berlari dan berputar-putar bahagia sedangkan yesung hanya tertawa bodoh melihat tingkah mei yang semakin aneh.

‘kau tau ini pertama kalinya kau tersenyum sebahagia itu padaku dan ada yg aneh di sini’kata yesung sambil memegang dadanya.

Mei duduk dimana ia sering menunggu yesung jika pulang sekolah. Mei melambaikan tangannya terhadap yesung yang sedang berjalan menuju bangku tempat mei duduk dengan manis. Yesung duduk di sampingnya. Mei memberi yesung sebelah dari handset-nya pada yesung.

“kau tau ini adalah lagu kesukaanku”kata mei sambil bernyanyi mengikuti nyanyian yg ia dengarkan bersama yesung.

“aku suka taman ini, baru kali ini aku merasa musim semi ini begitu indaaaaaah dan terasa sangat hangat”kata mei dan tersenyum lagi.

Yesung hanya diam memandangi kepolosan mei.

‘kau terlihat begitu polos, berbeda dengan mei yg ku kenal beberapa tahun belakangan ini,yg kasar*fb-saat mei melempar sepatu tepat mengenai kepala yesung*, yg murung, jutek,Bahkan cengeng dan jarang tersenyum*fb-saat mei duduk melamun di teras dan yesung duduk di sampingnya tapi mei malah tidak menyadarinya, yesung memeluknya dan mencium keningnya*, bahkan bisa menjadi perhatian*fb-saat yesung kedinginan mei memeluknya*semuanya begitu berbeda dengan mei yg dulu, bisa kau tetap tersenyum seperti itu padaku’

mereka saling menatap dan saling tersenyum.

“terlihat seperti sedang berkencan. Apa mereka? Ohhhh tidak”kata mei-cilik dari kejauhan saat melihat yonngi dan mei sambil menggelengkan kepalanya dan mumukul pipinya sendiri.

“ini aneh, benar-benar aneh”kata mei-cilik yg berjalan menuju kursi taman sebelah pohon sambil memegang camera mei.

Mei-cilik sejak tadi rupanya telah merekam tingkah aneh mereka berdua yg tidak wajar.

“tapi mereka terlihat begitu serasi, aku iri melihatnya ini seperti yg ada di filmfilm romantis yg sering ku tonton”kata mei-cilik sambil melihat ke arah mei dan yesung.

Mei-cilik tak ingin kehilangan moment mei-cilik kembali mengambil gambar saat mei bersandar di pundak yesung. Yesung sangat menikmati kebersamaannya dengan mei. Sampai-sampai ia terus saja memegangi dadanya karna jantungnya berdetak tak karuan.

‘apa kau merasakannya?’tanya yesung dalam hati.

Setelah merasa cukup lama duduk mereka memutuskan untuk mengelilingi taman dengan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan taman.

“karna terlalu lama tidak makan es krim aku sampai lupa rasanya seperti apa?”kata mei ketika melihat penjual es krim.

“apa?”tanya yesung.

“makan es krim seperti ini sejak takut aku jadi gendut aku sangat jarang makan mie mentah, es krim, coklat. Padahal aku sangat menyukainya”

“benarkah wanita harus seperti itu?”

mei mengangguk.

“cantik itu tidak mudah”kata mei sambil berjalan.

Yesung terhenti dan membeli es krim. Mei yg tak sadar terus saja berjalan jauh dan semakin jauh saat berbalik yesung telah berjalan dengan tangan ada di belakang.

“hah, kenapa kau seperti siput. Begitu lambat!”omel mei.

Yesung menyerahkan es krim ke mei. Mei menerimanya dengan wajah terkejut.

“makanlah, cuma satu tak akan membuatmu gendut”

mei tersenyum dan melanjutkan berjalan di samping yesung.

Jari kelingking mei mengait jari kelingking yesung. Karna merasa tak nyaman yesung melepaskannya.

“ada apa? kau tak suka?”tanya mei.

Yesung diam dan mengambil tangan mei dan memasukkan kesela-sela jarinya dan memasukkan ke dalam kantong jaket yg di gunakannya. Mei tersenyum ke arah yesung, wajah yesung terlihat memerah dan berusaha menyembunyikannya dari mei.

Menjelang sore mereka memutuskan untuk pulang. Saat dekat pantai mereka turun dari sepeda dan memutuskan untuk berjalan menuju ke rumah.

“ada yg ingin ku bicarakan”ucap yesung.

“apa?”

mereka berhenti berjalan.

Yesung menghela nafas panjang dan mulai bertanya.

“apa pernah kau merasakan sesuatu saat bersamaku?”

“apa? Tentu saja…”

yesung tersenyum puas.

“kadang aku merasa nyaman dan terkadang begitu terasa membosankan!”

senyum yesung berubah.

“kau merasa nyaman?”

mei mengangguk. Yesung tersenyum puas.

“sedikit”

roman wajah yesung langsung berubah.

“aku sudah menganggapmu teman terbaikku”

“teman?hanya teman”

“ya teman”

“dan waktu…”

“ohhh, tentang semua kejadian itu. Mungkin kekhilafan saja.”kata mei tersenyum kecut dan beranjak pergi.

“khilaf?ahhh”teriak yesung.

Mei tak mempedulikannya dan malah berjalan dengan cepat menjauhi yesung. Yesung menarik tangan mei.

“bukan masalah berapa kali kita ciuman mungkin itu bisa di katakan kita khilaf tapi yang ada disiniini terasa aneh! Kau tau?” ucap yesung menarik tangan mei kedadanya.

“sudah lah itu hanya perasaanmu saja”kata mei dan mencoba pergi lagi.

“apa? Semudah itu kau katakan! Ini berbeda ini terlalu menyakitkan buatku! Menyiksa!”

“jika menyiksamu maka lupakanlah, ini juga sulit untukku!”bentak mei dan segera pergi.

Yesung berteriak frustasi.

“apa artinya ini kau menolakku?”teriak yesung.

Mei hanya terdiam dan pergi menjauh.

“aaaahhhh”

Yesung hanya berdiam diri dikamarnya dan tak turun untuk makan malam bersama.

Mei masuk kekamarnya untuk membawakan makanan.

“makanlah”

yesung hanya diam dan menjauhi mei. Mei menghampiri ke dekat jendela tempat yesung duduk.

“apa kau marah padaku?”

yesung tetap saja diam.

“apa ini masih sakit?”tanya mei memegang dada yesung.

“aku tau ini berat, menyukai seseorang yang punya perasaan lain ke orang lain itu memang sulit jadi lupakanlah yang membuatmu sakit”

mei tersenyum ke arah yesung tapi yesung sama sekali tak memalingkan wajahnya ke arah mei. Mei duduk di sebelah yesung.

“apa kau tak ingin melihatku?”

“baiklah”ucap mei.

Dengan rasa canggung mei untuk pertama kalinya memeluk yesung duluan. Yesung hanya diam. Mei melepaskan pelukannya dan beranjak dari tempat duduknya.

“maafkan aku…”

saat akan membuka pintu yesung menarik mei dan balik memeluk mei dengan erat. Mei tersenyum dan membalas pelukan yesung. Mei melepaskan pelukannya. Yesung memegang wajah mei dan mendekati wajahnya saat semakin dekat pintu terbuka.

“kak”terdengar suara mei-cilik.

Dengan buru-buru mei memalingkan wajahnya dan malah terhantuk ke kepala yesung.

“aduh”katanya sambil memegang kepalanya.

“ahh, benar. Ternyata….”

“apa?”tanya yesung.

“kalian paca….”

“apa apa apa?tidak mungkin”

“ck, tadi kalian akan…”

“sthhh, itu cumann…”

“hah, jangan berkelak lagi tangan kak yesung masih ada”kata mei-cilik sambil menunjuk tangan yesung yg sebelah kiri memeluk mei.

Yesung sentak melepaskannya. Wajah mei memerah dan segera menghindar masuk kekamarnya.

Dengan sergap yesung pun mengusir mei-cilik dari kamarnya.

“sudah ketahuan masih saja mau mengelak! Huh dasar”omel mei-cilik dan segera kekamarnya.

*Esok harinya

“ayaaaaah, kak miri tak ada di kamarnya!”

“apa maksudmu mei?”

yesung yg mendengar segera ke kamarnya dan menemukan surat dan handicam di kasur mei.

‘ini pesan terkhirku, aku pamit. Mei’

yesung memanggil paman dan mei-cilik untuk melihatnya. Yesung pun menyambungkan ke TV untuk melihatnya bersama.

Di gambar itu mei duduk dengan manis dan mulai berbicara‘paman, mei sebelumnya Aku minta maaf karna pergi begitu saja, aku juga berterima kasih pada paman karna sudah menganggapku sebagai anak, dan adikku tercinta mei. Aku sangat menyayangi mu mei. Terima kasih perhatiannya selama ini. Maaf juga jika aku ini sangat merepotkan paman. Paman aku mencintaimu. Aku takkan pernah melupakanmu. Aku tidak pamit karna aku takut jika aku pamit kepergianku pasti akan batal karna tak rela berpisah dengan kalian. Maaf sekali lagi maaf. Ini sangat berat tapi.. maaf kan aku! Dan terima kasih yang tak terhingga, terima kasih, terima kasih untuk kasih sayang kalian‘ucap mei.

“dia selalu seperti itu”ucap paman dengan airmata mengalir.

“kakak jahat bahkan kakak belum memelukku untuk terakhir kalinya”omel mei-cilik dengan wajah memerah akibat menangis.

‘aku tau mei pasti sedih, kecewa dan marah karna kakak melanggar janji kakak untuk ada di setiap ulang tahunmu. Maaf kan kakak eomma kakak lebih membutuhkan kakak saat ini. Maaf ya mei. Terima kasih juga atas segalanya. Sekali lagi maafkan aku‘tambah mei dengan wajah yg mencoba untuk tampak tegar.

Yesung dengan perasaan kecewa hendak pergi namun langkahnya terhenti.

‘yesung~aa’terdengar suara mei.

yesung berbalik.

‘maafkan aku, dan terima kasih terima terima kasih sebanyak-banyaknya. Terima kasih. Terima kasih. Kau tak perlu mencariku karna saat kau melihat video ini mungkin aku sudah di pesawat. Berjanjilah untuk mendengarkan apa yg kukatakan semalam. Sekali lagi maaf dan terimakasih’

dia akhir video tersebut mei tersenyum.

Saat mereka melihat video itu mei telah ada di bandara dengan sekertaris ayahnya. Mei memakai kacamata hitam untuk menutupi matanya yang sembab.

‘jangan mencariku lagi aku tak pantas untukmu’kata mei saat menaiki pesawat.

***

Saat sampai mei langsung menemui ibunya yang ada di ruang baca. Ibunya duduk dengan memeluk foto mei, wajahnya pucat, kurus dan tak terurus.

“eomma”panggil mei.

Ibunya melihat kearah mei dengan ekspresi wajah datar.

“eomma”kata mei menitihkan airmatanya melihat keadaan ibunya. Mei kemudian memeluk ibunya dengan erat.

“mei, mei”

mei hanya menangis.

“iya ma, ini mei.”

“mei”

mei mengangguk.

Eommanya memegangi wajah mei dan menitihkan airmata saat itu pula ibunya memeluk mei begitu erat.

“maafkan eomma”

mei terus saja menangis.

Mereka pun melepaskan rindu dengan berpelukan.

*sebulan kemudian kesehatan ibu mei mulai membaik sejak kedatangan mei.

Mei sedang mencoba beberapa gaun cantik di sebuah butik langganan ibu mei. Ibu mei duduk di kursi rodanya dan menunggu tirai terbuka. Saat terbuka mei berdiri manis tersenyum menggunakan gaun berwarna putih.

“kau begitu cantik mengenakan itu”kata ibu mei.

“benarkah?”

ibu mei mengangguk.

Mei mendekati ibunya dan memeluknya.

ponsel mei berbunyi.

‘aku sudah ditaman segera lah kesini’sms onew.

Mei segera mengganti bajunya dan berjalan menuju taman.

Onew telah duduk disana dengan suasana wajah yg tak menyenangkan. Mei duduk di sebelahnya.

“aku tau ini pasti berat untukmu”ucap mei.

Onew terkejut.

“ah, hhhhaa. Mungkin sudah takdirku”

“apa kau bahagia denganku?”tanya mei.

“ya, aku akan berusaha”

Mei tersenyum.

“bolehkah aku meminjam bahumu sebentar saja”

mei bersandar di bahu onew.

“ini takkan berlangsung lama aku janji , sebentar lagi jadi tunggulah ini akan berakhir . Saat ini aku hanya menyakinkan diriku bahwa rasa itu pernah ada disini”ucap mei memegang dadanya.

mei menutup matanya.

*satu part lagi loh huuuuaaaah akhirnya selesai deh 😀 prok-prok*

bagaimana ceritanya chingu ? komentarnya ya :***

9 thoughts on “Hug Me Again! Chap 6

  1. kayaknya mei udh mulai suka ama yeppa nih,tp kenapa harus pulang sih? Kacian yesung.. Itu onew balikan sma mei lagi y? Lanjut thor,secara keseluruhan fanfic ini daebak ,mengharukan

  2. Tinggal 1 part ya, berharap mei menyadari klo dy dh mulai menyukai bahkan mencintai yesung. Ceritanya hrs happy ending ya. Yesung dgn mei menjadi sepasang kekasih bahkan klo menikah hehe.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s