The Boys and Me [Episode 6]

Author : Iefabings

Casts :

  • Kai EXO-K
  • Luhan EXO-M
  • Sehun EXO-K
  • Baekhyun EXO-K
  • Chanyeol EXO-K
  • Kim Taerin a.k.a Meylita174 (oc)
  • Shin Minra a.k.a awsemeoneim (oc)
  • Park Heehyo a.k.a helmsyin1 (oc)
  • Kim Taehee *naik jabatan*
  • Do Kyunghee (Fanny) a.k.a fannyyesung *di part ini gak muncul masa u.u*(oc)

Support Casts :

  • D.O EXO-K
  • Suho EXO-K
  • Kris EXO-M
  • Chen EXO-M
  • Keluarga-keluarga para cast, temukan sendiri
  • Kyuhyun SJ (guru matematika)

Genre : Friendship, family, romance (?), comedy (?)

Ratings : PG-13

P.S : SAENGIL CHUKKAEHAMNIDA…. SAENGIL CHUKKAEHAMNIDA…. SARANGHAEYO CHANYEOLLIE…. SAENGIL CHUKKAEHAMNIDA…. *tiup terompet tebar bunga tujuh rupa(?)* doh suami masa depan saya ulang tahun ini. Sengaja memang menunda waktu posting hingga hari ini agar bertepatan dengan ultah Chanyeol *alibi*. Sebelum cuap mari berdoa bersama saya semoga Chanyeol semakin keceimuttamvantiadatandingan, karir bersama EXO semakin bersinar, semoga panjang umur berkah, semoga jodoh dengan saya Iefabings yang kece tiada bandingan *dilempar jumroh*, uhuk pokoknya semua doa yang baik-baik untuk Chanyeol.

Nah sekarang cuap untuk part ini. Maaf sangat beribu maaf sepertinya mood saya sedang hancur lebur berserakan *plak* sehingga hasilnya semakin abal dan berantakan. Kalau readers tidak puas silakan bantai saya di komentar u.u saya sudah siap menerima segala hukumannya. Mood saya jadi patah(?) karena lappy tempat saya menyimpan file TBAM (yang pada kasus ini bukan milik saya sendiri, tapi milik oppa saya._.v) diformat begitu saja dan saya lupa memindahkannya ke tempat yang lebih aman. Alhasil, semua hilang tanpa bekas. Bumi telan aku sekarang. Oh tidak, telan oppa saja. Oh jangan, telan saja siapa pun asal bukan saya *plak*.Semoga part selanjutnya mood saya kembali lurus dan baik. Amin. Saoloh cuap aja udah panjang gini, bisa panjangan cuapnya dari ep epnya sendiri. Okelah Happy reading^^

o(^o^)o

Author pov

“Yak Taehee-ah, eodiya?” Taerin mencegat langkah Taehee yang bermaksud keluar rumah. Malam itu mereka hanya berdua karena orang tua mereka pergi ke Busan. Ibu Taerin sudah mewanti-wanti untuk tidak membiarkan Taehee keluyuran karena besok harus midtest.

“Bukan urusanmu,” jawab Taehee dingin sambil mendorong Taerin sedikit kasar.

“Kau harus belajar. Ayo ku temani, eomma menyuruhku memastikan kau belajar malam ini.”

“Aku bisa belajar tanpamu, nona-segala-bisa,” tekan Taehee dengan nada sinis.

Taerin menghela nafas. “Jadi kau marah padaku? Tapi kenapa? Dan haruskah eomma dan appa kau diami juga?”

“Aku sedang tidak selera berbicara denganmu, minggir,” lagi, dengan kasar Taehee menyingkirkan Taerin dari hadapannya. Tapi Taerin tak menyerah.

“Taehee-ah, jangan membuat semua ini semakin sulit…”

“Sulit? Kau yang menyebabkan semua semakin sulit. Kau membuatku merasa selalu terbebani karena kesempurnaanmu. Aku tertekan karena aku terlahir sebagai adikmu yang payah tidak bisa apa-apa sementara kau bisa melakukan segalanya. Kau mendapatkan semuanya. Kesempurnaan, bahkan… cinta dari eomma, appa dan kekasihmu itu. Aish, adakah satu hal saja yang bisa ku dapatkan tapi kau tidak bisa? Aku muak,” suara Taehee meninggi. Wajahnya memerah karena melampiaskan semua ganjalan hatinya.

“Kau… marah karena itu?” tanya Taerin lirih.

“Aku tidak marah, apa aku punya hak untuk marah? Aku hanya merasa lelah harus selalu berupaya menjadi seperti dirimu. Semua memaksaku untuk bisa sesempurna dirimu. Tapi aku tidak bisa, aku bukan kau!”

“Taehee-ah… kau tidak mengerti…”

“Lalu kau membawa si Jongin itu. Kau tahu, saat kau tidak di rumah ibu selalu menyindirku dan mengagung-agungkanmu. ‘Lihat kakakmu. Sudah masuk kelas special, rajin, mendapatkan kekasih yang sangat tampan dan luar biasa’ astaga itu sama saja dengan mengatakan, ‘Taehee kenapa kau begitu payah, tidak seperti eonniemu yang sempurna’. Aku jadi curiga, apa aku benar-benar anak kandung mereka?”

“Cukup,” bentak Taerin. Tampaknya dia pun kini mulai marah. “Sudah ku bilang kau tidak tahu apa-apa. Jangan pernah mengatakan kalimat menjijikkan itu lagi. Mengenai Jongin, sudah ku katakan kau tidak tahu apa-apa.”

“Apa maksudmu?”

“Kami…” hampir saja Taerin mengakui kebohongannya dengan Kai. Tapi dia segera sadar dan buru-buru bungkam.

“Kalian kenapa?” cecar Taehee dengan wajah curiga.

“Maksudku dia itu sangat payah dan menyebalkan. Kau, naik ke kamarmu sekarang!” Taerin mendorong tubuh Taehee secara paksa agar Taehee tidak jadi pergi.

“Yak! Aku tidak mau.”

“Diam, belajar sana!”

“Kau… dasar nenek sihir!”

o(^o^)o

The Battle Day

Taerin bersedekap, menatap keempat sahabatnya begitu menusuk. Baekhyun sampai menelan ludah saking mengerikannya. Chanyeol hanya nyengir-nyengir tanpa kejelasan sambil menghindari death glare dari Taerin. Sehun dan Luhan berusaha menyibukkan diri agar luput dari tatapan Taerin.

“Apa-apaan ini? Kenapa tidak mengatakannya padaku eoh?”

“Kami juga baru tahu kemarin dan sibuk er… mempersiapkan diri?” sahut Chanyeol.

“Membalas pesan saja tidak bisa? Astaga!”

“Mianhae, Taerin-ah. Aku bahkan rela tidak makan apa-apa hari ini agar terlihat sexy saat pemotretan,” kata Baekhyun.

“Kami fitness seharian agar bisa membentuk tubuh sexy yang ideal,” ucap Sehun.

“Kau tidak ingin kami kalah kan?” sambung Luhan.

“Geurae, aku maafkan. Tapi ku rasa bukan sexy yang seperti itu yang seharusnya dijadikan challenge.”

“Lalu yang bagaimana?” tanya Sehun dengan wajah polos.

“Sudahlah lupakan. Kalian bersiap pemotretan sana,” kata Taerin.

“Allrite, lihat kesexyan kami ya, Taerin-ah,” ucap Baekhyun sebelum bergegas ke ruang ganti.

“Baby Byun, kau harus menghilangkan wajah imutmu itu selama pemotretan nanti kalau tidak ingin kalah,” kata Chanyeol.

“Waeyo? Wajah yang seperti apa?”

“Ekspresimu yang seperti biasa. Kalau tetap seperti itu kau tidak terlihat sexy,” jawab Chanyeol.

“Tapi bagaimana? Aku tidak mengerti.”

“Kalian mauterus ngobrol? Ayo, make up artistnya sudah menunggu,” celetuk Luhan.

Taerin menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum mengamati sahabatnya berjalan menjauh. Sementara dia sendiri berbalik menuju kelasnya.

“Kau tidak ingin melihat kami?”

“Eh?” Taerin sedikit tersentak karena Kai yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

“Astaga, begitu saja sudah kaget. Apa aku begitu tampannya?”

“Dasar,” gumam Taerin. “Kau cepat masuk sana, mereka sudah siap.”

“Seorang idola sejati akan selalu ditunggu.”

“Dasar lagi,” gumam Taerin, lagi. “Sudahlah, aku mau ke kelas.”

“Sabtu malam, jam 7. Siap di depan rumahmu,” ucap Kai pada Taerin yang berjalan ke kelasnya. Taerin berhenti sejenak tanpa berbalik, lalu melangkah lagi.

“Ne, aku ingat,” ucap Taerin lirih.

o(^o^)o

“Seperti ini?”

“Ani.”

“Beginikah?”

“Jauh.”

“Kalau begini, sudah terlihat sexy?”

“Oh, ini tidak akan berhasil,” kata Chanyeol pasrah. “Wajahmu terlalu kyeopta, baby. Bagaimana ini?” Chanyeol mengacak rambutnya frustasi.

Selama setengah jam di ruang make up, Chanyeol dan Baekhyun yang paling berisik. Baekhyun belajar memasang ekspresi dan pose sexy, sementara Chanyeol semakin frustasi karena yah, sia-sia saja. Semua sudah tahu Baekhyun begitu kyeopta.

“Pakai eyeliner saja, setidaknya terlihat cool. Bukankah kau suka memakainya?” usul Sehun.

“Benar.”

Lalu Baekhyun meminta make up artisnya memakaikannya eyeliner. Masalah wajah imut selesai. Sekarang muncul masalah baru.

“Lu, kenapa kau terlihat cantik?” Sehun yang memulai masalah baru.

“Mwoya? Cantik bagaimana? Naega namja,” Luhan mengerucutkan bibirnya merasa sakit hati dikatakan cantik.

“Tapi Sehun benar, kau malah terlihat cantik begini,” sahut Chanyeol.

“Yak… kalian.”

“Sesekali kencan denganku Luhannie,” tambah Baekhyun.

“Kalian sungguh menyebalkan. Sekarang bagaimana?”

“Ubah image, bagaimana kalau ganti kostum?” kata Sehun.

“Harus diubah bagaimana lagi?”

“Aish, sebentar lagi dimulai. Tidak ada waktu lagi,” desak Chanyeol.

“Sudahlah, serahkan semua pada Chanyeollie,” kata Baekhyun pasrah.

“Geurae, tapi percayalah… naega namja,” ucap Luhan muram.

“Kami percaya Luhannie. Ini semua gara-gara Sehun,” Baekhyun memukul lengan Sehun pelan. “Minta maaf.”

“Aish, ye, mianhae, Luhannie. Aku hanya bercanda. Kau terlihat tampan kok,” kata Sehun.

“Gwenchanayo. Kajja.”

Mereka berempat pun bergegas ke lokasi, tanpa sadar sedari tadi Kai berusaha menahan tawa menyaksikan dialog mereka.

“Astaga, sungguh menggelikan. Yang satu terlalu kyeopta, yang satu cantik. Apa-apaan?”

o(^o^)o

Lokasi pemotretan sudah siap, diatur sedemikian rupa dengan banyak view. Sebenarnya itu adalah ballroom tertutup SM High School. Agar sesi pemotretan berjalan sempurna, sesuai keinginan Chen lokasinya disterilkan sehingga tidak ada seorang siswa pun yang diperkenankan masuk. Ada beberapa security yang menjaga di berbagai sudut dan celah. Tapi siswa SM yang sepertinya sangat penasaran masih saja ngotot untuk bisa masuk dan menyaksikan idola mereka masing-masing.

“Minggir kalian semua! Hasilnya bisa dilihat mulai tengah malam nanti di website sekolah,” Kris dan Suho yang hendak memasuki lokasi pemotretan terlihat kesulitan karena siswa yang mengekor dan memaksa ikut masik.

“Tapi kami ingin memberi dukungan, oppa.”

“Berikan dukungan kalian dengan voting nanti di websitenya. Ara?” tegas Suho sebelum menutup pintu ballroom.

“Sungguh merepotkan,” keluh Kris sambil bersandar pada pintu ballroom yang baru saja dia tutup.

“Tapi setidaknya kita berhasil merayu Hyerin seongsaenim kan? Kita hebat,” Suho bertepuk penuh kebanggaan.

“Photoshoot sudah dimulaikah?”

“Kita lihat saja, kajja.”

o(^o^)o

Photoshoot untuk challenge ketiga akhirnya selesai. Diawali dengan Sehun, lalu Kai, kemudian Luhan, Baekhyun dan yang terakhir Chanyeol.

“Kau lumayan seperti professional,” puji Chen saat pengambilan gambar Chanyeol.

“Jelas saja, Yeollie kami adalah seorang model,” sahut Baekhyun keras-keras dengan nada sombong. Tujuannya jelas agar Kai bisa mendengarnya. Sementara Kai yang mendengar itu hanya tertawa meremehkan seperti biasa.

“Jinjayo? Bukan lawan yang mudah untuk kalian berarti.”

“Itu sudah tidak diragukan lagi. Yeollie kami pasti menang,” kata Baekhyun masih dengan konteks seperti tadi.

“Kalau tidak salah, line voting baru akan dibuka nanti malam kan? Jadi segalanya bisa terjadi,” Kai akhirnya angkat bicara.

Baekhyun mendelik horror ke arah Kai yang kemudian bersiul ringan menghindarinya.

“Terima kasih untuk kerja samanya hari ini,” Luhan membungkuk pada Chen.

“Ah, aku juga patut berterima kasih. Kalian berlima luar biasa, pantas menjadi idola. Semoga berhasil,” ucap Chen.

“Berarti aku juga hebat kan?” celetuk Sehun.

“Ne, Sehuna selalu hebat,” jawab Luhan.

“Chanyeollie, kau benar-benar keren tadi,” puji Baekhyun sambil mengacungkan kedua jempolnya.

“Kau terlalu memuji, baby,” jawab Chanyeol malu-malu.

Kai mengamati mereka. Perasaan aneh itu muncul lagi, entah karena apa. Setiap melihat mereka berempat atau berlima dengan Taerin rasanya seperti ada getaran yang membuatnya kepanasan. Aneh karena sepertinya dia juga ingin merasakan hangatnya kebersamaan mereka. Walau dia punya D.O, tapi melihat mereka rasanya berbeda.

“Bodoh, aku tidak iri pada mereka,” gumamnya.

o(^o^)o

Voting Time

Hasil photoshoot sudah terupload sempurna dan tepat tengah malam line voting pun dibuka. Siapa pun dan dari mana pun visitor bisa ikut memberikan suara, hanya satu like  dan satu komentar. Waktu yang diberikan untuk vote hanya 24 jam. Tapi setiap visitor bisa menyebarkannya lewat jejaring social atau e-mail agar menambah jumlah suara untuk bias mereka. Hampir seluruh siswa SM High School rela tidak tidur demi melihat hasil photoshoot idola mereka.

“Kyaaaaa Kai oppaaaaaaaa topless.”

“Lihat, betapa sexynya Chanyeollie, tidak ada keraguan aku akan memilihnya.”

“Luhan seperti malaikat ya, aku bingung mau memilih dia atau Sehun.”

“Aku pun bingung.  Tatapan Sehun seolah memaksaku memilihnya juga, tapi aku tidak mungkin tidak memilih Baekhyunnie.”

“Omo, bagaimana Tuhan bisa menciptakan makhluk semenawan Baekhyun. Siapa pun bantu aku bernafas.”

Itu sekelumit kehisterisan para fans saat melihat hasil photoshoot. Ehem sebenarnya author juga ikutan fangirling seperti mereka *plak*. Sementara itu, mari kita lihat bagaimana Kris dan Suho yang telah menyelesaikan tugas mereka dengan baik.

“Yeah akhirnya berhasil. Lihat, baru kita upload saja jumlah viewers sudah membludak,” seru Suho.

“Ternyata mereka cukup terkenal juga. Aku jadi ingin ikut battle ini,” kata Kris.

“Biar bagaimana pun mereka harus berterima kasih pada kita.”

“Kenapa begitu?”

“Berkat kita juga mereka terkenal kan?”

“Aaaah kau benar, sebenarnya kita yang lebih hebat dari mereka. Semacam… er… produser?”

“Begitulah.”

Dan bagaimana keadaan para flower boys? Sulit dipercaya ternyata kini Luhan, Sehun, Baekhyun dan Chanyeol berada di kamar Taerin. Eits, jangan berpikir yang macam-macam. Lihat posisi mereka saat ini. Taerin berhadapan dengan komputer, sementara empat kawannya berjaga dengan waspada. Tak satu pun di antara mereka yang tidak mengawasi Taerin. Mereka berempat penasaran siapa yang akan Taerin pilih karenanya mereka rela begadang dan menginap di rumah Taerin agar bisa mengawasinya. Orang tua Taerin sempat shock karena baru kali ini ada 4 namja yang memaksa diizinkan menginap di rumah mereka. Keberatan, tentu saja karena mereka namja. Tapi itu tidak menyurutkan semangat empat makhluk sejuta umat pesona itu untuk membujuk tuan dan nyonya Kim.

“Ahjummeonie, kami akan datang setelah makan malam jadi tidak perlu memberi makan. Cukup izinkan kami menginap saja,” ucap Sehun.

“Aigoo, bukan masalah makanannya. Tapi kalian semua namja,” kata ibu Taerin,

“Kami janji tidak akan berisik, ahjummeonie. Percayalah, kalian bahkan tidak akan menyadari keberadaan kami berempat,” sambung Baekhyun.

“Kami tidak pernah keberatan kalian berisik di sini. Hanya saja untuk menginap….”

“Kami tidak akan macam-macam. Aku yang akan tanggung jawab jika terjadi sesuatu, eommeonie,” bujuk Luhan yang sudah dianggap anak sendiri oleh ibu Taerin.

Sejenak ibu Taerin berpikir. Lalu, “tapi kalian tidur dimana? Hanya ada satu kamar tamu.”

“Tidak masalah, kami bisa menggunakannya berempat. Aku juga bisa tidur dimana saja. Di sofa, lantai, bahkan kamar mandi,” sahut Chanyeol.

“Mwo?” serentak semua pandangan tertuju pada Chanyeol.

“Ehem, mungkin kalau di kamar mandi tidak bisa ya,” ucapnya sambil menggaruk lehernya gugup.

Dan jadilah keadaannya seperti sekarang ini. Taerin merasa tertekan dengan pengawasan mereka yang lebih ketat dari pengawas ujian sekolah.

“Aku akan vote besok saja. Sepertinya harus segera tidur,” Taerin bergerak bangkit dari duduknya namun segera ditarik agar kembali duduk oleh Chanyeol.

“Hanya untuk mengklik like lalu mengisi komentar tidak akan sampai 5 menit,” kata Chanyeol.

“Tapi… hoaaahhhm aku mengantuk,” Taerin berakting seolah sedang menguap agar empat kawannya memberinya izin untuk tidur.

“Kau tidak pandai berbohong, Taerin-ah. Cepat berikan suaramu,” kata Luhan.

“Aish, kalian membuatku jadi gugup. Aku bingung mau memilih siapa,” kata Taerin jujur. Sungguh yang membuat dia merasa sangat gugup tentu saja kebingungannya sendiri. Dia tidak mungkin berpihak pada salah satu dari mereka karena dia menyayangi mereka semua. Dan kalau pun dia memutuskan untuk memilih satu, tidak mungkin dia lakukan di hadapan mereka, bukan?

“Tidak perlu sungkan, pilih saja satu di antara kami. Tidak masalah, kami mengerti kau menyayangi kami semua. Hanya karena saat ini keadaan tidak memungkinkan, makanya kau harus pilih satu,” ucap Baekhyun.

“Ya, benar. Kami tidak marah, Taerin-ah. Selama kau tidak memilih si bocah sombong pembolos itu,” tambah Chanyeol.

“Aish, untuk apa Taerin memilih tukang pamer itu? Bentuk tubuhnya bahkan tidak terlalu bagus, sudah berani topless. Benar-benar licik. Dia pasti sengaja agar para yeoja jadi tertarik dan memilihnya,” timpal Sehun.

“Sehuna, tidak baik berbicara seperti itu. Anggap saja itu strategi. Kita tidak perlu khawatir, ada Chanyeol,” ucap Luhan. Sehun pun tidak memberi tanggapan lagi. “Cepat tentukan pilihanmu, Taerin-ah. Kami tidak akan mempermasalahkannya.”

“Lalu kenapa kalian sampai ngotot menginap? Menyusahkan sekali,” umpatnya dalam hati.

“Ayo cepat, Taerin-ah aku sudah mengantuk,” desak Sehun yang matanya memang sudah terlihat merah saking mengantuknya.

“Kalau begitu kita tidur saja,” ajak Taerin girang.

“Andwe, aku bisa menahan kantuk sampai kau selesai memberi dukungan,” sanggah Sehun cepat.

“Aish…” desis Taerin. Baru kali ini dia sadar ternyata sahabatnya sangat menyusahkan. Dengan tangan gemetar dia kembali menghadap layar PC. Jari-jarinya sudah siap mengklik like button, tapi masalahnya lagi-lagi dia bingung mau mengklik pada foto siapa. “Aku tidak bisa. Kita selesaikan besok saja. Ayo tiduuur.”

Dengan kecepatan cahaya Taerin segera naik ke tempat tidurnya lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Keempat flower boys sepertinya masih belum sadar, hanya menatap Taerin cengo.

“Hei, jangan biarkan dia tidur,” Luhan yang pertama kali connected segera menyadarkan Sehun, Baekhyun dan Chanyeol. Mereka pun menyerang Taerin berjamaah.

“Banguuuun,” dengan peran masing-masing, Chanyeol menarik selimut, Baekhyun menarik kaki Taerin, Luhan mengangkat kepalanya, dan Sehun berteriak di telinga Taerin. Bisa dipastikan Taerin tidak bisa tidur semalaman ini.

Tinggalkan saja penderitaan Taerin di bawah pengawasan flower boys abal itu, sekarang kita intip keadaan Kai di apartemen D.O. Bisa ditebak jika sudah berada dalam adegan mereka berdua, pasti yang terasa aura dinginnya. *Xiumin… kamu main es lagi u.u* *Xiu : aku mau jadi cast jugaaaaaa T^T* *doh ksian. #sejutapukpukuntukXiumin #PrayforXiumin #Xiuminpastibisa #koinuntukXiumin #marimusnahkanAuthor -__-*skip

“Hasil pemotretannya bagus, apa dia seorang professional?” tanya D.O.

“Kim Jongdae, kau tidak kenal? Chen?”

“Aaaah, dia rupanya. Yah… tidak mengejutkan.”

“Kau tidak ingin mengomentari modelnya? Geurae, aku tahu pasti hanya aku yang paling bersinar di antara mereka.”

“Kau pasti sengaja berpose topless kan?” tebak D.O.

“Hahaha, kau sangat memahamiku,” jawab Kai.

“Tema photoshoot ini sexy. Wajah tampan tidak cukup, karena kalian semua tampan. Jadi kau pasti mencari sesuatu yang bisa membuatmu mencolok dan berbeda dari mereka. Dengan begitu visitor yang bahkan bukan fans pasti akan tertarik.”

“Tepat sekali. Tubuhku lumayan menarik, jadi ku ekspos sedikit tidak apa-apa kan? Kau lihat saja, jumlah dukungan untukku pasti akan terus meningkat.”

“Arayo, tapi kau perlu waspada pada bocah ini,” kata D.O sambil menggulung layar PCnya hingga menampilkan foto Chanyeol.

“Ne, dia seorang model.”

“Bukan karena dia model,” sanggah D.O.

“Lalu?”

“Karena aku akan memilihnya.”

o(^o^)o

Heehyo mengunyah sarapannya sambil mengamati I-Pad dengan taat. Layaknya cast lainnya, dia pun sedang mengunjungi website sekolah dan mengamati hasil photoshoot para idola satu per satu.

“Baekhyun bisa terlihat sexy juga? Ku pikir dia akan bereyesmile,” nyaris saja Heehyo tersedak saat melihat pose Baekhyun. Lalu dia mengamati Chanyeol, “wajar saja, dia kan model. Apa aku memilihnya saja? Siapa pun yang menang kan tidak masalah,” pikir Heehyo. “Ck, ck, ck, berani topless. Tapi biasanya yeoja akan tertarik pada hal seperti ini. Pintar juga dia,” ucapnya saat melihat hasil pemotretan Kai. Lalu dia menggerakkan layar I-Padnya hingga menampilkan Sehun. “Berpose bagaimana pun wajah menyebalkanmu itu tidak akan hilang. Dan aku bersumpah tidak akan memilihmu,” umpatnya pada benda tak bernyawa itu. “Lalu aku pilih siapa?” Heehyo masih saja berdialog dengan dirinya sendiri. “Hm… benar juga,” sadar tersisa satu orang yang belum dia lihat, akhirnya dia membuka foto Luhan. “Sebenarnya wajahmu itu termasuk tipe cantik. Dan menurutku kau punya angelic smile. Aku akan memilihmu,” dan dengan mantap dia memberikan dukungannya pada Luhan. “Ingat, jangan dekat-dekat dengan Sehun. Aku tidak mau Sehun jadi menyukaimu karena senyum malaikat yang kau punya.”

o(^o^)o

Keadaan di rumah Taerin rupanya sudah heboh pagi-pagi karena ulah para flower boys yang menumpang tidur. Diawali dengan kehebohan Baehyun yang membangunkan Chanyeol dan berakhir dengan adegan guling-gulingan di lantai. Lalu Sehun yang menggedor-gedor kamar mandi karena Luhan begitu lama memakai kamar mandi sementara mereka hampir terlambat. Kemudian saat mereka sudah siap dan hendak turun untuk sarapan, lagi-lagi BaekYeol membuat keributan karena ternyata seragam Chanyeol dan Baekhyun tertukar. Jelas saja Chanyeol merasa sesak karena ukuran seragam Baekhyun sangat kecil. Ibu Taerin mengelus dada berkali-kali, seolah dia adalah ibu dari keempat bocah pembuat keributan itu. Dan empat trouble maker itu benar-benar bertingkah layaknya anak kandung Nyonya Kim.

“Dia yang salah ahjumma, sudah tahu ukuranku kecil masih dipakai,” tuduh Baekhyun saat ibu Taerin terpaksa naik ke kamar tamu untuk meredakan keributan yang terjadi.

“Salahmu meletakkan seragam di dekat punyaku. Seragam kita sama jadi sulit dibedakan,” Chanyeol membela diri.

“Seragam ya pasti sama Chanyeollie, harusnya kau lihat dulu ukurannya jangan langsung pakai.”

“Aku kan buru-buru, lihat kita hampir terlambat.”

“Aigoo, hanya tertukar saja kenapa diributkan? Sekarang kalian berhenti adu mulut lalu segera turun untuk sarapan,” ibu Taerin menengahi.

“Ye,” sahut BaekYeol bersamaan. Merasa mereka sudah damai, ibu Taerin pun kembali ke dapur. Tapi sebenarnya belum berakhir karena Baekhyun dan Chanyeol masih saling senggol-senggolan.

Beberapa menit kemudian, setelah perang senggol, akhirnya BaekYeol turun untuk sarapan bersama. Taerin, Sehun dan Luhan sudah menunggu bersama ayah Taerin dan Taehee. Keadaan tempat makan yang semula tenang dan damai berubah riuh saat mereka bergabung.

“Ha, aku mau selai stroberi. Berikan padaku, Chan,” pinta Baekhyun.

“Berisik, aku memang ingin memberikannya padamu,” ucap Chanyeol sambil menyodorkan sebotol selai stroberi pada Baekhyun.

“Aigoo kau masih peduli ternyata,” Baekhyun memukul-mukul lengan Chanyeol pelan dengan manja. Taehee yang duduk berhadapan dengan mereka melempar tatapan jijik.

“Lu, aku ingin disuapi. Jangan kalah dengan mereka,” desak Sehun manja.

“Dasar, sini rotinya,” kata Luhan. Dan jadilah adegan suap-suapan HunHan di tempat makan. Taehee lagi-lagi melempar tatapan jijik, kali ini ditambah tatapan muak.

“Kalian ada-ada saja. Sering-sering makan bersama di sini ya. Suasana makan jadi menyenangkan karena kalian,” ucap ayah Taerin sambil terkekeh.

“Dengan senang hati, ahjusshi,” sahut Baekhyun.

“Apa-apaan? Kalau kalian terus makan di sini, aku bisa mati kekurangan gizi. Kalian merusak selera makanku. Aku selesai,” Taehee bangkit lalu meninggalkan meja makan.

“Yak, Taehee-ah tidak sopan,” tegur ayah Taerin dengan nada marah. Tapi ibu Taerin segera menyentuh pundaknya agar beliau menenangkan diri. Bukan saat yang tepat untuk marah-marah karena saat ini sedang ada teman-teman Taerin. Ayah Taerin pun hanya menghela nafas lalu melanjutkan makan.

“Maaf ya, akhir-akhir ini moodnya memang kurang baik,” ucap Taerin. “Aku akan bicara dengannya nanti.”

“Memangnya kapan dia punya mood baik? Setiap ke sini pasti bermuka masam,” sahut Chanyeol.

“Ehem,” Baekhyun menyikut lengan Chanyeol karena pernyataannya yang begitu blak-blakan.

“Eh, mianhanda, ahjumma dan ahjusshi. Maksudku bukan begitu…” ralat Chanyeol.

“Hahaha, santai saja. Kami mengerti.”

Selera makan Chanyeol pun jadi menurun karena ulahnya sendiri. Jelas dia merasa tidak enak mengatai Taehee di hadapan orang tuanya sendiri.

o(^o^)o

Di sekolah pun, Taerin harus bersabar menghadapai keempat kawannya. Mereka terus saja mengawasi Taerin, bahkan ponselnya mereka sita agar Taerin hanya bisa melakukan voting di hadapan mereka.

“Percayalah, selama di kelas aku hanya bisa belajar jadi kalian tidak perlu khawatir aku akan vote tanpa pengawasan,” keluh Taerin saat keempat flower boys terus mengekorinya hingga ke kelas.

“Sepertinya memang benar begitu. Kita tahu sendiri kan bagaimana kelas special,” kata Luhan.

“Geurae, kami melepasmu di sini,” ucap Sehun sok berwibawa.

“Nah begitu. Sudah sana kembali ke kelas masing-masing,” Taerin mengibaskan tangannya sebagai isyarat pengusiran secara halus(?).

Pelajaran dimulai. Akhirnya dia bisa lega karena terlepas dari mata tajam sahabatnya. Tapi dia masih harus memikirkan strategi selanjutnya. Apa yang akan dia lakukan saat sudah keluar kelas nanti, alasan apa lagi yang akan dia sampaikan pada mereka, dan kalau pun nanti dia akan vote, siapa yang akan dia pilih. Penjelasan Kyuhyun seongsaenim tidak dia perhatikan dengan sungguh-sungguh saking bingungnya.

“Aish, menyusahkan sekali,” keluhnya frustasi.

“Kim Taerin, ada masalah?” suara Kyuhyun dari depan kelas. Sedari tadi dia asyik menerangkan materi baru tapi terpaksa dihentikan karena suara keluhan Taerin.

“Eh, a… aniya seongsaenim.”

“Apa kau kesulitan dengan materi ini? Katakan saja,” ucap Kyuhyun.

“Ani, tidak sama sekali. Hahaha,” jawab Taerin. Seisi kelas kini menyorotnya karena bertingkah aneh. “Nan gwenchana, jinja….”

Lalu mereka semua ber-‘oh’ dan kembali pada kegiatan belajar-mengajar. Taerin menepuk keningnya berkali-kali merutuki kebodohannya. Materi yang Kyuhyun berikan mungkin hanya bisa dia tangkap dua puluh persennya. Pikirannya bercabang-cabang dan rasanya tidak ingin kelas berakhir. Maka saat bel berbunyi, Taerin tidak berani bangkit dari tempat duduknya.

“Apa yang harus ku lakukan, ku mohon siapa pun tolong akuuuu,” pekiknya dalam hati. “Aaaah seongsaenim,” serunya tepat sebelum Kyuhyun tiba di pintu.

“Ye?”

“A… aku…” nah sekarang dia sendiri semakin bingung. Untuk apa memanggil Kyuhyun?

“Ada yang belum kau pahami dari penjelasanku?” Kyuhyun pun mendekat.

Tring! Dan sekejap ada bohlam menyala di atas kepala Taerin.

“N… ne… aku kurang paham. Sama sekali tidak paham malah.”

“Mwo? Bagaimana bisa?” tanya Kyuhyun dengan wajah terkejut. “Geurae, ke ruanganku sekarang.”

Hati Taerin meledak-ledak penuh kelegaan. Akhirnya dia bisa menghindari kawannya. Dengan penuh semangat dia berjalan di belakang Kyuhyun dengan setumpuk buku yang sebenarnya tidak perlu. Tapi dia yakin mereka sudah menunggunya di luar, jadi dengan alibi seperti ini mereka akan menyerah. Lebih-lebih jika melihat buku yang dia bawa.

Dan benar dugaannya, flower boys sudah menanti di luar kelas special dan berniat menyerbu Taerin saat dia keluar. Tapi melihat Kyuhyun mereka sepertinya mengerti dan langsung mengurungkan niatnya.

“Votingnya nanti saja, ya. Aku ada bimbingan khusus,” kata Taerin lirih. Keempat kawannya pun hanya bisa pasrah menyaksikan Taerin yang menjauh.

o(^o^)o

Minra tersenyum-senyum sambil mengamati layar smartphonenya. Sejak tadi malam, paginya, bahkan siang ini dia seolah tak bisa berhenti memangdangi foto Sehun di sana. Dan tanpa diragukan lagi dia jelas memilih Sehun. Bahkan dia tidak punya ketertarikan untuk melihat peserta lain. Hanya Sehun.

“Sebenarnya apa yang kau lihat dari tadi, eoh?” Heehyo merebut ponsel Minra dan berhasil membuyarkan semua fantasinya tentang Sehun.

“Yak, kembalikan,” Minra pun berusaha menggapai ponselnya di tangan Heehyo.

“Aku penasaran dari pagi kau bertingkah aneh karena ponsel ini jadi sebenarnya ada apa?”

“Tidak ada, aku… aku hanya bermain game,” jawab Minra asal.

“Bohong.”

“Kembalikan ponselku,” desak Minra sambil terus menggapai ponsel yang diangkat tinggi-tinggi oleh Heehyo. Walau tinggi mereka sama, tapi Heehyo dengan cekatan menghindarkan ponsel itu dari gapaian Minra.

“Tidak sebelum aku tahu apa yang membuatmu tersenyum aneh.”

“Ku bilang kembalikan,” suara Minra mulai meninggi. Sepertinya kesabarannya menguap sedikit demi sedikit.

“Coba saja kalau kau bisa ambil,” tantang Heehyo sambil tertawa. Dia sangat menikmati ekspresi Minra yang berusaha merebut kembali ponselnya.

“Aku sedang tidak ingin bercanda. Kembalikan ponselku sekarang.”

“Kau kan bisa mendapatkannya sendiri….”

“Hee-ah, aku serius….”

“Ayo coba ambil….”

“Hee-ah, KEMBALIKAN PONSELKU SEKARANG!”

Lalu hening. Baik Heehyo maupun siswa lainnya yang sedang di kelas mematung seketika. Baru kali itu mereka mendapati Minra membentak seseorang, lebih-lebih objeknya adalah Heehyo yang notabene teman terdekatnya dan bukan orang sembarangan. Wajah Minra pun tidak setenang biasanya karena kini ada sedikit warna merah dan garis-garis kemarahan yang terlukis di sana. Tangan Heehyo sampai gemetar saat mengembalikan ponsel itu ke tangan Minra.

“Ku… ku pikir… ya… aku hanya ingin bercanda dan… penasaran tentu saja. Aku tidak tahu suasana hatimu sedang tidak enak,” kata Heehyo lirih.

“Sudahlah lupakan,” jawab Minra singkat. Dan setelah ponselnya kembali ke tangannya, dia meninggalkan kelas dengan wajah muram.

“Mianhae…” lirih Heehyo sambil mengamati punggung Minra yang menjauh.

o(^o^)o

“Kau curang! Kau licik! Kami tidak akan memaafkanmu!”

Seharian ini Taerin harus menutupi telinganya saat berada di sekitar flower boys karena mereka terus saja mengatainya begitu. Hal ini berawal saat dia keluar kelas dan langsung disambut oleh mereka. Tapi Taerin kemudian menanggapinya dengan cengiran lebar lalu berkata riang, “AKU SUDAH SELESAI MELAKUKAN VOTING.”

“Saat itu aku sedang di ruangan Kyuhyun seongsaenim, mana mungkin aku memanggil kalian ke sana hanya untuk menyaksikan itu,” Taerin membela diri.

“Babo, kenapa tidak menunggu hingga pulang dan voting bersama kami?” protes Baekhyun.

“Takut nanti aku sibuk dan tidak sempat. Sudah ya, jangan marah lagi. Kalian siapkan mental untuk melihat hasilnya nanti ne?” Taerin beraegyo untuk membujuk mereka.

“Wajahmu, Taerin,” sindir Sehun.

Taerin mengerucutkan bibirnya sementara keempat kawannya tertawa keras. Benar, mereka tidak akan bisa marah pada Taerin terlalu lama. Taerin begitu berarti. *hidup Taerin*

o(^o^)o

11.50 KST, malam penentuan hasil voting

Sepuluh menit lagi line voting ditutup dan hasil bisa langsung kalian ketahui. Selamat bagi pemenang dan sejuta pukpuk bagi yang kalah.

Begitu isi pesan dari Suho dan Kris untuk para peserta battle. Kini tidak hanya flower boys dan idola saja, tapi seluruh fans mereka sudah standby di hadapan gadget masing-masing untuk melihat hasil voting. Ada juga yang berusaha menyebarkan info mengenai battle ini untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada agar menambah suara untuk bias mereka.

Lima menit lagi dan siapkan mental untuk menghadapi hasilnya.

Semakin sempit waktu yang tersisa, semakin gugup suasananya. Keempat flower boys malam itu kembali menginap di rumah Taerin untuk menyaksikannya bersama-sama. Kai pun memilih untuk ke apartemen D.O dan menggunakan laptop miliknya.

A minute remaining….

Taerin dan flower boys menahan nafas. Sementara Kai di area lain walau wajahnya terlihat tenang, tapi D.O tahu dia juga merasa tegang menantikan hasilnya.

Mari hitung mundur….

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1

0

ANDA BELUM BERUNTUNG

Begitu yang tertera di page website SM High School. Satu kalimat sederhana yang mendatangkan berbagai respon luar biasa.

“Apa-apaan ini? Aku rela begadang untuk melihat hasilnya!”

“Mereka mempermainkan kita. Apa mungkin sebenarnya line voting masih terbuka?”

“Jangan-jangan hasilnya seri.”

“Apa servernya rusak?”

Kerandoman itu berlangsung sekitar 15 menit. Awalnya Taerin dan flower boys hanya bisa cengo mengamati layar PC. Dan selama 15 menit itu mereka masih tak percaya akan apa yang mereka lihat.

“Apa kita dipermainkan?” kata Sehun.

“Mungkin bukan sekarang,” sambung Luhan.

“Akan ku kirim pesan pada dua pembuat masalah itu,” Chanyeol meraih ponselnya.

“Sepertinya tidak perlu,” Baekhyun menghentikan niat Chanyeol untuk mengumpat Suho dan Kris lewat pesan singkat.

Dan benar, kini kalimat random itu sudah menghilang dari layar. Dan berganti dengan kalimat berikut.

Terkejut kaaaan. Sabar, hasil voting tetap akan kami berikan sebentar lagi. Tadi itu anggap saja iklan lewat. Yah, agar kalian tidak begitu tegang menantikan hasilnya terutama bagi peserta battle. Kami yakin kalian butuh sedikit hiburan agar otot wajah kalian tertarik sedikit. Tujuannya tentu agar kalian lebih rileks.

Hasil photoshoot benar-benar luar biasa. Berhasil mendatangkan puluhan juta visitor dari seluruh dunia dan tentu saja sekolah kita jadi terkenal, termasuk kalian para idola labil. Berterima kasihlah pada kami, sang Guardian Angel Suho dan Great Dragon Kris yang mengorbitkan nama kalian. Harusnya kepala sekolah pun berterima kasih pada kami tapi untuk beliau kami beri kebebasan. Kalian idola labil, kami akui memang hebat, tapi kalian pun harus mengakui bahwa kami lebih hebat. Bwahahaha….

“Apa-apaan mereka? Mana hasilnya?” kata Baekhyun semakin tak sabar. Padahal tadi dia mencegah Chanyeol mengirim pesan pada Suho dan Kris, sekarang malah dia sendiri yang meraih ponselnya dan mengetikkan umpatan kemarahan pada mereka lalu mengirimkannya. Taerin, Chanyeol, Sehun dan Luhan hanya saling lirik-lirikan tanpa disadari oleh Baekhyun.

Sementara di lokasi lain, D.O sedang tertawa terbahak-bahak seusai membaca pesan dari administrator abal Suho-Kris.

“Kau harus sabar, mereka ingin bermain-manin sebentar rupanya,” ucap D.O

“Terserah saja, aku tidak tertarik,” jawab Kai datar. D.O kembali menanggapinya dengan tawa keras. Mari kembali pada website yang dikelola admin abal.

Whooops sepertinya ada salah satu idola yang mengamuk. Hahaha… geurae, kami berikan hasilnya sekarang. Selamat menikmati. Kami cinta kalian semua. Chu~ :*

b(^o^)d

Berikut hasil voting Challenge ke-3….

BYUN BAEKHYUN

>>Over 20 million views, 8.987.435 likes, 5.982.456 comments

mamaturbeksaid : “Omo, that cute boy has been transformed into sexy one. Baekhyunnie, you’re the best”

yuwonmih said : “Benarkah itu Baekhyun? Itu Baekhyun? Apa yang terjadi? Uri Baekhyun jadi sexy sekaleeee….”

aiemlos said : “Tidak ada keraguan, aku sudah mengklik like button untukmu, Baekhyunnie^^”

b(^o^)d

XI LUHAN

>>Over 20 million views, 8.998.001 likes, 5.982.501 comments

Louyeah said : “Tak perlu melirik peserta lainnya. Luhannie, like button hanya milikmu^^. Kau tampan, sexy, sempurna!!!”

GummyGurlsaid : “Luhaaaan Luhaaaaan Luhaaaan aaaaaaaaaa dia pasti menang!”

Samwan said : “Are you lost, angel? Cause heaven is so far from here^^”

b(^o^)d

OH SEHUN

>>Over 20 million views, 10.031.203 likes, 5.999.102 comments

LovelySehunnie said : “Bagaimana pun posenya, apa pun yang kau pakai, seperti apa pun penampilanmu, Sehunnie tetap berkilau di mataku J”

Hedgehogsaid : “Sehunnie neomu neomu motjyo.”

Grinns said : “Apa yang kau lihat, Sehunnie? Aku di sini. Kau jelas yang paling sexy dari semuanya.”

b(^o^)d

KIM JONGIN

>> Over 20 million views, 11.378.920 comments

Heartbeat said : “Kai, berhenti berpose seperti itu karena aku bisa mimisan melihatmu aaaaaaa. Dia lebih dari kata sexy!!!”

Engribert said : “That boy is soooo sexy I’m gonna die >///<”

Enitingporyu said : “Kesexyannya mengalihkan duniaku *eaaaaak*”

b(^o^)d

PARK CHANYEOL

>> Over 20 million views, 13.798.312 comments

Ailopeyu said : “Grrrrr I wanna bite that lips. That sexy guy should be MINE!”

Yunomisowell said : “Chanyeollie, jangan menggodaku dengan tatapan seperti itu atau aku akan menculikmu.”

Ainityu said : “Lupakan challenge ini sekarang, karena kita sudah mendapat pemenangnya. Dia! Park Chanyeol! Jelas dia the sexiest of all!!!”

b(^o^)d

“Isi komentarnya aneh-aneh,” ucap Sehun.

“Tapi yang terpenting Chanyeol kita menang! Yay,” pekik Baekhyun sambil jingkrak-jingkrak saking senangnya. “Sudah ku katakan berkali-kali, kau yang terbaik, Chanyeollie.”

“Gomawo, Baekkie. Kau juga tidak kalah sexy. Aku suka posemu yang seperti itu, walau tetap saja wajah imutmu favoritku,” kata Chanyeol.

“Aku juga tampan kan, Lu? Walau tidak menang…” rengek Sehun pada Luhan.

“Ne, Sehun sangat tampan. Aku saja kalah,” puji Luhan.

“Tapi orang sombong itu lebih baik dariku,” kata Sehun murung.

“Dia hanya pintar menarik perhatian dengan posenya. Sebenarnya Sehun lebih baik,” kata Luhan. Sehun jadi tenang setelah mendengar komentar Luhan.

“Lega sekarang, Challenge ketiga kita tetap yang terbaik,” ucap Taerin.

“Benar, sebenarnya memang kita tidak perlu khawatir. Aku yakin kita pasti menang,” sahut Baekhyun.

“Tapi aku masih penasaran. Sebenarnya kau memilih siapa, Taerin-ah?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Benar juga, kita jadi lupa mengawasi dia,” kata Sehun.

“Eh, itu…”

“Ayo katakan. Sekarang kan sudah selesai,” ucap Baekhyun setengah memaksa.

“Kan yang penting sekarang Chanyeol sudah menang,” kata Taerin salah tingkah.

“Tidak bisa, kami tetap ingin tahu,” paksa Luhan.

Taerin mendesis tak sabar, lalu berkata, “ Geurae kalau kalian memang penasaran. Aku memilih….”

Belum selesai Taerin dengan jawabannya, terdengan suara tinggi ayah Taerin dari lantai bawah. Sepertinya tengah terjadi sesuatu.

“Kenapa baru pulang, eoh? Kalau kau terus seperti ini pantas saja nilaimu semakin anjlok,” kira-kira begitu yang bisa ditangkap oleh pendengaran mereka.

“Ada apa itu?” tanya Sehun.

“Hm… biar ku cek ke bawah. Kalian pergi ke kamar saja. Jaljayo~” ucap Taerin dan segera bergegas turun.

Sepertinya ayah Taerin tengah memarahi Taehee yang kedapatan pulang larut. Sekarang Taehee dengan wajah muram masuk kamarnya dan membanting pintu. Taerin sedikit terkejut dengan suara debamannya. Dia melongok ke bawah, tampak ibu Taerin sedang menenangkan suaminya. Lalu dia putuskan untuk menemui Taehee. Dia merasa bertanggung jawab sebagai putri tertua di keluarga itu.

“Taehee-ah,” dia mengetuk pintu kamar yeodongsaengnya pelan. Tidak ada jawaban. “Buka pintunya, kita bisa bicarakan baik-baik,” masih tidak ada respon. “Eonnie masuk,” diputarnya kenop pintu kamar Taehee yang beruntung sekali tidak dikunci.

Taerin masuk lalu menutup pintu kembali. Dilihatnya Taehee sekarang dalam posisi menelungkup di tempat tidurnya dengan bahu bergetar. Sepertinya sedang menangis.

“Jangan seperti ini. Sejak kapan kau belajar cengeng. Beri tahu eonnie sebenarnya apa yang terjadi.”

“Untuk apa? Kau tidak akan peduli,” sahut Taehee dengan suara bergetar.

“Kata siapa? Kalau aku tidak peduli untuk apa sekarang aku di sini?”

“Kau pasti senang sekarang menjadi putri nomor satu. Hanya tinggal menunggu waktu hingga aku benar-benar dilupakan oleh mereka.”

“Kau bicara apa, Taehee-ah,” Taerin mendekat, duduk di sisi tempat tidur Taehee. “Kalau aku menceritakan sesuatu apa kau sudi mendengarkannya?” itu pernyataan retoris sebenarnya dan Taerin memang tidak butuh jawaban karena dia akan tetap bercerita. “Saat kau dilahirkan, aku sangat membencimu,” kata Taerin yang membuat Taehee mau tak mau merasa tertarik untuk mendengarkan lanjutannya. “Mereka begitu menyayangimu, memanjakanmu, memenuhi semua permintaanmu. Aku bahkan sempat memiliki pikiran bodoh bahwa aku ini hanya anak pungut. Aku sering memarahimu, membentakmu, bahkan merusak mainanmu agar kau menangis. Itu ku lakukan karena aku sangat iri. Sampai suatu hari aku merasa tidak tahan. Aku berteriak seperti orang gila pada appa dan eomma. Mengatakan bahwa aku anak mereka juga. Aku takut mereka lupa bahwa aku masih ada. Aku menangis keras dan melempar semua mainanku hingga berhamburan kemana-mana. Lalu apa kau tahu yang terjadi selanjutnya?” pertanyaan retoris lagi, dan Taerin hanya tersenyum dan melanjutkan, “kau mendekat padaku. Lalu mengusap air mataku dan dengan polosnya mengatakan. ‘Yak eonnie. Wajahmu jelek kalau menangis. Nanti aku janji akan membagi mainanku denganmu, membagi eskrim bahkan permen favoritku denganmu. Jadi jangan nangis lagi ya. Kata eomma kan kita kakak beradik’. Ya Tuhan saat itu aku jadi merasa gagal menjadi eonnie bagimu. Aku yang lebih tua tapi kau bisa bersikap lebih dewasa. Walau aku seringakali berlaku kasar padamu, kau masih mengingatnya dan menyimpannya di hatimu, bahwa kau adalah adikku. Sejak saat itu aku berjanji tidak akan bertingkah kekanakan lagi. Aku belajar menjadi eonnie yang pantas untuk saengku yang begitu berharga. Jadi sekarang apa lagi yang kau risaukan? Tidak akanada yang dilupakan atau melupakan. Selamanya kau tetap bagian dari keluarga ini. Seperti apa pun dirimu, kami semua menyayangimu, Taehee-ah. Percayalah eomma dan appa sudah membagi cinta mereka untuk kita dengan bagian yang sama besar. Tidak ada perbedaan. Dan aku pun sangat menyayangimu.”

Taehee diam, terhenyak. Sadar akan pikiran pendeknya yang melempar semua kesalahan pada eonnienya. Padahal jika dipikir lagi sebenarnya dia yang payah. Bisa dikatakan sebenarnya dia iri melihat Taerin yang bisa melakukan segalanya dengan baik sedangkan dia tidak. Dan kini dia sadar, Taerin pantas mendapatkan segala kesempurnaan itu untuk melengkapinya. Agar bisa membimbingnya. Ya, tak seharusnya dia menyalahkan Taerin. Yang harus dia lakukan adalah berkaca, memperbaiki dirinya sendiri dan berusaha lebih baik.

“Mianhae…” lirih Taehee.

“Kau hanya sedang labil,” jawab Taerin.

“Aku bodoh dan payah,” kata Taehee.

“Tapi kau cukup pintar menarik perhatian namja kan?” goda Taerin.

“Eonnie,” Taehee melempar bantal hello kittynya ke wajah Taerin.

“Yak, tidak sopan,” Taerin kembali melempar bantal itu ke arah saengnya.

“Memang benar, aku lebih menarik,” ucap Taehee. “Tapi tidak cukup menarik bagi Kyunsoo oppa,” lanjutnya dengan wajah muram.

“Benar juga, hahaha,” ledek Taerin.

“Eonnieeeee, kau bukannya membantu malah meledekku.”

“Bagaimana bisa membantu? Orangnya saja aku tidak kenal. Sudah, tidur sana sudah lewat tengah malam,” Taerin membetulkan letak bantal tidur Taehee dan memakaikannya selimut. “Lebih baik fokus pada ujianmu dari pada memikirkan namja itu.”

“Sulit bagi orang yang jatuh cinta.”

“Hmm terserahlah. Jaljayo,” ucap Taerin sebelum menutup pintu kamar Taehee.

“Yak, eonnie,” panggil Taehee menghentikan langkah Taerin yang hendak keluar.

“Ye?”

“Saranghae,” kata Taehee singkat lalu segera menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Taerin tersenyum, lalu berkata, “Nado.”

Lega rasanya bisa menyelesaikan satu masalah. Dia sendiri kini berjalan ke kamarnya. Dan saat tiba di sana, betapa terkejutnya ia mendapati empat flower boys abal itu masih berada di kamarnya. Chanyeol yang tiduran seenaknya di tempat tidur, Sehun yang mengutak-atik komputernya, Luhan sedang bermain rubik di sofa dan Baekhyun yang mengacak-acak koleksi manganya.

“Ada apa ini?” tanyanya horror.

“Taerin, ternyata saat kecil kau menyeramkan ya,” kata Chanyeol.

“Tapi tadi kau terdengar begitu bijaksana aku sampai cengo,” tambah Sehun.

“Kalian menguping?”

“Lebih dari itu, Luhan sudah menceritakan segalanya pada kami,” jawab Baekhyun.

“Lulu…”

“Aku hanya memberi informasi penting lagi pula tadi kau sendiri yang cerita,” Luhan membela diri.

“Aku cerita pada Taehee bukan kalian!”

“Kami mendengarnya tanpa sengaja,” sanggah Sehun.

“Kalian menguping!”

“Kau seperti nenek sihir saja bahkan adikmu kau buat menangis setiap hari. Ck, ck, ck,” Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kalian…” nafas Taerin memburu dan death glarenya keluar.

Sehun, Luhan, Baekhyun dan Chanyeol sadar sekarang hidup mereka diambang batas aman. Maka….

“Hoahhhmmm aku mengantuk. Tidur duluan ya,” Sehun melarikan diri ke kamar tamu dengan tergesa.

“Besok sekolah kan? Aku tidur sekarang,” Baekhyun pun mengikutinya.

“Baby Byun, aku tidur denganmu. Kau tidak bisa tidur kalau tidak ku peluk kan?” Chanyeol pun membuat alibi agar terhindar dari amukan tuan putri atau yang akan segera menjelma menjadi nenek sihir(?).

“Uhuk sepertinya kepalaku sedikit pusing. Aku juga tidur ya, Taerin-ah. Jaljayo,” Luhan berlari kecil menyusul tiga bocah tadi. Sementara Taerin masih diam, mengumpulkan kekuatannya yang tersisa. Hingga akhirnya….

“KALIAN TIDAK AKAN SELAMAT KALI INI!”

Dan begitulah, para flower boys harus pasrah menghadapi amukan tuan putri.

TBC

o(^o^)o

P.P.S : *ngumpet belakang punggung Kyuhyun* Ampuni saya atas kehambaran part ini. Foto-foto untuk battlenya ga modal pula T^T Saya janji akan berusaha lebih baik part selanjutnya. Oh ya, maaf bagi pecinta KyuRin Tale. Saya pun sangat merindukan mereka tapi saya harus fokus pada serial ini dulu agar kelar satu-satu T^T. Tenang saja, KyuRin Tale tidak akan mati selama pecintanya masih gentayangan dimana-mana. *sapa juga yang cinta couple abal* Mengenai ff Yaoi sepertinya semua pada shock akan pernyataan saya kemarin jadi saya urungkan niat saya untuk mempublish ff yaoi di sini u.u See you next part. Keep calm and support SJ, EXO, Iefabings(?), berikan cinta yang banyak bagi KyuRin Tale dan The Boys And Me.^^

22 thoughts on “The Boys and Me [Episode 6]

  1. Mau komen apa ya?aku jga bingung hbis gaje sich!o0ps haha keceplosan mianhae brcanda
    trus peringkat prtama jadi sipa dong?

    • yampon kan udah jelas itu chanyeol suami author yg menang -_-

      doh makasih ternyta masih ada yg mau nungguin ff gaje ini /nangis terharu/ maaf sangt jarang apdet tp saya akan trs berusaha /bow/

    • Huuaah. . ga ngerti mesti ngomong apa. . tpi yg pasti ff ini selalu buat aq ketawa geje sendirian. .
      tpi bner yah. . baekhyunie d gmanain pun tetep za imut ><
      oh, iya. . . saengil chukkae uri chanyeol^^
      next partnya d tgu. . .

  2. Hahaaa… Ampuunn deh thor, slalu deh ada tawa setiap baca ff’muu… Tp sbnarnya masii penasaran, taerin dya vote syapa ya?knapa jdy mikir dya milih kai hahaaa.. Okelahh, masii ada pertandingan slanjutnya kan?kuu tunggu next story’nya…. Tetap menunggu part wedding kyurin tale’nya juga (?) Hihiiiii *teteeepp*

    • weheee iya kyurin wedding lg proses tp itu gak ada hubungannya sama kyurin tale ya..itu cuma semacam mini series yg gaje -_-

      makasih kesetiaannya sama tulisan abal saya /bow/

  3. stressss gw kalo punya temen ganteng tapi aneh bin ajaib kayak gituuu…
    .____.
    tiap hari pasti kerusuhaaannnn…
    author makin gila #PLAK

  4. aigoo,, iri deh ma taerin dklilingi ke4 namja tampan.. pke nginap sgla lg drmh. tp stress jg sih nglyat klakuan mrka. Oy, kira2 taerin milih sypa y? Kai kah? 0y thor, moment taerin-kai ny dkt bgt dsni.. Next part jgn lma2 dong..

  5. Huuaah. . ga ngerti mesti ngomong apa. . tpi yg pasti ff ini selalu buat aq ketawa geje sendirian. .
    tpi bner yah. . baekhyunie d gmanain pun tetep za imut ><
    oh, iya. . . saengil chukkae uri chanyeol^^
    next partnya d tgu. . .

  6. aigooo,taerin klo uda marah spertinya mengerikan ya?smpe 4namja kece aja kabur smua..hahaha tp ikutan penasaran nih siapa yg taerin pilih,apa mgk dy milih kai? who knows..kekeke

  7. .yaawoh 2duizang suamiku masa dikatain abal. eonniiee awas ya *asah spatula (?)*
    .saoloh itu potonya yeol gak nguatin begete dah u.u
    .eonnie.. mntg2 gajadi pub ff yaoi.. lah disini baekyeol itu apa? waks u.u
    .gatau deh eon emg cetar mmbahana pokonya lope yu dah.. hoho
    .ff cast suami sy yg lain dong.. si thunder pub ya eon!! okkaee. :*

    • sok ngaku2 ih 2 lider itu tetep di bawah kuasa saya /death glare suho kris langsung nunduk dalem/
      weh jan mikir yg macem2 soal baekyeol mereka cuma temenan saoloh walau di kehidupan nyata mereka akan menikah(?)

      doh makazeh ya ayang ayangku yg selalu setia menanti ep ep gaje eon moah :*

  8. Lompat-lompat di kasur (?) itu kai sexy amat. Aku sampai asma ngeliatnya. Haha. Dan ternyata… Chanyeol yang menang, padahal aku berharap kai, tapi gapapa, akunya juga labil kok, nggak bisa milih antara kai,lahan atau sehun, tiga2 nya sekseh abis. Untung aku nggak Pingsan di tempat

  9. part ini pendek yh Ief, km lagi iret tenaga atau apa nih ?? jujur, Fotonya Kai yg tlnjng dada itu membuat diriku menjadi gilla, bukan gilla krn dia memamerkan ABSnya, juga bukan karena sexy tp krn dia sudah berani menunjukanNya di depan banyak orang. awas kalau pulang bakal Q gbkin !! wkwkwkwk 😀

  10. iyu taerin milih siapa thor? aku mikirnya milih sih kai -_- ini kira2 end nya ampe part brapa ya? sepertinya masih lama abisnya cerita nya masih blm ada yg ampe puncak, apa lagi yg couple an itu haha kyanya chanyeol yg blm dapet couple ya? oke di tunggu next partnya 😀

  11. Hahaha…kocak abiss. Lihat adegan percakapan flower boys, apalagi sehun & luhan dan baekhyun & chanyeol. Mrka cute bgt n bermanja2an. Penasaran nieh sapa yg dipilih taerin. Lanjut ya

  12. idih…kok nama komenannya alay ya..
    cimol cakepan rambut lurus daripada kriting gaje ya..
    ah..kenapa author majang foto kai yg lagi half naked kayak gtu sihhh

  13. weheeee sapa blg yeol blm punya kapel..dia malah dpt kapel terbaik di ff ini yaitu saya *rajam*

    tenang semua pasti kebagian cm yg chanyeol itu msh blm saatnya go public(?)
    gomawo atas kesediaannya menanti /bow/

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s