Hug Me Again! Chap 7(end)

Tittle : Hug Me Again! Chap 7(end)

Main Cast:

–         Yesung Super junior or Kim Jong Woon

–         Choi Mei Rin and Park Mi Ri as You

–         Onew Shinee

–         Sulli F(x)

Support Cast:

–         Sunny SNSD

||| Genre: Romantic comedy, family, friendly ||| Length: chapter ||| Rating: Pg–16 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasonewi Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)||prev :part1part2part3,part 4,part5, part 6

Cuap* : siap-siapin tissue ya 😀 bakal banyak tangisan dimana-mana 😀 ku sarankan untuk baca part ini sambil dengerin lagu yesung its to be you sama yang blind for love 😀 yakin feelnya dapet banget 😀 jujur pas nulis ini juga author ampe nangis loh 😀 *curcol*

*Hari pertunangan

mei tak kunjung turun dari kamarnya dan membuat onew semakin cemas.

“pertungan dibatalkan, mei telah membatalkannya”bisik sekertaris ayah mei.

Onew dan ayahnya sangat terkejut dengan keputusan ini. Tiba-tiba onew teringat ‘ini takkan berlangsung lama aku janji , sebentar lagi jadi tunggulah ini akan berakhir . Saat ini aku hanya menyakinkan diriku bahwa rasa itu pernah ada disini’

Saat itu onew sadar tentang perkataan mei, ia pun segera berlari kebandara.

*flashback sebelum pertunangan.

“ayah, apa aku boleh masuk?”

“masuklah”

“aku ingin menyampaikan tentang permintaanku waktu itu bisa kah aku membatalkannya”

“apa? Apa kau sudah gila?”

“ya ayah aku sudah gila aku sudah dibodohi oleh perasaan egoisku. Aku merebutnya miliknya lagi milik sahabatku. Aku tak ingin keegoisan ibu meninggalkan paman jason demi untuk memiliki ayah dan karna itu semua ayah meninggalkan orang yang paling ayah cintai serta anak ayah sendiri, aku tak mau kejadian dulu terulang lagi yg jika aku tetap pada pendionewku untuk melanjutkan pertunanganku itu akan membuat sakit luar biasa pada hidupku aku akan hidup dalam kesendionew sepanjang hidupku, aku sudah memikirkan semuanyaaaa jadi aku mohon ayah bersedia membatalkannya. Aku tak ingin apa yg ayah rasakan dulu terjadi pada onew, aku takkan membiarkannya terjadi lagi. Besok aku akan ke newyork dengan eomma. Izinkan aku membawanya bersamaku. Aku akan belajar dan memulai hidupku yg baru bersama eomma. Apa ayah mengizinkan? Mungkin ini adalah permintaan pertama dan terakhir mei ayah”

ayah mei terharu dengan ucapan mei dan mulai mengingat posisinya dulu saat di paksa menikah dengan ibu mei.ayah mei pun mengizinkannya.

Sebelum meninggalkan ruangan mei membalik.

“bolehkah aku memeluk ayah untuk pertama kalinya?itu pun kalau ayah mengizinkan”

ayahnya lalu menghampirinya dan memeluk mei.

“kau sudah begitu dewasa sikapmu pun sekarang lebih bijak , ayah sampai tak mengenalimu tadi”

“benarkah?”kata mei dengan airmata yg jatuh dipipinya.

“jangan menangis, ayah takkan bisa melihat wajahmu yang cantik jika pipimu basah dan matamu bengkak seperti itu”

mei tersenyum.

Saat hendak meninggalkan ruangan mei membalik lagi.

“ayah, Ku mohon jangan membenci paman jason dia tidak menghianati ayah seperti yang ayah pikirkan ia hanya berusaha merawatnya dan menganggap anaknya sendiri. Ayah tau satu hal, ia bahkan belum menikahi siapa pun termasuk ibu mei ayah”

mei meletakkan fotonya bersama mei-cilik.

“jika punya waktu kunjungi la dia, dia sangat manis bahkan aku pernah merasa kesal mengapa ia memiliki wajah semanis itu. Itu satu-satunya fotoku bersamanya ku rasa ayah lebih membutuhkannya daripada aku”

saat mei membuka pintu.

“siapa namanya?”tanya ayahnya mei.

Mei tersenyum lagi dan membalikkan badannya.

“namanya Shin Mei Ri, mei sama sepertiku”

Mei meninggalkan ruang kerja ayahnya, ayahnya menangis menyesali semuanya.

*sekarang

Mei mendorong ibunya yg ada di kursi roda. Sementara onew terus saja berlari menuju bandara. Dengan nafas tak teratur onew terus berlari mencari sahabatnya itu.

“meiiiiiii”teriak onew.

Karna mendengar suara onew mei terhenti saat memasuki ruang tunggu airport.

Dengan nafas terengah-engah onew menuju kea rah mei, tapi mei malah meninggalkan begitu saja. Onew di halang masuk oleh satpam, dengan sekuat tenaga onew berusaha masuk dan memeluk mei.

“terima kasih, maaf mei”

mei tersenyum menahan tangis. Ia melepaskan pelukan onew dan meninggalkan onew.

“mei maafkan aku”

tanpa suara sedikit pun mei melambaikan tangannya dan memasang kacamatanya karna tak ingin terlihat bahwa ia sedang menahan tangisnya.

“ini memang sulit”kata ibu mei.

Mei mengangguk.

***

Mei menjalani hidupnya di newyork dengan membuka sebuah perpustakaan umum untuk anak-anak yg suka membaca. Selain itu mei juga bersekolah di universitas ternama disana.

Selain itu mei pun bekerja penulis di sebuah perusahaan ternama. Saat wisuda jurusan manajemen ayahnya datang.

“kenapa hanya berdiri disitu? Apa kau tak ingin memeluk ayahmu ini? Apa sekarang kau punya ayah lain?”ucap ayah mei yang berdiri tak jauh dari mei.

Mei membuka topinya dan memberikannya pada ibunya.

“ayah..apa ayah tidak sibuk? Mengapa datang?mei kan sudah bilang jika ayah sibuk jangan datang mei takkan marah”

“apa kau tak suka jika ayah datang?”

mei tertawa.

“apa ayah bercanda?”mei tertawa.

Mei memanggil ibunya. Mei merangkul ibunya dan ayahnya dan berjalan bersama-sama.

Saat perjalanan pulang ayah mei bertanya bagaimana bisa mei kuliah dengan 2 jurusan sekaligus.

“karena aku ingin masuk jurusan yang diinginkan ibu dan juga ayah. Sejak ibu sakit aku banyak membaca buku tentang kesehatan jiwa dan dari situ aku tertarik dengan jurusan itu sedangkan manajemen ayah yang meminta itu waktu aku kecil, ayah bilang mei kau harus menjadi seperti ayah. Apa sekarang aku sudah sehebat ayah?”

ayah mei menggelengkan kepalanya.

“apa? Apa aku harus mengambil satu jurusan lagi agar bisa mengalahkan kehebatan ayahku ini?”

ayah dan ibu mei bahkan sekertaris ayahnya pun tertawa.

“sekertaris apa kau merasa aku belum sehebat ayahku?ayo jawablah dengan jujur aku takkan memakanmu”tanya mei.

“nona sudah sangat hebat, aku bahkan melihat nona seperti tuan waktu muda”

“benarkah?”kata mei.

Mereka tertawa bersama.

Setibanya di rumah.

“apa ini rumahmu?”

mei mengangguk dan mempersilahkan ayahnya masuk. Mei menjelaskan pekerjaannya beberapa tahun ini.

“Setelah lulus apa kau akan pulang dengan ayah?”

“entahlah, kurasa aku akan tinggal beberapa tahun lagi”ucap mei sambil meminum tehnya sembari ibunya memasak di dapur.

“bagaimana kesehatan ibumu?”

“kurasa ia jauh lebih baik, apa ayah sudah menemuinya?”

ayah mei terdiam.

“apa sekarang dia sudah remaja?apa dia masuk sekolah yg dia inginkan?”

ayahnya hanya diam.

“apa ayah belum menemuinya? Ayah”

mei menghembuskan nafasnya dalam-dalam.

Sekertaris ayah mei meletakkan kotak besar.

“ini dari mei, dia bilang cepatlah pulang dia merindukanmu”

“apa ayah membawanya pulang?”

ayahnya menggelengkan kepalanya.

“Setiap ulang tahunnya ayah akan mengunjunginya”

“itu lebih baik”

“kotak itu ia berikan saat ulang tahunnya yang ke 17 meski sudah beberapa tahun yang lalu tapi ayah harap kau tak memberitahunya karna jika ia tau dia akan marah lagi kepada ayah”

“dia masih tak berubah”

ibu mei menghampiri mereka dan berkata bahwa makanan telah siap.Mereka makan bersama untuk merayakan kesuksesan mei dalam menempuh sarjana tingkat 2nya. Mei sangat bangga memamerkan kehebatannya kepada ayahnya karna berhasil lulus S2 dengan 2 jurusan sekaligus hanya dalam waktu 4 tahun, 2 tahun lebih cepat dari biasanya.

“apa aku boleh mengambil gelar masterku?”tanya mei kepada ayahnya.

“apa kau tak memikirkan yang lainnya? Kau sudah hampir 25 tahun tapi kau belum mengenalkan satu orangpun pada ayah”

“ayah..”

“ayah dan ibumu sudah cukup tua, sebelum ayah dan ibumu pergi ayah sangat berharap kau sudah bersama seseorang yang…”

“ayah pernah bilang jika itu memang jodohmu ia akan tetap jodohmu, aku masih menunggu jodoh itu”

“setidaknya kau ada usaha untuk mencari seseorang”

“entahlah ayah. Itu masih terlalu sulit”

“kalau begitu pulanglah dengan ayah, jika kau tak ingin mencari jodoh itu. Tetaplah menunggunya karna suatu saat nanti dia pasti akan datang. Bagaimana jika kau bekerja dengan ayah saja?”

“benarkah?”

mei menyetujui dan memilih bekerja dengan ayahnya. Ia memulainya dari bawah tanpa memberitahu identitasnya sebagai anak presiden direktur dan mantan menteri di negaranya.

Ia memulai karirnya bekerja dari pegawai biasa dan karna perjuangannya dalam setahun  jabatannya naik menjadi manajer marketing di perusahaan ayahnya.

“nona sangat hebat salam waktu singkat mampu menggapai jabatan setinggi itu”

“sekertaris kau memujiku begitu berlebihan”ucap mei.

Mei berpamitan.

“pesawatnya sudah akan lepas landas aku harus segera masuk terima kasih atas bimbingannya selama ini. Dan aku menitipkan ayahku serta ibuku”ucap mei dan pergi.

“semoga perjalanan nona menyenangkan dan di tempat kerja di perusahaan cabang nona bisa di terima dengan baik”

mei mengangguk.

Setelah tiba di bandara incheon mei memasang kacamata hitamnya, ia pun melepaskan ikat rambutnya dan mengibaskan rambutnya sembari berjalan. Di bandara ia menjadi pusat perhatian karna trend fashion yg di gunakan mei itu sangat berkelas bahkan bisa di sejajarkan dengan artis hollywood.

“benar-benar sangat cantik”komentar salah seseorang.

Mei hanya berjalan dan mengingat sesuatu ‘kau punya senyum yg manis lalu untuk apa senyummu itu ada jika tersenyum kepada orang saja kau tak mau, bukankah itu sama saja tidak menyadari apa yg Tuhan berikan’ karna mengingat hal itu mei pun tersenyum.

“aku masih mengingatnya?”

mei menghela nafas panjang dan melanjutkan berjalan menuju apartemennya.

Sesampainya mei berdiri di depan sebuah no.kamar 216 dan teringat sesuatu

*flashback

“jika aku punya banyak uang aku akan membeli kamar pada apartemen itu”

“apa?”kata yesung yang duduk disampingnya.

“karna dekat dengan taman ini, aku akan membeli kamar no.216 kau tau kenapa? Karna itu tanggal ulang tahunku. Aku berharap jika orang datang ke apartemenku aku akan memberitahu bahwa no kamarku adalah tanggal ulang tahunku, dan setiap ia datang ia akan mengingat hari ulang tahunku”kata mei dengan polosnya sambil bersandar dipundak yesung.

“sayangnya kau sudah ada yang memiliki”

mei lagi-lagi menghela nafasnya dan mengangkat kopernya memasuki kamarnya.

“217?cuma beda satu angka saja, tak apalah”

saatnya mengunjungi tetangga kamarnya. Mei membawakan makanan sebagai tanda perkenalan. Mei mengetuk pintu kamar impiannya itu, seorang gadis manis membuka pintu.

“oh, ada yang bisa ku bantu?”

“aku tinggal di sebelah kamar ini, aku hanya ingin memperkenalkan diri saja”

gadis itu tampak melihat kekanan dan kekiri lorong apartemen.

“cepatlah masuk”kata gadis itu menarik tangan mei.

“silahkan duduk”

“apa nona tinggal sendiri?”

“kau terlalu formal jangan memanggilku seperti itu panggil saja aku,… Bagaimana kalau miri saja”

‘miri?itu namaku dulu’ucap mei dalam hati.

“panggil saja aku mei”

“mei?”

mei mengangguk.

“apa di foto itu suamimu?”

gadis itu menganggukkan kepalanya.

“apa aku terlalu muda untuk menikah?”

“tentu saja, aku pikir kau hanya…”

“sudahlah itu sudah biasa bagiku”

“tunggu sebentar aku akan mengambilkanmu air”

“maaf telah merepotkan”

karna bosan mei mendekati foto gadis itu dan suaminya.

“yesung”

mei kembali melihatnya lebih dekat.

‘itu kau’

setelah beberapa lama berbincang-bincang mei pamit untuk pulang.

Mei masuk ke kamarnya. Ia duduk dibelakang pintunya.

“bahkan ia pun telah pergi meninggalkanku”

seharian mei menghabiskan waktunya berdiri di depan jendela menghitung rintik hujan yg jatuh membesahi bumi. Ia masih terus saja terbayang foto pernikahan yesung dengan gadis manis yg tak asing buatnya.

“wajah, senyumnya, bahkan nama itu persis denganku. Apa ia benar-benar menginginkanku? Tapi jika ia menginginkanku mengapa tidak menungguku saja?”keluh mei.

Setelah lelah berdiri memandangi rintik hujan mei pun duduk si sofanya dengan memandangi fotonya waktu di kebun binatang bersama yesung.

“hah!untuk apa aku memajangnya? Dia kan sudah jadi istri orang lain”ucap mei menjatuhkan fotonya begitu saja dan kembali berdiri di depan jendelanya dan tanpa ia sadari yesung pun sekarang sedang berdiri di ruang kerjanya yang bersampingan dengan kamar mei.

“andai kau tak meninggalkanku”ucap yesung.

Hari pertama mei bekerja, mei ke kantor dengan rambut yang terikat dengan baju kemeja berwarna coklat lembut dengan rok mini yang berwarna sama namun sedikit lebih gelap dengan sepatu hitam mengkilap mei berangkat untuk kerja.

Karna kantor tersebut dekat mei memutuskan untuk berjalan saja dan singgah di kedai kopi untuk menikmati kopi susu favoritnya sebelum ke kantor.

Saat berjalan di trotoar jalan  mei tersenyum sendiri melihat Anak sekolah yang hilir mudik pergi kesekolah. Saat memandangi jalanan ia seperti melihat dirinya sendiri sedang naik sepeda bersama dengan yesung.

“jika mengingat semua itu, bahkan jika waktu itu aku melihat diriku sendiri aku pun akan mengira kami sedang berkencan”ucapnya dan kembali berjalan.

Saat tiba di kantornya mei langsung di antarkan ke ruangannya dan dijelaskan tentang apa saja pekerjaannya nanti.

“selerah fashionmu sangat buruk!”ucap seorang wanita di dalam ruangan mei.

Dengan terkejut namun tetap tenang mei malah bertanya.

“benarkah?”

wanita itu mendekati mei. Dengan mendengar suaranya mei sudah bisa menebak itu sunny.

“apa kabar? Lama tak berjumpa”sapa mei dengan lembut.

Sunny tentu saja terkejut bukan main.

“ohh”

“apa kau lupa denganku?”

“miri?”

“mei, bukan miri”

“ahh, ya sudahlah. Aku akan menjelaskan jabatanmu apa saja disini. Pertama karna direktur sedang keluar negeri hari ini maka dari itu kau akan menggantikannya. Jabatanmu ialah wakil direktur dengan kata lain kau harus mendampingi direktur setiap pertemuan jadi dengan kata lain kau sebagai sekertarisnya saja! Atau kata pendamping itu lebih baik. Baiklah mungkin semuanya sudah jelas jika ada yang kau perlukan kau bisa menelpon 01 dan itu terhubung ke ruang sekertaris apa pun yang kau inginkan atau kau perlukan kami bisa langsung menelpon. Kurasa cukup aku harus kembali ke ruanganku segera”

mei hanya diam dan saat sunny keluar sunny hampir saja terjatuh dan itu membuat mei tertawa kecil.

Tak lama kemudian seseorang masuk.

“apa nona merasa nyaman dengan ruangan ini?”

“kau yang bernama hyuna ?”

“yah, aku sekertaris hyuna”

“baiklah, aku mei panggil saja mei. Jangan sungkan , bukankah kita seumuran?”

“maaf nona itu sulit bagiku, jika nona sunny sampai tau aku akan terancam”

mei tersenyum kecut.

“kau takut padanya? Tenanglah selama aku ada kau takkan dimakan olehnya”ucap mei tertawa.

hYuna tersenyum.

“apa nona cerewet itu mengomentari gaya berpakaianmu juga?”

mei mengangguk.

“sudah kuduga, dia itu selalu membenci siapapun yang lebih keren darinya. Padahal bagiku dia biasa saja”

mei tertawa.

“sudahlah dia memang seperti itu”

mereka berbagi cerita satu sama lain sambil merapikan barang-barang mei.

“sudah waktunya makan siang, istirahatlah”ucap mei.

“baiklah, kalau begitu aku permisi sebentar, aku akan segera kembali”

mei mengangguk. Mei menghela nafasnya dan berjalan menuju jendela kaca di depannya.

“sangat berbeda, sekarang kota ini semakin padat”ucap mei.

Mei mengambil tasnya dan berjalan menuju suatu tempat. Di tempat itu ia duduk di sebuah kursi tempatnya selalu duduk saat menunggu seseorang menjemputnya.

Ia menghembuskan nafasnya sangat dalam dan meraba tempat sebelahnya dengan wajah yang sedih.

“aku sudah dekat mengapa aku masih tak bisa menemukanmu?”

mei memasang mp3 di telinganya dan mendengarkan musik sejenak dan memejamkan matanya. Mei berusaha mendamaikan hatinya yang tak karuan.

Beberapa saat mei melihat jam di tangannya dan menunjukkan waktu makan siang telah berakhir dan ia segera Kembali ke kantornya.

“hyuna, apa yang sedang kau lakukan?”

“nona, aku hanya merapikan tumpukan buku ini.”

“sudah lah kembali saja ke ruanganmu”

“ah tidak apa-apa, apa nona sudah makan siang?”

mei menggelengkan kepalanya.

“apa nona suka sop ayam?”

“sop ayam?”

mei sebenarnya tak suka makan sop ayam meski sebenarnya ia sangat suka memasak itu karna itu makanan favorit yesung dan juga mei-cilik.

Mei mengangguk.

“tunggu sebentar”

saat hyuna membawakannya mei langsung menghirup aromanya. Mei memakannya dan memaksa sup tersebut masuk kedalam mulutnya, mei sampai menutup mulutnya agar makanan tersebut tak keluar dari mulutnya. Karna memaksakan diri mei sampai mengeluarkan airmata.

“mengapa rasa sup ini sangat berbeda, begitu sulit untuk ku telan”

begitu pulang kerja mei langsung merebahkan tubuhnya di atas kasurnya menyalahkan musik yang berlunan damai sambil mengistirahatkan tubuhnya yg lelah.

“hhhh…aku lelah, sangat lelah. Disini pun terasa begitu sangat melelahkan! Terasa sesak!”ucap mei kepada boneka jerapa di depannya sambil memegangi dadanya.

Mei menjalani harinya dengan normal seperti biasanya.

Saat sedang sibuk bekerja, sekertaris hyuna mengetuk pintu.

“nona, direktur telah kembali”

“baiklah sebentar lagi aku akan menghadap keruangannya”

“tidak perlu nona, direktur menunggu di ruang rapat sekalian direktur akan melihat presentasi nona untuk proyek yang nona tangani”

“hm, aku akan bersiap. Tolong kau fotokopikan berkas ini dulu”

dengan nafas terengah-engah mei menuju ruang rapat. Saat berada di depat ruang rapat mei berusaha menenangkan dirinya sebelum masuk. Setelah merasa baik, mei pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam.

“maaf aku terlambat”ucap mei.

“nona, ini sudah saya fotokopikan. Mohon presentasilah lebih dulu. Direktur sedang menerima telpon sebentar”

mei pun mulai mempresentasikan proyeknya di pertengahan seseorang memasuki ruang rapat.

“maaf telah menunggu lama”

para anggota rapat dapat memaklumi. Mei tersenyum dan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Berkas ditangannya jatuh. Saat tersadar mei segera mengambilnya dan meminta maaf selanjutnya segera melanjutkan presentasinya.

‘mei, ku harap kau bisa tenang’ucapnya dalam hati dengan menghembuskan nafas yang panjang sebelum melanjutkan presentasinya.

Semua orang tepuk tangan dan para pemegang saham takjub dengan presentasi yang dilakukan mei hanya dalam waktu beberapa bulan.

“kau begitu sangat maju pesat, hanya dalam waktu beberapa bulan kau bisa mempunyai ide sebrilian itu”ucap seseorang pemegang saham.

“terima kasih”

“aku menyukai proyekmu, kerja yang bagus miri”ucap yesung

“maaf direktur nama saya mei, Choi Mei ri”ucap mei canggung.

Direktur lalu meninggalkan ruangan setelah rapat selesai tanpa berkomentar. Di ruangan mei sedang berdiri di depan jendelanya sambil menikmati kopi yang diberikan sekertarisnya.

“kau terlihat dewasa dan sangat dingin. Sangat berbeda dengan yesung yang dulu”ucap mei sambil tersenyum kecut.

Saat ke luar ruangan tak sengaja berpapasan dengan yesung. Mei memberi hormat dan memberi jalan terlebih  Dahulu pada yesung. Yesung hanya diam seribu bahasa melewati mei begitu saja. Dan belum terlalu lama miri yang bertetangga dengan mei tiba-tiba berteriak.

“suamiku”

langkah mei terhenti.

‘suami?’

miri melewati mei begitu saja dan menuju ke arah yesung yang hendak memasuki lift.

Mei membalikkan kepalanya ke arah yesung. Miri terlihat begitu senang bahkan mengandeng tangan yesung. Yesung tersenyum dan memegang kepala miri.

‘terlihat begitu bahagia’

mei tersenyum menahan airmatanya. Keluar dari kantor mei bertemu dengan ibu yesung.

“bibi , apa kabar?”tanya mei menunduk sopan.

“apa kau mei?”

“iya bi, apa bibi ingat padaku?”

“tentu saja, aku selalu mengingatmu, aku bahkan selalu mencarimu”

“benarkah?”

“tentu saja”

“sudah beberapa lama kita tak pernah bertemu aku bahkan belum berterima kasih tentang yang waktu itu”

“ahh , bibi”

“berkatmu yesung bisa bersikap hangat lagi pada bibi. Apa kau sudah makan siang?”

mei mengangguk.

“kalau begitu kita minum kopi saja”

“apa bibi tidak sibuk?”

“tidak, apa kau ada janji?”

mei menggelengkan kepalanya.

Mereka duduk dan berbincang-bincang bersama.

“waktu itu bibi sangat ingin tau mengapa kau bisa mengajak yesung bertemu dengan bibi?”

*flashback

“apa kau sibuk?”

“apa?hmm”

“kalau tidak berkencanlah denganku?”

“apa?”

“jangan melotot begitu. Itu mengerikan tau. Mau apa tidak? Jika tidak aku akan pergi dengan….”

“aku akan pergi denganmu”

“benarkah?kalau begitu ayoo”

mereka naik sepeda dan akhirnya tiba didepan sebuah rumah.

“apa ini?”

“aku akan masak makanan yang ada di dalam rumah ini. Jadi mau kah kau menemaniku?”

“apa kau gila?”

“jika kau tidak mau aku akan masuk sendiri”

yesung akhirnya mengalah dan ikut masuk. Yesung hanya diam memandangi ibunya yang ternyata adalah pemilik rumah ini.

“ini yesung, dia temanku bi”

yesung memberi salam.

“apa kau hanya akan melototi makan itu?”

yesung pun mulai memakannya.

“kenapa makannya sedikit? Bukannya kau sangat menyukai sup ayam?”ucap mei.

“aku sedang kenyang”

“bohong! Kau kan belum makan apa-apa sejak tadi”

“aku sedang tidak nafsu”

“ahh berbohong lagi”bisik mei.

“makan tidak”mei memberi isyarat sambil meninjak kaki yesung.

Yesung menurut dan mulai makan dengan lahap. Bibi nam pun tersenyum melihat anaknya.

Saat perjalanan pulang, yesung hanya diam dan tak banyak bicara sambil mendorong sepedanya.

“apa kau marah padaku?”

yesung menggelengkan kepalanya.

“kenapa tadi tidak menyapanya dengan baik? Kenapa hanya diam? Apa itu sikap baik seorang anak yang bertemu dengan orang tuanya?”

yesung terkejut mendengar perkataan mei.

“bagaimana..”

“sudahlah itu tidak penting, kau tau meski ibuku pernah mengusirku dan mengirimku kesini aku tak pernah sedikitpun merasa marah padanya karna kau tau seorang ibu itu perasaannya sangatlah tulus, meski mereka berbuat sesuatu yang tidak baik pada anaknya itu pasti karna ada alasannya. Kau tau ibu buaya sekalipun tak mungkin akan mencelakakan anaknya meskipun ia sebenarnya dalam keadaan kelaparan itulah seorang ibu. Jadi jika Tuhan saja bisa memaafkan umatnya mengapa kau tidak? Apa lagi bukankah dia yang melahirkanmu?”

yesung berhenti berjalan.

“apa aku salah?meski dia pernah berbuat sesuatu yang tak kutau, sebesar apapun kesalahannya dia tetaplah ibumu”ucap mei menghampiri yesung dan memegang tangannya.

“apa kau bisa mempertimbangkan ucapanku?”

*sekarang

“aku hanya membohonginya sedikit, aku bilang ingin berkencan berdua tapi aku malah mengajaknya ke tempat bibi”

“apa waktu itu dia marah padamu?”

“yah, sedikit bi. Tapi aku bisa mengatasinya”

“hubunganmu dengan yesung terlihat begitu dekat. Apa kalian …”

“oh, tidak bi. Aku dan yesung tak ada hubungan apa-apa”

“apa dia bukan tipemu?”

“yah!bukan seperti itu bi.”

“apa sekarang kau sudah berkeluarga begitu?”

“ohh tidak bi”

“saat melihat mu datang membawa yesung bibi sangat senang. Bibi merasa ada sesuatu ikatan di antara kalian ternyata bibi hanya salah paham”

“itu hanya karna kami seperti saudara”

“oh , begitu. padahal bibi sangat menginginkan kau bisa bersama yesung sebagai istrinya”

“hah? Bukankah dia sudah menikah?”

“apa maksudmu? Dia bahkan tidak pernah mengenalkan seseorang pun pada bibi”

“tapi..”

“apa maksudmu miri? Dia bukan istrinya. Miri sudah ku anggap seperti anakku. Dia adiknya yesung tepatnya anak paman jason”

“mei?tapi bi”

“ia kau benar, kau jangan salah paham.itu hanya akal-akalan mei agar tak ada yang menganggu oppanya. ia tak mau oppanya itu menikah dengan orang lain, bibi juga tak mengerti apa yang di maksudnya tapi bibi rasa itu kau. apa kau juga sudah tertipu?”

“hm, aku melihat foto pernikahannya”

“ahh, foto itu, foto yang ada di ruang tengan itu bukan? itu saat mei mengikuti peragaan busana. ia menjadi model gaun pengantin beberapa tahun ini. ia bilang pada bibi bahwa ia sangat terobsesi dengan gaun-gaun pengantin.”

“oh, jadi seperti itu”

“kau tau sejak waktu itu yesung selalu ke rumah bibi jika bibi tidak keluar kota. Kami sering makan bersama dan itu sangat membuat bibi senang. Tapi bibi terkadang bosan karna ia terus saja minta di buatkan sup ayam”

“sup ayam?”

“katanya ada seseorang yang membuat sup ayam sama rasanya dengan yang bibi buat”

‘apa aku?’ ucap mei dalam hati.

mei mengangguk.

“betapa senangnya bibi saat itu, bibi sangat berterima kasih”

“ia bi”

beberapa saat bibi nam berpamitan untuk pulang karna harus bertemu client.

“bahkan setua inipun bibi masih sibuk saja, baiklah bibi akan segera pergi. Jika kau punya waktu luang datanglah ketempat bibi”

mei mengangguk

“maaf bi, karna aku bibi jadi tak sempat bertemu yesung”

“tidak apa-apa. Bukankah bibi sudah sering bertemu dengannya. sedangkan kita baru saja bertemu sejak kau ke newyork. Jika bertemu ayahmu dan ibumu bilang bibi menitipkan salam”

“baiklah bi.”kata mei menunduk.

Mei berjalan tanpa arah, tiba-tiba saat berjalan air hujan turun dari langit. Mei berlari kedepan sebuah toko untuk berteduh. Hujan mulai deras, mei tersedar ia tak membawa tasnya. Hanya ponsel yang ada di tangannya. Beberapa lama kemudian pemilik toko keluar.

“masuklah hujan sangat deras”

mei memalingkan wajah ke arah toko.

“terimakasih…..”.

Berdiaman beberapa saat.

“sulli~ya”

“okh,miri~ya”

mereka berpelukan sambil melompat-lompat karna kesenangan.

Mei tampak sedang mengeringkan roknya dengan handuk yang diberikan sulli.

“miri, kau sangat cantik aku sampai tak mengenalimu tadi”

“berhentilah memanggilku dengan nama itu, sekarang aku tidak dalam keadaan bersembunyi lagi dari ayahku”

“baiklah miri. Eh, mei.”

“bibi begitu cantik seperti bidadari”ucap seorang anak kecil yg menghampiri mereka.

“jincha?”ucap mei sambil memegang pipi tembem anak tersebut.

Anak tersebut tersenyum dan mengangguk.

“kau juga cantik”

“gomawo bibi”

“dia anakku”ucap sulli.

“apa kalian menikah tanpa mengundangku?”

“apa kau bercanda? Mana mungkin aku menikah tanpa memberitahumu”

“apa kau..”

“tidak, onew selalu bersikap baik denganku. Dia anak angkatku”

“apa kau bahagia?”

“sejak onew ada disisiku aku merasa begitu sangat tenang. Yang kurasakan begitu berbeda dengan yang kurasakan dulu dengan yesung”

“aku tahu, onew pasti lebih memahamimu”

“berapa lama kau disini?apa kau sedang berlibur?mengapa tak pernah menghubungiku?”

“aku sibuk”

“apa kau sibuk mencari cara menyembunyikan perasaanmu lagi?”

“apa? Aku tak mengerti dengan apa yang kau katakan”ucapnya sambil tertawa bodoh.

“kau belum menemuinya kan?”

“menemui siapa maksudmu?”tanya mei seakan tak mengerti.

“mei, temui la dan katakan semuanya itu pasti lebih baik meski pun yesung sudah…”

mei lalu memotongnya.

“aku tau, aku tau. Aku akan menemuinya dan bicara jika aku telah siap”

“baiklah jika itu yang terbaik”ucap sulli sambil menghidangkan minuman untuk mei.

“sejak kapan mendirikan toko bunga ini?”

“sejak kau pergi mei, aku begitu kesepian tak ada teman. Aku pun memutuskan untuk membuka toko bunga ini untuk menemaniku menggantikanmu”

“apa onew tak menemanimu? Bagaimana dengan sekolah yg waktu itu?”

“aku berhenti mengajar tapi jika ada waktu aku pasti mampir ke sekolah itu, aku selalu mengingatmu jika aku kesana. Onew sedang sibuk dengan sekolahnya”

“apa dia telah lulus dan jadi sarjana? Apa sekarang gelarnya bertambah?”

“apa kau bercanda? Bahkan strata 1 saja belum ia selesaikan. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya menggantikan orang tuanya. Dia telah berjanji padaku bahwa tahun ini ia akan menyelesaikannya”

“orang itu”

Beberapa saat kemudian ponsel mei berbunyi.

“ne, ini aku mei”

“nona? Aku sekertaris hyuna. Apa nona sekarang berada di luar kantor?”

“ya, hujan sangat deras sehingga aku tak bisa kembali ke kantor. Apa ada masalah?”

“ah, tidak. Aku hanya khawatir terjadi sesuatu pada nona”

“sudahlah aku baik-baik saja, jika hujannya berhenti aku akan kembali ke kantor”

“baiklah kalau begitu, maaf jika aku menganggu”

mei mematikan telponnya.

“apa ada masalah?”tanya sulli.

Mei menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

“sekertarisku hanya menghawatirkanku”

“apa kau telah bekerja sekarang”

“ya, aku bekerja di perusahaan ayahku beberapa bulan ini”

“apa kau menyukai jabatanmu sekarang?”

“tentu saja.”

hujan berhenti mei pun pamitan untuk segera pulang.

***

Setelah beberapa kali mencari kesempatan untuk berbicara dengan yesung tapi selalu gagal. Setelah beberapa jam berdiam diri mei bangkit dan berjalan ke rumah yang tak asing lagi itu adalah tempat tinggalnya dulu. Ia berdiri di depan pintu membuka kunci pin rumah dan terbuka.

“masih yang dulu ?”

mei pun masuk kedalam rumah. Rumah tersebut masih seperti yang dulu tak ada yang berubah sedikit pun. Mei mendekati meja makan.

*flashback

yesung, mei, mei-cilik dan paman sedang makan bersama.

Mei duduk di meja tersebut sambil mengenang segala yang terjadi. Mei beranjak ke meja masak, membuka lemari terdapat mie.

*flashback

saat itu mei dan yesung sedang makan mie mentah bersama.

 

Mei duduk dan memakannya sendiri. Selanjutnya mei menaiki tangga teringat jelas kenangannya di tangga itu, sesampainya di lantai atas dan melihat ke arah kamar mandi. Mei tersenyum mengingat pertama kali ia datang dan tiba-tiba yesung keluar dan berteriak dari arah kamar mandi.

Mei melangkahkan kakinya dan membuka pintu teras rumah. Mei duduk di kursi teras, saat melihat kesampingnya mei melihat yesung sedang duduk disampingnya dan menyandarkan kepalanya di bahu mei. Mei hendak memegang kepalanya tapi ternyata hanya bayangan semata.

Saat berada di kamar yesung mei mengingat saat yesung memeluknya, bahkan ia tersenyum saat mengingat yesung pernah menciumnya di kamar itu. Kamera mei ada di atas meja belajar yesung, mei menghampirinya.

“ini milikku dulu”

mei membuka dan melihat isinya. Di kamera itu terlihat gambar mei berjalan-jalan bersama yesung di taman.

“siapa yang merekamnya?”

di dekat kamera tersebut juga ada foto yang terjatuh, ternyata foto tersebut ada mei yang sedang bersandar di bahu yesung saat di taman.

Mei merapikannya dan menatanya kembali.

“meski seberapa kuat usahaku untuk melupakan kenangan itu tapi ia tetap tak mau pergi dari memori otakku, sudut rumah ini sedikitpun tak pernah kulupakan”

Mei berjalan dipantai dan berbaring di pantai.

“aku merindukanmu, ya aku benar benar merindukanmu”

tak sengaja ucapan itu pun keluar dari mulut mei dengan airmata yang terjatuh dipipinya.

Mei memejamkan matanya sembari menenangkan pikirannya. Mei membuka matanya ketika seseorang sudah berbaring disampingnya.

“benarkah?”ucap orang tersebut.

Mei hanya menatapnya diam.

Mei bangkit dari tidurnya, orang tersebut mengikuti apa yang dilakukan mei. Mei menyandarkan kepalanya.

“apa aku bisa meminjam bahumu?”

“tentu saja, bahuku selalu ada untukmu”

“terima kasih temanku onew”ucap mei tersenyum.

Onew mengusap air mata mei dan menghadapkan wajah mei ke arahnya.

“apa ini yang disebut menepati janji?”

mei menundukkan wajahnya.

“sebelum kau pergi kau berjanji akan baik-baik saja, kau juga pernah berjanji jangan menangis sendirian bukan?”

mei mengangguk dengan airmatanya yang semakin tak tertahankan.

“aku baik-baik saja”

“apa ini yang di sebut baik-baik saja?”

mei diam dan malah memeluk onew.

“dadaku sakitan. Sakit, aku seperti tak bisa bernafas sekarang. Aku lelah . Lelah”

onew memeluk mei erat.

Onew pun mengantarkan mei pulang wajah mei tampak pucat dan badannya pun panas.

“kau disini saja, temani dia . Mungkin mei lebih membutuhkan kau sekarang, aku akan pulang dulu untuk melihat lauren. Dia pasti mencari-cariku. Tetaplah disini jangan meninggalkannya. Jika dia bangun suruh dia makan aku sudah membuatkannya bubur, sepertinya ia belum makan sejak pagi wajahnya begitu pucat.”ucap sulli.

Onew mengerti dan mengangguk kan kepalanya.

Ponsel onew berbunyi ternyata dari ayah mei.

“apa dia baik-baik saja ?”

“dia sedang istirahat sekarang, dia pasti akan segera baikan. Dia hanya kelelahan saja sepertinya”

“paman tak bisa berangkat sekarang karna besok paman masih ada rapat penting dengan clien, ku harap kau bisa menemaninya sementara ini, jika urusan paman selesai paman akan segera berangkat kesana segera”

“baiklah paman”

“ya sudah, rapat akan dimulai. Paman mengandalkanmu”

onew menutup telponnya.

Mei bangun dan berdiri di depan jendela.

“kau sudah bangun?”tanya onew.

Mei mengangguk.

Onew kemudian kedapur dan mengambil makanan untuk mei. Mei duduk di kasurnya.

“aku sedang tak ingin makan apapun”

“makanlah sedikit, aku tau kau belum makan seharian”

setelah beberapa lama dibujuk untuk makan mei akhirnya memakan buburnya tersebut.

Menjelang tengah malam mei tak tenang tak bisa memejamkan matanya. Sedangkan onew tertidur di sofa karna kelelahan, mei pun memakaikannya selimut. Karna bosan mei memutuskan keluar dan jalan-jalan ditaman. Taman tampak sepi karna waktu hampir tengah malam. Mei duduk di tempat waktu itu saat akan duduk mei melihat kotak musik yang tertinggal. Mei duduk dan membukanya.

Terdengar suara piano dengan boneka yang berputar membawa papan.

“mei, aku menyukaimu”

mei terdiam.

“yesung”

saat akan menuju ke apartemen yesung. Yesung terlihat berjalan ke arah tempat duduk mei.

Meraka berdiri terdiam seribu bahasa dengan tatapan tajam.

“aku ingin….”

belum selesai mei bicara yesung lalu memotongnya.

“tidak ada yang perlu di bicarakan lagi”

mei shock, kakinya melemah ia seakan terjatuh. Yesung malah berbalik dan berjalan meninggalkan mei.

“tunggu, apa kau kembali untuk mengambil ini?”

“tidak, itu bukan milikku lagi. Sekarang itu hanyalah sampah yang telah terbuang”kata yesung tanpa membalikkan badannya.

“sampah?”

“sampah? Bukannya kau yang telah lebih dulu membuangnya?membuang segalanya”

mei menghela nafas panjang.

“soal itu…”

“tak usah di jelaskan, itu hanya masa lalu yang tak lebih dari sampah sekarang bagiku. Bukankah kau yang meninggalkanku lebih dulu?”

“yesung”panggil mei sambil menahan tangisnya.

“jangan memanggilku, anggap lah kau tak pernah mengenalku”

airmata mei tak tertahankan lagi. Seraya yesung meninggalkannya mei terjatuh, mei menangis sambil memegang dadanya yang begitu sakit ia rasa.

‘ini salahmu, kau yang meninggalkannya mengapa kau harus seperti ini?’

air hujan turun membasahi bumi tak membuat mei beranjak dari tempatnya. Ia masih menyesali apa yang telah di buatnya dulu.

*flashback

di bandara saat mei akan ke newyork. Yesung baru tiba untuk menyusul mei, saat di rumah mei satpamnya berkata bahwa mei baru saja kebandara, dengan segara yesung berlari kembali menuju bandara. Saat yesung menelpon mei, mei sama sekali tak meresponnya.

Pesan masuk di ponsel mei’setidaknya beri aku kepastian?ku mohon angkatlah’

mei mengangkatnya, yesung belum berkata apapun.

“kepastian? Lupakan aku! Lupakan semua yang terjadi. Anggap lah semuanya hanya sampah semata. Hanya sampah!”

mei lalu menutup telponnya tanpa membiarkan yesung berkata apapun.

*sekarang

mei telah basah kuyup dengan guyuran hujan.

“kak meiii…”

“miri?”

“bukan kak aku mei, mei adikmu?”

“mei”

mei tiba-tiba tak sadarkan diri.

“eonni, eonni~ya, eonniiii”

karna panik mei-cilik melemparkan payungnya dan berteriak meminta pertolongan.

Beberapa lama onew pun datang dan segera membawa kerumah sakit.

“ibu, apakah bibi cantik akan baik-baik saja?”ucap lauren.

“tentu saja lauren sayang, bibi pasti akan segera sadar”

“mei, pulanglah untuk ganti baju dulu. Bajumu basah kau bisa masuk angin nantinya”ucap sulli.

Mei-cilik menggelengkan kepalanya.

“ayah pasti marah padaku, aku takkan pergi sampai eonni sadar”

sulli menghela nafasnya dan mengajak mei-cilik beserta anaknya untuk duduk.

*esok harinya

mei belum juga sadarkan diri. Dokter datang untuk memeriksa keadaan mei.

“apa dia baik-baik saja?”tanya onew.

“kapan dia akan sadar?”tanya mei-cilik.

“dia baik-baik saja, tapi emosinya begitu tinggi sehingga membuat tubuhnya menjadi lemah. Apa dia punya masalah?kurasa ia sedang frustasi ringan saja. Sebentar lagi dia pasti akan segera sadar. Jika memang dia ada masalah ku harap dapat membantunya menyelesaikannya segera.”

“terima kasih dokter”ucap onew dan mei-cilik.

“maaff, maafkan aku”ucap mei tak sadarkan diri dengan airmata yang mengalir.

Beberapa hari dirawat di rumah sakit mei tak ingin makan bahkan sejak sadar mei tak pernah berkata apapun selain kata maaf.

Mei-cilik selalu mengajaknya bicara tapi yang terjadi mei hanya terus saja menangis dan mengucapkan kata maaf berulangkali. Ayah mei pun tak sanggup lagi melihat keadaan mei seperti ini. Karna kesal mei-cilik pun keluar dari ruangan.

“aku rasa ini pasti karna yesung oppa”ucap mei-cilik dengan wajah kesal.

“yesung?”tanya onew.

“jaga eonniaku akan segara kembali”

onew mengangguk”hm, tentu saja”

Mei-cilik berlari menuju kantor yesung.

“nona, di dalam sedang ada meeting”ucap salah seorang di ruang sekertaris, mei-cilik tak mempedulikannya dan malah masuk keruangan yesung.

“aku ingin bicara, ini penting”

semua client terkejut dengan kehadiran mei-cilik yang secara tiba-tiba.

“kita bicarakan di rumah saja nanti sekarang aku sedang rapat”

“apa rapat lebih penting daripada perasaan eonni? Mei eonni sekarang di rumah sakit, oppa tau kenapa? Semuanya karna oppa terlalu egois dengan diri oppa sendiri”ucap mei-cilik dengan mata berkaca-kaca dan penuh emosi.

“bukankah itu istri direktur”salah seseorang berbisik pada sekertaris yesung.

“pergi lah, kita bicarakan saja nanti di rumah, sekertaris, antarkan nona keluar”

“aku tidak mau, lepaskan! Aku belum selesai bicara. Aku tau oppa juga tersiksa dengan semua ini, aku tau kalau oppa masih tak bisa malupakan mei eonni. Kak mei juga tersiksa oppa, eonnii…”

“diaaaaaaaaaaaaam”teriak yesung dan menarik mei-cilik keluar.

“lepaskan!”

yesung terdiam.

“oppa masih…”

“oppa tak ingin membahasnya, oppa tak mengenalnya”

“oppa…sekarang bukan saatnya oppa mau bersikap keras kepala. Jujur lah itu lebih baik! Aku tau oppa juga selama ini sangat merindukannya”ucap mei-cilik dengan suara bergetar dan airmata yang membasahi pipinya.

Yesung malah meninggalkannya begitu saja.

“kak mei hampir gila kak! Dia bahkan tak mau bicara denganku adiknya sendiri. Oppa tau sejak aku tau bahwa dia eonniku aku tak hentinya berharap dapat bertemu dengannya tapi waktu bertemu ia hanya diam dan menangis sepanjang hari dan hanya memegangi kotak musik itu”ucap mei terjatuh kelantai dengan airmata yang tak hentinya jatuh.

Yesung menghentikan langkahnya tapi kemudian malah meninggalkan mei-cilik sendirin.

“kak kumohon temuilah kak mei”ucap mei-cilik terus menerus.

“oppa….”tambah mei-cilik.

Mei-cilik terus memanggil yesung. Yesung semakin tak peduli. Mei-cilik masih saja menangis di kantor yesung.

Sedangkan Mei saat sadar hanya berdiam diri didepan jendela dengan kotak musik yang terbuka. Onew hanya mengawasinya dari jauh, ia bahkan tak pernah meninggalkan mei.

“mei, cepatlah sembuh. Jika kau sembuh kita akan pergi ke kebun binatang bersama”ucap onew.

Airmata mei jatuh.

Karena kelelahan onew tertidur di sofa , saat itu mei keluar dari rumah sakit dengan mencabut infusannya. Duduk sebentar di taman rumah sakit setelah merasa lebih baik mei kembali berjalan ke taman dekat sekolahnya. Sekarang mei telah duduk di teras rumahnya dulu, seseorang menghampirinya.

“sedang apa anak paman ada disini?”

“pamanjason?”

“aku dengar kau sedang sakit jadi paman berfikir akan menjengukmu terlebih dahulu di rumah sakit sebelum kembali kedesa tapi tak taunya kita bertemu disini”

mei menyandarkan diri ke paman jason yang duduk di sebelahnya.

“bagaimana keadaanmu?”

“jangan khawatirkan aku, aku sudah keluar dari rumah sakit, aku baikbaik saja. Aku hanya merindukan rumah ini”

“baiklah”

setelah beberapa saat paman jason segera pergi. Ia berharap mei bisa istirahat sementara di rumah ini dulu dan jangan kemana-mana. Sementara di rumah sakit semua orang sibuk mencari-cari mei.

Saat sore hari mei duduk di pinggir pantai hendak melihat matahari terbenam. Seseorang duduk disampingnya.

“yesung, mengapa khayalan ini seperti sangat nyata”ucapnya memegang pipi yesung.

Ia tersenyum.

“maafkan aku, aku menyesali semuanya. Aku tak tau mengapa jika didepanmu aku susah untuk mengatakan yang sebenarnya. Yesung maafkan aku. Andai ini bukan halusinasiku”ucap mei dengan wajah pucat.

“yesung~a”

“yesung~a”

Mei terus saja memanggilnya.

“ini nyata. Sekarang kau mengatakannya. Maafkan aku”ucap yesung yang nyata adanya.

Mei terkejut, airmatanya tak hentinya terjatuh begitu saja.

Ternyata setelah melihat mei paman jason tak yakin mei sudah sembuh ia lalu menghubungi yesung agar melihat mei di rumah lamanya. Paman jason sangat khwatir namun ia harus segera kembali ke desa segera.

Mei tak hentinya memanggil nama yesung.

“yesung~a… Yesung~a… Yesung~a”

“iya ini aku”ucap yesung menahan tangis.

Mei berdiri dan sekali lagi bertanya.

“apa kau nyata?apa ini jerapaku yg ku rindukan selama ini?”

yesung hanya terdiam menahan segala kesedihannya.

“bolehkah aku merasakan pelukanmu lagi?ku mohon”pinta mei.

Tanpa berkata yesung mendekati mei dan memeluknya dengan erat.

“maaf maaf maafkan aku”

“berhentilah meminta maaf, aku sudah bosan mendengarnya”

mei semakin memeluk yesung dengan erat.

“bisa kah kau mengatakan kata yang lainnya?”

“apa?”

yesung melepaskan pelukannya. Tapi mei enggan melepaskannya.

“ku mohon, sebentar lagi. Aku merindukanmu”

yesung tersenyum lebar.

“apa ada kata lain?”

mei hanya diam dan memeluk yesung. Yesung memaksa melepaskan pelukannya.

“mei , saranghae”

airmata mei malah tambah deras mengalir.

“tak bisa ka kau memelukku lagi? Airmataku hampir habis”

mei kembali memeluk yesung beberapa saat. Sementara onew dan mei-cilik yang panik mencari mei, tersenyum dari jauh melihat mei dan yesung.

“hah, ini begitu mengharukan”ucap mei-cilik.

Yesung hanya tersenyum dan memeluk mei dari samping.

“sampai kapan kau akan memelukku?”

“diamlah, dan memelukku saja sampai energy ku terisi penuh”

yesung hanya menurut dan diam.

“tetaplah di sampingku meski aku menyuruhmu pergi, meskipun aku marah , meskipun aku memaksa tetaplah disampingku teamani sampai aku tua, tetaplah disampingku menghapus airmataku, tetaplah disisiku untuk memelukku setiap saat. tetaplah disampingku untuk terus memelukku mengisi energy tubuhku, tetaplah disini. Aku juga sangat sangat mencintamu”

“jika aku menjawab tidak?”

“aku tak peduli! Aku hanya ingin kau ada memelukku saat aku kehabisan energy bahkan tetaplah bersamaku sampai energy ku benar-benar tak bisa terisi lagi”ucap mei yang membuat yesung benar-benar takjub.

“apa artinya kau melamarku? tapi aku sudah menikah”

mei melepaskan pelukannya dengan wajah masam mei menghembuskan nafasnya.

“aku tetap tidak peduli. Apapun katamu!”ucapnya dan kembali memeluk yesung hingga matahari benar-benar tenggelam.

Mata mei-cilik berkaca-kaca melihat kebahagian kakaknya.

Sulli yang saat itu baru datang pun langsung mengendong lauren dan mengandeng onew dan saling tersenyum.

*mei-cilik

ketika melihat orang yang sedang berbahagia entah mengapa hati inipun begitu sangatlah damai.

*onew

aku tau bahwa cinta sejatimu sebenarnya bukanlah aku. Ketulusannya la yang mengantarkanmu pada cinta sejatimu yang sesungguhnya.

*sulli

jika aku pernah mengharapkannya, maka itu adalah jalan yang Tuhan takdirkan untuk bertemu dengan onew. Onew yang selalu ada untukku.

*yesung

aku tau bahwa perasaanku mungkin di tolak begitu saja, aku telah berusaha semampuku untuk pergi tapi kenyataannya aku tetap saja ada disini. Tak pernah sedikit pun beranjak dari kenangan itu, tak pernah.

*mei

Sekuat apapun aku telah berusaha menghindar dan pergi namun takdir tetaplah mengiringi langkahku untuk kembali dan bersamamu disini. aku tak menyangka aku bisa mengatakannya. Aku juga masih merasa bahwa aku ada di alam bawah sadarku. Aku sama sekali tak percaya kata itu keluar dari bibirku “aku mencintaimu yesung aku mencintaimu tetaplah bersamaku”

“lalu kapan kau akan mengenalkannya pada appa” sahut ayah mei yang berjalan mendekat  bersama ibu mei.

“appa..”panggil mei dengan wajah memerah melepaskan pelukan yesung.

“annyeong haseyo, ajusshi. Annyeong haseyo ajumha”

“annyeong”

“masih memanggil seperti itu? Kau tak mau memanggil kami ayah dan ibu?”

Semua tertawa mendengar ucapan ibu mei. Yesung merangkul mei yang ada di sampingnya sambil tersenyum satu sama lain.

~selesai~

*prok-prok gimana endingnya ? ngecewain ya? hoooaks :O berharap reader senang dengan ending ini 😀

pengen di panjangin sih namun.. udah nguras habis ide di otak author 😦 asal tau aja FF ini adalah FF yang pertama author buat dan menghabiskan waktu author sampai setahun . *WOOOW* ini FF udah lama sebenarnya 😀

dan ide yang ada seharusnya jadi 5 FF namun author gabungin jadi satu dan jadilah ini 😀 FF yang penuh warna . hahah *pede*

komentarnya di tunggu 😀

9 thoughts on “Hug Me Again! Chap 7(end)

  1. ye!! Akhirnya yesung sama mei juga! *prok prok*. Akhirnya happy ending deh. Rupanya
    sih mei nyadar juga kalo dya mencintai yesung.oya thor,maksud kata sehaonew itu apa sih?

  2. Akhirnya mei dan yesung bersama… Ceritanya mengharukan sekali. Kirain yesung dgn mei kecil bnr2 sdh menikah ternyata blm. Mrka koq bisa dibilang menikah sich, knp ya? Tp part ini alurnya kecepatan.dibuat after storynya ya.

  3. sumpah sempet sedih bareng Mei
    begitu liat Yesung sudah menikah……

    hhhuhhhh…………………

    untung happy ending…………….
    kl gak………..hampir aja Yesung
    maw tak bawa balik pulang kerumah ku……………..WWWewwkkkkk

Leave a Reply to awsomeoneim Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s