[FF Freelance] Our Target (Part 2)

Title                             : Our Target!

Main Cast                    : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Sub Cast                      : Find by Yourself ^^

Genre                          : Horor-Romance

Length                         : Sequel (Part 2)

Summary                     : When a plan changer for some reason…

And.. this story full My imagination. Hope you like it! ^o^

Previous part: Part 1

***

Dua minggu sudah terlalui. Krystal, maupun Sulli masih terus berusaha menemukan cara untuk mendapatkan informasi tentang dua namja tampan yang saat ini, menjadi idola nomor satu para siswi-siswi di hannyang School sejak kedatangan mereka beberapa minggu yang lalu. Sulli yang ditugaskan untuk mencari informasi tentang Lee Taemin, kesulitan mendapatkannya karena setiap ia ingin menggunakan langkah biasanya, untuk mendekati namja dengan pura-pura terjatuh di depannya, selalu gagal.  setiap ia pura-pura terjatuh bukannya, lee taemin yang menangkapnya malah siswa lain, bahkan security pun pernah menangkapnya. Begitu memalukkan. Hal setelahnya yang ia tau, lee taemin akan dikerubungi siswi-siswi lain pada detik berikutnya.

Sementara, siswi yang bernama Krystal Jung yang tengah mendapat tugas untuk mencari informasi tentang namja satunya lagi, yang bernama Kim Jongin. Lebih lebih mendapatkan banyak kesulitan. Namja itu terlalu dingin, dan sangat berbeda dengan Lee Taemin…ketika, sekelompok siswi berniat mengerubunginya ia, akan mengeluarkan tatapan tajam yang mematikkan untuk menghentikkan kelanjutan aktifitas fans-nya itu. dan seakan terhipnotis, para siswi-siswi itu bagai terhipnotis, otomatis menjauhi Jongin. Tapi, bukan berarti para fans itu menjadi benci pada namja itu karena ia tak ingin di dekati, malahan itu membuat para fansnya itu semakin tergila-gila dan mencoba mencuri pandang ketika, Jongin melintas. Hal itu, membuat penglihatan Krystal sedikit aneh… jika Namja itu tidak ingin di dekati lalu, bagaimana ia bisa mendapatkan informasi? Dan kenapa… namja itu terlihat menghindari yeoja-yeoja yang mengejarnya itu? bahkan, ia kadang terlihat menjauhi semua manusia yang secara langsung maupun tidak, ketika berjalan melewatinya. Wajahnya berubah pucat pasi, begitu mudah.

Hal ini semakin membuat, kedua yeoja itu penasaran terhadap kedua namja  yang tidak diketahui asal-usulnya itu.

“Sulli… apa kau mendapatkan sesuatu?” tanya Krystal saat mendapati Sulli berada di ruang mading. Sulli menggeleng, sebelum menjawab “hanya ini. Luka di lututku yang baru! Berkali-kali aku mencoba cara-caraku, selalu saja gagal! Lee Taemin memiliki terlalu banyak fans hingga, ia tak pernah melihatku benar-benar secara langsung terjatuh di depannya! Dan bodohnya, hari ini aku benar-benar terjatuh!”

Krystal tertawa geli melihat reaksi khas Sulli yang muncul setiap yeoja itu kesal. “Yaa! Jangan menertawakanku! Memangnya Kau sudah berhasil mendapatkan sesuatu tentang Jongin?!!”

Pertanyaan Sulli seperti, senjata makan tuan pada Krystal. Ia baru sadar, bahwa ia juga gagal mendapatkan informasi itu. Krystal terdiam beberapa saat, dan kali ini giliran Sulli yang tertawa geli melihat sahabatnya berwajah serupa dengannya tadi. “Namja itu begitu dingin, dan sangat aneh! Aku tidak mengerti, kenapa para yeoja menurut sekali ketika, mata mereka bertemu dengan tatapan tajam milik Jongin?! Dan namja itu… terlihat seperti menghindari semua interaksi yang ada!” jawab Krystal.

“…mmm..kenapa tugas ini menjadi begitu sulit ya? Bukankah, tugas ini seharusnya sangat mudah bagi kita yang terbilang popular di sekolah?!” tanya Sulli bingung.

“Kau benar! Mm..a-apa kita menjadi stalker mereka saja?!!!” usul Krystal.

“t-tapi bagaimana caranya, Krys?”

“Kita hanya perlu mengikuti mereka kemanapun mereka bergerak, dan jika suatu moment yang pas terjadi maka, kau bisa menggunakan caramu yang pura-pura terjatuh itu dengan mudah! Sedangkan aku… aku akan menunggu sampai Jongin benar-benar sendiri untuk bertanya secara langsung padanya! Bagaimana?”

“SETUJU! Baiklah, kita mulai ide ini besok pagi! Bagaimana?” tanya Sulli

“okay!”

****

Tommorow

Krystal berusaha mengikuti kemana arah sosok Kim Jongin berjalan. Entah kenapa, langkah namja yang menjadi incarannya itu, terasa begitu cepat..bahkan lebih cepat dari kecepatan manusia berjalan pada biasanya. Baru saja, Krystal menuntun dua langkah kakinya untuk mengikuti namja itu diam-diam, tiba-tiba dalam sekejap namja itu sudah berada jauh darinya. Padahal, posisi namja itu tadi sangat dekat dan mudah dijangkau hanya dalam dua langkah. Kejadian itu terulang dan selalu terulang. Alhasil, dalam seminggu Krystal tak mendapatkan informasi apa-apa tentang Jongin. Ia hanya tau, bahwa langkah namja itu begitu cepat.

Sementara Sulli, masih sibuk menebar pesonanya jikalau Lee Taemin hendak berjalan melewatinya. Ia selalu, mempersembahkan senyum termanisnya ketika namja yang menjadikannya STALKER itu hendak menyapanya,

“Waeyo?” tanya Taemin sembari tersenyum pada Sulli. Membalas senyuman manis yang, berulang kali diberikan Sulli.

“eh?”

“kenapa kau selalu tersenyum  sendiri? K-kau tidak gila kan?” tanya Taemin lagi memastikkan. Wajah Sulli berubah garang saat, pernyataan Taemin perlahan-lahan mulai diresapinya setelah sadar, dari angan-angannya tentang paras Taemin yang begitu memikat.

“Mwo?!..A-Aniya!” sanggah Sulli. Wajahnya masih terbalut penuh kekesalan karena, Taemin mengiranya gila.

“arraso~” seru Taemin, berniat kembali melangkah pergi tiba-tiba saja, sebuah tangan halus menggapai pergelangan tangan milik Taemin.

‘eh? Dingin sekali tangannya!’ *batin Sulli

“Wae?” tanya Taemin lagi sembari melihat pergelangan tangannya, masih digenggam erat oleh Sulli. Secepat mungkin, Sulli melepaskannya sebelum berkata, “b-bisakah kau membantuku?” tanya Sulli.

“membantumu? Ah…mianhae, hari ini aku terlalu sibuk jadi kurasa aku tidak bisa-“

“bagaimana kalau besok? Aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh? B-bisakah?!” tanya Sulli lagi, kali ini nadanya lebih terdengar seperti meminta atau mungkin, memaksa. Taemin terlihat berfikir sejenak. Bagaimanapun juga, sifatnya jauh lebih sopan dibanding dengan sahabatnya yang bernama Jongin. Ia lebih santai dan akrab bila bergaul dengan teman-teman disekolahnya. Tidak seperti Jongin, yang selalu menghindar dan bersembunyi, ketika orang-orang ingin berkenalan dengannya.

“maaf, tapi aku benar-benar tidak bisa! Sekali lagi, maaf aku harus pergi. Annyeong!” seru Taemin seperti orang yang terburu-buru saat meninggalkan Sulli.

Sulli hanya mendesah pelan ketika, melihat sosok Taemin menghilang dengan cepat dari hadapannya. Dirabanya, telapak tangan yang sempat tersapu oleh dinginnya kulit pergelangan tangan namja tadi.

“kenapa…Kulitnya begitu dingin?” ,gumam Sulli kebingungan

***

First Impression :

He has a QUICK STEP– Krystal against Jongin

His Skin so COLDSulli against Taemin

“Krystal, ketua mading memberi deadline pada kita sampai minggu depan!” seru Sulli menyampaikan saat, mendapati temannya terduduk sendirian di kantin.

“Mwo?! Next week?!!! Sementara, kita belum mendapatkan informasi apapun tentang namja-namja pindahan itu!” protes Krystal.

“mmm… lebih baik hari ini kita lebih bekerja keras, aku sudah tidak perduli jika ketahuan! Lebih baik, aku mendapatkan informasi itu dan mendapat malu daripada, kehilangan jabatanku sebagai pencari informasi terhandal di mading sekolah!” Seru Sulli menjelaskan. Krystal yang mendengarnya hanya mendesah pelan, seakan tugas kali ini lebih berat daripada tugas yang pernah ia jalani.

Bayangkan saja, hanya dua langkah ia berjalan mendekati namja bernama Jongin itu…tiba-tiba saja sosok namja itu menghilang seketika. Padahal, baru sedetik yang lalu namja itu berada di depannya.

“kau kenapa? Tanya Sulli saat, melihat temannya termenung seakan frustasi sendiri.

“ah…a-aniya! Baiklah selamat bekerja! Semoga saja hari ini…lebih baik dari kemarin~” jawab Krystal menyembunyikan wajah lesu-nya dibalik senyuman yang terkesan memaksa. Sulli, hanya tersenyum membalas jawaban Krystal barusan.

“de…hwaiting!”

***

Beberapa Jam selanjutnya, Krystal kembali mencari keberadaan sosok Jongin berada. Dengan membawa sebuah camera dan buku beserta bolpoint miliknya, ia terus berkelana ke seluruh penjuru gedung sekolah. Langkahnya terhenti ketika, mendapati sosok yang ia cari-cari berada di coridoor ,menatap tajam pada keheningan, sembari mendengarkan music yang terlihat karna namja itu mengenakan headset ditelinganya.

CKLIK~!

Beberapa kali Krystal berhasil mengambil gambar dari sosok namja yang sangat sulit, ia cari informasinya itu. kamera Krystal ibarat seperti, sebuah magnet. Gerakan sekecil apapun yang di tonjolkan Jongin membuat tangannya bergerak, secara otomatis menge-klik tombol pada kameranya untuk mengambil gambar.

Saat mata Krystal menyorot ke arah penglihatan di kamera pada detik berikutnya, tiba-tiba saja ia tersentak kaget mendapati Jongin menatapnya Tajam dan sudah berada tepat di depan kameranya.

“Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau terus mengikutiku?!!” tanya Jongin mendelik tajam kea rah Krystal yang masih tergagap dan ketakutan di tempatnya semula. Jongin melangkah maju, perlahan mendekati Krystal. Sementara Krystal, mengambil langkah mundur untuk menjauhi Jongin.

“a-aku…” gumam Krystal pelan. Suaranya tercekat. Masih berusaha melangkah mundur, sementara Jongin sebaliknya. Padangan namja itu masih mengeras, menatap sosok Krystal seakan makanan yang siap ia santap, bibir Jongin mengatup rapat dan terdengar gretakan gigi seperti, seseorang yang tengah menahan sesuatu.

“J-jongin…k-kembalikan…k-kameraku!” pinta Krystal, berusaha memberanikan diri

Jongin hanya mempersembahkan seringai evilnya, usai mendengar permintaan Krystal. “Benda ini?” tanya Jongin memastikkan sembari memperlihatkan benda yang berhasil ia curi dari tangan Krystal dalam sekejap.

Krystal mengangguk pelan, sebelum akhirnya menghentikkan langkah nya untuk menjauhi namja itu. “kau sudah berani lancang padaku, YEOJA! Ku rasa tidak ada alasan untuk mengembalikan barang rongsokan ini!” ketus Jongin

Krystal menaikan sebelah alisnya, usai mendengar ucapan Jongin barusan. “Barang Rongsokan?! Tidak bisa kau lihat, kameraku masih bagus dan-“

BRAKK!!!

Mata Krystal membelalak seketika saat melihat, Jongin dengan kasar dan kejinya membanting kamera Krystal ke lantai hingga hancur berantakan. “sekarang kau bisa lihat, barang ini…memang sudah rongsokan bukan?!” seru Jongin sebelum pergi meninggalkan Krystal yang masih, shock melihat Kamera kesayangannya di rusak.

“k-kameraku…?… kameraku!” gumamnya, sembari menyentuh serpihan-serpihan bagian kameranya yang rusak dilantai.

***

Bel sekolah berbunyi pada detik berikutnya, menandakan pergantian pelajaran akan segera di lakukan. Sulli yang, sedang mengamati perilaku namja yang menjadi sasarannya itu perlahan mulai bangkit dan menghampiri sang namja sesaat setelah, melihat gerombolan murid-murid perempuan selesai mengobrol dengan sang namja yang notabenenya kini, menjadi idola di sekolah.

“Taemin!” panggil Sulli pelan. Taemin menoleh ke arah yeoja yang memanggilnya itu.

“hm?” sahutnya dengan berdehem pelan.

“aku membuatkan ini untukmu! Semoga kau suka!” seru Sulli, sembari memperlihatkan sebuah kotak makanan untuk diberikan pada Taemin. “untuk-ku?” tanya Taemin memastikkan usai melihat, apa yang sulli berikan padanya.

Sulli mengangguk pelan. “aku membuatnya sendiri” ucapnya lagi disertai dengan senyuman.
“ya..baiklah! gomawo Sulli-aay~” balas Taemin dengan senyuman khas miliknya.  “kau harus mencobanya, Taemin…aku khusus membuatkannya untukmu! Aku tau, kau sangat menyukai buah-buahan bukan? maka aku membuatkan, makanan yang dicampuri salad didalamnya…” jelas Sulli, bersemangat meminta Taemin memakannya saat ini juga.

“ya, baiklah!” seru Taemin setuju. Detik selanjutnya, ia memakan makanan yang berada di dalam kotak yang diberikan Sulli. Di santapnya dengan lahap, lalu..

Arghhh!

 

Terdengar suara geraman yang keluar dari bibir Taemin. Namja itu, segera menggeretakkan giginya dan menyembunyikan matanya dari Sulli. Ia seperti menahan sakit, usai memakan makanan itu.

“T-taemin?…k-kau kenapa?!” tanya Sulli cemas.

“a-apa yang KAU buat?…” balas Taemin bertanya, “Apa yang Kau campurkan ke dalam makanan ini?!!”

“Hanya campuran sari buah-buahan dan sedikit bawang putih-“

“Bawang Putih?!!” seru Taemin memastikkan. Sulli mengangguk pelan, sisi lain tubuhnya menjadi sedikit takut saat melihat keadaan Taemin yang terkesan akan memangsanya hidup-hidup. “a-aku tidak bisa memakannya! Aku alergi bawang putih! M-maaf, aku harus keluar! Permisi!” seru Taemin lagi, meninggalkan Sulli yang masih menganga, tak mengerti apa sebenarnya yang salah.

“bawang putih?… a-aneh sekali namja itu!” *gumam Sulli

***

#KrystalPov

Ku layangkan pandangan mematikanku saat, melihat KIM JONGIN berjalan keluar dari kelas. Namja itu, bukan saja telah merusak kameraku, tapi…ia juga telah membuatku marah karena lagaknya yang sok ketampanan! (memang tampan sih)

Sok dibutuhkan!! (eum…memang di butuhkan juga, karena itulah aku membutuhkan informasinya)

TAPI, TIDAK dengan sengaja merusakkan kameraku. Dia benar-benar telah membuatku marah. Aku benar-benar merasa namja itu keterlaluan.

“KIM JONGIN!” Panggilku, saat melirik sosok namja itu di dalam coridoor gelap. Ia menghentikkan langkahnya lalu, menoleh kearah ku pada detik berikutnya.

*SLAAAAAP!

Saat itu juga, ku layangkan sebuah tamparan kearah wajahnya. Lebih tepatnya, pipi namja itu. ‘dingin’

Adalah, kesan pertama ketika aku menampar hamparan kulit di pipinya.

“K-KAU! BERANI SEKALI MENAMPARKU!!” bentaknya yang kemudian, membuatku tersadar dari lamunan karena memikirkan kulitnya yang dingin itu.

“ITU UNTUK KAMERAKU!!” balasku membentak. Lalu ku layangkan sebuah tamparan lagi di sisi lain pipinya,

Slaaaap~!

“dan ini…UNTUK KESOMBONGANMU!!” ,Ketusku. Wajahnya kini mengeras, memandangku lebih tajam dari tatapan yang biasanya ia tunjukan. Ia melangkahkan kakinya, bergerak maju mendekatiku pada detik yang tak terduga cepatnya. Seringai evil memenuhi parasn tampannya. Tapi jika begini… ia jauh lebih menakutkan!

BRAKKK!!!

Dihentakkannya tubuhku ke dinding dengan kasar. Secepat itu kusadari, ia mengepungku dengan mendekatkan tubuhnya lekat-lekat. Tangan kanannya kini berada di atas kepalaku menyandar pada dinding yang membuatku tak bisa bergerak mundur untuk menjauh darinya.

“Jangan…membuatku…Marah…KRYSTAL JUNG!!” serunya memperingati.

Ada yang berbeda darinya ketika, menatapku. Emosi jelas terpancar dari wajahnya yang tampan. Tapi…bola matanya… pertama kalinya ku lihat bola matanya berubah menjadi abu-abu. Padahal waktu itu, … aku jelas sekali mengetahui bahwa matanya berwarna cokelat. T-tapi kenapa ini…

“JANGAN MENGIKUTIKU LAGI!! JIKA TIDAK, KAU AKAN MENYESAL!!” bentaknya, sembari meninju dinding yang berada dibelakangku, memberiku pertanda bahwa ia tidak main-main dengan ancamannya.

Ku rasakan, jantung dan nadiku kembali berdetak saat menyadari sosok namja itu melangkah pergi menjauhiku. Ku hempaskan nafas-ku dalam-dalam, melega karena kejadian tadi tidak berangsur lama. Meskipun namja itu sangat tampan, tapi tak ku pungkiri wajah dan perilakunya nya ketika sedang marah benar-benar membuatku takut padanya. Ketakutan itu seperti sebuah, pisau yang siap menghujam jantungku kapanpun ia mau.

Dan aku…hanya bisa pasrah jika, kematianku datang terlampau cepat karenanya.

Segera setelah sosok Jongin menghilang, aku bersigap meninggalkan tempat itu sebelum Jongin berbalik dan berubah fikiran dengan berkeinginan membunuhku. Ahhh~! Lebih baik cepat pergi!

Tapi tiba-tiba…sebuah pemandangan menahanku untuk tinggal sebentar lagi sebelum aku, sempat melangkah  pergi meski hanya selangkah. Aku melihat, dinding yang tadi sempat menerima tinjuan dari Kim Jongin saat amarahnya naik karenaku.

b-bukankah seharusnya, tinju sekeras itu pada dinding…dapat membuat tangan-nya berdarah?

t-tapi kenapa…

malah bagian dinding ini yang hancur?!!

***

Second Impression:

His doesn’t like GARLICSulli against Taemin

He has the eyeball that can CHANGE COLOUR, and a very STRONG FORCE – Krystal against Jongin

TBC

 

35 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 2)

  1. Helloo.. Aku reader baru disini. Ini juga ff pertama yang aku baca disini. Aku cuma mau nge-kritik sedikit disini. Aku agak bingung bacanya, soalnya penempatan tanda koma-nya gak pas. Jadi tolong kalo bikin ff lagi, tolong diliat dulu penempatan tanda bacanya udah pas belom.. Gomawo ne~

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s