Dreadful Scandal [Part 2]

Dreadful Scandal

Title : Dreadful Scandal

Author : RettaVIP

Length : Chapter

Rating : T

Genre : Romance, Drama

Main Character : G-Dragon (Bigbang) & CL (2NE1)

Side Character : The rest of Bigbang and 2NE1 members & the whole YG Family members

Previous Chapter : Part 1

CL’s POV

 

“Jiyong, lepaskan dia !” teriak seorang pria dari belakangku. Aku ingin menoleh untuk melihat siapa yang datang, tapi cengkeraman Jiyong terlalu kuat. Dia masih memperlakukanku dengan kasar, menciumku dengan paksa. Aku sudah tidak tahan lagi. Air mataku menetes dengan deras. Sakit sekali. Perasaan ini. Seorang teman yang sangat dekat dan sangat berarti bagiku, berubah menjadi orang yang sama sekali beda hanya karena beberapa teguk alkohol. Hatiku dipenuhi kekecewaan.

Aku mendengar langkah penolongku – yang tadi berteriak – semakin mendekat ke arahku. Ia menarik tubuh Jiyong dengan paksa, sehingga cengkeraman Jiyong padaku terlepas. Aku dapat melihat wajah penolongku sekarang, yang tak lain adalah Teddy dan TOP. Teddy adalah produser kami, 2NE1. Hubunganku dengannya sangat dekat. Aku terharu melihatnya menolongku. Begitu juga dengan TOP. Aku baru saja berkenalan dengannya beberapa minggu lalu, tapi dia sekarang menolongku dari temannya sendiri, Jiyong. TOP mempercayaiku. Air mataku kembali menetes, tak berhenti.

“Jiyong, sadarlah! Hentikan! Kelakuanmu menyakitinya !” teriak Teddy, memegang erat kedua lengan Jiyong, memastikan ia tidak kembali menjadi liar lagi. Tetapi Teddy tak cukup kuat, dengan beberapa sentakan dari Jiyong, genggaman Teddy padanya terlepas. Jiyong mengerahkan seluruh tenaganya dan memukul Teddy sampai ia terjengkang. Aku menutup mulutku, tidak tega melihat sahabatku dipukul.

Raut muka TOP berubah marah. Ia mendatangi Jiyong dengan tangan mengepal. “Jiyong, kali ini kau keterlaluan.” kata TOP sebelum dia memukul Jiyong beberapa kali hingga ia terjatuh dan berteriak kesakitan. Kali ini Teddy memegang dan mengunci kedua tangan Jiyong kuat-kuat dengan tangannya, jauh lebih kuat dari yang ia lakukan tadi. Wajah Teddy lebam. Rasa bersalah menaungiku. Aku yang menyebabkan semua ini. Andai aku tadi tidak mendatangi Jiyong.

Teddy terlihat kewalahan. Di saat yang tepat, Seungri tiba-tiba datang. Matanya terbuka lebar ketika melihat kejadian di depannya, di antara kaget dan tidak percaya. Dia mematung begitu saja.

“Seungri, bantu Teddy Hyung! Bawa dia keluar!” seru TOP pada Seungri.

Mendengar perintah dari TOP, tanpa bertanya lagi dia langsung menurutinya. Seungri memegang tangan Jiyong dengan kuat, menariknya keluar dari club. Teddy mendorong Jiyong dari belakang, membantuk Seungri mengatasi Jiyong yang memberontak dengan hebat. Keadaan menjadi sunyi dan damai tiba-tiba. Di depan pintu masuk club hanya tinggal aku dan TOP.

Setelah menyadari keributan telah usai, lututku menjadi lemas, aku jatuh terduduk. TOP tergesa-gesa berjalan ke arahku, sepertinya ia mengkhawatirkan keadaanku. Bagaikan seseorang yang menerima berita buruk terdahsyat, tangisanku pecah. Aku menangis meraung-raung. Kenyataan begitu pedas, Jiyong memberikan luka yang sangat dalam kepadaku. Tak bisa dipungkiri, aku merasa dilecehkan oleh teman yang sangat kucintai.

TOP duduk di sebelahku, ia menarikku ke dalam pelukannya, mengelus rambutku dengan penuh kasih sayang. Aku bisa merasakan ketulusannya. Air mataku membasahi bajunya, tapi ia tidak peduli. Sepertinya TOP sangat mengerti bagaimana perasaanku, betapa kacaunya perasaanku saat ini.

“Tidak apa-apa, Chaerin. Semuanya akan kembali seperti semula. Kejadian ini anggap saja tidak pernah ada. Aku akan selalu melindungimu Chaerin.” kata TOP dengan lembut. Ia membiarkan wajahku tenggelam di bajunya. Aku tau, ia berusaha membuatku mengeluarkan semua kesedihanku dan melupakan semuanya setelah tangisanku berakhir.

Terimakasih TOP Oppa…

 

GD’s POV

Aku terbangun dengan kepalaku yang tiba-tiba menjadi sangat berat. Aku berusaha membuka mataku. Ugh, pusing sekali. Di mana ini? Di kamarku? Seingatku kemarin malam aku masih di club. Kenapa sekarang aku sudah di kamar?

Aku berusaha mengangkat badanku untuk duduk. Ah, sakit sekali. Badanku sakit semua seperti habis dihantam truk. Ketika aku mengernyit kesakitan, wajahku pun terasa sangat sakit pula. Aku mengambil kaca di laci meja sebelah kasurku, penasaran dengan apa yang terjadi pada wajahku yang mendadak menjadi sakit.

Bagaikan tersengat listrik, aku tersentak kaget. Apa yang terjadi pada wajahku? Lebam di mana-mana, bekas luka, memar, dan parahnya, aku hampir tak mengenali mukaku sendiri. Siapapun, tolong jelaskan apa yang terjadi padaku!

Seperti menjawab panggilanku, TOP memasuki kamarku, membawa sesuatu – mungkin koran. Aku bertanya padanya, “Hyung, apa yang terjadi?”

“Lihat sendiri. Aku kecewa denganmu Jiyong. Nanti aku jelaskan lebih lanjut setelah kau selesai membaca.” kata TOP, menyerahkan koran yang dibawanya itu lalu duduk di kasurku.

Aku membuka halaman pertamanya. Mulutku menganga lebar begitu melihat gambar besar yang dipajang di berita utama koran hari ini. Itu, fotoku, dan siapa itu yang kucium? Chaerin? Oh tidak. Aku segera membaca tulisan yang terpampang di bawah gambar :

“Foto G-Dragon Bigbang yang sedang mencium CL 2NE1 dengan agresif terungkap di website netizen kemarin malam. Tepatnya foto ini di ambil di sebuah club di Hongdae, seorang fans mengambilnya ketika dia sedang berjalan di depan club itu dan kebetulan melihat kejadian ini di depan pintu masuk club. Kami masih belum mendapatkan kepastian akan hubungan pasangan GD dan Cl ini, secepatnya kami akan menghubungi agensi mereka untuk mendapatkan pernyataan.”

Judul berita ini ditulis dengan huruf kapital besar-besar ‘PASANGAN HOT GD DAN CL’. Aku mematung beberapa detik setelah membaca berita itu, tidak bisa berkata-kata. Tanganku memijat kepalaku yang semakin pusing. Sepertinya sakit kepalaku bertambah parah. Kenapa aku melakukan hal yang memalukan seperti ini?

“Hyung, tolong ceritakan cerita selengkapnya. Aku benar-benar tidak ingat satu pun  apa yang kulakukan kemarin malam.” kataku dengan wajah frustasi seperti orang yang dibebani utang satu miliar.

“Kau mabuk, mencium Chaerin dengan paksa, memukul Teddy, dan kau kupukul.” kata TOP datar. Dia sepertinya tidak mau berkata banyak-banyak padaku. Kurasa aku telah membuatnya marah. Tidak hanya dia, semuanya pasti marah padaku. Aku tidak menyangka kalau aku mabuk, aku dapat berbuat hal yang sangat mengerikan seperti itu. Aku telah menyakiti hati semua orang. Sekarang apa yang harus kuperbuat? Kesalahanku terlalu besar. Aku tidak hanya mencoreng nama baik Bigbang dan 2NE1, tapi juga seluruh YG Family. Kau bodoh Jiyong. Kenapa kau melakukan hal memalukan yang merugikan orang lain di sekitarmu? Sekarang aku tidak yakin bahwa aku dapat dimaafkan oleh semua orang.

“Hyung, maaf.” kataku pasrah. Aku yakin TOP tidak akan memaafkanku.

“Untuk apa kau minta maaf padaku? Minta maaf lah pada yang lainnya.”  kata TOP ketus.

“Apa yang harus kuperbuat agar kau memaafkanku, Hyung?”

“Berjanjilah padaku. Jangan pernah minum alkohol lagi.”

Aku mengangguk, sebenarnya sedikit sedih, aku cinta alkohol. Tapi aku tau, aku tidak bisa meminumnya lagi. Keadaan pasti menjadi lebih buruk dari sekarang bila aku minum alkohol secara tak terkendali lagi.

TOP meninggalkan kamarku, menuju ke tempat latihan menari kami. Aku mengikutinya, aku juga perlu minta maaf pada Bigbang. Semua member berada di sana, mereka sedang asyik menari, tetapi terdiam langsung begitu melihat aku dan TOP masuk.

“Semua. Tolong maafkan aku, aku janji aku tidak akan minum alkohol lagi. Aku benar-benar tidak tahu kalau aku bisa bertindak seperti ini bila aku mabuk.” kataku, menundukkan kepala. Aku malu menjadi leader mereka dengan perbuatanku yang seperti ini. Aku telah menyusahkan semua orang. Skandal seperti ini, dapat membunuh karir kita semua.

“Tidak apa-apa Hyung, santai lah.” kata Seungri yang langsung merangkulku, maknae yang baik.

“Tidak apa-apa, kan bukan sepenuhnya salahmu, Hyung.” kata Daesung melanjutkan.

“Aku tahu kamu pasti tidak menyadarinya, Jiyong tidak mungkin berbuat sekasar itu pada perempuan.” kata Taeyang, menepuk pundakku. Jujur saja, aku sedang menahan tangisku saat ini. Aku benar-benar kecewa dengan diriku sendiri yang ceroboh, minum alkohol terlalu banyak.

Setelah menceritakan beberapa hal dengan mereka, aku pamit untuk pergi ke tempat rekaman, tempat di mana Teddy berada. Aku sudah mempersiapkan hati dan pikiranku, aku menghela napas, dan aku membuka pintu studio rekaman. Dia ada di sana, sedang mengerjakan lagu. Aku benar-benar merasa bersalah setelah melihat wajah Teddy yang lebam, yah memang keadaan wajahku lebih parah daripada dia, tapi tetap saja, aku yang salah, dia seharusnya tidak lebam sama sekali.

“Hyung, maaf atas perbuatanku kemarin.” kataku pasrah, kakiku tiba-tiba menjadi lemas, dan aku jatuh berlutut. Aku merasa bersalah. Dia adalah partnerku setiap kali kita membuat lagu, kenapa aku memukulnya?

“Sudahlah Jiyong, tidak perlu seperti ini. Sekarang kau pergilah ke 2NE1, mereka pasti lebih depresi karena hal ini, terutama Chaerin. Mereka baru saja memulai debutnya 3 minggu lalu, tetapi kau sudah membuat mereka terlibat skandal.” Teddy menarikku untuk berdiri, lalu ia mendorongku keluar dari studio rekaman. Tak bisa menolaknya lagi, maka aku pergi ke dorm 2NE1.

Ketika mereka membuka pintu, mereka menutup mulut mereka dengan tangan. Entah karena wajahku mengerikan atau memang mereka sekarang menjadi takut kepadaku. Mataku mencari ke sekeliling ruangan dan aku tidak menemukan Chaerin.

“Teman, maafkan aku atas perbuatanku kemarin. Aku benar-benar tidak tahu apa yang kulakukan. Aku janji aku tidak akan minum alkohol lagi. Maaf ya, kalian baru saja debut tapi aku sudah menghancurkannya.” Aku membungkuk 90 derajat kepada mereka.

Dara berjalan ke arahku dan menarikku berdiri, “Tidak apa-apa Jiyong, ikut aku, aku akan mengobati lukamu.” Dara menarikku ke meja makan dan mendudukkan aku di kursinya, ia mencari obat dan lalu mengobati lukaku. Dia benar-benar baik, aku menjadi semakin tertekan, aku telah menghancurkan karir orang-orang yang sudah baik padaku. Aku bertekad, aku akan mengembalikan nama baik mereka, dengan cara apapun.

“Chaerin di mana?” tanyaku, mengingat aku tidak menemukan dia.

“Aku tidak tahu Jiyong, aku belum melihatnya dari kemarin.” kata Dara.

Aku tahu dia berbohong, aku tahu Chaerin tidak ingin bertemu denganku. Baiklah, aku akan mencarinya sendiri di tempat lain karena aku harus menjelaskan semua hal padanya

Tiba-tiba aku mendapat telpon dari Yang Hyunsuk, “Apa Hyung? Ke kantor Hyung sekarang? Baiklah.” kataku lalu menutup telpon.

Aku menoleh ke Dara, “Dara Noona, terimakasih, tapi Hyunsuk Hyung memanggilku, aku harus pergi.”

Dara mengangguk dan melambaikan tangan kepadaku, sama halnya dengan Bom dan Minzy. Sekarang aku akan pergi menghadapi Yang Hyunsuk. Inilah puncak dari semuanya.

CL’s POV

 

“Unni, nanti kalau Jiyong Oppa mencariku, bilang saja Unni belum bertemu denganku sejak kemarin malam.” kataku pada Dara.

Dara mengangguk dan mengisyaratkan jempol padaku. Aku tersenyum. Memberku selalu bisa membuatku senang. Aku bangga dengan mereka yang semuanya memiliki sifat baik. Setelah bertemu mereka. Perasaan kacau ku berkurang sedikit, sedikit sekali. Lumayan daripada tidak sama sekali.

Aku meninggalkan dorm ku dan pergi ke dorm Bigbang. Aku mencari TOP dan aku menemukannya di tempat latihan menari mereka. Bagus sekali, tidak ada Jiyong di sana. Aku memang tidak ingin bertemu Jiyong, mentalku tidak cukup kuat, aku butuh pemulihan diri sebelum menghadapinya.

TOP mendatangiku ketika tahu aku berada di depan tempat latihan mereka, “Chaerin, ada apa ke sini?”

“Aku mencarimu Oppa. Aku mau bilang terimakasih buat pertolonganmu kemarin. Sangat membantu.” kataku malu-malu sambil mengingat kejadian kemarin malam, dia memelukku seharian sampai tangisanku reda.

“Iya sama-sama Chaerin, siapapun yang melihat kejadian itu pasti akan melakukan hal yang sama denganku. Dan sebenarnya yang paling pantas menerima ucapan terimakasih adalah Teddy Hyung, ia melindungimu mati-matian dari Jiyong sampai ia babak belur.” kata TOP.

Aku mengangguk lalu aku pamit kepada mereka semua untuk pergi ke tempat Teddy. Kalau diingat kembali, memang yang berjasa adalah Teddy, tapi tetap saja, aku merasa TOP memberikanku perasaan tenang.

“Teddy Oppa.” kataku sambil mengintip dari luar studio rekaman.

“Masuklah Chaerin, apa yang kau lakukan di luar?” katanya sambil menoleh ke arahku, di saat itulah aku melihat wajahnya, dan di saat itulah aku merasa bersalah kepadanya.

“Oppa, ayo pergi makan denganku, aku yang traktir, sebagai bukti rasa terimakasihku padamu Oppa.” kataku.

“Baiklah, aku juga sedang lapar.” kata Teddy yang lalu meninggalkan pekerjaannya.

“Sudahlah Chaerin, jangan terlalu dipikirkan.” kata Teddy berusaha menghiburku.

Teddy sudah aku anggap seperti papaku sendiri karena kedekatan kita. Dia adalah teman yang baik.

Kita sekarang berada di club, tepatnya di dalam bar. Aku meminum bir dari gelas yang ke-10. Aku mulai merasa sedikit pusing. Iya memang, aku sedang frustrasi dengan skandalku sekarang. Aku ingin melampiaskannya pada bir dengan harapan, masalah itu pergi dari pikiranku.

“Chaerin, berhenti minum, jangan dipaksakan. Masalahnya kan tidak separah itu.” kata Teddy lagi. Tidak separah itu? Gila ya? Skandal itu bisa menghancurkan kehidupanku sebagai artis. Padahal aku baru aja memulainya.

“Appa, skandal itu bukan main-main. Mana ada dua artis yang bukan pasangan berciuman? Bagaimana tanggapan orang-orang? Semua orang pasti membenciku sekarang. Aku baru beberapa hari debut Appa. Apa aku harus melepaskan profesiku secepat itu?” kataku pasrah, susah payah mempertahankan kesadaranku.

“Semua pasti ada jalan keluarnya. Sabar ya Chaerin. CEO kita sedang memikirkannya sekarang.” Teddy mengelus rambutku dan menarikku dalam pelukannya. Aku sudah tak bisa menahan air mataku lagi. Aku menangis meraung-raung dalam pelukan Teddy.

Aku benci Jiyong Oppa.

GD’s POV

 

Aku berdiri mematung, menunduk, tak berani melihat ke atas. Aku tau kesalahanku ini fatal, mungkin tak bisa diperbaiki lagi. Yang Hyunsuk, CEO kami, berjalan mondar-mandir sambil memegang kepalanya. Dia terlihat frustrasi.

“Jiyong, lihat apa yang telah kau perbuat! Aku tidak mengerti bagaimana aku harus menjawab mereka.” kata Yang Hyunsuk lalu melemparkan hpnya ke arahku. Aku menangkapnya. Banyak sekali pertanyaan dari artis-artis lain, wartawan, keluarga Yang Hyunsuk, sampai-sampai artis dari YG Entertainment sendiri bertanya kepadanya. Aku mengembalikan hp itu kepadanya, masih menunduk.

“Sekarang menurutmu kita harus bagaimana?” tanyanya lagi.

Aku hanya mengangkat bahu. Hubunganku dengan Yang Hyunsuk sangat dekat, aku sudah diterima di sini dari aku berumur 13 tahun. Kadang dia menganggapku seperti anaknya sendiri. Dia memperhatikanku lebih daripada anggota Bigbang yang lainnya, mungkin karena aku banyak menghabiskan waktuku bersamanya. Tapi aku belum pernah melihatnya semarah ini.

“Aku kecewa padamu Jiyong. Aku tidak menyangka kamu dapat melakukan hal yang tidak senonoh seperti ini. Aku tidak mau tau. Sepertinya tidak ada jalan lain selain kamu dan Chaerin mengaku kalian adalah pasangan, dengan begitu publik akan terima.” katanya dengan dingin.

Apa? Aku disuruh pura-pura menjadi pacar Chaerin?

Aku hanya bisa mengangguk pasrah dengan solusi Hyunsuk. Aku tak dapat menolaknya, hanya dapat kulaksanakan.

“Pertama-tama, kasih tau Chaerin tentang rencana ini, agar dia tidak kaget melihat berita besok yang mengumumkan kalian adalah sepasang kekasih.” kata Hyunsuk.

Sekali lagu aku mengangguk pasrah. Aku tidak yakin Chaerin mau berbicara denganku. Bagaimana aku dapat menyampaikan berita ini?

Aku keluar dari ruang Hyunsuk dan melangkah keluar dari gedung untuk mencari udara segar. Ternyata, kumpulan paparazzi sudah menunggu di depan kantor YG Entertainment, mereka semua ingin wawancara dengan aku dan Chaerin. Hebat sekali mereka sudah sampai di sini ! Sekarang apa yang mereka rencanakan lagi?

CL’s POV

“Ada apa ini Oppa? Kok ramai sekali?” tanyaku dengan kaget saat melihat kerumunan orang berkumpul di depan kantor YG.

“Mungkin ini paparazzi Chaerin, beritamu dengan Jiyong menjadi berita paling populer hari ini. Ayo kita terjang saja daripada kita tidak bisa pulang.” kata Teddy dengan santai lalu menarikku untuk mengikutinya masuk kerumunan.

Kerumunan itu heboh sekali, aku sampai sesak nafas. Benar-benar jumlah yang sangat banyak. Tapi tiba-tiba tanganku dan Teddy terlepas. Oh tidak ! Aku terlepas di antara kerumunan yang haus akan beritaku. Semua orang memfotoiku, ingin mencari bukti sebanyak mungkin.

Aku tidak menjawab satu pun pertanyaan dari mereka, sebagai gantinya, mereka mendorong-dorong dan menghinaku. Kalau aku belum makan bersama Teddy tadi, bisa-bisa aku pingsan sekarang. Untung saja, sebelum aku pingsan, aku mendengar suara Jiyong berteriak, “Sudah hentikan, lepaskan Chaerin!” seru Jiyong.

Para paparazzi berpindah haluan, mereka bergerombol ke arah Jiyong. Salah satu dari mereka bertanya, “Apa hubunganmu dengan Chaerin 2NE1?’

Jiyong menjawab dengan tegas, “Aku pacar dari Chaerin. Sekarang kalian pulanglah, besok akan diumumkan dari YG beritanya.”

Seluruh paparazzi menjadi hening seketika, sama denganku. Sungguh gila ini orang, sejak kapan aku menjadi pacarnya? Dan tentu saja, aku tidak akan mau menjadi pacarnya. Tetapi aku mengakui kehebatan Jiyong mengatur keramaian. Tetap saja, aku sangat jengkel dengan orang ini. Mengatakan bahwa kita pacaran padahal kenyataannya tidak.

Jiyong mendatangiku, menggenggam kedua tanganku, “Chaerin, mulai sekarang kita pacaran.”

Aku marah ketika dia mengatakan hal itu. Aku menepis tangannya dengan kasar dan membentaknya, “Aku tidak mau pacaran denganmu. Aku benci padamu Jiyong Oppa.”

***

Part 2 nya udah keluar, horeee 😀 gimana? yang ini lebih buat penasaran lagi kan dengan kelanjutannya? Ditunggu ya kelanjutannya di part 3 😀

P.S : jangan lupa kasih comment ya, supaya aku bisa perbaiki kalo ada yang kurang :)

14 thoughts on “Dreadful Scandal [Part 2]

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s