Only U Part 4

Only U

Title                 : Only U

Author             : FisshyAccount

Length             : Long Chapter

Genre              : Romance, Friend, Drama

Rating              : General

Cast                 : Eunhyuk-SJ, Yoojin-After School/UEE, Kyuhyun-SJ and another cast if you can find it

Author’s Note  : Sangat membutuhkan kritik dan saran @liazuan. Don’t forget RCL~ [Read,Comment,Like]

Yokohama, 9 tahun yang lalu

Sekretaris Shin merasa sangat bahagia karena doanya terkabulkan, orang yang selama ini ia cari hampir satu tahun akhirnya ditemukan. Bahkan ia tidak tahu bahwa akan menemukan nona mudanya disebuah panti asuhan. Sebenarnya siapa yang membawa nona mudanya sampai disini. Sekretaris Shin masih menatap Kim Yoojin 17 tahun dengan tatapan bahagia sekaligus sedih karena nona mudanya sudah berubah. Kecelakaan itu sudah membuat gadis remaja ini hilang ingatan dan tidak bisa mengingat apapun kehidupannya. Bahkan nama pun tidak tahu.

“terima kasih sudah menjaganya. Kami sangat berterima kasih.”

“saya juga ikut bahagia karena Yoojin akhirnya bisa menemukan keluarganya. Sejak pertama kali saya menemukanya ia jarang bicara dan lama-lama dia mulai bicara walaupun ketakutan.”

“orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan hanya nona Kim Yoojin yang selamat. Trauma dan sekaligus benturan di kepalanya mungkin yang membuatnya tidak mengingat apapun, tidak tahu harus bicara dengna siapapun. Saya hampir putus asa tidak bisa menemukannya satu tahun ini.”

Yoojin masuk ke dalam mobil setelah megucapkan selamat tinggal dan rasa terima kasihnya kepada ibu panti asuhan. Sekretaris Shin ikut berpamitan dan duduk disebelah Yoojin.

“terima kasih karena nona masih hidup. Saya sangat bahagia menerima berita tentang anda.”

“maaf.”

“anda tidak perlu minta maaf. Semuanya bukan kesalahan nona Yoojin. Sekarang lebih banyak anda istirahat dan jangan berpikir berat. Anda akan aman bersama saya.”

Yoojin mengangguk dan tatapannya masih sama. Kelabu seperti tidak mempunyai pancaran semangat hidup.

……………

“Junho-ya!”

“appa!” teriak Junho 12 tahun langsung memeluk ayahnya dengan erat.

“kau kabur dari tempat les lagi?”

Junho langsung melepaskan pelukannya dan mencium pipi ayahnya cepat. “tiga kali tidak apa-apa kan. Aku baru saja menemani Yoojin noona ke taman, noona ingin sekali duduk disana.”

“taman? Mengapa jauh sekali. Kalian pergi hanya berdua?” Junho mengangguk.

“ayah pernah berkata padamu kan, jangan pergi berdua saja. Kalau terjadi hal yang buruk nanti ayah harus bagaimana.”

“tapi kan Yoojin noona tidak apa-apa ayah. Aku juga sudah berjanji akan melindungi Yoojin noona.”

Sekretaris Shin hanya tertawa mendengar penuturan anak laki-lakinya ini. “tapi lain kali harus mengajak orang dewasa. Mengerti Junho?”

“anda sudah pulang sekretaris Shin?” tanya Yoojin pelan.

“iya nona. Bagaiman keadaan anda?”

“baik.”

“syukurlah. Saya berharap keadaan nona akan terus membaik. Bagaimana pun juga tempat nona bukanlah disini, sampai waktunya tiba nona harus kembali ke rumah. Dan kembali mendapatkan apa yang seharusnya milik anda nona”

“aku akan berusaha untuk pulih. Sekretaris Shin juga tidak perlu repot lagi dengan penyakitku ini. Aku akan berusaha mengingat sedkit demi sedikit.”

Sekretaris Shin mengangguk dan menepuk pundak Yoojin pelan. “ingatan anda sangat berharga tapi kalau itu menyakitkan lebih baik noona tidak memaksakan diri. Saya akan sabar menunggu.”

………………

“noona, bagaimanakalau kita ke mal?” tanya Junho.

“untuk apa? Aku sedang tidak ingin belanja.”

“ah Yoojin noona membosankan!”

“lebih baik kau belajar atau kupanggilkan guru lesmu untuk datang mengajarimu.”

“bukankah hari ini noona ulang tahun? Ayah tidak bisa pulang jadi kita tidak bisa makan malam diluar. Bagaimana ini? Baru kali ini ulang tahun noona tidak drayakan. Noona benaran tidak mau jalan-jalan, aku punya sedikit uang, aku akan membelikan noona hadiah.”

Yoojin baru ingat hari ini adalah hari ulang tahunnya, bahkan hari lahirnya sendiri ia belum bisa mengingatnya bagaimana bisa ia akan kembali menjadi Kim Yoojin yang disegani. Ia hanya bisa memakai topeng saja, mengingat segalanya tapi tidak pernah benar-benar mengingat. Kenangannya seperti sudah terhapus semua, tidak ada sisa.

“Yoojin noona?!”

“ahh… mianhae. Bagaimana kalau kita ke mall. Aku juga ingin melihat seberapa banyak uang yang kau punya Junho. Kau janji mau membelikanku kado kan?”

Junho mengnagguk, “tentu saja.”

“baiklah kita ke mall sesuai maumu.”

“assa!! Oke aku akan panggil sopir, noona siap-siap saja dulu. Nanti kupanggil.”

“eoh.”

………

Yoojin dan Junho sedang memasuki sebuah toko boneka, segala macam bentuk dan animasi boneka ada semua. Yoojin sampai terpana melihatnya, sebanranya Junho lah yang memaksa sopir untuk ke kota dimana banyak toko dan mall besar. Padahal Junho tidak boleh membawa Yoojin ke Tokyo seperti apa yang sudah diberitahu oleh ayahnya, tapi ia berpikir kalau ia juga ingin membantu Yoojin noona mengingat semua kenangannya dulu saat masih tinggal di Tokyo.

“noona pilih saja mau yang mana?”

“kau tidak salah membawaku kemari Junho. Banyak segala boneka disini dan sulit untuk memilihnya. Aku tidak tahu harus memilih yang mana.”

“ahhh…! Yoojin noona terlalu polos! Aku saja yang pilih bagaimana?”

Yoojin mengangguk. Ia masih berkeliling dan melihat semua boneka yang terpanjang dengan pandangan kagum. Andai saja ia bisa membeli semua boneka disini pasti ia akan merasa senang, Yoojin kaget saat tahu ia mempunyai pikiran seperti itu, sejak kapan ia mempunyai hobi mengoleksi boneka padahal ia tidak ingat apapun masa kecilnya seperti apa.

“noona! Bagaimana dengan panda ini? Lucu bukan?” tanya Junho.

“wahhh… kawai….”

Namun tak lama setelah Yoojin mengambil panda dari tangan Junho, tiba-tiba kepalanya terasa pening dan ada sebuah suara nyaring masuk ke telinganya dan membuatnya pusing.

“Hyukkie hari ini ulang tahunku.”

“lalu.”

“aku ingin hadiah.”

“minta saja kepada ayahmu, mengapa kau berkata padaku.”

“aku ingin hadiah dari Hyukkie.”

“aku tidak punya uang.”

“aku ingin hadiah dari Hyukkie.”

“aku tidak punya uang dan membeli hadiah harus dengan uang Yoojin.”

“ahh..ah… Hyukkie….”

“arra.. arra.. aku akan memberimu hadiah. Tunggu sebentar…”

Bocah laki-laki itu mengambil kertas gambarnya dan merobeknya. Lalu mulai menggambar sebuah panda dan mewanainya dengan indah.

“ini hadiahnya.”

“gambar? Ini terlalu murah.”

“aishh… umurmu sebenarnya berapa? Sudah mulai menilai pemberian orang saja.”

“arigatou.”

“heh?”

“aku akan menjaganya.”

“kau bilang hadiahya terlalu murah?”

Yoojin menggeleng dan ia langsung mencium pipi kiri Hyuk Jae.

“arigatou Hyuk-kun”

BUG, tiba-tiba ingatan itu teringat jelas dalapm pikiran Yoojin, suara ayah ibunya yang menyanyikan lagu ulang tahun dan dari kejauhan ada seorang bocah laki-laki yang tersenyum melihat bagaimana acara ulang tahun mewah itu diselenggarakan di rumahnya.

“noona! Yoojin Noona!” Junho berusaha menyadarkan Yoojin dari pingsannya. Ia terlalu kaget melihat Yoojin yang tiba-tiba pingsan setelah menerima boneka panda darinya. Apakah ini gara-gara dirinya?

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Yoojin bangun dari mimpi panjangnya, mimpinya barusan terasa nyata dan sepertinya ia pernah mengalami kejadian tersebut. Entah apakah itu bagian dari masa lalunya atau bukan tapi ia merasa hidup di mimpi tersebut. Pelan-pelan Yoojin berpikir dan measakan pipinya basah. Apakah aku baru saja menagis?

Yoojin mengambil ponselnya dan mendial nomor yang baru saja ia simpan di kontak teleponnya. Shin Junho. Ia merasa harus berbicara dengan laki-laki tersebut perihal mengenai masa lalunya yang ia lupakan. Mungkin saja ia benar dengan dugaannya.

“yoboseyo?” seru Junho diseberang sana. “nona Kim Yoojin?”

“Junho-ya… mianhae…”

“nona Yoojin… anda. Anda mengatakan apa barusaa?”

“aku minta maaf karena tidak mengenalmu saat pertama kali kita bertemu. Harusnya aku menyambutmu dengan pelukan. Aku baru mengingatnya. Aku baru tahu kalau kita pernah hidup bersama.”

“anda mengingatnya?” Yoojin diam sebentar dan yakin bahwa mimpi barusan adalah sepenggal kenangan masa lalunya yang ia lupakan.

“aku terlambat mengenalimu,.Aku memang bodoh untuk urusan mengingat.”

“anda tidak bodoh nona Kim Yoojin. Anda tidak salah apapun. Dan… saya senang anda mengingat kenangan 9 tahun yang lalu. Apakah sekarang anda baik-baik saja, kemarin malam anda pulang tengah malam dan tidak memakai mantel hangat?”

“aku akan baik-baik saja. Terima kasih untuk semuanya Junho.”

Sejenak Yoojin menikmati apapun yang dikatakan Junho padanya, ia merasa kehadiran Junho telah mengingatkannya pada perhatian anak kecil yang selalu melindunginya dan akan selalu ada saat dirinya sakit. Shin Junho. Yoojin kesal dan menyesal karena sampai sekarang ia sangat mudah melupakan wajah orang dan belum bisa mengingat dengan jelas apapaun tentang kehidupannya.

“aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir. Aku akan istirahat, laporkan info yang kau dapat hari ini.”

“jeongmal? Apa nona akan baik-baik saja?”

“iya. Aku akan baik-baik saja. Aku tutup teleponnya.”

Yoojin menghela nafas sebentar sebelum ia bangkit dari kasurnya. Ia melihat jam dan ternyata sudah terlalu terlambat untuk membereskan rumah. Padahal harusnya dia bangun lebih pagi lagi. Yoojin mendekat ke pintu dan saat ia ingin membuka pintu, Yoojin merasa mengingat sesuatu. Malam itu saat dirinya pulang dan Eunhyuk menahannya, tatapan laki-laki itu padanya seperti ia pernah melihatnya, ia pernah merasakan tatapan marah seperti itu. Tapi dimana??? Kapan???

Klek

“ohaiyo…” sapa Eunhyuk saat melihat Yoojin keluar dari kamar.

“ohaiyo..” sapa Yoojin dan saat ia tersadar apa yang barusan ia ucapkan. Segera Yoojin menatap Eunhyuk. “kau.. kau barusan menyapaku dengan bahasa jepang?”

Eunhyuk mengangguk. “kalau tidak salah kau besar di Jepang bukan?”

“ahh.. begitu. Kau memang mengenalku.”

“…tapi kau tidak mengenalku Yoojin. Sebenarnya apa yang tejadi padamu ,” ujar Eunhyuk dalam hati.

“maaf aku bangun kesiangan, nanti aku akan membersihkan dan melakukan loundry. Kau belum berangkat kerja juga?”

“setelah menyelesaikan sarapan ini. Kau benar-benar mau mengerjakan pekerjaan itu? Aku hanya bercanda.”

“aku sudah menumpang di apartemenmu dan sebagai orang yang punya sopan santun, aku harus membayarnya bukan. Kurasa kau tidak suka menerima uang jadi itulah yang bisa kulakukan.”

“mukamu sangat pucat, kalau kau sudah sehat kau boleh melakukan pekerjaan membereskan apartemen. Biarkan saja seperti ini.”

Eunhyuk membereskan peralatan yang ia gunakan untuk makan dan mencucinya. Sedangkan Yoojin hany bisa memandang dengan lemas, ia merasa sangat pusing padahal kemarin malam ia merasa biasa saja.

“aku pergi.”

Eunhyuk menatap seklai lagi kearah Yoojin, ia merasa berat untuk meninggalkan perempuan itu di apartement sendirian. Apakah ia harus memanggil Kyuhyun untuk mempir ke apartemennya dan menemani Yoojin. Tapi bukankah Kyuhyun sekarang sedang sibuk dengan jadwal  promo albumnya.

“kenapa masih disitu? Kau bisa terlambat bekerja,” ujar Yoojin.

“aku pergi. Jaga apartemenku baik-baik,” ujar Eunhyuk akhirnya setelah tidak tahu lagi harus mengundang siapa untuk menemani Yoojin. Ia takut perempuan itu akan jatuh pingsan, sementara tidak ada satupun oang yang akan membantunya.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Kyuhan mengikuti Eunhyuk dari belakang sambil menyapa beberapa produser dan team radio. Baru saja Kyuhan selesai membacakan jadwal milik Eunhyuk, ia harus mengatur ulang kembali jadwal milik Eunhyuk. Dengan santainya bos nya ini menyuruhnya untuk memadatkan jadwalnya karena ia ingin pulang lebih awal. Kyuhan tahu sebenarnya Eunhyuk hanya mencari alsana untuk bisa bertemua dengan perempuan barunya yang tinggal di apartemen. Tapi yang ada malah ia terkena semburan marah dari Eunhyuk dan mengingatkan Kyuhan agar menjaga bicaranya mengenai Yoojin.

“kita akan merekam siaranmu untuk malam ini, jadi jam 7 kau sudah bisa pulang. Bagaimana?”

“call.”

“mengapa hari ini terlihat buru-buru?”

“perempuan itu sedang sakit. Kurasa akan lebih baik kalau aku di aparemen dan mengawasinya.”

“kau terlalu baik Hyuk Jae.”

“aku memang baik dan.. apakah kau sudah mengirimkan karangan bunga untuk Kyuhyun?”

“sudah. Oh ya! Kyuhyun bilang ia mengundangmu makan di rumahnya. Aku juga diundang.”

“kau saja yang datang.”

“ya Hyuk Jae! Kenapa kau selalu begini? Hanya makan bersama tidak lebih bukan. Kau tamu istimewanya kenapa malah tidak datang dan menyuruhku yang bukan apa-apa ini kesana. Kau gila?”

“kau managerku dan tugas manager adalah menggantikan posisi artisnya yang tidak bisa datang. Kau belum mengerti juga manager Kyuhan?”

“bilang saja tidak mau melihat ibumu.”

“YA KYUHAN!!!”

“mianhae. Ini salahku.”

Kyuhan memang sudah tahu alasan mengapa dirinya tidak menyukai Kyuhyun dan selalu menolak hadir setiap ada undangan makan. Karena ibunya yang ia benci adalah ibu tiri Kyuhyun. Emosi Eunhyuk makin tidak terkontrol saat ia mengetahui kenyataan bahwa ibunya menikah dengan ayah Kyuhyun saat ayahnya menderita di rumah skait. Ibunya meninggalnya dan ayahnya hanya demi menikahi seorang pengusaha sukses dan hidup dengan status yang lebih tinggi sekaligus menjadi orang terpandang.

“sekarang kita mau kemana?”

“lokasi syuting kemudian kembali lagi ke studio radiomu.” Kyuhan menepuk pundak Eunhyuk. “jangan masukan perkataanku tadi ke hati, aku akan mengatakan ke Kyuhyun kalau kau tidak bisa ikut makan malam karena ada jadwal. Sanai saja.”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Eunhyuk masuk kembali ke mobil setelah selamat dari gerombolan para fans yang menyadari keberadaannya di sebuah cafe. Memang tidak aneh bagi Eunhyuk tapi karena ia sedang berada dalam keadan tidak-bisa-kabur maka ia harus menyalami dan memberikan tanda tangan secara sabar. Ia menyuruh Kyuhan untuk segera meninggalkan cafe tersebut dan langsung mengantarnya ke apartemen.

Kyuhan yang melihat wajah cemberut Eunhyuk langsung tertawa.

“sudah kubilang biar aku saja yang keluar. Kau tetap bersikeras ingin membeli sendiri.”

“lain kali tampar atau pukul saja aku kalau tetap tidak mau mendengarkan perkataanmu. Baru kali ini aku merasa sangat lelah, jalanan Gangnam memang selalu ramai seharusnya aku tidak membeli kopi ini disana lagi.”

“mau bagaimana lagi cafe itu kan banyak kenangannya, kau pernah berkata seperti itu padaku Hyuk. Sebenarnya aku merasa penasaran dengan gadis yang tinggal di apartemenmu. Kau sangat perhatian padanya, baru kali ini aku melihatmu seperti ini. Apakah ada hal khusus yang aku tidak tahu tentang Kim Yoojin?”

“aku sangat mengenalnya dan aku punya alasan khusus mengapa aku manahannya di apartemenku. Kau ingat aku pernah tinggal di Jepang.”

“tentu saja. Saat itu ibumu adalah model dan artis terkenal di Jepang, untuk pengobatan ayahmu juga kalian akhirnya pindah kesana bukan. Benar?”

“kau punya ingatan bagus. Kim Yoojin, perempuan itu adalah bagian dari kenanganku di Jepang.”

Kyuhan melirik kearaah Eunhyuk tidak percaya. “fisrt love?”

“……”

“DAEBAK!!!!” Kyuhan menepuk pundak atau lebih tepatnya memukul pundak Eunhyuk dengan keras sampai Eunhyuk merintih kesakitan. “kau benar-benar jatuh cinta dengan perempuan yang sama?”

“aku tidak bisa menyalahkan takdir kalau urusan seperti ini. Kurasa benar apa yang pernah dulu aku pikirkan. Bahwa suatu saat nanti akan ada waktu dimana kami bertemu kembali.”

“seharusnya kalian langsung pacaran atau menikah? Umur kalian sudah cukup untuk berumah tangga.”

“kau gila?! Aku saja belum yakin apa benar ini yang namanya cinta dan yang lebih penting daripada itu adalah Yoojin sendiri.”

“ada apa dengan perempuan itu? Dia menolakmu?”

“sepertinya dia tidak mengenalku. Aku merasa bertemu dengan Kim Yoojin yang berbeda, semuanya terasa sama tapi aku merasa dia tidak emngenal diriku.”

“kau harus bertanya padanya kalau memang penasaran.”

Eunhyuk hanya mengangguk tanpa tahu apakah ia harus melakukan apa yang dikatakan Kyuhan barusan. Tapi ia tetap merasa penasaran kalau terus menungg. Sejak pertama kalinya ia tahu bahwa perempuan itu adalah Kim Yoojin ia berharap perempuan itu datang memang akan menemuinya, bukan mencari ibunya. Sebenarnya apa yang ia tidak tahu setelah kejadian itu.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Ting tong ting tong

Yoojin bangkit dari sofa, ia mencoba berdiri dengan tegak dan mencari pegangan yang bisa membantunya berjalan. Setelah berjuang diri sampai didepan pintu ia melihat siapa yang memencet bel tak lama ia memaki, Yoojin melihat wajah Eunhyuk yang tengah menunggu didepan pintu.

“dia sudah lupa pin apartemennya sendiri,” ujar Yoojin sebal. Akhirnya dengan setengah hati ia membukakan pintu.

“terima kasi… ,” sebelum menyelesaikan perkatannnya spontan tangan Eunhyuk menangkup kedua pipi Yoojin. Sejenak Yoojin merasakan kehangatan dipipinya namun itu tak lama saat kedua tangan Eunhyuk melepas dan berpindah kedahinya.

“kau demam! Mengapa tidak meneleponku!” kata Eunhyuk marah saat Yoojin ingin bicara tiba-tiba tubuhnya lemas, dan…

Bruk~

Untung saja sebelum kepala Yoojin membentur lantai Eunhyuk dengan cekatan langsung menahan tubuh Yoojin. Ia segera menggendong dan membawa Yoojin ke kamarnya. Eunhyuk segera meletakkan badan Yoojin di tempat tidur. Eunhyuk menyesali bahwa ia tetap pulang malam. Tangannya dengan cepat menyiapkan handuk hangat dan mengompres dahi Yoojin, dan tak lupa ia menyeka wajah Yoojin yang sudah berkeringat banyak.

Eunhyuk berhati-hati dalam merawat Yoojin, sebelumnya ia belum pernah melakukan hal seperti ini. Ia biasa menyuruh orang langsung pergi ke rumah sakit daripada harus bersusah merawat apalagi ia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat orang sakit cepat sembuh. Yang ia tahu hanya ini, maka Eunhyuk menggunakan cara mengompres entah sampai kapan nantinya suhu nadan Yoojin kembali ke semula.

Eunhyuk kembali ke ruang tamu dan mengambil coffe latte miliknya yang ia beli dan satu cup milik Yoojin, berhubung keadaannya tidak memungkinkan. Ia menaruh satu coffe latte diatas meja kamar. Dan tanpa sengaja Eunhyuk melihat tumpukan map yang begitu banyak. Eunhyuk kembali melihat kearah Yoojin yang tertidur setelah minum obat, perlahan Eunhyuk membuka map tersebut dan membacanya. Dan apa yang selama ini tidak pernah ia bayangkan dan segala pertanyaan yang ia pertanyakan, terjawab juga. Mengapa Yoojin terlihat berbeda juga terungkap sudah.

“ini tidak mungkin terjadi. Ini mustahil.”

Eunhyk terus mengulang kata-kata, mencoba tidak mempercayai apa yag tengah ia baca. Ia duduk dan membaca ulang kertas-kertas yang seperti laporan kesehatan, panti asuhan dan juga kecelakaan.

“keluarga Kim mengalami kecelakaan beruntun di sepanjang jalan menuju Hokkaido. Ini tidak mungkin….” Eunhyuk terus membaca laporan tersebut.

“..hematoma,” sejenak Eunhyuk berhenti membaca mencoba mencari jeda untuk menenangkan dirinya sendiri. Walaupun ia tidak familiar dengan nama penyakit tersebut tapi ia merasa nama itu memiliki kekuatan mematikan.

Namun, setelah mencari tahu di iternet, Eunhyuk bernafas lega. Karena menurut catatan kesehatan 2 tahun yang lalu, hematoma yang di Yoojin menyebabkan ingatan perempuan itu tidak seperti orang normal. Ada pembekuan di otak yang membuatnya tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi di masa lalu. Walaupun sudah diadakan operasi masih saja belum bisa menghilangkan semua pengaruh buruk tersebut.

Eunhyuk membacanya sampai selesai. Ia seperti tersadar bahwa pertemuannya dengan Yoojin dan apa yang ia rasakan seperti sudah menjadi suratan takdir. Mereka memang seharusnya bertemu dan Eunhyuk harus membantu Yoojin.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

20 tahun yang lalu, Japan >dalam mimpi Yoojin<

Yoojin kecil yang saat itu berumur 6 tahun tengah berputar-putar di depan cermin besar di kamar ibunya. Ia terus menyanyikan lagu yang menjadi ungkapan rasa senangnya.

“kau sangat senang Yoojin?”

“ehm! Tentu! Okasan memang paling hebat.”

“okasan sengat membuat yukata itu untukmu, setiap tahun okasan akan membuatkannya untukmu sampai Yoojin menikah okasan juga akan membuatkan gaun pengantinnya.”

“benarkah okasan?”

Yoojin menatap ibunya dengan wajah lucunya dan terus mencium pipi ibunya tiada henti.

“hyukkie akan menyukainya bukan?”

“mengapa bertanya pada ibu? Yoojin tanyakan sendiri ke Hyuk Jae, bagaimana?”

“ahh….” Yoojin menggelengkan kepalanya. “Hyukkie akan bilang aku putri yang jelek.”

Ibu Yoojin tersenyum, ia membenarkan obi, mengendurkannya sedikit supaya anak perempuannya tidak terlalu sesak dan lebih membuatnya merasa nyaman. “Hyukkie akan bilang kau anak perempuan yang paling cantik, percaya pada okasan, Hyuk akan terpukau saat melihatu memakai yukata ini.”

“Yoojin berharap juga seperti itu. Malam ini kita akan pergi ke festival. Okasan ikut juga?”

Ibu Yoojin menggeleng, “okasan tidak bisa ikut tapi nanti ada beberapa yang mengikuti kalian.”

Yoojin tidak menggubris lagi, sejak kecil ia memnag sudah dididik tidak melakukan hal dengana sendiri. Akan ada beberapa bodyguard yang menjaganya setiap keluar dari rumah dan juga pelayan yang selalu menyiapkan semuanya. Walaupun begitu ketat, Yoojin berusaha untuk menikmatinya dan terlihat senang. Sampai akhirnya Hyuk Jae, seorang anak laki-laki yang ia kenal saat bertemu teman okasan. Yoojin sangat senang karena akhirnya memiliki teman.

“bagaimana keadaan ayah Hyukkie?” tanya Yoojin pada ibunya.

“beliau mulai sehat dan kembali bisa melakukan kegiatannya sendiri. Hyuk Jae belum memberitahumu, kurasa Yoojin perlu menengok ayaha Hyuk Jae.”

“aku ingin ke rumah sakit okasan tapi Hyukkie selalu melarangku kesana. Katanya anak kecil sepertiku tidak boleh kesana,” Yoojin mulai cemberut lagi saat mengingat bagaimana Hyuk Jae bersikeras melarangnya.

“mungkin Hyuk Jae juga ada benarnya.”

“kalau ayah Hyukkie sudah sehat. Aku tidak punya teman lagi dong, Hyukkie akan pulang ke Korea.”

Ibu Yoojin hanya bisa tersenyum. “Yoojin tidak bisa mencegahnya, Hyuk Jae juga punya keluarga dan kehidupannya sendiri. Sebaiknya Yoojin…”

“aku tahu okasan. Aku janji tidak akan melarang Hyukkie pergi,” ujar Yoojin terdengar tak begitu jelas dan Yoojin tdak bisa menutupi rasa kecewanya. Dan setelah pembicaraan tersebut, sebulan kemudian Hyuk Jae dan ayahnya pergi dan memutuskan untuk pulang ke Korea.

>Hyuk Jae POV< 20 tahun yang lalu

Aku duduk sendirian didepan ruang pemeriksaan, menunggu hasil kesehatan ayah. Sebenarnya aku tidak menyukai apa yang sudah diputuskan bersama ayahnya. Aku tahu pada akhirnya perpisahan itu akan ia rasakan, makanya ia tidak suka saat dirinya sangat dekat dengan Kim Yoojin. Padahal ia baru merasakan ada seorang yang begitu menyukainya dan mengidolakannya, ia belum pernah merasakan dimana rasanya dicintai. Ibunya meninggalkan dirinya dan ayahnya yang tengah sakit parah, sampai saat ini pun ibunya belum terlihat dan tak ada kabar apapun.

“Hyuk Jae…” panggil seseorang yang aku tahu siapa pemilik suara lembut tersebut. Aku menyapanya dengan ramah dengan senyuman lebar.

“menunggu pemeriksaan ayahmu?”

“iya madam.”

“hahaha… aku sudah bilang padamu jangan memanggilku seperti itu. Anggap saja aku ibu teman baikmu, panggil saja bibi Hana.”

“ne.. bibi Hana.”

“aku sempat mengecek kesehatan ayahmu dan aku sangat senang keadannya semakin membaik. Apakah kalian merencanakan untuk pulang ke korea?”

Aku paling tidak menyukai obrolan ini dan membenci harus mengiyakan.

“setelah kesehatan ayah dinyatakan membaik kami akan segera pulang. Terima kasih untuk semua bantuannya bibi Hana.”

“Yoojin akan merasa sangat sedih. Aku pasti akan repot mengurusnya.”

Aku juga akan sedih, meninggalkan Yoojin sendirian lagi.

“saya minta maaf atas kejadian 2 tahun yang lalu,” ujarku. Entah mengapa ia merasa harus meminta maaf karena sudah merepotkan.

“aku sudah melupakannya. Jangan dibahas lagi. Aku merasa sangat sedih jika megingatnya.”Hana, yaitu ibu Yoojin menatapnya dengan lembut, tangannya menyentuh kepalaku dan mengusapnya dengan pelan. Sedih rasanya karena sudah lama aku tidak merasakan elusan kepala yang penuh kasih sayang ini, hatinya sakit jika mengingat ibunya yang tega meninggalkannya.

“bibi hanya berharap kau dan ayahmu bisa hidup dengan baik-baik di Korea. Kau pantas bahagia nak.”

Baru kali itu diriku merasakan bawa bibi Hana memang tulus membantunya. Saat 2 tahun lalu ia mencoba mengontak dan meminta bantuan teman dekat ibunya ini. Hanya itulah jalan dimana ia  bisa menyelamatkan ayahnya yang sakit parah dan akhirnya ia tiba juga di Jepang. Mengenal kehidupan berbeda, mempunyai teman baik seorang perempuan manis bernama Kim Yoojin dan juga sosok laki-laki bijaksana ayah Yoojin.

“aku akan sangat merindukanmu Hyuk Jae. Kami akan merindukan kalian,” bibi Hana merengkuhku kedalam pelukannya. Saat itulah aku merasakan bahwa perpisahan sangat menyakitkan. Aku pun memutuskan untuk pulang ke Korea tanpa menemui Yoojin. Karena ia tidak bisa memastikan bahwa ia akan baik-baik saja setelah melihat wajah perempuan manis itu menangis dihadapannya.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Pagi sudah menyambut hari yang baru, namun Hyuk Jae dan Yoojin masih tertidur dalam lenaan mimpi-mimpi tentang masa lalu mereka.

“okasan…. otosan…”

Eunhyuk terbangun saat mendengar suara Yoojin yang masih belum bangun. Eunhyuk mengecek suhu badan Yoojin kembali dan bernafas lega saat mengetahui suhu badannya sudah kembali normal. Ia membangunkan Yoojin dengan pelan dan saat Yoojin mencoba membuka kedua matanya. Ia terlihat bingung, peempuan itu melihat sekelilingnya dansadar bahwa dirinya ada kehidupan nyatanya. Tak ada kedua orang tua, ia tinggal di apartemen Eunhyuk, dan semalam ia merasakan demam yang tinggi.

“kau baik-baik saja Yoojin-sshi?” tanya Eunhyuk bertanya dengan formalnya.

Yoojin tidak menjawab, ia malah melihat ke Eunhyuk. Meneliti setiap detail wajah laki-laki didepannya, tangannya terulur dan perlahan ia merasakan tangannya sudah menyentuh wajah Eunhyuk. “kau….”

Eunhyuk kaget dan ia tidak hanya diam. “kau mengingatku?”

“mimpi…. aku bermimpi seorang anak laki-laki yang sangat mirip denganmu Eunhyuk-sshi.”

“kau bermimpi.”

“anak laki-laki itu meninggalkanku tanpa mengucapkan kata-kata perpisahan.”

Eunhyuk memegang tangan Yoojin yang berada diwajahnya, meremasnya pelan. “anak laki-laki itu tidak mengucapkan perpisahan karena ia berjanji untuk kembali kesamping gadis kecil itu.”

“benarkah? Mengapa lama sekali? Aku sampai tidak mengingat apapun tentangnya.”

“aku disini Yoojin. Aku Hyukkie.”

Yoojin menatap tak percaya kearah Eunhyuk, tapi Eunhyuk terus mengatakan hal-hal yang membuatnya goyah. Terkahir Yoojin bisa meraakan dirinya berada di pelukan Eunhyuk, ia juga mendengar laki-laki itu menangis.

“kau benar-benar Hyukkie?”

“mianhae Yoojin~”

=========to be contunue==========

16 thoughts on “Only U Part 4

  1. wah akhirnya keluar jg
    lumyn lm nie keluarnya
    pie daebak ceritnya n gk terduga
    eunhyuk saingn junho nie, krain ma kyuhyun.
    oya penulisan’ya sie da yg slh mengenl jadi emngenal…
    dittnggu bgt nie keljutnnya
    mudh2 plng lm 1miggu ya thor…
    ma’f lw ky mksa, pie bner2 pensrn tho ^^
    n ma’f pjng nie komentrny^^

  2. eonni~ aku kehilangan dirimu~..
    ini kayak bukan tulisan eonni sebelum-sebelumnya,,,ga tau kenapa kayaknya ada yang bedaa >< miannnn….

    tapi bikin penasaran itu kelanjutannya gimana??Hyuk tetep playboykah??atau muncul konflik baruuuu

      • eonni nya udah lama ga nulis mungkin~
        review lagi deh tulisan eonni yang duluuu…semangaattt!!himnaeyo~
        pelan-pelan aja eonni…kembali kayak dulu setelah hiatus emang butuh proses…>,< semangat~semangat~semangat! *nari cheers bareng Hyuk*
        apalagi eonni mungkin sekarang mulai sibuk di kampus…jadi pikirannya ga se konsen duluuu…

      • oke oke… kayaknya emang butuh waktu dan banyakin nulis deh,,
        soalnya ini kerangka aku buat masih ambigu…tapi emang pelan2 deh ntar aku review lagi
        gomawo….

  3. hmmm…msh kabur konflik antara kyu n hyuk…

    lanjuuut thoor…ceweknya ditambah thor…biar gag jd segi empat…hhehehe

  4. akhirnya.
    setelah sekian lama menunggu..
    eumm..
    yang cahpter ini agak gimana ya..
    aku kurang suka..
    kurang greget aja..
    *maaf banget.
    well, tulisan si masi bagus kaya biasanya.
    gaya bahasa juga oke..
    tp rasanya kurang garem aja cingu..
    tp masih sukses bikin penasaran si..
    hihihih..
    semangat terus buat lanjutin ni FF ya thor..^^

  5. readers…..!!!!
    what should i do? i think i can’t continue this story T___________T
    entah kenapa ngga bisa terkoneksi dengan baik ide-ide nya. kayaknya ada yang salah sejak awal alurnya… oooh mianhae
    ottohkae?

    • whoaaaa….jangan donggg
      ayo ayo semangat
      baru juga mau baca part ini .. huks …

      i love this couple dan author lain gak ada yg bikin couple ini ….

      • iya thor..
        lanjut..
        semangat terus.

        dicoba pelan-pelan.
        tarik nafas..lanjutkan
        hehehehe..

        sebenernya aku paling tertarik ma Hyuk Jae n Kyuhyun-nya.
        kalo ma si cewe si biasa aja..
        hhiihihih..
        di sini rasanya unik banget hubungan antara Kyu ma Hyuk Jae.
        aku seneng banget.
        jangan putus asa ya thor..
        aku terlanjur jatuh cinta loh…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s