[FF Freelance] Our Target (Part 3)

Title                             : Our Target!

Author                         : Park Min Gi

Main Cast                    : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Sub Cast                      : Find by Yourself ^^

Genre                          : Horor-Romance

Length                         : Sequel (Part 3)

Rated                          : PG-17

Summary                     : When a plan changer for some reason…

And.. this story full My imagination. Hope you like it! ^o^

Previous part: Part 1, Part 2

***

 

Cekleeek~!!

Suara pintu terdengar sangat nyaring terngiang menggema di sebuah ruangan. Ruangan itu, menyisakan ke-dua raja  beserta, pengawal yang memiliki perbedaan marga. Lee Min Hoo sang raja Lee, dan Kim Bum yang tidak lain adalah raja Kim terlihat mengitari sebuah perapian yang dibuat oleh para bodyguar setempat atas, perintah sang raja.

Begitu pintu utama perlahan terbuka, kedua raja secara otomatis menoleh kearah sumber suara secara bersamaan. Menunggu, dua orang namja yang mereka tunggu-tunggu datang untuk bertemu.

Kemudian, ketika pintu sudah full terbuka membuat mereka melega untuk beberapa saat ketika mendapati kedua namja itu masuk menemui mereka dengan sikap selayaknya seorang pangeran. Kedua namja itu, terlihat sangat berbeda.

Namja yang bermata sipit dan memiliki rambut cokelat caramel terlihat murah senyum apalagi ketika, namja itu menyadari kehadiran sang ayah, King Lee. Secara spontan, King Lee memeluk erat sang anak yang tidak lain adalah Lee Jinki. Anak keduanya.

Sedangkan, King Kim berusaha tersenyum, meskipun seorang namja yang memiliki rambut berwarna cokelat brunette itu menatapnya dengan dingin. Namja itu tidak lain adalah , Kim Jonghyun.

“Whats wrong, dad?” tanya Jinki pada sang ayah, ketika wajah sang ayah berubah khawatir.

“Your brother, Jinki…” gumam sang ayah.

“who? Joon? Or Taemin?” tanya Jinki lagi.

“Taemin-aah, Jinki… he disappeared…” jawab sang ayah terbata

“What?!!”

“Oh god, just please don’t tell me my younger brother hell dissapeard too?!” sambung Jonghyun yang sepertinya mulai mengetahui apa yang sedang terjadi. kali ini, giliran ayah Jonghyun yang berbicara setelah sebelumnya, mengangguk pelan karena tebakan Jonghyun yang tepat.

“Kai dissapeard too, Jongie! You have to-“

“oh dad, cmon! you interrupt our mission to the problems posed by the two boys?!! Are u kidding me?!” gerutu Jonghyun kesal mengingat, liburannya masih tersisa beberapa minggu bersama Jinki. Sahabatnya sejak kecil. Jinki hanya mendesah pelan, ketika mengetahui ke arah mana kelanjutan kasus ini.

“Jonghyun! Its Only Your BROTHER! You CANT-“

“Okay I got it DAD!  Just stop Yelling AT me then  tell me, what AM I fucking Supposed to do?!” desis Jonghyun memotong perkataan sang Ayah yang mulai meninggikan emosinya. Jonghyun dan ayahnya, sempat menjadi tontonan Jinki dan ayahnya sebelum akhirnya, mereka kembali fokus pada hilangnya kedua namja yang tidak lain, adalah adik mereka.

“use your strength, track existence, take him back to the palace!” perintah ayah Jonghyun.

“You too, Jinki. any strength, Use! find him! forced him back to the palace!” sambuh ayah Jinki.

Jinki hanya mendesah pelan sebelum akhirnya, mengangguk pelan pertanda setuju dengan perintah sang ayah. Sementara Jonghyun, menampilkan ekspresi kesalnya ketika, berangsur meninggalkan ruangan itu sesudah ayahnya memberikan perintah.

“but, d-dad…where’s Joonie-Hyung?” tanya Jinki lagi pada sang ayah.

“dia menjaga ibumu yang kelewat khawatir pada Taemin. Jangan biarkan ini berlarut Jinki, Taemin harus segera ditemukan!” jawab sang ayah dengan tegas. Jinki mengangguk pelan untuk kedua kalinya dan mengikuti langkah Jonghyun untuk segera meninggalkan ruangan.

***

“dasar tidak berguna! Menyusahkan saja bocah itu!!” gerutu Jonghyun kesal, setelah berhasil keluar dari kerajaan. Jinki yang berhasil menyusulnya berusaha menenangkan Jonghyun yang terlampau kesal karena kelakuan adik-adik mereka.

“Jong…tidak ada gunanya kau marah-marah tidak karuan seperti itu!” ucap Jinki

“tapi, kau kan tau Hyung!  Aku paling benci ketika, rencana yang kita susun rapih hancur berantakan karena, bocah-bocah liar itu! benar-benar membuang waktuku saja!!”

“Jongie-aah~ sudahlah! Kita bisa mengobservasi vampir lain di daegu nanti lain kali… sekarang tugas utama kita, mencari keberadaan kedua adik kita yang ter…bilang liar itu!” usul jinki. Jonghyun terkekeh mendengar Jinki, akhirnya mengakui bahwa kedua, adik laki-laki mereka itu memang liar.

Selama ini Jonghyun memang beranggapan, bahwa Taemin juga Kai akan tumbuh menjadi namja yang bengal dan Liar. Tapi, Jinki tak pernah percaya padanya dan selalu membela Taemin juga Kai saat suatu masalah kecil ditimbulkan oleh mereka.

Dan kali ini…senyum Jonghyun melebar ketika mendapati pengakuan Jinki tentang hal itu, setelah bertahun-tahun lamanya.

“baiklah… apa rencanamu, Hyung?” tanya Jonghyun.

“use our strenght! Aku akan mencoba melacak keberadaan Taemin melalui penglihatan spesialku dan kau… kau memiliki kelebihan spesial juga kan? coba baca pikiran Kai, dimanapun ia berada saat ini!” perintah Jinki. Jonghyun mengangguk pelan, kemudian mereka bersama-sama menggunakan kemampuan spesial mereka pada detik berikutnya.

***

“Taemin-aah!” panggil sulli pelan Ketika Taemin hendak melintas di depannya. Namja itu menoleh ke arah Sulli pada detik berikutnya. “Sulli?”

Dengar anggun, sulli menghampiri namja yang tengah berhasil menduduki bangku taman itu. “apa besok…kau ada acara?” tanya si yeoja berambut cokelat lurus setelah berhasil duduk disebelah sang namja.

“eum…sepertinya tidak! M-memangnya ada apa?” tanya Taemin balik

“a-ah…i-itu. aku hanya…ingin mengajakmu makan malam, T-taemin!” jawab Sulli, terlampau agresif. Deadline mading harus segera dikumpulkan 3 hari lagi. Dia tidak memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk basa-basi dengan men-stalking seseorang seperti Taemin, yang memiliki banyak rahasia untuk membongkarnya. Maka, Sulli mengambil langkah to do point untuk segera menyelesaikan tugasnya.

Muka taemin, seketika tersipu. Tak menyangka, bahwa yeoja ini begitu terang-terangan mengajaknya. Jika, wajahnya bisa memerah selayaknya manusia biasa pasti saat ini wajahnya akan menjadi kepiting rebus yang merahnya melebihi apapun. Tapi, sayangnya… ia adalah Vampire. Dan mustahil, untuk vampire memiliki ekspresi seperti itu. apa yang di perlihatkan Taemin diwajahnya, hanya guratan-guratan pucat yang menutupi merah pipinya saat ini.

“k-kau mengajakku..?-“ gumam namja itu terbata,

“mianhae Taemin jika aku lancang. Tapi…aku benar-benar ingin mengenalmu lebih dekat! B-bolehkan?” rayu Sulli sopan. Taemin begitu tersentuh dengan ucapan Sulli barusan. meskipun, banyak yeoja yang mengejarnya semenjak kedatangannya beberapa minggu yang lalu, tapi belum pernah ada yang bersikap terang-terangan dan berani seperti Sulli. Yeoja yang berada di depannya ini.

Sulli menatap Taemin dengan penuh harap agar Taemin menjawab ‘ya’ untuknya. Dia sudah benar-benar kehabisan akal untuk mencari cara, mendapatkan informasi tentang namja tampan ini. karna itulah, ia memutuskan untuk menjadi dirinya yang sebenarnya untuk mendekati Lee Taemin.

Tapi jika cara ini tak berhasil maka-

“baiklah!” gumam Taemin pelan.

Secercah cahaya seperti berhasil menampakkan dirinya dan menerangkan jiwa Sulli ketika, mendengar pernyataan Taemin barusan. benarkah?! B-benarkah ia?-

“T-taemin…k-kau serius mau pergi d-denganku?!!” tanyanya memastikkan. Taemin tersenyum manis menanggapi pertanyaannya sebelum, akhirnya mengangguk pelan.

“horeeee~!!! Gomawo taemin-aah! I love you!!!” ucap Sulli spontan, saking bahagia dan leganya. “temui aku, di café f(x) yaaa!!! Jam 7 malam! Jangan lupa, tampan! Once again, gomawo~! Daaah!” Bukan hanya, perkataannya saja yang spontan tapi perilaku berikutnya, yang kemudian memeluk dan mencium pipi Taemin, membuat Taemin salah tingkah. Lalu, pada detik berikutnya sosok Sulli hilang entah kemana tanpa di sadari Taemin.

Gadis itu meninggalkan Taemin yang tersipu akibat kelakuaan spontanitasnya. Secara, otomatis Taemin meraba pipinya yang baru saja di kecup singkat sang yeoja. lalu, senyum kembali menghiasi wajah tampannya dikala itu…

***

Taemin terlihat sibuk mengotak-atik isi lemarinya, sesampainya ia dirumah. Kai, yang baru saja datang melihat tingkah sahabat Vampire-nya ini dengan ekpresi keherenan. Belum pernah, seumur-umur Taemin terlihat gelisah dan bingung dengan mengacak-ngacak seisi lemarinya seperti ini. kelakuannya juga tidak pernah seperti ini, ketika mereka masih berada di kerajaan masing-masing.

“Yaa, Taemin-aah! Apa yang sedang kau lakukan?! “ tanya Kai pada namja yang masih sibuk dengan dunianya.

“Jongin-ssi~ eum…a-apa kau punya pakaian yang biasa di pakai untuk…eum..k-kencan?” tanya Balik Taemin pada Jongin. Namja berkulit cokelat itu hanya terkekeh mendengar pertanyaan Taemin. Kini, ia sangat paham dengan apa yang membuat namja berkulit putih itu uring-uringan seperti ini.

“kau ingin pergi kencan?! Haha, dengan siapa?! A-apa kau yakin tidak akan menggigit dan memakan-nya di sana? Sebaiknya kau fikirkan dulu, baru menemuinya mala mini, Minnie!” ledek Kai.

Taemin mengerutkan dahinya, dan mengangkat kedua alis pertanda jengkel dengan pernyataan Jongin. Tapi, kemudian ia kembali tersenyum penuh arti pada Jongin. “apa kau lupa? Siapa yang vegetarian dan siapa yang pemakan darah?! “ balas Taemin terkekeh.

Kali ini, Jonginlah yang mengerutkan dahi, pertanda jengkel pada ledekan Taemin. “vegetarian bukan berarti tidak berbahaya bagi manusia, prince!”

“setidaknya aku lebih aman dibandingkan dirimu, prince~”

“hhh…  terserah kau saja lah~”

“jadi bagaimana? Apa kau punya pakaian yang eum-“

“ambilah dilemariku! Aku tidak pernah memakai baju yang ku beli saat, pertama kali kita kesini karna kekecilan! Tubuhmu kan lebih kurus dibandingkan aku, mungkin saja kau muat!” seru Jongin memberitahu.

“aegyooo~ gomawo Jongin-aah! Kau benar-benar sahabat baik-ku!” puji Taemin lalu, menghilang dengan cepat untuk menuju kamar Jongin.

Jongin yang menatap tingkah Taemin, hanya menyimpulkan senyum kecil diwajahnya. Sahabatnya itu…

 

apa mungkin Taemin sedang jatuh cinta?…

vampire? jatuh cinta?!

Ah yang benar saja!

Kehidupan mereka benar-benar seperti sebuah novel yang saat ini telah dijadikan film untuk dinikmati manusia! *batin Jongin

***

Seorang namja berpakaian casual berkesan, elegan menduduki kursi yang sudah menjadi tempat janjian-nya dengan seorang gadis. Meskipun, ini terkesan aneh untuk seorang vampire tapi entah mengapa, hal ini sepertinya sangat membuat namja itu merasa hidup kembali dengan detak jantung yang tidak karuan.

Gadis itu…Choi Sulli. Memang belum lama ia mengenal yeoja itu, tapi… dengan melihat Sulli beserta usaha-usahanya dan tingkah lakunya beberapa minggu terakhir ini mulai membuatnya tertarik untuk mengenal gadis itu lebih jauh. Begitupun, dengan niatan Sulli mengajaknya makan mala mini. Mengenal sosok, namja yang notabenenya adalah seorang vampire yang tengah menyamar itu lebih dekat. Mereka ingin mengetahui, satu sama lain lebih dalam.

Lee Taemin memang bukan lagi, vampire penghisap darah seperti keluarga Kim. Tapi, terkadang banyaknya manusia membuat keyakinan dan keteguhan pendirian keluarganya yang sudah tertanam sejak lama, goyah. Vegetarian… bukan hal yang mudah untuk dilakukan seorang vampire muda. Terlebih, ketika manusia-manusia itu mendekatinya secara langsung.

Namja itu melirik lagi jam tangannya untuk memastikkan waktu janjian mereka. Sembari, menghilangkan rasa haus darah dan berpaling dari pemandangan-pemandangan manusia-manusia yang hidup disekitarnya ini.

“Taemin-aah!”

Terdengar suara seseorang memanggil dan membuat namja yang tengah duduk sendirian itu menoleh. Secepat kilat, ia mendapati sosok Sulli sedang melambaikan tangan ke arahnya. Memberitahu bahwa, yeoja itu telah datang. Yeoja itu mengenakan, dress berwarna pink bermotif bunga-bunga polos  yang membuat-nya terkesan manis dan anggun.

Belum sempat taemin menyelesaikan, observasinya pada yeoja yang menarik perhatiannya itu kini sang yeoja tengah berhasil duduk di sampingnya. Memandanginya, sambil terus menyunggingkan senyum khasnya. Dibalasnya, senyum itu dengan miliknya.

“Sulli… kau terlambat…” ucapnya memecah keheningan usai, meng-adu senyum tadi.

“ah? Ne Taemin-aah! Aku kejebak macet! M-mianhae! Eum…should I call you oppa?” tanya Suli pada Taemin. Taemin tersenyum setelah mengangguk pelan pada detik berikutnya.

“baiklah… apa yang ingin kau ketahui tentang aku Sulli?” tanya Taemin memulai percakapan.

“Aish~ oppa! jangan terburu-buru… sebaiknya kita memesan makanan dulu! aku lapar sekali~…eum…kau pesan apa?”

“Salad saja!” jawab Taemin singkat.

“Kenapa selalu salad? Apa kau sangat tergila-gila pada buah-buah dan sayuran Oppa?” tanya Sulli penasaran.

“ya aku dibiasakan seperti itu sejak kecil. He-he daripada aku minum dar…-” tanpa sadar Taemin, mengucapkan sesuatu yang dapat membuat identitasnya terbongkar. Bodoh! *hina Taemin

Sulli menaikan sebelah alisnya usai mendengar Taemin memotong pernyataannya sendiri. Rasa penasaranpun memenuhi pikirannya, dan mulai menjadikan semua itu untuk mengetahui apa yang sedang di sembunyikan Lee Taemin sebenarnya. “apa maksudmu dengan dar…Oppa? kenapa kau berhenti? Ayo lanjutkan kata-katamu…” pinta Sulli lembut.

Dipastikan kali ini, Taemin dapat membunuh dirinya sendiri. Begitu bodohnya ia, disaat-saat seperti ini malah membuat yeoja yang ia taksir curiga sedemikian rupa. Namja itu terus berfikir untuk mengacaukan kecurigaan Sulli dengan mencari bahan lain untuk, berpaling dari kata-kata darah.

“e-eum maksudku…telur dadar Sulli! K-kau tau telur dadar kan?! A-aku membuatnya setiap hari dan kata orang-orang banyak sih, jika kita makan telur setiap hari dapat menimbulkan penyakit…” jelas Taemin terbata.

Penjelasannya sungguh, tidak masuk di akal. Sejak kapan, telur dapat membahayakan tubuh seseorang jika mengetahui fungsi dan khasiatnya yang banyak?! Dan lagipula… saat pertama ia menyebutkan dar itu… ia berkata bahwa ‘lebih baik daripada ia meminum dar-‘

Mana mungkin, telur dadar dapat diminum?!

Aneh sekali! *batin Sulli

“ah sudahlah! L-lebih baik kita tinggalkan topic ini! saat kau bilang lapar, perutku jadi ikutan lapar! Pasti enak sekali salad di sini, ya kan Sulli?” tanya Taemin mengalihkan pembicaraan.

Sulli tersenyum sebelum akhirnnya mengangguk pelan dan, kembali melihat menu untuk memesan makanan.

***

5 Hours Later

..

“Gomawoyo, Oppa~” gumam Sulli saat, mobil yang tengah dikendarai Taemin telah tiba di depan rumah yeoja itu.

“ah~ g-gwaenchanayo Sulli-aay! Aku senang bisa dinner bersamamu malam ini…” Seru Taemin, sembari menyembunyikan rona merah pipinya, dibalik senyum manis yang ia tunjukan pada Sulli. “arra~ aku masuk dulu ya Oppa!”

Saat, Sulli hendak keluar dari mobil tiba-tiba sebuah tangan lembut meraih tangannya, menahannya untuk tinggal sebentar. tangan itu milik Taemin. “S-sulli…” gumam Taemin pelan,

“ne?”

“e-eeum…apa…t-tidak jadi deh hehe- yasudah kau masuklah!” seru Taemin gelagapan yang diakhiri dengan senyum khas miliknya. Sulli yang melihat reaksi dari namja tersebut, mengambil langkah awal untuk mengakhiri pertemuan mereka dengan mencium pipi Taemin.

“see you tomorrow, Oppa. Take care!  Annyeong~” serunya berpamitan lalu, menuntun langkahnya masuk menuju rumahnya.

Taemin yang mendadak terdiam seribu bahasa ketika, Sulli mencium pipinya tadi..hanya bisa tersenyum bodoh sembari meraba bekas ciuman Sulli dipipinya. Bahkan, ketika yeoja itu berbalik dan terkekeh melihat reaksi namja itu, sang namja tetap tidak menyadari bahwa sulli telah masuk ke dalam rumah.

“s-sulli…ka- sulli?” panggilnya pelan, yang hanya mendapati kekosongan dengan hilangnya sosok Sulli. Barulah, ia menyadari bahwa ia telah membuang waktunya dengan tersipu seperti orang bodoh hingga melewatkan pemandangan melihat Yeoja itu masuk ke dalam rumah.

“aissh~ taeminie! Jeongmal pabo! Hehe!” gerutunya kesal pada diri sendiri, sebelum memutuskan untuk menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Sulli.

***
Sesampainya, Sulli diruangan yang bernuansa girlie yang tidak lain adalah kamarnya. Segera ia mengambil laptop dan melanjutkan penulisan mengenai informasi tentang Lee Taemin dalam document khusus madingnya.

 

Third Impression:

he’s a bit odd, since he had been told that eating salad is better than drinkingdar … what does that mean?!  Drinkingdar-?!! when I ask him again, he explained haltingly and give answers that he doesn’t want to eat an omelet. while earlier, he mentions drinking not eating?!– Sulli against Taemin

TBC

35 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 3)

  1. Wah makin seru nih.. Chingu ayo cpt di post dong part 4x.. Chingu bs request ga.. Tmbhin jiyeon buat jd psnganx jjong oppa.. Dan yeoja lg 1 utk psnganx onew oppa.. Jebaalll..

  2. TaeLli sweetnya..
    Jiwa shipper bangkit,
    Huah, giliran KaiStal,
    tapi di akhir cerita ini feeling aku gak enak, mudah2an gak terjadi apa2…

  3. akhirnya ketawan jg tuh duo maknae kabur dr kerajaan dan sang kakak bakal nyusul ke dunia manusia..dan itu tetemm, dikau nyaris saja keceplosan walau sulli tetep aja bakal trs nyari tau tuh..aigoo~~~

  4. Hai. Saya tidak tahan untuk tidak berkomentar di part ini. Maaf sebelumnya. Saya tidak akan membahas tentang penggunan bahasa dalam part ini. Mungkin saya akan mengeluarkan beberapa scene yang membuat saya tidak berkerut berkali kali. Baiklah. Kenapa sulli memangil oppa? Bukankah ia seharusnya memanggi taemin-ssi? Sulli-ssi? Darimana mereka mendapatkan uang? Mencurikah?saya rasa tidak. Bagaimana seorang panegeran mencuri? Dan kenapa sulli begitu lancangnya mencium pipi taemin? Bukankah itu tidak sopan? Mereka baru mengenal bukan? Mungkin itu saja yang mengganjal di pikiran saya. Maaf telah berkomentar banyak 🙂

  5. Hai. Saya tidak tahan untuk tidak berkomentar di part ini. Maaf sebelumnya. Saya tidak akan membahas tentang penggunan bahasa dalam part ini. Mungkin saya akan mengeluarkan beberapa scene yang membuat saya berkerut berkali kali. Baiklah. Kenapa sulli memangil oppa? Bukankah ia seharusnya memanggi taemin-ssi? Sulli-ssi? Darimana mereka mendapatkan uang? Mencurikah?saya rasa tidak. Bagaimana seorang panegeran mencuri? Dan kenapa sulli begitu lancangnya mencium pipi taemin? Bukankah itu tidak sopan? Mereka baru mengenal bukan? Mungkin itu saja yang mengganjal di pikiran saya. Maaf telah berkomentar banyak 🙂

    • taemin lebih tua dibandingkan sulli meskipun di sini mereka sekelas ^^ pada kenyataannya memang begitu…meskipun baru kenal juga. ssi, di dalam cerita saya, akan saya pakai jika mereka baru kenal dan seangkatan. uang? kamu ga lupa kan kalau mereka pangeran?^^ tidak sopan? saya membuat alur cerita ini, tidak terlalu formal^^

  6. Taemin lagi kasmaran nie cieeeee….
    Hahaha senengnya 🙂
    Gmn dg kristal n kai??? Jadi pnasaran sma ceritanya mereka 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s