Last Confession (Ficlet Version)

absurdness1

Last Confession by Viramazing

Main Cast : Super Junior Cho Kyuhyun & SNSD Im Yoona |  Genre : Angst, Romance | Length : Ficlet | Rating : PG 13

Disclaimer :

Terinspirasi dari music video Taeyang ‘Wedding Dress’. Fanfiction ini murni dari ide saya dan belum pernah di publish di blog manapun. Kesamaan penggunaan tokoh, plot, setting dan konflik adalah ketidaksengajaan.

Happy Reading!

***

Church, Seoul

Waiting room

Seorang pria menatap pemandangan diluar gereja dengan tatapan kosong. Terjadi kemacetan kecil akibat banyaknya mobil yang ingin masuk ke parkiran gereja, pria dan wanita berlalu lalang dari parkiran kedalam gereja dengan jas terbaik dan gaun yang indah dan anggun.

Hari ini hari pernikahannya, sekaligus hari terburuknya seumur hidup.

Bagaimana ia bisa bahagia jika ia menikah bukan dengan orang yang ia cintai?

Pintu dibelakangnya terbuka, pria itu menoleh.

Seorang gadis berjalan masuk. Gadis itu hanya mengenakan gaun putih gading sederhana selutut, tapi ia masih bisa terlihat begitu cantik dan bersinar. Kyuhyun menghela nafas, gadis itulah yang menjadi alasan ia tidak bisa bahagia di hari pernikahannya.

“Ya! Cho Kyuhyun!” bentak gadis itu “Setengah jam lagi adalah pemberkatan pernikahanmu dan kau masih belum bersiap-siap? Paling tidak kenakan dulu dasi dan jasmu.”

Kyuhyun berjalan menghampiri gadis itu. Semakin dekat, semakin ia dapat melihat wajah gadis itu dengan jelas, dan semakin sakit pula hatinya.

“Kenapa tampangmu kusut begitu? Cho Kyuhyun, berbahagialah. Ini hari istimewamu.”

“Kau tahu persis mengapa aku tidak bahagia, Im Yoona,” kata Kyuhyun dengan suara serak.

Yoona mendongak, menatap wajah Kyuhyun lalu tersenyum tipis, “Ya, aku tahu.”

Yoona kini memandang ke sekeliling kemudian berjalan menghampiri meja rias, mengambil dasi bewarna abu-abu, lalu kembali berjalan kearah Kyuhyun.

“Apa kau bahagia dengan semua ini?” tanya Kyuhyun.

Yoona mulai memasangkan dasi Kyuhyun, “Keluargaku sudah menjalankan bisnis Bridal Shop dan Wedding Organizer berbelas-belas tahun. Sejak kecil berada di lingkungan itu membuatku telah merancang banyak mimpi tentang pernikahan impianku sejak di usia belia. Aku telah menemukan oang yang kucintai berbulan-bulan yang lalu, orang yang kupikir bisa kuajak mewujudkan mimpi-mimpi itu. Tapi ternyata, pria itu harus menikah dengan gadis lain.”

“Apa kau bahagia dengan semua ini?” Kyuhyun mengulang pertanyaannya.

“Bukankah kau bisa menyimpulkan perasaanku dari apa yang kukatakan barusan?’ Yoona balas bertanya.

“Aku menyimpulkan kau tidak bahagia,” jawab Kyuhyun “Tetapi melihatmu bisa berjalan kesana kemari, tersenyum, dan bicara seperti biasanya membuatku ragu. Seakan-akan kau tidak keberatan dengan semua ini.”

“Haruskah aku menangis untuk menunjukkan bahwa aku juga menderita karena semua ini?” Yoona menatap Kyuhyun dengan tatapan pilu. Pertahanan yang ia bangun sejak tadi pelan-pelan terkikis.

“Aku tidak keberatan melihatmu menangis, Im Yoona.”

“Aku hanya berusaha membuatmu lebih mudah untuk melepaskanku,” Yoona membenarkan kerah kemeja Kyuhyun.

“Seharusnya kau tidak perlu datang kesini,” sahut Kyuhyun.

“Aku penanggung jawab pernikahanmu. Kau pikir aku tidak akan kena masalah jika pengantin pria tampil berantakan?” Yoona tersenyum, berusaha bercanda.

“Seharusnya kau tidak perlu jadi wedding organizer untuk pernikahan sialan ini,”

“Aku menginginkannya,” kata Yoona sambil mengancingkan lengan kemeja Kyuhyun, berusaha tidak menatap Kyuhyun “Aku ingin kau mendapatkan pernikahan yang terbaik. Anggap saja ini hadiah pernikahan dariku.”

Kyuhyun menyentak tangannya dengan kasar, “Kau berlebihan Im Yoona. Kau mengatur pernikahanku dengan konsep pernikahan impianmu, bahkan kau memberikan desain gaun pernikahan yang sudah kau buat bertahun-tahun lalu kepada Hyesun. Kau mewujudkan impianmu tanpa kau sendiri didalamnya.”

Yoona berdeham, matanya sudah mulai berkaca-kaca “Aku kan sudah bilang, kau harus mendapatkan yang terbaik.”

“Tak ada kata terbaik jika bukan kau yang kutunggu didepan altar nanti.”

Air mata mulai bercucuran di pipi Yoona “Berhenti mengatakan apapun. Aku sudah berusaha bertahan sejak tadi, tapi kau merusak segalanya.”

“Aku senang melihatmu menangis, Melihatmu berpura-pura sok tegar membuatku muak,” Kyuhyun tertawa hambar sambil mengusap air mata gadis dihadapannya dengan hati-hati dan penuh sayang.

“Jika ini bukan permintaan haraboji sebelum meninggal, aku akan menikahimu.”

“Aku tahu.”

Yoona melepaskan tangan Kyuhyun dipipinya. Gadis itu berjinjit sedikit kemudian melingkarkan kedua tangannya disekeliling leher Kyuhyun, “Aku tahu terlalu banyak kenangan diantara kita, dan perasaan diantara kita juga tak bisa dibilang dangkal. Tapi kau harus belajar Cho Kyuhyun. Kau harus belajar melupakan semua kenangan itu dan menghapus perasaanmu padaku. Kau harus membiarkan Hyesun menggantikan posisiku di hatimu. Aku harus jujur, membayangkan kau mencintai gadis lain membuat hatiku sangat sakit, tapi akan lebih menyakitkan bagiku melihatmu mengkhianati istrimu diam-diam dengan masih memiliki perasaan padaku. Berjanjilah padaku kau akan menepati semua yang kukatakan padamu.”

“Yoona~ya . .”

Yoona mengecup bibir kyuhyun pelan kemudian mengeratkan pelukannya dan berbisik tepat di telinga Kyuhyun, “Saranghae, Aku hampir tak pernah membicarakan tentang perasaanku padamu selama ini. Bahkan ini pertama kalinya aku mengatakannya padamu. Paling tidak sebelum kita benar-benar berpisah, kau harus tahu apa yang kurasakan sebenarnya.”

Yoona melepaskan pelukannya kemudian mengambil jas yang disandarkan di sofa didekat mereka. Dalam diam gadis itu mulai membantu Kyuhyun mengenakan jasnya. Yoona merasakan pipinya basah ketika sedang mengancingkan jas Kyuhyun. Gadis itu mendongak, mendapati pria didepannya menangis.

“Tidak ada pengantin pria yang menangis di hari pernikahannya,” Yoona mengusap airmata Kyuhyun sambil berusaha tersenyum tegar.

Tepat ketika Yoona melepaskan tangannya, pintu ruang tunggu terbuka. Calon ibu mertua Kyuhyun berjalan masuk.

“Apakah kau sudah siap, Kyuhyun~a?” tanya wanita itu “Sepuluh menit lagi kau harus sudah siap didepan altar.”

“Ne, eomonim,” jawab Kyuhyun dengan suara agak tertahan.

“Bagus. Baiklah aku keluar dulu untuk mengecek persiapan Hyesun. Sebentar lagi akan ada orang yang menjemputmu dan mengantarkanmu ke altar,” kata wanita itu “Yoona~ya, tolong bantu Kyuhyun bersiap-siap.”

Yoona mengangguk pelan.

Ketika calon ibu mertua Kyuhyun sudah meninggalkan ruangan, Yoona mulai mengancingkan kancing jas Kyuhyun yang belum dikancingkan, “Kau sebentar lagi akan memulai hidup baru. Berjanjilah untuk bahagia.”

***

Setelah mengucapkan janji pernikahan, Kyuhyun mencium dahi istrinya pelan. Disambut oleh tepuk tangan seluruh hadirin yang datang.

Dari kejauhan, Yoona menatap pasangan itu sambil bertepuk tangan pelan. Gadis itu menatap cincin di jari kirinya kemudian tersenyum sedih.

Cincin itu diberikan Kyuhyun dua bulan yang lalu ketika pria itu melamarnya di taman belakang kantor Kyuhyun. Tempat mereka sering bertemu.

Tapi dua minggu setelah kejadian itu, kakek Kyuhyun masuk rumah sakit karena serangan jantung. Di detik-detik terakhir hidupnya, sang kakek meminta Kyuhyun menikahi cucu sahabatnya.

Sejak saat itulah sebuah vonis jatuh untuk mereka, tidak ada masa depan untuk hubungan mereka.

Kyuhyun~a, berjanjilah untuk hidup dengan baik dan bahagia.

***

Hai readers! Ini FF keduaku sebagai author tetap disini. Terimakasih untuk meyempatkan membaca Ficlet gajeku ini. Sebenarnya FF ini ingin kubuat lebih panjang lagi dan menceritakan sejak pertemuan pertama Kyuhyun dan Yoona. Tapi akhirnya aku memutuskan untuk membuat dalam bentuk ficlet. Jika respon readers positif, aku akan memikirkan kemungkinan membuat sekuel atau chaptered versionnya 😀

Aku masih perlu banyak belajar karena bisa dibilang aku adalah orang baru di dunia fanfiction. Maka dari itu aku mohon kepada readers untuk meninggalkan komentar, saran, kritik maupun masukan di kolom dibawah ini untuk memberitahuku dibagian mana saja kekuranganku dan membantuku menjadi author yang lebih baik lagi. Readers yang baik adalah readers yang menghargai author dengan cara meninggalkan komentar, bukan begitu? Asalkan menggunakan bahasa yang baik aku pasti menerima dengan senang hati. Kalo berkenan, silakan baca fanficku yang berjudul Je’ t’aime dan silakan tinggalkan kritik dan saran disana juga. Terimakasih untuk perhatiannya *bow*

43 thoughts on “Last Confession (Ficlet Version)

  1. Yaaah kok nggak nikah sama yoona aja$
    Aku kayaknya pernah bca ff thor. Castnya kyuhyun sama OC, ceritanya tuh kyuhyun nikah tpi atas dasar perjodohan. Dan kyuhyun benci bgt sama istrinya karna gara2 dia khyuhyun harus pisah sama yoona. Jangan2 itu kelanjutan ff ini ya thor. Hehe

  2. Gak setuju sama ending’a. Berharap si kakek bangkit dr kubur truss ngebolehin kyu milih sndri pasangan’a *ngarep* 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s