Stay With One Love (Part 9)

page

TITLE             : Stay With One Love part IX (sequel Forever Love With You)

AUTHOR       : Keyindra_clouds

MAIN CAST  :Yesung Super Junior, Yuri SNSD, Choi Siwon Super Junior, Im Yoona SNSD, Victoria song

GENRE          : Romance, Sad, Angst, Comedy, marriage life.

LENGHT        :  Chapter Series

Annyeong…..author GAJE balik lagi dengan FF abal – abal and amatiran ini….hehe..mian baru bisa ngepost. #plak. Dilempar buku ama readers.

Gak usah ngebacod and cingcong lagi ya. Langsung cap cuz aja!!.

#mian Typo berserakan dimana – mana

#author Cuma sampai segini idenya. *ide lagi buntu, diperes terus*

#aku butuh banyak comment bwt semangat ngelanjutin FF ini. (entahlah FF ini sampe kapan akan kelar). #Intinya dikit lagi End.

#don’t Bashing couple!.

#bwt part selanjut enaknya gimana ya?. Apa aku protect aja bwt ngehindarin siders?. *bow ditiju readers*

Yang kemaren ngasih comment…thank you so much..selamat membaca gratiss…

##########

 

“malam ini juga kau harus pergi. Tinggalkan Changmin dan anakmu. Kau harus mengakui jika laki – laki dibelakangku ini adalah kekasih barumu. Katakan jika kau selingkuh dan sesegera mungkin tinggalkan Changmin!.”

“jangan banyak protes!. Atau anakmu akan ku buang dan itu akan membuat Changmin menjadi depresi dan akhirnya…” ucapnya menggantung.

“baiklah aku akan pergi sekarang juga. Kumohon rawatlah anakku, jangan siksa dia dan membencinya.”

**

Kata – kata itu masih terngiang keras dikepala Victoria. 7 tahun sudah ia seperti orang bodoh yang meninggalkan putri yang ia lahirkan. Ia harus terpisah dari-nya hanya demi status sosial dan cintanya yang besar terhadap Changmin. Sanggupkah ia memungkiri jika saat ini juga ia merindukan Changmin.

Tok…tokk…tokk…

“masuk.” Jawab Victoria sekenanya. Pertemuannya dengan Changmin yang baru saja terjadi seakan membuka memori lama yang kini sudah ia buang jauh – jauh dari dalam ingatannya itu. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang seakan pikirannya hanya berpusat pada Charie. Ia ingin sekali bertemu Charie selaku putrinya, tapi apakah bisa ia menghilangkan perasaan mencintai pada Changmin?.

“mianhae. Nona Song..ada yang ingin bertemu dengan anda.” Victoria menghela napas berat dan akhirnya mengangguk pelan menyetujui siapa tamu-nya kini.

Kaki panjang itu akhirnya melangkah memasuki ruangan Victoria. Sesosok namja tampan itu memang sangat ingin bertemu dengan Yeojanya. Yeoja yang selalu ia rindukan keberadaannya. 7 tahun  sudah ia merindukannya, dan ternyata kini tanpa sengaja ia dipertemukan lagi kembali dengannya. Inikah yang dinamakan takdir.

“annyeong haseo. Sudah lama kita tak bertemu Song Qianie.” Spontan Victoria menengadahkan wajahnya menatap namja yang kini tengah berada didepannya.

Shock memang. Saat Victoria berusaha setengah mati menghindari pertemuannya kembali dengan Changmin. Tapi ternyata, mustahil. Bahkan kini mereka berdua bertemu kembali, tapi dengan keadaan yang berbeda pula.

“kk..aa..uu.” ia terhenyak kaget seketika saat mendapati Changmin kini tengah berada didepan matanya.

“bisakah anda pergi tuan Oh. Aku ada sedikit urusan dengan Tuan Shim.” Perintah Victoria pada bawahannya, menyadari dirinya kini tak dapat lagi menghindari Changmin.

*****

Hening, sepi kini menyapa keduanya. Mereka kini bergelut dengan perasaan dan pikiran mereka masing – masing. Adakalanya Victoria jatuh terpuruk dalam jurang kepedihan yang sangat dalam bahkan untuk berdiri pun ia tak sanggup. 7 tahun lalu mereka berdua saling mencintai dan saling memiliki, namun kenyataan-nya sekarang ia harus berpisah dari putrinya itu dan merelakan semua masa lalu-nya.

“bagaimana keadaanmu Qianie?.” Ucap Changmin membuka pembicaraan dan memecah keheningan diantara mereka berdua.

“sudah lama kita tak bertemu Song Qianie?.”

“aku baik – baik saja.” Jawab Victoria datar berusaha menyembunyikan kesedihannya. Mereka berdua kembali terdiam lagi. Berusaha memahami hati mereka masing – masing.

“Qiane.. sudah lama aku mencarimu. Mianhae, atas semua yang telah terjadi?.” Kembali Changmin melontarkan sebuah pembicaraan. Namun kali ini berbeda, sebuah penyesalan yang mungkin kini telah terlambat.

“maksud anda?. Kejadian apa?. Bukan-kah semua sudah selesai tuan Shim Changmin-sshi.” Sinis Victoria.

“Mianhe. Jeongmal mianhae Qianie. aku tahu jika kau terluka atas semuanya dan kesalahanku dan ibuku tak termaafkan.” Ucap Changmin yang menunduk. Disatu sisi Changmin bahagia Tuhan masih memberinya kesempatan untuk bertemu kembali dengan Yeoja yang dicintainya itu tapi disisi lain ia sadar jika masa lalu yang pahit pernah dirasakan Victoria akibat perbuatannya.

“perlu anda ketahui tuan Shim Changmin yang terhormat. Aku Victoria bukan Qianie. Qianie, sudah mati 7 tahun yang lalu.” tegas Victoria. Ada rasa sesak didadanya saat Victoria mengatakannya.

Victoria menghela napas sejenak dan menundukkan kepala.

“jeongsohamnida tuan Shim Changmin-sshi. Tak seharusnya aku berkata kasar seperti itu. Kemudian Victoria kembali mengangkat wajah. “bolehkah aku bertanya pada anda Shim Changmin-sshi tentang sesuatu?.”

“anything?. What the hell is that?.”

“jika kau harus memilih, apa yang akan kau pilih antara ibumu atau putri kita. Oh~mianhae. Maksudku  putrimu?.” Victoria berucap lantang dengan perkataannya. Setidaknya ia harus tahu bagaimana perasaan namja ini jika ia harus terpisahkan dari putrinya itu.

Changmin seakan dihantam batu besar saat diberi sebuah pilihan oleh Victoria, bahkan hingga saat ini Victoria masih menyebut putri yang dilahirkannya itu hanya putri Changmin bukan putri mereka berdua.

“apa kau bisa memilih salah satu diantara mereka berdua?.” Victoria mencoba tenang memandang lekat Changmin.

“aku butuh jawaban itu sekarang tuan Shim Changmin!.” Tegas Victoria pelan namun terlihat tegas. Changmin terdiam seketika mencoba berpikir. Air muka Victoria mulai berubah, ia terlalu lama menunggu jawaban dari namja ini.

PLAKKK….tamparan keras itu mendarat dipipi kiri Changmin dari tangan Victoria.

“aku lelah Changmin. Lelah akan hidup yang kujalani. 7 tahun lalu ibumu hampir membunuhku dan menabrakku dengan mobilnya hanya karena aku ingin melihat bagaimana keadaan anakku sendiri.  Apa kau ada saat itu Shim Changmin?. Kau tahu aku menderita selama 7 tahun ini, dipisahkan dengan anakku sendiri dan tak boleh melihatnya. Saat ibumu menyiksaku hanya karena sebuah kesalahan kecil. Dimana saat itu dirimu Shim Changmin!. Apa kau ada saat aku membutuhkan-mu?.”

“Qianie…jebal. aku bisa jelaskan semua itu..dengarkan aku.”

“kau yang harus dengarkan aku Shim Changmin!. Kau jahat padaku!. 7 tahun lalu kau mengajakku menikah dan ibumu mengusirku dari rumah serta aku tak boleh bertemu dengan putriku. Kau menuduhku sebagi wanita murahan saat aku ingin bertemu dengan anakku hanya karena namja suruhan ibumu yang mengaku sebagai kekasihku. Sekarang kau percaya diri sekali berkata maaf untuk kesalahan besar seperti itu!. Dimana mukamu Shim Changmin!.” Teriak Victoria.

Changmin menghela napas panjang. “mianhae..” hanya kata itu yang terlontar dari bibir Changmin.

“lebih baik sekarang kau pergi!. AKU MUAK DENGANMU!.” Usir Victoria.

“tapp…pi Qianiiee…” Victoria membuang muka. Ia tahu jika kini ia tengah menangis pilu dengan air mata yang kian mengalir.

“jika kau tak mau keluar dari ruangan ini. biarkan aku yang keluar. Aku lelah dengan semua ini.” dengan cepat Victoria mengambil tas-nya dan beranjak keluar meninggalkan Changmin yang masih duduk terdiam bergelut dengan pemikirannya.

*****

Yuri berjalan gontai menyusuri koridor kantornya. Sayup – sayup ia mendengar sebuah teriakan yeoja dari ruangan kerja yang sangat dikenalnya. Ia tahu persis siapa yang berteriak dari dalam ruangan kerja milik Victoria itu.

“lebih baik sekarang kau pergi!. AKU MUAK DENGANMU!.” Merasa penasaran dengan suara terdsebut lantas Yuri mendekat. Disaat bersamaaan ia terhenti sejenak Victoria keluar dari ruangannya dalam keadaan menangis. Secepat mungkin Yuri bersembunyi dibalik tembok yang berada tepat disamping ruangan Victoria. Sebenarnya apa yang terjadi dengan dirirnya.

Dengan langkah cepat Yuri segera beranjak dari tempatnya itu dan mengikuti Victoria. Ia tahu pasti ada rahasi dibalik semua-nya ini.  Sepertinya sebentar lagi sosok seorang Victoria akan terungkap, Pikirnya.

Victoria berjalan memasukki mobilnya dan mengendari mobilnya dengan cepat. Pikirannya masih berpusat dengan namja yang bernama Shim Changmin. Rasa cintanya terhadap Changmin masih sama seperti dulu. Lalu apakah benar ia mencintai Jong Woon?. Ia tahu jika kini tak memungkiri jika Jong Woon adalah penyemangat hidupnya kembali. Mungkinkah hanya obsesi dan cinta sesaat saja.

Yuri pun tak hilang akal dengan kecepatan tinggi pula ia mengendarai mobilnya dan mengikuti Victoria yang tengah melajukan kencang mobilnya dan tiba disebuah apartemen yang mungkin adalah tempat tinggal Victoria. Ia mengendap-endap mengikuti Victoria dari belakang tanpa diketahui oleh orangnya.

Klik..klikk..beep.. tak berapa lama kemudian sesosok Yeoja setengah baya membukakan pintu apartemen Victoria. Saat itu juga Yuri shock melihat siapa yang kini tengah berada didepan matanya. Ia mendengar secara jelas apa yang kini ia dengar.

“kau baru pulang Victoria?. Ahjumma baru saja selesai meyiapkan makan malam untuk kita berdua.” Ujarnya. Victoria tiba – tiba saja berhambur memeluk nyonya Kwon itu dan terisak pelan.

“berhentilah menangis. Apa yang membuatmu menangis seperti ini. ahjumma bisa membantu jika kau mau bercerita. Kajja masuk, kau pasti lelah.” Perintahnya.

Ada rasa sesak dalam diri Yuri saat melihat kejadian dua orang berpelukan itu, setetes air mata kembali keluar dari matanya. Selama ini ia belum pernah merasakan bagaimana saat pulang kerumah disambut oleh sang umma. ia sadar jika ia baru diketahui putri tunggal dari keluarga Kwon setelah menikah dengan Jong Woon, sebelum itu ia hanyalah seorang gadis biasa yang tak mempunyai orang tua. Bahkan jika ia tak diadopsi oleh keluarga Kang, entahlah hidupnya sekarang ini. Namun ia tak memungkiri juga bahwa Victoria adalah kakak kandungnya meskipun mereka berdua berbeda appa, tapi ikatan batin antara sang umma dan Victoria adalah sebagaimana ikatan batin antara ibu dengan anak.

*****

Sejak sore menjelang malam hari Yuri terus mengurung dirinya didalam kamar. Ia berbaring dengan posisi meringkuk, yang dilakukannya hanya menangis pilu dengan sesekali mengeluarkan suara. Ia sendiri tak mengerti mengapa ia bisa menangis seperti ini. dadanya sesak naik turun akibat sesenggukkan menangis.

Pikiran Yuri kalut, semua menjadi satu. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Sadar akan kehadiran Victoria yang selamanya akan ada dihidupnya. Yuri memejamkan matanya sejenak, matanya memanas saat mengetahui sang umma sangat menyayangi Victoria, terlebih lagi ia ada saat Victoria membutuhkannya.

“tidak, aku tidak boleh iri. Bagaimanapun juga dia adalah Qianie, kakak kandungku. Tapi kenapa ia jahat padaku?.”

Kenapa kenyataan seperti ini harus ia hadapi?. Dalam hatinya memang tak ada kebencian yang mengakar akibat perbuatan Victoria. Karena ia tahu jika ia memendam dendam maka akan berujung pada malapetaka.

Sekali lagi di dalam benak Yuri, ia hanya ingin melihat orang disekitarnya bahagia, ia ingin sang umma bisa bertemu dengan putri yang ia rindukan. Ia tahu betul jika sang umma ingin sekali bertemu dengan Qianie selaku putri yang ditinggalkannya itu.

Betapa besar ia menyayangi sang umma dan tak ingin mengecewakannya.

Tapi rasa ego itu kembali muncul, ia ingin Victoria sadar dan mengakui semuanya jika Victoria pernah mencelakainya harus bertanggung jawab karena membuat hidupnya harus kehilangan memori ingatannya. Kenapa ia bisa setega itu bahkan victoria sendiri hampir menghancurkan rumah tangganya dengan Jong Woon.

 *****

Suasana kediaman Jong Woon terasa sepi hanya ada Jae Woon dan Nam Young kini tengah terduduk berkonsentrasi melihat tayangan kartun favorit mereka yang berbahasa inggris. Sesekali mereka tertawa karena melihat tingkah konyol dari tokoh kartun yang dilihatnya dan menghisap botol susu yang telah disediakan pengasuhnya.

“opp..pa. I think how we to get baby dongsaeng?.” Sela Nam Young yang melihat sang kakak tengah berkonsentrasi dengan tontonannya.

“Jae..sseummin?.”

“aniyo. Saeng oppa!. I wanna saeng. Seum..min (Jaesumin) is aegi not baby dongsaeng!.” (apa bedanya???..)

“what if when we ask ahjum…ma (ahjumma)?.” Usul Jae Woon.

“suellely (surely).”

Mereka berdua segera berlari menghampiri sang pengasuh yang kini tengah berada didalam kamar mereka berdua dan sedang merawat Jaeseumin dan memandikan Jaeseumin. Sementara ini Jaesumin Yuri yang merawat hingga kondisi Yoona benar – benar pulih pasca melahirkan, sesekali Yuri membawa Jaeseumin untuk mengunjungi sang umma yang masih dalam keadaan lemah meski sudah siuman.

“Jung ahjumma..” Panggil Jae Woon yang menarik-narik pakaian sang pengasuh yang tengah memakaikan baju pada Jaeseumin.

“ne. Apa kalian berdua minta susu lagi?.” Tanya sang pengasuh.

“aniyo..” mereka berdua menggelengkan kepala dan mulai menatap sang ahjumma serius.”

“I want to ask something with You ahjumma.” Pipi Jae Woon mulai menggembung dan dahinya mulai mengkerut sambil melipat tangan didadanya menandakan bahwa ia kini tengah serius.

“oh. Ne.” Jawabnya sekenanya, karena ia tak mengetahui benar bahasa inggris yang fasih.”

“how to get baby dongsaeng ahjumma?.” Ucap Jae Woon keluar begitu saja dari mulut kecilnya itu.

“Mwo?.” Sang pengasuh tak tahu harus menjawab apa hanya bisa melongo sesaat dan menelan ludah saat kedua bocah kecil itu menanyakan bagaimana cara mendapatkan adik.

Belum sempat sang pengasuh menjawab pertanyaan dari kedua bocah itu terdengar seseorang membuka pintu. Spontan Jae Woon melihat kearah pintu karena mendapati sang appa sudah berdiri didepan pintu dan tengah tersenyum melihat mereka.

“appa..” teriak Jae Woon yang berhambur memeluk appanya yang baru saja pulang dari rumah sakit.

Sementara Nam Young naik keatas ranjang tempat tidur-nya itu dan kemudian memainkan pipi chubby Jaeseumin yang sedang tertidur. “kyeopta..” ucapnya sambil menciumi Jaeseumin.

“appa. I want to dongsaeng have Jaeseumin like this.” Tutur Jae Woon yang melepas pelukan sang appa.

“mwo?!.” Entah mengapa Jong Woon selalu tak berkutik saat mereka berdua meminta dongsaeng, sebenarnnya ia tak masalah dengan memberikan mereka dongsaeng bahkan ia senang sekali. Tapi Yuri?. masalahnya Yuri tak mau bersama-sama berkompromi dengannya untuk membuat aegi lagi. Runtuknya dalam hati.

“Kajja.. buatkan kami Saeng appa.” Rengek Jae Woon yang bergelayut manja di lengan sang appa.

*****

Klik..Jong Woon memasuki kamarnya yang terlihat sangat gelap ia menghidupkan lampu kamranya agar terlihat jelas semuanya. Sedari tadi ia  mengkhawatirkan sesuatu, sepertinya ada yang terjadi pada Yuri.

Jong Woon menatap heran dan terdiam saat melihat Yuri tidur membelakanginya. Ia tak tahu sebenarnya apa yang terjadi, perlahan Jong Woon menaiki ranjangnya serta mengepuk pelan lengan Yuri.

“Yuri-ya.” Panggil Jong Woon pelan. Tertegun seketika akan keadaan Yuri, Jong Woon mencoba membangunkan Yuri, ia merasa jika yeojanya lelah dan tertidur  sehabis menangis.

“opp..pa.”panggil Yuri yang baru saja terbangun dengan suara parau, setelah 3 jam ia menangis ia lelah akan semuanya lalu tertidur begitu saja.

“Omona!, kau menangis lagi. Apa yang menyebabkanmu seperti ini?. Jebal, jangan kau menyiksa dirimu seperti ini. Reflek Jong Woon memeluk Yuri yang terlihat frustasi dan mencoba menenangkannya.

“hey, ada apalagi. Bolehkah aku mengetahui masalahmu dan membantu menyelesaikannya. Setidaknya aku tak ingin melihatmu menangis kembali.” Hibur Jong Woon.

Yuri terisak pelan kembali dan menumpahkan semua tangisannya dalam pelukan Jong Woon. Ia tak tahu harus bagaimana lagi apakah ia harus sedih ataukah senang karena hadirnya Victoria dalam kehidupannya.

“aku takut oppa jika Victoria hadir kembali dalam kehidupan kita. Status Victoria kini adalah kakak kandungku, kemungkinan besar kami tak bisa berjauhan karena sebuah ikatan. Aku takut jika oppa…”

“itu tak akan pernah terjadi.” Tegas Jong Woon, ia tahu jika Yuri pasti akan mengatakan jika ia akan kembali mencintai Victoria. Maka sebelum melanjutkanya Jong Woon sudah memotong pembicaraannya terlebih dahulu dengan menempelkan telunjuk tangannya dibibir Yuri.

“jangan pernah berpikiran jika aku akan kembali pada Victoria. Karena itu tak akan pernah terjadi. Jika aku meninggalkanmu, berarti aku adalah namja bodoh yang tak tahu jika punya istri secantik dan sesempurna Kwon Yuri.”

“keundae…”

“berjanjilah padaku kau tak akan pernah meninggalkanku.” Ujar Jong Woon menatap Yuri lekat dan serius. Yuri mengangguk pelan dan kembali memeluk erat Jong Woon.

~CHU…dikecupnya sekilas bibir Yuri agar sedikit memberinya ketenangan.

“istirahatlah….jangan terlalu memikirkan masalahmu. Aku selalu ada jika kau ingin membagi masalahmu.” Ucap Jong Woon yang membaringkan Yuri serta menyelimutinya, lalu mencium dahi dan bibirnya kembali.

“oppa!. kenapa kau selalu menciumku tanpa meminta izin dariku.” Gerutu Yuri.

Jong Woon terkekeh pelan menanggapinya. “karena hanya ini yang bisa menenangkanmu.” Tunjuk Jong Woon pada bibirnya.

Duk..duk…sebuah gedoran pintu  pelan mengetuk pintu kamar Jong Woon dan Yuri. “umm..ma..umm..ma..” panggil mereka bersamaan. Karena tak ada yang menjawab, akhirnya mereka kembali menggedor pintunya.

“appa..appa…open the dool (door) please.” Teriak mereka bersamaan.

Jong Woon berjalan pelan mendekati pintu dan membukakan pintunya. Dengan cepat mereka berdua berlari menuju Yuri yang berda diatas ranjang, lantas besusah payah mencoba menaiki ranjang Yuri yang sedikit tinggi itu. Sungguh lucu tingkah polah mereka berdua, sementara Jong Woon hanya geleng-geleng kepala melihat mereka berdua sudah terlalu pintar untuk anak seusia mereka.

“umm..ma. alle (are) you just crying?.”

“anii chagi. Come here please” Yuri menepuk-nepuk pahanya dan bersandar pada dashbor ranjang agar mereka berdua duduk dipangkuan Yuri.

“you must yields oppa (kau harus mengalah oppa)!!.” tegas Nam Young mendorong pelan Jae Woon yang hampir duduk dipangkuan Yuri.

“shilleoo…(shirreo)!. ” tolak Jae Woon yang tak mau mengalah.

“sudahlah!. Salah satu dari kalian ikut appa. Come here please!.” Perintah Jong Woon dan dengan senang hati Jae Woon  duduk dipangkuan Jong Woon.

“how your day’s chagi?.” Tanya Yuri.

“gleat (great) umma. alle (are) you okay umma?. dlonnt (don,t) sad umma. smile please.” Jawab mereka.

~Chu..sebuah kecupan singkat mendarat dibibir Yuri dari sang namja kecil. “umma…Jeball, dlonnt (don,t) sad again.”

“gowawo chagi.” Balas Yuri tulus.

“I saw appa do that for umma dlonnt (don’t) sad.”

“what is’t?.” Tanya Yuri bingung.

“kiss umma. Appa kissue umma  not to clly(cry) (appa mencium umma agar tak menangis).”

“MWO?!.” Koor Yuri dan Jong Woon bersamaan. Sementara Yuri mencoba menundukan wajahnya agar tak kelihatan merah akibat selalu ketahuan berciuman dengan Jong Woon.

“appa…umma. maybe ask something?.” Sela Jae Woon.

“what’s it about Dongsaeng?.” Imbuh Jong Woon yang tiba – tiba bersemangat menanggapinya.

“ne, tentu saja.” Koor mereka kompak.

“so..when we got Saeng umma?.” sekali lagi mereka dikartu mati oleh pertanyaan kedua anaknya. Dengan polosnya mereka berdua melontarkan kapan akan mendapat dongsaeng. Dalam hati Jong Woon bersuka cita, akhirnya bisa juga mereka berdua merayu Yuri. sementara Yuri, ingin melempar bantal tepat didepan muka Jong Woon karena otak pervert-nya yang semakin lama semakin parah.

Yuri menatap jengkel Jong Woon, sementara yang ditatap senyum- senyum sendiri. “jangan bilang jika aku akan setuju untuk mengabulkan-nya. Buat sendiri saja!.” Teriak Yuri mendelik kesal menatap Jong Woon yang masih tersenyum sendiri.

“aisshh…mana bisa aku membuatnya sendiri. Bukankah membuat dongsaeng itu…”

“Dasar Pervert. Namja Mesum!!!.” Teriak Yuri lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut hingga keujung kepala.

*****

Beberapa saat setelah menidurkan Jae Woon dan Nam Young, Jong Woon bergegas kembali kekamar dan perlahan naik keatas ranjang dan perlahan mendekati Yuri yang menutup dirinya dengan bantal dan selimut.

“Yuri-ya..” panggil Jong Woon pelan dan lembut. Kembali Yuri menarik dan merapatkan selimut yang membalut tubuhnya seakan tak mempedulikan omongan Jong Woon. Jong Woon menggerutu kesal namun ia berusaha untuk bersikap sabar menghadapi sikap Yuri yang keras kepala.

“Sabar…Jong Woon, sabar..untuk memperoleh aegi kau kau harus sabar. Jika Yuri sudah terlena kapanpun kau bisa menyerangnya dan secepatnya membuat aegi….FIGHTING JONG WOON.” Ucap Jong Woon menyemangati dirinya.

“Yuri-ya.” Panggilnya sekali lagi.

“ Ya! Ya! Buka selimut mu!.” Kesal Jong Woon.

“shirreo. Aku tak mau hamil lagi!. Aku masih ingin menikmati masa mudaku!.”

“mwo?. Mana bisa begitu. Kau tahu mereka sudah sangat menginginkan dongsaeng, apa kau tak kasihan setiap hari mereka berdua merengek meminta dibuatkan dongsaeng?!.”

“Aku tak mau hamil lagi oppa!. Kau tahu belum genap aku tiga tahun aku melahirkan mereka dan kau meminta lagi untuk membuat aegi?!. Shirreo!!. Buat sendiri saja!.”

Yuri semakin merapatkan selimutnya saat dirasakan tangan Jong Woon mulai menarik-narik selimutnya. Tapi usaha Jong Woon tak membuahkan hasil, bahkan selimut itu semakin melekat membalut tubuh Yuri.

“Mana bisa aku membuatnya sendiri?. Lalu dengan siapa aku harus membuatnya?. Bukankah aku bertanggung jawab saat dulu kau hamil?!.” Jong Woon semakin kesal hingga akhirnya ia mengomel tak jelas dengan arah pembicaraanya.

BUUGGHH….Yuri dengan kesal melempar bantalnya namun gagal mengenai Jong Woon karena ia terlalu cepat menangkapnya.

“kau pikir siapa yang merebut kegadisanku dan menghamiliku 3 tahun lalu?. tentu saja kau yang harus bertanggung jawab karena kau telah menghamiliku lantas siapa lagi?!!.” Ucap Yuri tak terima.

“jadi jika aku bertanggung jawab, apakah kau mau hamil lagi?.”

“Shirreo!.” Tolak Yuri sekali lagi yang menatapanya yang sangat kesal.

“baiklah mari kita membuat negosiasi dan perjanjian?..”Yuri mengernyit bingung mendengar ucapan Jong Woon barusan. Perjanjian?. Kali ini apa lagi?.

“jika kau bisa tidak memenangkan project perusahaanmu, kau harus sesegera mungkin hamil dongsaeng untuk mereka berdua karena aku tahu project itu pasti sangat menyinta waktumu.”

Dengan sigap Yuri segera membuka selimutnya dan memandang melongo Jong Woon serta menimbang sejenak tawaran yang diberikan Jong Woon padanya. Mungkin ini ada untung-nya juga baginya.

“baiklah, jika aku berhasil mendapatkan project itu, program membuat dongsaeng dibatalkan!.”

“anii…shirreo..itu tak adil untukku. Program membuat dongsaeng harus tetap jadi tak boleh dibatalkan tapi ditunda!. Deal?.”  Jong Woon menyeringai kecil setidaknya pasti akan ada acara membuat dongsaeng. Batin Jong Woon.

“baiklah..menang itu tak sulit bukan?.” Yuri berucap angkuh dan merebahkan dirinya kembali. Ditariknya kembali selimut yang sedari tadi membalut tubuhnya.

“Ya. Apa yang kau?!.” Pekik Yuri.

“tentu saja tidur bersamamu..lalu apa lagi?.”

Tangan Jong Woon dengan cepat menarik tubuh Yuri dalam pelukannya yang erat.

“night Kiss..” pinta Jong Woon.

“huh…” pasrah Yuri yang mengalah. Menghembuskan napas pendeknya, percuma saja ia berdebat dengan Jong Woon pasi ujung-nya Jong Woon selalu berhasil menciumnya. Dikecupnya singkat dan dilumatnya sebentar bibir Jong Woon lalu dilepaskannya.

“sudah ku lakuakan. Aku lelah ingin tidur.”

“chagiya…saranghaeyo…” ucap Jong Woon tulus.

Mata Jong Woon menatap mata Yuri lekat. Sedangkan Yuri selalu saja terhipnotis akan tatapan itu. Dengan berani dipagutnya bibir ranum milik Yuri yang sedari tadi menggodanya dan mengecupnya berulang kali. Lumatan-lumatan itu akhirnya menjadi ciuman panas dan liar. Sementara tangannya mulai berani memasuki kemeja tidur over size milik Yuri dan mengelus perut rata-nya serta punggungnya seduktif.

“eeunnnggghhh…” lenguh Yuri yang tak sengaja mengeluarkan desahan pelan.

ciuman mereka makin dalam dan intens menjelajahi setiap inci apa yang ada didalam rongga mulut mereka. Perlahan tangan Jong Woon naik keatas dan mencari-cari sesuatu yang ia ingin temukan.

Trekk…sebuah pengait berhasil ia lepas dengan mudahnya. Lalu dengan pelan tangannya bergerak kedepan untuk meraba-raba breast milik Yuri dan meremasnya pelan.

“ah..oppa…sshh..”

Dengan cepat Jong Woon segera membalik posisinya yang kini berada diatas tubuh Yuri. “i know if you want it now babe.” Jong Woon terlihat menggoda Yuri dan perkataannya sukses membuat rona merah diwajah Yuri ditengah pergulatan nafsunya.

“be mine tonight. I love you so much.” Bisiknya ditelinga Yuri seduktif.

Segala yang telah yang direncanakan Yuri seakan hilang sudah, perasaan penuh akan gairah yang kian meningkat membuat ia melupakan segalanya. Sejujurnya ia sangat merindukan sentuhan Jong Woon disetiap inci tubuhnya untuk mencapai kenikmatan bersama.

“everything for you oppa.” jawab Yuri malu –malu.

*****

Entah sejak kapan baju yang mereka kenakan sudah tertanggal dan kini sudah tak memakai sehelai benang pun yang dikenakan hingga tak ada yang menghalangi kulit keduanya untuk bergesekan satu sama lain.

“ahh…opp..paa..aahhh…ssshh..” Yuri semakin mendesah keras. Mataya terpejam dan mulutnya mengluarkan suara yang terlihat nyaring ditelinga Jong Woon dan mampu membangkitkan birahi Jong Woon.

(Skipp..Yadong nya dipotong. Gak full version. Author kepanasan sendiri bayanginnya. Cilok and cimol satu bungkus habis semua buat bikin scene Yadong kaya begini..#plakkk)

Jantung Yuri berdegup kencang, beriringan dengan detak jantung Jong Woon  yang bahkan lebih cepat pula. Dengan perlahan, Yuri memejamkan matanya.

“slow down babe. It is hurt oppa..aahh.”

“aaaakkkkhhhh…”erang Yuri tertahan.

Tiba-tibarasa sakit menjalar menuju kealam sadarnya. Entah mengapa sudah berulang kali mereka berdua melakukannya tetapi rasanya masih sama yaitu sakit yang kini tengah menjalar.

Yuri mengerang sakit, tubuhnya mengejang. Dicengkeramkannya pundak Jong Woon untuk melampiaskan rasa sakitnya. Rasanya tetap saja menusuk dan perih. Meskipun sudah pernah melahirkan, tapi tetap saja rasanya sakit saat mereka berdua berhubungan.

“look at me, I’ll never hurt you.” Hibur Jong Woon mencoba untuk menenangkan Yuri yang menciumnya sekilas. tangan Jong Woon menahan pinggul Yuri dan berusaha membantu proses penyatuan tubuh mereka berdua.

“aaaahhh…” suara desahan dari keduanya pun melega. Tubuh mereka menyatu tanpa ada jarak sedikitpun.

Desahan keduanya saling sahut menyahut satu sama lain. Jong Woon dengan penuh nafsu melumat bibir Yuri tanpa henti. Mengajak istrinya menuju kenikmatan yang tiada tara itu. Refleks Yuri pun menelusupkan jari-jari tangannya pada helaian rambut Jong Woon, mengacaknya dan meluapkan gairah yang ada  dalam diri-nya seiring dengan gerakan Jong Woon yang semakin menggila. Dan akhirnya mencapai pada puncaknya, cairan hangat itu mengalir begitu saja menuju dan memenuhi rahim Yuri.

Jong Woon  menjatuhkan dirinya di samping Yuri. Keduanya sama sama mencoba mengatur nafas mereka  atas klimaks yang telah dilaluinya. Keringat membasahi tubuh keduanya. Jong Woon menatap Yuri lekat. Saling tersenyum satu sama lain. “saranghae..Kim Yuri. tidurlah kau begitu lelah!.”

“nado saranghae Kim Jong Woon.” Yuri memejamkan matanya dalam dekapan hangat Jong Woon dan mulai tertidur.

“disini kau pasti akan tumbuh dan berkembang menjadi aegi.” Jong Woon berpikir optimistik bahwa semua itu pasti akan terjadi. Seulas senyum terkembang dibibir Jong Woon. Ia  mencium perut rata Yuri sedikit lama sampai berharap akan ada anugerah terindah yang akan diberikan Tuhan untuk-nya, hingga akhirnya tubuhnya bergerak dan mengecup dahi Yuri penuh akan kasih sayang dan tertidur menuju alam mimpinya.

*****

Yoona terbangun dari tidurnya saat mendapati sesuatu yang menggenggamnya erat. Dilihatnya sekilas Siwon yang tengah tertidur pulas menggengam tangannya erat sambil terduduk. Seulas senyum tipis tersungging dibibir Yoona . inikah kenyataan. Jika Siwon kini tengah mencintainya.

Dibelainya pelan rambut Siwon dan mencoba melepas gengaman tangan Siwon dan turun dari ranjangnya. Ia berjalan pelan serta berdiri menatatap pemandangan kota Seoul dari kamar tempatnya dirawat kini.

Greebbb…..sebuah pelukan hangat dari tangan kekar Siwon kini memeluk Yoona erat. Spontan ia terkaget saat mendapati Siwon kini tersenyum memandangnya tulus. “Yoong..hari ini kau diperbolehkan pulang. Apa kau tak merindukan Jaeseumin?.” Ucap Siwon lembut.

“aku ingin bertemu dengan Jaeseumin. Padahal beru kemarin aku bertemu dengannya. Tapi ingin sekali aku melihatnya.”

“tentu saja!. Kau itu ibunya dan Jaeseumin adalah putri kita. Jelas betul kau merindukannya. Akan kusuruh Yuri untuk mengantarkan Jaseumin padamu.” Yoona mengangguk pelan dan sekali lagi ia tersenyum atas perubahan sikap Siwon yang kini mencintainya.

“apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?.”

“tentu.”

“jika aku bertanya tentang bagaimana perasaanmu, apakah kau mencintaiku?.”

“aku mencintaimu. Sekarang yang terpenting bagiku adalah kau dan Jaeseumin. Tak ada yang lain.”

“aku sadar jika pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku dengan mencampakkanmu. Cukup dengan kehilanganmu aku tersiksa jiwa dan batinku. Seandainya jika aku hingga kini belum bisa menghilangkan perasaanku terhadap Yuri, percuma saja aku pastinya akan kecewa. Yuri sudah menemukan orang yang ia cintai dan mereka pun sudah mempunyai malaikat kecil. Lalu haruskah aku menghancurkan kebahagiaan Yuri?.” lanjut Siwon.

Yoona terharu akan perkataan Siwon. Ia membalikkan badannya dan memluk Siwon erat, meluapkan segala emosinya tentang bahagia hatinya jika Siwon mencintainya.

“saranghae Im Yoona. Maukah kau kembali bersamaku dan membesarkan Jaeseumin bersama?. Aku ingin membangun kebahagiaan bersama denganmu untuk masa yang baru. Menutup cerita lama dan membuka lembaran kehidupan baru yang hanya ada kau dan Jaeseumin. Kita perbaiki hubungan kita.”

“nado saranghae Choi Siwon.” ucap Yoona tulus.

Perlahan wajah Siwon mendekat, deru napas keduanya saling menerpa wajah masing-masing dan mengeliminasi jarak diantara keduanya. Hingga akhirnya sebuah sapuan hangat dan basah mendarat lebut dibibir Yoona. Ini bukan ciuman berlandaskan nafsu, namun ciuman lembut penuh cinta yang tersalur dari dua insan yang saling mencinta.

“kembalilah padaku. Kita hidup bersama.” Yoona yang menyetujuinya pun mengangguk pelan.

Siwon segera berlutut dihadapan Yoona dan mencari sesuatu yang bisa ia berikan pada Yoona. “apa yang kau lakukan?. Berdirilah, aku sudah memaafkanmu.” Entah dari mana Siwon mendapatkan karet gelang dan melilitkannya pada jari manis Yoona. Sementara Yoona memandang cengo apa yang kini Siwon lakukan.

“aku tahu aku begitu sangat tampan. Tapi tak usah melihatku seperti itu?.” Wajah Yoona bersemu merah saat Siwon tersenyum menatapnya.

“sementara ini pakailah karet gelang ini. aku belum membeli cincin untuk pernikahan kita.”

“mwo?.” Yoona menatap Siwon penuh tanya. Siwon yang mengerti arti tatapan Yoona padanya.

“kita akan menikah secepatnya!,” tandas Siwon.

“kau sedang melamarku Choi Siwon dengan karet gelang ini sebagai cincin?.” mendadak otak Yoona ber-slow motion menerima respon darinya.

“aisshh…jangan merusak suasana romantis. Akan kuganti karet gelang ini dengan cincin berlian nantinya jika kita sudah dihadapan pendeta.

“would you marry me Im Yoona?.” Tanya Siwon. Yoona tersenyum manis.

“I do.” Jawab Yoona tanpa ragu.

Siwon yang kesenangan pun akhirnya meluapkannya dengan memeluk Yoona erat. “lep…pass…aku tak bisa bernapas atau kita tak jadi menikah?.”

“mwo?..shirreo..kau harus menjadi milikku nyonya Choi!.” Kerling Siwon.

*****

“yeoboseo.”

“kkaauu….untuk apa menelponku?.” Sentak Victoria keras karena tiba-tiba saja menerima nomor telepon yang ia tak kenal. Sakit rasanya ia menerima telepon dari seberang sana, saat ia mengetahui Changmin-lah yang menghubunginya.

“ada sesuatu yang ingin kubicarakan.” Changmin berucap pelan dan datar menghadapi emosi Victoria yang tiba-tiba.

“aku lelah. Jika kau ingin membahas hubungan kita, semuanya sudah berakhir.” Tukas Victoria.

“aku ingin mempertemukan Charie denganmu?.” Jawab Changmin lugas.

Perasaan Victoria kembali menangis, 7 tahun ia berjuang melupakan anak dan suaminya, tapi apa daya semua-nya tak bisa. Ia terlalu lemah untuk bisa melawan takdir yang menghinggapinya. Dan sekarang, ini adalah waktu yang ditunggu-tunggunya setelah berhari-hari ia diam-diam rutin menemui putrinya tanpa sepengetahuan Changminsekarang bahkan Changmin membuka pintu lebar-lebar jika ia ingin bertemu dengan Charie.

Tapi ego Victoria terlalu besar untuk mengalah. “siapa dia?. Jika itu tak penting. Kita tak berurusan lagi.” Air mata Victoria mulai turun dengan sendiri-nya, sebenarnya ia tak tega mengatakan semua ini. tapi apa daya rasa sakit hatinya terhadap keluarga Changmin lebuh besar melebihi segalanya.

“dia.. putri kita. Putri yang dulu kau tinggalkan..jeball untuk kali saja, kau turuti permintaan putri kita. Ia hanya ingin bertemu denganmu, tak lebih. Charie selalu bertanya sebenarnya apa yang tejadi pada Mommy-nya. bahkan ia selalu terlihat murung saat ia melihat teman-teman-nya tengah dipeluk dan dimanja oleh ibunya.”

Air mata Victoria semakin deras mengalir. Charie, Putrinya ternyata selama ini selalu merindukannya. Charie-aa.. mianhae atas perlakuan Mommy..” batin Victoria dalam hati.

“jeball..ini semua demi Charie. Kau boleh membenciku, tapi tolong jangan benci Charie. Aku memang mantan suamimu. Tapi Charie…Charie bukanlah mantan anakmu. Selamanya Charie adalah putrimu, putri yang lahir dari rahimmu” diseberang sana Changmin pun tak bisa menahan air mtanya yang kini mulai turun. Changmin tahu hingga saat ini ia belum bisa termaafkan oleh Victoria atas sikapnya. Kedua insan itu kini tengah berkutat dengan hati mereka masing-masing. Rasa cinta dan benci memang tipis perbedaannya. Dulu mereka berdua saling mencintai, tapi sekarang keadaan justru sebaliknya, akibat permainan licik sang Umma Changmin harus kehilangan Yeoja yang sangat ia cintai.

“kumohon temui kami berdua ditaman kota. Charie akan menunggumu hingga datang.” ucap Changmin menutup telepon.

Apa yang harus kulakukan sekarang?. Desah Victoria menangis dan menutup wajahnya dengan kedua lututnya.

*****

Dengan cepat Victori kembali menelpon seseorang. Bukan untuk menelpon balik Changmin melainkan Charie. Ia ingin tahu apakah Charie mengetahui semuanya.

“yeoboseo..Charie-aa.”

“Mommy…I miss You mom..apa Mommy merindukanku?.”

“bogoshipeo my dear. mianhae, Mommy sibuk akhir-akhir ini. jadi Mommy jarang menjemput Charie lagi.”

“gwenchana mom. Mom, I’ll tell you Mom something information?.”

“oh, ne. What is’t?.”

“aku merayu daddy agar segera mempertemukanku dengan Mommy.”

“Charie-aa…”

“anii Mom, daddy tak tahu tantang pertemuan kita. Aku hanya bilang jika aku ingin sekali dipertemukan dengan Mommy. Karena aku ingin Mommy dan Daddy bersatu agar aku bisa punya orang tua yang lengkap. Momm…Momm..are you still there Momm..”

“ne, Charie. Mommy juga ingin bertemu.”

“jadi dandanlah yang cantik agar aku bisa melihat mommy-ku yang cantik. See You Moom..aku takut jika Daddy tahu Mommy menelponku..hihi..” kikik Charie.

“Jadi ini adalah rencana Charie. Astaga…apakah ia harus mengubur impia putri kecilnya itu untuk bertemu dengannya demi sebuag keegoisan yang menutup hatinya yang benci akan sang suami.” Batin Victoria.

Kembali ia diraihnya ponsel Victoria itu dan diketiknya sebuah pesan singkat.

“baiklah..jika ini semua demi anak kita. Kita bertemu nanti malam.”

Drrrttt…drrrttt…Sebuah pesan pendek terpampang dilayar ponsel Changmin. Dibukanya pesan pendek itu lalu membacanya sebentar. Senyum lebar kini menghinggapi Changmin, saat itu juga hati kembali berbahagia. “mungkin ini langkah awal untuk bisa memperbaiki hubungan dengan Qianie.” desis Changmin pelan.

*****

Yuri berjalan pelan melewati koridor rumah sakit Jong Woon dengan bayi perempuan cantik digendongannya. Dan dua orang bocah kecil nan lucu berjalan disampingnya.

“wheell (where) allee(are) we going umma?. allee(are) we see appa?.”

“maybe yes..maybe no?.” Mereka berdua lekas mengerucutka bibir mereka tanda kecewa. Sudah dua hari Jong Woon tak pulang kerumah karena ada bebrapa pasien yang butuh penanganan khusus. Jadilah mereka berdua seperti ini, merengek meminta bertemu dengan sang appa.

“nah sudah sampai. Sekarang kajja masuk, kita temui Yoona ahjumma.” Mereka berdua pun segera menurutinya dan masuk menemui Yoona.

“Ungie (Youngie) stop it!!.” Perintah Jae Woon pelan menghentikan langkahnya sebelum sang umma masuk kedalam.

“wae?.”

“Shut the eye llapidly (rapidly)!.” Perintah sang kakak.

“kisseu..kisseu..” mendengar aba-aba untuk menutup mata keduanya langsung menutup mata mereka untuk tak melihat adegan itu. Sementara Yuri memandang heran mereka berdua mengapa tiba – tiba saja menutup mata.

Yuri membulatkan mata seketika saat melihat Yoona dan Siwon tengah berciuman didepan kedua malaikat kecilnya tanpa diketahui oleh mereka.

“eeehhhmmm….” Yuri berdehem keras agar kedua-nya mengerti akan kehadiran mereka semua. Kontan Yoona yang mengerti akan kehadiran seseorang mendorong pelan tubuh Siwon serta mengelap bibirnya yang basah dan melihat siap yang tengah datang.

“Yuri-ya..” pekik Yoona yang terkaget dengan wajah yang merona merah.

“apa kalian berdua sudah menyelesaikan acara kalian?!. Jika sudah, Jaeseumin sudah merindukan kalian!.”

“wae kalian berdua menutup mata?.” heran Yoona yang melihat kedua anak Yuri masih juga menutup mata.

“itu karena kalian!!. Aku tak mau anakku yang sepolos dan selugu mereka melihat adegan ciuman kalian berdua!.” Kesal Yuri. mereka berdua hanya bisa tertawa malu karena salah tingkah.

“sekarang buka mata kalian. Tidak ada lagi kisseu!.” Perintah Yuri.

“Jaeseumin..umma merindukanmu.” Uajar Yoona menerima sang putri dari gendogan Yuri.

“sekarang kalian sudah menjadi keluarga lengkap. Dan kau Choi Siwon, jangan berani-beraninya mencintaiku!.” ucap Yuri menggurui.

“baiklah nyonya Kim, aku tahu itu. Kau tahu sebentar lagi marga Yoona akan berubah dari Im menjadi Choi.”

“jinja?.. jadi kalian berdua akan menikah?.” Tanya Yuri tak percaya. Mereka berdua hanya mengangguk pelan. “chukkae, atas pernikahan kalian. Kuharap kau membahagiakan sahabat kecilku ini.”

“gomawoyo Yuri.”

“ahjussi..apa kau bad boy?.” tanya Jae Woon yang terlontar begitu saja.

“mwo?.” Heran mereka bertiga. Setahu mereka Choi Siwon adalah orang yang membuat sang umma menangis waktu itu.

“anii..anii..kau tahu aku ini orang baik?.” Narsis Siwon.

“good..I like that, Dude!.” Ucap Jae Woon yang melipat tangannya seolah-olah menandakan jika kini ia tengah berbicara dengan Choi Siwon sebagai rekan sebayanya.

“mwo?!.” Sekali lagi Yuri tebelalak kaget atas perkataan namja kecilnya itu. Darimana mereka mengetahui panggilan seperti itu dan menganggap Siwon sebagai teman sebayanya. “Oh~God, sebegitu pintarkah kedua anakku ini.” batin Yuri. Heran melihat sikap mereka berdua yang sebenarnya terlalu pintar atau terlalu polos untuk dipengaruhi.

*****

Waktu yang ditunggu kini pun tiba, Victoria bersiap dengan pakaian yang rapi dan dandanan sederhana. Ia ingin tampil sesuai apa yang diminta oleh putri kecilnya itu. Sekuat tenaga ia coba untuk tak menangis ketika berhadapan langsung dengan Shim Changmin.

“Charie-aa. Mommy takut jika bertemu dengan Daddy. Mommy takut jika umma dari Daddymu pasti akan mengusir Mommy lagi.”

Victoria menggelengkan kepalanya sejenak dan tak mau membayangkannya kembali. Ia mencoba berpikir positif jika saat ini adalah moment untuk bertemu dengan Charie. Cukup hanya itu.

Tiba-tiba Victoria merasakan pusing yang amat sangat tak tertahankan. Kepalanya oleng dan ia terduduk seketika memegangi kepala-nya. “aaarrghh…” rintihnya.

Tess..tess..cairan ketal berwarna merah itu tiba-tiba saja mengalir dari hidung Victoria. Dan seketika itu ia tergeletak tak berdaya. Perlahan namun pasti ia merasakan berat dikepalanya dan memdadak semuanya gelap.

“OMONA!. NONA SONG!.” Pekik sang pembantu keras mendapati Victoria dalam keadaan seperti itu.

___TBC___

Kecepetankah alurnya?…#hehe..mian

Ide author dadakan and cukup sampai disini.

So tolong hargai karya kami dengan meningalkan jejak melalu komentar.

Komentar panjang justru author suka..karena author bisa merefleksikan diri untuk buat FF lebih baik kedepan.

Untuk part selanjutnya jika masih banya siders mungkin author akan protect part selanjutnya…

Gamsha chingundeul……

74 thoughts on “Stay With One Love (Part 9)

  1. hohow, itu abang Yesung yadongnya level brapa itu? Tapi, 4 jempol dah, pinter amat ngerayunya 😀 Keren dah, keren fanficnya mbk ;D

  2. hhaha akhirnya jadi juga bikin.dongsaeng nya walopun yul sempet nolak..
    akhir nya terhipnotis jg dia sm jong woon..
    sumpah demi apa jong woon yadong tingkat akut..
    melebihi eunhyuk. .

  3. wow wow… tingkat yadong yeppa ngalahin monyet yadong nih…
    aigo.. kim twins pintat bgt yah…
    akhirnya yoonwon bkl nikah nih…

  4. Ya ampun jongwoon yadong bgt sih. Semoga project bikin dongsaengnya berhasil. Changvict kapan bersatunya ni thor?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s