[FF Freelance] Sad Love (Part 1)

sad love
Author : Lee Hara
Title : Sad Love Part 1
Cast : Jessica SNSD
Support Cast : Junho 2PM, Donhae Super Junior, Yuri SNSD, Jb JJ Project
Ratting : PG-15
Lenght : Chapter
Genre : Romance
Disclaimer : Semua tokoh yang ada disini hanya milik tuhan dan milik agency masing-masing. cerita 100% milik author diadopsi dari berbagai komik dan film
Summary : Jessica merasa tidak enak atas kepergian Junho. Meskipun Junho hanya pergi untuk membeli cemilan, tapi dia merasa Junho akan pergi selamanya.

Chagiya!” panggil Junho sembari memeluk keasihnya dari belakang. Kekasihnya bisa membulatkan mata karena terkejut.

“Wae chagi?” Jessica—nama yeoja chingu junho—bertanya sembari membalikkan tubuhnya. Junho pun melepaskan pelukannya.

“I miss you.”

“Aish dasar. Baru semalam tidak bertemu, kau sudah rindu saja.”

“Hehehe.” Junho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jessica hanya tertawa kecil.

“Sudah makan chagiya?” tanya Junho.

“belum.”

“Mau kubelikan sesuatu?”

“Memangnya kau punya uang?”

“Tentu. Kau boleh lihat isi dompetku.”

Mereka bercanda disebuah taman. Kemudian duduk dibagku taman didekat lapangan sepak bola sembari menonton anak-anak bermain bola.

“Sore ini langit sangat bagus ya.” Ujar Junho sembari memandang langit. Rambutnya yang kecoklatan terlihat menari-nari karena disisir oleh angin. Jessica ikut memandang langit.

“Ne. Sangat bagus.”

“Mungkin ini terakhir kali aku melihat langit seperti ini.”

“Eh? Maksudmu?”

“Molla. Aku hanya merasa ini terakhir kalinya. Mungkin sebelum musim hujan.”

“Aish kau membuatku terkejut.” Jessica pun menjitak kepala Junho. Dia menatap wajah kekasihnya. Bibirnya yang tipis dan matanya yang sipit, itulah hal yang paling disukai Jessica saat menatap wajah kekasihnya. Entah kenapa dia merasa ini adalah saat terakhirnya menatap wajah kekasihnya itu.

“Apa kau lapar? Tadi kau bilang kau belum makan.” Tanya Junho.

“Yeah, sedikit.” Ujar Jessica ringan.

“Kau tunggu disini ya. Aku akan ke mini market. Jangan kemana-mana, aku akan kembali.”

“Ne chagiya. Hati-hati.”

“Ne. Ini tak akan lama.” Junho pun pergi ke mini market yang ada di sebrang taman. Sementara Jessica menatap kepergian Junho dengan tatapan sedih. Entah kenapa dia mempunyai firasat yang tidak enak.

“Tidak. Junho sudah berjanji padaku untuk kembali. Ini mungkin karena aku terlalu rindu dengannya.” Ujar Jessica. Kemudian diapun mengambil mp3 player dan mendengarkan lagu. Entah kenapa saat playlist-nya memutar lagu Love Goodbye yang dinyanyikan dan diciptakan sendiri oleh Jun.k, dia merasa perasaannya sangat tidak enak.

Bruk!

Jessica mendengar keributan dari arah jalan raya. Karena penasaran, diapun bergabung didalam keributan itu.

“Ajhussi, ada apa?” tanya Jessica pada seorang ajhussi.

“Ada truk yang menabrak seorang namja.”

Jessica pun segera menerobos kerumunan. Dia melihat ada Sebuah truk yang menabrak tiang. Disisi truk itu terbaring seorang namja yang berlumuran darah. Namja yang sangat Jessica kenal. Namja yang selalu mengisi hari-harinya.

“Jun.. JUNHO!!” teriak Jessica.

“Nona, kau mengenalnya?” seorang polisi menghampiri Jessica.

“Ne. Dia adalah namjachinguku. Dia bilang dia akan membeli cemilan di mini market. Tapi.. tapii..”

“Tenang nona. Dia akan segera dibawa kerumah sakit. Sebentar lagi ambulance akan datang.”

Jessica tak sanggup mengatakan apa-apa. Dia hanya bisa menangis.

—<>—

“Sudah Sica, uljima. Kita doakan yang terbaik untuk Junho, dia pasti akan baik-baik saja.” Yuri, sahabat Jessica, terus menenangkan Jessica yang terus menangis. Mereka ada didepan ruang ICU disalah satu rumah sakit ternama di Seoul. Sedangkan Donghae, sahabat  Junho, hanya memandang kedalam ruang ICU dengan perasaan prihatin terhadap Junho.

“Junho berjanji kalau aku menunggunya, dia akan kembali. Kembali sehat seperti dulu kan?”

“Ne Sica-ah, uljima. Junho akan sedih jika dia melihatmu seperti ini. Kita pulang ya.”

“Anniya. Aku akan menunggu sampai Junho sadar. Dia pasti membutuhkanku ketika sadar.”

“Kau sudah telpon keluarganya Junho?” tanya Yuri pada Donghae.

“Sudah, nuna-nya Junho bilang mereka akan segera kesini.”

Tak lama ibu dan kakak perempuannya Junho pun datang dan menghampiri mereka. Ibunya Junho segera memeluk Jessica sembari menahan tangis.

“bagaimana keadaannya?” tanya kakak Junho.

“Dia kritis dan belum sadarkan diri. Dia mengalami cedera pada kepalanya. Detak jantungnya sempat berhenti. Begitu yang dijelaskan dokter tadi.” Jelas Donghae.

“Sudah nak, jangan menangis. Junho anak yang kuat. Dia pasti sembuh.” Ujar ibunya Junho pada Jessica. Namun ucapan itu tak cukup untuk menghiburnya.

“Ajhuma, aku… aku… “

—<>—

Malam ini Jessica tidak bisa tidur. Dia terus khawatir dengan keadaan Junho. Perasaannya saat Junho pergi, dan perkataan Junho, ternyata tidak salah.

“Mungkin ini terakhir kali aku melihat langit seperti ini.”  Kata-kata itu terus terngiang dipikiran Jessica

“Tidak! Itu bukan yang terakhir. Eommanya bilang Junho anak yang kuat. Junho pasti bisa.” Hiburnya pada dirinya sendiri. Dia pun membuka jendela kamarnya dan memandang langit malam Seoul. Langit malam itu hanya memperlihatkan satu bintang. Sewaktu kecil, Jessica percaya bahwa bintang dapat mengabulkan permintaannya. Maka iapun memejamkan mata.

“Wahai bintang, kirimkan salam pada seseorang yang bernama Lee Junho. Lee Junho, kau berjanji akan terus bersamaku. Aku rindu padamu. Aku rindu pelukanmu, panggilan chagi untukku darimu, eyesmilingmu saat kau tersenyum atau tertawa, ciuman dari bibirmu yang tipis, aku rindu semuanya. Kumohon Junho,my little emperor, my nuneo,  tepati janjimu untuk segera kembali padaku. Jebal Lee Junho. Jebal..” ucap Jessica, dan kemudan sebutir airmata mengalir dipipinya.

Jessica mendesah, kemudian mencoba untuk tidur.

—<>—

“Ya! Sica! My ice princess! Buka jendelanya.” Seorang namja mengetok kaca jendela kamar Jessica. Jessica segera terbangun dan berlari kearah jendela.

“Junho?! Kenapa kau ada disini?” tanya Jessica kaget.

“Memangnya tidak boleh ya. Bolehkah aku masuk? Disini terlalu dingin.” Ujar Junho merapatkan jaketnya. Jessica pun membuka jendelanya lebar-lebar agar Junho bisa masuk, kemudian menutupnya kembali.

“Junho-ah, gwaenchana? Lukamu bagaimana?” tanya Jessica panik. Junho pun merebahkan dirinya diatas kasur.

“Gwaenchana. Itu hanya luka kecil, aku sudah tidak apa-apa.”

“Luka kecil? Pabo kau! Kau saja tertabrak..”

“Nan jeongmal gwaenchana. Apa kau sudah makan?” potong Junho. Jessica hanya menggeleng lemah.

“Aish paboya! Nanti kau bisa sakit. Aku sangat cemas kalau kau sakit.”

“Mianhae, tapi ini sudah malam. Aku janji besok aku akan makan.”

“Sica, bolehkah aku menyanyi untukmu? Satu lagu saja.”

“boleh, lagu apa?”

“Kemarilah. Aku ingin menyanyi sembari membelai rambutmu.”

Jessica pun menurut, kemudian dia berbaring dipaha Junho. Junho pun mengeluarkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu Goodbye Love.

“Annyeong nae sarang. Geudaeyo annyeong.
Malhaji motae ton giok modu jiwoya getjwo.
Saranghae ttago gomawo ttago.
Nae apeun maldo daesin.
Useumyeon annyeong.”

“Kenapa kau menyanyikan lagu itu?” tanya Jessica heran.

“Karena aku ingin.” Ujar Junho, kemudian dia mencium Jessica. Jessica pun memejamkan matanya. Mereka berciuman cukup lama.

“Mianhae Sica, aku harus pergi sekarang.” Ujar Junho, kemudian dia membuka jendela kamar Jessica.

“Kemana?”  tanya Jessica.

“Ke tempat yang sangat jauh.”

“Anni, kau tidak boleh pergi!”

Junho hanya ersenyum, kemudian dia menggendong Jessica dan menidurkannya ditempat tidur.

“Tenang, aku tak akan meninggalkanmu. Selamat tidur.” Junho mencium kening Jessica.

—<>—

Gee gee gee gee baby baby…

Gee gee gee gee baby baby…

Ponsel Jessica berdering. Sontak dia pun terbangun dari tidurnya.

“Aish siapa sih yang pagi-pagi begini menelponku.” Gerutu Jessica. Dengan malas dia mengangkat telponnya

“Yeoboseyo?” sapa Jessica seramah mungkin.

“Sica, mianhae menelponmu pagi-pagi. Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu.” Ujar Donghae diujung telepon.

“Apa itu?”

“Junho… dia…”

“Wae? Ada apa dengan Junho?”

“Dia meninggal. Baru saja aku diberi tahu oleh nunanya.”

“Mwo? Kau bohong! Hajimara Donghae-ah..”

“Aku pantang berbohong. Cepat bersiap-siap aku akan menjemputmu. Kita melayat bersama.”

Jessica masih belum bisa mempercayai hal itu. Diapun mengikuti saran Donghae untuk bersiap-siap.

—<>—

“Sica-ah!” panggil Nuna Junho saat Jessica dan Donghae tiba, kemudian memeluknya. Jessica menangis dipelukkan Nuna Junho.

“Eonni! Apakah kabar itu benar?”

“Ne saeng, yang tabah ya.”

“Eon tidak bohong kan? Bukankah kemarin nyonya Lee bilang Junho anak yang kuat?”

“Inilah kehidupan nyata saeng.”

“Eon, aku ingin cerita.”

“Apa itu? Cerita saja.”

“Semalam Junho datang ke rumahku. Dia mengetuk jendela kamarku dan masuk lewat jendela. Tubuhnya bersih tanpa luka. Kemudian dia menyanyikanku sebuah lagu. Setelah itu dia bilang ingin pergi ketempat yang sangat jauh, saat kubilang jangan pergi, dia malah mengatakan dia tidak akan meninggalkanku.”

“Junho memang pergi ke tempat yang jauh, tetapi Junho akan selalu menemanimu di hatimu.” Timpal Donghae yang sejak tadi diam saja. Jessica kembali meneteskan airmata,

—<>—

Setahun kemudian…

Jessica ter-buru-buru menuju kelas geografi. Agak sulit melangkah dengan cepat karena dia membawa buku yang sangat berat.

“Aish, aku bisa dimarahi oleh Park sonsaengnim nih.” Gerutunya.

Bruk!

Seorang namja menabrak Jessica. Jessica hanya mendesah kesal dan sebisa mungkin menahan emosinya.

“Mianhae nona. Gwaenchana?” tanya namja itu sembari merapikan buku-buku Jessica.

“Ne.” Ujar Jessica singkat. Kemudian mereka bertatapan langsung.

“Lee Junho?” ujar Jessica spontan ketika melihat wajah namja itu. Namja itu sangat mirip dengan Junho, hanya bedanya dia berambut pirang.

Tidak mungkin…

To be continue

7 thoughts on “[FF Freelance] Sad Love (Part 1)

  1. Chingu ff km bgs.. Gw sampe merinding trus nih bcax n ngs.. Sedih banget.. Aplg wkt di nyanyiin goodbye love itu.. Ckck.. Apa rasax y yg alami itu scr nyata.. Bs gila.. Chingu post part 2 scptx ya.. Like this ff.. JB nnti sm sica ya?? Kirain sm donghae..

  2. annyeong.. aku baca ya..
    pertama-tama ffmu bgus sekali chingu tapi my nuneo nya dead.. kekeke.. itu siapa yang berambut pirang junho kah???
    andeh junho lagi ya.. please!!
    chingu, aku baca ff di blog ini yang berkaitan dengan 2pm dan nuneo aja, jadi bisa dipastikan kalau aku bukan siders..
    oke.. ditunggu kelanjutannya heheh.. fighting!! ffmu daebak..!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s