[FF Freelance] My First Kiss With My Angel (Oneshot)

my first kiss with my angel

Tittle                       : My First Kiss With My Angel

Author                     : EunRin Park

Main Cast               : Ok Taecyeon

                                Han Hyun Seul

Other Cast              : Can you find it in the story

Leght                      : One Shoot

Disclaime                                : FF ini aku persembahkan untuk HOTTEST dan Oktizen… Hope you like it ^^

All cast ini this Fanfiction are belong to God and themselves. But this fanfiction is MINE! So don’t Bash me.. And give me Your Comment after read.

Ok ok ok!! ^_~

Don’t be SILENT READER…

 Sorry for typos

 

 

Happy Reading

 

 

Sebentar lagi Natal. Melewatkannya bersama orang yang disuka adalah impian para gadis

 

 

Seorang gadis cantik berambut hitam panjang tengah merajut sebuah syal dengan senyuman manis yang tak pernah pudar dari bibir mungilnya, tatapan matanya memancarkan sebuah harapan. Harapan yang indah dengan raut wajah yang bahagia.

 

“HyunSeul-ya.. Kau tidak pulang?” tegur Hyera—Teman gadis bernama HyunSeul itu— Hyunseul mendongak, menatap temannya itu seraya mengembangkan senyumnya. HyunSeul menggelengkan kepalanya.

 

“Ah.. Sebentar lagi.” Ujarnya seraya terus merajut syalnya. Hyera mengernyitkan keningnya seraya menatap tajam pada tangan HyunSeul yang asik merajut syal.

 

“Syal untuk Nichkhun kelihatannya hampir jadi,” HyunSeul mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan Hyera.

Hyera menepuk tangannya lalu menatap lekat HyunSeul.

 

“Kau tahu? Katanya jika menyatakan perasaan saat salju turun, maka cinta kita akan berbalas!”

 

Nde? Ah… Semoga salju turun ya…” ujar HyunSeul. Hyera menganggukkan kepalanya.

 

“Aku pulang dulu ne?”

 

“Oh.. Ne, hati – hati!” Hyera pun melangkah meninggalkan HyunSeul yang masih asik dengan kegiatannya merajut syal tanpa memperdulikan kelasnya yang mulai sepi.

 

Sinar matahari telah tergantikan oleh sinar sang rembulan. HyunSeul terus asik dengan dunianya tak memperdulikan jika hari sudah mulai larut dalam kesunyian malam.

 

“SELESAI!!” ujarnya riang, ia menolehkan kepalanya ke sisi kiri dan kanan, matanya menyusuri setiap sudut ruang kelasnya yang tampak sepi dan entah kenapa tampak menyeramkan.

 

“Waaah… Sudah larut? Aku harus cepat pulang!”

HyunSeul segera bangkit dari posisinya, namun—

 

“#SREK!!”

 

“Eh?”

Gadis itu menghentikan langkahnya saat mendengar suara aneh di luar jendela kelasnya. Rasa penasaran itu memuncak, HyunSeul pun mulai melangkah perlahan menuju jendela.

 

“Jangan – jangan…”

 

“#GREK!!”

 

Tangannya yang mungil membuka jendela kelas dan—

Angin berhembus kencang di sertai bulu – bulu putih yang berterbangan menyapa kulit putihnya. Sampai suatu ketika–

Jantung HyunSeul seakan berhenti berdetak seiring dengan munculnya sosok namja tampan bersayap di hadapannya. Bersayap? Ah.. Tidak mungkin! Apa ini mimpi baginya?

Mata gadis itu membulat dengan mulutnya yang menganga tak percaya. Namja bersayap itu tersenyum padanya, senyuman yang indah.

 

“Ketemu!” ujar namja itu seraya memegang wajah HyunSeul dengan kedua tangannya, bulu – bulu putih yang berasal dari sayap indahnya itu tampak berhamburan ke seluruh ruang kelas. HyunSeul mengedipkan matanya berkali – kali.

 

“Ma—MALAIKAT?!”

 

 

=****=

 

 

“#PIP PIP PIP!!!”

 

“HA?!”

HyunSeul melebarkan matanya saat mendengar suara nyarin Alarm di ponselnya.

 

 

Ini kan kamarku?

 

“Ternyata mimpi.. Hahaha tentu saja!” gadis itu tertawa saat menyadari jika ia memang berada di kamarnya dan sosok namja bersayap yang menemuinya itu hanyalah impiannya.

HyunSeul merubah posisi tidurnya menyamping dan—

 

“#Zzz~!!”

 

Seorang namja tampan tengah tertidur lelap di sampingnya dan namja itu….

Bersayap?

 

“KYAAAAAAA!!!”

Lengkingan teriakkan HyunSeul yang dapat di kategorikan sangat keras itu sontak saja membuat namja yang tertidur lelap di sampingnya membuka mata, secara terpaksa.

 

“Kau kenapa? Pagi – pagi berisik sekali,” namja itu mengubah posisinya menjadi di tepi ranjang seraya mengucek matanya.

 

“Ma…. Malaikat yang kemarin?! Te… Telanjang pula!” gumam hati HyunSeul tak percaya.

Namja itu melirik HyunSeul, ia pun mengulas senyumannya.

Ne.. Ah… Aku lupa memperkenalkan diri ya?” Namja bersayap itu langsung berdiri dan menatap lembut HyunSeul.

 

“Aku malaikat OK! Tugasku membahagiakan gadis yang tidak bahagia dan kau lah yang terpilih oleh ku.”

HyunSeul tampak melongo.

 

Tidak bahagia? Aku tidak seperti itu!” pikirnya dalam hati.

 

“#PIP PIP PIP!!”

 

“Ha?? Snooze ke lima kali? Kyaaaa!! Aku telat, harus buat bekal!” ucapnya Histeris lalu mematikan Alarm di ponselnya dan mulai melangkah cepat menuju dapur.

 

“Orang tuamu masih sibuk kerjad di negara lain?” tanya OK –namja bersayap- pada HyunSeul, namun pertanyaan dihiraukan gadis berambut panjang itu.

 

“Oh ya.. Syal untuk Nichkhun!” HyunSeul segera membalik arah menuju kamarnya lagi namun—

 

“Apa ini? Rajutan tangan? Boleh juga.” Ok melilitkan sebuah Syal rajutan itu di lehernya dan entah sejak kapan namja itu sudah berpakaian lengkap.

 

Yak!!” pekik HyunSeul tak terima. Tentu saja! Syal itu bukan untuk OK, tapi untuk Nichkhun –namjayang ia cintai-

 

“Ini untukku!”

 

“#SRAK!!”

 

Namja itu segera mengepakkan sayapnya dan terbang meninggalkan rumah HyunSeul dan tak memperdulikan HyunSeul yang berteriak kencang padanya.

 

“KEMBALIKAN!!!”

Namun namja bersayap itu telah menghilang di antara gerombolan awan yang nampak berarak beriringan.

 

 

=****=

 

 

“Hosh… Hosh… Keburu juga!” HyunSeul tampak tengah mengatur deru nafasnya yang memburu. Hampir saja ia terlambat ke sekolah dan semua ini karena malaikat namja bernama OK itu, menyebalkan!

Setelah nafasnya mulai me-normal. HyunSeul pun segera melangkah menuju kelasnya, namun–

 

 

“Pagi, HyunSeul-ya! Tidak seperti biasanya kau telat hari ini.”

 

“#DEG!!”

 

Jantung HyunSeul berdegup kencang saat Nichkhun entah sejak kapan melangkah bersama di sisinya. Tetap sama seperti biasanya, Nichkhun selalu terlihat tampan dan menawan di matanya, Namja itu selalu dapat menggetarkan hati HyunSeul.

 

“N.. Nde, aku tadi buat bekal dulu…” Jawab HyunSeul gugup.

 

“Hmm, begitu ya?” Nichkhun pun melangkah lebih cepat di hadapan HyunSeul, meninggalkan HyunSeul yang tertinggal tiga langkah di belakangnya.

 

HyunSeul menghela nafas panjang.

 

 

Hari ini aku akan mengatakan perasaanku. Aku harus segera mendapatkan kembali syal itu!” gumam hatinya seraya menatap punggung Nichkhun yang mulai menjauh.

 

 

“Ng? Siapa namanya? OK? Ok Taecyeon? Wah di tampan sekali!”

 

 

Saat akan menuju ruang kelasnya, HyunSeul tak henti – hentinya mendengar desas – desus para murid yeoja. Tunggu! Tadi apa yang mereka bicarakan? Ok Taecyeon? Maksudnya Malaikat OK??

Dengan langkah cepat HyunSeul segera menuju kelasnya.

 

“Kenapa dia ada di sini?!” ucapnya tak percaya seraya menunjuk seorang namja tampan yang pastinya dia lah namja yang bernama Ok Taecyeon itu. Tapi, namja itu tak bersayap! Kemana sayapnya?

 

HyunSeul menatap super sebal pada Ok yang terlihat sok-akrab dengan beberapa gadis cantik di sekelilingnya.

 

Semua ditipu. Apa ini sihir Malaikat?!” gumam hatinya. HyunSeul membulatkan mata semakin tak percaya saat—

 

“Taec oppa, beri aku ciuman selamat pagi dong!” ujar seorang yeoja cantik dengan nada manja pada OK.

 

“Boleh!” OK segera mendekatkan wajahnya pada gadis itu dan—

 

“#CHUP!!”

Sebuah ciuman selamat pagi tepat mendarat di bibir gadis itu. HyunSeul menatap tajam OK.

 

“A…. Apa – apan namja itu!!” gerutunya sewot. Dan langsung menarik OK keluar kelas.

 

“Apa yang kau lakukan?” tanya HyunSeul sedikit membentak pada OK, setelah mereka berada di taman belakang sekolah.

 

“Apa boleh buat, ciuman dengan gadis yang bahagia adalah energi bagi malaikat,” ujar OK dengan wajah tanpa dosa.

 

“Lagipula, semua jadi bahagia dengan ciuman dariku,” imbuhnya percaya diri.

 

“Itulah tugas malaikat!” ujarnya menambahkan dengan senyuman bangga diiringi sayapnya yang mengepak keluar.

 

“Konyol!” HyunSeul menghela nafas frustasi.

 

“Sembunyikan sayapmu!” HyunSeul menatap sebal pada OK.

 

“Mau coba?” jantung HyunSeul berdetak tak karuan saat OK tiba – tiba memegang ke dua pudaknya dan semakin mendekatkan wajahnya.

 

“Ha?! TIdak!!”

 

“#PLAK!!”

 

Tamparan keras mendarat sempurna di pipi OK.

HyunSeul menatap OK dengan mata berkaca – kaca.

 

“Ciuman itu dilakukan dengan orang yang disuka!” OK menatap tak percaya sekaligus terkejut atas apa yang di katakan HyunSeul.

 

“Ku ambil kembali Syalnya!” dengan gerakan cepat HyunSeul menarik Syal yang melilit di leher jenjang OK dan melangkah pergi.

 

OK Taecyeon, namja itu terdiam seraya menatap punggung HyunSeul yang mulai menjauh.

 

“Ini pertama kali ada yang seperti itu padaku,” ujarnya seraya menerawang jauh.

 

Sementara itu, HyunSeul melangkah cepat dengan gerutuan demi gerutuan yang keluar dari mulutnya.

 

Namja rendah! Dia malaikat? Itu penipuan!”

 

Ya! Nichkhun!”

 

“#DEG!!”

 

Langkahnya terhenti saat mendengar seseorang menyebutkan nama orang yang ia sukai dari dalam sebuah kelas. Karena penasaran, HyunSeul pun dengan ragu mendekat ke arah pintu kelas tersebut.

 

 

Nichkhun? Dia masih di kelas, ya…” Gumamnya entah pada siapa.

 

Bagaimana tentang Han HyunSeul?”

 

“Eh? Aku?” rasa penasaran HyunSeul semakin membuncah saat mendengar namanya disebutkan.

HyunSeul mengintip lewat jendela kelas dan ternyata benar! Nichkhun dan ke dua temannya memang masih berada di dalam kelas.

 

Oh ya.. HyunSeul merajut syal, pasti untukmu!” ucap seorang namja bermata sipit-Lee Junho- seraya mengutak – atik laptopnya.

 

Hmm, sejujurnya, pemberian seperti itu hanya memberatkan aku,”

Nafas HyunSeul seakan tercekat mendengar pernyataan Nichkhun yang tak pernah ia duga.

 

Aku tidak keberatan ‘Jadian’ kalau dia bilang suka. Tapi, sepertinya akan sangat menyusahkan saat putus,

 

 

Mendengar itu membuat kaki HyunSeul terasa lemas. Jadi, itukah yang selama ini Nichkhun pikirkan tentang dirinya?

 

 

“Kau jahat sekali! Syalnya belum pasti untukmu, kan?” ujar Wooyoung -teman Nichkhun-

 

“Hahaha.. Mau Taruhan?” tantang Nichkhun disertai gelak tawanya.

 

“Bagaimana ini? Kakiku tidak bisa bergerak karena gemetar,” ujar HyunSeul dalam hati, air matanya mulai menetes. Sampai suatu ketika—

 

“Bicara seenaknya saja! Dia.. juga syal ini adalah Milikku!” sebuah rangkulan hangat menjalar di tubuh HyunSeul saat sebuah tangan kekar menariknya masuk ke dalam kelas itu dan merangkulnya. Yang membuatnya tak percaya adalah..

 

Ok Taecyeon..

Kenapa namja itu tiba – tiba merangkulnya dan mengatakan bahwa..

 

Dia juga syal ini adalah milikku!

 

“Kalian memalukan!” ujarnya lalu OK segera menarik lengan HyunSeul agar mengikuti langkahnya meninggalkan tempat itu. Sedangkan Nichkun dan ke dua temannya nampak terkejut dengan apa yang barusan mereka lihat dan dengar. “Mereka pacaran ya?” tanya Wooyoung yang mendapat gelengan kepala dari Junho dan Nichkhun.

 

 

=****=

 

 

“OK…. Taecyeon….” OK terus mencengkeram lengan HyunSeul agar mengikuti langkahnya.

 

“Kenapa kau berbohong?” tanya HyunSeul ragu.

 

“Walau pun aku namja, tapi aku benci namja seperti itu, maaf kalau menurutmu aku ikut campur.”

 

“Ti…. Tidak….” HyunSeul melepaskan genggaman tangan OK lalu menatap nanar syalnya, syal yang ia rajut penuh cinta dan harapan.

 

Ya! Sayalnya mau diapakan?”

 

“Eh?”

 

“Kalau tidak ada penerimanya, berikan padaku!”

 

“I…. Iya….”

 

“Asik!”

HyunSeul menyerahkan syalnya pada OK. Namja itu tampak sangat bahagia menerima syal itu.

HyunSeul menatap heran pada OK yang tengah senyum – senyum tidak jelas.

 

Dia…. Dia memang aneh….” gumamnya dalam hati.

 

“Nah, ayo pulang!”

 

“Eh?!”

 

“Tapi… Bagaimana ini? Selain ciuman, apalagi yang bisa kulakukan untuk membuatmu bahagia?” OK tampak tengah kebingungan, hal itu sontak saja membuat HyunSeul tertawa.

 

“Hahahaha.. Da.. Dasar bodoh!”

 

“Ha?”

 

Dia aneh.. Tapi, aku senang

 

“Kalau begitu, kau mau bantu aku membuat makan malam?” tanya HyunSeul antusias. OK tampak diam tak percaya atas permintaan HyunSeul yang menurutnya sangat mudah.

 

“Eh? Cuma itu?”

 

“Dan temani aku main game semalaman!”

 

 

=****=

 

Untunglah ada OK. Kalau sendirian, aku pasti menangis

 

Malam ini HyunSeul menghabiskan malamnya dengan OK, namja itu sangat banyak membantu dan mempermudah pekerjaannya, apa karena OK mempunyai sayap? Jadi dia bisa terbang ke sana ke mari untuk mengambil apa yang dibutuhkan HyunSeul, Entahlah.. Yang jelas OK akan menyembunyikan sayapnya di hadapan orang lain, kecuali Han HyunSeul.

Setelah makan malam jadi. Mereka melanjutkan kegiatan mereka dengan bermain Game.

 

“#DUAR!!”

 

“AAAH! Kalah lagi.. Sekali lagi yaa..”

 

“#PLUK!”

 

OK terkesiap saat kepala HyunSeul tiba – tiba bersandar di pundaknya. Yeoja itu sepertinya tertidur, raut lelah terlihat jelas dari wajahnya.

 

“OK , gomawo…” gumamnya lirih. Mata HyunSeul memang terpejam, namun air matanya menetes membuat OK serba salah.

 

“#DEG!!”

 

“Gawat!”

 

 

=****=

 

HyunSeul melangkah menuju ruang guru dengan beberapa tumpuk buku yang ia bawa. Langkahnya terhenti saat–

 

Annyeong..!!”

 

“OK Taecyeon?” gumamnya. Ia melirik ke arah taman. Benar! Seorang gadis cantik tengah menyapa OK dengan tatapan mata yang tersirat akan kegugupan.

 

 

Ada yang bilang suka padanya

 

 

“Maukah melewati Natal bersamaku?”

 

Natal…..

 

“#DEG!!”

 

Dengan langkah cepat HyunSeul melangkah cepat meninggalkan taman.

 

OK…. Jawab apa, ya?

 

Sepanjang perjalanan hanya itulah yang HyunSeul pikirkan. Aneh!

 

 

=****=

 

 

“Hari Natal begini tidak ada acara. Kau menyedihkan, ya?” HyunSeul tak memperdulikan pertanyaan OK yang kini tengah menyerahkan lap kering padanya untuk membersihkan piring yang baru saja dicucinya.

 

“Berisik! Kau sendiri…. Tidak pergi bersama yeoja yang tempo hari?”

 

“Tempo hari?”

 

“Yang bilang suka padamu.”

 

“Aku tolak, karena aku akan melewatkannya denganmu.”

 

“#DEG!!”

 

Kenapa juga aku jadi deg-degan! Padahal dia suka mencium gadis – gadis

 

 

“OK.. Apa kau tak punya pacar?”

 

“Kenapa? Kau tertarik padaku?” OK mendekatkan wajahnya pada HyunSeul, astaga!

 

Aniya!”

 

Jauhkan wajahmu bodoh! Ck!

 

“Sayang sekali. Aku tidak akan punya pacar,”

 

“Eh? Waeyo?”

 

“Malaikat tidak boleh menjalin cinta dengan manusia.”

 

“Be… Begitu ya.. Kau malaikat , haha.. Aku hampir lupa,”

 

“Ah.. Selanjutnya mencuci selimut” HyunSeul hendak berbalik arah, namun–

 

“#GREP!”

OK menggenggam erat lengannya, saat HyunSeul akan melangkah.

 

Duh… Kenapa aku kanget?

 

“Lain kali saja, ini kan Natal! Ayo kita lihat pohon Natal.” OK berkata dengan raut wajah yang memancarkan kegembiraan. Han HyunSeul terpaku! Melihat senyum OK yang begitu tulus entah mengapa membuat jantungnya terus berdegup cepat.

 

OK Taecyeon bukan manusia. Aku tidak bisa menjalin cinta dengannya.. Tapi, aku suka OK, harus ku apakan perasaan ini? Aku harus bagaimana?

 

Akhirnya mereka pergi keluar untuk melihat pohon Natal, disini sangat ramai, tentu saja!

 

 

“Wah indah… Seandainya salju turun, ini akan jadi white christmas yang sempurna,”

 

Jadi ingat.. Katanya cinta akan berbalas bila salju turun.

 

HyunSeul teringat kata – kata Hyera, andai saja salju benar – benar turun malam ini.

 

huh?”

 

Salju?”

 

Semua orang heboh dengan hamburan putih yang berterbangan itu. Namun tidak untuk HyunSeul.

 

“Bukan! Ini bukan salju, tapi… Bulu?”

HyunSeul kontan saja membulatkan matanya. Bulu? Bulu sayap berwarna putih! Apakah?

 

 

White Christmas!! Tapi…. Aku tidak bisa menurunkan salju. Bagaimana? Apa kau bahagia?” ternyata itu memang bukan salju, melainkan bulu – bulu dari sayap indah OK. Namja itu mengembangkan senyum manisnya membuat HyunSeul terdiam ragu.

HyunSeul menarik ujung syal yang dikenakan OK. Yeoja itu tampak menundukkan wajahnya dengan mata berkaca – kaca.

 

“Aku suka OK, kebahagiaanku adalah OK ada di sisiku.””ucap HyunSeul dengan suara bergetar.

OK tercengang!

 

“Maaf… Aku tidak bermaksud mengatakannya, tapi—“

 

“Hentikan!”

 

“#GREP!!”

 

OK menarik tubuh mungil HyunSeul ke dalam pelukannya. Namja itu memeluknya erat dan hal itu berhasil membuat HyunSeul terperangah tak percaya.

 

“Kalau kau bilang seperti itu, aku akan tak bisa pulang.”

OK melonggarkan pelukannya dan menatap HyunSeul dengan tatapan lembut. Wajahnya semakin mendekat dan—

 

“#CHU!!”

Jantung HyunSeul berdetak cepat saat OK mencium lembut bibirnya, lembut dan penuh perasaan.

 

 

Deg…. Deg….

 

“Aku juga menyukaimu..” bisiknya setelah melepas ciumannya. Dan—

 

 

“#WUSH!!”

 

Bulu – bulu itu terus berhamburan seiring dengan menghilangnya OK. Mata indah HyunSeul mulai meneteskan air matanya.

 

OK Taecyeon telah pergi?

 

 

“OK TAECYEON!!!”

 

OK…. Kau menghilang…..

 

 

HyunSeul memegang bulu sayap OK yang berterbangan, ia terisak! Ia terisak dalam tangisan kepedihan hatinya.

 

 

“OK Taecyeon..!”

 

 

Aku jatuh cinta pada malaikat. Tapi cinta itu berserakan bersama bulu – bulu sayapnya…

 

 

=****=

 

 

“#PUT YOUR HANDS UP!!”

 

 

Dering ringtone yang bersumber dari sebuah ponsel berwarna putih tulang itu membuat sesosok gadis membuka matanya dengan malas, tangannya menggerayangi nakas mencari ponselnya dengan mata yang enggan terbuka sempurna.

Kemudian mengangkat panggilan masuk di ponselnya dan menempelkannya di telinga.

 

 

“Han HyunSeul, kau sedang apa? Hari ini ada upacara pembukaan!!”

 

 

“Ah… Maaf, aku akan berangkat!” sahutnya dengan suara serak.

Lalu memutuskan sambungan telepon dan beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi dan bersiap – siap untuk pergi ke sekolah.

 

 

Sudah tiga minggu berlalu. Waktu di dalam diriku… Masih terhenti di malam Natal itu.

Setelah telah siap, HyunSeul pun mulai melangkah keluar rumah. Saat ia keluar dari gerbang rumahnya, tiba – tiba—

 

 

“Lama!!” pekik seorang namja yang menunggunya, sontak saja membuat HyunSeul terkesiap. Bukan karena pekikan dari orang itu, namun—

 

 

“Ok… OK TAECYEON?! Kenapa? Bukannya kau menghilang?” tanyanya tak percaya.

 

“Iya.. Aku lenyap dan jadi manusia, lalu kembali.”

 

“Eh? Manusia?”

 

“Sepertinya, energi dari ciumanmu luar biasa.”

 

MWO?!”

 

“Kau sangat bahagia bisa berciuman denganku, ya?”

 

Apa perlu dia bertanya seperti itu? Menyebalkan!

 

“Aku jadi manusia karena kau, jadi kau harus bertanggung jawab!”

 

OK mengangkat dagu HyunSeul lalu mendekatkan wajahnya secara perlahan. Mereka berdua tampak tersenyum bahagia sampai bibir mereka kembali menyatu dalam sebuah ciuman yang di berikan OK Taecyeon dengan penuh cinta.

 

 

Mulai hari ini, penuhilah aku dengan ciuman malaikat, Ok Taecyeon-ku

 

 

=****=

 

 

 

-THE END-

9 thoughts on “[FF Freelance] My First Kiss With My Angel (Oneshot)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s