[FF Freelance] Our Target (Part 4)

Title                             : Our Target!

Author                         : Park Min Gi

Main Cast                    : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Sub Cast                      : Choi Minho

Genre                          : Horor-Romance

Length                         : Sequel (Part 4)

Rated                          : PG-17

Summary                    : When a plan change for some reason…

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3

**

Hari ini menjadi deadline informasi mengenai Lee Taemin dan Kim Jongin. Sulli, mengumpulkannya dengan wajah berseri-seri sementara, yeoja yang bernama Krystal Jung tak tau harus bagaimana menghadapi deadline tugas itu.

Ia hanya mendapatkan dua informasi yang tidak jelas dan sangat aneh untuk ,diterbitkan di mading bulan ini mengenai Kim Jongin. Meskipun, Sulli juga menulis beberapa informasi aneh mengenai Lee Taemin tapi disana, juga tertulis beberapa hal yang di sukai dan tidak di sukai Lee Taemin.

Tentu saja Sulli mendapatkannya. Ia dan Lee Taemin kan sempat berkencan kemarin. Sementara, Krystal… berdiri di dekat Kim Jongin saja sudah tidak bisa. Setiap Krystal berusaha tersenyum padanya, Kim Jongin selalu menakutinya dengan sorotan tajam yang dimiliki. Seram dan menakutkan. Seakan-akan, Krystal siap dibunuh kapanpun ia mau.

“APA-APAAN INI KRYSTAL JUNG?!!!” seru sang ketua Mading membentak Krystal.

“a-aku.. menyerah ketua! Aku tidak bisa mendapatkan apapun. Ia benar-benar sulit didekati!” jelas Krystal dengan wajah lesu. Sulli datang, menghampiri mereka pada beberapa detik berikutnya.

“kau- KAU INI KAN TIDAK PERNAH GAGAL, APALAGI MENYERAH SEGALA?!! AKU TIDAK MAU TAU, KAU HARUS MENDAPAT INFORMASI TENTANG KIM JONGIN!! KALAU TIDAK, UCAPKAN SELAMAT TINGGAL UNTUK LOMBA YANG AKAN KAU IKUTI BULAN DEPAN, AKU AKAN MENGGANTIKAN-MU DENGAN JIYEON!” seru sang ketua mengancam.  Krystal membelalakan matanya, ketika mendengar ultimatum dari ketua mading yang menurutnya, enteng sekali mengeluarkan kata-kata itu.

“mwo?! JIYEON?!! T-tapi itukan sudah menjadi hak-ku?!! Lagipula, kenapa harus Jiyeon?!! sunbae- aku baru kali ini gagal dalam tugas. Sebelum-sebelumnya aku berhasil! Tapi, kenapa hukumanku separah ini?!!  namja itu memang sulit di dekati bahkan kameraku rus-“

“AKU TIDAK MAU TAU. KU BERIKAN KAU WAKTU SAMPAI AKHIR BULAN INI! Aku tidak akan, mem-publish tulisan Sulli tentang Lee Taemin sebelum, kau berhasil mengerjakan tugasmu! Bagaimanapun caranya KAU HARUS MENDAPATKAN INFORMASI TENTANG NAMJA TAMPAN ITU, MENGERTI?!!” potong ketua mading panjang lebar, sebelum Krystal sempat menyelesaikan kata-katanya.

“Sunbae dengar dulu penjelasan Krystal~!!” seru Sulli membela Krystal. Sang ketua, hanya menoleh ke arahnya sebentar  lalu, kembali menuntun kakinya  untuk melangkah keluar dari ruang mading.

Krystal hanya bisa menghela nafas dalam-dalam melihat kelakukan ketua madingnya. ia mengerti benar, kenapa sunbae-nya bersikap seperti itu. belakangan hari ini, mading benar-benar di kucilkan karena tak memiliki hal yang menarik untuk di terbitkan. Satu-satunya hal yang dapat membuat para siswa-siswi kembali menikmati sajian yang ada di mading yaitu, dengan menyajikan berita hangat mengenai kedua namja tampan itu. para siswa di sini, pasti ingin sekali terlihat tampan seperti kedua namja itu sementara untuk para siswi,…pasti mereka ingin sekali menjadi pacar dari kedua namja itu. ah, sudah dapat ditebak.

Tapi masalahnya, informasi yang dikumpulkan Krystal tak sebanyak itu. bahkan, informasinya lebih menjurus kepada opini-nya pada kim jongin.

Tiba-tiba sebuah tangan membelai punggungnya pelan sembari, menenangkan fikiran-fikirannya yang terlampau rumit.

“Tenanglah, Krys… aku akan membantumu. Apa kau ingin aku menanyakan pada Taemin mengenai, Kim Jongin? Ku rasa, itu jauh lebih mudah.” Kata Sulli lembut. Ia tau, bahwa Krystal sedang putus asa dengan ultimatum yang diberikan ketua mading barusan.

“aniya sulli-ahh~ aku akan berusaha sendiri. Jika, memang harus Jiyeon yang menggantikan aku… kurasa, aku harus menyerah. A-aku pergi dulu ya, annyeong~” seru Krystal sembari tersenyum pada Sulli. Senyum yang mungkin terkesan dipaksakan. dan beberapa detik berikutnya, Krystal pergi dari ruang mading.

***

Krystal mencoba menenangkan dirinya dengan berjalan-jalan di sekitar pekarangan sekolah yang sudah tak terpakai. Disana sangat hening dan menenangkan. jarang sekali para murid menampakkan batang hidung-nya di area ini. menurut mereka, tempat ini seperti tempat pembuangan karena tidak ada bunga yang tumbuh. itu membuat area ini, lebih terlihat seperti area mati.

Tapi tidak bagi Krystal.  ia tidak perduli apa penyebab bunga-bunga itu selalu layu. karena, tempat ini selalu berhasil menghibur dan menenangkannya ketika, ia berada di dalam kondisi yang sangat kacau sekalipun.

Ia mulai mengingat, pertama kali ia menjajakan kaki ditempat ini. ketika ibunya menyuruh ia pindah dari sekolah, ia pasti akan melarikan diri ke sini. Atau, ketika ayahnya tidak menyetujui kegiatan madingnya di sekolah dan… hari pertama ketika ia, bertemu dengan seorang namja yang memiliki senyum termanis yang sangat ia sukai. Namja itu.. menghilang dua tahun lalu. Itupun, membuatnya kacau.

Lalu sekarang…datang kim Jongin dalam kehidupannya. Namja itu sukses membuat, semua impian yang ia cita-citakan dari dulu punah begitu saja. Lomba yang seharusnya, menjadi ajang yang di-impi-impikan seluruh penulis di kota ini untuk di ikuti, dengan mudah tidak bisa ia ikuti karena tidak mendapatkan informasi apapun tentang namja sombong itu.

Deruan nafas panjang kembali menghampiri Krystal atas respon fikiran-fikiran yang ada di otaknya saat itu. beberapa detik berikutnya, ia mendengar bebunyian aneh yang muncul dari arah yang sepertinya, tidak jauh dari tempat ia menenangkan diri.

Dengan segera ia mencari asal-muasal suara itu. menuntun kakinya, untuk melangkah masuk mendekati sumber suara yang tiba-tiba menghampiri telinganya.

seperti, suara siulan seseorang. Ah, tunggu!! Ada suara kuda juga?! s-siapa orang yang berani memelihara kuda di sini?

b-bukankah tempat ini sudah di tinggalkan cukup lama~? *batin Krystal

..

Suara itu terdengar semakin jelas, ketika Krystal semakin melangkah masuk ke dalam gedung tua yang memiliki taman dibelakangnya.

Beberapa detik berikutnya, ia membelalak shock melihat sesuatu yang menjadi sumber rasa penasarannya itu. di lihatnya, seekor kuda putih sedang menundukkan kepalanya, kepada seorang namja yang tidak lain adalah…Kim Jongin.

Yang membuat soojung lebih tercengang adalah, kuda putih itu merunduk bak seorang manusia yang tengah berlutut pada seorang pangeran yang sangat dihormatinya. Dan jongin… namja itu tersenyum ketika, kuda putih berbulu lebat itu melakukan hal yang tidak biasa.

Senyum Kim Jongin saat itu, mirip dengan seseorang yang hilang beberapa tahun lalu dalam hidupnya. Senyum itu, begitu menghangatkan dan menenangkan. Dibalik, semua perlakuan kasar dan sorotan tajam yang seakan ingin membunuh semua orang yang lewat dihadapannya, tersembunyi sosok yang manis dan hangat. Yang tidak semua orang ketahui.

Dan Krystal merasa bangga pada dirinya karena, ia menjadi orang pertama yang mengetahui hal itu. pemandangan itu begitu indah dan sayang sekali jika, tidak dinikmati. Kuda putih yang menunduk seperti layaknya cerita putri-putri dalam khayalan para yeoja, juga senyum pangeran yang jarang sekali muncul dengan begitu manisnya.

Yeoja itu memutuskan untuk kembali melangkah maju, mendekati sang namja dari belakang. Namun, baru dua langkah ia hentakan ke tanah paras namja itu kembali mengeras seakan, tau bahwa seseorang datang menginterupsi aktivitasnya. Sorotan tajam itu kembali memenuhi paras tampannya.

“a-aku…”

“Untuk apa kau kesini?!” tanya namja itu sinis sebelum, Krystal sempat menjelaskan kedatangannya yang tak sengaja.

“A-aku hanya tidak sengaja lewat dan melihatmu-..eum..di sini bersama kuda itu…euh, oh iya! K-kuda itu kau dapat darimana? Bagus sekali! Oh iya, dan sejak kapan kau memasukkan kuda itu ke-“

“JANGAN MENCAMPURI URUSANKU, KRYSTAL JUNG!! TIDAK BISAKAH KAU MEMBIARKANKU HIDUP TENANG TANPA MENGANGGUKU?!!” bentak Kim Jongin. Krystal mulai kembali diam seribu bahasa dan bergidik ngeri mendapati sifat asli Jongin muncul kembali ke permukaan asalnya.

Ia memilih melangkah mundur menjauhi sang namja daripada, kejadian tempo hari yang hampir membuatnya mati ketakutan kembali terjadi. “b-baiklah,…m-maaf sudah menganggumu” ucapnya terbata.

Sebelum Krystal sempat melangkah pergi, ia tiba-tiba berbalik kembali untuk menghadap sang namja yang masih pada posisinya semula. Sang namja, kembali menoleh kepadanya dengan menaikan sebelah alisnya, seakan berkata ‘mau apa lagi?!’

Krystal mendesah pelan sebelum akhirnya berkata, “Jongin… aku ingin mengatakan sesuatu padamu…eum..k-kau lebih tampan jika sedang senyum seperti tadi, kau tau? pasti kudamu sangat beruntung karena, selalu dapat melihat senyummu itu kapanpun ia mau… “ puji krystal sembari menunjukkan perasaan iri-nya, yang langsung membuat Jongin terhenyak dan membelalakan matanya. Dan dengan ucapan itu, Krystal pun kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi meninggalkan namja itu.

Sementara Kim Jongin, menatap kepergian yeoja itu dengan perasaan bersalah yang tersirat dibalik paras dinginnya.

***

“Krystal~!!” ,

Terdengar suara seseorang memanggil yeoja yang tengah menduduki bangku taman dekat pekarangan sekolah hannyang. Yeoja berambut hitam itu, menoleh dan menyunggingkan senyum ketika mengetahui siapa orang yang memanggilnya barusan.

“Mino-oppa?” sahutnya pelan, setelah namja yang tinggi-nya mencapai 180 itu berhasil duduk tepat disebelahnya.

Namja ini sudah seperti, kakak bagi Krystal. Kapanpun, ia mengharap pertolongan Minho-lah, yang datang pertama kali untuk menawarkan bantuan untuknya. Dan dengar segera, masalah itupun akan selesai.

“Waeyo oppa?” tanya Krystal memulai percakapan.

“kau itu ada masalah apa dengan organisasi mading-mu? Ku dengar, lomba yang ingin kau ikuti bulan depan tidak bisa kau ikuti. B-benarkah itu? yah! kau ini bagaimana?! Bukankah, itu lomba yang ingin selalu kau ikuti dari dulu!!” seru Minho memarahi Krystal, yang langsung membuat yeoja itu teringat kembali akan hal yang ingin ia lupakan sejenak.

“aish~ oppa! kau tidak mengerti! Itu semua terjadi karena, tugasku tak bisa terselesaikan dengan baik!” jelas Krystal.

“Tugas? T-tugas apa?” tanya Minho yang mulai tenang.

“aku harus mencari informasi tentang namja yang baru saja pindah itu. k-kau tau Kim Jongin, bukan?, aku harus dapat mewawancarainya, tapi… namja itu tidak suka di dekati. Bahkan, segala cara sudah ku lakukan untuk mengenalnya…huh~! bukannya mendapat berita bagus, kamera kesayanganku malah rusak karena di lempar olehnya…”  jelas Krystal Lagi.

Ucapan terakhirnya mendadak membuat Minho naik darah. Itu semua, karena Minho tau bahwa kamera yang dimaksud Krystal adalah barang pemberian seorang yang penting bagi Krystal. Bahkan, sedari dulu Minho tidak pernah di izinkan memakainya meskipun hanya sebentar. Tapi, si Kim Jongin itu~ malah dengan sengaja merusaknya.

Dan sekarang,…Krystal harus dengan rela mengucapkan selamat tinggal pada impiannya untuk mengikuti lomba itu karena, namja sialan itu juga! apa-apaan dia?!!  *batin Minho

 

..

Beberapa detik berikutnya, secara tidak sengaja Minho melihat sosok Kim Jongin berada tidak jauh dari-nya dan Krystal. Namja itu berjalan angkuh, tanpa rasa bersalah sedikitpun. Wajahnya terangkat, seakan-akan semua orang harus menunduk kepadanya, raut licik tergambar jelas dalam paras namja yang terbilang tampan itu.

Tanpa basa-basi, Minho meninggalkan Krystal yang masih melamun dan berlari menuju tempat Kim Jongin berada. sebelum, namja itu berhasil menghilang dari pandangannya.

“YAAA~!!” panggil Minho usai berhasil, menahan Kim Jongin untuk meneruskan langkahnya.

namja berkulit cokelat itu menoleh dengan paras mengeras kearah namja yang berusaha mengganggunya. Minho bergidik ngeri, ketika menyadari aura Jongin benar-benar menyeramkan. Mata namja itu, seakan bisa keluar kapanpun untuk mengambil mata ‘frog-nya’  lalu, membunuhnya hidup-hidup. Tapi, ia tidak perduli. Mau mati atau tidak,  dia harus tetap memberi pelajaran pada namja ini.

Krystal bukan lagi, yeoja yang ia kenal dua atau tiga hari. Tapi, Yeoja itu telah menjadi bagian hidupnya beberapa tahun belakangan ini. dan siapapun yang melukainya, Harus berhadapan dengan namja pemilik mata ‘frog’ itu.

“Mau apa kau?!”  desis Jongin sinis.

“aku hanya ingin memberimu pelajaran tentang apa, yang harusnya kau dapatkan sejak dulu!!” jelas Minho.

Beberapa detik berikutnya, Minho mencoba melayangkan tinjuan kearah wajah Kim Jongin dengan keras. Tapi, saat itu juga tiba-tiba tubuhnya telah berada di bawah dengan rasa sakit yang luar biasa akibat pukulan kim Jongin yang, entah sejak kapan berhasil mencapai wajahnya.

“arght!!” rintih Minho kesakitan.  “sialan!! Kau kira aku akan diam saja?! ! RASAKAN INI!!” seru minho meninggi, sembari kembali mencoba melayangkan sebuah pukulan ke wajah namja berkulit cokelat itu. tapi, tiba-tiba saja..

“MINO-OPPA, ANDWE~!!!”

Terdengar suara teriakan seorang yeoja yang berhasil menghentikkan aksi Minho yang berusaha memukul Jongin.  lalu, saat itu juga mereka menoleh kearah yeoja tersebut.

“K-krystal?” gumam Minho pelan

“Oppa! kau ini apa-apaan?!!  Apa kau tidak sadar, perbuatanmu di tonton banyak orang!!” geram Krystal.

Minho melepaskan cengkraman tangan-nya dari kerah uniform milik Jongin ketika, menyadari bahwa para murid mulai mengerubungi mereka seperti, sedang menonton pertunjukan tinju dilayar kaca. sementara, Jongin hanya menatap aneh yeoja yang baru saja datang itu. Krystal.

“a-aku tidak perduli! Dia ini harus diberi pelajaran, Krys! Bagaimana bisa dia membuat impianmu mengikuti lomba itu kandas?!! TERLEBIH, DIA TELAH MENGHANCURKAN KAMERA KESAYANGANMU!! NAMJA INI HAR-“

“Oppa!! ini bukan salah Kim Jongin!!!” potong Krystal, sebelum Minho sempat melanjutkan argument-nya tentang namja bernama Kim Jongin itu. namja itu, tercengang  usai mendengar pernyataan Krystal.

“A-apa maksudmu?!”

“Oppa, itu adalah hak-nya jika ia tidak ingin di dekati! mungkin, memang dengan cara seperti itulah ia bisa hidup! Aku tidak ingin memaksakan kehendakku, jika itu membuatnya tidak nyaman!” bela Krystal.

Minho semakin tercengang mendengar pembelaan dari yeoja yang jelas-jelas sebentar lagi, akan kehilangan impian kecilnya. “l-lalu BAGAIMANA DENGAN LOMBA ITU?!  ITUKAN  IMPIANMU, KRYSTAL!” protes minho.

Krystal menampilkan senyum yang terkesan di paksakan ketika, mendengar ke-khawatiran Minho akan dirinya. “kau tenang saja oppa~.. masih banyak jalan untuk mencapai cita-citaku! Sudahlah! Sekarang, ayo kita pergi!” ajak Krystal sembari menarik tangan Minho menjauhi kerumunan, setelah sebelumnya ia sempat menyunggingkan senyum pada Jongin yang seakan berkata ‘maaf’.

Sementara Jongin, hanya menatap kepergian keduanya dengan perasaan bersalah.

***

#JonginPov

“Oppa, itu adalah hak-nya jika ia tidak ingin di dekati! mungkin, memang dengan cara seperti itulah ia bisa hidup! Aku tidak ingin memaksakan kehendakku, jika itu membuatnya tidak nyaman!”

 

“l-lalu BAGAIMANA DENGAN LOMBA ITU?!  ITUKAN  IMPIANMU, KRYSTAL!”

 

“kau tenang saja oppa~.. masih banyak jalan untuk mencapai cita-citaku! Sudahlah! Sekarang, ayo kita pergi!”

Sebenarnya, apa maksud perkataan namja tadi?

Impian Krystal Jung?..

Apa hubungannya denganku?! Kenapa namja itu menyalahkanku?!

..

Dasar para manusia aneh! Tau begini, lebih baik aku kembali saja ke kota vampire!!

“eum..k-kau lebih tampan jika sedang senyum seperti tadi, kau tau? pasti kudamu sangat beruntung karena, selalu melihat senyummu itu kapanpun ia mau… “

Dia..

Apa sikapku keterlaluan, selama ini?!

Aish~!! Ada apasih denganku?!! Kenapa malah memikirkan yeoja itu lagi??!!!

Krystal Jung benar-benar bisa membuatku gila!!  Hampir setiap hari aku membuang waktuku, dengan memikirkan kelakuannya secara sembunyi-sembunyi!

Pabo!

 

“a-aku tidak perduli! Dia ini harus diberi pelajaran, Krys! Bagaimana bisa dia membuat impianmu mengikuti lomba itu kandas?!! TERLEBIH, DIA TELAH MENGHANCURKAN KAMERA KESAYANGANMU!!”

..

“kamera itu?… apa begitu penting?” gumamku pelan.

“Tentu saja penting!” sahut seseorang yang secepat kilat langsung berada tepat disebelahku. Lee Taemin. Sahabat vampire-ku.

“darimana saja kau? berkencan lagi hari ini?” tanyaku, sembari melihat Taemin mencari posisi paling nyaman untuk duduk disebelah-ku. Kami berada di tempat tidur. Jadi, sudah pasti ia mencari bantal sebagai alas untuk kepalanya berbaring.

“tidak. Aku dan Sulli baru saja bertemu tadi pagi! Lagipula, kami tidak berpacaran Jongin…eum.. maksudku, belum!” jelas Taemin tersipu.

“Ohh”  respon-ku singkat.

Entah apa yang membuat sahabatku ini, tiba-tiba bangun dan, dengan singkat menatapku sangat dekat lalu, kembali berbaring di sebelahku.

“Yah! Apa yang kau lakukan sebenarnya?! !” gerutuku kesal

“aniya, Jongin-aah! hehe.. Kau sedang memikirkan yeoja yang bernama Krystal Jung itu ya?” ledek-nya.

“a-apa?! T-tentu saja tidak!! K-kau ini SOK tau sekali!!”,  bantahku. Entah kenapa, setiap nama yeoja itu keluar, aku merasa gugup. Entah sejak kapan kondisi ini, sukses mendapati diriku sepenuhnya.

“Ya, Jongin-aah~ bilang saja sejujurnya! Eum, oh iya.. aku mendengar keributan-mu dengan choi Minho disekolah! Kali ini, apa yang kau buat?” tanyanya, enteng menyalahkanku pada bait terakhir kata-katanya.

“aissh! Aku tidak melakukan apapun, Minnie! Namja itu yang…eum, siapa tadi namanya? Dia yang menghampiriku dan tiba-tiba ingin menghajarku dengan alasan… membela K-krystal jung!” jelasku.

“Namanya Choi Minho, Jongin~ kau ini… kita kan sudah hampir sebulan sekelas dengannya! Tapi, kenapa kau tidak mengingatnya sama sekali?!”

“ah? Benarkah? Dia sekelas dengan kita?! A-ah aku tidak memperhatikkan!”

“aish! Jeongmal!” desis taemin kepadaku. “oh iya, ngomong-ngomong soal Krystal Jung… aku dengar dari Sulli, ia tidak di perbolehkan mengikuti lomba karena tak mendapatkan berita tentangmu pagi ini!”
lanjutnya. Pembicaraan Taemin membuatku sedikit tertarik. Tapi, aku tidak boleh terlihat sangat ingin tahu. Ku hembuskan nafasku dalam-dalam sebelum mengatakan,  “oh.., lalu?”

Ia terkekeh singkat melihat respon-ku, sebelum berniat melanjutkan kata-katanya. “itu lomba yang ingin ia ikuti sejak dulu, belum lagi… ku dengar, kameranya rusak karenamu. Padahal kata Sulli, kamera itu benar-benar kamera kesayangannya”

..

Aku mulai memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut taemin. Ternyata, karena itu Krystal Jung murung beberapa hari ini…

 

Aish!

Pabo!! Aku benar-benar keterlaluan sepertinya!!

***

#NormalPov

Kim Jongin terlihat berjalan di sekitar coridoor sekolah hanya untuk mencari seseorang yang beberapa hari ini tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Kecemasan akan sesuatu tersirat jelas diwajahnya disaat, pencarian-nya terhadap orang itu belum menemukan hasil.

Beberapa penganggum wanita hanya bisa mengabadikan kejadian itu dengan kamera milik mereka. Menurut mereka, wajah Jongin yang sedang cemas seperti itu sangat jarang di tampilkan namja yang notabenenya, memiliki sikap dingin serta angkuh itu.

“aish~ kenapa manusia-manusia ini selalu berkelakuan aneh?!!”  kutuknya dalam hati sembari menampakkan wajah dingin-nya lagi kepada para penganggum wanita yang, di anggap-nya ‘makhluk aneh’ itu. secepat kilat, mereka semua langsung lari terbirit-birit mendapati paras Jongin yang kembali mengeras seperti saat ini.

Beberapa detik kemudian, sebuah pemandangan membuat Kim Jongin menghembuskan nafas lega. Ia melihat, seseorang yang tengah ia cari-cari ada di depan matanya.  Yeoja itu, menoleh kearah-nya dan melayangkan pandangan aneh.

“K-krystal Jung!” panggil-nya pelan. Yeoja itu menghentikkan langkahnya pada detik berikutnya. sedikit kaget, karena kali ini Jongin-lah yang memanggilnya terlebih dulu.

“w-wae-yo?” sahutnya pelan. Ekspresi takut masih ternampak di wajah manis gadis itu.

“eum… ini!” kata Jongin sembari, memperlihatkan sebuah kamera kecil berwarna merah-dynamic pada gadis itu.

..

Gadis itu terlihat menaikkan alisnya kemudian, membuat kerutan kecil di dahi putih miliknya. Pertanda, ia bingung.

“a-apa ini?” tanyanya aneh.

“kamera! A-aku sudah merusakan kameramu, beberapa minggu yang lalu! Ku fikir, aku keterlaluan akan hal itu.. d-dan juga…eum… aku bersedia di wawancara olehmu!” jelas Namja itu dengan gugup. sikap dingin, tak lagi Nampak di wajah tampannya.  “k-kenapa kau bisa-“

“ah, sudahlah! Kau mau tidak?! Jangan sampai aku merubah pikiranku!” ketus Jongin. Krystal kembali, memunculkan sikap kesal-nya pada Kim Jongin dengan berniat pergi meninggalkan namja itu. tapi, dengan sigap namja itu, menarik pergelangan tangan lembut milik yeoja itu.

‘dingin sekali kulitnya’ *batin Krystal

Krystal mengamati tangan Jongin yang menyentuh dingin pergelangan tangannya. “m-mianhae Krystal! Sepertinya, sikapku keterlaluan…a-aku…eum, pokonya aku ingin membantumu!” seru Jongin gugup.

“Jinjja?” ,tanya yeoja itu

“ne~”

“arraso. datanglah jam 9 pagi esok hari! Kita bertemu di tempat saat, aku bertemu denganmu dan..kuda putih milikmu itu! bagaimana?” tanya Krystal lagi, yang langsung mendapat respon sebuah anggukan pelan dari Jongin. lalu, ia menuntun langkahnya pergi meninggalkan Jongin dengan sebuah senyuman manis yang ia tunjukan.

Sementara, Jongin hanya bisa menyunggingkan senyum kecil secara diam-diam di saat, yeoja itu tidak lagi melihat ke arahnya.

***

Sejak keberhasilan Krystal mewawancari namja tampan itu.  mereka berdua menjadi dekat dari hari ke hari. Krystal saat ini mengenal betul siapa Jongin (not as a vampire, I guess) sementara Jongin, merubah pandangannya terhadap diri yeoja itu.

Awalnya, ia beranggapan bahwa Krystal Jung sama saja dengan manusia aneh lainnya. Meneriaki dan mengejarnya secara tidak normal, dan tersenyum-senyum aneh ketika memandang wajahnya. Yah, itulah kebanyakan yeoja yang sering ia temui di sekolah.  Aneh, mengesalkan, dan buruk!

pendapat itu tidak berlangsung lama ketika, ia mulai lebih dekat dengan yeoja bernama Krystal Jung. Yeoja itu penuh kehangatan. Meskipun, jenis wajahnya ber-tipikal hampir sama dengan paras namja itu, dingin dan angkuh. Tapi, sesuatu membuat diri yeoja itu berbeda di mata Kim Jongin. baru pertama kali, ia merasa harus memiliki seseorang dalam hidupnya. Entah apa dan bagaimana… setiap ia berdekatan dengan Krystal Jung. Ia merasa, yeoja itu harus menjadi miliknya. Hanya miliknya.

Sementara Krystal… menganggap bahwa Kim Jongin yang ia kenal sekarang bukanlah, sosok kim Jongin yang menyeramkan lagi. Namja itu lebih sering tertawa dan tersenyum manis, ketika mereka jalan bersama. Bahkan, Kim Jongin sempat mengajaknya kencan pada hari dimana Krystal seharusnya, mendapat pelajaran tambahan.

Bersama Jongin merupakan, hal yang jarang terjadi dalam hidupnya. Dan ia tau, ia menginginkan hal ini terus terjadi sepanjang hidupnya. Untuk sebuah alasan, ia menginginkan Jongin karena menyukai Namja itu. ya, ia menyukainya.

kedekatannya dengan Kim Jongin bukan lagi sebuah tugas mading biasa. Tapi, merupakan tugas hatinya…tugas yang tidak pernah ingin ia selesaikan.

Karena, bersama Kim Jongin… hidupnya berubah menjadi lebih berwarna dari sebelumnya~

..

“Krystal Jung, aku… “

“De… waeyo Jongin-aah?”

“a-aku.. aku menyukaimu. K-kau mau menjadi pacarku?” tanya Jongin gugup, usai film yang mereka tonton bersama perlahan selesai. Krystal terlihat sama gugupnya. Wajah keduanya, dipenuhi tinta merah yang bersemu di kedua pipi tirus milik mereka.

“ne… aku mau. A-aku juga menyukaimu, Jongin aah~” jawab Krystal, yang langsung membuat Jongin menyimpulkan senyuman termanis di bibirnya.

 

 

TBC

*author’s Note

 

Mianhae readers, karena terlambat update-nya ^^ karena, sebentar lagi aku uas jadi.. kegiatan fanfic-an harus dikurangin hehe

Di chapter ini, sepertinya aku menulis kepanjangan dan agak kurang jelas, jadiii jeongmal- mianheeee.

Aku janji, di chapter berikutnya akan lebih seru! Hehe gomawo kalau masih setia membaca dan comment ^^

35 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 4)

  1. hohohohoohohoo Kai udah dapet target’a Krys trus Taeminie piye sama Sulli ???? ayo berjuang dapetkn target masing2 *alaaahhhhh

  2. chingu, kereeeeen
    tpii pasti lebih keren kalu taemin ma sulli jadian hehe
    taelinya di banyakin dong chingu yayauayaya hehe
    mian ngerepotin

  3. Wah 2 hari ga check tnyt udh ada nih lanjtnx.. Daebak.. Dsni jongin dan krystal udh jdian.. Asyik.. Kpn nih glrnx taeminnie?? Next part update fast donk chingu.. Pnsrn nih.. Kpn onew oppa dan jjong oppa tb??

  4. Wahhh akhirnya ada juga ffnya stelah aku menunggu utk sekian lamanya 😀
    Ohya emang namja yg hilang dari khidupan krystal siapa yah? Aku penasaran 😐
    Endnya KAISTAL yah eonni aku mohon, mohon banget sma eonni yah eonni :(:):)
    Lanjutkan lnjutannya yah eonni :);)

  5. ini ff nya keren pake bgd thor…
    seru… walo cerita vampire udah banyak tapi tetep aja ini ff keren…
    kaistal udah jadian… taelli kapan nih? masak ketinggalan kaistal…
    oiya cow yg hilang itu siapa? n ada hubungan apa sama krystal?
    penasaran… lanjut y thor… 😀

  6. HUA HUA HUAAA SUKA BANGET SAMA PART INI MASAAAA /\*-*)
    KaiStal<3 uuuu *.*
    Yang terakhir pdkt yang pertama jadian doongg eheee XD

  7. Well saya rasa part ini telau cepat. Ah iya saran boleh? Mungkin akan lebih bagus lagi cara penggambaran tokoh jangan memakai POV. Memakai sudut pandang orang ketika mungkin lebih bagus lagi 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s