[FF Freelance] Sad Love (Part 2)

sad love

Author : Lee Hara

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

Genre : Romance

Main Cast : Jessica SNSD

Support Cast : Donghae Super Junior, Jb JJ Project, Yuri SNSD

Disclaimer : semua cast yang ada di sini hanya milik tuhan dan agency masing-masing. cerita 100% buatan author yang terinspirasi dari berbagai komik.

Previous part: Part 1

Summary :  “Lee Junho?” ujar Jessica spontan ketika melihat wajah namja itu. Namja itu sangat mirip dengan Junho, hanya bedanya dia berambut pirang.

Tidak mungkin…

Tidak mungkin! Junho sudah mati. Ama mungkin namja ini adalah Junho.

Jessica terus menatap namja yang ada didepannya. Dia terus memperhatikannya. Mata sipit milik naja itu, dan senyumannya, seperti milik Junho.

“Mianhae nona. Aku sudah terlambat masuk kelasku. Ini bukumu. Bye.” Ujar namja itu, kemudian menghilang. Jessica terus berrpikir.

‘Aneh sekali. Kenapa dia bisa semirip itu ya?’

—<>—

“Hahaha tidak mungkin Sica. Junho kan sudah setahun meninggal.” Ujar Yuri saat mendengar cerita Jessica.

“Tapi aneh sekali kan kalau mereka itu mirip? Yang membedakan hanyalah warna rambutnya. Kurasa Junho kembali ke dunia, kemudian dia amnesia. Setelah itu dia mengecat rambutnya.”

“Sica, kau sakit? Mana mungkin orang yang sudah mati kembali ke dunia.”

“Anni. Aku baik-baik saja.”

“Haha terserah apa katamu saja. Aku lapar, ayo kita ke kantin.”

“Aku tidak lapar. Kau duluan saja, aku mau ke perpustakaan.”

Yuri mengangguk setuju, kemudian pergi ke kantin. Sementara Jessica berjalan ke perpustakaan dengan langkah gontai.

—<>—

“Urgh sial! Kenapa harus ada di tempat yang tinggi sih?” gerutu Jessica karena dia merasa pendek untuk mengambil buku yang diinginkannya.

“Yang mana nona? Biar kuambilkan.” Seorang namja pun mendekati Jessica.

“Yang itu. Seri pengetahuan umum.” Ujar Jessica. Kemudian si namja pun mengambil buku yang dimaksud jessica.

“Ini.” Namja itu menyerahkan bukunya pada Jessica. Jessica pun tersentak. Ini kan namja yang mirip Junho itu. Namja yang tadi pagi menabrakku.

“Go.. gomawo ne.” Ujar Jessica memaksakan senyum. Kemudian mereka pun duduk disalah ssatu kursi.

“Don’t mention it. Hey kau nona yang tadi pagi kutabrak kan? Sorry, aku tidak sengaja.”

“Ne, its ok.”

“Boleh kutahu siapa namamu nona?”

“Jessica Jung. Tapi semua orang biasa memanggilku Sica. And you?”

“Im Jaebum, selama di amerika banyak yang memanggilku Jb. I am korean, but i born and live in USA. Dan baru kali ini aku ke korea.”

“Nice to meet you, Jb.”

“Nice to meet you too. Namamu Jessica? Nama yang tidak umum dikorea.”

“Ne, karena eommaku orang Amerika, jadi namaku begini.”

“Oh, i see.”

“Sedangkan kau, kenapa kau dipanggil Jb?”

“I don’t know. Mungkin karena aku mirip Justin Bieber. Hahaha.”

Jessica hanya tersenyum. Tidak, kau tidak mirip dengan Justin Bieber. Tetapi kau mirip dengan kekasihku, Lee Junho.

—<>—

Sudah satu jam Jessica menunggu di halte. Namun tak satupun bus yang menuju arah rumahnya lewat. Jessica hanya menunggu sembari membaca buku yang dipinjamnya diperpustakaan. Buku yang tadi diambilkan oleh Jb.

“Entah kenapa, aku merasa Jb sangat mirip dengan Junho.” Ucapnya pada diri sendiri.

Flashback

“Hei nona, apa kau mau ikut denganku?” seorang namja berteriak kepada Jessica dari dalam mobilnya. Saat itu hujan deras dan Jessica masih menunggu bus di halte.

“Anni. Aku tidak ingin merepotkanmu.”

“Jangan malu-malu, ini kan sedang hujan. Kalau kau sakit bagaimana? Meskipun kita belum saling kenal, tapi kan kita satu kampus. Cepat naik atau aku akan memaksamu naik.”

Jessica mendesah, kemudian masuk kedalam mobil si namja. Namja itu pun mulai menyalakan mobilnya.

“Maaf, kalau boleh tahu, siapa namamu? Agar aku bisa membalas ucapan terima kasihku dan kita aling mengenal.” Jessica membuka percakapan.

“Lee Junho, dan kau?” namja yang bernama Junho itu pun balik bertanya.

“Jessica Jung.”

“Nama yang cantik. Secantik wajahmu. Agar lebih simple, bagaimana kalau kupanggil Sica?”

“Gomawo ne. Namamu juga bagus. Sica? Bagus juga.” Jessica tersenyum. Junho pun mneyetel lagu give it to me dan menyanyikannya dengan merdu.

“Suaramu bagus juga Junho-ssi.” Puji Jessica. Junho hanya tersenyum. Untuk pertama kalinya Jessica berdebar-debar saat melihat senyuman seorang namja.

“Gomawo. Jangan panggil aku seperti itu. Cukup panggil aku Junho.”

“Ne, Junho-ah.”

Flashback end

Jessica terbangun. Entah kenapa dia memimpikan kejadian saat awal bertemu dengan Junho. Iapun melirik jam tangannya. Sudah 2 jam ternyata dia menunggu.

“Aish baboya! Mengapa aku tertidur? Pasti tadi sudah banyak bus yang lewat.” Gerutunya.

“Jessica? Kau belum pulang?” Donghae pun lewat dengan motornya, kemudian mendekat kearah Jessica.

“Ne, sudah lama aku menunggu bus.”

“Cepat naik ke motorku. Aku akan mengantarmu pulang.”

“Gomawo Donghae-ah.” Jessica pun naik ke motor Donghae. Kemudian Donghae menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.

“Ya! Jangan ngebut!” jessica memukul pundak Donghae.

“Mian. Geure akan kupelankan. Sica, apa hari ini kau sibuk?”

“Anni. Kenapa?”

“Mau mampir dulu ke restoran? Aku lapar.”

“Ne, tentu.”

—<>—

Donghae dan Jessica hanya saling pandang. Tidak ada percakapan diantara mereka saat menunggu pesanan datang.

“Gomawo Donghae-ah, kau sudah mentraktirku.” Jessica membuka percakapan.

“Cheonmaneyo. Junho pernah berpesan padaku untuk selalu mentraktirmu.”

“Hahaha bisa saja. Ngomong-ngomong, kalian akrab sekali ya.”

“Aku dan Junho? Ne, kami sudah berteman sejak kecil. Bahkan marga kami pun sama.”

“Wah benar-benar teman sejak kecil. Pantas kalian selalu kompak.”

“Tidak juga, dulu kami sempat bertengkar selama satu bulan. Tapi pertengkaran itu tidak pernah menghancurkan persahabatan kami.”

“Bertengkar karena apa?”

“Karena sifat Junho yang kekanakan dan membuat suatu kesalah pahaman. Itu sudah lama sekali.”

Jessica terus mendengarkan cerita Donghae tentang persahabatannya dengan Junho dulu. Ada beberapa sifat dan cerita lucu Junho yang belum sempat dia ketahui. Sesekali Jessica tertawa mendengar cerita itu. Tanpa mereka sadari, pesanan telah datang.

“Mari makan!”

—<>—

“Kemarin kau kencan dengan Donghae ya? Chukkae.” Ujar Yuri merangkul pundak Jessica saat dia tiba di kampus.

“Anni, dia hanya mentraktirku makan. Itu saja.”

“Iyakah? Kok aku tidak percaya.”

“Aish, lagipula dihatiku kan masih ada Nuneo.”

“Nuneo? Nuguya?”

“Nama kecilnya Junho. Donghae bilang, sewaktu kecil Junho selalu dipanggil Nuneo oleh eommanya.”

“Oh begitu.”

“Good morning Jessica. Apa hari ini kau sibuk?” seseorang menghentika langkah mereka.

“Jb-ssi? Tidak terlalu sibuk, kenapa?”

“Maukah kau pergi ke kafe bersamaku nanti?”

“Ciee ekhem.” Yuri yang ada disampingnya hanya menahan tawa.

“Aish kau. Oiya, Jb, ini Yuri. Yuri ini Jb, yang kemarin aku bilang seseorang yang mirip Junho.”

Yuri menatap Jb sesaat. Kemudian mengulurkan tangan.

“Yuri.”

“Jb.”

“Kami permisi dulu ya. See you later.”

“Bye.”

—<>—

“Kurasa dia tidak begitu mirip dengan Junho. Hanya matanya saja yang mirip. Darimana kau bisa berkesimpulan kalau dia mirip Junho?”

“Entahlah. Aku hanya merasa mereka mirip. Sangat mirip lebih tepatnya.”

“Mungkin hanya ilusimu saja. Mereka tidak mirip.”

Mungkin. Mungkin hanya ilusi.

To be continue…

9 thoughts on “[FF Freelance] Sad Love (Part 2)

Leave a Reply to zunita Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s