Unwanted Marriage [Part 2]

unwanted marriage

Author : erlyRine

Main Cast :

  • Hwang Chansung ‘2PM’
  • Choi Jinri / Sulli ‘f(x)’

Support Cast :

  • Son Naeun ‘A Pink’
  • Lee Taemin ‘SHINee’

Genre : Romance, life

Length : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer :

Ide cerita milik saya sepenuhnya yang terinspirasi dari berbagai drama yang pernah saya lihat sebelumnya.

Last Part : Part 1

***

Sepanjang perjalanan, Jinri lebih memilih untuk duduk diam memandang ke luar jendela dengan tatapan kosong. Sedangkan eommanya duduk diam menyaksikan tingkah anak perempuannya itu.

“Apa kau tidak ingin mengikuti acara ini?” tanya eommanya dengan sedikit ragu. Dari raut wajah anaknya itu, ia dapat melihat jelas bahwa Jinri mengikuti acara itu karena terpaksa.

Jinri menggelengkan kepalanya dan menatap eommanya sekilas “Kalau aku bilang bahwa aku tidak ingin, apa yang eomma akan lakukan?” tanyanya.

Eommanya mencoba berpikir sejenak untuk mencerna perkataan suaminya barusan. Kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang dan Ya, itu benar. Selama ini, ia terlalu terobsesi pada uang banyak sehingga ia hampir melupakan kebahagiaan anaknya. Ia tidak ingin merebut kebahagiaan anaknya begitu saja.  Eommanya terlihat menarik nafas yang dalam sambil memejamkan matanya ia berkata “Tentu saja, aku akan membatalkan ini semua dan mengembalikan uangnya,”

Jinri mengerjapkan matanya berkali-kali berharap bahwa perkataan eommanya tadi bukanlah sebuah mimpi belaka yang tidak sempat ia dapatkan tadi malam. “Apa itu benar?” tanyanya yang sedikit tidak percaya dengan perkataan eommanya barusan.

Eomma sadar bahwa eomma kurang memperhatikan kebahagiaanmu nak, kalau kau tidak bahagia maka eomma akan membatalkannya,” terang eommanya sambil menarik telapak tangan anaknya itu dan menggenggamnya dengan hangat.

“Aku tidak bermimpikan eomma?” tanya Jinri sekedar memastikan dan mulai terlihat sebuah senyuman yang mengembang di bibirnya.

Eommanya itu menganggukkan kepalanya lalu memeluk anak gadisnya itu.

***

Ketika mobil yang dikendarai oleh Sooyoung sampai di depan Studio, ia memarkirkan mobilnya di parkiran. Chansung dan Sooyoung turun dari mobil itu dalam waktu yang bersamaan. Chansung mendongakkan kepalanya untuk melihat matahari pagi yang sedang bersinar dibalik kacamata hitam yang ia kenakan.

Ia memasuki Studio, ditemani oleh Sooyoung yang sedang mengenggam sebuah tablet PC di tangannya dan terlihat sangat sibuk. “Apa dia sudah datang?” tanyanya pada Sooyoung.

Sooyoung mengangkat bahunya tanpa menatap Chansung dan terus berkutat dengan tablet PC-nya. Saat ini ia tengah menyusn jadwal-jadwal Chansung.

***

Suasana di dalam studio menjadi sedikit kacau karena yeoja yang nantinya akan dipasangkan dengan Chansung tak kunjung datang juga. Produser Kim dari acara We Got Married itu terlihat mengacak rambutnya frustasi karena ia sudah menyuruh staffnya mengirimkan uangnya ke nomor rekening yeoja itu. Apa ini adalah bentuk penipuan?

Di tengah suasana yang seperti itu, salah seorang staff berlari ke arah produser Kim dengan raut wajah cemas dan gugup. Ia sangat-sangat yakin bahwa berita yang akan ia sampaikan ini akan menyulut kemarahan dari Produser Kim. Namun daripada semuanya menunggu tanpa kabar yang jelas, ia memberanikan dirinya untuk menyampaikan berita itu “Pak Produser Kim, eomma dari yeoja itu telah membatalkan niatnya untuk mengikuti acara ini dan mereka sudah mengembalikan uangnya ke tempat kita,”

MWO?!” seru Produser Kim dengan amarahnya yang langsung naik ke ubun-ubun kepalanya.

Di saat yang seperti itu pula, Chansung memasuki studio itu dengan ceria tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia merasakan hawa yang berbeda saat memasukinya, ada hawa yang mencekam di dalamnya. “Apa yang terjadi?” tanyanya sambil melihat ke sekitarnya dan ia mendapati produser Kim dari acara itu sedang menahan amarahnya.

Salah seorang staff berjalan ke arahnya dan Sooyoung yang berada di belakang Chansung. “Yeoja yang akan menjadi istri virtualmu membatalkan niatnya untuk mengikuti acara ini,” terang staff itu.

“Bukankah mereka akan dikenakan denda bila membatalkannya?” tanya Chansung setengah berbisik pada staff itu.

“Tentu saja,” jawab staff itu dengan singkat.

Chansung berjalan menghampiri produser Kim yang sedang menahan amarahnya lalu merangkul pundak produser Kim. “Tenang saja, yeoja itu pasti akan kembali setelah mendengar bahwa ia akan membayar denda,” jawabnya santai yang langsung mendapat tatapan dari Produser Kim.

“Batalkan shooting hari ini,” perintah Produser Kim yang diikuti anggukan kepala dari seluruh anggotanya.

Sooyoung berjalan menghampiri Chansung sambil menokok kepalanya. “Apa yang kau lakukan?” bisiknya pelan.

Chansung hanya memabalas Sooyoung dengan sebuah senyuman lalu ia kembali mendekati Produser Kim untuk menanyakan suatu hal “Apa aku boleh melihat profil calon istri virtualku? Ehm, bukan calon tapi mantan calon,”

Produser Kim yang saat itu moodnya sedang jelek menatap Chansung dengan datar sambil menyerahkan sebuah map berwarna biru yang sedari tadi ia genggam.

Chansung menerima map itu dan membukanya dengan rasa penasaran dan ia tidak dapat mengerjapkan matanya ketika ia melihat siapa calon istri virtualnya yang membatalkan niatnya untuk mengikuti acara ini. Itu Choi Jinri. Dalam sekejap, Chansung lalu merebut kunci mobil dari tangan Sooyoung dan berlari keluar dari Studio meninggalkan semua orang termasuk Sooyoung –managernya—

Sooyoung tersentak kaget sehingga secara spontan ia langsung melepaskan kunci mobil itu dari tangannya  dan langsung berlari mengejar Chansung. “Ya! Chansung, apa yang kau lakukan?” teriaknya sambil terus mengejar Chansung yang berlari 3 kali lipat lebih cepat darinya.

Produser Kim juga tersentak kaget saat melihat Chansung kabur begitu saja sambil membawa map satu-satunya yang ia punya tentang identitas yeoja itu. “Kejar dia,” serunya pada seorang staffnya.

***

Choi Jinri, akhirnya aku menemukanmu, batin Chansung dan terlihat sebuah senyuman kemenangan mengembang dari bibirnya.

Ia mengemudikan mobilnya melewati kecepatan yang seharusnya. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Choi Jinri –orang yang sangat ia cintai sewaktu SMA— Sudah sangat lama, ia mencari sosok gadis itu dan akhirnya nasib mempertemukan mereka dalam acara yang menurutnya penuh kepura-puraan. Andai saja ia bukan seorang aktor baru, ia juga tidak akan mau mengikuti acara seperti itu.

***

Appa,”  seru Jinri dengan bahagia karena akhirnya ia dapat kembali ke rumahnya dan tidak jadi mengikuti acara yang aneh itu.

Appanya itu tersenyum ke arahnya dan eommanya lalu memeluk putri kesayangannya itu dengan erat. Sedangkan eommanya hanya menatap pemandangan di depannya itu sambil tersenyum lalu menyeret koper milik Jinri dan meletakkan di dekat Jinri.

***

Salah seorang staff Produser Kim yang diperintahkan untuk mengejar Chansung, menemukan Sooyoung yang terlihat khawatir dan berulang kali terus menyentuh layar ponselnya untuk menghubungi Chansung.

Mian, Manager Choi, Apa kau tahu kemana Chansung akan pergi?” tanya Staff itu pada Sooyoung.

Sooyoung yang terlihat putus asa karena Chansung tidak mengangkat teleponnya dan kesal langsung membentak staff itu. “Kalau aku tau, maka aku tidak perlu secemas ini,” jawabnya lalu berjalan pergi meninggalkan staff itu.

“Cantik-cantik tapi memiliki jiwa serigala,” bisiknya pelan sambil menggelengkan kepalanya.

***

Jinri bersama appa dan eommanya sedang menikmati cemilan bersama sambil menonton drama komedi yang tayang di televisi. Kini perasaannya sangatlah lega karena ia tidak harus memikirkan apapun lagi, tidak perlu memikirkan acara We Got Married itu lagi.

Saat ia menolehkan kepalanya untuk menatap keluar pintu kaca toko ayam mereka, ia melihat sebuah mobil yang sepertinya daritadi terus terpakir disana dan pengemudinya sepertinya terus melihat lurus ke dalam toko mereka seperti ada sesuatu yang sedang dicari. Namun ia tidak dapat melihat dengan jelas wajah si pengemudi itu karena jendela kaca mobil itu tertutup dan si pengemudi memakai kacamata. Jinri beranjak dari tempat duduknya dan berniat untuk berjalan menghampiri si pengemudi itu, namun langkahnya terhenti ketika eommanya memanggilnya.

“Jinri, kau mau kemana?” tanya eommanya yang menatap ke arahnya.

Jinri tetap menfokuskan pandangannya ke arah si pengemudi dan mobilnya lalu beralih menatap eommanya dan menggeleng kepalanya “Annieyo, aku mau ke dapur mengambil minum,” jawabnya asal sambil berjalan ke arah dapur namun pandangannya tidak terlepas dari mobil itu.

***

Jinri, kau harus menjadi milikku, gumam Chansung sambil terus menatap lurus ke dalam toko ayam milik keluarga Jinri dan ia dapat melihat Jinri yang terlihat tertawa bahagia bersama dengan keluarganya. Sejenak kemudian, sebuah ide terlintas di benaknya, ia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi managernya Choi Sooyoung.

Ketika Sooyoung mengangkat teleponnya, Chansung langsung tersentak kaget karena Sooyoung membentaknya “Ya, kemana saja kau?”

“Aku ada urusan penting Noona. Noona, kau tau kan kalau yeoja yang seharusnya menjadi istri virtualku membatalkan niatnya untuk mengikuti acara itu?” tanya Chansung yang ia sendiri sudah tahu apa jawaban yang akan diberi oleh Sooyoung.

Ne, memangnya kenapa?” tanya Sooyoung santai.

“Aku ingin kau membayar dendanya,” jawab Chansung santai dan terlukis sebuah senyuman licik di wajahnya. Ia juga memajukan badannya untuk melihat Jinri yang terus menatap kearahnya dengan tatapan curiga.

Sooyoung menelan ludahnya, ia tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya barusan. Itu ide yang gila. “Ya, apa kau gila? Dendanya sangat besar 2 kali lipat dari apa yang dia dapatkan,”

Anni, aku waras. Bayar saja,” jawab Chansung dengan mudahnya.

“Tapi untuk apa? Gadis itu bukan siapa-siapa untukmu,” selidik Sooyoung yang sedikit penasaran dengan sikap Chansung. Selama ia menjadi manager Chansung, belum pernah sekalipun Chansung memintanya untuk membayarkan utang atau denda orang lain.

“Lakukan saja, Bye,” kata Chansung singkat dan langsung mematikan teleponnya. Setelah percakapannya selesai dan Jinri menghilang dari hadapannya, ia melajukan mobilnya menjauh dari tempat itu.

***

Keesokan harinya, Sooyoung memasuki apartemen Chansung dan betapa terkejutnya dirinya karena pagi ini, Chansung bangun sangat awal bahkan ia mempersiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.

“Apa kau sudah makan?” tanya Chansung sambil melahap sepotong roti bakar.

“Sudah,” jawab Sooyoung dan ia meletakkan sebuah map bewarna coklat tepat di depan Chansung.

Chansung langsung meletakkan roti bakar itu dan membuka map itu dengan tersenyum puas. “Gumawo Noona, kau yang terbaik,” kata Chansung sambil mengacungkan dua jempolnya ke arah Sooyoung.

“Tapi aku begitu penasaran, mengapa kau lakukan ini semua?” tanya Sooyoung sambil berjalan mendekati Chansung dan menatapnya dengan jarak yang cukup dekat.

“Itu.. Aku tidak bisa memberitahumu,” jawab Chansung mantap.

“benarkah tidak bisa? Kalau begitu, aku tidak akan mengurusimu lagi kalau aku saja tidak tau apa yang sedang kau kerjakan,” jawab Sooyoung sambil tersenyum dengan penuh kemenangan.

“Baiklah,” kata Chansung dengan pasrah. “Dia adalah cinta pertamaku yang tidak bisa kudapatkan,” tambah Chansung dan kali ini ia menundukkan kepalanya. “Aku mencintainya namun aku tidak berani untuk mengungkapkannya karena aku takut dia tidak mempunyai perasaan yang sama denganku. Meskipun demikian, aku tetap terus berada di dekatnya, bercanda dengannya dan selalu menghiburnya bila ia sedang sedih. Ketika suatu saat aku mendengar bahwa seorang sunbae di sekolah kami menyukainya, aku mulai mengumpulkan keberanianku untuk mengungkapkan perasaanku,” terdengar helaan nafas Chansung sebelum ia melanjutkan perkataannya “Di hari ketika aku ingin mengungkapkan perasaanku, takdir sudah tidak berpihak kepadaku karena dia pindah sekolah entah kemana,”

Sooyoung yang mendengar cerita Chansung hanya dapat menahan tawanya.  “Jadi? Maksudmu? Kau melakukan ini semua hanya untuk mendapatkannya?” tanya Sooyoung yang selalu dapat dengan mudah menebak pikiran Chansung.

“BINGO!,” jawab Chansung sambil tersenyum.

Sooyoung menepuk jidatnya menyaksikan tingkah Chansung yang masih terlalu polos. “Ide yang konyol,” ledeknya lalu berjalan menuju ke ruang tamu dan menghidupkan Televisi.

Noona, menurutmu apa yang harus kulakukan?” tanya Chansung sambil berjalan mendekati Sooyoung dan duduk di sebelahnya. “Aku berencana membuatnya menjadi kekasihku,”

Sooyoung hanya mengangguk tanda setuju sambil berkata “Terserahmu saja, tetapi jangan sampai hal ini menjadi skandal yang menghebohkan,”

***

“Jinri, bantu eomma untuk membuang sampah-sampah ini,” terdengar suara eommanya dari dalam dapur.

Jinri bangkit dari duduknya dan meninggalkan aktivitas merajutnya dan berjalan ke dapur. Ia mengambil 2 kantung plastik sampah yang besar itu lalu berjalan keluar dari rumahnya.

Ia berjalan cukup jauh dengan tangan yang masih memegangi 2 kantung plastik sampah. Maklumlah, jarak antara rumahnya dengan tempat pembuangan sampah bisa dibilang lumayan jauh. Ketika sudah dekat dengan tempat pembuangan sampah itu, dia mencoba bermain-main dengan kantung sampah itu. Dengan perlahan namun pasti, ia melemparkan kantung plastik itu layaknya seperti seorang pemain basket yang tengah memasukkan bola ke ring. Kantung plastik yang pertama, berhasil masuk ke dalam tempat pembuangan sampah. Saat hendak melempar kantung sampah yang kedua kali dengan cara yang sama, ia mengurungkan niatnya ketika ia melihat mobil yang sama dengan yang tempo hari berada di depan rumahnya. Ia langsung meletakkan kantung plastik itu pada tempatnya dan berjalan mendekati mobil itu yang terparkir tak jauh dari bak sampah itu.

Seorang namja keluar dari mobil itu dan berjalan menghampiri Jinri.  “Lama tidak bertemu,” sapanya.

Jinri menatap namja di depannya ini dengan saksama. Dari postur tubuhnya, sepertinya ia pernah melihat namja ini. Jinri mengangkat sebelah alisnya sambil menatap aneh ke arah namja itu karena ia tidak dapat mengingat siapa namja ini.

Namja itu tersenyum padanya lalu melepas kacamatanya “Apa kau melupakanku?”

“Chansung,” seru Jinri sambil tersenyum bahagia. Sudah cukup lama sekali ia tidak pernah bertemu dengan  teman sekelasnya. Mungkin kalau bisa dihitung, kira-kira mereka tidak pernah bertemu lagi sejak Jinri pindah sekolah dan itu sekitar 3 tahun yang lalu. “Apa kabarmu? Kau bertambah tampan, apa yang kau lakukan saat ini?” tanya Jinri sekedar basa-basi untuk mengawali percakapan mereka.

Chansung menatap Jinri dengan saksama dan teliti. Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Jinri selama ini, apa dia tidak pernah menonton televisi. “Kau tidak tahu pekerjaanku sekarang?” tanya Chansung dengan hati-hati.

“Biar aku menebak,” jawab Jinri dengan pasti lalu ia membiarkan dirinya untuk berpikir sejenak dan tiba-tiba sebuah senyum mengembang di bibirnya. “Kau pasti melanjutkan perusahaan orang tuamu,”

Seketika itu, Chansung merasa lemas. Bagaimana bisa di zaman yang secanggih ini, masih ada orang yang belum tahu bahwa dirinya seorang Star. Dengan perasaan kecewa ia kembali bertanya pada Jinri “Benarkah kau tidak tahu siapa aku sekarang?”

Jinri menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tidak mengetahui sama sekali.

Chansung berpikir sejenak dan kemudian ia tersenyum dengan menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi dan berkata  “Baiklah, kita akan bermain tebak-tebakan. We Got Married? Apa kau tahu?”

Aa, aku tahu. Acara yang penuh dengan kebohongan itukan? Hmm, aku hampir saja mengikutinya tapi untunglah aku tidak jadi mengikutinya. Apa kau mengikutinya?” terang Jinri yang langsung membuat senyuman di wajah Chansung memudar.

Chansung hanya menganggukkan kepalanya dengan lemas dan ia kehilangan semangatnya untuk melanjutkan permainan tebak-tebakannya bersama Jinri.

“Apa kau sakit?” tanya Jinri.

Chansung menggelengkan kepalanya dan berkata “Baiklah, aku pulang dulu.” Setelah selesai mengatakan hal yang seharusnya tidak ingin ia katakan, namun karena terpaksa akhirnya kata itu keluar dari mulutnya, ia masuk kembali ke dalam mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi menjauh dari Jinri.

Jinri hanya mengangkat kedua bahunya sambil menatap kepergian Chansung yang semakin lama semakin jauh darinya dan akhirnya menghilang di ujung jalan.

***

Saat Jinri kembali ke dalam rumahnya, eommanya langsung memberikannya sebuah paket yang dibungkus dengan kertas yang berwarna. Ia menerima paket itu dan matanya langsung berbinar saat mengetahui siapa si pengirim paket itu.

“Kapan paket ini datang?” tanyanya pada eommanya tanpa melepaskan pandangannya dari paket itu.

“Saat kau pergi. Taemin? Siapa dia?” selidik eommanya.

Jinri hanya membalas eommanya dengan tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya  dengan berputar-putar dan meninggalkan eommanya yang sedang menonton TV.

***

Chansung menelusuri koridor-koridor menuju ke apartemennya. Setelah ia memasukkan kode-kode yang tepat, pintunya terbuka dan ia langsung masuk ke dalam dan berlari ke sofa lalu merebahkan tubuhnya. Ia mencoba untuk menenangkan pikirannya dan berharap dia akan menemukan ide yang baik untuk membuat Jinri mengenal siapa dirinya yang sekarang dan mendapatkan Jinri. Ia tidak ingin kehilangan Jinri untuk yang kedua kalinya.

***

Jinri bersenandung ria sambil memasuki kamarnya. Setelah ia meletakkan paketnya di atas meja riasnya, Ia menyentuh layar ponselnya dan mencoba untuk menghubungi seseorang. Senyumnya mengembang saat seseorang itu menjawab telepon darinya.

TBC>>

20 thoughts on “Unwanted Marriage [Part 2]

  1. Poor changsung *aihh*
    Rasanya seperti dia itu begitu merana, udah nggak dapet kesempatan sama Jinri, si Jinri seperti nggak ‘mengharapkan’ dia, dan siapa juga si misterius Taem ini. Udah jatuh, tertimpa tangga pula XD
    jangan lamaa” kak part selanjutnya 😀 cuma masih ada beberapa typo di penulisan nya, semacam ” menyusn”

  2. Ъќ nyangka ƘåĽ☺ mrk it ud knal
    ˚◦​​°•Ħmmm…(⌣́_⌣̀)
    () Hhhм̲̅м̲̅м̲̅м̲̅м̲̅ ◦
    °◦º =-? ditunggu next part yaa

  3. Mianhae thor bru coment d.part ini ….!!
    wktu bca judul.x ..
    aq lngsung tertrik ..
    pnasarn klanjutan crita.x Sulli & Chansung…
    sperti.x akn ada cinta segitiga nih #sok tau loh..:P
    lanjut ne thor…
    jngan lma2 ne.?
    °Hwaiting°..:D

  4. Woahhh wkt tu aku lp blm bc smp hbs.. Wah chansung oppa sk sulli y.. Trs gmn donk?? Koq lemas gt namja hrsx lbh tgas y.. Lbh blak2an krkterx chansung oppa pendiam gt.. Huhu.. Ak bc part 3 dl y.. Annyeong..

  5. Waaah ternyata jinri cinta pertama nya chansung…hhihihi lucu…cocok mrk b’dua..
    Penasaraan bangeet,,langsung aja deh bc part 2 nya..hhehe

  6. wah…kirain part 2 nya udah mulai syuting WGMnya..eee salah perkiraan ternyata..:p
    fighting thor !! lanjutkan ff nya 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s