ENERGY% (Ficlet)

energy

ENERGY%

by melslm

Main Cast(s):
SNSD’s Tiffany & 2PM’s Nichkhun

Genre:
Life & Romance

Sub Cast(s):
SNSD’s Jessica, 2PM’s Taecyeon, 15&’s Jimin

Length:
Ficlet, 1505 ms. words

Disclaimer:
Inspired by Pseudonymous’s “Threesome” & Nisha’s “Insomnia”

***

“..I need you in all my times..”

***

—ENERGY—

  KUAT. Aku bisa. Aku pasti bisa.

  Tiffany memegangi dadanya yang terasa sesak. Alat seperti bom namun bukan bom yang berada di genggamannya sudah menunjukkan ‘15%‘ pada layarnya. Tiffany menarik nafas panjangnya sebelum dihempasnya lagi nafas itu. “Nichkhun..”  Tiffany bicara dengan nada lirih. Diambilnya air putih yang berada di meja—sebelah tempat tidurnya— kemudian diteguknya air itu. Sekonyong-konyong memang air itu tidak diperlukan Tiffany untuk meningkatkan daya energy yang terdapat di alatnya itu.

Knock! Knock!

  Suara pintu diketuk. Tanpa menunggu suara Tiffany menjawab, Jimin—adik satu-satunya—sudah membuka pintu kamar Tiffany terlebih dahulu. “Unnie, bagaimana?” tanya nya, kemudian berjalan menghampiri Tiffany.  “A-apa!?”
Jimin terlihat shock melihat alat yang berada di genggaman Tiffany sudah menunjukkan angka ‘14%‘. “Unnie, ini tak bisa dibiarkan.” tukas Jimin cepat. Ia tak mau melihat keadaan kakak satu-satunya itu bertambah parah.
“Sudah, biarkan saja. Aku tidak apa-apa.”
“Tidak apa-apa bagaimana!? Kau lihat alat ini, Unnie? Bisanya kau bilang tidak apa-apa?” nada bicara Jimin seperti membentak. Jimin menatap nanar wajah cantik kakaknya itu. “Unnie, aku harus bertemu dengan Nichkhun oppa untuk memberitahu semua ini.” katanya, membelai rambut lurus hitam milik Tiffany.
“Tidak!” tukas Tiffany cepat.
“ta-tapi.. kenapa?”
“biarkan Dia pergi. Aku tak mau membebaninya.”
“Aku yakin jikalau Dia tidak merasa seperti yang kau fikirkan, Unnie,” katanya, tersenyum. Jimin terus memperhatikan wajah kakaknya itu, menunggu jawaban. “Bagaimana?” lanjutnya.
Tiffany mengangguk lemah.

.

  “Apa!?”  Jessica tak bisa menutup mulutnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jimin—lewat ponsel—barusan. “Kau yakin? Seperah itu?” tanyanya, memincingkan mata tak percaya seolah Jimin bisa melihat reaksinya saat ini.
“Untuk apa Aku berbohong, Unnie..” jawabnya, Jimin bicara dengan nada lirih selirih lirihnya saat ini. “Kau mau bantu Aku, kan, Unnie?”
“Kurasa bisa.. sebentar ya aku hubungi Taecyeon dulu.” kata Jessica, hendak menutup sambungan antara dirinya dan Jimin namun Jimin menolaknya.
“Untuk apa kau menghubungi Taecyeon oppa, Unnie?” tanya Jimin.
Jessica berdecak. “Dia kan satu kost dengan Nichkhun,” jawabnya, kemudian kembali berkata, “Sebentar ya. Tunggu aku kira-kira lima belas menit aku sudah sampai disana.”
“Okay..”

.

.

10%

  Bola mata Jessica hampir keluar dari tempatnya ketika melihat alat yang berada ditangan Tiffany.
“Bagaimana ini?” tanya Jimin, mulai panic.
Jimin masih duduk manis sambil terus menatapi wajah kakaknya itu, sedangkan Jessica berjalan mundar – mandir ke arah pintu kemudian kembali lagi ke arah jendela dan seterusnya. Tampak sangat jelas di wajah Jessica bahwa ia tak kalah khawatirnya di bandingkan dengan Jimin.
Unnie! Dimana Taecyeon oppa!? Kenapa tidak kesini juga???” tanya Jimin, emosinya mulai memuncak karena sudah dua puluh menit lebih—lima menit sesudah Jessica datang— Taecyeon tak kunjung datang.
“Sebentar lagi dia akan datang.. kau harus sabar ya..” ucap Jessica, berjalan ke arah Jimin dan mengelus puncak rambut Jimin. “Ia sedang menyusul Nichkhun.” lanjutnya.
“Katamu tadi, mereka berdua satu kost?”
“Tapi, Nichkhun sedang tidak berada dikost-annya bersama Taecyeon.”
“Lalu, dimana dia?”
“Aku juga tidak tahu.”
Jimin mencoba mencari kebohongan di mata Jessica. Namun tak nampak sedikitpun kebohongan didalamnya. Jessica kembali menatap layar ponselnya ketika ponselnya berdering, tanda ada pesan yang masuk.

texk-energy-1

From: Taecyeon.
2.40 PM

Jess, dimana kau dan Tiffany?
Bisa kau bawa Tiffany? Ke rumah makan yang berada di Mapo-gu. Nichkhun berada disini. Jika aku menghampirinya, pasti ia akan kabur.

Jessica memincingkan matanya ketika membaca pesan dari Taecyeon, kemudian membalasnya.

text-energy-2

To: Taecyeon.
2.41 PM

Apa? Nichkhun Kabur? Maksudmu?
Kau gila? Tiffany sedang pingsan, mana mungkin aku membawanya. Kau saja kesini kemudian bantu aku membawa Tiffany.

  “Ada apa, Unnie?” tanya Jimin, melihat ekspresi Jessica.
“Nichkhun kabur itu maksudnya bagaimana?” bukannya menjawab pertanyaan Jimin, Jessica malah balik bertanya kepada Jimin karena masih bingung dengan pesan dari Taecyeon. “Aku juga kurang tahu. Taecyeon menyuruh kita ke rumah makan yang ada di Mapo-gu. Katanya Nichkhun ada disitu tapi jika ia menghampirinya pasti Nichkhun akan kabur.” jawab Jessica, akhirnya.  Jimin ikut memincingkan matanya, mencoba mencerna semua perkataan Jessica. Jessica merasakan Ponselnya bergetar—lagi.

text-energy-3

From: Taecyeon.
2.43 PM

Akan kujelaskan nanti. Aku yakin Tiffany dan Jimin tau alasannya.
Baiklah, kau tunggu aku.
Sepuluh menit aku akan sampai disana.

  “Apa!? Sepuluh menit? Berati energy Tiffany Unnie tinggal lima persen jika harus menunggu Taecyeon oppa?” tanya Jimin, panic lagi-lagi menjalari seluruh tubuhnya. Tak terasa air putih asin membasahi matanya dan mengalir ke pipinya. Jessica mengelus lagi puncak rambut Jimin.
“Tenang.. Semua pasti akan baik saja,” kata Jessica, mencoba menenangkan Jimin. “Bisa kau ceritakan padaku, alasan sebenarnya mengapa Nichkhun meninggalkan Tiffany?” tanya Jessica, lembut.  “Kukira, Tiffany Unnie sudah menceritakannya kepadamu.”
“Menceritakan padaku? Belum..”
“Jadi, begini.. Nichkhun oppa pergi meninggalkan Tiffany unnie karena Nichkhun oppa takut jikalau Tiffany unnie menuntutnya karena meninggalnya orang tua kami berdua adalah karena kesalahan Nichkhun oppa karena ia tidak sengaja menabrak orang tua kami. Padahal tidak ada niat dibenak Tiffany unnie untuk menuntutnya walaupun waktu itu sempat terlintas dibayanganku untuk menuntut Nichkhun oppa tanpa campur tangan Tiffany unnie. Tapi, aku kembali berfikir karena memang tidak ada kesengajaan dibalik kejadian itu semua. Rem mobil Nichkhun oppa memang benar – benar blong saat itu.”

  8%
Jessica mengerjapkan matanya. Mencoba meresap dan mereka ulang kembali apa yang dikatakan Jimin. “Oh, jadi begitu..” kata Jessica, tersirat rasa panic yang melanda benaknya tapi ditutupi olehnya, dengan wajah datarnya.
“Iya, un” jawab Jimin. Terdengar suara mesin mobil di halaman rumah. “Itu pasti Taecyeon oppa.” tukas Jimin.
Jimin berlari kecil ke arah Tacyeon. “Di dalam, oppa.” katanya, menyerka air mata yang membasahi pipinya.

.

.

.

  “Jess.. sungguh, aku sudah tidak kuat lagi menggendongnya.” kata Taecyeon, yang sedang menggendong Tiffany.
Sudah hampir dua jam Taecyeon menggendong Tiffany yang pingsan untuk mencari energinya, Nichkhun. Karena tadi, saat Taecyeon, Jessica, dan Jimin kembali bersama Tiffany ke rumah makan yang berada di daerah Mapo-gu, Nichkhun sudah tidak ada lagi ditempatnya.
“Ayolah, alat deteksi ini sudah menunjukkan 91 persen.. Berarti kita sudah dekat dengan Nichkhun.” kata Jessica, terus memperhatikan alat baterai energi Tiffany ini, “95 persen.” tukas Jessica ketika melihat angka yang tertera di alat ini.
“Khun! Tunggu!” teriak Jessica, yang melihat Nichkhun yang sedang duduk di kursi taman dan melambai-lambaikan tangannya. Melihat Jessica dan Taecyeon, Nichkhun langsung berlari. “Kau dan Jimin tunggu disini, jaga Tiffany. Biar aku yang mengejar Nichkhun.” kata Jessica, segera berlari mengejar Nichkhun.
“Nichkhun!” Jessica berteriak lagi. Kali ini Nichkhun menoleh sebentar dan melanjutkan larinya. “Khun!!!”
Nichkhun bersembunyi di balik semak – semak kemudian kembali menoleh ke arah Jessica yang tak jauh diarahnya yang masih berlari kecil karena kelelahan. Jessica menumpu tangannya dengan dengkul mungil nya dan mengatur nafasnya yang tidak beraturan.
“Sial! Kemana Nichkhun?” Jessica mengumpat pelan, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Nichkhun. “Khun.. dimana kau? Ayolah. Tiffany tidak mau menuntutmu, kau tenang saja.. dia hanya membutuhkanmu, membutuhkanmu sebagai energinya. Kau tau? Dia hampir mati..” tukas Jessica, sengaja agar Nichkhun keluar dari persembunyiannya karena Jessica yakin Nichkhun belum jauh dari sini.
“Bagaimana Jessica bisa tau? Sial!” umpat Nichkhun dalam hati. “Eh tapi, tunggu. Energi? Hampir mati?” Nichkhun menggaruk telapak tangannya yang tidak gatal karena bingung. “Aku tidak peduli. Aku yakin ia pasti berbohong.”
Nichkhun mencuri langkah ke arah yang berlawanan dari tempat Jessica saat ini. Namun, tak sengaja kakinya menginjak buntut kucing yang sedang berada disitu. “Meowww!!!!” kucing itu mengeong keras.  “Sial! Dasar kucing tolol!” umpat Nichkhun.
“Khun, itu kah kau?” kata Jessica, menoleh ke arah dibalik semak – semak dan mendapati Nichkhun kemudian menarik kausnya.
“Khun.. ku mohon jangan kabur lagi. Aku bersungguh – sungguh dengan apa yang ku katakan tadi.” kata Jessica, air matanya mengalir. Nichkhun hanya memperhatikannya dan menunggu Jessica melanjutkan kata – katanya. “kau lihat alat ini? Aku yakin kau pasti tau apa gunanya alat ini. Ayolah ku mohon padamu, Khun.. Tiffany sedang tak sadarkan diri..” lanjut Jessica.
“Jangan bercanda. Itu tidak lucu.”
“Apakah wajahku seperti orang yang sedang bercanda?” tukas Jessica, meyakinkan kepada Nichkhun.
“Yasudah, aku minta maaf.”
“Kau gila? Kau memutuskan hubunganmu dengan Tiffany kemudian meninggalkannya hanya karena alasan yang tidak pasti dan kau hanya berkata maaf? Tiffany kehilangan hampir 99 persen energinya, dan itu semua karena kau!” bentak Jessica, ia sudah tak tahan dengan sikap Nichkhun yang keras kepala ini.
Nichkhun tak memperdulikan perkataan Jessica. Yang ia pedulikan saat ini hanyalah Tiffany. Jujur, ia tak pernah tidak sayang kepada Tiffany. Ia selalu menyayangi dan mencintai Tiffany. “Dimana Tiffany?” tanya Taecyeon, memperhatikan sekeliling.
Jessica menunjuk Taecyeon di sebrang jalan yang sedang menggendong Tiffany bersama Jimin disampingnya. Kemudian Nichkhun berlari kearahnya, meniggalkan Jessica yang beru berlari kecil dibelakangnya.
Nichkhun memperhatikan wajah pucat Tiffany. Air matanya mengalir membasahi pipinya. Diciumnya bibir mungil Tiffany dengan lembut, dan dilumatnya pelan bibir itu sampai Tiffany mengerjapkan matanya.
“Maafkan aku..” kata Nichkhun, mengambil alih seluruh tubuh Tiffany dari tangan Taecyeon. Kini Nichkhun lah yang menggendong Tiffany. Di kecupnya pelan dahi Tiffany.
Tiffany tersenyum ketika melihat Nichkhun berada dihadapannya dengan airmata yang berlinang. Nichkhun membalas senyuman Tiffany itu kemudian dikecupnya lagi bibir Tiffany itu.

100%

[FIN]

NOTE: Hai… aku balik lagi dengan FF yang entah apa namanya ini -_-v
Gimana? Gaje ya? Maaf deh -_-v
Kalo menurut readers bagus ya… syukur deh ;-;Yang pasti, jangan lupa tinggalkan komentar yaa!;) kalo bisa di like/ vote.. ^^

Thanksseu

32 thoughts on “ENERGY% (Ficlet)

  1. itu Tiffany manusia apa bukan thor? knap energynya hrus di ukur pke persen n kalau ada Nichkhun bru full energynya?
    Tapi daebak kok thor ceritanya.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s