Open Arms

1

Title: Open amrs

Main cast: Byun Baekhyun (EXO) & Park Sanghwa (OC/Author’s name -_- /You)

Support cast: Taeyeon (SNSD) – EXO members – Lee Hyomi (OC) – and others.

Author: Lilaa

Genre: Friendship, sadness, romance (maybe (?!!))

Rating: G atau T (Author bingung lagiii ._.v)

Length: Oneshot

WARNING! Typo bisa aja sembunyi disini ._. mereka lagi main kutak umpet -_- jadi harap maklum ya, mereka gk mau diusir *alesan, padahal author males sebenernya .-. *author ditendang

~oOo~

Baekhyun masih terdiam duduk di sofa yg terdapat di ruang tamu sebuah rumah yg sepi. Ia menunduk, memikirkan kemana yeoja itu pergi.

Sudah 1 tahun yeoja itu pergi entah kemana. Walau hanya 1 tahun, Baekhyun merasa 1 tahun itu seperti 1 abad. Tampa yeoja itu, rumah ini sepi, dingin. Tidak ada yg menememaninya dan menghangatkannya. Semua hilang begitu saja sejak kejadian itu. Kejadian dimana yeoja itu berpisah dengannya akibat dia sendiri.

Ya, ini semua karna Baekhyun. Yeoja itu pergi. Kini namja berumur 20 tahun itu sudah menjadi seseorang yg terkenal di seluruh dunia. Kini juga namja ini mempunyai banyak fangirls, dan ia bisa memilih satu diantara mereka. Tetapi Baekhyun tidak bisa. Ia tak mau menggantikan posisi yeoja itu.

Baekhyun berdiri dari sofa itu dan melihat ke luar jendela. Terang. Matahari yang menyinari kota Seoul kali ini terlihat sangat hangat dan ramah. Langit biru yang menyelimuti kota Seoul serta angin yang sejuk senantiasa berhembus menggerakkan helai demi helai rambut Baekhyun yang berwarna cokelat gelap itu.

“Sejuk…” ucap Baekhyun dengan senyumannya. Ia masih berdiam diri di balik jendela yang terbuka kacanya itu. Ia melihat jam yang melekat di tangannya. Sudah hampir jam 9 dimana para artis SMTOWN berangkat ke bandara lalu ke Singapore untuk konser. Segera Baekhyun keluar dari rumah itu dan kembali ke gedung SMTOWN untuk bergabung dengan grup lainnya.

***

Sampailah Baekhyun di gedung SM. Ia berjalan dengan menggeret sebuah koper dan tas ransel di punggungnya.

“Annyeonghaseo..” sapa Baekhyun dengan tersenyum sambil membungkuk sedikit pada staff SMTOWN, dan artis lainnya.

Baekhyun semakin berjalan menuju tempat dimana para member EXO berkumpul.

“Annyeong Baekhyun!” sapa semua member. Baekhyun tersenyum “Annyeong~”

Seorang staff menghampiri EXO, memberitahu tentang keberangkatan konser kali ini. Baekhyun sudah mengerti, ia berjalan lagi ke sebuah jendela besar di gedung SM. Lagi-lagi ia melakukan hal yang sama seperti tadi. Melihat keluar dan merasakan hembusan angin yang sejuk. Tetapi kali ini sedikit berbeda, ia juga melihat keatas. Ke langit. Ia berharap suatu saat ia bisa bertemu dengan yeoja itu lagi. Yeoja yang selalu menemaninya saat ia kesepian, sedih, sendiri. Dan yeoja yang selalu bisa menghangatkan hati Baekhyun yang dingin itu.

“Tuhan.. kemana dia? Aku ingin bisa bertemu lagi dengannya. Izinkan aku untuk menemuinya sekali lagi. Sekali ini saja, tuhan. Aku mohon. Aku tidak akan menyia-nyiakan dia lagi” batin Baekhyun.

“Kini aku baru tau, dia sangat berarti bagiku” gumam Baekhyun. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang. Tangan halus, putih dan lembut menyentuh pundak seorang Byun Baekhyun. Baekhyun segera membalikkan badannya dan mendapati Taeyeon, salah satu anggota girlband SM entertainment yang terkenal itu tersenyum padanya.

“Cepat balik ke grupmu. Kita akan segera berangkat” ucap Taeyeon lembut dengan senyumannya pada Baekhyun.

Baekhyun tersenyum, “Ne, noona” jawab Baekhyun.

Taeyeon membalas Baekhyun dengan senyuman lalu meninggalkan Baekhyun.

Tentu saja Baekhyun senang dengan apa yang telah terjadi tadi. Taeyeon menghampirinya. Taeyeon memang yeoja yang Baekhyun idolakan. Ya, Baekhyun adalah fanboy milik Taeyeon. Tetapi, Baekhyun masih tidak bisa bahagia selamanya tanpa yeoja yang sudah meninggalkannya itu.

Baekhyun menarik nafasnya dan menghembuskannya lalu kembali ke gerombolan member EXO & berangkat ke Incheon.

***

Setelah 5 jam perjalanan menuju Singapore, akhirnya para artis SMTOWN sampai di hotel. Semua artis masuk ke kamar mereka yang sudah ditentukan. Baekhyun masih sekamar dengan Chanyeol.

Baekhyun menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya itu.

“Hah..” ucap Baekhyun yang lelah. Chanyeol duduk di sebelah Baekhyun yang sedang terbaring di tempat tidur itu.

“Waeyo?” tanya Chanyeol yang penasaran dengan tingkah Baekhyun yang dari tadi hanya diam mulai dari berkumpul di gedung SM sampai perjalanan. Ya, selama di perjalanan Baekhyun hanya diam, tidak omong banyak. Paling hanya mendengarkan musik, berbicara yang penting, dan sudah itu saja.

Baekhyun masih berbaring, tidak duduk. “Aku hanya lelah, Chanyeol-ah..” jawab Baekhyun singkat

“Bohong. Pasti kau ada masalah lain. Iyakan? Apa masalahmu?”

Baekhyun membulatkan matanya “Masalah apa? Aku tidak punya masalah..”

Chanyeol menatap Baekhyun “Shhh.. kau bohong. Sudah terlihat dari matamu kalau kau itu bohong. Sekarang ceritakan masalahmu padaku. Kita ini sahabat, Baekhyun. Mengapa kau tak mau cerita denganku? Lalu apa gunaku disini menjadi sahabatmu kalau aku tidak bisa memberimu masukan/nasehat jika kau ada masalah? Gimana aku bisa memberimu nasehat, kau saja tak mau menceritakan masalahmu..”

Baekhyun segera mendudukkan dirinya di sebelah Chanyeol. Ia menarik nafas lalu membuangnya “Yasudah.. kau masih ingat kan dengan Sanghwa?”

Chanyeol mengangguk “Yeojachingumu itu kan? Dia kenapa? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya…”

“Dia pergi sejak tahun lalu”

“A.. apa maksudmu? Dia sudah tidak ada?”

Baekhyun langsung menjitak kepala Chanyeol “Aniyo! Dia masih hidup! Maksudku bukan itu, babo! Maksudku dia sudah pergi meninggalkanku sejak tahun lalu”

Chanyeol mengelus kepalanya yang terkena korban jitakan Baekhyun tadi “Aah.. gitu. Tapi mengapa ia meninggalkanmu?”

“Itu semua salahku. Aku yang membuatnya pergi…”

Chanyeol menghentikan aktivitasnya yang sedang mengelus kepalanya itu. “Maksudmu?”

“Iya.. ini semua salahku, jadi kami berpisah”

-flashback-

“Apakah hubungan kita akan berakhir disini, oppa?” tanya Sanghwa

Baekhyun menghela nafas “Kurasa begitu..”

Sanghwa membuang tatapannya dari Baekhyun, “Oh.. begitu..” Sanghwa mencoba untuk menahan tangisannya dengan melihat langit biru di atasnya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam kantong yang ada di bagian bawah coat yang ia pakai sekarang ini.

Baekhyun menatap Sanghwa yang masih melihat ke atas langit “Mianhae, Sanghwa-ya..”

Sanghwa masih tetap melihat ke langit di atasnya. Rambutnya yang diikat satu menjadi pony tale itu terhembus oleh angin. “Aniyo, nan gwaenchanayo oppa.. jika itu yang terbaik untuk karirmu, aku tidak masalah dengan itu. Yang terpenting adalah, kau bisa menggapai cita-citamu dan kau menjdi bahagia” ucap Sanghwa. Ia menunduk, “walau tanpa diriku..” lanjutnya dengan suara yang sangat kecil, dan mungkin tidak terdengar oleh Baekhyun.

Tiba-tiba Baekhyun memeluk Sanghwa. Tanpa Sanghwa sangka, air matanya langsung mengalir tanpa meminta izin darinya. Kini Sanghwa menangis di dalam pelukan Baekhyun. Baekhyun bisa merasakan rasa sakit yang Sanghwa rasakan saat ini. Beberapa detik kemudian, Sanghwa melepaskan pelukan itu. Baekhyun langsung mengusap pipi Sanghwa, menghapus air mata yang keluar.

“Sudah, jangan menangis.. semoga kedepannya kita bisa bertemu kembali” ucap Baekhyun. Sanghwa mengangguk “Ne, oppa.. semoga karirmu sukses juga ya. Aku akan selalu mendukungmu” jawab Sanghwa

Baekhyun tersenyum mendengar itu, lalu ia memeluk Sanghwa lagi. “Last hug..” batin Baekhyun.

-flashback end-

“Ooh.. jadi kalian berpisah karna kau menjadi artis?” tanya Chanyeol untuk memastikan

Baekhyun mengangguk. “Tau kan kontrak kita? Tidak boleh merokok, berpacaran, dan lain-lain”

“Ne, tapi kan sekarang sudah bisa.. maksudnya Cuma bisa perpacaran doang, bukan merokok atau apalah itu. Oh ya, lalu sekarang Sanghwa dimana?”

“Itusudah!! Aku juga tak tau dia dimana!!!”

Chanyeol diam, berfikir. “Hmm… dan sekarang kau ingin ia kembali padamu?”

Baekhyun menghela nafas “Kurasa begitu…”

“Sabar, Baekhyun-ah.. kalian pasti bisa bertemu dan kembali seperti dulu. Ne? berdo’a saja yang terbaik untukmu dan Sanghwa… tuhan itu baik, Baekhyun-ah”

Baekhyun mengangguk “Gomawo, Chanyeol-ah…”

Chanyeol menghela nafas lalu tersenyum sambil mengangguk.

***

Kini saatnya untuk latihan konser. Baekhyun sudah ada di belakang panggung untuk melatih vokalnya lagi. Di konser ini ia akan bernyanyi Open arms bersama Chen, Onew, dan Ryeowook. Tentu saja ia juga bernyanyi lagu EXO bersama member EXO lainnya.

Now playing Open Arms – Journey.

Living without you, living alone this empty house seems so cold.

Wanting to hold you, wanting you near

How much I wanted you home

Itu adalah part dimana Baekhyun yang menyanyikan. Part itu persis seperti kehidupan Baekhyun sekarang ini. Rasanya ia ingin sekali bertemu dengan Sanghwa lalu memegang tangannya dan meminta ia kembali padanya.

Baekhyun menyandarkan kepalanya ke dinding di belakangnya. Seseorang datang dan duduk di sebelahnya.

“Waeyo?” tanya orang itu. Suara itu sudah tidak asing lagi didengar oleh Baekhyun. Segera ia menoleh ke sebelahnya untuk melihat siapa yang berbicara padanya tadi.

Taeyeon.

Ya, orang itu adalah Kim Taeyeon. Tentu saja Baekhyun langsung mendongakkan kepalanya, lalu menatap Taeyeon.

“Ne, noona? Wae?” tanya Baekhyun

Taeyeon tersenyum “Ani… nan gwaenchana?” tanya Taeyeon balik

Baekhyun mengangguk dengan senyuman di wajahnya “Ne, noona. Aku baik-baik saja” jawab Baekhyun

“Ooh.. syukurlah kalau begitu. Kau kenapa sih dari tadi diam terus? Biasanya aktif -_-“ ledek Taeyeon

Baekhyun tertawa “Eh? Aktif? Hahahaha.. noona lebih aktif malah ._.” jawab Baekhyun

“Iyakah? Hahaha! Tapi memangnya kau kenapa tadi?”

“Hmm… aniyo, aku tidak kenapa-napa kok.. aku berdiam dari tadi karna sangat lelah”

“Ah, ne… ne..”

Tiba-tiba Onew datang menghampiri Baekhyun & Taeyeon.

“Baekhyun-ah!” panggil Onew. Baekhyun langsung menoleh kearah Onew yang sedang berlari menghampirinya.

“Ne hyung?” tanya Baekhyun

“Ayo cepat kita latihan..” ucap Onew. Ternyata ia masih tidak sadar bahwa Taeyeon ada di sebelah Baekhyun. Sesaat, ia menoleh ke sebelah Baekhyun –kearah Taeyeon.

“Oh! Mianhae, apakah aku mengganggu?” tanya Onew

“Aniyo, tak apa-apa kok..” jawab Taeyeon sambil tersenyum kearah Onew.

“Hmm… noona, aku harus pergi latihan dulu ya.. annyeong” ucap Baekhyun lalu berdiri ke sebelah Onew. Taeyeon tersenyum dan mengangguk. Onew & Baekhyun pun pergi ke panggung untuk berlatih.

“Sepertinya ada sesuatu yang membuat Baekhyun begitu…” batin Taeyeon.

.

.

.

Lying beside you, here in the dark
Feeling your heart beat with mine
Softly you whisper, you’re so sincere
How could our love be so blind


We sailed on together
We drifted apart
And here you are by my side

Onew memulai lagu itu dan diikuti Ryeowook, lalu Chen & Baekhyun. Beberapa menit kemudian, lagu Open Arms itupun selesai. Baekhyun, Chen, Ryeowoook, dan Onew segera kembali ke belakang Baekhyun untuk beristirahat sebentar. Setelah itu mereka kembali ke grup mereka untuk melanjutkan latihan konser untuk nanti malam agar terlihat sempurna.

***

Kriiing

Ponsel Sanghwa bordering. Segera ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon. Ternyata itu adalah Hyomi, sahabatnya. Sanghwa mengangkat telepon itu.

“Yobseo? Waeyo, Hyomi-ya?” tanya Sanghwa

“YAAA!!! SANGHWAA!!! KAU TIDAK DATANG KE LATIHANNYA?! TADI RYEOWOOK OPPA NYANYI BARENG ONEW, CHEN, & BAEKHYUN!” teriak Hyomi dari seberang telepon

Sanghwa langsung menutup telinganya “YAAAKK!!! Tak usah teriaaaakk!!”

“Hehehe.. mianhae, tapi mengapa kau tidak datang ke latihannya?”

“Hmm.. aniyo, aku lelah.. aku ingin di rumah saja”

“Mwo?! Tapi kau tetap datang kan ke konsernya nanti malam?”

“Ehmm.. kurasa begitu, aku akan datang…”

“Yes! Kutunggu kau disana ya!”

“Ne,”

“Baiklah, sudah dulu ya.. aku mau focus melihat SuJu dulu”

“Heh.. dasar kau ini -_-“

“Hahahaha.. yasudah, annyeong! Istirahat sana,.. agar nanti malam kau bisa datang ke konsernya. Kalau tidak, kau akan rugi!”

“Iya, bawel!”

“Kekeke~ annyeong!”

“Annyeong”

Mereka memutuskan telepon itu. Ya, Sanghwa dan Hyomi akan datang ke konser SMTOWN di Singapore malam ini. Sanghwa dan Hyomi adalah orang korea yang sementara tinggal di Singapore. Sudah jelas, Hyomi menyukai super junior. Sedangkan Sanghwa menyukai SHINee dan tentu saja EXO, Baekhyun tentunya… karna dulu Baekhyun adalah namjachingu-nya. Tapi ia tak tau apakah Baekhyun masih mengingatnya atau tidak. Tapi ia lebih berharap agar Baekhyun masih mengingatnya, sama sepertinya yang masih mengingat Baekhyun.

Ia berjalan ke lemari pakaiannya dan mengambil sebuah T-Shirt putih, sweater berwarna pink blush, dan celana jeans berwarna putih pendek selutut. Setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

10 menit kemudian, ia keluar lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah ia ambil tadi. Setelah itu ia mulai menyisir rambutnya yang berwarna cokelat gelap itu lalu berjalan ke balkon apartemennya. Ia bisa merasakan hempasan angin yang menggerakkan helai demi helai rambutnya dengan halus. Kini apa yang ia lakukan sama dengan apa yang Baekhyun lakukan saat tadi di korea. Sanghwa melihat ke langit biru yang ada di atasnya itu.

“Tuhan, aku ingin bertemu dengannya… aku tidak sabar nanti aku akan bertemu dengannya..” ucap Sanghwa dengan senyumannya. Lalu ia menunduk “Walau hanya melihatnya di panggung saja, tak apa-apa.. yang penting aku bisa melihatnya LIVE, bukan di internet atau TV” lanjutnya.

Setelah itu Sanghwa kembali ke dalam lalu segera memakai kaos kaki + sneaker-nya yang berwarna putih. Sanghwa mengambil kamera DSLR, ponselnya, tiket konser, dompet, dll. lalu memasukkannya kedalam tas selempang kecil berwarna jeans. Sanghwa melirik lagi jam putih kecil yang melekat di tangannya itu. Sudah pukul 7 malam, konser akan dimulai 1 jam lagi. Segera ia mengunci apartemennya dan berangkat ke lokasi konser.

***

20 menit kemudian, Sanghwa sudah sampai di lokasi konser. Memang jarak lokasi konser dan apartemen Sanghwa tidak terlalu jauh, bahkan sebenarnya ia bisa berjalan saja. Tetapi menyangkut Sanghwa yang masih lelah dan sebentar lagi konser dimulai, maka Sanghwa menaiki taksi saja.

Sanghwa mulai memasuki gate tempat seharusnya ia masuki –kelas festival. Ia sudah berjanjian dengan Hyomi. Jadi ia harus menelpon Hyomi terlebih dahulu.

“Yobseo, Hyomi-ya! Aku sudah di dalam! Kau dimana?” tanya Sanghwa

“…”

“Mwo?! Di belakangku?!” tanya Sanghwa tak percaya lalu membalikkan badannya dan mendapati Hyomi sudah ada di belakangnya yang sedang menyengir sambil memegang telepon. Sanghwa langsung mematikan telepon lalu memukul pelan lengan Hyomi.

“YAA!!! KAU BIKIN AKU KAGET SAJA!” ucap Sanghwa kesal

“Kekeke~ mianhae, abisnya dari tadi kau lama sekali datangnya!” jawab Hyomi

“Iyasudah…” ucap Sanghwa. Hyomi berjalan maju untuk bisa berdiri di samping Sanghwa. Beberapa menit kemudian, konser-pun dimulai. Sanghwa dan Hyomi dengan semangat ikut bernyanyi dan menggoyangkan lightstick di udara. Sampai akhirnya, sebuah performance yang dimulai oleh Onew bernyanyi dahulu. Open arms.

Lying beside you, here in the dark
Feeling your heart beat with mine
Softly you whisper, you’re so sincere
How could our love be so blind

Onew mulai bernyanyi.


We sailed on together
We drifted apart
And here you are by my side

Diikuti oleh Ryeowook dengan suara indahnya.

so now I come to you, with open arms

nothing to hide, believe what I say

so here I am with open arms

hoping you’ll see what’s your love means to me

 

2 orang lagi muncul dari panggung, Baekhyun dan Chen. Mereka berempat mulai menyanyikan ‘reff’ dari lagu itu. Sanghwa melihat satu namja disitu dengan penuh rasa terharu, ya.. ia melihat Baekhyun.

Living without you, living alone this empty house seems so cold.

Wanting to hold you, wanting you near

How much I wanted you home

 

Baekhyun mulai menyanyikan part-nya. Sanghwa sangat suka dengan suara Baekhyun.

“Baekhyun…” ucap Sanghwa dengan suara yang sangat kecil, mungkin tidak bisa terdengar oleh orang lain walau Hyomi yang ada di sebelahnya.

Now that you’ve come back, turned night into day

I need you to stay

Lagi, part yang dinyanyikan oleh Ryeowook. Sudah terdengar suara teriakan Hyomi. Sanghwa langsung menutup telinganya yang hampir pecah Akibat teriakan semua orang di situ terutama Hyomi -_-

so now I come to you, with open arms

nothing to hide, believe what I say

so here I am with open arms

hoping you’ll see what’s your love means to me

 

kembali lagi ke part ‘reff’ dan ending. Saat ending, semua tampak gelap. Lalu, munculah 4 orang yang sudah menyanyikan lagu open arms tadi.

“Annyeonghaseo! Hello! I’m Onew. I sing this song for someone special” ucap Onew dengan bahasa inggris-nya yang bagus.

“Hello~ I’m Ryeowook. I sing this song for ELF! I love you!” lanjut Ryeowook. Disambut oleh teriakan para penonton pemegang lightstick berwarna pearl sapphire blue.

“Hello~! And Annyeonghaseo… I’m Baekhyun. Aku menyanyikan lagu tadi untuk seseorang yang pernah berpisah denganku. Dan aku berharap agar aku bisa bertemu dengannya satu kali saja, nama orang itu adalah Park Sanghwa. Jika kau ada disini, aku hanya ingin mengucapkan… kau sangat berarti untukku, saranghamnida” ucap Baekhyun dengan bahasa korea-nya, tentu saja para penonton banyak yang tidak mengerti apa yang Baekhyun ucapkan. Tetapi mereka tetap menyambut Baekhyun dengan teriakan mereka. Dan ini tidak untuk Sanghwa, Hyomi, dan semua orang yang bisa dan mengerti bahasa korea. Sanghwa mengerti apa yang Baekhyun katakan, tentu saja… Sanghwa & Hyomi adalah orang korea.

“Baekhyun oppa… aku ada disini…” batin Sanghwa.

Hyomi membulatkan matanya saat mendengar ucapan Baekhyun tadi. Park Sanghwa, dia adalah Sanghwa. Temannya yang ada di sampingnya sekarang ini. Hyomi menoleh kearah Sanghwa.

“Yang Baekhyun oppa maksud tadi adalah kau?” tanya Hyomi tidak percaya

“Mollayo… semoga saja memang iya, semoga ia benar-benar masih ingat denganku” jawab Sanghwa

Hyomi mengangguk “Oh iya! Aku lupa, kau pernah menjadi yeojachingu-nya! Haduh, Hyomi kau babo!” ucap Hyomi sambil memukul jidatnya. Sanghwa hanya bisa tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.

“Ne, annyeonghaseo~ aku menyanyikan lagu tadi untuk EXO FANS!” ucap Chen dengan teriak saat mengucapkan ‘EXO fans’.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH” tempat konser dipenuhi oleh teriakan para penonton.

Tiba-tiba lampu di lokasi konser mati lagi. Suasananya sangat gelap, lalu keluar lagi grup lain untuk menampilkan performance yang lain.

Beberapa jam kemudian, konser-pun hampir selesai. Sekarang waktunya ‘ending’ konser ini. Semua artis SMent yang ikut di world tour ini segera memasuki panggung. Mereka menyanyikan sebuah lagu lalu berjalan ke sudut-sudut panggung untuk melihat fans, bermain, dll. Baekhyun dan beberapa member EXO mulai berjalan. Ia terhenti saat melihat seorang yeoja yang sama persis seperti Sanghwa, yeoja yang ia rindukan. Yeoja itu sedang melihat kearah lain, yeoja itu memakai sweater pink blush, celana pendek berawrna putih, sneaker, dan memegang sebuah lightstick milik EXO.

“Seperti Sanghwa…” batin Baekhyun

***

Konser-pun selesai. Para penonton dan artis mulai pulang. Tetapi tidak dengan Sanghwa, ia ingin pergi ke sebuah taman. Hyomi tidak ikut dengannya ke taman karna ia sudah lelah. Sanghwa duduk di sebuah kursi taman di malam hari yang dingin seperti ini. Sanghwa melirik jam tangannya. Sudah pukul 10 malam.

Angin malam yang menusuk kulitnya itu terus saja berhembus tanpa henti. Pohon dan tumbuhan disitu masih setia menemain Sanghwa yang sedang duduk di kursi taman sendiri. Sanghwa memegang kaleng minuman yang baru saja ia beli di mini market 24 jam setelah dari konser tadi.

“Mungkinkah dia benar-benar bermaksud tadi?”  tanyanya pada diri sendiri. “Tadi dia berkata seperti itu, semoga iya, aku berharap begitu…” jawabnya.

.

.

.

Di pukul 10 malam saat ini, Baekhyun masih belum bisa tidur. Ia melihat Chanyeol yang sudah tertidur pulas di atas tempat tidur. Baekhyun bangkit dari tempat tidurnya lalu mengambil cardigan dan memakainya. Setelah itu, Baekhyun mulai berjalan keluar kamar. Sepi. Hotel kini terlihat sangat sepi, hanya ada beberapa staff hotel yang masih mengerjakan pekerjaannya. Baekhyun mulai berjalan keluar hotel.

Angin yang dengan senang hati berhembus sedikit kencang kearah Baekhyun. Angin malam ini sungguh terasa dingin di kulit. Baekhyun memasukkan telapak tangannya kedalam kantong cardigan yang ia pakai. Ia melihat sekeliling, tidak ada siapa-siapa yang berjalan kecuali beberapa mobil yang melintas di jalan.

Baekhyun berjalan asal arah, sampai akhirnya ia melihat sebuah taman yang terlihat nyaman. Ia berjalan memasuki taman itu, dan sungguh. Ia kaget, saat melihat seorang yeoja masih berada di taman ini malam-malam seperti ini. Baekhyun melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju yeoja itu.

“Kalau dia mengingatku, apakah ia masih sering memikirkanku seperti aku memikirkannya?” ucap yeoja itu dengan bahasa korea, tentu saja Baekhyun mengerti.

Suara itu sudah tidak asing lagi di telinga Baekhyun. Suara itu mirip sekali dengan Sanghwa. Baekhyun makin mendekati yeoja itu. Dengan keberanian yang besar, ia langsung saja duduk di samping yeoja itu.

“Hmm… mianhae, tapi mengapa anda ada di taman malam-malam seperti ini?” tanya Baekhyun

Yeoja itu kaget, ia langsung menoleh kearah Baekhyun yang ada di sebelahnya.

Baekhyun POV.

“Hmm… mianhae, tapi mengapa anda ada di taman malam-malam seperti ini?” tanyaku dengan bahasa korea, karna aku yakin dia mengerti apa yang aku ucapkan. Tadi, aku mendengar ia berbicara dengan bahasa korea. Mungkin saja dia adalah orang korea.. mollayo.

Yeoja itu sepertinya kaget, ia langsung menoleh kearahku yang ada di sebelahnya. Tentu saja aku kaget melihat wajah yeoja itu. Sama sepertinya, wajahnya juga kaget melihatku. Wajah yeoja itu mirip Sanghwa. Apakah dia benar-benar Sanghwa?

“Sanghwa..?” tanyaku memberanikan diri

Sanghwa POV.

“Hmm… mianhae, tapi mengapa anda ada di taman malam-malam seperti ini?” tanya seseorang di sampingku dengan bahasa korea. Mungkin ia mendengar ucapanku tadi menggunakan bahasa korea?

Tentu saja aku kaget, aku langsung menoleh kearah seseorang yang ada di sebelahku. Tentu saja aku kaget melihat wajah namja itu. Sama sepertinya, wajahnya juga kaget melihatku. Namja itu adalah Baekhyun, kan? Byun Baekhyun?

“Sanghwa..?” tanyanya.

Ah, ternyata dia masih ingat denganku :’) sepertinya air mataku mulai terjatuh, karna doaku terkabulkan. Aku bisa bertemu dengannya, dan dia sepertinya masih ingat denganku.

“Baekhyun oppa? Apakah ini benar kau?” tanyaku

Namja yang kusebut Baekhyun itu mengangguk. Air mataku masih terus mengalir dengan senyuman di wajahku.

Author’s POV.

Baekhyun yang melihat Sanghwa menangis itu langsung menghapus air matanya.

“Mengapa kau menangis? Kau tidak suka aku disini?” tanya Baekhyun. Sanghwa menggelengkan kepalanya.

“Aniyo, aku menangis karna bahagia oppa. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi. Doaku selama ini terkabulkan. Aku bisa bertemu denganmu” jawab Sanghwa

Baekhyun langsung saja memeluk Sanghwa. “Oppa juga senang bisa bertemu denganmu. Apakah tadi kau datang ke konser? Tadi aku melihat seorang yeoja yang sama sepertimu. Pakaiannya juga sama… atau jangan-jangan, itu benar kau?!” tanya Baekhyun.

Sanghwa melepaskan pelukan Baekhyun “Ne, oppa. Tadi aku datang ke konser, aku sudah melihatmu bernyanyi open arms itu. Aku juga sudah mendengar pesanmu tadi” jawab Sanghwa

Baekhyun tertawa lalu menutup matanya. “Tuhan, terima kasih kau sudah mempertemukan kami kembali” batin Baekhyun.

“Oppa, aku ingin bertanya…”

“Hm? Tanya apa?”

“Apakah kau benar-benar masih menyayangiku seperti apa yang kau katakana tadi di konser?”

Baekhyun menatap mata indah milik Sanghwa. “Tentu saja, aku masih menyayangimu. Apa menurutmu aku main-main? Kau sendiri masih menyayangiku tidak?”

“Masih! Aku masih menyayangimu. Tapi, aku hanya bisa menyayangi sebagai fangirl dan idola. Bukankah kau tidak boleh mempunyai kekasih bila menjadi seorang artis?”

“Aniyo, pihak manajemen SMent sudah mengizinkan kami –artis- untuk mempunyai kekasih, asalkan tidak mengganggu pekerjaan”

“Jinjjayo? Tapi, bagaimana dengan Taeyeon eonnie? Kau suka dengannya kan?”

“Mwo? Aku hanya menjadi fanboy, aku hanya menyayangimu. Tak percaya?”

“Hmm…”

Baekhyun tersenyum “Aku serius”

“Ehm… baiklah, aku percaya denganmu”

“Jadi, kau masih mau menjadi yeojachinguku?”

Sanghwa tersenyum “Ne, aku mau” jawab Sanghwa

“Ah, gomawo… Sanghwa-ya,”

Sanghwa hanya tersenyum. “Oppa, aku kira oppa sudah melupakanku”

“Tentu saja tidak, oppa akan mengingatmu. Kau sungguh berarti untukku” ucap Baekhyun lalu memeluk Sanghwa. “Tuhan itu baik, Sanghwa-ya… dia bisa mempertemukan kita kembali” lanjut Baekhyun

“Ne, oppa…” jawab Sanghwa dengan senyumannya. “Oppa… besok sudah kembali ke Seoul?”

Baekhyun melepaskan pelukannya lalu mengangguk. “Kau tinggal di sini?”

Sanghwa mengangguk.

“Lalu kapan kau ke Seoul?”

“Mollayo… kalau besok ada tiket, aku mau pulang besok!”

“Hmm… sebentar,” ucap Baekhyun lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana jeans yang ia pakai. “Ah, ada! Besok pagi” lanjutnya

“Eh, aniyo deh oppa. Aku harus ber-packing dulu. Gini saja, besok oppa pulang duluan ke Seoul. Besoknya lagi, aku menyusul oppa ke Seoul”

“Ah, baiklah… mau kucarikan tiketnya?”

“Iyadeh, tapi aku yang bayar. Arra?”

“Andwaeyo! Aku yang bayar!” ucap Baekhyun masih sambil mencari tiket pesawat di ponselnya. “Ah, done! Sudah. Pesawatnya lusa pagi” lanjutnya

“Hish.. yasudah, gomawo oppa~”

“Ne, cheonma~ kau mau pulang sekarang? Mau kuantar?”

“Ne, sudah jam setengah 11… oppa pasti juga akan dicari oleh manager oppa”

Baekhyun tersenyum lalu berdiri, begitu juga dengan Sanghwa. Setelah itu mereka mulai berjalan menuju apartemen Sanghwa & hotel Baekhyun dengan bergandengan tangan dan senyuman terukir di wajah mereka.

“Tuhan itu baik, ia bisa mendengar permintaan kita dan bisa mempertemukan dua insan yang pernah terpisahkan di waktu dan tempat yang tidak bisa kita tebak.” –Baekhyun & Sanghwa.

-THE END-

~oOo~

Eottaeyo, readersdeul? Ayo dicomment ya~ ^^ mau kasih kritik, saran, pendapat, dll. boleh kok~ Mianhae, author belom sempet nge-post yang MCLF (My crazy lovely fangirl) part 2 T__T masih ada pertambahan lg, jadi FF-nya masih ada yg mau ditambahin sama author Hyuksa ^^ mianhae ya readersdeul yang kece, gaheol, cetar membahana *modus -_-* gomawo ya udah mau baca, kalo bisa sih commeny jugaa~ :3 sekali lagi, gomawo~

One thought on “Open Arms

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s