[FF Freelance] Can You Feel My Love (Part 8 – END)

Can You Feel My Love

[FF] Can You Feel My Love [Chapter 8/end]

 

Author            : Hyuna Choi

Main Cast      :

  • Choi Siwon
  • Im Yoona

 

Support Cast :

  • Choi Minho
  • Park Jiyeon
  • Choi Sooyoung
  • Lee Donghae

Rating             : PG 15

Type               : Sequel

Genre             : Marriage life, Romance, Family

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5, Part 6, Part 7

Annyeong . . . di chapter terakhir ini saya mau menegaskan kalo FF ini karya saya, bila ada readers yang ngerasa ada kemiripan konflik dg FF lain itu hnya kbetulan semata dan tdk ada unsur kesengajaan.  Tema dan konflik bisa saja miri, tapi isinya tetap berbeda, readers yang baca dr awal smp akhir pst tau.

Dan masalah typo itu murni kesilapan saya, krn saya ngetiknya ngebut dan tdk sempat me review ulang.

Oke…happy reading semoga suka ya…

Yoona POV

Hari ini aku memutuskan untuk pulang kerumahku, ke rumah orang tuaku. Aku sangat merindukan kedua orang tuaku, semenjak menikah aku sudah sangat jarang mengunjungi mereka. Dan aku juga ingin menyampaikan kabar bahagia tentang kehamilanku pada mereka, mereka pasti sangat bahagia.

Dan disini lah aku sekarang, bediri di depan rumah yang penuh dengan kenangan terindah dalam hidupku. Aku lahir disini dan juga menghabiskan hari-hariku di rumah ini, sungguh menyenangkan dan aku merindukan itu semua.

Aku melangkahkan kakiku memasuki rumah ini, masih seperti dulu. Tidak ada yang berubah sedikitpun dari sejak pertama aku meninggalkan rumah ini. Aku tersenyum melihat Eomma yang sedang asyik merangkai bunga sambil bersenandung kecil, sepertinya Eomma tidak menyadari kehadiranku. Aku berjalan pelan kearah Eomma kemudian aku menutup mata Eomma dengan tanganku.

“Omona…siapa ini, hey lepaskan…” kaget Eomma, berusaha melepaskan tanganku. Aku terkekeh melihatnya.

“Aigoo…Yoona-ya ini kau? Kapan kau datang? Kau tau Eomma hampir saja jantungan, Eomma pikir pencuri.” Kata Eomma saat aku melepaskan tanganku.

“Kalau pencuri pasti akan menyekap Eomma, bukannya menutup mata Eomma” sahutku, kemudian memeluk Eomma.

“Aigoo…Yoona-ya Eomma benar-benar merindukanmu”

“Aku juga Eomma, aku sangat merindukan Eomma dan Appa. Appa dimana Eooma?” tanyaku saat melepas pelukan kami.

“Appa mu tentu saja sedang bekerja.” Jawab Eomma, kemudian menuntunku untuk duduk di Sofa.

“Kau kesini sendiri? Suamimu mana?” tanya Eomma, aku terdiam sejenak. Mengingat Siwon Oppa membuat dadaku kembali sakit, tapi Eomma tidak boleh tau, biarlah aku menahannya sendiri.

“Oppa sedang bekerja Eomma, akhir-akhir ini dia sangat sibuk di kantor.” Jawabku sebiasa mungkin.

“Begitu…kah? tapi selama ini dia bersikap baik kan padamu?” tanya Eomma lagi.

“Ne Eomma.” Jawabku singkat, Eomma tersenyum.

“Berarti Eomma dan Appa tidak salahkan memilih Siwon menjadi suamimu?” tanya Eomma lagi.

Aku hanya tersenyum sebagai jawaban, tentu saja Eomma benar. Siwon pria yang baik, dia mencintaiku dan aku mencintainya. Tentang masalah itu, aku yakin Siwon hanya terbawa emosi dan aku yakin suatu saat nanti dia pasti akan mengetahui yang sebenarnya.

“Eomma aku ingin menyampaikan kabar bahagia pada Eomma?”

“Mworago? Eomma jadi penasaran?”

“Eomma sebentar lagi akan punya cucu.” Jawabku malu-malu, Eomma menutup mulutnya dan memandangku tidak percaya.

“Kau hamil Yoona-ya? Benarkah di dalam sini ada cucu Eomma.” Tanya Eomma sambil mengelus perutku yang masih ramping.

“Ne Eomma, aku akan jadi Ibu.”

Eomma memelukku lagi dengan sangat erat, Eomma mengelus rambutku sayang. Membuat aku terbuai dalam kasih sayang Eomma yang sudah sangat aku rindukan.

“Eomma benar-benar tidak menyangka, Eomma bahagia sekali. Eomma akan memberitahu Appamu.” Kata Eomma kemudian mengambi ponselnya untuk menghubungi Appa.

Aku tersenyum bahagia melihatnya, Eomma benar-benar bahagia dan sangat antusias mendengar berita ini. Andaikan saja aku dan Siwon Oppa tidak bertengkar, pasti dia akan menjadi orang pertama yang mengetahui kabar bahagia ini dan aku yakin dia juga pasti sangat bahagia.

End POV

“Annyeonghaseo…apa Choi sajangnim ada di ruangannya?” tanya seorang pria berambut pirang pada Sooyoung.

“Sajangnim ada di ruangannya, tapi maaf apa anda sudah membuat janji?” tanya Sooyoung, pria itu tersenyum kemudian menggeleng.

“Silakan membuat janji dulu, baru aku akan mengizinkanmu menemui Sajangnim.” Kata Sooyoung.

“Tapi aku harus bertemu Siwon sekarang juga.” Kata Pria itu, Sooyoung memperhatikan pria itu. Mencoa mengingat sesuatu.

“Ah…aku ingat! Kau pria yang bersama Yoona waktu itukan?” tanya Sooyoung, pria yang ternyata Lee Donghae itu tersenyum.

“Ne…Lee Donghae Imnida” Donghae memperkenalkan dirinya.

“Ada perlu apa kau ingin bertemu Siwon?” tanya Sooyoung angkuh.

“Apa aku perlu memberi tau mu nona Choi Sooyoung?” yang ditanya justru bertanya balik, Sooyoung terkejut dari mana pria ini mengetahui namanya.

“Tentu saja, aku sekretarisnya.” Jawab Sooyoung, Donghae mendengus sebal. Yeoja ini benar-benar posesif terhadap Siwon, padahal dirinya hanya seorang sekretaris, pikir Donghae.

“Nona Choi, aku tidak punya banyak waktu.tolonglah.”

“Baik, tunggu disini dulu aku akan memberitahunya terlebih dahulu.” Sooyoung kemudian mengambil gagang telephon kemudian menghubungi Siwon.

“Ada apa Soo?” tanya Siwon di seberang sana.

“Ada seorang pria yang ingin bertemu sajangnim”

“Nuguya?”

“Namanya Lee Donghae.”

Siwon nampak berfikir sejenak, namun akhirnya ia mau menemui Donghae.

“Suruh dia masuk.”

“Silakan masuk Tuan Lee.” Kata Sooyoung. Donghae tersenyum pada Sooyoung kemudian masuk kedalam ruangan Siwon.

“Annyoenghaseo Choi sajangnim…” Sapa Donghae, begitu memasuki ruangan Siwon.

“Tidak usah basa-basi, silahkan duduk dan katakan apa maumu?” kata Siwon ketus, sungguh ia sangat tidak suka dengan kedatangan Donghae.

Donghae segera duduk di hadapan Siwon, Donghae bisa melihat pancaran kebencian dari mata Siwon. Tapi namja tampan itu berusaha tidak memperdulikannya, karena ia ingin cepat menyelesaikan masalahnya.

“Begini Siwon-ssi, Jujur saja aku dan istrimu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jadi kau salah besar dalam mengartikan kedekatan kami.” Kata Donghae mengawali pembicaraannya.

“Omong kosong! Apa aku harus percaya padamu? Aku tau kau masih mencintai Yoona kan?” tanya Siwon.

“Kalau aku masih mencintainya apa kau mau menyerahkan Yoona padaku? Ku akui aku memang masih sangat mencintainya, aku sempat berusaha untuk membuat dia kembali padaku, tapi apa yang ku dapat? Dia menolakku kau tau kenapa?”

Siwon hanya diam menunggu kelanjutan dari kata-kata Donghae.

“Karena dia mencintai Suaminya. Tapi sayang sekali, Yoona mencintai pria yang bersikap kekanak-kanakan sepertimu. Bagaimana mungkin kau memperlakukan Yoona seperti seorang istri yang telah melakukan kesalahan yang sangat besar hingga kau tidak mau mendengarkan penjelasannya.” Kata-kata yang keluar dari mulut Donghae membuat Siwon tertohok.

“Kalau memang kau tidak bisa membahagiakannya, kembalikan dia padaku. Aku masih punya banyak cara untuk membuat orang yang aku cintai bahagia. Ingat itu Siwon-ssi, pikirkan baik-baik dan jangan sampai kau menyesal. Aku permisi.” Kata Donghae kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan Siwon.

Siwon hanya terdiam dan tidak mampu berkata-kata apa-apa, ia mencoba merenungkan apa yang sudah ia lakukan pada Yoona, Yoona pasti sudah sangat menderita sekarang. Dan ini semua karena keegoisannya.

“Apa aku sudah sangat keterlaluan padanya? Ini semua membuat ku pusing”

“Oppa aku punya kabar bahagia sekaligus kebar yang tidak baik.” Kata Jiyeon pada Minho sang kekesih.

“Mwo? Aku ingin mendengar kabar bahagianya dulu…” kata Minho kemudian mengubah posisinya menghadap Jiyeon.

“Kabar bahagianya, kita akan segera memiliki keponakan.”

Minho tertegun, sejenak ia mencoba mencerna kata-kata Jiyeon.

“Jeongmal, maksudmu Yoona Noona hamil?” tanya Minho, Jiyeon mengangguk antusias membuat Minho tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya.

“Oh Tuhan, aku bahagia sekali… akhirnya penantian kita semua tercapai juga.” Kata Minho senang.

“Appa dan Eomma juga pasti sangat senang jika tau berita ini.” Sambung Minho.

“Tapi kau jangan melupakan berita buruknya Oppa…” kata Jiyeon membuat Minho berhenti tersenyum kemudian memandang Jiyeon penuh tanya.

“Siwon Oppa dan Yoona sedang ada masalah.”

“Mwo? Apa yang terjadi?”

Jiyeon kemudian menceritakan apa yang terjadi antara Yoona dan Siwon, Minho tidak percaya mencengarnya. Ia tidak menyangka hyungnya bisa bersikap kenak-kanakan seperti itu. Jiyeon tak kuas menahan airmatanya saat menceritakan penderitaan yang dia alami Yoona.

“Uljima…aku akan berusaha bicara pada Siwon hyung.” Minho menarik Jiyeon dalam pelukannya.

“Tapi kasihan Yoona Oppa, dia sangat sedih…apa lagi dia sedang hamil, ini semua sangat sulit baginya.” Kata Jiyeon sedih.

“Ne, aku mengerti… kita akan berusaha membantunya.”

Minho berjalan tergesa-gesa di koridor perusahaan keluarganya yang sekarang di pimpin Siwon. Tidak ia perdulikan para karyawan yang menyapanya, yang ia inginkan saat ini adalah segera menemui Hyungnya dan menyelesaikan semua masalah antara Siwon dan Yoona. Sebagai adik Minho tidak ingin Siwon memperlakukan kakak iparnya seperti itu. Menurut Minho, sikap yang di tunjukkan Siwon benar-benar tidak dewasa.

Minho berjalan menuju ruangan Siwon, tapi Sooyoung tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“Minho-ssi kau mau kemana?” tanya Sooyoung, Minho mendengus kesal.

“Aku mau menemui hyung ku”

“Untuk apa? Sepertinya tegesa-gesa sekali.” Tanya Sooyoung penasaran, Minho memutar bola matanya malas.

“Bukan urusan mu.” Jawab Minho ketus, ia benar-benar jengkel melihat Sooyoung. Minho baru tahu jika selama ini Sooyoung berusaha menjauhkan Siwon dari Yoona.

Namun tiba-tiba Siwon keluar dari ruangannya, membuat Minho dan Sooyoung menghentikan perdebatannya.

“Ada apa ini? Minho sedang apa disini?” tanya Siwon yang melihat heran terhadap kedua orang tersebut.

“Hyung aku ingin bicara.” Kata Minho yang berjalan mendekati Siwon.

“Bicara saja, aku buru-buru sebentar lagi aku akan menghadiri rapat.” Kata Siwon.

“Tidak bisa disini, kau ikut aku ke cafetaria ada hal penting yang harus ku sampaikan padamu dan aku tidak mau ada orang asing yang mendengarnya.” Kata Minho sambil melirik Sooyoung sinis.

“Minho-ya aku tidak punya banyak waktu cepat katakan saja disini.” Kata Siwon, namun Minho tidak memperdulikannya. Minho menarik tangan kakaknya memaksa Siwon mengikuti Minho.

“Ikut aku kalau kau tidak ingin menyesal.” Siwon pun pasrah mengikuti adiknya tersebut.

Sementara itu Sooyoung memandang heran tingkah dua kakak beradik itu, ia merasa sepertinya Minho menyembunyikan sesuatu dan kenapa Minho tidak ingin dia tau?

“Sebaiknya aku cari tau apa yang akan di katakan Minho pada Siwon, sepertinya suatu hal yang sangat penting, aku jadi penasaran.”

Sooyoung pun bergegas mengikuti Minho dan Siwon.

“Minho-ya kau jangan membuang waktuku, cepat katakan apa maumu!” kata Siwon yang mulai kesal melihat adiknya yang sedari tadi hanya diam menatapnya.

Minho dan Siwon kini duduk berhadapan di salah satu meja yang ada di Cafetaria.

“Kau ini pintar Hyung, tapi aku heran kenapa kau bisa berfikir pendek seperti ini.” Kata Minho yang akhirnya membuka suara.

“Apa maksudmu Minho-ya?” tanya Siwon tidak mengerti.

“Cih…aku heran, kenapa otakmu jadi buntu seperti ini Hyung. Oh…apa ini semua karena pengaruh perempuan bernama Choi Sooyoung itu?”

“Apa maksudmu berkata seperti itu, dia sahabatku dan tidak sepatutnya kau menjelekkannya seperti itu.”

“Sadarlah Hyung, wanita itu mencintaimu dan dia ingin menjauhkanmu dari istrimu. Bukalah matamu Hyung.”

Siwon semakin tidak mengerti arah pembicaraan adiknya ini.

“Minho-ya, katakan apa yang ingin kau katakan. Sebelum kesabaranku habis.”kata Siwon dengan nada suara yang sedikit di tinggikan.

“Sekarang aku ingin tanya Hyung, kenapa kau menyakiti hati istrimu?”

“Menayakitinya bagaimana? Jelas-jelas dia yang menyakitiku, kau tau dia hanya membodohiku selama ini. Di belakangku dia selingkuh dengan mantan kekasihnya.” Jelas Siwon membela diri.

“Kenapa kau bisa menyimpulkan sesuatu yang belum pasti kebenarannya? Kau sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasannya kenapa kau langsung percaya terhadap sesuatu yang belum pasti hyung, apa ada seseorang yang sudah menghasutmu?” emosi Minho naik seketika, melihat Hyungnya yang bersikap seolah dia yang paling benar.

“Hyung, ingatlah bagaimana kerasnya usahamu mendapatkan Noona. Tapi kenapa sekarang kau menyakitinya begitu saja karena emosi sesaat?” kata Minho yang sudah mulai bisa mengontrol emosinya, sedangkan Siwon hanya diam.

“Kau tau, Noona sangat mencintaimu. Dia rela belajar memasak hanya untuk membuatmu senang tapi apa yang kau lakukan? Kau malah menolakknya dengan alasan kau sudah makan malam dengan sekretarismu itu. Apa kau bisa membayangkan betapa hancurnya hati istrimu Hyung?”

Siwon tertegun mendengarkan apa yang dikatakan Minho, benarkah dirinya sudah keterlaluan terhadap Yoona? Hari ini sudah dua orang yang datang padanya dan menyalahkannya atas apa yang dia lakukan pada istrinya.

‘Benarkah yang dikatakan Minho dan Donghae, Yoona benar-benar mencintaiku? Apa aku yang terlalu terbawa emosi hingga aku tidak mau mendengarkannya sama sekali.’

“Padahal saat itu Noona sangat ingin menyempaikan kabar bahagia padamu, tapi sayang sekali kau sama sekali tidak perduli.” Sambung Minho. Siwon tersentak mendengar lanjutan dari kata-kata Minho.

“Kabar bahagia? Kabar bahagia apa?” tanya Siwon penasaran.

“Jika kau ingin tau kau tanyakan saja pada istrimu, dia lebih berhak menyampaikannya.” Kata Minho kemudian beranjak dari duduknya.

“Temuilah dia sebelum kau kehilangannya, dan kau akan menyesal seumur hidupmu.” Lanjut Minho kemudian meninggalkan Siwon yang masih terdiam dengan pikirannya.

Sementara itu disudut lain seorang wanita yang sedari tadi mendengarkan pembicaran kakak beradik Choi itu, sama bingungnya dengan Siwon. Apa lagi namanya juga di sebut oleh Minho, Choi Sooyoung.

“Aku jadi ingin tau, kabar bahagia apa yang di maksud Minho.”

Siwon POV

Aku berjalan cepat menuju basement kantorku. Aku benar-benar terburu-buru sekarang. Aku sudah meminta Sooyoung untuk mencari penggantiku untuk menghadiri rapat. Tak ada yang lain di pikiranku saat ini selain Yoona. Ku banting pintu mobil Audi putih kesayanganku dan melajukannya dengan kecepatan rata-rata.

Istriku itu telah membuat semua pikiranku kacau. Rasa bersalah kini merasuk dalam dadaku. Aku sadar aku sudah sangat keterlaluan padanya, harusnya aku mau mendengarkan penjelasannya. Entahlah saat itu aku benar-benar di kuasai amarah sehingga aku melakukan semua itu di luar nalarku. Aku memang bodoh, aku tidak mau karena keegoisanku aku harus kehilangan Yoona lagi.

Akhirnya aku sampai dirumah, segera ku langkah kan kakiku masuk kedalam rumah. aku mencari keberadaan Yoona di kamar namun dia tidak ada. Aku semakun panik ketika tidak ku temukan gadis itu di setiap sudut ruangan yang ada di rumah kami.

“Yoona-ya kau dimana?” teriakku frustasi.

“Tuan anda mencari Nyonya?” tanya Bibi Jung yang menghampiriku dari arah dapur.

“Ne, apa Bibi tau Yoona kemana?” tanyaku tidak sabaran.

“Nyonya pergi ke rumah orang tuanya Tuan.”

Setelah mendengar perkataan Bibi Jung, aku segera bergegas pergi kerumah mertuaku untuk menjemput Yoona. Aku sudah tidak tahan lagi, aku harus bertemu dengannya dan minta maaf atas sikapku selama ini.

End POV

Author POV

Siwon menekan bel rumah orang tua Yoona dengan tidak sabaran, hingga akhirnya sang mertua, Ny. Im membukakannya pintu dan begitu terkejut melihat menantunya yang datang.

“Siwon-ah…kau mau menjemput Yoona?” tanya Ny. Im kemudian tersenyum ramah pada menantunya.

“Ne eommonim, Yoona ada dimana?”

“Ada di kamarnya, silakan masuk saja.”

Setelah mendapatkan izin dari sang mertua, Siwon berlari ke arah kamar Yoona. Hal itu membuat Ny. Im heran dengan tingkah menntunya itu yang sepertinya sudah tidak sabar untu bertemu istrinya, Ny. Im hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

Siwon mebuka pelan pintu kamar Yoona, ia bisa melihat Yoona yang sedang duduk di pinggiran ranjang sambil membolak balikkan majalah yang ada di tangannya.

“Yoona-ya…” panggil Siwon lirih.

Merasa tak asing dengan suara orang yang memanggilnya, Yoona mendongakkan kepalanya dan sangat terkejut melihat sosok yang sangat ia rindukan kini sedang berdiri di depan pintu kamarnya dan menatapnya sendu.

“Siwon Oppa…”

“Yoona-ya…”

Beberapa menit mereka hanya saling terdiam sambil menatap mata satu sama lain, mencurah kerinduan melalui sebuah tatapan. Hingga akhirnya Siwon berjelan mendekat ke arah Yoona, spontan Yoona pun bangkit dari duduknya. Sedetik kemudian Siwon menarik Yoona dalam pelukannya.

“Mianhae…jeongmal mianhae Yoona-ya” kata-kata yang di lontarkan Siwon membuat Yoona terkejut, dan yang semakin mebuatnya terkejut adalah Siwon yang kini terisak dalam pelukannya.

“Oppa…”

hanya kata itu yang Mampu keluar dari bibir Yoona. Ia pun kini hanya bisa menangis, merekan sama-sama manangis dalam pelukan yang hangat. Siwon  mempeerat pelukannya seakan tak ingin kehilangan Yoona.

“Mianhae…aku bukan suami yang baik untukmu. Aku benar-benar pria yang pengecut. Mianhae…”  kata Siwon lalu mengecup puncak kepala Yoona.

Sedangkan Yoona tidak mampu berkata apapun, ia hanya bisa menangis. Kali ini bukan tangisan kepedihan, tapi tangis bahagia karena sang suami sudah kembali dalam pelukannya. Siwon melepaskan pelukannya, ia menatap sendu mata cokelat Yoona yang basah.

“Kau mau kan memaafkan suamimu yang bodoh ini?” tanya Siwon, Yoona menganggukkan kepalanya tetap dengan air mata yang berurai.

“Gomawo…aku benar-benar menyesal telah menyakitimu, aku janji aku tidak akan mengulangnya lagi…” kata Siwon sambil mengusap air mata Yoona menggunakan ibu jarinya.

“Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi…aku sangat mencintaimu chagi…” lanjut Siwon kemudian meraih tangan Yoona kemudian mengecupnya.

“Aku juga sangat mencintaimu Oppa… jangan pernah meragukanku lagi…” ucap Yoona dengan suara yang sedikit serak.

Siwon menatap Yoona penuh haru, ia benar-benar merasa seperti pria bodoh karena sempat meragukan Cinta yang Yoona yang begitu tulus. Siwon kembali menarik Yoona dalam dekapannya.

“Aku berjanji ini akan menjadi air matamu yang terakhi. Kau bisa membunuhku jika aku melanggarnya.” Janji Siwon.

Sementara itu Ny. Im beserta Tn. Im yang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, juga Minho dan Jiyeon yang datang menyusul Siwon hanya bisa menatap penuh haru adegan tersebut di balik pintu kamar Yoona yang terbuka.

Tanpa sadar Jiyeon pun ikut menitikan air matanya, Minho yang melihat nya kemudian menarik kepala Jiyeon agar bersandar di bahunya, kemudian mengelus kepala gadisnya itu dengan sayang.

“Minho-ya, Jiyeon-ah…lebih baik kita tinggalkan dulu mereka, sepertinya mereka butuh waktu untuk berdua.” Sahut Tuan Im.

“Ne…ajhussi benar”

Minho dan Jiyeon kemudian berjalan mengikuti Tn. Dan Ny. Im meninggalkan sepasang suami istri yang sedang meluapkan kerinduannya itu.

Yoona POV

Tidak ada kata yang dapat menggambarkan perasaanku kini, yang jelas aku sungguh bahagia. Suamiku akhirnya kembali dalam pelukanku, aku sangat berterima kasih pada Minho dan Jiyeon yang sudah membantuku. Dan aku juga dengar dari Siwon Oppa jika Donghae Oppa datang menemuinya.

Kini aku sedang tidur di atas dada bidang suamiku, aku sangat merindukan saat seperti ini. Ia mengelus lembut rambutku yang panjang dan mengecup puncak kepalaku berkali-kali, membuat aku merasakan kedamaian.

“Yeobo…Minho bilang kau akan memberitahu kabar gembira, apa itu?” tanya Siwon Oppa tiba-tiba. Ya Tuhan aku sampai lupa memberitahunya.

Aku bangkit dari tidurku, ku tarik tangannya membuatnya duduk menghadapku.

“Kita akan punya anak Oppa…” jawabku akhirnya. Dia menatapku mencoba mencerna kata-kataku, sedetik kemudian dia tersenyum bahagia.

“Jinja..kau hamil?” tanyanya lagi, aku mengangguk sebagai jawaban. Ia kemudian memelukku lagi sangat erat.

“Gomawo….”  kata itu yang terucap dari bibirnya.

“Mianhae…harusnya Oppa adalah orang pertama yang mengetahuinya.”

End POV

Siwon POV

Aku sangat bahagia mendengar kata-kata yang di ucapkan Yoona, dia hamil. Dia mengandung anakku dan aku akan menjadi Ayah. Ini adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupku.

“Mianhae…harusnya Oppa adalah orang pertama yang mengetahuinya.” Katanya dengan nada menyesal.

“Jangan minta maaf padaku, akulah yang bersalah. Harusnya aku mau mendengarkanmu saat itu, aku benar-benar menyesal.” Kataku Sungguh, ini semua salahku. Aku tidak rela jika harus dia yang mengucapkan kata maaf, karena yang patut di salahkan disini adalah aku.

“Sudahlah Oppa tidak usah di permasalahkan lagi, yang penting Oppa jangan pernah meninggalkanku lagi…aku benar benar tidak sanggup Oppa…”

Ku lepaskan pelukan kami kemudian ku kecup keningnya dengan penuh cinta, aku benar-benar mencintai wanita ini. Dia adalah harta yang peling berharga dalam hidupku. Aku mengelus perutnya dengan lembut, tempat dimana buah hati kami berada, ku dekatkan wajahku kemudian ku kecup perutnya.

“Annyeong Aegi-ya, ini Appa…maafkan Appa, harusnya Appa menyadari kehadiranmu lebih awal, kau tumbuh yang sehat ne? Jangan menyusahkan eomma mu, dan cepatlah lahir, Appa mencintaimu dan Eomma mu”  ku kecup kembali perutnya dan ku rasakan tangan Yoona mengelus rambutku.

“Aku berjanji, mulai saat ini dan sampai kapanpun kau dan anak kita akan jadi periritas utamaku.” Kataku, dia tersenyum kemudian mengangguk.

“Saranghae…Choi Yoona terimakasih kau sudah mau menjadi ibu dari anakku” ucapku.

“Na do Saranghae Siwon Oppa. Aku juga bahagia bisa di beri kesempatan untuk mengandung anakmu.” Jawabnya lirih.

Aku mendekatkan wajahku ke arah Yoona. Menghembuskan nafas hangatku menyapu wajah halus Yoona. Semakin dekat membuat Yoona memejamkan matanya perlahan. Aku melumat bibirnya, namun bukan di dasari oleh hawa nafsu. Melainkan rasa cinta dan rindu yang teramat besar. Dan aku tau Yoona sangat menikmati itu.

End POV

Author POV

“Ada apa kau mau menemuiku?” tanya seorang wanita pada pria di hadapannya.

“Sooyoung-ssi aku hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu.” Kata Pria tersebut yang ternyata adalah Donghae.

“Katakanlah”

“Begini…aku tau jika selama ini kau mencintai Bos mu itu kan?” tanya Donghae membuat Sooyoung mengerutkan dahinya.

“Dari mana kau tau?”

“Itu tidak penting, yang terpenting adalah aku minta padamu jangan lagi kau berusaha untuk mendapatkan Siwon karena itu hanya akan membuang waktumu saja.” Kata Donghae, Sooyoung memandang namja di hadapannya kesal.

“Apa maksudmu? Kau sama sekali tidak punya hak untuk mengatur hidupku.” Jawab Sooyoung sakartis.

“Aku bukaningin mengatur hidupmu, hanya saja aku tidak ingin melihat kau merusak kebahagiaan orang lain. Kau tau? Sekarang Yoona hamil, mereka akan punya anak. Kau sama sekali tidak punya kesempatan lagi, jadi jangan buang waktumu.”

Sooyoung tersentak mendengar penuturan Donghae, benarkah Yoona hamil? Jadi berita bahagia yang di maksud Minho beberapa waktu yang lalu adalah mereka akan punya anak? Tapi mengapa Siwon tidak bercerita padanya? Sooyoung trtunduk lesu. Donghae dapat melihat gurat kekecewaan yang di tunjukkan Sooyoung.

“Sooyoung-ssi, kau masih muda dan kau cantik. Pasti banyak pria yang menyukaimu, jadi untuk apa kau masih mengejar sesuatu yang tidak akan pernah kau dapatkan?” kata Donghae lagi, namun kali ini gadis itu tidak merespon.

“Sebenarnya aku juga masih mencintai Yoona, tapi aku sadar Yoona bukan milikku lagi, dia sudah bahagia dengan pilihannya.”

“Dan aku yakin melihat orang yang kita cintai bahagia itu lebih membahagiakan dari pada menahannya di sisi kita sementara dia tidak bahagia.”

Sooyoung mengangguk membenarkan perkataan Donghae, yang dikatakan Donghae memanglah benar. Selama ini dirinya telah membuang-buang waktunya untuk sesuatu yang tidak pasti.

“Ne, kau benar Donghae-ssi…” kata Sooyoung sambil tersenyum, Donghae pun akhirnya bisa tersenyum lega.

“Sekarang sudah waktunya kita untuk membuka lembaran baru.” Kata Donghae senang, ternyata membujuk wanita itu tidaklah sesulit yang ia bayangkan.

7 Months Later….

Siwon masuk ke bagian persalinan dengan begitu bernafsu dan buru-buru hingga siapapun yang menyaksikan nya berlari dipenuhi rasa panik pasti mengira dialah yang akan melahirkan. Namja itu-Siwon- sama sekali tidak memperdulikan kemeja kerjanya yang terkesan berantakan atau rambutnya yang sudah awut-awutan tertiup angin. Yang ia perdulikan saat ini hanya yoona, istirnya yang kini tengah berjuang sendirian.

Ketika masuk ke bangsal ruang persalinan wajah familier pertama yang ia lihat adalah wajah Jiyeon. Dia mengenakan baju rumah sakit penuh dengan bercak-bercak merah mengerikan, yang Siwon yakini adalah darah Yoona. Ia berdiri di lorong luas itu dengan ekspresi antara binggung, linglung dan terisak ketika melihat Siwon.

“Siwon Oppa! Yoona sedang melahirkan!” dia menjerit. “Cepat masuk!”

Siwon kemudian mengangguk mantap. Persetan dengan rasa khawatir dan panik yang sebenarnya sudah dirasakan sejak Minho dan Jiyeon menghubunginya barusan, yang terpenting saat ini adalah Yoona, Yoona dan Yoona.

Ketika ia masuk ke dalam ruangan yang begitu terang itu Siwon menemukan Yoona terbaring lemah sembari merapatkan kedua pahanya. Dikelilingi dengan beberapa orang suster, seorang dokter serta Ny. Im  yang tidak berdaya dan hanya bisa memandangi dari kejauhan.

Dengan cepat Siwon menarik kedua tangan Yoona yang menutupi paha mulusnya. Yoona yang kaget kemudian menatap Siwon yang tiba-tiba saja muncul dan berada di sampingnya, “Yeobo, aku disini. Pandangi aku, oke?”

“Oppa…” Yoona tak kuasa menahan tangisnya, “Kau datang..”

“Ya sayang, aku disini, bersamamu” Siwon tersenyum penuh makna dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Kemudian berlutut disamping ranjang Yoona sehingga tingginya sejajar dengan ranjang itu. “Aku sudah disini.. dan kau harus baik-baik saja. Remas saja tanganku sekuat-kuatnya jika kau merasakan sakit”

Rasa sakit itu kembali memuncak, terlihat jelas di wajah Yoona yang putih pucat berpeluh keringat kini tampak memerah. Tanpa mengucapkan apapun, Yoona meremas tangan Siwon kuat sekali hingga tangan suaminya itu berubah memutih. Siwon berusaha keras untuk tidak menunjukkan kesakitanya karena ia tahu Yoona merasakan yang sejuta kali lipat sakit ketimbang rasa sakitnya sendiri.

“Aku harus memeriksa kondisinya, menurutku, sudah tiba saatnya”  Dokter itu memberikan aba-aba pada dua suster bermasker hijau untuk kembali mengecheck Yoona.

Ia mengambil posisi diantara kedua kaki Yoona diikuti beberapa perawat lainya.

“Yoona-ya, dokter akan melakukan tugasnya. Kau tetap fokus padaku, ya? Tatap aku sayang, bertahanlah”

“Astaga, pembukaan sepuluh! Nyonya Choi, kau harus siap mengejan!”

“Yeobo.. berjuanglah.. aku yakin kau akan melahirkan bayi kita dengan selamat! Kau harus bertahan untukku dan dia!” Siwon mencoba menyemangati Yoona. Kini terlihat jelas sekali darah segar membasahi tempat tidur, tepat dibawah kaki istrinya.

Yoona tengah berjuang keras untuk mengejan dengan nafas yang tersengal-sengal. Dan ditengah kegiatan itu Siwon terus-terusan menyemangatinya. Beberapa kali Siwon terlihat mencium kening dan anak rambut Yoona seolah menenangkan.

“Oppa.. Arghh! Sakit sekali..”

“Kau pasti bisa, sayang. Sedikit lagi.. tinggal sedikit lagi..”

“Appo! Ahh.. arghh”

“Tapi aku tahu kau bisa. Yoona yang ku kenal tidak mudah menyerah.. kau bahkan tidak menyerah mencintaiku.. kau selalu bertahan untukku” entah dari topik mana Siwon tiba-tiba membicarakan topik itu

“itu karena aku mencintaimu, bodoh!” Balas Yoona sembari meringis menatap Siwon.

“Makanya.. kali ini kau harus bertahan lagi untukku. Sekali lagi, kumohon Yoona-ya.. jebalyo..”

Yoona mengejan lagi kuat-kuat dan seluruh tubuh bayi itupun keluar, menyusul kepalanya yang sudah lebih dulu keluar, Siwon tidak berani melihat ke bawah, karena tampak sangat mengerikan. Tapi Dokter itu mengangkat tubuh sang bayi yang menangis menggeliat-geliat dan berlumur darah istrinya tinggi-tinggi.

“Yoona-ya Kau berhasil!” Siwon menciumi kedua tangan Yoona. Ia nyaris tidak bisa bernafas. Bayi itu melambaikan kedua tanganya dan mengeluarkan tangisan yang nyaring sekali bunyinya. Sementara itu, sang Dokter meletakkan tubuh anaknya ke dada Yoona dan tangis Yoona kembali meledak. Dipeluknya bayi itu sembari menangis haru.

“Bayi kalian laki-laki. Chukkae !” seru sang dokter membuat Yoona dan Siwon semakin bahagia.

“Namja?” Siwon memekik bahagia. Setelah menaruh bayi itu dalam dekapan hangat Yoona kemudian ia menciumi wajah istrinya juga anaknya sembari tersenyum bahagia.

“Chagi, terimakasih.. kau telah memberikan hadiah terindah yang pernah ada…”

Kebahagiaan yang di rasakan Siwon dan Yoona juga di rasakan oleh kedua orang tua Yoona, kedua orang tua Siwon. Tak tertinggal Minho dan Jiyeon juga turut larut dalam kebahagiaan menyambut anggota keluarga mereka yang baru. Mereka berhambur masuk kedalam ruangan Yoona saat Yoona sudah di pindahkan ke ruang perawatan.

“Wah cucu kita tampan sekali…” kata Ny. Im kemudian di benarkan Ny. Choi.

“Ne…Keponakan ku tampan sekali…” tambah Minho.

“Ne, tampan sekali…Yoona-ya Chukkae, bayimu lucu sekali…” sahut Jiyeon.

“Dia tampan karena memiliki Appa yang tampan…” balas Yoona seraya mengelus kepala bayinya.

“Dan Eomma yang cantik dan hebat sepertimu Chagi…” kata Siwon kemudian mengecup kening istrinya.

“Aigoo romantis sekali…” semua yang ada di ruangan itu pun tersenyum bahagia termasuk Tn. Im dan Tn. Choi yang sedari tadi hanya diam.

“Hyung, siapa nama keponakanku yang tampan ini?” Tanya Minho.

“Choi Jungwon..” jawab Siwon yang di balas anggukan dari Yoona.

“Nama yang bagus…” sahut semuanya.

Memandang kebahagiaan sepasang manusia dewasa yang berada di dalam kamar, namja yang berada dibalik dinding kaca itu hanya bisa menghela nafas. Sejak mendengar kabar bahwa Yoona akan melahirkan, Donghae langsung datang bersama Sooyoung. Mereka Tak berani sama sekali masuk.

Selangkah demi selangkah Donghae berjalan mundur, ia harus memberikan waktu bagi keluarga Choi itu waktu. Memandang wajah Yoona yang kini sedang tersenyum berseri-seri sembari berbincang dengan Siwon entah apa yang sedang keduanya bicarakan, namun Donghae sendiri merasakan ekspresi wajah yang sama , ia tersenyum dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Penuh kebagiaan. Sama seperti Yoona dan Siwon, ia bahagia.

Dan perlahan ia teringat sesuatu, bila kau bisa merasakan kebahagiaan orang lain, itu berarti ia benar-benar mencintai orang itu.

Namun mencintai juga berarti merelakan. Yoona sudah berbahagia sekarang, meskipun bahagia baginya bukan berarti bersama dengan Donghae, tapi rasa sakit hatinya melihat dua orang berbahagia itu seakan hilang sudah. Seakan hati kecilnya sudah tahu kali ini saatnya ia menyerah dan merelakan Yoona untuk selama-lamanya. Yoona sudah bahagia bersama Siwon, dan kini saatnya ia juga bahagia, membuka lembaran baru dalam hidupnya, mendapatkan sesuatu yang berharga untuk dirinya sendiri.

“Bagaimana dengan Yoona, Donghae-ssi? Apa ia baik-baik saja?…”

Ia menoleh kebelakang dan mendapati Sooyoung yang kini berada tepat dibalik tubuh tegapnya. Hal pertama yang dilakukan Donghae begitu melihat gadis itu adalah memeluknya dengan erat, tanpa keraguan sedikitpun. Dipeluknya Sooyoung yang kaget sendiri dengan kedua lenganya, “Terimakasih banyak, Choi Sooyoung, terimakasih untuk semuanya”

“Untuka apa berterimakasih padaku? Aku tidak melakukan apapun” Bisiknya sembari mengelus punggung Donghae dan menepuk-nepuknya halus.

Sooyoung membiarkan namja itu menyusuri rambut indahnya dan menyusupkan tangan kananya pada tengkuk lehernya. Donghae kembali membenamkan wajahnya di rambut Sooyoung dan menempelkan pipinya.

Kini Donghae memeluknya erat seakan tak akan melepaskanya. Apa ia bahagia? Tentu saja, rasanya jantungnya melonjak keangkasa dan berdegup dengan kencang seperti berada di roller coaster. Tapi ia sadar Donghae tidak pernah mencintainya. Jadi perlahan ia melepaskan pelukan itu dan berkata.

“A-aku harus pergi sekarang, maaf”

“Kalau begitu, kita harus pergi bersama” Balas Donghae sembari menarik sooyoung lagi kedalam dekapanya.

“Apa maksudmu?”

“Sebelum kau pergi, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu sekarang”  Nada bicara Donghae jadi mendadak berubah serius. Namja itu mundur sedikit darinya. Kali ini, Sooyoung merasa akan mendengar sesuatu yang mengecewakan dari Donghae.

“Ada satu hal yang sangat menggangguku selama ini dan berkali-kali membuatku berfikir ulang sebelum memutuskanya, berkali-kali aku berfikir tentang ini untuk memastikan perasaan apa yang aku miliki, apa hanya sekedar pelampiasan? Atau lebih dari itu? Membuatku berfikir secara matang dan menimbang segala sisinya. Tapi tak bisa dipungkiri lagi, Sooyoung. Setelah melalui hari ini rasanya aku sudah tahu jawaban atas pertanyaanku barusan mengenai pemikiranku ini.”

Sooyoung terdiam, kedua matanya bertautan dengan kedua onyx milik namja yang mendekat kearahnya.

“Kini aku sudah tahu jawabanya, jawaban tentang hatiku sendiri. Dan kau, Choi Sooyoung kaulah jawaban atas segala pertanyaanku” Donghae menarik tubuh Sooyoung dengan jarak yang begitu intim. Memeluknya sekali lagi, dengan erat dan membiarkan yeoja itu menaruh kedua tangan di pingganya erat-erat.

“Aku mencintaimu”

“Aku juga” Balas Sooyoung lirih.

Di depan mesin penjual minuman yang berada di lobby rumah sakit itu, dikelilingi dengan orang lain yang memandang keduanya, Donghae menempelkan bibirnya dan mengecup bibir Sooyoung perlahan. awalnya ia mencium Sooyoung dengan lembut kemudian ciuman itu makin dalam ketika perlahan Sooyoung membuka mulutnya.

Tak lama dan penuh rasa, itulah yang ia rasakan tentang kecupan singkat Donghae yang begitu berarti baginya. Mereka tertawa kecil, lalu berjalan beriringan menuju lift. Di dalam lift, tanpa percakapan apapun keduanya saling berpegangan tangan.

 

 

***

the end

gimana puaskah??? Puas ga puas udah end . . . ada yg ga suka Donghae sma Sooyoung… saya juga ga suka, abis mau gimana lg, kesian mereka klo jomblo terus…

terimakasih buat admin yang udah mau menampung FF gaje saya di bolgnya…

terimakasih buat para readers yang sudah setia membaca FF gaje ini dr awal smp akhir dan meninggalkan kritik juga saran.

Sampai jumpa di FF lain…sekali lagi Gamsahamnida…annyeong!!!!!

45 thoughts on “[FF Freelance] Can You Feel My Love (Part 8 – END)

  1. wah daebak ceritanya keren author hehehe,, akhirnya mereka bisa bersatu lagi..
    author knp link chap 1-7 tidak bisa dibuka ya?

  2. hay oeni, aku boleh baca ndak 😀
    Aku suka banget sama tulisan oeni…
    di tunggu ya tulisan barunya…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s