Love & Lies

Love&Lies2

Cast:

Kris Wu

Hwang Miyu (OC)

Genre: Romance, Angst | Rating: PG-15 | Duration: Oneshoot| Written By: @ Mischa_Jung

—————————–

Can you tell me, softly

How you’ll always haunt me

Can you help me, hold me

Come to me now, slowly

You caress me, smoothly

Calm my fears and soothe me

Move your hands across me

Take my worries from me


-Tatu_Sacrifice-

“Dasar wanita jalang…enyahlah ke neraka!”

Sudah keberapa kalinya suara wanita yang sama terus menerus melempar teror lewat telepon tengah malam. Penelpon misterius terang terangan membenci bahkan memakinya tanpa alasan. Di tengah malam cukup dingin yang mencekam dan membuat tubuh Miyu semakin bergidik ngeri. Ketakutan menjadi percuma sebab teror tidak akan berhenti.

Miyu menghela nafas panjang setelah meletakkan gagang telepon ke tempat semula. Sebenarnya tidak perlu mempertanyakan mengapa suara itu mengatai dirinya ‘wanita jalang’. Kecemasan mengigit dirinya dan jantung berdebar keras. Bukan hanya saja teror telepon menakuti dirinya tapi setiap seminggu sekali ia akan mendapat bingkisan berisi benda menakutkan.

Wanita itu mengambil kotak bingkisan dari atas meja kayu antik dan membawanya keluar rumah. Ia bersumpah tidak ingin melihat benda mengerikan itu lagi. Boneka sudah diberi nama yang sama dengannya dan seluruh tubuh terkoyak oleh benda tajam secara sengaja, kadang pula diselipkan beberapa serpihan silet agar bisa melukai tangannya jika menyentuh boneka tersebut. Hadiah yang kejam bukan?

Di luar rumah, Miyu menaruh kotak bingkisan ke tanah dengan hati hati. Dingin dan bisikan deru angin malam menusuk tajam sampai ke tulang tulang. Samar samar burung hantu mengeluarkan bunyi sebagai penambah kesan suram di malam hari. Ia bahkan juga mendengar suara gemerisik pohon dan hembusan angin di cabang cabang pohon. Kegelapan itu hanya diandalkan lampu jalan yang redup dan kadang berkedip kedip sebagai sumber penerangan.

Wanita itu menyirami minyak tanah keseluruh kotak bingkisan dan menyalakan sebatang korek api lalu dilemparkan ke arah benda kiriman terkutuk itu. Otomatis api berkobar menghanguskannya dan menelannya sampai membentuk abu. Perlahan kengerian malam semakin kuat.

Kedua mata kosong meratapi api menggeliat panas dan berharap benda itu hangus tak bersisa. Sayangnya ketakutan yang mencekam dirinya sulit lenyap, tidak semudah itu hilang. Tanpa menunggu api padam, ia buru buru melangkah masuk ke dalam rumah, berlari tergesa gesa dan duduk di sofa ruang tengah dengan tidak tenang seolah ada yang terus mengawasinya. Seseorang tidak diketahuinya mempermainkan perasaan ketakutannya dengan bahagia bahkan mungkin sampai tertawa puas. Entahlah mungkin itu sekedar kecemasan berlebihannya atau bukan, namun hal itu bisa saja terjadi.

Miyu mengigit bibir bawahnya,  merundukkan kepala dan mendekap tubuhnya sudah merinding hebat. Matanya bergerak ke kanan kiri, penuh kewaspadaan. Ia tiba tiba merasa amat sangat dingin dan nyaris tidak sanggup tinggal sendirian semenjak teror itu muncul. Tubuh Miyu menegang setelah mendengar bunyi pintu tertutup lumayan keras dan derap langkah berat lain di dalam rumah. Secara spontan wanita itu beranjak dari sofa dan berlari kecil menghampiri pemilik derap langkah. Tanpa melihat siapa yang datang, ia tahu seseorang satu satunya bebas keluar masuk dan memiliki kunci selainnya.

I’m afraid, Kris.”

Tanpa basa basi, Miyu melemparkan diri ke dalam pelukan pria berambut dicat pirang kecoklatan terang. Menumpahkan tangisan kecil di dada bidang Kris. Sekilas hidungnya langsung menangkap wangi yang melekat di tubuh Kris. Sontak Miyu mendorong kecil tubuh Kris, melepas diri dari rengkuhan pria bertubuh jangkung. Ia tiba tiba menjadi sangat muak dan terlebih lagi ia membenci wangi itu.

Wangi ini…aroma parfum di tubuhmu sungguh memuakkan. Entah sudah berapa wanita yang kau singgah untuk mendapatkan kesenangan dari mereka tapi jika kau datang kesini, aku tidak akan mempertanyakan dimana saja tempat sudah kau lewati..

“Semua itu hanya permainan iseng orang gila..”

Kalimat bernada sedikit parau dari pita suara Kris terdengar seperti bisikan. Miyu mengangkat kepala, menatap lekat lekat bola mata milik Kris yang memiliki kesan tajam dan dingin tapi tersirat lembut sekaligus menenangkan. Sekilas tercium aroma alkohol sejenis whisky mengoar dari mulut pria itu. Miyu memalingkan wajah dari pandangan Kris, memutuskan kontak mata seenaknya. Ini semua terlalu memuakkan.

Dia bahkan sebelum kesini, sempat meminum whisky bersama wanita lain. Kau memang busuk, Kris…

Lelaki itu tersenyum tipis, merengkuh pipi Miyu sehingga pandangan kembali saling bertemu. Kris menikmati apa yang begitu indah di matanya. Wajah cantik tampak memucat, bibir mungil bergetar lembut dan hidung memerah serta kedua mata tidak terlalu besar dipenuhi sorot takut dan cemas. Sosok yang rapuh persis kelinci siap diterkam.

“K..kumohon jangan biarkan aku sendiri.”

Permintaan lemah Miyu dengan suara hampir ingin menangis secara spontan membuat Kris mengeluarkan seringaian. Wanita itu menatap kekasihnya, berharap lelaki itu mengabulkan apa yang dipintanya. Kris Wu, seseorang paling dipercayai dengan sepenuh hati. Lelaki bisa diandalkan setiap saat dan selalu datang setiap Miyu menelpon. Aneh memang untuk lelaki brengsek seperti Kris namun bagi Miyu, lelaki itu bukan seorang yang patut dibenci.

Wanita yang tenggelam dalam ketakutannya memang selalu membutuhkan pertolongan. Kemudian tangan Kris menelusup ke helai rambut Miyu dan membelainya. Ia harus memikirkan sekali lagi apa harus mengabulkan keinginan wanita itu.

“Kau akan melindungiku bukan?”

Pertanyaan Miyu kedua membuat Kris terdiam dan isi pikiran berkecamuk hebat. Ekspresi seperti kelinci tidak berdaya itu membuat kedua mata Kris terpenjam, berusaha menahan diri. Senjata perempuan itulah suskes mencekik setiap lelaki yang ingin dipikatnya. Mereka -perempuan- selalu mudah mengeluarkan perilaku manis dan rayuan lemah, membuat insting pria ingin melindungi itu akan keluar secara alami. Namun Kris justru menyukai senjata alami wanita itu. Baginya itulah mampu memancing hasrat sampai gila.

“As your wish, I’ll stay with you tonight.”

Kris menarik dagu Miyu dan mempertemukan kedua bibir penuh kelembutan yang basah dan lembab. Deru nafas saling menggelitik kulit pasangannya membuat hasrat kecil perlahan bertambah. Tangan Kris menarik pinggang ramping Miyu mendekat sampai merapat tubuhnya diselingi ciuman layaknya sudah kecanduan.

Pasrah. Miyu sudah melemah sehingga mudah saja terjerembab ke dalam kehangatan kuat diberikan Kris. Lelaki itu selalu datang disaat yang tepat, dimana ia butuh perlindungan. Tak ada alasan lagi membuatnya sangat mencintai Kris. Tidak peduli jika ternyata Kris hanya mencintai setengah hati tapi ia akan merelakan diri jika hidup berada dalam genggaman lelaki itu.

Cinta itu buta…tidak memandangi apapun keburukan lagi sebab perasaan sudah terlanjur menghipnotismu seolah dirimu telah terjatuh hati pada orang paling sempurna…

Selepas ciuman basah, dada mereka naik turun dan sibuk mengatur nafas terengah engah. Kris tersenyum smirk, memandang puas ke arah pipi wanita dihadapannya sudah memerah seperti buah peach. Ia selalu menyukai apapun dari Hwang Miyu. Satu satunya wanita paling mengisi jiwanya dibandingkan puluhan wanita lain yang pernah menjadi teman kencan semalam.

Hwang Miyu tidak dapat dibandingkan dengan wanita wanita seperti mereka. Dia bukanlah sosok wanita biasa memamerkan lekuk tubuh seksi atau mudah terbuai dengan pria baru dikenal dalam waktu singkat. Satu wanita teristimewa yang pernah dikenal dan paling menguntungkan adalah Miyu mencintai dirinya tanpa mudah beralih ke orang lain.

Kesetiaan Hwang Miyu…inilah perbedaan besar antara pria sepertiku dengannya…

“Aku mencintaimu…”

Sepatah kalimat dihembuskan tepat di telinga Miyu. Jantung seakan berhenti meski sudah mendengar ucapan itu berkali kali seperti sebuah kebiasaan. Miyu menarik nafas sambil merebahkan kepalanya di dada bidang Kris seraya melingkarkan tangan dipinggang kekasihnya. Ia terdiam mencerna ucapan dikeluarkan Kris dan beberapa pertanyaan selalu berputar dipikirannya.

Jika mencintaiku, mengapa kau tidak berhenti mencari kesenangan dengan wanita lain? Haruskah terus melakukan kebohongan yang bisa membuatku hanya mencintaimu tanpa perubahan?

“Jangan selalu berusaha mencari jawaban sendiri tentang keraguanmu padaku! Aku mempermainkan mereka namun cuma kau yang tidak akan kuperlakukan sama dengan mereka. Kecuali dirimu, merekalah murahan dan tidak pantas dicintai.”

Tenggorokan Miyu tercekat dan membeku ditempat. Perkataan Kris barusan seolah balasan langsung dari pertanyaaannya. Entahlah lelaki itu bisa membaca pemikirannya atau tidak. Miyu merasakan Kris memeluknya sangat erat dan hembusan nafas lelaki itu menerpa tengkuk lehernya, membuatnya bergetar sekaligus merinding. Terlalu dekat dan dalam.

“Aku berada selalu di sisimu dan…” Kris menurunkan sedikit tali gaun tidur yang menutupi pundak Miyu dan menampakkan kulit putih mulus yang menggoda gairahnya sebagai lelaki normal. “Akan bersamamu selamanya.” tambahnya mengecup bahu kekasihnya.

Miyu mendesah kecil dan suhu tubuhnya semakin panas merespon setiap sentuhan Kris. Satu sentuhan bibir Kris mampu menggoyahkan semua pertanyaan penuh curigaan.

Inikah alasanmu tidak pernah meninggalkan aku seperti yang kau lakukan dengan wanita lain? Tetap datang melewati pintu rumahku lalu pergi, kemudian kembali lagi di hari esok… 

Keyakinan terselubung kini merasuki jiwanya. Seorang lelaki bernama Kris Wu telah membuat hal itu terjadi.

————————————-

Kris mengancingkan seluruh kancing kemejanya setelah memakai celananya. Ia merapikan kembali rambut dicat pirang yang acak acakkan lalu beranjak berdiri dari tempat tidur. Kris mengayunkan langkah tanpa membuat suara dan membiasakan mata ditengah kamar masih gelap. Jam weker menunjukkan  04:11 AM. Waktu berlalu begitu saja dan cepat. Sesuatu di antara pria dan wanita dewasa yang terjadi dalam waktu singkat seperti air mengalir.

Sebelum berniat meninggalkan seorang wanita masih memenjamkan mata di atas tempat tidur. Kris berdiri sambil memandangi kekasihnya tampak lelah sekaligus nyenyak, bernafas dengan nyaman. Pandangan Kris menelusuri selimut putih yang tebal menutupi hampir seluruh tubuh wanita itu namun masih memperlihatkan pundak putih dan leher disertai bercak kemerahan membekas disana sebagai bukti apa yang sudah terjadi.

Kiss mark ciptaanku terlihat sempurna jika kamu yang memilikinya…

Mata Kris mengkilat tajam dan sebelah ujung bibir terangkat membentuk seringaian. Ia telah menyelesaikan tugas malamnya, datang merendam ketakutan wanita itu. Dalam waktu semalaman, Kris sudah mengeluarkan seluruh perasaan khusus yang hanya ditujukan kepada wanita istimewa dan kekasih cantik itu telah menikmati apa yang diberikannya. Lelaki itu kemudian membalikkan tubuh dan berjalan menuju pintu kamar. Berikutnya hanya terdengar derap langkah menjauh dari balik pintu.

Tepat Kris sudah tidak disekitarnya, kelopak mata Miyu terbuka dan memandang tempat kosong disampingnya lalu meletakkan tangan disitu. Masih tersisa jejak kehangatan tubuh Kris yang sempat berbaring disisinya untuk beberapa jam.  Setiap saat seperti ini selalu saja menyadarkannya bahwa ia tidak bisa memiliki lelaki itu dalam waktu penuh. Tersungging senyuman pedih yang membingkai wajahnya itu.

Seperti hari sebelumnya, kau akan pergi seperti ini lalu datang lagi menemuiku setelah melewati waktu dengan wanita yang entah darimana kau temui. Aku seperti tempat pemberhentian terakhirmu…

Ia tidak akan mencegah jika Kris akan pergi tanpa pamit dan cukup dilakukan hanya berpura pura tidur. Sandiwara adalah salah satu kebiasaan setiap Kris akan meninggalkannya.

 

You leave me and go far far away, follow that road and dissappear..

(Kau tinggalkan aku dan pergi jauh jauh, mengikuti jalan itu dan menghilang)

At the end of this love crazy is the dangerous cliff..

(Di akhir cinta gila ini adalah tebing berbahaya)

I was infected by this though love and kept trembling..

(Aku terinfeksi oleh cinta kuat dan terus bergemetar)

I hope my lips that recite the sad poem will remembered in your black eyes..

(Kuharap bibirku membacakan puisi sedih akan mengingatkan dimata hitammu)

Kiss me a baby, before this night is over, hurry, to me, day by day

(Cium aku,baby sebelum malam berakhir, cepatlah, untukku, hari ke hari)

_T-Ara – Day By Day_

—————————————–

Suara mobil porsche berwarna hitam mengkilap mengeluarkan suara bunyi diiringi lampu depan berkedip ketika Kris menekan tombol ‘lock‘ dengan kunci mobil otomatis. Ia memasukkan kunci ke dalam saku celana lalu berjalan masuk kedalam gedung tinggi,  menaiki pintu lift setelah menekan tombol berangka 22. Lelaki itu mengancingkan jas kasual biru muda selama lift itu masih bergerak ke atas sampai berhenti tepat di lantai yang ditujunya.

Pintu lift terbuka, Kris berjalan keluar dan melemparkan senyum dingin namun mempesona ke arah dua wanita berseragam waitress yang bertugas sebagai penyambut tamu di restaurant elit. Berkat penampilannya yang menunjukkan sosok lelaki kota yang seolah sulit didekati itu suskes membuat pipi dua waitress wanita itu memerah dan tertunduk malu.

Seulas seringaian Kris terpoles diwajahnya. Cukup dengan melemparkan lirikan tajam dan senyum dingin saja mampu menembakkan panah dan kemudian wanita wanita itu akan menjadi korbannya.

Wanita wanita yang malang…

Begitulah Kris menyebut wanita yang dengan mudahnya tertarik dengan magnet daya tarik lelaki ini. Tanpa mereka sadari, sebentar lagi para wanita itu akan menerima kebahagiaan palsu yang ditawarkan oleh Kris dan akan menyadari sendiri bahwa tidak ada cinta dibalik kebahagiaan sesaat.

Tentu saja Hwang Miyu adalah pengecualian

Kris tidak akan pernah menyingkirkan satu nama itu. Baginya cukup wanita itu saja yang layak memiliki cinta yang sesungguhnya. Yeah…cuma dia yang layak.

Setelah melewati dua waitress penyambut tamu, Kris berjalan masuk kedalam restaurant yang tidak terlalu ramai dan hanya beberapa meja terisi. Ia langsung tertuju ke salah satu meja di dekat counter bar kecil. Seorang wanita muda tengah duduk sambil menyesap segelas red wine dan tersenyum tipis begitu Kris menghampirinya.

“Akhirnya penantianku berakhir.” ujarnya mengusap sisa wine dimulut dengan tisu secara lembut agar tidak merusak polesan lipstick merah menyala di bibirnya.

Kris tidak berbicara melainkan segera menarik kursi yang berada dihadapan wanita itu dan duduk disana. Ia kemudian memesan minuman champagne pada waitress pria yang sudah berdiri disampingnya. Begitu waitress pria pergi, Kris mengamati penampilan wanita dihadapannya yang tampak seperti nona kaya dibalut pakaian merek eksklusif, bahkan ia tahu wanita itu telah mengeluarkan banyak uang membeli barang barang tersebut.

“Sepertinya kau telah hidup boros, aggaeshi.”

Tersungging senyum miring khas wanita itu ketika mendengar sindiran kecil Kris. Jemarinya yang sudah di manicure menelusuri pinggiran gelas wine dan kedua mata sipit dengan polesan eyeliner hitam itu menatap lurus lelaki didepannya.

“Yeah…semua berkatmu.” jawabnya sedikit angkuh lalu melirik kesekelilingnya dan mengamati orang sekitarnya yang rata rata berpenampilan khas orang  kalangan atas “Aku tampak sebanding dengan mereka. Ini sangat menyenangkan. Tidak perlu dicemohkan dan aku tidak akan diremehkan jika memakai pakaian seperti ini.”

“Tipe wanita materialistik, kau hanya menyukai uang selain apapun didunia ini.” Kris menyeringai dengan nada penuh sindiran.

“Huh…aku tidak peduli apa yang kau katakan. Bukankah sudah pernah kukatakan dunia akan semakin mudah jika mengandalkan uang.” sahut wanita itu tertawa. “Membicarakan soal mengandalkan uang, bukankah prinsip itu juga berlaku padamu? Kau sendiri mengandalkan uang untuk membayarku.” tambahnya dengan nada sangat menggoda.

Sepintas muncul kilat tajam dikedua mata Kris. Ia menunjukkan ekspresi tidak senang dengan perkataan wanita itu namun itulah kenyataan sebenarnya. Tepat waitress muncul dan menuangkan sebotol campagne kedalam gelas kristal, Kris langsung meneguknya dan berusaha tidak terlalu kesal.

“Tidak sepenuhnya ucapanmu benar, Tuan Kris. Kamu salah soal aku hanya menyukai uang didunia ini.” Wanita itu menarik dagu Kris dan memandangi wajah lelaki itu dengan tatapan seksi sekaligus menantang. “Kurasa kamu sendiri sudah tahu apa yang kusukai selain uang.”

Kris mengeluarkan senyuman smirk dan mencengkram tangan wanita yang memegangi dagu lalu dihempaskan secara lembut “Yah…aku tahu itu dan kurasa kamu sendiri juga tahu mengapa aku memilihmu bahkan membayarmu.” ucapnya seraya merendahkan suaranya.

“Tentu saja, aku mengetahui segalanya termasuk kau memanfaatkan perasaanku terhadapmu.” Raut wajah wanita itu mengeras seketika dan menatap tajam bahkan juga tidak menyembunyikan kemarahannya. “Tidak masalah jika aku tidak dapat memiliki hatimu tapi setidaknya aku bisa membuat wanitamu ketakutan setengah mati dan hidup tidak tenang.”

“Berhenti berbicara!” Kris melempar amplop coklat tebal diatas meja dengan ketus.

Wanita itu membungkam mulutnya sendiri dan tersenyum puas ketika amplop coklat tergeletak di meja. Tanpa basa basi, ia membuka penyegel dan sedikit mengintip isi amplop. Kedua matanya berbinar binar menangkap tumpukan lembar kertas bernilai won didalamnya. Sementara Kris mendengus keras dan beranjak berdiri dari kursi.

“Tetap lanjutkan tugasmu! Meneror kekasihku dengan suara menakutkan dan mengirim bingkisan mengerikan atau apalah yang bisa membuatnya ketakutan.”

Wanita itu memperhatikan Kris yang sudah tidak nyaman berada ditempat sama dengannya. Ia tahu lelaki itu ingin segera pergi daripada menghabiskan waktu berlama lama untuk sekedar membicarakan hal hal kosong atau sekedar membalas sindiran satu sama lain.

“Hhh…Sungguh menggelikan harus ikut bermain dibalik layar untuk pria licik yang memanfaatkan ketakutan seorang wanita cengeng itu demi mendapatkan cintanya. Benar benar menyedihkan, wanita bodoh sepertinya telah mempercayai pria brengsek sejenis dirimu.”

Mendengar ucapan tajam yang dilemparkan wanita itu, Kris berbalik sebentar dan terang terangan menunjukkan sorot dingin dari bola matanya. Sepertinya ia merasa harus membalas perkataan wanita ini sebelum pergi. Oleh karena itu, Kris  mengurungkan niatnya segera pergi jauh jauh.

“Dia harus merasakan pembalasan dendam setelah dia menolakku beberapa kali sebelumnya. Aku akan memainkan peran ksatria pelindung dan selalu datang menjaganya setiap malam dimana dia membutuhkanku. Dia tidak akan bisa hidup tanpaku dan terus membalas perasaaanku. Kuakui inilah cara terjitu jika kau ingin mendapatkan seseorang. “

Sesaat Kris tersenyum penuh kemenangan ketika wanita itu terdiam dan tidak berkutik lagi. Ia kemudian berbalik pergi dan berjalan meninggalkannya. Tepat Kris menghilang dari pandangannya, wanita itu mengangkat sebelah ujung bibir dan mendesis.

“Perasaan obsesimu ini terlalu menakutkan, Kris. Aku yakin wanita itu akan menangis karena sudah dibodohi oleh lelaki sepertimu…”

————————————–

Tangan Miyu bergemetar hebat terulur, berusaha memegangi segelas guava juice yang dicampur soda jeruk sehingga menghasilkan paduan manis sekaligus asam yang menyegarkan dan mengigit lidah. Sayangnya rasa minuman itu menjadi hambar ketika mengalir ditenggorokannya. Kemudian ia meletakkan kembali gelas itu dimeja, Miyu memegangi kedua tangan yang tidak kunjung berhenti bergemetaran bahkan raut wajah memucat.

Ia telah mendengarkan semua pembicaraan tanpa diketahui kekasihnya, Kris. Rahasia terbongkar hanya dalam waktu beberapa menit. Ia sedaritadi duduk tepat dibelakang meja Kris dengan wanita yang baru saja diketahuinya beberapa menit lalu adalah penerornya. Lelaki itu sama sekali tidak menyadari Miyu berada didekatnya bahkan mereka duduk saling membelakangi.

Setelah mengumpulkan sisa tenaga untuk berdiri, Miyu dengan gontai mengeluarkan beberapa lembar won diatas meja dan menarik tas. Yang diinginkannya segera keluar dari tempat yang membuatnya sesak nafas. Ia bahkan tidak yakin punya kekuatan untuk berjalan tegak. Kebenaran terlalu mengejutkan dan kenyataan itu mencekiknya sangat kuat.

Langkah Miyu terhenti sebentar, ujung matanya melirik sebentar kearah seorang wanita yang masih duduk di meja yang baru saja ditinggal Kris. Perasaan terkhianati  sangat terpancar jelas dikedua mata Miyu. Tampaknya wanita itu menyadari Miyu menatapnya tajam sehingga ia mendongkahkan kepala dan membalas pandangan tersebut dengan heran. Keningnya pun mengerinyit melihat keanehan pada tatapan Miyu yang dituju padanya. Dia tidak mengenali sosok Miyu dan mulai berpikir wanita itu -Miyu- hanya seseorang yang aneh.

Wanita jalang ini pantas digantung….

Miyu berbalik cepat dan pergi berlalu dihadapan wanita itu. Tak dapat dipungkiri lagi jika ia ingin meraih leher wanita itu lalu menjeratnya dengan tali dan menikmati wajahnya memerah nyaris kehabisan nafas. Imajinasi liar bergumul dipikirannya. Hasrat dendam semakin menggila ketika membayangkan bagaimana ekspresi wanita itu menertawakannya atas penderitaan dan ketakutan demi uang semata. Membunuhnya…sayangnya itu hanya sekedar keinginan yang tidak mungkin dilakukannya.

Ia turun dari taxi begitu tiba dirumahnya dan pikiran gila itupun juga berakhir. Hendak membuka pintu utama rumahnya, Miyu tidak bergeming menatap didepan ujung sepatunya. Sebuah kotak tertutup rapat diletakkan begitu saja didepan pintu. Tanpa perlu menebak isinya, Miyu meyakini apa yang tersimpan dalam kotak. Ia tidak perlu ragu lagi sekarang.

Miyu membawa kotak itu kedalam dan membukanya. Lagi lagi benda yang sama. Boneka yang terkoyak benda tajam dan sehelai kertas bertulisan ‘Die and go to hell, Bitch!‘ dengan lipstick merah darah. Miyu menatap datar lalu meremas kasar kertas itu. Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan deretan angka. Tepat hubungan telepon itu tersambung, ia bisa mendengar suara Kris dari seberang.

“Lagi…benda itu datang. Aku ketakutan sekarang. Datanglah! Aku mohon berada disisiku sekarang.”

Ia mengeluarkan suara layaknya seorang wanita penakut yang tidak bisa berbuat apa apa selain menunggu perlindungan. Setelah sambungan telepon terputus, Miyu memasukkan kembali ponselnya dan mengerling kotak bingkisan sambil tersenyum meremehkan.

Sekarang tunjukkan peranmu, wahai ksatria pelindung! Aku sangat menantikan itu…

Sesuai janjinya, lelaki itu muncul secepat kilat dan nafasnya tampak terengah engah seolah membuktikan ia buru buru datang ketempatnya dan mimik cemas pun tidak ketinggalan. Kris berakting dengan sangat baik. Miyu menatap kedatangan Kris dan bertingkah persis wanita bernyali kecil. Lelaki itu tidak menyadari suara parau dan mimik ketakutan Miyu hanya sekedar bualan. Ia menarik Miyu masuk kedalam pelukan posesifnya.

Sekujur tubuh Miyu perlahan dilingkari wangi tubuh Kris. Tidak tercium lagi aroma wanita lain yang hinggap disana kecuali wangi parfum kesayangan Kris. Ia mendekap tubuh Kris dan menghirup dalam aroma maskulin.

“Aku tidak akan membiarkanmu ketakutan karena keisengan orang gila.”

Miyu terdiam mendengar suara lembut Kris yang terbiasa menenangkannya setiap malam. Namun kali ini berbeda.

Pembohong

Ia menyembunyikan makian itu kedalam hati. Miyu merasakan tangan Kris mendekapnya semakin dalam. Terhanyut dalam sensasi di pelukan lelaki itu, Miyu tersenyum menyeringai tanpa diketahui lelaki itu.

“Kris, aku mencintaimu…”

Bibir Kris tersungging, membentuk smirk “Aku juga mencintaimu..”

 

Kebohongan lagi membuktikan kau memang pria busuk…

Tapi aku tidak akan meninggalkanmu selama kau menginginkanku…mendambakanku….

Aku masih membukakan pintu, menunggu kehangatanmu yang mendatangiku lagi dan lagi…

Dan kau telah berhasil membuatku seolah tak dapat hidup tanpamu…

Menikmati tipu dayamu seolah aku tidak pernah tahu apa apa…

Meski akan tersayat dengan ucapan penuh cinta yang diselimuti kebohongan manis…

Terus menjerat diri kedalam permainan cinta…menjadi kekasih yang mencintai kebohongan…

 

———-The End——— 

Ceritanya aneh? Baiklah…saya juga berpikir demikian. Ini imajinasi cukup absurd yg muncul tiba tiba ketika membaca artikel penelitian di AS yg menyimpulkan hampir 80% kaum wanita cenderung mencintai bahkan lebih mempertahankan pria yang melukai hatinya. Sepintas juga muncul wajah Kris Exo M yang menurutku punya wajah terkesan diam diam tapi menghanyutkan (baca: licik)  sehingga aku memilihnya sebagai cast utama.

9 thoughts on “Love & Lies

  1. huahhh… ini bagus banget. aku suka banget parah. endingnya suka banget. emang ya kadang wanita udah tau disakitin dikhianatin tapi tetep aja bertahan. si kris minta tabok banget hahahaha
    aku tunggu fanfic selanjutnya 🙂

    • Kyaaaa first reader…thanks ya sdh baca dan menyukai ff buatanku…
      Yuph aku sengaja bkin cerita begini karena terinspirasi ma penelitiannya…
      Mau tabok Kris? Silahkan…#menyerahkanKrisdengansenanghati #dibunuhTaodanKrisfans

      • iya.. oh iya mau kasih saran. kok di awal penggunaan katanya “kau” kok di tengah kalimat jadi “kamu” menurutku kurang konsisten aja hehe..
        tapi aku pengen lanjutannya ya? duh pengenn….. keke

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s