[FF Freelance] I Wish I Were You (Part 10 A)

Tittle

I Wish I Were You

Author

Hyukkie44bee

Main Cast

Lee Hyuk Jae (a.k.a Hyukkie – HaJe)

Lee Seung Hyun (a.k.a Seungri)

Park Gyuri

Lee Cae Rin

Genre

Romance

Length

Chaptered

Rate

NC 17+

 Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5, Part 6, Part 7, Part 8, Part 9

–o-o

10 September 2012

Santorini – Yunani

05.00 p.m

Di dekat sebuah danau di pinggir laut berbentuk hampir persegi berukuran 12 km kali 7 km dan dikelilingi oleh tebing setinggi 300 m pada tiga sisinya dipilih Hyuk Jae dan Gyuri untuk mendirikan sebuah altar kecil di sana. Barisan aneka macam bunga dengan berbagai warna menghiasi jalan-jalan kecil yang mereka buat sebelum menuju ke arah altar, membuat suasana pernikahan sederhana itu terasa sangat romantis.

Hyuk Jae terlihat sangat tampan dengan kemeja biru langit dengan dua kancing atas yang sengaja ia biarkan terbuka yang ia kenakan. Kedua kakinya ia balut dengan jeans biru tua polos sederhana dipadu dengan sepatu pantovel hitam tanpa aksen kemewahan sedikitpun justru membuatnya tampil elegan. Di samping kanan dan kirinya ada Keanny dan Jinnie yang tampak kompak dengan baju serba putih mereka. Senyuman lebar tak henti-hentinya dipamerkan kedua orang tua angkat yang juga resmi menjadi orang tua angkat Seungri itu.

Pernikahan Hyuk Jae hanya dihadiri beberapa keluarga dekat mereka yang masih bisa dihubungi, dan juga teman-teman setia Hyuk Jae tentunya. Barisan terdepan diisi Jin Ki dan Louis yang sudah bersiap-siap dengan camera yang ada di tangan mereka. Woon dan Max berbincang santai di samping altar sambil sesekali memperhatikan sekililing mereka. Sekalipun musuh besar mereka sudah berhasil diamankan, namun tetap saja, perasaan-perasaan bodoh itu masih saja bersarang di kepala mereka. Cae Rin, gadis fashionista itu tampil habis-habisan ala boneka Barbie yang dulu sempat menjadi idolanya. Sedangkan Hatori dan Min Woo tampak serius dengan pernikahan ini. Keduanya mengenakan pakaian formal serba hitam kebanggaan mereka. Hatori bahkan tak segan menyertakan dua ratus lima puluh orang anak buahnya untuk turut serta hadir dalam pesta ‘kecil’ sahabatnya itu. berlebihan memang, tapi apa boleh buat, semua yang dia mau haruslah tercapai, tak ada satu orang pun yang dapat melarangnya, termasuk si empunya acara.

“oppa!! Cepat cari Joon oppa, sebenarnya di mana dia? Sekarang jam berapa? Mengapa dia belum datang juga!!!!!” teriak Cae Rin pada Louis.

“sabarlah sayang… oppa bodohmu itu sedang menjemput pendeta yang akan memimpin jalannya pemberkatan hari ini. Salahkan oppamu yang sedang cengengesan di atas altar itu! tanyakan padanya, tidak adakah tempat lain yang lebih extrim selain tempat seperti ini? Tidak heran Joon datang terlambat, kau tau, bahkan jet pribadiku sempat kesulitan menuju lokasi ini kemarin.. tck….!!!

“lakukan sesuatu oppa! Jangan diam saja! Cepat telephone dia!!!”

“kau bisa melakukanya sendiri Cae Rin-ah! Kenapa menyuruhku!!”

“handphoneku terjatuh ke dalam danau oppa! Jika aku bisa melakukannya sendiri aku tak akan minta bantuanmu!!!” Cae Rin menginjak kaki Louis sebelum dia berlari mencari oppa lain yang mungkin bisa meladeninya dengan baik.

“yak…  gadis nakal!!! Awas kau!!” Cae Rin tertawa keras dengan lidah yang terus ia julurkan ke arah Louis. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu turut tertawa melihat muka merah Louis yang menahan sakit akibat injakan heels Cae Rin.

Suasana kekeluagaan di acara pernikahan Hyuk Jae dan Gyuri begitu ketara. Tak ada lagi dinding yang memecahkan tali persaudaraan mereka. Hubungan keluarga besar Lee dengan Seungri dan Cae Rin ikut membaik dengan kembalinya Hyuk Jae dan terselesaikannya masalah tiga bersaudara gila harta itu. semuanya berbaur jadi satu, tak ada kata tuan besar, tuan muda, atau ajudan di sore itu. satu kata yang selalu mereka ingat hingga ribuan senyuman tak henti-hentinya terpancar di bibir mereka, ‘cinta’. Begitu sederhana, tapi luar biasa efek yang ditimbulkannya.

Cae Rin terus menggoda satu per satu oppa-nya karna Joon benar-benar tak kunjung datang, padahal matahari sudah enggan menunjukan batang hidungnya. Tak ada yang dapat menolongnya karna semua juga tak tau di mana Joon berada. Sialnya ponsel satu-satunya yang ia bawa sore itu terjatuh ke dalam danau saat dia mencoba bermain-main dengan lumba-lumba kecil yang sesekali muncul ke samping danau. Indah.. cantik.. begitu pikirnya.

Tak terasa senyuman kembali terpancar dari bibir semua tamu saat mereka melihat Joon datang bersama seorang pendeta di sampingnya. Jalannya sedikit tergopoh karna pesawat jet mereka harus diparkir di tempat yang agak jauh dari lokasi karna tak mau merusak altar dadakan yang mereka dirikan tentunya. Joon membungkukkan badannya saat melewati deretan tamu saat menuju altar untuk mengantarkan pendeta yang akan memimpin pemberkatan sore itu.

–o-o

05.20 p.m

Wedding Mars telah diperdengarkan tanda bahwa pemberkatan nikah akan segera dimulai. Semua tamu berdiri menyamping kanan dan kiri. Altar nikah sengaja dihadapkan ke arah timur agar kedua pengantin dapan menjalani pemberkatan menghadap ke barat, tepat saat matahari tenggelam tiba. Suasana pemberkatan sore itu benar-benar romantis karna pemberkatan tepat dimulai saat altar mereka berlatar belakangkan matahari tenggelam. Tak ada lampu-lampu yang dinyalakan tentunya, karna pemberkatan dilakukan di tepi danau. Beruntung lilin-lilin kecil yang tertutupi kubah kaca berwarna hijau muda yang sengaja dinyalakan Jinnie tak padam karna angin yang berhembus sore itu cukup lembut, selembut senyuman Jinnie.

Semua mata tertuju pada sosok wanita muda yang ada di samping Seungri. Dia mengenakan gaun tipis berwarna biru muda, senada dengan yang dikenakan mempelai pria. Kedua bahu dan punggungnya dibiarkan terbuka, sengaja untuk memamerkan tubuh putih indah sempurnanya. Cae Rin sengaja memotong bagian bawah gaunnya hingga di atas lutut dan menambahkan panjang ekornya hingga tiga meter panjangnya.  Di atas kepalanya terselip sebuah mahkota mewah dengan taburan berlian warna biru, merah muda, dan juga kuning. Mahkota itu sengaja Hyuk Jae pesan pada pengrajin perhiasan terkenal di London yang dibandrol dengan harga fantastic tentunya. Tak ada hiasan apapun yang tergantung di lehernya, namun hal itu tak mengurangi keanggunan seorang Park Gyuri di sore itu. Tangan kanannya terselip pada lengan kiri Seungri, sedangkan tangan kirinya memegang sebuah buket bunga anggrek tanah yang dipadu dengan ilalang-ilalang kecil. Sangat indah jika dipadukan dengan jemari ramping Gyuri yang sedang menggenggamnya.

Hyuk Jae tersenyum lebar, saat tangannya berhasil mengenggam tangan Gyuri yang baru saja diserahkan Seungri padanya.

Pendeta Michael mengawali acara pernikahan itu dengan sebuah pengumuman pernikahan berbahasa Inggris dengan logat Yunani-nya.Pada hari ini, Senin tanggal 10 September 2012  pukul 05.30 p.m, kita akan melaksanakan pernikahan  dari saudara Hyuk Jae Lee dan saudari Gyuri Park. Kiranya Tuhan yang memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan akan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera!

Semua tamu yang hadir pada acara pernikahan itu tampak serius bahkan sejak Jinnie mulai menyalakan lilin-lilinnya tadi.

Bapa yang ada di dalam surga, berikanlah rahmat-Mu yang besar terhadap kami pada hari ini, tunjukkanlah kebaikan-Mu dengan memberkati pernikahan yang kami laksanakan hari ini. Terima kasih ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, amin!

Hyuk Jae dan Gyuri mulai merubah posisi mereka menjadi saling berhadapan. Keduanya saling berpegangan tangan. Terlihat di nadi kanan Hyuk Jae terukir nama Lee Gyuri di dalam separuh hati yang dihiasi sebuah salib dan matahari di sampingnya. Sedangkan Gyuri, memiliki tanda yang hampir sama di nadi kirinya. Di sana terukir jelas nama Lee Hyuk Jae di dalam separuh hati yang dihiasi sebuah bulan sabit dan salib di sampingnya. “Saudara Hyuk Jae Lee apakah saudara bersedia menerima saudari Gyuri Park sebagai istri saudara yang sah?”

Hyuk Jae mengangguk sembari tersenyum. “Ya, saya bersedia!”

Saudari Gyuri Park apakah saudari bersedia menerima saudara Hyuk Jae Lee sebagai suami saudari yang sah?”

“Ya, saya bersedia!” jawab Gyuri tak kalah mantapnya.

Hendaklah kalian berdua mendengar perkataan Firman ini: rumah tangga yang terpecah-pecah pasti runtuh, jika kalian terpecah-pecah tidak mungkin kalian akan bertahan, kasih mengatasi segala sesuatu, ia menutupi banyak sekali dosa!”

Gyuri dan Hyuk Jae saling bertatapan dalam, mereka bersiap mengucapkan janji pernikahan dengan lagu Glory glory Halleluyah sebagai iringannya.

“Di hadapan Allah dan umat-Nya, saya Hyuk Jae Lee menerima engkau Gyuri Park menjadi istri saya yang sah, saya akan bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga untuk memenuhi keperluanmu dan keluarga kita. Saya akan mencintai engkau, berlaku setia dan adil, serta menghormati engkau baik di masa senang ataupun susah, baik di masa sehat ataupun sakit, baik di masa kaya ataupun miskin, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji untuk menuntun keluarga kita pada kedewasaan kasih Kristus. Di hadapan Allah dan umatNya, saya berjanji!” ada aroma kebanggaan yang terpancar di diri Hyuk Jae saat mengucapkan janji itu dihadapan wanita yang sangat ia cintai itu. Gyuri tak henti-hentinya tersenyum, merasa bersyukur, Tuhan telah memberikan ganjaran yang indah untuknya.

“Di hadapan Allah dan umat-Nya, saya  Gyuri Park menerima engkau Hyuk Jae Lee sebagai suami saya yang sah. Saya akan menjadi penolongmu untuk menjalankan perintah Allah bagi keluarga kita. Saya akan mencintai engkau, berlaku setia dan menghormati engkau sebagai kepala rumah tangga, baik di masa senang atau susah, baik di masa sehat atau sakit, baik di masa kaya atau miskin, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji untuk membawa rumah tangga kita kepada kedewasaan kasih Kristus! Di Hadapan Allah dan umat-Nya, saya berjanji!”

Saudara Hyuk Jae Lee, Apa yang menjadi tanda bahwa mulai hari ini saudara mengikatkan diri dengan saudari Gyuri Park?”

Hyuk Jae mengeluarkan sebuah kotak kecil bludru berwarna merah padam dari sakunya. “cincin pernikahan!”

Saudari Gyuri Park, Apa yang menjadi tanda bahwa mulai hari ini saudara mengikatkan diri dengan saudara Hyuk Jae Lee?”

“cincin pernikahan!”

“Kalian berdua dipersilahkan saling menautkan cincin pernikahan di jemari pasangan kalian masing-masing!”

Hyuk Jae terlebih dahulu menautkan cincin perak bulat polos di jari manis Gyuri, disusul dengan Gyuri setelahnya. Tak ada yang terlihat spesial pada disain cincin yang mereka kenakan. Tak ada intan atau permata, cincin itu bahkan sama sekali tak berkilau seperti mahkota yang dikenakan Gyuri. Hanya saja, ketika diperhatikan secara cermat, di tengah-tengah cincin itu ada sebuah pipa yang di dalamnya adalah campuran darah Hyuk Jae dan juga Gyuri. Keduanya sepakat untuk menjadi satu, seperti darah mereka yang membaur tak terpisahkan yang ada di dalam pipa kecil itu.

Demikianlah keduanya akan menjadi satu, dan saling mengikatkan diri, seperti cincin ini yang tidak bertepi, di dalam kasih Tuhan Yesus! Saya minta saudara-saudara saling berciuman! Apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia! Saya persilahkan saudara-saudara untuk datang ke altar untuk menerima berkat Allah!”

Hyuk Jae dan Gyuri saling berpandangan seraya tersenyum. Hyuk Jae mendekatkan kepalanya ke arah kepala Gyuri, bersiap memberikan ciuman terindah di pernikahan mereka sore itu. Tak ada kerudung tipis yang menutupi wajah cantik Gyuri di pemberkatan itu, membuat Hyuk Jae tersenyum nakal, karna moment yang sudah sangat ia tunggu-tunggu akan segera tiba.

“sebutkan permintaanmu nyonya Lee, sebelum aku hilang kendali dan tak memberikan satu kesempatanpun untuk mengajukan permintaan setelah ini…”

Gyuri tak hilang akal. Moment ini juga adalah moment yang paling ditunggu-tunggu oleh seorang Gyuri, dia bertekat menyampaikan permintaanya yang sempat ia janjikan saat mereka di Jepang dulu pada Hyuk Jae saat prosesi pernikahan benar-benar diselenggarakan, dan sore itulah waktunya.

“oppa, aku…..” Gyuri membisikkan sesuatu yang tak dapat didengar oleh siapapun di telinga Hyuk Jae. Tak lama setelah mendengar permintaan Gyuri, Hyuk Jae tersenyum lalu segera menghadiahkan sebuah kecupan hangat di bibir Gyuri. Ciuman manis yang membuat semua orang yang hadir di sore itu merasa iri. Bahkan Jinnie sudah tak kuasa menahan haru saat dia melihat anak kesayangannya berhasil mendapatkan kebahagiaannya.

Suara gaduh yang dihasilkan oleh gesekan kedua telapak tangan para tamu yang hadir dia acara pernikahan itu menjadi penutup dari serangkaian upacara pernikahan suci yang baru saja dijalani pasangan bahagia Lee Hyuk Jae dan juga Park Gyuri. Oh.. tidak. Tapi, pasangan Lee Hyuk Jae dan Lee Gyuri.

–o-o

Boeing 747-81 VIP

10.00 p.m

“euummm….apa lagi haaa…”

“yak.. Lee Hyuk Jae apa yang kau maksud dengan ‘apa lagi’ haaaa!!!”

“aishhh.. katakan saja, jangan menggangguku malam ini. Tadi sore sudah cukup kau menyabotase istriku, malam ini giliranku. Kau, tak boleh mengganggu kami lagi!!”

“tcihh,,,, berniat mengganggupun tidak. Asal kau tau, aku, Lee Seung Hyun pantang mengganggu orang yang sedang dimabuk cinta. Apa kau mengerti!!”

“baik, aku mengerti. Karna kau TAK PERNAH memiliki niat menggangguku, jadi cepat tutup telphonenya. Jangan telephone lagi setelah ini ok!!”

Hyuk Jae bersiap menekan tombol off sebelum terdengar teriakan dari Seungri. “t-tunggu dulu Hyung!!! Aku hanya ingin memastikan, apa perjalananmu berjalan dengan baik?”

“semuanya berjalan dengan baik hingga kau menelephoneku di tengah kegiatan mandiku!”

Seungri terkikik geli. “aku hanya takut mungkin saja rodamu bocor, atau kau kehabisan bahan makanan, atau mungkin tiba-tiba saja Joon dan Woon menghilang saat kau membutuhkan mereka, dan ata—“

“hentikan!! Itu semua tidak akan mungkin terjadi. Kami hanya pergi selama tiga hari, jangan memperlebar masalah! Cepat tutup telephonenya atau aku akan membunuhmu malam ini juga!!!”

“hahahhahahahaha……” terdengar suara tawa yang sangat keras di telinga Hyuk Jae. Bukan hanya suara tawa Seungri saja tentunya. Karna Louis, Jin Ki, Min Woo, Hatori, Max, dan Cae Rin juga ikut serta di dalamnya. Mereka ber-tujuh sedang bersiap-siap kembali ke Seoul bersama dengan menggunakan pesawat Jet pribadi Seungri. Pesawat Jet Louis rusak karna sayap pesawat sebelah kirinya hancur saat Cae Rin nekat ingin mencoba mengendarainya sendiri. Sedangkan pesawat jet milik Hatori sudah tak dapat diisi lagi, bahkan hanya dengan adanya dirinya di dalamnya. Itu karna semua hadiah pernikahan Gyuri dan Hyuk Jae yang tergolong tak masuk akal itu semuanya dibiarkan berserakan di dalamnya. Terlepas dari semua alasan konyol itu, mereka memang berniat untuk pergi bersama, mengenang kebersamaan bersama yang pernah mereka rajut bertahun-tahun yang lalu lamanya.

–o-o

Blue Ocean 705 VVIP

11.00 p.m

“oppa…” Gyuri mencari-cari laki-laki yang baru saja sah menjadi suaminya.

“oppa… “ tak ada suara jawaban tenor yang biasanya terdengar renyah di telinga Gyuri. Dia cari-cari keberadaan suaminya di dalam kamar mewahnya. Kosong. Tak ada seorang pun di dalamnya. Begitu juga dengan kamar mandinya. Hanya ada suara air mengalir dari kran yang lupa ditutup oleh penggunanya.

Gyuri berjalan santai menelusuri setiap lorong yang ia lewati. Sesekali ia perhatikan setiap ruangan yang ada di dalam kapal pesiar pribadi milik suaminya itu. benar-benar luar biasa. Untuk apa suaminya membeli kapal pesiar mewah yang menyerupai pulau Orsos untuk hadiah pernikahannya. Gyuri lebih senang bepergian naik mobil atau mungkin sepeda motor saja. Pergi ke tempat yang ramai dikunjungi banyak pasangan, bergandengan tangan lalu berfoto bersama adalah impiannya. Tapi Gyuri tak mau munafik, hadiah ‘kecil’ yang diberikan Hyuk Jae padanya akan selalu berharga dan indah asal Hyuk Jae ada di sampingnya.

“oppa… apa yang kau lakukan? Malam ini dingin sekali, kau tidak berniat berenang di malam hari kan?”  Pada akhirnya Gyuri menemukan suaminya sedang berdiri sendirian menghadap kolam renang di atap kapal pesiar mereka. Hyuk Jae terkekeh, sebodoh apapun dia, Hyuk Jae tak akan mungkin menyiksa dirinya dengan menjeburkan diri ke dalam genangan air dingin yang siap mematikan syaraf-syaraf orang yang masuk ke dalamnya tentunya.

“aku menunggumu….” Hyuk Jae tersenyum. “ikut aku…..!” Hyuk Jae menarik pergelangan tangan Gyuri, membimbingnya mengikuti arah yang ia tuju. mereka berdua duduk di sebuah kursi bundar kayu berwarna coklat yang lebih terlihat seperti meja dari pada kursi karna permukaanya yang cukup lebar, sebuah karpet bulu tebal hangat menyelimuti permukaan kayu itu. Kursi itu terletak di tengah hellipad lantai paling atas kapal pesiar mewah yang dibeli Hyuk Jae dengan harga $500.000.000 itu.  Gyuri duduk menghadap arah dimana angin malam berhembus, sedangkan Hyuk Jae sibuk mengeluarkan selimut tebal dari dalam kantung yang sudah ia siapkan sejak tadi. Tepat setelah Hyuk Jae melingkarkan lengannya ke tubuh Gyuri, disertai dengan selimut tebal yang turut menyelimuti tubuh mereka, lampu-lampu kapal sengaja dipadamkan. Hanya tersisa lampu-lampu kecil warna-warni yang dibiarkan tersenyum, menyaksikan romantisme tali cinta yang terjalin antara Hyuk Jae dan Gyuri.

“kau harum sekali nyonya Lee…” Gyuri merasakan bibir Hyuk Jae bergetar tipis di telinganya. “aku sangat menyukai aroma ini…” Lagi. Getaran itu membuat tubuh Gyuri sedikit begidik, geli.

“benarkah..??” Hyuk Jae mengangguk di bahu Gyuri. Tangan kirinya melingkar di perut Gyuri, sedangkan tangan kanannya melingkar di dada Gyuri, membuat siapapun orang yang melihatnya iri. Ingin juga merasakan kehangatan yang sama seperti yang mereka rasakan malam itu. Beruntung ada selimut tebal yang menutupi tubuh mereka, jadi Woon atau Joon tak perlu lari terbirit-birit karna malu saat mereka khilaf ingin melihat adegan ini.

“kau suka tempat ini heumm….?”

“sedikit?” jawab Gyuri singkat.

“sedikit?” Gyuri mengangguk. “aku pikir ini romantis…!!” Gyuri tersenyum, dia tau Hyuk Jae sedikit merasa kecewa dengan jawabannya, terlihat dari suaranya saat dia menjawab pernyataan Gyuri.

“ini memang sangat romantis. Terlebih karna di sini ada oppa. Aku akan sangat senang jika bisa berada di sisi oppa dimanapun aku berada. Hanya saja, aku pikir oppa terlalu membuang-buang uang oppa. Aku tidak suka boros, bepergian keliling kota Seoul saja asal bersamamu aku akan bahagia oppa……. “

“aku tidak membuang uang sayang.. aku hanya membelanjakannya. Sedikit!”

“sedikit?” Hyuk Jae mengangguk. “aku yakin kapal pesiar ini oppa beli dengan banyak uang kan?”

“tentu saja dengan uang, tapi hanya sedikit.. percayalah, masih ada tabungan untuk anak-anak kita nanti… hehehhe..!”  Gyuri menghadap ke arah Hyuk Jae, dia tatap dalam manik mata indah Hyuk Jae. Gyuri tersenyum manja, saat dia merasakan kecupan kecil di bibirnya. “aku, sangat mencintaimu Lee Gyuri. Hari ini dan selamanya….”

“aku tau oppa…!” Gyuri mengalungkan kedua lengannya di leher Hyuk Jae. Dia ciumi rahang kanan dan kiri Hyuk Jae, sesekali dia hisap ujung rahang keras Hyuk Jae itu. Baginya bersama Hyuk Jae adalah segalanya, dengan atau tanpa kekayaan yang melekat pada dirinya, Hyuk Jae terlalu berharga untuk dibiarkan begitu saja. “oppa.. ada bintang jatuh, ayo buatlah permohonan…!!” Gyuri memejamkan kedua matanya. Kedua jemarinya bertaut rekat di hadapan dadanya. Setelah beberapa detik lamanya Gyuri membuka matanya dan tersenyum mendapati wajah Hyuk Jae yang begitu dekat dengannya.

“apa permintaanmu? Heummm….?” Tanya Hyuk Jae penasaran.

“itu rahasia..!”

“ayolah katakan padaku, sedikit saja…!!!” Gyuri menggeleng. “katakan!! Atau kalau tidak aku akan terjun ke dalam lautan sekarang!!” Gyuri tertawa lepas. Baginya sifat kekanak-kanakan Hyuk Jae adalah hal yang paling ia tunggu. Ia paling menikmati moment dimana Hyuk Jae bersikap manja padanya. Menyenangkan.

“jangan berlebihan oppa, kau ingin terjun dari sini hanya karna ingin tau apa permohonanku?” Hyuk Jae mengangguk polos. “tckkk….!”

“ayolahhh….!!” Pinta Hyuk Jae lagi.

“I wish, I were you, oppa….!!” Hyuk Jae terdiam. Tak mengerti apa maksud dari permohonan Gyuri. Menjadi dirinya? Tidak masuk akal.

Gyuri meletakkan kepalanya di dada Hyuk Jae. Dia sudah berganti posisi dari duduk membelakangi suaminya menjadi duduk di pangkuan hangat Hyuk Jae. Tangan kirinya ia letakkan di punggung Hyuk Jae, sedangkan tangan kanannya ia tautkan dengan tangan kiri Hyuk Jae.

“aku, ingin merasakan bagaimana memiliki ini…!” ucap Gyuri pelan dengan menunjuk dada Hyuk Jae. “aku ingin tau, bagaimana hati ini berfungsi dengan baik di dalam tubuhku. Terbuat dari apa hati ini hingga orang-orang disekelilingku begitu memujaku. Aku ingin merasakan itu oppa…!!”

Hyuk Jae merengkuh pipi dingin Gyuri, dia kecup hangat kedua pipi merah Gyuri yang sedikit membeku karna dinginnya cuaca malam itu. “gomawo….!” Entah untuk apa ucapan terimakasih itu keluar dari mulut Hyuk Jae. Tak ada yang tau apa maksud dari permintaan Gyuri dan ucapan terimakasih Hyuk Jae. Yang mereka tau adalah, mereka saling mencintai, dan tak ingin berpisah karna alasan apapun saat ini.

“oppa… punggung dan perutmu mengeras, itu artinya kau kedinginan, aku juga…” ucap Gyuri setelah telapak tangannya menjelajahi permukaan punggung dan perut Hyuk Jae.

“lalu?”

“oppa…!!” Gyuri tersipu malu.

“tapi di sini indah, lihatlah, banyak bintang bertaburan di sana!” Hyuk Jae menunjuk arah langit yang memayungi malam mereka. Memang benar jutaan bintang nan indah bertaburan di sana. Tapi apa artinya bintang indah itu jika cuaca dingin yang Gyuri rasakan sudah menusuk kulit hingga tulang Gyuri. Betapapun indahnya bintang-bintang itu, Gyuri lebih memilih tidur di dalam kamar dengan selimut tebal yang menghangatkan tubuhnya. Dia enggan menyiksa diri hanya dengan alasan ‘bintang di sana sangat indah’. Itu adalah kebodohan.

“kalau begitu aku kembali ke kamar dulu.. oppa di sini saja ok. Nikmati bintang-bintang indah itu!” Gyuri menyibakkan selimut yang sedari tadi menutupi tubuh mereka. Dia bergegas berlari ke tangga menuju arah kamarnya. Hyuk Jae terkikik, mana mungkin dia terus berdiam diri di sana sendirian. Kedinginan. Siapapun tak mau mengalaminya.

Perlahan-lahan Hyuk Jae berjalan menelusuri lorong-lorong menuju kamarnya. Dia yakin Gyuri pasti marah padanya, karna dia tak mau menuruti permintaan Gyuri untuk segera kembali ke dalam kamar mereka.

“sayang…!!” panggil Hyuk Jae manja. Dia lihat istrinya sedang bersembunyi di dalam selimut tebalnya seperti seekor kepompong. “istriku….” Panggil Hyuk Jae lagi. Tapi Gyuri bergeming, sengaja ia diamkan Hyuk Jae begitu saja karna dia masih merasa kesal padanya. “hachimmm….. “ Hyuk Jae pura-pura bersin, kedinginan.

Tak menunggu lama, begitu mendengar suara bersin di telinganya. Gyuri seketika itu langsung bangun dari tidurnya. Raut mukanya tampak begitu khawatir. Seperti biasanya, Gyruri, yang memiliki sifat keibuan, memang paling mudah dibohongi oleh Hyuk Jae dan juga Seungri. Tak terkecuali malam itu.

“oppa.. baik-baik saja?” Gyuri melihat Hyuk Jae yang sedang mencari-cari sesuatu di dalam tas kecil yang ia bawa. Pura-pura saja tentunya.

“sepertinya aku terkena flu, di mana obatku? Sepertinya aku menyimpannya di sini!”

Hyuk Jae beralih tempat menuju laci-laci kecil di sebelah ranjang tidurnya dan Gyuri. Dia tunjukkan mukanya yang seolah-olah kebingungan mencari-cari obatnya. Acting yang sempurna.

“kemarilah… “ Gyuri menarik lengan Hyuk Jae. “duduklah di sini, aku akan panggil Joon dulu, biar dia memeriksamu..”

“j-jangan! Joon pasti sudah tidur, jangan ganggu dia, besok saja, aku akan menemuinya sendiri.”

“t-tapi..!!”

Hyuk Jae merebahkan diri di atas ranjang, dia tarik Gyuri agar ikut berbaring di sampingnya. “ssssstttttt!! Jangan banyak bicara, kepalaku pusing! Cukup dengan tidur bersamamu, sakitku pasti akan segera sembuh!”

Gyuri yakin mukanya sudah memerah, dia bisa merasakan permukaan kulit mukanya memanas saat Hyuk Jae menempatkan kepalanya tepat di atas dada Gyuri. Lengan kanan Hyuk Jae sudah melingkar erat di perut rata Gyuri, wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Cukup ragu, Gyuri ingin membelai kepala laki-laki yang sedang tidur di atas dadanya itu, tapi, ada rasa takut dan malu saat dia ingin melakukannya.

“sayang.. kenapa diam saja heumm??”

“tadi oppa bilang kepala oppa sedang pusing, jadi tidurlah yang nyenyak. Aku tidak ingin menunda rencana bulan maduku karna suamiku sakit.!!”

Hyuk Jae tersenyum geli. Kenapa Gyuri tak pernah belajar dari pengalaman, begitu pikirnya. Hyuk Jae bahkan masih dengan mudah membohongi Gyuri padahal sudah jelas dia sama sekali tidak sakit.

Pada akhirnya Gyuri tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh laki-laki yang sudah terlelap di dalam pelukannya itu. Gyuri tak dapat menutup matanya sekalipun ia sudah berkali-kali memaksanya. Kedua mata Gyuri sudah terlanjur gemas, tak ingin lepas dari sosok karya Tuhan yang paling indah yang sedang memejamkan matanya itu. Jemari telunjuk Gyuri terus berjalan-jalan dari alis mata Hyuk Jae hingga bibirnya. Sungguh tak dapat dipercaya, laki-laki itu benar-benar menjadi miliknya. Senyuman lebar tak henti-hentinya terukir di bibir Gyuri, dalam hatinya ia terus bersyukur kepada Tuhan yang telah mengirimkan kebahagiaan tiada tara untuknya.

–o-o

Boeing 747-81 VIP

11.46 p.m

Empat begundal nakal itu sudah tidur dengan nyenyak di tempat duduk mereka masing-masing, namun tidak dengan Cae Rin dan Seungri, keduanya masih terjaga, tak mau melewatkan kebersamaan mereka. Cae Rin menikmati kecupan-kecupan kecil yang dihadiahkan Seungri untuknya. Begitu hangat dan bergairah.

“oppa!”

“eumm….!”

“kira-kira apa yang dilakukan Hyukkie oppa dan Gyuri eonni sekarang?”

“aku tidak tau! Aku tidak memasang satu kamera pun di rumah mereka!”

“dan kapal pesiar?”

“ada beberapa di sana, tapi itu hanya untuk berjaga-jaga saja. Mereka sedang berbulan madu, aku tidak mungkin terus mengawasi mereka. Itu sama sekati tidak sopan…”

“sejak kapan seorang Lee Seung Hyun mempunyai sopan santun, haa…??”

“aishh.. aku hanya merasa tidak enak dengan nuna. Dia sangat ingin menikmati hari-hari bersama berdua saja dengan laki-laki bodoh itu!”

“benar juga… tapi, oppa, aku ingin tau, berapa banyak emas yang Hyukkie oppa dapat dari Lee appa?”

“kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu?”

“apa aku salah bicara?”

“tidak, hanya saja tidak biasanya kau mengurusi urusan orang lain seperti ini!”

“aku hanya ingin tau….”

“emas yang kakak dapat ada di tanganku!”

“dia memberikannya untukmu?” Seungri mengangguk.

“tidak sepertiku, kakak hanya mendapatkan dua batang emas dengan ukiran namanya di atasnya.”

“a-apa kau bilang? D-dua?” Cae Rin tak percaya. Hyuk Jae hanya mendapatkan dua batang emas dari ayahnya? Cae Rin bahkan mengambil lima batang emas milik Seungri untuk dicairkan kembali sebagai pelapis kaca mata dan sepatu favorit terbarunya.

“eumm… dua batang! Ayah menyimpannya di dalam almari kerjanya di rumah kita. Ruangan yang tak pernah aku masuki selama lima tahun lamanya.”

“t-tapi, dari mana Hyukkie oppa mendapatkan uang untuk melangsungkan pernikahannya di Santorini? D-dan lagi kapal pesiar mirip pulau Orsos  yang oppa beli, itu semua uang dari mana?” Cae Rin masih tak percaya dengan cerita kekasihnya, terlihat jelas dari setiap kata yang terucap dari bibir Cae Rin yang masih terasa bergetar, terbata.

“dia punya banyak uang. Sangat banyak, dengan atau tanpa emas itu, dia masih bisa bertahan hingga empat turunan lamanya!”

“oppa, jangan membohongiku lagi!”

“aku tidak berbohong, kau tidak percaya jika kakakku punya banyak uang? Menjadi pembalap mobil dengan taruhan nyawa sepertinya cukup layak juga dengan gaji yang ia dapat!”

“bukan itu oppa! Yang aku maksud adalah emas itu! mana mungkin Hyukkie oppa hanya mendapatkan dua batang emas? Itu artinya ayahmu masih saja memperlakukan Hyukie oppa dengan tidak baik!” kali ini nada bicara Cae Rin terdengar meninggi karna kekesalannya.

“kau menyalahkan ayahku?” Cae Rin hanya diam. “ayah bukannya tidak adil. Memang dia hanya meninggalkan dua batang emas untuk kakak, tapi di bawah dua batang emas itu ayah meninggalkan sertifikat perusahaan minyak bumi yang dikelola ayah secara diam-diam di Saudi Arabia. Tuan Kim, orang kepercayaan ayah-lah yang mengurusnya selama ini. Asal kau tau, dengan uang yang kakak miliki, ditambah harga saham perusahaan minyak bumi yang sekarang ia miliki, dia bisa membeli banyak pulau untuk jadi koleksi. Dia bisa membeli 15 pabrik kimchi instan kita, membeli semua barang di pabrik mabelmu, 10 kapal pesiar pribadi, 17 ferrari, 5 pesawat jet, membeli banyak lahan kosong untuk dijadikan investasi, dan bahkan seluruh anak buah Max juga bisa dia beli..”

Mendengar penjelasan dari Seungri membuat Cae Rin tersenyum lega. “syukurlah kalau begitu. Jadi kelak, nuna tidak perlu bekerja keras lagi karna mendapatkan suami pemalas seperti Hyukkie oppa!”

“kau benar, aku juga senang jika kehidupan mereka terjamin tanpa harus bekerja keras mencari uang lagi…” Seungri menarik Cae Rin lebih mendekat dengannya. “sudahlah, kita tidak perlu membicarakan urusan pribadi mereka. Sekarang kakakku adalah seorang suami, dan nuna adalah seorang istri. Mereka berdua berhak menentukan jalan hidup mereka sendiri, kita berdua hanya perlu berdoa untuk kebahagiaan mereka”

“kau benar oppa! Mendengar setiap ucapanmu membuatku yakin, aku akan bahagia jika kelak aku harus hidup selamanya dengan laki-laki hangat dan pengertian sepertimu!”

“benarkah?” Cae Rin mengangguk. “kalau begitu aku akan menelephone kakakku! Minggu depan kita menikah!!”

“yakk!! Bukan begitu maksudku!”

“baiklah kalau kau tidak mau! Besok pagi saja kita menikah!”

“yak!”  Cae Rin memukul kepala Seungri pelan. “yak! Singkirkan tanganmu dari pinggangku!!”

“tidak mau!!”

“oppa!! Hentikan!”

“tidak!!”

“yakkkkkk!!!!!”

Cae Rin dan Seungri mengakhiri cakap-cakap malam mereka dengan sedikit pertengkaran namun berujung dengan saling menghujani pelukan dan kecupan. Malam itu, semua orang yang berbau keluarga Lee tampaknya dapat memejamkan kedua mata mereka dengan perasaan bahagia di hati mereka masing-masing. Mereka berharap, setelah hari itu, mereka dapat menjalani hari dengan indah, seindah bulan yang menyinari malam mereka.

–o-o

11 September 2012

Blue Ocean 705 VVIP

08.00 a.m

Jam dinding berbentuk kepala singa yang tergantung di dinding kamar mereka menunjukkan pukul delapan pagi. Keduanya masih terlelap dalam indahnya mimpi merka. Posisi tidur mereka sudah berubah. Bukan lagi Hyuk Jae yang tidur di atas dada Gyuri, tapi Gyurilah yang tidur di atas tubuh Hyuk Jae. Tampaknya,Gyuri sengaja membiarkan dirinya dikuasai setan agar dia terus menggerilya tubuh suaminya sekalipun pemiliknya sedang tertidur lelap bak orang mati.

Tok tok ~

“yak!! Hyuk Jae-ya!!!”

Tok tok ~

“Hyuk Jae-ya!!!”

Joon menggerutu kesal, lima belas menit sudah dia berdiri sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar utama di dalam kapal pesiar itu, dia mencoba sabar, bagaimanapun juga dia harus bersikap sopan pada pasangan pengantin baru yang entah sedang melakukan apa di dalam. Tapi pada akhirnya kesabaran Joon habis. Suara yang sudah ia tahan akhirnya lepas begitu saja dari tenggorokannya. Cukup keras menurutnya, tapi entah mengapa tetap saja tak ada jawaban dari keduanya.

“Hyuk Jae-ya!! Bangun!! Kita sudah sampai!! Kau mau turun sekarang atau aku minta pada tuan Shin agar dia menjalankan kapal pesiar ini lagi!!!” teriak Joon geram.

“Hyuk Jae-ya!! Aishhhhh!!!!” Joon dengan kedua makhluk yang ada di dalam sana. Ia putuskan untuk meninggalkan kamar itu. Joon berencana pergi snorkling dengan Woon sementara menunggu pemilik kapal pesiar itu bangun dari tidurnya.

“oppa….!!” Gyuri menepuk-nepuk pelan pipi kiri Hyuk Jae.

“ssstttttt!! Sebentar lagi ok!”

“kalau begitu lepaskan tanganmu, aku akan pergi mandi dulu…!”

“euummmm…!!” Hyuk Jae mengerang di bahu Gyuri. “tidak bisa. Kau harus menemaniku tidur…!!”

“aishhh….!! Setidaknya biarkan aku turun dari ini. Apa oppa tidak merasa berat karna aku tidur di atasmu seperti ini”

“tidak, kau bisa melakukannya setiap hari jika kau mau!”

“benarkah?” tanya Gyuri nakal.

Keduanya tersenyum, Hyuk Jae melanjutkan acara tidurnya pagi itu. Gyuri menutup mulutnya rapat. Tak mau mengganggu tidur suaminya pagi itu. Gyuri yakin suaminya pasti sangat lelah, karna pernikahan mereka digelar dua hari setelah race kedua belas digelar. Semua persiapan dilakukan sendiri oleh Hyuk Jae dengan sedikit bantuan dari Seungri tentunya. Gyuri tak membantu apapun karna Hyuk Jae ingin pernikahan mereka kala itu menjadi hadiah terindah yang dapat ia berikan untuk Gyuri.

Gyuri membelai dada Hyuk Jae yang sedang ia jadikan alas kepalanya. Gyuri dapat mendengar dengan jelas setiap irama yang dihasilkan oleh detak jantung suaminya. Tak terasa kedua sudut bibirnya tertarik ke atas. Mengapa tidur dengan posisi seperti ini sangat menyenangkan? 😀

“Gyul….”

“eumm?”

“mu mu….!!” Hyuk Jae menunjuk permukaan bibirnya.

“lepaskan tanganmu dari pinggangku dulu oppa, setelah itu aku akan memberikan apa yang kau mau…”

“tidak! Ayo lakukan! Berikan aku sebuah hadiah manis di sini..!” tunjuk Hyuk Jae lagi di bibirnya.

“tidak!” jawab Gyuri tegas. “yak, oppa!! Apa yang oppa lakukan padaku! Jangan macam-macam atau aku akan berteriak!!” teriak Gyuri saat Hyuk Jae merubah posisi tubuh Gyuri yang semula ada di atas tubuh Hyuk Jae menjadi sebaliknya.

“teriak saja sekencang yang kau bisa! Tidak akan ada orang yang menolongmu! Lagi pula kau istriku, aku berhak melakukan apapun terhadapmu!”

“t-tapi paling tidak oppa harus minta ijin dariku dulu!” jawab Gyuri lirih. Gyuri bukannya tidak mau, dia hanya merasa sedikit malu dengan posisi mereka sekarang. Hyuk Jae mengapit kedua lengannya dengan lengan kokohnya. Sedangkan tubuhnya ikut terkunci dengan tubuh Hyuk Jae yang sekarang ada di atas tubuhnya.

“tadi malam kau menjamah seluruh tubuhku tanpa ijin juga kan? Dan aku diam saja!”

Oh Tuhan. Matilah Gyuri, bagaimana mungkin laki-laki yang tidur dengan sangat lelap, bahkan terdengar dengkuran kecil dari tenggorokannya merasakan apa yang telah Gyuri lakukan terhadapnya. Well, Gyuri masih tau batas kewarasan tentunya. Hanya saja, tertangkap basah menjamah tubuh orang yang sedang pura-pura tidur tentu membuatnya sangat malu tentunya.

Hyuk Jae terkekeh geli melihat muka merah Gyuri karna menahan malu. “tidak apa-apa jika kau ingin melakukannya lagi, aku tidak keberatan!” Goda Hyuk Jae disertai gigitan kecil di bibir merah Gyuri.

“yakkk!! Oppa!! Awas kauu!!”

Gyuri bangkit dari posisinya setelah Hyuk Jae berlari ke dalam kamar mandi meninggalkannya sendirian dengan rasa malu yang ia rasakan.

“bodoh. Bodoh. Bodoh.!!” Gyuri memukuli kepalanya sendiri. Masih merasa malu atas tindakannya yang ternyata masih dapat dirasakan dengan jelas oleh suaminya. “hhuufftthhh…!! Bagaimana ini…..”

Masih dengan muka paniknya, Gyuri turun dari ranjangnya kemudian menuju almari pakaian besar yang ada di sebelah ruang tidurnya. Ia segera menyiapkan pakaian bersih untuk Hyuk Jae, suaminya. Ia tak tau pasti ke mana suaminya akan mengajaknya pergi. Namun jika dilihat dari kendaraan yang mereka naiki, Gyuri yakin, tempat yang akan ia kunjungi tak akan jauh dari yang namanya ‘air’.

–o-o

11 September 2012

Alexandria

10.00 a.m

Hyuk Jae berjalan menuju sebuah rumah singgah kecil di pinggiran laut Mediterania dengan sebuah koper di tangannya. Sedangkan Gyuri masih bingung dengan apa yang suaminya lakukan padanya. Yang dia tau, dia hanya memiliki waktu tidak lebih dari tiga hari untuk bulan madu, karna Hyuk Jae harus menjalani race ketiga belasnya di Long Beach Street Circuit satu minggu mendatang. Yang membuatnya bingung adalah, mengapa setelah perjalanan berjam-jam-nya beserta Woon dan Joon harus diakhiri dengan singgah di sebuah pulau kecil tak berpenghuni seperti sekarang ini. Belum lagi ternyata kapal pesiar mereka baru saja lepas landas lengkap dengan Joon dan Woon tentunya. Sekarang, hanyalah Gyuri dan Hyuk Jae lah yang tinggal di tempat itu tanpa tau pasti apa yang harus ia lakukan nantinya.

“sayang! Ayolah.. cepatlah sedikit!”

“oppa, tempat macam apa ini? Mengapa Joon dan Woon meninggalkan kita? Bukankah kita tidak mempunyai waktu banyak untuk berbulan madu?”

“eumm… mereka akan kembali besok. Kita hanya akan bermalam sehari di sini..” Gyuri masih terlihat bingung dengan penjelasan Hyuk Jae. “jangan khawatir, mereka berdua tidak akan meninggalkan kita, mereka hanya memberi waktu untuk kita agar bisa menikmati bulan madu kita dengan baik.” Jelas Hyuk Jae sambil tersenyum.

“tapi sepertinya pulau ini menakutkan!” Ucap Gyuri sambil berlari menuju rumah singgah kecil mereka.

“menakutkan? Tapi dia sepertinya sangat menikmatinya?!” ucap Hyuk Jae sendirian. Bagaimana tidak, Gyuri lebih terlihat sangat antusias dari pada ketakutan seperti yang baru saja dia utarakan. “tunggu aku…..!!” teriak Hyuk Jae sambil berlari mengejar istrinya yang sudah bersiap masuk ke dalam tempat peristirahatan mereka.

–o-o

01.10 p.m

Aroma harum masakan yang baru saja disajikan Gyuri di atas meja makan mereka memaksa Hyuk Jae untuk segera menyantapnya. Gyuri memasak banyak makanan untuk makan siang mereka, sepertinya Hatori benar-benar berniat memberi hadiah untuk mereka. Terlihat dari rumah yang mereka tempati, walaupun kecil, tapi rumah itu sangat nyaman untuk dihuni pasangan baru menikah seperti mereka. Dapur masak untuk Gyuri sengaja dibuat agak lebar, mengingat Gyuri gemar memasak, Hatori ingin memberikan tempat terbaik bagi Gyuri untuk menyalurkan hobi masaknya di sana. Almari es besar yang terselip di sudut dapur mereka terisi penuh dengan berbagai bahan makanan segar. Ada banyak minuman ringan dan buah-buahan yang tersedia di atas meja makan mereka. Gyuri puas dengan hadiahnya itu. Bagi Gyuri, dapat menyiapkan makanan lezat untuk orang-orang yang ia cintai adalah kenikmatan yang luar biasa yang ia rasakan.

“makanlah yang banyak oppa! Jangan sampai terlihat kurus, nanti orang-orang berfikir aku bukan istri yang tak becus karna tak dapat merawat suaminya dengan baik..”

“kenapa harus memikirkan orang lain?”

“bukan begitu, aishhh…!”

“euumm… ini enak.!” Puji Hyuk Jae setelah ia makan sup paprika kuning yang di campur dengan rumput laut segar buatan Gyuri.

“benarkah? Makan ini juga Oppa!” Gyuri meletakkan sirip hiu asap yang ia panggang setengah matang dengan olesan kecap asin dan irisan cabai hijau di atasnya. Gyuri tersenyum bahagia melihat suaminya makan dengan lahap semua masakan yang ia siapkan untuknya. “makanlah pelan-pelan, nanti oppa bisa tersedak!”

“ini semua sangat lezat! Sering-seringlah masak seperti ini!” Gyuri mengangguk antusias. Dia tak lagi ikut menyantap makan siangnya. Perutnya kenyang, hanya dengan melihat ekspresi wajah Hyuk Jae yang seperti orang kelaparan karna sudah satu minggu tak makan apapun.

Gyuri mengusap bibir Hyuk Jae dengan ibu jarinya, membersihkan sisa makan yang tertinggal di sana saat dia lihat sang suami sudah selesai menyantap dim sum  jamur es di mangkuknya. Hyuk Jae tersenyum kaku menanggapi perhatian wanita yang sudah sah jadi istrinya itu. Baginya, terkadang ia merasa tak pantas menerima perhatian yang diberikan Gyuri untuknya. Gyuri terlalu baik jika harus mendapatkan laki-laki sepertinya. Hyuk Jae masih sering merasa bersalah karna ia masih menyimpan kenangan tentang Nara di hatinya. Apakah hal itu termasuk dalam kategori penghianatan?

“minum juice-mu oppa!” Gyuri menyodorkan juice strawberry yang sudah ia campur dengan youhurt anggur di dalamnya. “aku akan membersihkan ini semua dulu…”

Hyuk Jae mengangguk, dia lihat Gyuri yang sedang sibuk membersihkan piring-piring kotor yang ia gunakan untuk makan tadi. Gadis itu, terlihat sangat cantik. Sempurna.

“aku akan membantumu.”

“membantu apa?”

“membantumu membersihkan ini semua?”

“sejak kapan membantu membersihkan piring kotor dengan cara seperti ini oppa!!” Hyuk Jae terkekeh. Memang benar, Hyuk Jae sama sekali tak membantu. Yang Hyuk Jae lakukan adalah memeluk erat pinggang Gyuri dari belakang, membuat pemiliknya kesusahan saat akan bergerak ke sana ke mari meletakkan piring-piring mereka. “aishh.. oppa, lepaskan! Nanti piringnya bisa terjatuh!”

“kita bisa membelinya lagi nanti” bisik Hyuk Jae di telinga Gyuri.

–o-o

04.50 p.m

Tak banyak yang dapat mereka lakukan di rumah itu. Menonton tv bukanlah pilihan yang bijaksana yang dapat dilakukan di sana mengingat mereka sama sekali tak mengerti dengan bahasa mereka. Terlebih semua acara tv lebih sering menyiarkan sinetron yang sama sekali tak mereka suka.

Setelah lelah bemain PS3 bersama, Hyuk Jae dan Gyuri akhirnya memilih untuk berjemur santai di loteng rumah mereka. Hatori menyiapkan sebuah ranjang gantung menyerupai sebuah ayunan besar di sana. Bagian atasnya terbuat dari daun palem kering yang sengaja ditata rapi menyerupai atap.

“Gyul…”

“eum… apa kau bahagia bersamaku seperti ini?”

“eumm…” jawab Gyuri disertai anggukan. “tentu saja.. aku tidak pernah main-main dengan hidupku oppa. Hidup bersamamu adalah pilihan terbaik untukku.”

Mendengar jawaban itu Hyuk Jae langsung memeluk erat Gyuri erat. “terimakasih karna kau bahagia bersamaku. Setelah ini, berjanjilah padaku, jangan pernah bersedih, jangan pernah menangis karna aku. Mengerti!!”

Gyuri mengangguk di pelukan Hyuk Jae. Ia peluk erat laki-laki yang juga sedang memeluknya erat itu.

“oppa, tapi aku kesepian…”

“kau merindukan adik manjamu? Heumm…” Gyuri terkekeh. Belakangan ini Hyuk Jae memang sering menunjukkan kecemburuannya terhadap kasih sayang yang ia berikan untuk Seungri. Menurut Hyuk Jae sikap manja Seungri terlalu berlebihan pada Gyuri, dan dia sebagai seorang lelaki terpaksa cemburu karnanya.

“tentu saja. Seungri, anak itu mudah sekali dirindukan. Padahal kami baru berpisah beberapa jam saja…ahhhh….” Jawab Gyuri nakal. Sengaja ia goda suaminya, Gyuri paling senang melihat sikap Hyuk Jae saat ia terbakar api cemburu.

Mendengar jawaban itu, Hyuk Jae langsung melepaskan pelukannya kemudian tidur memunggungi Gyuri. Ia tau, istrinya sedang menggodanya, maka dari itu Hyuk Jae pura-pura marah agar Gyuri terjebak ke dalam perangkapnya.

“oppa…..” Hyuk Jae bergeming, pura-pura marah tentunya. “oppa,….” Panggil Gyuri lagi.

Hyuk Jae beranjak dari ranjang tidurnya. Sengaja ia tinggalkan Gyuri sendiri di sana. Dia berjalan menuruni tangga kayu rumah mereka menuju ke arah pantai. Tak lama setelah itu Gyuri mulai panic, dia takut bulan madu hari pertama mereka gagal karna Hyuk Jae marah padanya. Segera ia ikuti kemana arah suaminya pergi.

“oppa…..!!” teriak Gyuri kencang. “tunggu aku…!”

Hyuk Jae masih berpura-pura marah pada Gyuri. Ia tak menjawab satupun panggilan Gyuri bahkan hingga suara istrinya itu sedikit terdengar serak. Gyuri menarik kaos belakan Hyuk Jae kemudian segera memeluk pemiliknya dari belakang.

“dengarkan aku! Tidak peduli kau marah atau tidak, yang jelas oppa harus bertanggung jawab penuh terhadapku atas hari ini! Hari ini adalah hari pertama bulan maduku! Jadi tak seorangpun boleh merusaknya termasuk kau, oppa!”

“mwo!! Memangnya apa yang aku lakukan dengan bulan madumu? Heumm….!!”

“oppa!!!” Gyuri memukul lengan Hyuk Jae agak keras. Membuat Hyuk Jae sedikit merasa kesakitan. Tapi dia merasa puas saat dia melihat ekspresi frustasi Gyuri. Keduanya tertawa lepas sambil bermain air pantai yang terlihat sangat biru dan bening itu. Cuaca panas yang tadi sempat mereka rasakan berganti dengan kesejukan yang diberikan oleh angin pantai Alexandria sore itu. Matahari sudah bersiap meninggalkan belahan bumi yang mereka pijak, romantisme bulan madu mereka akan segera ditemani oleh indahnya bulan sabit yang tampak malu-malu menunjukkan mukanya.

Kedua orang dimabuk cinta itu tampak lelah setelah puas dengan acara bermain air mereka. Tubuh mereka basah akibat percikan-percikan air yang sengaja diguyurkan oleh keduanya pada tubuh pasangan mereka masing-masing.

“sayang… setelah ini, jangan pernah membuatku cemburu lagi, jangan terlalu memanjakan Seungri lagi, jangan dekat-dekat dengan Joon lagi, jangan menerima telephone Hatori lagi, jangan menerima kiriman susu dari Louis lagi, dan jangan pergi ke panti asuhan sendiri dengan Jin Ki lagi!!!” Gyuri melongo saat mendengar semua permintaan Hyuk Jae tadi, tapi sedetik kemudian Gyuri segera mengangguk, tak mau Hyuk Jae marah padanya lagi. “istri yang baik!!” ucap Hyuk Jae sambil berusaha meraih tubuh Gyuri ke dalam pelukannya.

“yak!! Gyul.. kau mau ke mana!!”

“badanku lengket, aku ingin mandi!!” jawab Gyuri sambil berlalu meninggalkan Hyuk Jae sendirian di pantai.

“yak!! Kau!! Tunggu aku!!” Hyuk Jae segera bangkit dari duduknya, kemudian sedikit berlari mengikuti Gyuri. Setelah ia berhasil mendapatkan Gyuri, Hyuk Jae segera menggendong Gyuri di depan dadanya. “haruskah aku melakukan ini di hari pertama bulan madu kita?” lagi-lagi wajah Gyuri memerah, merasakan nafas Hyuk Jae yang baru saja menyapu permukaan kulit mukanya.

Gyuri mengangguk setuju, kemudian mengalungkan kedua lengannya di leher Hyuk Jae. Hyuk Jae menggendong istrinya ke dalam kamar mandi yang berada di balkon kamar mereka. Kejadian ini akhirnya mereka lakukan lagi, di tempat berbeda dan status yang sudah berubah pula.

may I see everything that I’ve never seen?” pinta Hyuk Jae yang dijawab anggukan pelan kepala Gyuri.

Buth up hijau transparan yang menyerupai sebuah mangkuk raksasa itu sengaja dibeli Hatori dari Paris untuk mempermanis desain interior rumah mini untuk sahabatnya itu. Rak handuk dari bambu menjalin yang dibentuk menyerupai singa yang sedang tidur bertengger indah di samping bath up mereka. Kamar mandi di balkon kamar mereka menghadap langsung ke arah pantai, tanpa atap, tanpa sekat.

Perlahan-lahan Hyuk Jae melepas satu persatu kain yang melekat di tubuh sexy istrinya. Gyuri hanya pasrah dengan perlakuan suaminya, kali ini dia melakukan semuanya bukan karna takut suaminya marah padanya, tapi memang inilah yang ia inginkan di hari dimana ia sah menjadi milik suaminya tentunya.

you-make-me-so-hot-Gyul…!” bisik Hyuk Jae ditelinga Gyuri.

you-too-oppa!” erang Gyuri saat Hyuk Jae merekatkan dada bidangnya dengan miliknya. Jemari Gyuri bertamasya ria di atas permukaan punggung berotot suaminya. “perfect!”

I know!” Hyuk Jae terkekeh geli.

Gyuri melanjutkan acaranya mengusap setiap inci permukaan kulit badan atas suaminya, tak mau melewatkan sedikitpun. Sedangkan Hyuk Jae sibuk menghisap madu di leher manis Gyuri. Terus dan terus, menjadikannya sebuah candu. Semua orang yang melihatnya pasti tau, jika mereka tak benar-benar sedang membersihkan diri. Kata-kata mandi hanya dijadikan sebagai sebuah aliby bagi mereka untuk melakukan kegiatan intim bulan madu mereka berdua.

are you sure about this?” tanya Hyuk Jae mencoba meyakinkan.

“I wouldn’t dare in this place if I’m not, oppa!” Hyuk Jae segera membimbing Gyuri yang sudah hampir naked itu keluar dari mangkuk raksasanya. Gyuri menarik pinggang Hyuk Jae untuk berbalik ke arahnya saat kedua kaki mereka berhasil menapak lantai kamar mandi mereka kembali.

what are you doing?” tanya Hyuk Jae.

I just help you!” Hyuk Jae tersenyum caggung. Kedua tangan Gyuri sudah sibuk untuk segera melepas ikatan celana kain pantai yang dikenakan Hyuk Jae.

you will see my strength after this Gyul…!” Gyuri tersenyum sambil meletakkan satu lengannya di tengkuk Hyuk Jae. Sedangkan satu lengan lainnya dia tempelkan di punggung basah suaminya itu. Kedua paha putih mulus Gyuri bahkan sudah melingkar indah di pinggang kekar Hyuk Jae.

show me!” perintah Gyuri.

Hyuk Jae bukanlah type orang yang akan menyia-nyiakan kesempatan emas yang ia dapat. Segera setelah Gyuri memberi titah khusus untuknya, Hyuk Jae segera membantu Gyuri untuk merebahkan dirinya di atas King Size Bed ber-sheet putih yang tampak begitu nyaman malam itu. Hyuk Jae mengajari Gyuri bagaimana cara menanggalkan sisa rajutan benang yang masih melekat di tubuhnya satu per satu. Perlahan dan pasti.

do you wanna save your hand in my pocket, oppa?” Hyuk Jae menyeringai, kegirangan.

can I” pertanyaan retoris yang hanya dijawab sebuah kekehan dari bibir Gyuri.

you must give me much money oppa after this oppa!” Hyuk Jae tersenyum smirk.

I’ll give more than that!” bibir merah Gyuri basah akibat tebasan lidah Hyuk Jae yang dengan liar mengusik kesegaran bibirnya. “You’re so good to me, Gyul…”

I Know! Auh…..” Gyuri mengaduh saat dia rasakan gigitan kecil di dadanya. Meninggalkan tanda merah di sana. “do it slowly oppa!”

arasso!” Hyuk Jae mulai kehilangan kendali, “euhh… G-gyul…. that’s amazing! I can’t believe that God can creates a beautiful young lady like you!”

shut up and kiss me oppa!” Gyuri memulai permainan mereka dengan sebuah ciuman dalam dan liar di bibir merah Hyuk Jae. Telapak tangan Gyuri menekan tengkuk Hyuk Jae agar dia dapat merasakan manisnya bibir suaminya malam itu. Hyuk Jae sedikit terengah mengikuti ritme yang dibuat oleh Gyuri. Adam apple Hyuk Jae naik turun saat Gyuri dengan liar menyesapi nikmatnya bibir laki-laki yang sudah jadi miliknya itu.

you’re so impatient, Gyul!” ucap Hyuk Jae di tengah-tengah acaranya menghirup oksigennya.

Gyuri tersemum simpul. “now I know that you never work hard before this, oppa!” ejek Gyuri saat dia melihat suaminya terlihat kelelahan di awal permainan mereka.

you’ll see!” lagi-lagi Hyuk Jae tersenyum nakal penuh makna.

euhh…damn!!” Gyuri meremas kasar rambut kepala Hyuk Jae. “O-oppa! Stop playing with your finger! Just take it in! right NOW!!”

Gyuri mengerutkan dahinya saat dia merasa sedikit kesakitan oleh ulah suaminya. “sorry!” bisik Hyuk Jae. “I will make you feel all better after this! I promise!” Gyuri hanya mengangguk sambil terus berpegangan erat di tengkuk Hyuk Jae. Hal itu justru membuat Hyuk Jae sedikit kewalahan menahan bobot tubuh dan nafsunya sendiri.

d-do it softly and fast O-oppa!” Hyuk Jae terkekeh mendengar permintaan istrinya.

promise me that you will never ever regret after this!”

n-never!!!” Gyuri menggarukan kuku jemarinya di punggung Hyuk Jae kasar, mungkin akan sedikit meninggalkan luka di sana setelahnya. “uhhh….. ! you’re s-so b-bed o-oppa..!!! Don’t screw it up o-oppa! Or uhh…..!”

Hyuk Jae terkekeh. Mendengar pujian-pujian yang diperdengarkan Gyuri melalui desahan dari mulutnya. Dia puas dan bangga dengan kinerja apiknya.

o-oppa! I’m sure that I’ll kill you after this if you still make many tattoes on my neck like this!!” lagi, Hyuk Jae menggigit leher putih Gyuri untuk yang ke sekian kalinya, tak terhitung jumlah tanda yang ditinggalkan Hyuk Jae di sana. Dia puas melakukan itu semua, tak bermaksud menyakiti, dia hanya ingin sekedar memberi tanda cintanya malam itu pada istri hebatnya.

Malam pertama kegiatan bulan madu mereka terasa sempurna, diawali dengan makan siang bersama, sedikit pertengkaran kecil, kemudian permainan air di pantai, dilanjutkan dengan mandi romantis di mangkuk raksasa, sebelum diakhiri dengan malam pertama bergairah yang dilalui bersama. Tak ada yang dapat mengukur seberapa besar kebahagiaan yang Hyuk Jae rasakan saat ia, untuk pertama kalinya,  melihat dan menjamah seluruh tubuh indah milik istrinya. Begitu pula dengan Gyuri, tak ada yang tau, betapa bahagianya Gyuri, dapat menyerahkan seluruh tubuhnya untuk Lee Hyuk Jae, suami yang sangat ia cintai di sepanjang hidupnya.

sarangheo Lee Gyuri!”

–o-o

12 September 2012

09.05 a.m

Hyuk Jae menggeliat saat dia mendengar suara yang sangat mengganggu telinganya. Suara yang dihasilkan dari gesekan bibir Gyuri dan lehernya. Dia juga merasa dadanya sesak untuk diajak bernafas di pagi itu. Kedua alis matanya bertaut, saat dia merasakan sedikit nyeri di lehernya. Bukan karna pegal akibat begadang semalaman, tapi nyeri itu diakibatkan oleh ulah Gyuri, istrinya sendiri yang sedang melakukan aksi balas dendamnya saat dia melihat banyak sekali tatto yang dibuat suaminya di depan kaca.

Gyuri sengaja membuat tanda yang hampir sama dengan jumlah yang dibuat suaminya terhadapnya. Hyuk Jae tampaknya benar-benar lelah, karna dia baru merasakan nyeri itu saat lehernya benar-benar sudah berubah menjadi merah.

“jangan melakukannya lagi! Orang-orang akan berfikir kau melakukan kekerasan rumah tangga terhadap suamimu!”

“mereka hanya akan berfikir jika kita adalah pasangan ‘gila’!”

“mwo!” ucap Hyuk Jae, sok terkejut.

“oppa pikir apa yang akan mereka pikirkan saat melihat leher dan lenganku? Oppa bahkan meninggalkan jejak juga di pahaku!! Menyebalkan!” Hyuk Jae hanya terkekeh mendengan semua ocehan Gyuri.

“kau sudah berjanji tidak akan menyesali apapun yang aku perbuat terhadapmu heummm! Jadi kau menyesal sekarang?”

“t-tidak juga….!!” Pipi Gyuri memerah. Tentu saja dia tidak menyesal, sama halnya dengan Hyuk Jae, dia juga sangat menikmati malam pertama mereka. “aku akan membersihkan diri dulu oppa!” Hyuk Jae terkekeh melihat kelakuan istrinya. Sifat polos dan liarnya bercampur jadi satu, berjalan secara beriringan dengan baik.

Gyuri sudah selsai selesai membersihkan dirinya. Rambut basahnya sengaja ia biarkan terurai menutupi punggungnya yang hanya ia tutupi dengan bath towel merah muda.

“cepat pakai bajumu Gyul… jangan sampai kau menyesal untuk yang kedua kalinya pagi ini!” Hyuk Jae yang masih bermalas-malasan di atas ranjangnya mulai protes karna Gyuri terus saja menggodanya dengan tubuh sexy-nya.

“lakukan saja jika oppa mau! Aku tidak keberatan!” ucap Gyuri enteng. Tangan kanannya sibuk memainkan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya. “o-oppa! K-kau! Apa yang kau lakukan!” Gyuri tersentak saat dia merasakan sepasang tangan putih susu melingkar di pinggangnya.

“aku ingin bermain lagi!” ucap Hyuk Jae sambil mencium tengkuk manis Gyuri.

“yak!!! Oppaaaa!!!!!” Hyuk Jae segera berlari kencang ke arah kamar mandi di balkon mereka sebelum kepalanya terkena hantaman hairdryer dari tangan Gyuri. “awas kau oppa!!!” Gyuri mengunci pintu kaca yang memisahkan kamar mandi dan kamar tidur mereka. Ditariknya green bed curtain  mereka agar Hyuk Jae tak lagi bertingkah disaat Gyuri merapikan dirinya.

–o-o-

Hyuk Jae menuruni tangga dengan pakaian santainya. Membuat Gyuri sedikit kecewa, karna suaminya tak mengenakan pakaian yang sudah ia siapkan.

“kenapa berpakaian seperti itu!”

“memangnya kenapa? Harusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau memakai pakaian seperti itu!!”

“tadi Joon menelephone, dia bilang sebentar lagi meraka akan menjemput kita!”

“lalu?”

“tentu saja aku harus berpakaian seperti ini! Begitu juga dengan oppa!”

“pakaian ini bagus kan? Cae Rin membelinya saat dia pergi ke Paris minggu lalu!”

“aku tau itu bagus, tapi sebentar lagi mereka akan menjemput kita. Oppa ingin memamerkan leher merah oppa, haa!!!”

“sekarang sedang musim panas istriku, kau pikir orang-orang tidak curiga jika aku menggunakan pakaian dan syal yang kau siapkan? Kita akan terlihat seperti pasangan berpenyakit, bukan pasangan baru menikah!!”

“ini salahmu oppa!”

“itu bukan salahku! Itu semua salahmu, kenapa kau tak menolak saat aku melakukannya tadi malam!”

“aishhhhh….!” Hyuk Jae dengan santai duduk sambil menikmati brunch-nya. Tak dia hiraukan tatapan mematikan istrinya. Dia puas berhasil membuat Gyuri kebingungan seperti itu. walau sejujurnya dia juga merasa malu jika orang lain memperhatikan lehernya dan leher istrinya yang sudah bermotif ubur-ubur merah itu.

“jangan terlalu menutup diri seperti itu sayang. Apa kau tidak merasa kepanasan dengan pakaian seperti itu?” Hyuk  Jae merasa bersalah membuat istrinya salah tingkah dengan pakaian yang hampir menutupi seluruh permukaan kulit istrinya itu. “aku akan menelephone Joon, kita bisa kembali besok pagi. Hari ini kita lanjutkan bulan madu kita di sini saja!” lanjut Hyuk Jae dengan cengiran kudanya.

“t-tidak perlu. Aku akan ganti baju dulu…” Hyuk Jae hampir menyemburkan sayuran di mulutnya saat melihat ekspresi konyol istrinya. Park Gyuri. Bagaimana mungkin sifatnya bisa semudah itu berubah setelah nama marga Lee tersemat di depan namanya.

Gyuri berlari menelusuri tangga kayu rumah mereka. Segera dia pilih baju yang sederhana namun tetap elegan untuk menutupi tubuh macan-nya. Tak berapa lama setelah itu Gyuri turun dengan gaun selutut warna hijau dengan aksen bunga pada dada dan lengannya. Ada kain bermotif bunga dengan aneka warna yang ia sematkan di lehernya. Gyuri terlihat anggun dan menarik. Walupun tatto-tatto itu tak benar-benar tertutupi, namun berkat pertolongan kain itu Gyuri terlihat aman dari anggapan orang-orang yang mungkin akan berfikir bahwa Gyuri baru saja terkena gigitan vampir putih susu macam Lee Hyuk Jae.

“begitu lebih baik!” puji Hyuk Jae. “Joon sudah menunggu di luar, semua barang-barang sudah masuk ke dalam koper kan?” Gyuri mengangguk. “aku akan mengambilnya dulu, dan.. eum.. sepertinya aku memerlukan syal juga, sepertinya tidak buruk jika memakainya di siang hari!” Hyuk Jae menaiki tangganya di antar kekehan Gyuri. Bagaimanapun juga keduanya sadar, bahwa apa yang mereka lakukan memang terlampau berlebihan.

Gyuri bercakap-cakap ringan dengan Joon di luar rumah kecil mereka sembari menunggu Hyuk Jae. Joon tak datang dengan kapal pesiarnya, namun dia datang dengan pesawat jet pribadi hadiah dari Louis untuk mereka. Joon hanya datang untuk mengantarkan kendaraan yang akan mereka gunakan untuk menuju tempat bulan madu pasangan Lee itu berikutnya. Selebihnya Hyuk Jae-lah yang akan menentukan tujuan perjalanan mereka selanjutnya tanpa campur tangan dari siapapun, termasuk Gyuri dan Joon tentunya.

–o-o

12 September 2012

Casablanca – Marocco

10.20 p.m

Gyuri dan Hyuk Jae melewati malam hari kedua bulan madu mereka di atap rumah kayu tradisional Cassablanca. Pemilik rumah yang tak lain adalah salah satu staff  Ferrari Lile William yang sengaja menyiapkan sepasang kursi dengan meja kecil di tengahnya untuk mereka berdua.

“Cae Rin ingin sekali membangun sebuah café di atas atap seperti ini!” kalimat yang pertama kali diucapkan Gyuri setelah mereka menikmati langit Cassablanca malam itu dalam diam beberapa menit lamanya.

“benarkah? Kita harus mengambil gambar momment ini untuk ditunjukkan pada Cae Rin, aku yakin dia akan menangis merengek minta Seungri untuk segera membuatkan untuknya.!”

“kau benar oppa! Eumhhh… Aku merindukan Cae Rin!”

Hyuk Jae menggenggam jemari dingin Gyuri. Dia cium permukaan lengan Gyuri lembut, kemudian dia tautkan jemarinya dengan jemari milik Gyuri untuk berbagi kehangatan.

“aku juga merindukannya. Dia dan Seungri, keduanya sangat mudah dirindukan.!”

“oppa…!” Gyuri menjatuhan kepalanya di bahu Hyuk Jae.

“eumm….?”

“oppa ingin memiliki berapa anak?”

“dua, laki-laki dan perempuan…”

“aku pikir dua anak laki-laki lebih baik!”

“tidak… anak pertama kita laki-laki. Saat besar nanti dia akan mengikuti jejakku. Dan anak kedua kita perempuan, dia pasti akan sangat cantik sepertimu. Dia harus membantu Seungri menjalankan perusahaan yang ditinggalkan kakeknya.!” Gyuri tersenyum mendengar pernyataan Hyuk Jae. Walaupun terkesan memaksakan kehendak, tapi Gyuri dapat menagkap keinginan Hyuk Jae untuk mendapatkan anak itu tulus. Hyuk Jae bahkan sudah memikirkan masa depan untuk anak-anaknya kelak.

“bagaimana jika kita hanya mendapatkan anak laki-laki dan tidak mendapatkan anak perempuan seperti keinginan oppa?”

“tidak masalah, asal dia tak sendirian. Aku akan berjuang memberikannya adik agar dia tidak kesepian sepertiku dulu!” bisik Hyuk Jae di telunga Gyuri. Satu lengan Hyuk Jae melingkar di pinggang Gyuri, mempersempit jarak diantara mereka. Langit Cassablanca rupanya cukup indah untuk dinikmati di atas atap seperti apa yang mereka lakukan di sana. Bintang-bintang berhamburan menemani bulan agar tak kesepian. Dua cangkir coklat panas yang mereka bawa melengkapi malam indah mereka kala itu. Gyuri dan Hyuk Jae tak henti-hentinya tersenyum saat mereka berdua merencanakan masa depan indah mereka.

“oppa, ayo turun. Aku sudah mengantuk!”

“baiklah….!”

“lepaskan tanganku oppa! Aku bisa jatuh jika kau terus memainkan lenganku!” Gyuri heran, Hyuk Jae mungkin sudah teracuni angin malam Cassablanca, matanya memerah dan dia tampak aneh. “kenapa tersenyum seperti itu?”

“tidak apa-apa!” diletakannya punggung lengannya pada kening suaminya. Gyuri takut mungkin saja Hyuk Jae keracunan makanan saat mereka singgah di sebuah kedai makanan kecil di seberang jalan rumah sahabat Hyuk Jae itu.

“so!”

“let’s continue our game tonight!” pipi Gyuri memerah mendengar ajakan suaminya. Entah karna malu atau karna udara dingin yang menerpa kulitnya. Keduanya menuruni atap segera. Tak ingin suasana hati mereka ikut berubah seiring dengan perubahan cuaca Cassablanca yang begitu cepat.

“it’s raining!” celoteh Gyuri saat mereka masuki kamar mereka.

“that’s good!” Hyuk Jae memeluk tubuh Gyuri dari belakang. Dia letakkan dagunya pada bahu kanan Gyuri manja.

“why? I hate cold!”

“anio… I j-just…, eum… I like the sound of rain. I remember when my mother sang a song for me before I slept!”

Gyuri membalikkan badannya sehingga mereka saling berhadapan. “I can sing a song for you before you sleep if you want, oppa!” Hyuk Jae tersenyum kemudian menghadiahi Gyuri dengan sebuah kecupan singkat di pipinya.

“I wish I can hear your voice tous les jours (setiap hari *French).”

“you will get it! My masculino!!”

Hyuk Jae terkekeh mendengar panggilan Gyuri yang menyebut dirinya ‘masculino (suami *Spanish)’. Baginya terkadang dia belum sepenuhnya percaya bahwa dia adalah seorang suami sekarang. Mendapatkan istri sempurna seperti Gyuri adalah keberuntungan yang Hyuk Jae dapatkan dalam hidupnya.

Malam itu, Gyuri benar-benar menyanyikan lagu tidur untuk Hyuk Jae. Sama halnya dengan apa yang pernah ia lakukan saat Hyuk Jae berada di Hospital Hotel milik hatori dulu.

estoy enamorado de ti (I’m in love with you *Spanish)… Gyul!” ucap Hyuk Jae di sela-selanya mendengarkan suara merdu Gyuri. Matanya terpejam, namun kedua gendang telinganya enggan beristirahat dari buaian suara Gyuri.

sí, lo sé (yes, I know *Spanish)” Gyuri belai kepala Hyuk Jae lembut. Dia tatap lekat makhluk yang sedang tidur di hadapannya itu. “guapo (tampan *Spanish)!!” Hyuk Jae tersenyum dalam gelap malamnya.

“tudurlah.. jangan menyanyi lagi. Kau pasti lelah my femenino (istri *Spanish)!”

Gyuri mengangguk sebelum mengakhiri lagunya dengan kecupan-kecupan singkat di kelopak mata Hyuk Jae. “manis!!” ucap Gyuri.

“lakukan lagi besok, Gyul.. kau boleh melakukan apapun yang kau mau! I’m yours!!”

Gyuri terkekeh geli mendengar ucapan suaminya. Dia tau bahwa dirinya memang benar-benar sudah gila. Sehari saja tak mengecup kelopak mata Hyuk Jae rasanya ada yang aneh dengan dirinya. Gyuri tak sanggup membayangkan akan seperti apa jika dia harus membagi Hyuk Jae dengan anak-anaknya kelak. Pasti akan sangat lucu, saat anak-anak mereka protes karna ayah mereka mendapatkan perhatian jauh lebih banyak dari pada mereka.

“sleep tight, my masculino”

–o0o

13 September 2012

Lile William’s Home – Casablanca

09.00 a.m

Gyuri bangun bersamaan dengan ayam-ayam jantan yang berseru memamerkan suaranya. Dengan sangat bersemangat Gyuri mencoba berbagai macam resep masakan baru ala Marocco. Hyuk Jae masih saja asyik menyembunyikan dirinya di bawah selimut tebalnya. Sekalipun Gyuri sudah berkali-kali membangunkannya namun hasilnya tetap sama. Kedua mata Hyuk Jae masih saja tertutup rapat, enggan untuk terjaga.

“sayang..” Gyuri menyibakkan selimut yang menutupi tubuh suaminya. Perlahan-lahan Gyuri melepaskan satu per satu rekatan kancing piyama suaminya. “aku sudah menyiapkan banyak makanan. Cepatlah mandi dan segera makan, sekarang sudah lebih dari pukul sembilan, apa oppa berencana menghabiskan waktu kita hari ini dengan terus memejamkan mata eumm?”

Gyuri masih melanjutkan kegiatannya untuk menanggalkan pakaian atas suaminya, berharap setelah sinar matahari menyengat kulit putih suaminya itu, dia akan segera terjaga. “give me a sweet kiss over here!” ucap Hyuk Jae parau sambil menunjuk permukaan kepalanya.

“buka matamu dulu, oppa! Tuan Lile sudah bangun dari tadi dan kau terus saja berdiam diri di sini! Apa kau sudah lupa cara untuk malu eumm??”

“maybe!” jawab Hyuk Jae sambil tersenyum nakal.

“Keanny menelephone, dia bilang kalau kita harus segera terbang ke America, ada hal penting yang akan dibicarakan perusahaan tentang karir balapmu!”

“ooaaahhhhhhhh!” Hyuk Jae hanya menguap, menanggapi kabar yang baru saja disampaikan istrinya. “We will go to America tomorrow, I wanna go shopping with you first. This is our day, nobody can distrub us! Arasso!!” Gyuri hanya mengangguk, dia tinggalkan sebuah kecupan singkat di pelipis kiri Hyuk Jae sebelum dia pergi meninggalkan suaminya sendirian.

Dua pasang suami istri muda itu terlihat sangat bahagia saat menikmati santapan brunch mereka. Hyuk Jae sesekali membuat lelucon yang membuat Gyuri tak dapat menahan rasa kaku di perutnya karna tawanya yang tak kunjung mereda. Nyonya Lile yang cenderung lemah lembut terlihat hanya tersenyum sambil malu-malu menyuapkan makanannya ke mulutnya sendiri. Berbeda dengan tuan Lile yang lebih tampak ceria dan humoris.

Acara makan mereka ditutup dengan hidangan penutup khas Casablanca yang dibuat Gyuri melalui pembelajaran singkat nyonya Lile. Gyuri tak henti-hentinya tersenyum lebar saat suaminya terus saja memuji keahlian memasak istrinya. Tak ada yang meragukan keahlian yang dimiliki seorang Lee Gyuri, tak terkecuali tuan dn nyonya Lile. Halaman belakang rumah keluarga Lile berubah menjadi saksi bisu dari kebahagiaan yang mereka semua rasakan.

—0-0

The Pluto – Marocco

03.40 p.m

Banyak sekali paper bag yang tergantung di tangan mereka. Karna mereka tak mungkin membawa oleh-oleh dari Alexandria yang memang merupakan sebuah pulau buatan tak berpenghuni, maka mereka memutuskan untuk memborong sebanyak mungkin barang untuk dijadikan oleh-oleh bagi keluarga mereka. Hyuk Jae bahkan sudah menyewa dua orang porter untuk membantunya membawa barang-barang yang mereka beli.

“yang ini sepertinya cocok untuk Seungri!” kata Gyuri sambil menunjukan sebuah kaca mata unik dengan simbol dolar pada frame samping kanan dan kirinya. “dan yang ini untuk Cae Rin!” Gyuri menunjukkan sebuah kaca mata serupa pada Hyuk Jae, rupanya itu adalah kaca mata pasangan kekasih.

“sayang.. semua barang yang sudah kita beli semuanya untuk oleh-oleh teman kita. Sampai kapan kau akan memikirkan mereka? Harusnya kau juga membelikan sesuatu untukku!” keluh Hyuk Jae sambil memanyunkan bibirnya.

“aku belum menemukan sesuatu yang cocok untukmu oppa! Lagi pula oppa sudah punya banyak barang, oppa tidak perlu membeli barang-barang seperti ini lagi…”

“arasso! Kalau begitu pergilah belanja sendiri. Aku akan menunggumu di sini…!” Hyuk Jae meletakkan barang belanjaan yang ada di tangannya sembarangan. Merajuk.

“kemarilah…!” Gyuri membimbing Hyuk Jae untuk duduk di sebuah kursi bentuk jamur yang berada di dekat sebuah toko baju. “duduklah! Oppa pasti lelah….!” Gyuri berjongkok kemudian memberikan sedikit pijatan kecil pada betis kanan Hyuk Jae. “setelah ini kita pergi membeli makanan terlebih dahulu, baru kita lanjutkan jalan-jalan kita…” ucap Gyuri disela-sela kegiatannya.

Hyuk Jae sedikit merasa bersalah karna tak sepenuhnya bisa memahami apa yang diinginkan istrinya. Selama ini Gyuri-lah yang lebih sering mengalah dan memahami dirinya. Hyuk Jae memberi hadiah sebuah kecupan di pucuk kepala Gyuri saat istrinya masih saja berjongkok memijati kakinya.

“bangunlah, kau juga lelah kan.. sekarang giliranku memberi hadiah pijatan untukmu!”

“eum… sudah merasa lebih baik?” Gyuri justru menanggapi perintah Hyuk Jae dengan sebuah pertanyaan.

“aku baik-baik saja, bangunlah…!!”

“kalau begitu kita pergi membeli makanan kecil, tiba-tiba aku ingin nonton film bersama oppa!”

Gyuri meraih pergelangan suaminya yang masih saja duduk tercengang di kursinya. Hyuk Jae pikir hubungan mereka akan sedikit memburuk karna sikapnya yang selalu saja tak sabaran terhadap Gyuri. Tapi ternyata tidak, Gyuri sangat memahami isi hati suaminya, Gyuri selalu berusaha membuat hati suaminya nyaman berada di dekatnya.

Hyuk Jae terjepit dalam antrian panjang menuju loket penjualan tiket film yang akan mereka lihat. Hyuk Jae memilih menonton film horor kesukaannya, dia ingin mencari-cari kesempatan saat Gyuri mungkin merasa ketakutan. Pikiran licik yang sudah dapat ditebak secara akurat oleh Gyuri.

Sementara Hyuk Jae masih sibuk memikirkan lama dirinya akan berdiri di barisan ular naga itu, Gyuri pergi ke suatu tempat untuk mengambil barang pesanannya. Sebuah hadiah kecil untuk suaminya tercinta.

“aku sudah mendapatkan tiketnya, ayo kita masuk!” Hyuk Jae menarik tangan Gyuri antusias. “kau takut?” Gyuri menggeleng cepat.

“filmnya belum dimulai, jadi aku tidak merasa takut sama sekali…!”

“hahahhaha…. Benar juga! Mana makanannya? Aku lapar, kenapa film horor selalu banyak peminatnya? Aneh…!”

“kau juga aneh oppa! Kita pergi ke sini untuk menikmati bulan madu kita, kenapa oppa memilih film horor dan bukan memilih film drama romantis saja huhhh?”

“eummm… a-aku pikir, film horor jus-tru le-b-bih roman-t-tis, Gyul…”

“aku tau maksud oppa apa! Sudahlah, film-nya sudah dimulai!”

Hyuk Jae menikmati film horor pilihannya dengan tenang. Sedangkan Gyuri sama sekali tak merasa ketakutan karna yang dilakukan Gyuri hanyalah memandangi wajah suaminya dalam kegelapan. Penglihatan Hyuk Jae yang memang sedikit tak normal saat digunakan dalam kegelapan membuatnya tak sadar, jika sepanjang film diputar istri yang sedang duduk di sebelahnya tak pernah melepaskan pandangannya terhadap dirinya sedetikpun.

“bahkan saat gelap pun aku masih bisa melihat betapa tampannya kau, oppa!” bisik Gyuri di telinga Hyuk Jae. Dia tak ingin diprotes semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut saat mulutnya mengeluarkan kegaduhan.

“apa kau baru menyadarinya?” jawab Hyuk Jae dengan suara yang tak kalah lirihnya namun masih bisa didengar Gyuri dengan jelas. Gyuri mengangguk, tanpa Hyuk Jae sadari Gyuri telah berhasil mengikat sebuah kalung berbandul salib di lehernya. Ukuran salib itu cukup besar dan terlihat sedikit mewah. Ada nama Lee Gyuri terukir di balik salib tersebut. Hyuk Jae tersenyum lebar saat dia menyadari bahwa Gyuri sedang memberikan sebuah hadiah manis untuknya.

Hyuk Jae memeluk erat Gyuri, berkali-kali dia ganjari pipi halus Gyuri dengan kecupan-kecupan mesra dan hangat. Puluhan kali ucapan terima kasih dan maaf diucapkan Hyuk Jae ditelinga Gyuri. Mulai saat itu Hyuk Jae bertekat, bahwa dia tak akan pernah menyia-nyiakan cinta Gyuri untuknya. Dia harus menyimpan semua cinta dan kenangan Nara jauh di dasar hatinya, dan hanya menyisakan nama Gyuri sebagai masa depan hidupnya.

“aku akan selalu berada di sisimu oppa, sama seperti kalung ini yang tak akan pernah pergi dari lehermu! Menemanimu saat kau sakit dan sehat, saat kau sedih dan senang… aku… sangat.. mencintaimu… Lee Hyuk Jae!” Gyuri mengecup leher suaminya singkat. Kecupan yang berarti sebuah tanda, bahwa dia, sepenuh hatinya hanya dapat mencintai Hyuk Jae, dan tak akan mungkin tergantikan oleh siapapun di dunia ini.

“I Love You too, my Gyul…!”

~TBC~

HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi

HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi

HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi

HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi

HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi

HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi HyukRi

0-0

Hihiihihi…… Gak tau kalian suka ato kecewa baca tulisan TBC…

yang jelas memang inilah adanya yang harus terjadi..

Heemmmm….. Aku gak tau harus berbuat apa lagi.. =_=

Maafkan aku jika chapter ini merusak penglihatan kalian semua. xixiixxi

Kalimat tak beraturan, bacaan yang gak asik di baca, author yang sok kebulek-bulekan (keleatan bgt dari tulisan bhs Inggrisnya yang berantakan)

Xixixiixixixiixi…… Tapi aku cius loo buatnya..

Oh ya, aku minta maaf banget apabila banyak kesalahan kata saat upacara pemberkatan berlangsung. Aku harap gak ada yang merasa tersakiti atau terhina dengan kata-kata itu karna memang ada beberapa kata yang sengaja aku hilangkan dan aku ganti di part-part tertentu. Sedikit berbeda dengan skrip pemberkatan aslinya.

Buat cerita yang hepii hepiii kaya gini banyak kesulitannya ternyata.

Nyatuin kemistri antara Gyuri dan Hyuk Jae rasanya jauh lebih susah dari pada pas ngrebus aer. =__+

Maklum lah, biasanya papa Hyukkie mesra-mesraannya kan ma aku tuh.. *lapingus

So, pas aku harus buat papa Hyukkie bermesraan ma orang lain bawa’annya kagak rela gt… *tcihhh lebe!! #abaikan!!

Next chapter adalah akhir dari cerita ini. Semoga kalian tetap berkenan membacanya,

Yah.. walaupun chapter ini  agak membosankan,

(inget loh yah digaris bawahi AGAK)

Tapi, aku berharap ntar ending-nya bisa ok and gak ngecewain lagiy..

Bay de we eniwe baswe.. kalo ngomongin soal ending, aku punya permainan nih. Bagi kalian yang mau ikutan nebak nanti endingnya kaya gimana, yang paling bener en paling beruntung bisa request FF ke aku. InsyaAllaha bakalan aku buatin Drabble ato Oneshoot gt,,,, xxixixixi

Setelah koment chapter ini, sertakan prediksi kalian tentang akhir cerita FF ini. Inget akhir cerita, bukan genre cerita (sad or happy) kalo gitu caranya kan banyak banget tuh yang menang. (eh gak banyak ding, paling juga 10 orang yah komentator aku) hahhahahha…..

Tulis permintaan FF kalian juga di bawah prediksi kalian.

Wokeiiii…. Kayaknya kepanjangan deh. Ntar jangan-jangan habis baca prakata dari aku reader RFF ini pada minum panadol gara-gara sakit perut lagiy 😀 hahhahaha……..

Terimakasih semuanya atas kritik dan saran selama ini.

Billahitaufik wal hidayah. Waridho wal innayah.

Wassalamu’alaikum wr wb..

*deep bow

SARANGHEO mu mu mu ❤

26 thoughts on “[FF Freelance] I Wish I Were You (Part 10 A)

  1. OMG, HYUKRIIIIIII…!!!
    i dont know what i’ve to say. it’s too perfect. the weeding, honeymoon, n all hyukri moment. i love it very much. ohh, i’m very satisfied to this part.

    *ad atu lg mkna kata “i wish i were you…” heran deh, knpa org pd pngen jd hyukjae. aq mah pngen jd gyuri pnya suami tmpan nan kaya raya. haha.

    *mslh pmberkatan mah, aq gk ngerti. jd mw dbkin gmn jg gk mslh. hhe

    *jd hyuk cm dpt emas 2 btg?? ksian amat. #ups, lupa klo hyuk dpt sham myk bumi d arab

    *blum pny ide nih bwt endingny. nyusul deh ya. ini khusus komen dlu aj.

    • hehehehehe….
      aku juga heran kenpa juga pada mikirin arti I wish I were You
      *kaya gua gak mikir aja hahahhaha…

      well, sebenernya aku tu pengen masukin karakter Hyuk Jae yang baiknya gak ketulungan. sayang adik n keluarga.
      org yang menghargai wanita yang dia sayang, n dia punya hati yang suci, pemaaf dan gak suka nyimpan dendam.
      tapi gak tau tuh kenapa akhirnya jd gt..
      bingung juga tuh akhirnya.. hahahhaha

  2. woaaaaaa…. akhirnya nikah jugaaaa
    walopun saya udah nebak (lebih ke berharap sih) mereka pasti nikah dan kirain itu endingnyaaaa
    ternyata msh ada 1 part lagiii
    soalnya konfliknya kan udah anti klimaks … masalah udah terselesaikan .. gak mungkin dong muncul masalah besar lagiii … ya gak???? #harapan reader
    gak ada gambaran chapter depan kayak apa … part ini udah kerasa ky ending soalnya udah bahagia ….
    pengen deh sampe mereka pinya anak .. kayaknya seru …

  3. what cuma 2 btng emas tapi sertifikat perusahaan minyat d’tanah arab sono hohohohohoo ya tajir lahhhhhhhhhhhhhhhh ,, eh cieeeeee nikah euy happy wedding ye dan emang sih chemistri antara Hyukjae ama Gyuri agak susah untuk d’rasain sama saia krn pairing ini baru pertama aku liat dan baca but well done thor skg aku udah bisa ngerasain chemistri mrk plus males ah tebak2 gimana ending’a ntar juga d’baca heheheheee

    • dasar pemalas..
      tp yah sukur deh kalo suka ma part ini..
      kirain kamu lebih suka kalo endingnya Hyuk Jae nyere’in Gyuri trs nikah ma aku..
      kalo kamu setuju ma aku, dengan senang hati aku bakalan kasi
      seribu amin buat doa kamu..
      hahahahahahah

  4. Ciyusan deh dipart ini hyukri so sweet abis, dn untuk gyuri eonni trnyata dibalik sifat polos nya trdpt jg tingkah liarnya, huuu,,serem, hehe,,tapi keren n kece badai abis deh,
    eonn bwt chapter slnjtnya apa hyukjae oppa mau dibuat kecelakaan wkt dy balapan?? klw itu trjadi gk2 seh yg penting hyukppa hrs cepet sembuh dan hidup bhgia lg brsma klrga kecilnya( gyuri dan aegi-ya)

    ditunggu part slnjtnya yah,,,

    • hihihiihihi….
      hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.
      seneng banget ma kata-kata itu.
      aku emang lagi mikirin gimana nantinya aku, papa Hyukkie, en anak-anak kami menjalani hidup supaya tetep bahagia sejahtera sentosa selamanya..
      hahahhaha

  5. Huahhhhhh, nafas dulu……… membosankan, bikin ngiri tingkat tinggi…….. mana ada seromantis itu di dunia ini………. he3x….., ngayal…ngayal…… oenni….. lanjutannya jangan lama-lama ya…. gomawo

    • suka-suka gue dong!!
      mau ngebosenin!
      mau bikin iri!
      mau romantis!
      mau enggak romantis!!

      masalah buat loe!!!
      hahhahhaa..
      b’canda.

      tunggu aja lah..
      KKN aku elum kelar nih,
      trs bulan depan udah hars ngurus skripsi
      (bulan depan itu 5 hari lagi kan)
      haeeemmmmmm..

  6. AAAAAAAAA PART PALING WOW XD Hyukjae Gyuri romantis banget. daebak banget deh pokoknya XD ceritanya selalu panjang tapi aku gapernah bosen bacanya. ceritanya selalu seru ㅋㅋ dan pas bagian ‘ehm’ nya itu, bahasanya enak, ga frontal tapi berasa(?) /eh XD
    yah jadi next part itu last part ya? yaaaahㅠㅠ sayang banget hwhw
    next part nya sih kalo dari tebakan ku, gatau bener atau ngga. nanti gyuri melahirkan, trs seungri chaerin nikah dan punya anak juga, dan mereka semua hidup bahagiaaa XD
    udah ah ini comment nya panjang banget. ditunggu next part nya!!

  7. aq balik lg nih thor.
    huhu, susah jg nebak endingny ky ap. coz mslh2 ud pd kelar smw.

    tbakanku hyukjae bkal fokus ma kluarga baru n dunia racing nya deh. bs aja hijrah dr korea mgkn. jd smw harta milik kluarga lee dy serahkn k seungri-chaerin, dkk bwt ngurusnya. haha, bner gk ya??

    next part seungri-chaerin ud hrs nikah jg ya. joon, woon, dkk jg dksi psngan dong. ksian ngurusin kluarg lee mulu.

    bwt hyukri jg cpt2 dksi aegi. aplg mpe dbkinin tuh proses lahiranny ky ap. pngen tw panikny klurg lee ky ap.

    skian dr saya. mga tbaknny bnar n req endingny dkabulin. Pamit

    • ehh ehh..
      itu tebakan apa permintaan??
      hahahah…

      tenang aja,.. part end-nya aku yakin ok kok. (pede mampush)
      hahahha….
      soalnya yang nulis org nya sama,
      jd pasti kisah akhirnya kurang lebih sesuai lah dengan cerita2 sebelumnya.

  8. semua masalah udah kebuka..
    kayaknya ntar bakalan happy ending deh..
    hyukri hidup bahagia,
    seungri ma caerin jg gt..
    joon bakalan jd dokter terkenal,
    trus hatori dan kawan-kawan bakalan sukses di bidangnya masing-masing…
    wkwkwkwkwkwk..
    bener gak thor?

  9. a aAAA, hana duL set,,, (aLa Donghae)
    . Baru bisa baLik buat komen nih bee, Langsung aje ye neNg..

    . Pertama : typo Lagi2 bertebaran bak Lemparan bunga penganten baru kLuar gereja #pLakk!!
    . Kedua : Part ‘icikiwir’nya itu Loh ahaiyyyy…..bagus sih tapi menurutku terLaLu buru2, set set set keLar+mmmmmmm too much conversations, I guess… *ups sorry (aLa Baro)
    ..sarannya : kL misaLkan agak diperhaLus PASTI jatohnya Lebih we o we.. *cuma sekedar masukan ajah, so no heart feeling yah.?! ihihihiy ^-^v
    ..but so far it’s compLeteLy secure for teenagers. Congratulation.! ^-^

    . Buat ending guessing : MUNGKIN aja nih si HyukRi bakaL bahagia dengan ‘mainan baru’ mereka a.k.a aegi trus Seungri Chaerin nya bakaL bernasib sama.. CUMAAAAAAA nanti PASTI bakaL mewarisi bakat adu umpat appa-nya masing2 ato juga maLah penyakitnya Hyuk jadi kejutan di akhir trus dia dud..eheee *curcoLan suka sad end hehe
    *digetok pake ddangkoma ma Author

    . weLL weLL weLL, too much words wouLd I wouLd chuck couLd chuck wouLd (abaikan) semangat terus yah buat nuLis, cp tau dongsaeng terakhirku di BeGeeR ini jadi penuLis handaL di masa depan.. Amin. Last chapter ditunggu, GuDLuck.!!
    \(^0^)/

    • ehem…..
      pertama-tama marilah kita tunjukkan mana typo-typo yang bertebaran itu kakak…
      well–dari sejuta limaratus enem puluh satu ribu pembaca ff aku kan
      cuma kamu tuh kak yang lau kalo mata gua jereng..
      kagak bisa liat jelas walupun udah merem melek maksain berpuluh-puluh kali baca ulang ni ff..
      hahahhah…
      tunjukin ya kak… jd aku bisa instrosssprekkssihh.. kata-kata apa aja sih yang sering salah..

      kedua.. ini part emang part luar binasa banget buat gua.. secara gua belum pernah ngelakuin yang begonoan gt..
      hahahha.. jadi maaf yah kalo acara yag harusnya oke jadi rada garing pas bacanya..

      trs maksudnya diperhalus tuh apaan yah?
      make perlas gt ngalusin nyah??
      *lapinguslagipileknih

      endingnya gak yakin gt nebaknya..
      gak seru ah!!!

  10. wedding nya diceritain mendetail..jadi kaya nyaksiin sendiri eheheh
    aku ga berenti2 senyum bacanya..how beautiful 😉
    akhirnya tau arti dari judul fic ini..’i wish i were you’ kirain awalnya (i)nya dari sudut pandang seungri taunya dari gyu ri..atau apa emang dari pov dua2nya thor?
    “Cae Rin bahkan mengambil
    lima batang emas milik Seungri untuk
    dicairkan kembali sebagai pelapis kaca
    mata dan sepatu favorit terbarunya.” oh uri chaelin..ga kebayang ky gimana lapisan emasnya -___-
    dan oh my, it’s NC 17(maybe) kkk..agak kaget aja..hohoho…
    sumpah aku telat bgt baca ini mian ye thor banyak yg terjadi *gada yg nanya*
    utk ending eumm apa ya konflik nya udah selese kan paling ditutup sama race trus nyeritain sedikit ttg bromance hyuk-seungri..heum entahh
    aku kalo dikasih FF yang bromance hyuk-seungri full aja udah seneeeeng bgt kkk~
    sudahkah keluar part 11 nya? ko aku cari gaada ‘-‘?
    keep writing thor!! okayyy :*

    • jujur aku nulis aja nyengir nyengir sendiri juga..
      walaupun aku muslim, aku bayangin betapa HyukJae bakalan keren kece cool cucok cakep hebat banget kalo ntar pas ngejalanin pemberkatan dengan amat sangat sakral kaya gt,,,
      heheheheh~
      kamu telat banget bacanya, aku aja sempet hopeless kok kayaknya yang baca dikit gt..
      heheheheh…
      baca juga FF aku yang lain di sini http://hyukkie44bee.wordpress.com

      untuk adegan NC-nya..
      hihi.. aku jadi malu *tabokpantatsungmin
      menurut aku itu udah wau banget. bikinnya udah pake merem melek…
      ehehehe… lebe.
      maklum aku belum pernah ngelakuin, jd masi ngeraba-raba.
      (apanya yang di raba?)

      part- end tunggu yah…

      maksi dah koment^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s