[FF Freelance] Fight (Prolog)

fight

Judul : Fight (Prolog)

Author : Daisy Choi

Rating : PG 13+

Length : Chaptered

Genre  : Romance

Main Cast    : Daisy Choi, Cho Kyuhyun

Support Cast : Lee Donghae, Song Ye Eun

Desclaimer : Annyeong~ Ini cerita kedua yang aku post disini. Cerita ini ber-chapter dan sudah di publish di wordpress pribadiku Daisychoi17.wordpress.com Bagi yang mau berkunjung kesana. Monggo. Sangat ditunggu. Komennya juga J

Happy reading^^

5 November 2012

Udara panas siang hari ini tak menghalangi gadis cantik dan mungil itu untuk beraktivitas di luar rumah. Sebagai mahasiswi Managemen Information of Health di Seoul University, dia memang harus terus mempelajari kode-kode penyakit untuk berkas rekam medis pasien. Gadis ini memang aneh. Dia amat menyukai segala hal tentang kesehatan, tapi dia sama sekali tidak mau memeriksa pasien. Alhasil dia masuk ke jurusan ini, jurusan teraman dari pemeriksaan pasien.

Waktu masih menunjukkan pukul satu siang. Dia sama sekali belum beranjak dari taman dekat perpustakaan kampusnya. Duduk selonjoran dengan kamus kedokteran di pangkuannya dan laptop coklat yang dibiarkan menyala begitu saja. Taman itu cukup sepi, maklum saja saat ini adalah jam kuliah. Sedang ia tak ada jadwal lagi. Namun dia lebih suka menghabiskan waktu disini daripada di rumahnya.

“Daisy Choi, apa kau sama sekali tidak berniat pulang?” Tanya seorang teman yang memang menemaninya sedari tadi. Dia mencolek bahu gadis yang diketahui bernama Daisy Choi itu. yeah meskipun dia terlahir di korea, dan sebenarnya dia punya nama korea sendiri, tetapi gadis itu lebih senang dipanggil Daisy. Dia amat menyukai nama itu.

Daisy menjawab tanpa menengok sama sekali. Masih berkutat dengan kamus dan bolpoint yang dia pegang.

“Sebentar lagi. Kau sudah mau pulang? Pulang saja, aku bisa pulang sendiri.” Ucapnya santai. Temannya itu mendecak pelan. Dia memang tidak serajin gadis itu. mereka memang satu Universitas tetapi berbeda jurusan. Dia termasuk orang yang anti pada ‘kesehatan’. Oleh karena itu, sekarang dia masuk jurusan sastra jerman. Menjauhi hal hal yang berbau kesehatan tentu saja.

“Kau yakin? Sebenarnya aku tidak terburu-buru pulang. Hanya saja, ada janji bersama siwon Oppa yang harus kupenuhi. Dia punya waktu luang siang ini.” Ucapnya sambil tersenyum senang. Oh ya, gadis ini adalah kekasih dari salah satu anggota super junior yang dikagumi banyak orang. Hanya kekasih rahasia. Semua orang tau bahwa mereka sama sekali dilarang untuk mempublikasikan hubungan percintaan mereka di depan publik. Alhasil gadis ini, Song Hyun mi, harus merahasiakan hubungan ini dari siapapun. Hanya sebagian orang terpercayanya saja yang tau.

Perkataan hyun mi membuat gadis yang sedari tadi tenggelam dalam kamusnya itu menoleh dan memasang wajah senangnya.

“Jinjja? Kau beruntung sekali hyun mi-yaa” ucapnya tanpa sadar. Dia kemudian seperti orang linglung. Terlihat dari gelagatnya yang gugup, segera meralat ucapannya.

“Eh? Oke. Sana. Kau mungkin sudah ditunggu. Hati-hati di jalan. “ sambil berpura-pura membuka kamusnya lagi.

Hyun mi tentu saja heran dengan tingkah temannya itu. tapi karena waktu janjiannya sudah hampir dekat, dia buru-buru beranjak dari duduknya lalu menepuk pelan bahu Daisy. Sebelum meninggalkan Daisy dia teringat sesuatu. dia akhirnya membisikkan kalimat yang membuat Daisy tertegun lama.

“Hubungi Cho Kyuhyun-mu itu. aku tau kau mencoba mengalihkan permasalahanmu dengan ‘berkencan’ dengan kamus tebal yang menurutku super menyebalkan. selesaikan. Semuanya akan baik baik saja. See ya”

Hyun mi berjalan menjauhi Daisy seraya melambaikan tangannya. Ah ada senyuman miring yang tersemat di wajah temannya itu. kurasa dia memang terkena virus evil smirk dari.. Cho Kyuhyun mungkin.

Mengingat nama itu membuat Daisy merasakan sesuatu di dadanya. Serentetan kalimat yang dibisikkan hyun mi mengingatkan kembali akan pertengkarannya dengan Kyuhyun. ya..  Dia memang sedang bertengkar dengan kekasihnya, Cho Kyuhyun. karena sesuatu yang konyol, kini mereka melancarkan perang dinginnya sejak seminggu yang lalu.

Pandangan Daisy tiba-tiba kabur terhalang air mata yang entah sejak kapan dia keluarkan. Rasa sesak itu kembali hadir. Mengingat pertengkaran konyol yang terjadi diantara mereka. Pertengkaran pertama yang membuatnya merasa egois dan tidak mau mengalah. Pertengkaran yang sampai sekarang belum menemukan solusinya.

29 oktober 2012

“Super junior merilis Photobook Boys in City Season 4 di Paris. “

Berita itu menjadi sangat hot di time line twitterku. Oh my God. Bagaimana tidak, boys in city terakhir itu, yang aku ingat, masih ada hangeng Oppa dan kibum Oppa. Dan sekarang, BIC , muncul lagi. Pasti semua ELF di seluruh dunia menantikan foto lengkap mereka di BIC. Termasuk aku. Hehe

Seperti biasa aku sedang asyik bermain dengan laptop kesayanganku. Dengan posisi tengkurap di tempat tidur, aku terus mencari foto-foto mereka dan akhirnya di salah satu situs fanbase internasional aku menemukan foto mereka dengan kualitas yang cukup bagus. Dan begitu aku melihatnya, begitu syok ketika melihat Oppa-ku, Donghae Oppa, dia.. ya ampun. Tampan. Bahkan lebih menyilaukan dari ‘dia’. Donghae Oppa benar-benar seperti kembali ke jaman mr. simple. Rambutnya membuat penampilan pria lembut itu menjadi lebih muda.

Segera saja aku menyimpan foto-foto itu di folder khusus. Berbeda dengan foto-foto member lain, foto Donghae Oppa lebih banyak dan special pastinya. Dia adalah Oppa yang sudah kuanggap Oppaku sendiri. Tabiatnya yang lembut dan selalu mengerti tentangku, membuat ku enggan jauh jauh dengannya meskipun terkadang kekasihnya ataupun kekasihku itu cemburu, tapi aku sering menegaskan kepada mereka bahwa aku dan Donghae Oppa hanya sebatas hubungan antara seorang kakak dan adik saja.

Ketika sedang asyik bermain dengan folder folder itu tiba-tiba saja pintu kmarku terbuka dan munculah namja yang sudah beberapa hari ini menghilang tanpa ada kabar sedikitpun.

Aku mengangkat halis tanpa mengubah posisiku.

“Tumben” ucapku santai sambil mengalihkan pandanganku pada layar laptop kembali.

Kulihat dengan ekor mataku sosoknya yang saat itu hanya memakai celana jeans selutut dengan kaos putih polos, kurasa dia sedikit kesal dengan perlakuanku tadi. Oke. Aku memang merindukannya. Wajar pasti, karena kita tidak bertemu dan saling komunikasi selama beberapa hari. Tapi aku juga sedikit kesal Dia tidak pernah menyempatkan diri untuk menghubungiku. Sangat menyebalkan kan? Yeah aku tau jadwalnya super padat, tapi Donghae Oppa saja masih bisa menghubungiku kemarin. Dan aku tau diapun sebenarnya tidak mempunyai jadwal sepadat Donghae Oppa atau siwon Oppa. Katakana aku manja. Ya, ada kalanya aku ingin seperti pasangan kekasih lain yang setidaknya bisa berkomunikasi dengan lancar.

Dia menghampiriku lalu melihat folder-folder yang tadi kusimpan. Aku sedikit kesal, dia tiba-tiba datang lalu duduk seenaknya di sebelahku. Setelah itu merebut laptop dan memainkan kursornya. What the ..

“IGE MWOYA?! Kenapa banyak sekali foto Donghae hyung disini!” dia menekan keyboard terlalu keras. Dengan sentakan sentakannya aku tau dia marah, lebih tepatnya cemburu. Pria itu beralih menatapku dengan sorot matanya yang seperti biasa, tajam. Tidak ada senyum apapun di wajahnya. Apa sih?

“Apa kau berniat selingkuh dengannya hah?!” bertanya dengan nada yang cukup keras tentu saja membuatku kaget.

“Jangan mengada ngada aku kan memang menyukainya. Tapi sebagai kakak. Titik” memalingkan wajahku lalu merebut laptopku lagi darinya. Aku kemudian berpura-pura membuka twitter dari sambungan internet, ketika kulihat dia menghela nafas dan mengepalkan tangannya. Ada apa dengannya? Kenapa seperti itu?

“Sini. Berikan padaku. “ dia mengulurkan tangannya hendak mengambil kembali laptop yang kini tengah berada di pangkuanku.

“Untuk apa? Tidak mau. “

Kyuhyun mendecak pelan. Aku semakin penasaran. Ada apa dengannya? Suasana hatinya sedang tidak baik mungkin. Aku mencoba melindungi laptop miniku itu. tidak ingin terjadi apa-apa dengan belahan jiwaku itu. tapi dia tidak menyerah, dengan satu gerakan yang cukup kuat dia merebut si coklat-begitu biasa dipanggil- dan langsung melakukan sesuatu padanya.

“YAK!!” Aku berusaha merebutnya kembali tapi dia langsung berlari dan menghindar. Pria itu kemudian duduk di shofa putih yang terletak di dekat jendela kamarku.

“Seharusnya kau tak punya banyak foto siapapun disini. “ suaranya amat sangat pelan namun masih bisa kudengar. Jadi maksudnya? Segera aku melompat dari tempat tidur dan berlari menuju ke arahnya.

“Deleting .. “

“CHO KYUHYUN?!! “ APA YANG KAU LAKUKAN HAH?”

3 thoughts on “[FF Freelance] Fight (Prolog)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s