[FF Freelance] One Love (Part 2 – End)

one love

Title: One Love (2/2)

Author: Shin / @intantriyana

Main Cast: Bae Suzy as Suzy/Suki, Jung Krystal, Kim Myungsoo,

Other Cast: Wang Fei

Genre: Angst, Romance

Lenght: Twoshoot

Previous part: Part 1

Sebelumnya maaf banget kalau misalnya FF ini gak begitu seru. Atau kurang dapat feelnya, mianhaee.  Aku butuh komen kalian yang bisa jelasin dimana kekurangan aku, chingu L tapi makasih yang udah komen ^^

Dan ini bakal jadi MyungZy kok seperti yang kalian inginkan 😀

Oh iya, aku banyak nulis FF myungzy di WP ku disini

http://intantriyana.wordpress.com/ 😀 *numpang promosi* kkk

Happy Reading!

“Aku Suki. Nama asliku Bae Suzy, tapi kau panggil aku Suki karna aku yang menyatakan namaku berbohong waktu itu, aku menginkan kau yang memanggil nama ‘special’ itu. Bagaimana? Kau melihat perubahanku?”

***

#Flashback 3 years ago

24 Mei 2009

Author POV:

“Gumawo” Ucap namja tampan berterimaksih pada asistennya yang memberikannya kopi. Ia sibuk karna urusan bisnisnya. Asistennya tersenyum manis melihat Bos nya itu.

Asisten itu, Bae Suzy, lebih tepatnya Suki bagi Myungsoo

Suzy diam-diam memendam rasa cintanya pada bosnya, ia begitu jatuh cinta ketika melihat bos nya tengah tidur damai, wajahnya yang tampan, apalagi sikap perhatian dan ramah yang dimilikki oleh bos nya itu. Ia bahkan sangat berharap ketika bos nya itu, mengatakan bahwa ia menyukai Suzy, ya memang benar, Myungsoo menyukai sifat Suzy yang ramah dan cukup cerdas, apa adanya.

“Suki?”

“Ne, Pak?”

“Sudah ku bilang, jangan panggil aku Pak, panggil saja aku Myungsoo, arra?”

“Ne pak eh Myungsoo-ssi” sahutnya tersenyum manis

“Tak perlu seformal itu. Myungsoo-ah saja”

“Baiklah. Kau mau apa tadi?”

“Oh iya. Kau bisa bantu aku? Aku bingung bagaimana cara mendata ini agar lebih menarik”

“Baiklah aku akan membantu mu” jawab Suzy tersenyum lembut.

Myungsoo diam dan hanya memperhatikan Suzy yang sedang fokus pada dokumen yang sedang ia rapikan itu.

“W..wae?” Suzy tergugup ketika menyadari bahwa saja Myungsoo sedang memperhatikannya sedari tadi

“Ani. Aku hanya kagum melihatmu, kau selalu bisa membuat semuanya menjadi rapi, Suki-ah”

“Kkkk. Ini biasa saja menurutku. Kau yang selalu berlebihan”

“Haha tidak juga” “Suki?” panggilnya lagi

“Ne?”

“Aku lapar. Temani aku makan di luar oke” Myungsoo langsung menarik tangan Suzy dan membawa Suzy ke sebuah Rumah makan yang tak jauh dari rumahnya

Suzy tersenyum memandang tangannya yang sedang digenggam erat oleh Myungsoo. Meskipun Mungsoo tergesa-gesa untuk sampai di Rumah makan yang tepat di sebrang rumahnya itu.

“Duduklah” perintah Myungsoo sambil duduk didepan Suzy

“Kau ingin makan apa, Suki?”

“Aku ingin makan Kimchi saja dan minum Orange Jus” jawab Suzy sambil tersenyum

“Baiklah. Spaghetti 1, Kimchi 1 dan Orange Jus 2” ujar Myungsoo pada pelayan di restoran itu

“Suki-ah”

“Ne?”

“ Aku lapaaaaaaar sekali apa aku boleh menggigit mu sebagai pelampiasan lapar ku? Kkkk”

“Kau itu lucu sekali, sini gigit aku, setelah itu akan ku cincang kau”

“Kau begitu menyeramkan ternyata hiiii” ledek Myungsoo sambil memperaktekkan ketika sedang takut

“Yak kau bisa saja!” Suzy memukul tangan Myungsoo pelan sambil tertawa

“Aww. Appo. Ini sungguh menyakitkan”

“Jinjaa?? Mianhae. Tadi aku hanya memukulmu pelan” Suzy terlihat merasa berasa bersalah dan mendudukan kepalanya

“Kau sungguh polos kkk pukulan pelan begitu apa rasanya? Kau sungguh mudah dibodohi ya ternyata bweeek”

“Kim Myungsooo!!!!!”

Myungsoo hanya menjulurkan lidahnya dan tertawa lepas sekali

“Permisi Tuan, ini pesanannya. Silahkan dinikmati” Ujar pelayan dan meletakkan semua pesanan ke meja Myungsoo dan Suzy

“Gumawo”

Myungsoo memakan makanannya dengan begitu lahap dan terus berkonsentrasi pada makanannya

“Sepertinya kau benar-benar kelaparan ya kkk” Suzy mengambil Tisu dan membersihkan sisa makanan yang berada di sekitar mulut Myungsoo

“Kkk gumawo Suki-ah” Myungsoo tersenyum begitu manis

***

21.00 KST

Suzy POV:

“UNNIE-YA!!!” Panggilku sambil memeluk Unnie kesayanganku ini, Fei Eonnie.

“Ne? Suzy? Ada apa? Kau terlihat begitu senang?” Jawab Fei unnie lembut.

“Tentu. Aku benar-benar jatuh cinta pada Myungsoo, eon. Ia begitu errrr. Membuat hatiku meleleh melihat senyumnya”

“Haha. Kau ini. Jangan begitu ah. Nanti bila kau melihatnya bersama yang lain, kau malah sakit. Belum tentu juga kan dia mencintaimu juga”

“Hehe nde unnie. Gumawoo” aku memeluk unnie ku lagi. Ia memang unnie yang terbaiiiiiiik di dunia ini. Aku begitu menyayanginya.

“Kau sudah makan, saeng?”

Aku menggeleng, Fei eonnie tersenyum dan mengajakku menuju meja makan dan duduk.

“Eonnie udah memasak special hari ini untuk kau, Eonnie begitu senang hari ini, kita sama-sama sedang jatuh cinta kkkk”

Aku menengok kearahnya

“Unnie!!! Cerita padaku!! Kau sedang jatuh cinta pada siapa?” Aku begitu antusias menunggu cerita dari Unnie ku ini

“Ehmmm? Apa kau perlu tahu?”

Aku memajukan mulutku “Tentu saja, kau harus bercerita semunya padaku”

“Haha nde, dia Teman kerja sama eonnie, dia begitu baik dan tampan Suzy-ah!! Aaaaak!! Dia..” Fei eonnie terlihat begitu ceria sambil bertepuk-tepuk tangan

“Kau terlihat begitu senang eonnie, kkk aku harap ia yang terbaik untukmu” aku tersenyum senang melihat Unnie ku yang sudah mulai membukka hatinya untuk pria lain ini

“Tentu. Gumawo Suzy-ah”

“Semoga bos mu itu juga menyukai mu ya, ku harap mungkin iya memang jodohmu” Ucap Fei tersenyum manis dan membelai tangan Suzy

***

26 Mei 2009

“Suki?”

“Ne Myungsoo?”

“Aku ingin berbicara padamu.” Ujar Myungsoo lemah

“Ada apa?” Aku duduk dibangku yang besebrangan dengannya.

“Maaf. Bukannya kerjamu tidak bagus. Tapi.. Hmm aku tidak bisa memperkerjakan mu lagi sebagai asistenku”

“Ne?”

“Mianhae Suki-ah” ucapnya tertunduk. “Ini. Aku memberikan mu ini, sebagai yang terakhir, aku begitu berhutang jasa padamu Suki! Kau begitu hebat”

Deg

Rasa ingin aku meneteskan air mataku. Dia? Memecatku? Aku seperti ditusuk ribuan duri tepat dihatiku. Perih sekali. Aku mencoba tersenyum. “Gwenchana” ujarku bersikap menerimanya dengan senyuman, padahal aku ingin menangis.

“Jeongmal Gumawo!” Jawabnya tersenyum seperti terpaksa dan menyerahkan amplop. Aku tahu itu pasti gaji terakhirku yang ia maksud itu.

Aku keluar dari ruangan ini, aku hanya menatap rumah sekaligus tempat ku dan Myungsoo bekerja. Ya, aku dan nya memang bekerja hanya dirumah. Agar lebih santai.

aku berjalan berjauh sedikit dari rumah itu, tak lama. Aku melihat mobil mewah menuju rumah itu, aku berhenti dibalik pohon, masih tidak terlalu jauh, aku masih bisa melihatnya dengan jelas. Aku melihat seorang yeoja cantik, body nya sungguh bagus! ia Keluar dengan anggunnya dari Mobil itu.

“Kau Jung Krystal?” Sapa Myungsoo begitu senang. Myungsoo menampilkan senyum termanisnya.

“Baiklah. Kau sekarang adalah asisten ku” ujarnya lagi masih dengan senyum manisnya itu.

Jadi? Apa aku di pecat, karna ia mendapatkan sekertaris yang cantik dan sexy itu? Hmmm aku melihat tubuhku. Pantas. Aku hanyalah gadis biasa. Berperawakan gendut. Aku jelas kalah banding dengan yeoja itu. Tapi ntah. Aku begitu sakit melihatnya. Aku terus memperhatikan mereka. Myungsoo memasuki rumahnya, yeoja yang bernama Krystal itu melihat kearahku. Omooooo. Dia menatap ku tajam, dan tersenyum mengejek. Aku hanya tertunduk tak bisa berbicara, tak berani menatapnya. Aku segera berlari untuk pergi ke rumah.

***

“Unnie hikss. Dia memecatku demi yeoja yang begitu cantik unnie. Aku harus bagaimana unnie hikss” aku menangis dipelukan unnie ku. Siapa lagi kalau bukan Fei eonnie.

“Sudah Suzy-ah. Lupakan saja dia. Mungkin dia bukan namja yang baik untukmu. Pasti kelak kau akan yang lebih dari padanya, oke? Jangan menangis sayang. Ada unnie”

“Ne unnie” aku memeluk unnieku ini semakin erat.

“Unnie?”

“Ne?”

“Bisa kah kau menemani ku untuk pergi ke taman kota? Aku ingin melihat pemandangan yang indah agar hatiku bisa terobati sedikit”

“Tentu” jawabnya tersenyum

“Kajja!” Ia menarik tanganku, dan menyuruhku segera memasuki mobilnya.

Ya, aku hanya mempunyai unnie ku disini, Umma dan Appa ku berada di China. Walaupun setiap bulan ia akan datang kesini. Tetapi tetap saja sepi, hanya harus tinggal berdua dengan unnie ku ini.

Tak sadar, sudah 30menit perjalanan, aku sudah sampai di Taman kota ini. Aku segera berlari untuk duduk di dekat pohon. Pemandangan disini sungguh indah. Fei unnie duduk disebelahku.

“Apa sedikit terobati?”

“Tentu” aku nyengir dan melihat keadaan sekitar. Aku melihat penjual ice cream disana. Hmmm aku jadi ingin ice cream itu.

“Unnie? Aku beli ice cream dulu ya? Kau juga ingin?”

“Ne. Rasa coklat ya” aku mengedipkan sebelah mataku dan segera menghampiri penjual itu.

“Aghassi ice cream rasa strawberry dan coklat satu ya”

“Oke”

Aku menunggu aghassi ini dan.. Aku melihat sebuah poster di pohon

“Operasi plastik dan menyedot lemak dengan mudah dan cepat. Hasilnya akan menjadikan anda semakin, WOW!” Baca ku dalam hati. Entah. Aku seperti tertarik.

“Nona? Ini ice cream nya”

“Gamsha”

aku menghampiri dimana aku dan Fei unnie duduk tadi “Ini ice creamnya”

“Gumawo Suzy-ah”

“Ne unnie”

Kami terdiam sambil melihat pemandangan di atas langit yang sudah berubah warna menjadi orange. Sungguh indah!

“Suzy-ah. Ini sudah hampir malam. Kita pulang saja?” Aku mengangguk mengiyakan

***

27 Mei 2009

Aku tidak tahu. aku berjalan kesembarang arah. Aku malah menuju rumah yang bisanya ku datangi untuk bekerja, ya rumah Myungsoo.
Aku tersenyum. Seketika mengingat yang kemarin, hatiku terasa perih lagi. Dan TIT aku melihat sebuah mobil, mobil mewah milik yeoja cantik yang tak lain adalah Krystal berhenti tepat di depanku.

“Kau Suki?” Tanya nya

“Ndee” jawabku gugup

“Untuk apa kesini? Masih berharap Myungsoo-ku untuk memperkerja kan mu lagi? Hey! Asal kau tahu. Seberapa besar harapan mu itu Myungsoo oppa tak akan melihatmu! Kau itu yeoja gendut, dan menjijikan! Lebih baik kau pergi dan jangan lagi berani untuk kesini.
arra? Aku jijik denganmu!” Dia mengejekku

Sungguh tampangnya begitu manis, tapi sungguh sombong. Tak berperasaan!

“Kau memang sempurna Krystal, tapi tak sepantasnya kau mengejekku begitu hina. Aku yakin dibalik semua kesempurnaan mu kau memeliki sifat buruk. Yaitu, memandang rendah orang yang buruk penampilannya darimu.” Jawabku kesal sambil meneteskan air mata. Aku berlari jauh darinya

“YAAAK!! APA MAKSUDMU” ia teriak seakan-akan tak terima dengan yang kuucapkan

Aku terus berlari jauh sambil menangis. Aku letih, aku mendatangi sebuah pohon untuk beristirahat, aku mungkin memang tak sempurna Krystal, tapi aku sungguh mencintaimu Kim Myungsoo. Aku duduk terjatuh dibawah pohon ini. Menangis. Rasanya hanya itu yang bisa ku lakukan. Tak terasa hujan rintik mulai turun. Aku segera berlari dan mencari taxi

Aku begitu mengenaskan, pakaian ku hampir basah semua oleh rintikan hujan yang sudah membasahi kota seoul ini. Isakan tangis ku pun juga terdengar. Membuat supir taksi memandangi ku dengan heran.

“Nona, Gwenchana” Tanya Supir taksi itu memandangku heran

“Ani. Ahjussi. Kamsha”

“Ne, kalau ada masalah jangan terlalu dipikirkan ya Nona. Tidak baik hehe” Ujar Supir Taksi itu

“Nde”

20 menit

Aku sampai tepat didepan rumahku, aku meninggalkan uang di tempat duduk ku

“Kamsahamnida aghassi, uangnya disini”

Aku segera keluar dari taxi, dan lari menuju rumahku. Padahal jarak dari gerbang rumahku sampai masuk hanya 30 m, tapi aku sudah basah kuyup. Air mata ku juga tertutupi oleh hujan ini, “Baguslah” gumamku

“Suzy-ah??? Kau dari mana sayang?” Tanya Fei unnie khawatir ketika melihatku membuka pintu rumah.

“Ani. Tadi aku hanya berjalan-jalan taunya malah hujan. Hehe aku tidak papa un” jawabku tersenyum

“Suzy-ah, apa kau mau ikut? Aku ikut senam perut yang bisa membuat berat badan mu turun, apa kau juga ikut? Ini sehat lho! Bisa membuat berat badan turun”

“Tidak ah unn. Aku tidak tertarik”

Jujur aku begitu pusing, walaupun aku masih terpikir oleh Krystal tentang porsi badanku, tapi aku masih tidak tertarik untuk mengubah porsi badanku menjadi kecil seperti yang di idam-idam kan para wanita, diet dan lain lain. Aku masih terima kok dengan badan ku yang begini. Aku senang.

***

1 Juni 2009

Aku berjalan keluar dari Super Market. Dan berdiri menunggu taksi. Tempat duduk disini begitu penuh. Aku harus berdiri menunggu taksi. Aku tak enak badan, kepala ku pusing sekali. Aku memegangi kepala ku untuk menahannya. Aku kehilangan keseimbangan. Dan hampir jatuh. Seorang ahjumma memegangiku yang hampir terjatuh

“Gamsha Ahjumma” ucapku pada ahjumma ini, yang telah menolongku karna aku hampir terjatuh tadi.

“Nde. Hati hati ya nak” aku hanya tersenyum membalasnya.

“SUKI”

Aku menoleh, apa itu sedang memanggilku? Bukan kah nama itu hanya Myungsoo yang tahu?

“Ikut aku” ujar Krystal langsung menarik tanganku. Astaga. Aku lupa ternyata Krystal juga mengenaliku dengan nama itu

“Lepaskan tangan ku! Aku bisa jalan sendiri”

“Jangan cerewet! Cepat!”

Ia membawaku ke sebuah gudang. Ia mendorongku keras ketika sampai dan dia mengunci gudang itu.

“Kuperingatkan padamu! Jangan pernah kau menerima ajakan Myungsoo oppa untuk kembali bekerja padamu, dia hanya milikku! Kau tidak boleh memilikinya kau tahu”

“Apa urusanmu? Terserahku kan? Selama dia belum menjadi milikmu, aku berhak bukan?”

PLAK

Ia menampar pipiku keras

“Kau yeoja kasar” aku mengusap-usap pipi ku yang ditamparnya.

“Terserah katamu. Aku mencintai Myungsoo oppa, aku yakin dia juga begitu, kau jangan menghalangi cinta kami, dalam waktu dekat ia pasti akan menyatakan cintanya dan memintaku untuk menjadi yeoja nya” Krystal berjalan bolak balik

“DAN KAU! Awas saja kalau kau kembali dihadapan Myungsoo oppa, aku minta kau pergi jauh! Jangan ganggu hubungan ku, atau kau akan ku siksa lebih dari ini!” Ujar nya lagi

“Aku bisa laporkan kau ke polisi”

“Coba saja. Ayahku seorang jaksa. Ia bisa kok mebebaskan ku. Dan membelaku”

“Sungguh licik”

“Sekarang kau pilih, ku bebaskan dari sini dan pergi jauh, atau ku bawa kau ketempat yang jauh dari sini dan akan ku siksa kau disana bersama anak buah ku?”

“KENAPA KAU MEMAKSAKU? KENAPA KAU MENGANCAMKU? KALAU MEMANG MYUNGSOO MENCINTAIMU SILAHKAN KALIAN PACARAN, AKU MEMANG MENCINTAI MYUNGSOO, TAPI AKU CUKUP SADAR DIRI” teriakku padanya. Aku mengepalkan tanganku. Aku mencoba berdiri tapi ia menahan tangan kedua tanganku dengan tangan kirinya, tangan kanannya menjambak rambutku. Sakit

“KARNA MYUNGSOO MENYUKAIMU JUGA. AKU TAHU IA TERPAKSA MEMECATMU KARNA DISURUH OLEH KAKEKKU, TAPI IA AKAN SEGERA MENYURUH MU KEMBALI BEKERJA PADANYA. DAN ITU AKAN MEMBUAT AKU SUSAH MENDAPATKANNYA. WALAUPUN KU TAHU IA MENYUKAI KU, TAPI AKU HANYA INGIN DIA MENCINTAIKU SAJA. TIDAK DENGAN DIRIMU!”

aku hanya bisa menangis

“Lepaskan aku. Aku akan pergi jauh darimu”

“Nah. Tidak susah kan? Haha” ia melepasku. Aku segera berlari dari gedung ini dalam keadaan hancur

#flashback End

Author POV

Suzy menceritakan kejadian 3 tahun yang lalu pada Myungsoo.

Suzy tersenyum. “Apa kau mengingatnya Kim Myungsoo?” Tanya nya lagi

Myungsoo masih tetap terdiam. Tak bergerak sedikit pun

“Semenjak kejadian Krystal mengancam ku, aku pergi ke china bersama unnie ku kembali pada orang tua ku, aku sedikit memperbaiki mata ku dengan operasi plastik, dan memperbaiki lengkukan tubuh ku. Apa terlihat begitu berbeda?”

“Suki? Mianhae..” Ujar Myungsso lirih. Suzy segera memeluk erat Myungsoo. Mengelus-elus punggung Myungsoo dengan lembut.

Tangisnya pecah, Suzy menangis.

Myungsoo tersenyum, hatinya bergetar. Ia membalas pelukan Suzy dengan hangat. Membiarkan yeoja itu menangis di pelukannya.

“Saranghae, Suki, ani Bae Suzy. Aku tak peduli kau siapa. Maafkan aku yang membuatmu harus diperlakukan oleh Krystal seperti itu, Yang aku ingin kan hanyalah kau harus menjadi milikku selama-lamanya. Jangan tinggalkan aku. Aku begitu mencintaimu. Aku tak ingin lepas dari mu. Maafkan aku. Aku begitu mencintaimu Suzy-ah. Sungguh, aku tak bohong. Aku aku..” Myungsoo ikut menangis sambil memeluk Suzy semakin erat.

“Kau sekarang begitu cengeng Myungsoo-ah”

“Ini semua karna kau!”

“Kkkk” suzy melepas pelukannya dan menatap Myungsoo lembut. “Aku juga mencintaimu. Aku tidak akan meninggalkan mu. Dan soal Daehyun, aku memang sengaja menerima kencan nya waktu itu, tapi asal kau tahu. Aku hanya mencintaimu. Tak akan pernah untuk menerimanya.”

“Ne, chagiya” Myungsoo balik menatap Suzy, mendekatkan wajahnya pada yeoja itu. Mencium lembut bibir Suzy. Suzy melepasnya. “Aku masih ingin berbicara dulu!”

Myungsoo terlihat kesal karna Suzy melepaskan ciumannya

“Apa lagi?”

Suzy mengeluarkan suatu alat dari tasnya. “Aku hamil. Kau harus tahu itu”

“Kkkk. Aku akan bertanggung jawab tenang saja. Dalam waktu dekat aku akan menikahimu” Myungsoo kembali merenggut Suzy kedalam pelukannya. Mencium ujung kepala suzy.

End

Gimana? Kurang memuaskan kah endingnya? Huhu aku udah hampir buntu chingu (??) entahlah sekarang aku lagi pusing mikiran tugas yang mulai menumpuk -_-v kkk

30 thoughts on “[FF Freelance] One Love (Part 2 – End)

  1. I really love your site.. Pleasant colors & theme.
    Did you create this amazing site yourself?
    Please reply back as I’m trying to create my own site and would like to learn where you got this from or exactly what the theme is named. Thanks!

  2. ohh ternyata Krystal lebih kejam daripada Suzy-__- seharusnya Suzy gak usah Oplas /lohh/ DAEBAK THOR! AKU SUKA! bikin FF MyungZy lagi yaaa~

  3. bukannya ngekritik nih, jujur aku myungzy shipper juga, tapi aku kurang srek sama endingnya, karna,,, menurutku disitu kesannya…… jadi suzy kejam bgt, klo kataku krystal ngelakuin kyk gitu jga kan karna dia suka sama myungsoo, jadi wajar wajar aja sih kataku mah, tapi caranya suzy nyakitin hati krystal tuh lebih sakit daripada cara krystal nyakitin suzy,,, harusnya ditambahin lagi adegan krystalnya kejem, biar krystal keliatan lebih kejam,,,

    tapi tetep bagus kok, aku suka,,,, keep writing….

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s