I’m Your Lover, Your Chaser, Forever [1]

imyourlover-chaser-forever-11

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic, PG-17, Teenager-Semi-Mature,

Cast :

Main Cast :

ü  Choi Yoon Ah (OC)

ü  L a.k.a Kim Myung Soo (Infinite)

ü  L. Joe a.k.a. Lee Byung Hun (Teen Top)

+oOoOoOo+

Annyeong~ This is my New Project.

Mwahaha.. I hope you’d LIKE it and LEAVE COMMENT!!

GOODERS I LOVE YOU SO MUCH!! 😀

Thanks for supporting me all along~

SIDERS INSAPLAH & HARGAI KARYA SAYA, JEBAL~

 

Cha! Sekian Opening dari author. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi / mungkin mau dikritik, silahkan RCL ^^

~Kamsahamnida~

+oOoOoOo+

                Aku menapakkan kaki dengan langkah tak beraturan menembus udara beku malam. Ini pertengahan musim dingin, dan aku malah berada di kegelapan tengah malam, berlarian, tak tentu arah. Pasti aku lebih memilih menangis terduduk di pinggir jalan jika tidak ada tangan putih kurus yang menarikku menyusuri jalanan raya Seoul.

                Beberapa saat kemudian, kami berhenti di depan sebuah toko roti yang sudah terkunci rapat. Syukurlah..kakiku sudah selunak jelly rasanya setelah berlari sejauh ini. Dia yang kini ada di sampingku sama terengahnya denganku. Bedanya, ia sibuk mengamati ujung jalan tempat kami berbelok. Waspada jikalau ada ‘mereka’ yang mengincar kami muncul.

                5 detik kemudian ia menoleh kepadaku, menatapku dalam diam, melepaskan genggaman tangannya di tanganku dan mengarahkannya pada pipiku, mengusapnya perlahan.. memastikan aku tidak kedinginan. Lengkungan sneyum dibalik wajah letihnya terukir manis saat ia menerima anggukan kepalaku.

                Setelah tenang selama beberapa menit, ia bangkit. Ia akan mengecek keadaan di sekitar, memastikan keadaan aman, lalu kami akan melanjutkan ‘pelarian’ ini. Aku setengah tidak rela kehilangan sosoknya barang sedetik. Namun ia kukuh. Sebuah kecupan manis yang hangat ia sapukan di bibirku yang hampir membeku, meyakinkanku ia akan segera kembali. Baiklah…kubiarkan ia mulai berjalan menjauh.

                Aku menunggunya di tempat yang sama…menit demi menit berlalu…3 menit kemudian kulihat sebuah mobil sedan hitam yang cukup familiar melintas di hadapanku. melintas di jalanan sepi malam Seoul. Kaca penumpangnya yang terbuka memperlihatkan sosok yang kutunggu sedang meronta di dalamnya. Walau sekejap, adegan tersebut tampak slow-motion di hadapanku. Bahkan peringatan yang ia lontarkan bergema berkali-kali sebelum menguap terbawa angin malam. Meninggalkan aku yang membeku di jalanan sepi dengan balutan angin malam musim dingin. Kuharap………aku tidak terbangun lagi setelah ini….

‘Yoon-ah selamatkan dirimu!!’

=o0o0o0o=

                DEG…aku membuka mataku saat suara itu kembali terngiang di telingaku. Damn! Mimpi buruk itu lagi-lagi datang…aish

                ‘KLEK’ kudengar pintu rumah terdengar..pasti dia sudah kembali..aku segera kembali menutup rapat kedua kelopak mataku.

“Nona Choi, ireona..” suara itu…

“Nona Choi… ireona.. aku sudah siapkan roti untuk kita sarapan,” sapaan yang menyapa telingaku masih sama…

“Nona Choi, ireona.. Ppali..” Suaranya, Kalimatnya, Nadanya.. semuanya sama seperti biasa..

Arraseo..aku sudah bangun sejak kau pergi tadi..” ujarku dengan malas sambil menyingkirkan sehelai selimut yang  membalut hangat tubuhku.

Aish..aku tau udara sedang dingin, tapi bukan berarti kita libur sekolah,” sahutnya dari dapur.

‘Ah, lagi-lagi ia mengomel..’

“Arra..mianhe..” kini aku sudah terduduk tegak di depan meja makan setelah melipat selimut dan tempat tidurku.

Oh..kau sudah mengenakan seragammu?” ujarnya terkejut sembari duduk di dekat meja.

L-joe-teen-top-31835784-500-421

~Lee Byung Hun~

“Mm..” aku hanya mengangguk sambil mengunyah roti kacang merah. Sarapan sehari-hari kami.

Kami menghabiskan roti yang ada di genggaman dalam diam. Masih ada 10 menit sebelum kami berangkat.

“Mulai besok kita tidak akan naik bus ke sekolah,” ujar namja di hadapanku yang sudah meneguk habis tehnya.

Waeyo? Stok uang kita sudah habis? Harga tiketnya naik? Bagaimana kalau aku mencari pekerjaan tambahan?” tanyaku panik seketika.

“Bwahahaha..lihat kau panik sekali!! Bwahaha,” lihat..namja ini tampak gila. Tertawa keras di hadapan seorang yeoja yang sedang panik…

Bagaimana tidak panik? Jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh dan jika kami harus jalan kaki, artinya kami harus berangkat pukul 5 pagi jika tidak ingin berlarian sepanjang trotoar.

“Apa maksudmu tertawa begitu kerasnya?!”

“Hahaha…kau salah menangkap maksud perkataanku tadi..” kini tawanya agak reda..namun wajahnya masih memerah akibat terlalu banyak tertawa.

“Jadi?”

“Aku mendapatkan sepeda baru dari pamanku. Besok Lee Ahjussi akan mengirimkannya,”

Oh, chukae..” tanggapku datar.

Eii..kenapa tanggapanmu datar sekali nona Choi? Kau tidak suka?”

” Kau mendapat sepeda baru. Itu artinya mulai besok kau akan naik sepeda sementara aku sendirian naik bus ke sekolah. Begitu kan?”

Mworagu?” kini tampangnya benar-benar blank..hei ada yang salah dengan kesimpulan yang kutarik?

Yaa sejak kapan kau jadi bodoh?” lanjutnya, “Aku tidak akan membiarkanmu naik bus seorang diri. Besok kita akan naik sepeda bersama. Tenang saja.. sepedanya sudah dimodifikasi, kau akan lihat sendiri besok.”

Oooh..” akhirnya aku faham..

Cha! Saatnya berangkat. Segera angkat pantat kurusmu itu dari lantai atau kita akan ketinggalan bus, Nona Choi,”

YAA!! Bicaralah lebih sopan kepada yeoja, Lee Byung Hun!!” ujarku kesal sambil berdiri dan berjalan melewatinya.

“Memangnya kau yeoja?” tanyanya usil di belakangku.

Dengan geram aku mengarahkan pukulan tas bahuku ke kepalanya seusai memasang kedua sepatuku. Kena! Dia tidak sempat menghindar!!

YAA!! Tidak sopan memukul kepala orang!!” teriaknya kalap di tempat.

“Memangnya kau orang?” balasku.

Dia hanya menggeram kesall sambil memakai sepatunya buru-buru kemudian menyusulku yang sudah berlari lebih dulu keluar rumah.

=o0o0o0o=

Kini kami sudah berda di dalam bus. Setelah menunggu 3 menit dengan sedikit adu mulut, kini kami bisa duduk tenang di kursi penumpang. Perjalanan yang kami tempuh sekitar…5,5 km.

Ah, perkenalkan namaku Choi Yoon Ah. Aku siswi kelas 11 tingkat 2 SMA Haengbok, Seoul. Kalian mungkin asing dengan ‘tingkat 2’ yang kumaksud. Di SMA Haengbok yang merupakan sekolah swasta, setiap grade ada 3 tingkatan kelas.

Tingkat  1: Untuk putra/i kalangan elite, dan para siswa berprestasi dari keluarga menengah ke atas.

Tingkat  2: Untuk para siswa berprestasi dari keluarga menengah ke bawah.

Tingkat  3: Untuk para siswa kelas ekonomi rendah yang masuk ke SMA Haengbok dari pengajuan pemerintah dalam rangka program wajib belajar 12 tahun.

Diskriminasi besar-besaran? Tentu saja. Itu sudah biasa terjadi di sekolah swasta. Terlebih di  sekolah semegah SMA Haengbok.

Mm..sebenarnya dulu aku berada di tingkat 1.

Karena.. sebenarnya, aku termasuk dalam keluarga yang terpandang dan elite. Namun sebuah kecelakaan naas menewaskan kedua orang tuaku di TKP saat usiaku 10 tahun. Aku diasuh oleh kerabat orang tuaku, sekaligus calon keluarga kami. Yeah, aku tinggal di rumah tunanganku. Kim Myungsoo.

tumblr_m9o2p8dJoi1qm5qb5o1_500

~Kim Myungsoo~

Semuanya baik-baik saja, sampai saat aku berusia 16 tahun, perusahaan diambil alih paksa oleh pamanku. Ia merubah semua dokumen termasuk surat wasiat yang seharusnya menjadikanku alih waris atas semua perusahaan Choi Corp. Semua orang kepercayaan ayahku pun beralih memihak padanya. Seketika aku kehilangan semuanya. Termasuk………Myungsoo.

Tuan dan Nyonya Kim mengusirku setelah mengetahui berita tersebut. Mereka hanya menginginkan Choi Corp. Bukan aku. Bodoh, aku terlalu percaya pada kebaikan mereka.

Heah..malam itu.. malam sebelum aku harus angkat kaki dari rumah keluarga Kim, Myungsoo mengajakku pergi. Kabur. Aku tidak tau harus berbuat apa. Kupikir, asal berada di samping Myungsoo aku akan bahagia. Sayangnya…………………kami harus berpisah malam itu juga. Berpisah di malam pertengahan musim dingin.

Kupikir, jalan terbaik adalah aku mati kedinginan malam itu. Tapi ternyata Tuhan masih menginginkan aku merasakan sinar matahari memaksa menembus kelopak mata tipisku. Saat terbangun di pagi hari….badanku diselimuti selimut lapis 4 dan sebuah kompres penghangat di dahiku. Di rumah asing. Rumah petak berukuran sedang yang rapi.

Itulah pertamakalinya aku mendengar suara khasnya melantunkan kalimat serampangannya menyapa pendengaranku. Merasakan sentuhan hangatnya di dahiku. Melihat kelakuannya yang konyol. Mendapat perhatiannya. Sejak saat itulah aku mengenal namja aneh penyelamatku ini. Lee Byung Hun.

=TBC=

Waiting for Kim Myungsoo appereance Guys?

GIVE YOUR COMMENT + LIKE SIGN &Wait for the next part, okay?  😉

46 thoughts on “I’m Your Lover, Your Chaser, Forever [1]

  1. Keren sekali author.. pake ada acara perusahaan di ambil alih paksa begitu… kasian atuh itu yoon ah nya… T,T *nangis darah*… Keep it up author sunbaenim~ ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s