[FF Freelance] Prawedding Life (Ficlet)

Prawedding Life Photo

Title : Prawedding Life

Rating : General but special for adult

Length : Ficlet

Genre : Fluff

Twitter : @anggywidiya

Facebook : Anggy Fansbieber / Anggybieberfiever@yahoo.co.id

Email : feaanggi@gmail.com

Main cast’s :

Bae Su Zy (Miss A member) as Suzy

Kim Soo Hyun (Soloist singer) as Soohyun

Krystal Jung (F(x)) as Krystal

Disclaimer :

OKe, hai. 100% ff ini handmade saya, tanpa ada campur tangan ‘plagiat’. Kalo inspirasi datang dari MV-nya Gril’s Day ‘Don’t Forget Me’. Well, inilah ff saya yang ala kadarnya. Sorry kalau terdapat banyak kesalahan dalam penulisan karena ini bukan disengaja.. have fun, Guys. Muclaaa

Summary :

“Aku minta maaf tentang kejadian waktu lalu karena telah menamparmu. Jujur saja aku menyukaimu. Tapi kenapa kau tega tidak memberiku makan hingga aku pingsan” tuturku kesal pada Soohyun.

Kissing. Cuppp.

Dengan jiwa pemberani bak pahlawan, aku baru saja mencium bibir Soohyun.

Matanya mendelik memandangku, sekejab ia menyunggingkan senyuman dan berbalas menciumku. Ia berbisik I LOVE YOU padaku.

I love you too.

 

 

GUBRAKKK!!!!!!!!!

Aku menoleh kearah bak sampah begitu juga Soohyun. Ia menatap dingin pada kucing piaraanku -Gogi- yang menumpahkan isi sampah-sampah itu ke lantai. Dengan cepat kutarik kembali pandanganku dan memungut Gogi si kucing manisku menjauh dari bak sampah itu lalu memasukannya ke dalam kandangnya. Aku kembali lagi ke dapur, saat niatku ingin membersihkan sampah-sampah tadi, aku terkejut ketika mendapati lantai yang tadinya kotor oleh sampah kini sudah bersih bebas dari sampah.

“Apa kau membersihkan sampah-sampah tadi?” tanyaku pada Soohyun yang sibuk dengan ramennya.

“Apa masalah jika aku membersihkannya?” tanya Soohyun ketus.

“Ani. Hanya saja itu… Ani ani ani.”

Yaa inilah suasana yang kulalui jika bersama Soohyun. Ekspresinya, tuturnya, gerakannya semua dingin dan ketus tidak ada ramah tamah sedikitpun padaku.

Entah kenapa kami harus tinggal dalam satu atap jika hubungan kami segersang ini. Bukan kemauanku dan juga Soohyun untuk tinggal bersama melainkan kemauan orangtua kami berdua. Orangtua kami menjodohkan kami berdua, kata mereka ini ritual yang harus dijalani sebelum kami sungguh-sungguh menikah, mereka menyebutnya prawedding life. Oh Tuhan.

GRUBYAKKK!!! AWWW!!!

Pantatku sakit sekali terjatuh dari tangga. Menahan sakit sembari menangis. Tiba-tiba saja Soohyun menghampiriku.

“Ada apa?”

Disela-sela tangisku kujawab “Aku terjatuh dari tangga”

Kemudian ia membopongku memasuki rumah dan membaringkanku di sofa ruang tengah. Tanpa berkata-kata ia membuka sandal yang kupakai, dengan masih merintih kesakitan aku memegang pantat yang rasanya sakit sekali seperti ada tulang yang patah.

“Tengkuraplah!” suruh Soohyun.

“Untuk apa?”

“Memijat pantatmu. Bagaimana bisa sembuh jika tidak dipijat” katanya yang tiba-tiba membalikan badanku hingga berhasil juga aku terbaring tengkurap.

Bagaimana bisa seorang namja menyentuh pantatku? Padahal kami bukan pasangan kekasih atau sejenisnya. Walaupun kami dijodohkan tapi itu tidak menutupi kemungkinan jika kami tidak akan melakukan pernikahan. Tidak, ia tidak boleh melakuakannya.

“ANIIIII!!!” GRUBYUKKKK!!!

Aku dapat merasakan tulang pantatku saat ini benar-benar patah gara-gara terjatuh dari sofa. Tunggu, aku merasakan ada sesuatu yang menumpang pada tubuhku. Kubuka mataku perlahan.

“Jadi ini yang kau inginkan” tutur Soohyun padaku yang terpaut 5cm saja dari  wajahku.

Ceglukkkk. Suara telanan air liurku terdengar nyaring hingga memantul didinding-dinding ruangan ini. Mata sipit Soohyun begitu berbeda memandangku saat ini, hendusan napas dari hidungnya mengenai permukaan hidungku dan disekitar landai pipiku, bibirnya bergerak kecil yang membuat hatiku semakin bergetar cepat.

Ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga ia berhenti ketika hidung kami saling bersentuhan, lalu ia berkata “Bukankah ini tidak salah?”

Kissing. Cuppp.

“Hentikan!” teriakku dan PLAKKK! Kutampar Soohyun.

“Kau tahu, ini salah.” Seraya dengan kesal kuberdiri dan meninggalkan Soohyun.

°°°

 

Pagi ini kuturuni anak tangga tanpa mencium bau khas masakan Soohyun. Apa hari ini ia memasak lebih awal?

Sesampai dimeja makan tak ada makanan atau minuman yang tersaji. Hari ini ia tak memasak, padahal aku lapar sekali sudah dari kemarin malam aku tidak memasukan makanan apapun ke dalam perutku gara-gara masih kesal dengan Soohyun. Uhh.

 

Sesampai di depan kampus kulihat Soohyun bediri didekat pohon dengan teman-teman wanitanya dan beberapa teman laki-lakinya. Kau pikir aku akan cemburu melihatmu dengan wanita-wanita itu? Kupasang wajah cuek dan acuh tak acuh ketika melewatinya. Bahkan satu lirikanpun tak kulakukan padanya.

Kuletakkan kepalaku diatas meja merasakan efek kelaparanku yang kini membuat kepalaku sangat pusing. Badanku sangat lemas ingin sekali berbaring di tempat tidur dan memejamkan mata sejenak namun itu hanya ilusi dan khayalanku  saja.

TETTTTTTT!!!. Tanda bel masuk kelas sudah terdengar ditelingaku.

“Morning!” sapa Krystal.

“Kau sudah sembuh? Katanya masih sakit pantatnya” lanjut Krystal.

Kugelengkan kepala.

“Pucat sekali kau pagi ini. Jika tak sakit lalu kenapa? Apa kau ada masalah dengan suamimu?” tanya Krystal lebih lanjut seperti polisi yang mengintrigrasi pelaku tindak korupsi.

“Dia bukan suamiku” elakku.

“Tapi calonkan? Aku sudah paham itu.” tukas Krystal diakhiri senyumnya yang lebar yang membuatku semakin jengkel.

Lima menit kemudian dosen kami datang “Anak-anak kumpulkan tugas analisis kalian, sekarang!” kata dosen kami seraya berjalan ke meja diujung sana.

Seketika aku bangun dari buyarku dan membuka tas. Kubuka map yang berisi tugas-tugasku dan mencari tugas analisisnya namun tak berhasil kutemukan. Aku kembali menilik isi dalam tasku namun aku tak berhasil menemukannya. Ini membuatku frustasi dan ketakutan.

“Nona Suzy mana tugas Anda?” tanya dosen itu dengan sinis.

“Mi..mian, Miss. Boleh tidak jika saya mengumpulkannya besok?” tawarku padanya.

Ia menyimpan kedua tangannya di dalam saku dan berjalan mendekati bangkuku “Baik, tugasmu akan saya terima besok namun sebaiknya saat ini Anda keluar saja dari kelas saya”

“Tapi, Miss? Kenapa?”

“Saya akan jelaskan nanti saat jam ini selesai. Sekarang bisakah Anda meninggalkan kelas ini?”

“Kenapa Suzy, Miss?” tanya Krystal mencoba meminta penjelasan pada dosen kami yang saat ini berdiri di depan bangkuku.

“Baik saya keluar.”

 

Karena tak tahu harus berbuat apa dan ingin pergi kemana, kuputuskan untuk pulang kerumah saja tidak peduli dengan dosenku yang sangat menyebalkan itu ataupun Soohyun yang juga mengesalkan.

Ketika sampai didepan pintu rumah tiba-tiba saja pandanganku menjadi gelap, kepalaku yang tadinya buyar sekejab saja hilang dan badanku ringan bak kapuk yang ditiup angin. Hening.

Kelopak mataku menangkap sebuah cahaya yang sangat silau hingga sulit mataku untuk sempurna membbuka. Badanku sangat lemas dan perutku terasa sangat kosong ditambah pantatku yang masih sedikit sakit.

Seingat terakhirku tadi, aku berada didepan pintu namun kenapa saat ini aku sudah berada didalam kamarku?

“Kau sudah bangun?” Soohyun yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar. Ia mendekati tempat tidurku dan duduk disampingku lalu beralih mengambil posisi tidur disampingku.

“Kenapa kau tidur disini?”

“Ingin mendengarkan cerita tidak?”

“Apa?”

“Dahulu ada seorang anak kecil memiliki teman dekat, walau teman dekatnya itu seorang gadis. Si anak laki-laki menganggap teman gadisnya itu adalah segalanya, mereka selalu bermain bersama sepanjang hari. Hingga suatu ketika si anak laki-laki harus meninggalkan teman gadisnya karena orangtuannya yang harus mengais uang ditempat lain. Si gadis sangat sedih ketika ia tahu jika teman laki-lakinya pergi meninggalkan ia tanpa belum sempat ia mengatakan cinta pada teman laki-lakinnya. Hari demi hari sampai dewasa si gadis melalui hidupnya tanpa senyuman dan penuh penyesalan hingga ia memutuskan untuk menikah dengan pria yang sama sekali tidak ia kenal atau dicintainya. Kau tahu bagaimana kehidupan si anak laki-laki dan teman gadisnya setelah itu?”

Kucoba menggunakan otaku untuk menjawabnya namun tetap saja aku tidak berhasil menemukan jawaban yang tepat.

“Si laki-laki berniat akan melupakan teman gadisnya dan memulai hidup baru sedangkan si gadis hidup dalam penuh penyesalan dan ketidak bahagiaan. Selesai.” Jelas Soohyun.

Dengan wajah datar “Cerita apa itu? tidak menarik sama sekali”

“Karena aku bukan anak sastra sepertimu”

Kukrucutkan kedua bibirku. KRUYUKKKK.

“Kau dengar itu?” kataku.

“Ne, suara perutmu yang kelaparan.”

Kubenarkan posisi tidurku berubah kesamping memandang Soohyun “Tega sekali kau tidak membuat makanan untukku. Padahal kau tahu jika aku tidak makan dari kemarin malam”

“Yaa masak saja”

Kupukul lengan Soohyun dan berteriak “Aku kan tidak pandai memasak. Buakan kah kau tahu itu?”

Dengan sigap Soohyun menarik tanganku dan posisi kami semakin dekat. Ini membuat hatiku berdebar lebih kencang.

“Aku minta maaf tentang kejadian waktu lalu karena telah menamparmu. Jujur saja aku menyukaimu. Tapi kenapa kau tega tidak memberiku makan hingga aku pingsan” tuturku kesal pada Soohyun.

Kissing. Cuppp.

Dengan jiwa pemberani bak pahlawan, aku baru saja mencium bibir Soohyun.

Matanya mendelik memandangku, sekejab ia menyunggingkan senyuman dan berbalas menciumku. Ia berbisik I LOVE YOU padaku.

I love you too.

Malam ini benar-benar malam yang begitu special. Karena untuk pertama kalinya kami tidur dalam satu ranjang ditemani taburan cinta dan ciuman dari Soohyun aku tak merasakan kesakitan pantatku, kelaparan perutku atau kepusingan kepalaku. Malam ini hanya pelukan dan ciuman Soohyun yang kurasakan.

°°°

 

Satu bulan kemudian kami berdua menikah. Tepatnya itu  hari Kamis bulan Februari.

“Wahai kau Kim Soo Hyun dan Bae Su Zy, maukah kalian menerima pasangan kalian?”

“Ya”

“Maukah kalian menemani pasangan kalian disaat dalam keadaan sehat maupun sakit?”

“Ya”

“Maukah kalian menemani pasangan kalian saat senang maupun susah?”

“Ya”

“Dan maukah kalian berjanji akan selalu mencintai dan mengasihi pasangan kalian sampai maut memisahkan?

“Ya, kami berjanji”

Kami berdua saling bertukar pandang dan menautkan cincin satu sama lain. Dan memberikan hormat pada tamu undangan yang telah menghadiri pernikahan kami. Semua mata tertuju padaku dan juga Soohyun yang saat ini menjadi icon. Kulihat Krystal tersenyum bahagia begitu pula orangtua kami. Sepertinya mereka berhasil dengan usaha prawedding life ini.

“Nona Kim?”

Kusenggol ringan lengan Soohyun dengan tersenyum malu-malu “Aku belum terbiasa dipanggil seperti itu”

“Lalu aku harus memanggil apa?”

Kulemparkan senyum bahagia pada Soohyun yang juga melukiskan senyumnya walau samar dan…

Kissing.

Kissing.

Sekali lagi

Kissing.

“I love you” tutur Soohyun.

“I love you too.” Balasku.

Kissing. Cupppp.

 

The End

 

 

 

Note : akhirnya selesai juga. Mian yaa readers kalau ff-nya tidak bagus atu terlalu garing. Maklum lah Cuma ff amatiran. Cuma buat ngilangin setress karena pelajaran aja.. jangan lupa C-nya yaa, thanks.

21 thoughts on “[FF Freelance] Prawedding Life (Ficlet)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s