SHE PRECIOUS [Ficlet]

SHE PRECIOUS by BELLA JUNG

Genre : Sad || Rate : PG15+ || Length : Ficlet

Main Cast : 2PM’s Nichkhun & Kim Soeun

Sub Cast : 2AM’s Seulong & 2PM’s Taecyeon

Disclaimer : Inspired by my religious activities & other Fanfiction’s

 

+

“ bahwa hal yang berharga akan terasa keberhargaannya ketika hal tersebut telah tiada ” 

+

Nichkhun mengaitkan satu persatu kancing kemejanya di depan cermin besar di sudut kamar . setelah selesai , pria itu menanggahkan kepalanya dan menatap lamat bayangan dirinya di cermin dengan saksama . tidak beberapa lama setelah dirinya menjeda , pria itu tersenyum kikuk . menatap bayangannya dengan senyum terbaik yang mampu dia berikan .

Pria itu beralih kepada salah satu lemari pakaian di samping cermin . membukanya  dan meraih sebuah tokedo berwarna hitam dan dipakaikannya ketubuh jenjangnya . pria itu membetulkan ujung tukedonya yang terlihat sedikit kusut di satu sisi dan kembali melihat bayangannya . pria itu menatap setiap lekuk wajahnya yang tampak mengkerut , bibirnya terlihat kering dan bayangan hitam di bawah matanya terlihat cukup jelas kali ini . Nichkhun mendesah pelan dan beralih lagi , meraih smartphonenya yang tergeletak diatas seprai kusut ranjang tidurnya dan berjalan mendekati pintu kamarnya .

“ Khun , semua telah siap . ayo cepat kita tidak punya waktu lama—“ , suara serak itu terdengar dari balik pintu .

Nichkhun memutar kenop pintu kamarnya dan membukanya . mendapati sosok yang sangat di kenalnya tengah berdiri dengan pakaian serba hitam dan juga bunga ditangannya . Nichkhun tersenyum pasif . “ aku tahu bu—“ , kekehnya . “ ayo kita pergi “ .

Nichkhun menoleh kearah kamarnya , menatap dalam sebuah kotak musik yang tergeletak di samping telpon rumahnya di sudut ruangan lalu kembali beralih , menatap punggung sang ibu yang mulai menghilang di ambang pintu keluar rumahnya .

+

“ ayolah khun—“ , Soeun menarik paksa lengan Nichkhun mendekati sebuah loket tiket yang berada di ujung jalan . “ kalau kau seperti ini kita tidak akan dapat kursi paling depan “ .

Nichkhun memutar bola matanya , tidak juga antusias dengan ajakan Soeun yang masih berusaha menyeretnya kesana . “ sudahlah Soeun—aku tidak suka musik trot ! bukankah sudah ku bilang aku tidak ingin pergi ke pertunjukan ini “ , pria itu menghempaskan tarikan tangan Soeun hingga gadis itu tersungkur ke aspal jalan . membuat Nichkhun di pandang sebelah mata oleh orang orang yang melihat kejadian itu .

“ mengapa dia tega sekali ? “ , Nichkhun melihat sepasang kekasih yang saling berbisik lalu kembali menatap Soeun yang terduduk tepat di hadapannya .

“ cepat bangun ! “ , katanya tanpa sedikitpun mengulurkan tangan untuk membantu gadis itu bangkit .

Soeun menatap Nichkhun culas dan beberapa detik kemudian telah kembali berdiri di hadapan pria itu tanpa sedikitpun memasang raut wajah kesal . “ ayolah khun—“ . Soeun kembali memohon sembari memegang erat lengan Nichkhun yang kini terlipat di depan dada bidangnya .

Nichkhun mendesah dan menatap Soeun dengan sedikit anggukan kepala  . “ baiklah , hanya sekali ini saja ” .

 

+

 

“ sudah hampir 3 kali nyonya Kim menelponku dan menanyaimu—“ . wanita paruh baya itu mendumal kesal sembari membenarkan ikatan di rambut blondenya dengan sigap .

“ maaf—“ , Nichkhun mendesah dan mengalihkan pandangannya kearah perkarangan rumahnya yang mulai menjauh dari penglihatan .

“ Seulong juga telah menelponku 20 puluh kali sejak semalam , apa kau tidak memperdulikan gadis itu khun ? “ , di balik kemudi , Tuan Horvejkul menggeliat kesal dengan kelakuan putranya yang menurutnya aneh .

Nichkhun mendengus , tatapannya masih kearah jalan raya perumahannya . “ aku tahu “ , katanya lagi . Nichkhun merogoh saku tokedonya dan mendapati smartphonenya yang kembali bergetar .

50 new messages | 108 missed calls

“ sudahlah suamiku—pria tampan ini memang tidak peduli dengan apapun . dia egois—“ , nyonya Horvejkul semakin menyudutkan Nichkhun yang kini sibuk dengan ponselnya .

Nichkhun melempar smartphonenya ke sebuah tong sampah kecil yang berada di samping jok yang dia duduki  , melipat kedua tangannya di depan dadanya dan untuk kesekian kalinya kembali menatap kosong jalan raya .

“ Khun ! Apa kau sama sekali tidak perduli dengan keadaan sahabatmu Soeun ? “ , tuan Horvejkul mulai geram dengan sikap ketidak pedulian yang Nichkhun perlihatkan . membuat Nichkhun mendelik saat ayahnya menggertaknya dengan pertanyaan itu .

“ ya—kau benar ! aku tidak memperdulikannya ! “ .

+

 

“ aku membelikan-mu yang baru “ . ujar Soeun sembari memainkan jari lentiknya di atas layar touchscreen smartphonenya .

Nichkhun menginjak rem tiba tiba , membuat tubuh mereka sedikit terhempas kedepan . pria itu mendelik , memandang Soeun yang terlihat bingung di sampingnya , “ apa kau bilang ? k-kau m-membelikanku yang baru ? “ , kekehnya .

Soeun menoleh pasif dan menaru smartphonenya ke saku kemeja yang dia kenakan , memandang setiap lekuk wajah Nichkhun yang mulai mengkerut lalu sedikit menganggukan kepalanya , “ ya , aku membelikanmu sebuah laptop yang menurutku lebih praktis—“ , jawabnya .

Nichkhun memalingkan pandangannya , memukul setir mobilnya sekuat yang dia bisa lalu berteriak marah . “ apa kau tak tahu kalau Komputer itu aku beli dengan jerih payahku sendiri ? “ , gertakannya , membuat tubuh gadis yang duduk di sebelahnya melonjak kaget .

“ tapi—“ .

Nichkhun kembali menoleh dan memotong usaha pembelaan yang baru saja akan  Soeun ungkapkan , “ kau Kim Soeun , tidak pernah tahu akan hal itu bukan ? mengapa bisa bisanya kau menjual Komputerku tanpa sepengathuanku ? “ .

“ aku sudah meminta izin kepada ibumu—“ .

“ jadi apa kau pikir ibuku adalah aku ? “ , Nichkhun mencondongkan badannya kearah Soeun yang mulai ketakutan . pria itu memandang mata Soeun dengan tatap kebencian .

Gadis itu menggeleng dan kembali menjawab , “ maaf—“ .

Nichkhun mengembalikan posisi duduknya senormal mungkin , mengeratkan genggamannya di setir mobil dan kembali berbicara . “ keluar ! “ .

Soeun mendelik , “ Khun—“ , lirihnya .

“ sudah kubilang keluar ! “ , katanya lagi tanpa sedikitpun menoleh , menekan tombol yang mengunci pintu mobilnya dan membiarkan pintu mobilnya terbuka .

Soeun masih di posisinya , diam—entah apa yang membuat Nichkhun bisa setega itu padanya tetapi , gadis itu benar benar tidak tahu soal dari mana Nichkhun mendapatkan komputernya . “ jika aku turun disini—tidak ada satupun bus atau taksi yang melewati jalan ini , mobil pribadi-pun jarang jadi tidak mungkin—“ .

Nichkhun menyeringai dan sedetik kemudian membuka seatbelt-nya .” baiklah kalau itu maumu , aku yang akan pergi ! “ katanya lalu keluar dari mobil , berjalan pergi meninggalkan Soeun yang masih ketakutan .

Gadis itu juga ikut keluar , memandang punggung Nichkhun yang mulai menjauh dan memohon mohon agar pria itu kembali , “ Khun—Nichkhun ! kembali ! “ .

 

+

 

Nichkhun membuka pintu mobil tanpa menghiraukan ocehan orang tuanya yang sudah membuat seisi otaknya kusut , soal Soeun dan Soeun .walau mereka menganggapnya tidak peduli akan gadis itu tetapi sebenarnya , Nichkhun mengalami kesedihan yang berlebih dari setiap orang yang mengenal gadis bemarga Kim itu .

Entahlah , Nichkhun tidak ingin mengingat gadis itu lagi dan mulai melangkahkan kakinya mendekati sebuah bangunan tua dengan tanda salip di atas pintu masuknya . “ Nichkhun—“  , panggilan itu membuat Nichkhun merinding dan memutar tubuhnya ke arah sumber suara .

Seulong , pria itu berlari mendekatinya dengan tokedo yang melekat di tubuh jenjangnya , “ dari mana saja kau ? aku sudah puluhan kali menelpon-mu ! kau tahu ? Soeun sangat membutuhkanmu ! “ , tegasnya dengan tangan terkepal .

Nichkhun bergidik , memalingkan pandangannya dan kembali berjalan , tidak menghiraukan pernyataan Seulong barusan , tetapi pria itu menahan bahunya , membuat Nichkhun kembali menoleh . “ kau tidak peduli ? “ , tanyanya dan sebuah pukulan keraspun melayang ke tulang pipi Nichkhun , membuat pria itu tersungkur ke aspal halaman gereja dengan mata berkaca kaca .

Semua orang yang melihat ke jadian itu mendekati mereka , lebih tepatnya melerai Seulong untuk tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan terhadap Nichkhun . “ brengsek—bagaimana mungkin gadis sebaik Soeun bisa mencintaimu ? jelaskan itu padaku—“ .

 

+

Soeun mengacungkan sebuah kotak musik ke hadapan Nichkhun , “ apa kau menyukainya ? “ , tanyanya lalu menaru kotak musik itu ke meja cafe , tepat dihadapan Nichkhun .

“ apa ini ? “ , pertanyaannya tidak sedikitpun terdengar antusias .

Soeun melipat tangannya di atas meja cafe dan menjawab , “ kotak musik , selamat ulang tahun—“ , katanya kali ini dengan senyuman yang mengembang .

Nichkhun memalingkan pandangannya kearah kotak musik yang di berikan Soeun , memandang kotak itu dalam . hanya Soeun yang mengingat ulang tahun-nya . sejak pagi hari pria itu sudah menunggu nunggu ucapan selamat ulang tahun dari orang orang terdekatnya , tetapi tidak ada satu pun orang yang mengingat hari ini adalah hari ulang tahunnya . hanya Soeun yang mengingatnya , dan itu membuat hati Nichkhun sedikit luluh , “ terimakasih—“ , katanya tanpa sedikitpun beralih pandang kearah Soeun .

Gadis itu kemudian berdiri masih dengan senyuman , mencondongkan badannya kearah Nichkhun dan menempelkan bibirnya ke bibir Nichkhun untuk beberapa detik , “ aku menyukai-mu ! “ .

+

 

Nichkhun terisak di hadapan Seulong , pria itu sudah tidak dapat lagi menahan kesedihannya yang mendalam , dan ini karna Soeun . “ maafkan aku—“ , gumaman itu tidak hentinya keluar dari mulutnya , menutup mulutnya dengan telapak tangan yang sedari tadi tidak hentinya bergetar .

“ apa kau menyesal ? “ teriakan itu masih saja keluar dari mulut Seulong yang tubuhnya kini di tahan oleh Taecyeon yang bertubuh kekar .

“ Nichkhun—“ , dari arah belakang tiba tiba ibunya memeluknya erat , dan dapat sangat terasa kalau wanita paruh baya itu menangis di bahunya .

Nichkhun melepaskan pelukan ibunya dan berdiri tegap , memandang Seulong dengan tatapan kosong dan beralih pada gedung kusam yang berdiri kokoh di sampinya , melangkahkan kakinya mendekati gedung yang dihiasi berbagai ornament bunga berwarna warni .

+

 

Nichkhun berjalan mondar mandir di depan ranjangnya , tangannya tergenggam erat , matanya tidak pernah lekat ke satu titik focus . cemas , hanya cemas yang dia rasakan terutama saat membaca pesaaan singkat yang Seulong kirimkan .

From : Seulong
Soeun , dia kecelakaan . kepalanya mengalami gegar otak berat . kau harus segera kesini .

Nichkhun memandang laptop berwarna putih yang tergeletak di atas meja belajarnya kemudian beralih pada sebuah kota Musik di samping telpon rumahnya . memandang hadiah ulang tahun yang di berikan Soeun saat hari ulang tahunnya tahun lalu . pria itu berjalan mendekati kotak musik tersebut . meraihnya dan membukanya perlahan , mendengarkan lantunan indah alunan piano khas yang sering di dengarnya di televisi .

Dert—

Nichkhun kembali menaru kota musik yang masih melantun itu ke atas ranjangnya . tangannya kini meraih smartphone yang dia taru di saku celana hawainya . mengangkat sebuah telpon dari kontak bernama Lim Seulong dengan tangan bergetar , menempelkan smartphonenya tersebut ketelinga dan mendengarkan Seulong berbicara dengan penuh rasa ketakutan .

“ yobboseo—Khun , Soeun . Dia meninggal “ .

DEG , Nichkhun menjatuhkan Smartphonenya , memalingkan pandangannya kearah kotak musik yang masih melantun itu lagi . memandangnya kosong . hatinya bagai tercabik benda tajam , tat kala Seulong mengucapkan kata kata kematian yang menimpa Soeun .

Mata Pria itu berkaca kaca setelah sekian lama menjeda , membuat butiran air yang tak henti hentinya mengalir . semakin lama , isakan itu semakin menjadi jadi . mengingat kembali kenangan manis yang pernah Soeun berikan padanya , soal pertunjukan musik trot , laptop , kado ulang tahun . Nichkhun tidak sepenuhnya mengacuhkan Soeun . dirinya hanya terlalu takut untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau dia pantas mendampingi Soeun sebagai seorang kekasih bukan sahabat dengan sifat buruk yang dia miliki .

+

 

Nichkhun menatap dalam diam sebuah peti jenazah yang terpampan jelas di ujung altar . melihat sebuah foto gadis cantik yang cukup dikenalinya di atas peti itu , Soeun seakan menatap dirinya penuh dengan banyak sekali pengharapan . meminta Nichkhun untuk tetap bersamanya . Kim Soeun , pria itu terlalu naïf untuk mengatakan bahwa dia mencintainya , jauh lebih naïf . rasa takut akan sikap-nyalah yang selalu membuatnya tersudut bahkan dikala semuanya telah sangat jelas , ketika gadis itu menciumnya dihari ulang tahunnya .

“ tidak apa apa—kau tidak bersalah khun “ , wanita setengah baya yang berdiri di sampingnya seakan membuat sebuah energi yang tidak jauh berbeda dengan Soeun .

Nichkhun menoleh , matanya masih terlihat sembab ketika memandang nyonya Kim yang tatapannya sedikit membuat kesedihan di hatinya luntur , mata itu sangat mirip dengan mata Soeun , “ aku sangat mencintainya dan mengapa aku bisa sebodoh ini untuk tidak mengatakan aku mencintainya “ , katanya lalu kembali terisak .

Nyonya Kim mengeratkan tangannya di kedua bahu Nichkhun dan kembali berbicara , “ kau tidak bersalah , Soeun mengerti dengan alasanmu itu “ , katanya . “ apa kau tahu ? sehari sebelum hari ulang tahun-mu—“

+

 

Nyonya Kim memandang putrinya yang sedang sibuk membungkus sebuah kotak kecil di atas ranjangnya dari balik celah pintu kamar Soeun . tidak beberapa lama Soeun menyadari keberadaannya , menengadah wajahnya dan tersenyum memandang sang ibu yang masih diposisinya . “ ibu , mengapa kau ada disana ? cepat masuk “ , katanya .

Nyonya Kim pun masuk keruangan bernuansah putih tersebut , “ sedang apa kau ? “ , tanyanya sembari duduk di atas ranjang Soeun dan memperhatikan putrinya membungkus sebuah kotak .

“ ah , besok adalah hari ulang tahun Nichkhun “ . katanya masih sibuk dengan kotak itu .

“ besok adalah hari ulang tahun Nichkhun ? “ .

“ iya , menurut ibu , apa kado ini cocok untuknya ? “ , Tanya Soeun sambil menunjuk kearah kotak yang sudah selesai dia bungkus dengan pita cantik di permukaannya .

“ apa itu ? “ .

“ kotak musik “ .

“ kotak musik ? “ .

“ aku hanya ingin membuatnya sadar , dengan kotak musik ini dia tidak perlu khawatir . sikap-nya , aku tahu di tidak benar benar bersikap tak acuh seperti itu . aku tahu dia hanya takut untuk mengungkapkan perasaannya kepadaku . tetapi ibu—jika akhirnya di benar benar tidak bisa mengatakan kalau dia mencintaiku aku juga tidak akan marah . dia akan menyadarinya mungkin ketika aku tidak ada lagi di dunia . dan itu jauh lebih baik karna dengan begitu dia tidak akan lagi didera rasa takut seperti yang dia rasakan ketika bersamaku “ .

+

 

“ jadi kau tidak perlu khawatir “ .

Nichkhun menatap nyonya Kim dalam , “ Soeun benar , aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya , benar benar takut “ .

“ pergilah , kau perlu melihat wajahnya sebelum tubuhnya di kremasi “ , katanya .

Nichkhun-pun berjalan mendekati peti jenazah yang berada diujung altar dengan tangan bergetar . kenangan itu kembali datang , matanya seakan melihan Soeun berdiri di ujung altar , menyambutnya dengan senyuman dan gaun putih yang indah . membuat Nichkhun kembali meneteskan air matanya dan mulai tersenyum , menerima semuanya .

Seseorang pernah berkata padanya bahwa sesuatu yang berharga akan terasa keberhagaannya ketika sesuatu itu telah tiada . seperti Soeun , Nichkhun baru menyadari betapa berharganya gadis itu ketika dirinya telah pergi , meninggalkan kenangan kenangan indah yang dia buat untuk Nichkhun .

THE END

Note : anyeong , aku kembali lagi dengan Ficlet (2647) yang aku buat dalam 2 hari , terinspirasi sama kata kata ‘sesuatu yang berharga akan terasa keberhagaannya ketika sesuatu itu telah tiada’ yang aku dapet waktu kegiatan keputrian di hari jumat lalu , haha xD . mian kalo kata katanya atau castnya kurang bagus dan pas , maklum masih tahap belajar . kalo yang udah baca dan punya saran atau kritikan jangan lupa berikan RCLnya ya . thanks 🙂

22 thoughts on “SHE PRECIOUS [Ficlet]

  1. ah, oke sip.
    semua bagus, cuma mungkin penempatan tanda baca dan huruf kapital masih harus diperbaiki lagi, biar reader juga enak bacanya hehe. 🙂
    sebenernya aku suka sih sama ide ceritanya, tapi menurut aku kurang dieksekusi dengan kurang baik.
    yang bikin aku bingung adalah, apa alasan Nichkhun yang nggak mau bilang cinta sama Soeun? takut? kalo takut, apa yang harus dia takutin?
    terus, di cerita ini mereka digambarkan sebagai sepasang sahabat, tapi aku nggak ngerti atas dasar apa & kenapa, Nichkhun bisa berperilaku sedemikian kasar & tega sama Soeun, yang (katanya) dia cintai.
    well, mungkin itu aja sih komentar aku hehehe. 😀
    jangan tersinggung ya! cuma berpendapat kok! 😛
    keep writing~

    • trims:) makasih kak sarannya , btw emang bener sih disini endingnya agak gak dapet feelnya , aku gak terlalu bisa buat ending yang baik , maklum masih belajar , dan mungkin ini juga pengaruh sama mood aku saat nulis endingnya(blur) dan soal apa alasan ketakutan Nichkhun aku udah jelasin di salah satu kalimat “dirinya hanya terlalu takut untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau dia pantas mendampingi Soeun sebagai seorang kekasih bukan sahabat dengan sifat buruk yang dia miliki” disitu aku jelasinnya , walau gak terlalu jelas , soo thank atas masukan , kritik , dan sarannya 😀 di tunggu saran saran dan kritik selanjutnya xD

  2. Aduuuhhhh Author…
    Castnya bagus kali !!
    Saya suka So eun dan Nickhun…

    Pas awal baca dikira’in Nick bakal mo nikah, –”
    #eh,wkt bca bagian mata Nick hitam,dan Ibu Nick manggil Nick,bru deh nyadar mreka mo kepemakaman 😦

    kasihan Sso 😥
    dan begitu paboyannya Oppa Nick #peace v,v

    ditunggu krya lainnya Thor,dan tenttunya dgn cast, So eun,Nick or So eun-Junhoo 😀

  3. hiks hiks 😦
    sesuatu akan sangat berharga saat sesuatu itu menghilang
    q pikir mereka sepasang kekasih krna terpaksa maka y Nickhun mpe sekasar tu ma So eun ,,
    tp kenapa Nickhun mpe sekasar n cuek gtu ma So eun hrus y sahabat kn g gtu. pa So eun pnya kesalahan ?

  4. Unnie kalau bikin ff jangan sad ending lagi ya? Soalnya ficlet ini sungguh membuatku ingin menangis. Hiks… Tapi sungguh, aku sungguh sangat terharu dengan kalimat yang tersurat jelas di ficlet ini bahwa kita akan menyadari sebuah arti keberhargaan saat hal itu menghilang dari sisi kita. Hiks… 😦
    oh ya aku juga lagi baru blajar bikin ff, tpi kok gk bisa skeren punya unnie ya? xD~ #lupakan ~ terus berkarya unnie^^

  5. cerita nya keren bnget !!

    aq suka apa lagi cast nya kim so eun !!

    di tambah lge sad ending waaah tambah suka !!
    fell nya dapet bnget !!

    nanti bkin one shoot biar puas bacanya !!
    klo bisa pairing kim kibum suju -so eun !
    (maaf bnyak maunya)

  6. Tidak menangis,akn mengangis,akhirnya menangis,bnrn terahru,mmg rada bingung dkit bcnya coz alur yg slu tb2 dicut,tp feel sedihny dpt bgt,,keep writing gomawo !!

  7. bagus koq nyesek tau sayang’a ssi tulus bgt !
    khun knapa telat sadar’a huhuhu sedih
    😥
    buat ff kim soeun lagi ya chingu yg banyak !
    fighting !!
    🙂

  8. Halooo aku reader baru .
    Suka bgt sm ff nya . Apalagi klo so eun yg jd cast nya 😀
    ” sesuatu yang berharga akan terasa keberhargaannya ketika sesuatu itu telah tiada ” kalimat sederhana namun sangat bermakna 🙂

    Dtggu ya next ff nya nickhun dan so eun 😀
    Fighting 😀

  9. Huaaaa….terharu bgt sm ceritanya, pas bc q dah ykn crtnya bklan sad ending…btw sk sm jln crtnya….pa lg main castnya Sso and Nickhun……good job deh buat author….
    Gomawo and fightyyyyy……

  10. “ aku hanya ingin membuatnya sadar , dengan kotak musik ini dia tidak perlu khawatir . sikap-nya , aku tahu di tidak benar benar bersikap tak acuh seperti itu . aku tahu dia hanya takut untuk mengungkapkan perasaannya kepadaku . tetapi ibu—jika akhirnya di benar benar tidak bisa mengatakan kalau dia mencintaiku aku juga tidak akan marah . dia akan menyadarinya mungkin ketika aku tidak ada lagi di dunia . dan itu jauh lebih baik karna dengan begitu dia tidak akan lagi didera rasa takut seperti yang dia rasakan ketika bersamaku “ .
    Huaaa…. Mirisss bangettttt…. (-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)

    Khun ppa_bener2 bodohhh….!!!!!
    Huhuhuhuh

    Huaaa…. Ficlet ini_bener2 membuat.q mewek…
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

    Kerennn…. Kerennn sukaa…. Sukaaa pake bangettt…. 🙂

  11. Ceritaa nya baguss.. Tp feelnya kurang dapet.. Kalau lebih dijabarin(?) lg mungkin bakalan lebih keren, tp karna mungkin ficlet jadi yaa gitu, hhee

  12. pesannya keren
    alurnya menyayat
    khunsso~ sad bingit
    cinta yg mbuat takut dan disisi lain cinta mnimbulkan keyakinan
    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen kakak author

  13. Haru biru,sedih banget,sblmnya salam kenal dulu yaaa…aku reader baru.ugh,kenapa awal baca pairing ini lgsung sedih2an begini????cariin yg hepi ending dg pairing mrk brdua….yg bahagia…terus menikah…..tolong

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s