[Ficlet] Tell Me Goodbye

“ Ada 1 hal yang paling kubenci.”

“Apa?”

tellmegoodbye

“Tell Me Goodbye”

Author: AidenTOP

Cast: Krystal Jung, Kim Myungsoo

Genre: AU, Ngaco, Rate by yourself

 Duration: Ficlet

Rating: PG–17

Disclaimer: OC dan alur hak paten&cipta berlaku pada saya. Cast milik Tuhan. Author tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini.

Warning : Out of Character, Diksi Gaje, Bulepotan Style, Typo masih halal. Absurd tingkat dewa langit matahari badai. Reader bingung? Itu yang author harapkan. LOL

***

“Life as you would have wished to live when you are dying.”

***

Jelang awal hendak merengkuh waktu, berganti akhir melambai di ujung lorong masa. Desing bising merenggut paksa kebisuan antara kau dan aku yang sejak perjumpaan memaksa untuk turut dalam adegan pembukaan kau dan aku.

Aku benci harus berlakon bisu dan menjumpai kenyataan ini. Nyatanya, abjad memusuhiku dan meninggalkanku dalam kebodohan.

Aku menengadah, kau menunduk. Kumenahan airmataku, kutahu kau sedang menahan egomu untuk tidak memelukku tapi memang itu yang kuinginkan. Tolong jangan kau artikan air mata ini sebagai keputusasaan. Ini perlawananku pada detik waktu diujung sana yang memperolokku sebagai si lemah. Ini memang bagian dalam naskah kehidupanku.

“Maafkan aku…”

Akhirnya kauruntuh juga. Dan kau memilih mengikuti perintah sang sutradara waktu. Dialogmu sebagai awal dari semuanya. Tanda bagiku aku harus melakukan bagianku selanjutnya. Lalu aku memandangmu pilu setelah mendengar kata maafmu yang entah untuk siapa dan mengapa.

Egomu mengikismu hingga rusuk pertahananmu, rupanya. Lalu aku harus terima bahwa kaumenyerah pada siksaan egomu. Memilih mengorbankan diri dan bersiap hanyut dalam alur drama takdir detik kemudian. Genggamanmu berganti melingkari tubuhku, mengkhianati logikamu lalu kudengar egomu tertawa penuh kemenangan dan perasaanmu menjerit penuh kelegaan.

Ini memang lebih kuinginkan. Ini sungguh, bukan lakon palsu.

Tapi apa benar kau menginginkan ini juga? Supaya aku balas memelukmu? Oh…aku lupa kau dan aku sedang melakoni peran masing-masing. Hingga semilir dentang detik di penghujung sana meneriaki dalam gema tak terdengar. Memaksa mata kita saling berbicara jujur. Jujur, kita tidak ingin ini berlalu dan menemui titik akhir. Kau dan aku berharap koma masih mampu egois menahan titik untuk tetap bersabar sejenak, sejenak lagi. Begitu, kan?

Tidak bisa. Kau tidak bisa. Sutradara waktu di kejauhan sana memaki namamu untuk segera mengakhir drama ini. Nampaknya dia tahu kalau kau enggan untuk beranjak dari mataku. Begitupun aku.

Lalu pilihanmu?

Telapak tanganmu menampar rasa dingin keluar dari pipiku hingga hangat tersisa yang kurasa. Aku terdiam; tolong hentikan ini. Kau tahu kalau aku benci ini semua , jangan perlakukan aku demikian. Sampai hembus nafasmu menyerang kesadaranku bahwa kini matanya telah menghunus mataku dengan kelembutan yang tidak bisa kutolak, jarak itu semakin tenggelam ditelan hasratmu juga engganku.

Kelembutan itu menghapus semuanya. Semua keenggananku. Memilih menutup mataku dan menikmatinya. Biarkan dia menyalurkanya lewat kecupan manis ini. Meski harus berakhir dengan…

“Terima kasih…”

Tidak. Aku benci kau, Myungsoo. Benci.

“Terima Kasih…untuk semuanya. Selama ini…”

Dan aku semakin membencimu. Makin.

Jeritku hanya sebatas dalam ruang hati. Nyatanya hanya air mataku yang mampu menjawabnya. Sebagai ketidakrelaan bahwa drama ini memang harus mendekati akhir. Lagu latar nan lirih mulai diputar.

Lalu akupun semakin menjadi. Meneriakan kata tidak dalam tangis yang melihatmu telah melepas satu tanganku dan menjadikan jarak kau dan aku satu langkah lebih jauh. Kau meragu hingga pada adegan terakhir drama ini. Biarlah, Myungsoo. Kau tidak mungkin mengingkari drama takdir ini dengan egoismu. Itu takkan mampu menghalanginnya.

Satu senyumanku menguatkan hatinya bahwa aku akan berkata “Ya, lakukanlah” meski kenyataan berbalik mengatakan “Tidak, jangan pergi.”

“Pesawat dengan nomor penerbangan…..”

Terlepas. Kau melepaskannya. Kau dan aku benar-benar  terpisah. Ini akhir, sudah berakhir. Suara itu memaksamu untuk benar-benar melakukannya. Tapi mengapa lagu lirih itu masih berputar? Masih adakah yang terlewatkan?

Aku terkesiap begitu tanpa kata kaumenarikku kembali dan mengecup keningku lama.

“Aku mencintaimu.”

Aku…aku…juga m…

“Myungsoo…”

“Aku…”

“Tidak apa. Pergilah.”

Tidak! Jangan pergi!

“Apa benar kau tidak menyesali ini semua Krys?”

Ya, aku sangat menyesalinya.

“Tidak. Aku lebih memilih untuk menyesal di awal daripada menyesal di akhir.”

Aku bohong.

Kautersenyum lirih dan kurasakan tanganku jatuh bebas begitu saja. Kau sudah melepasnya. Perlahan kau melangkah mundur selangkah demi selangkah, lagu latar lirih itu semakin memudar seiring kau menapaki jalan sendiri tanpa aku.

“Aku sangat mencintaimu…Krys.

Aku…

“Sampai Jumpa…”

Myungsoo, aku…

***

“ Ada 1 hal yang paling kubenci.”

“Apa?”

“Perpisahan.”

“Mengapa?”

“Karena aku harus mendengarkan 3 kalimat yang paling kubenci.”

“Maksudmu?”

“Maafkan aku. Terima Kasih. Aku Mencintaimu. Dan berakhir. Perpisahan akan sangat benar  terjadi dan aku benci itu, Myungsoo.”

***

Myungsoo, aku…

DUARRR.

Bunyi ledakan di ujung sana membuat panik seketika setiap orang yang berada di bandara. Sebuah pesawat Korea Airlines meledak saat hendak lepas landas dan menghancurkan segalanya. Membumi hanguskan seleruh awak dan penumpangnya juga…

Aku…

Teriak panik seluruh pengunjung bandara tidak membuatnya turut menjadi salah satu diantaranya. Dia berjalan santai tanpa harus merasa terusik dengan keadaan ramai yang mengitari jejak langkahnya.

“Halo. Agent 26212828. I Have done. Mission………………..Complete,” ujarnya singkat yang diakhiri dengan seringai disudut bibirnya. Matanya tertuju pada benda hitam kecil dengan tombol merah di telapak kirinya.

“Aku…aku tidak mencintaimu, Myungsoo. Sangat.” Dia menghapus jejak air matanya dan berlalu.

***

“Apa kau tidak menyesali semua ini?”

“Ya, aku menyesalinya. aku menyesalinya jika tidak melakukan ini secepatnya. Dan, maaf, drama ini memang harus…”

THE END

Maafkan Aku, Terima Kasih dan…Aku men…

.

.

FIN

Adoooh ficlet macam apa ini? ;___;

Bagi para myungstal maaf mereka dinistakan. Semoga setelah baca nggak ngerti maksudnya LOL itu harapan saya ha ha ha #aneh

Yasudahlah. Terima Kasih. Selamat memberi Komentar.

15 thoughts on “[Ficlet] Tell Me Goodbye

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s