[FF Freelance] What Are You Lookin’ For? (Part 1)

what are you lookin for

Author                  : Yoon Minhyo

Cast                       : BAP’s Zelo aka Choi Junhong

Choi Ah Raa [OC]

Supp Cast            : Another BAP’s member

Genre                   : Romance,

Rate                       : PG

Length                  : Chaptered

Disclaimer             : Zelo akan segera menjadi  kepunyaan author Tuhan Keluarga dan Managementnya, sedangkan author kepunyaan Luhan seutuhnya XD jadi pliss jangan naksir author.

FF ini juga sudah dipublish di wp priibadi author http://myparadiseintheheaven.wordpress.com/

Summary             : “Zelo benar-benar tidak akan senang,ketika seseorang memanggilnya dengan sebutan Choi Junhong!”- Hara

***

Pagi ini matahari bersinar dengan begitu terik, namun Choi Ah Raa sama sekali tidak bisa menghapus senyum cerahnya begitu Ia sadar kini kedua kakinya tengah menginjak halaman sebuah Sekolah yang selama ini sangat Ia dambakan.

Setelah sekian lama Ah Raa membujuk kedua orangtuanya untuk segera kembali ke Korea, pada akhirnya keinginannya pun terwujudkan. Saat ini, hari ini, dan detik ini juga Ia dapat kembali merasakan masa remaja yang selama ini Ia nantikan, Kau tau? Bersekolah bahkan tinggal di lingkungan yang berbeda jauh dengan tempatnya tinggal selama ini benar-benar membuatnya sulit, namun nyatanya hampir 8 tahun  Ah Raa menghabiskan waktu hidupnya di Jepang.

“Annyeonghaseyo!! Choi Ah Raa Imnida!” Ah Raa tersenyum riang begitu Miss Han mempersilahkan dirinya untuk masuk kedalam kelas dan memperkenalkan dirinya pada murid-murid yang dapat Ia yakini akan menjadi teman sekelasnya selama setengah tahun ini.

Miss Han menatap kesekeliling ruangan kelas mencari-cari letak bangku kosong yang akan ditempati oleh Ah Raa, dan kini kedua matanya tertuju pada sebuah bangku kosong yang sekiranya dapat segera Ah Raa tempati, “Ah Raa-ya! Kau bisa duduk disana!” Ujarnya dengan senyum kemudian menunjuk ke arah bangku kosong yang terletak cukup dibagian belakang.

“Ah Ne! Gansahamnida Miss Han!”

Ah Raa melangkahkan kakinya menuju bangku kosong itu, tak sedikit sapaan ramah yang Ia dapatkan dihari pertamanya, dan hal itu benar-benar membuatnya senang. Sejujurnya,sosoknya yang begitu manis dengan senyumnya yang selalu mengambang benar-benar menarik banyak perhatian, rambut panjangnya yang tergerai indah turut menambahkan nilai plus yang Ia miliki.

***

Ah Raa’s Pov

Kau tau? Hari pertama disekolah benar-benar tidak buruk seperti yang biasa ditayangkan di layar tv. Semuanya berjalan lancar, dan  rasanya benar-benar menyenangkan.

“Annyeong, Ah Raa-ya!” Sapa seseorang tiba-tiba, begitu kulihat seorang yeoja cantik tengah tersenyum padaku.

“Annyeong!!”

Yeoja cantik itu mengulurkan tangannya, yang kemudian dengan cepat kusambut dengan senang hati, “Hara… Kwon Hara Imnida!” Yeoja bernama Hara itu memperkenalkan dirinya.

“Senang berkenalan denganmu, Hara-ya!” Ujarku senang, Hara benar-benar terlihat ramah,dan juga baik sekali kuharap ini merupakan sebuah awal yang baik.

Hara tersenyum manis kemudian menempati kursi tepat dihadapanku, “Kau datang dari Jepang?!”

“Eung!” Aku mengangguk, “Sudah lama sekali ketika terakhir kali aku berkunjung ke Korea!”

“Begitukah?! Kuharap kau betah berada disini, Ah Raa-ya!”

“Tentu saja!” Seruku bersemangat, “Kau tau? Kembali melanjutkan sekolah di Korea benar-benar hal yang sudah lama kunantikan!”

“Itu terdengar baik sekali! Lalu—“

Kukerutkan keningku begitu Hara tiba-tiba saja menghentikan ucapannya,”Lalu?!”

“Ahniyo!” Ia tertawa kecil, “Mengenai Zelo, kau harus tau Ia benar-benar tak seburuk kelihatannya! Ia mungkin hanya sedikit dingin!” Jelasnya kemudian.

“Eh? Zelo? Nuguseyo?!”

Kini giliran Hara yang nampak mengerutkan keningnya heran, “Kau belum mengenalnya? Namja yang duduk tepat disebelahmu!”

“Eung,, Oh baiklah bukan masalah besar!” Ujarku kemudian, Zelo? Namja yang duduk tepat disebelahku? Oh bodoh sekali Choi Ah Raa kau bahkan tidak menyadari kebaradaannya sejak tadi. Kau benar-benar terlalu sibuk dengan urusanmu sendiri, rutukku dalam hati.

Kulihat Hara kembali tersenyum, “Jadi..akan menyenangkan sekali jika kita bisa berteman, Ah Raa-ya!!”

“Tentu saja!! Senang sekali bisa berteman denganmu, Hara-ya!”

***

Zelo’s Pov

“Kudengar pagi tadi dikelasmu kedatangan murid baru! benar?” Himchan mulai membuka suara ketika, kami baru saja tiba di apartmentku.

“Sepertinya!” Jawabku asal, kau tau? Kedatangan seorang murid baru benar-benar bukan hal yang patut untuk dipermasalahkan, benar?

Kini giliran Daehyun yang baru saja masuk mulai berceloteh, “Seorang yeoja? Apakah cantik? Oh jika iya, kau bisa mengenalkannya padaku, Zelo!” Ia kemudian terkekeh sendiri seraya menghempaskan tubuhnya di sofa.

Aku terdiam sejenak mencoba mengingat-ingat kembali namun sia-sia, “Entahlah! Aku bahkan tidak ingat seperti apa wajahnya!”

“Ahh kau payah sekali!” Daehyun nampak kecewa.

Tanpa mempedulikan gurauan Himchan dan Daehyun dengan segera kuputuskan untuk mengganti seragam konyol yang harus selalu kukenakan tiap harinya itu dengan sebuah kaos V-neck berwarna kuning dan celana jins selutut.

“Besok kau akan pergi?!” Tanya Himchan tiba-tiba.

“Ahni!”

Berikutnya dapat kurasakan Daehyun menatapku aneh, “Waeyo?”

“Tidak ada alasan untukku tetap pergi!” Jawabku datar, “Mana Hara?!” Tanyaku lagi begitu kusadari tak nampak kehadiran dari yeoja cerewet itu.

“Ia akan datang nanti!”

“Oh”

 

.***

Dengan cepat kulajukan sepeda motorku menuju kesekolah, kini jarum jam sudah menunjukan pukul 8 pagi, dan ku tau benar kali ini aku benar-benar sudah terlambat.

Begitu tiba, kini dapat ku lihat sesosok yeoja yang tengah melangkah dengan gusar menuju ke kelasku, yeoja yang nampaknya belum pernah ku lihat sebelumnya, Nuguseyo?

“Mianhae!! Aku benar-benar Minta maaf!” Ujar Yeoja itu ketika sosoknya berdiri diambang pintu kelas. Oh great, Mr. Kim tidak akan membiarkan dirinya bahkan diriku untuuk masuk kedalam kelasnya pagi ini.

Kini kulihat Mr Kim melangkah menghampiri kami yang masih berdiri diambang pintu, “Ahni,ahni! Gwenchana! Kalian, Mr. Choi Junhong dan Miss Choi Ah Raa bisa menunggu diluar hingga kelasku berakhir!” Ujarnya kemudian seraya menunjukan jemarinya kearah kami, lalu disusul dengan suara tawa murid murid yang lain.

Sial… Mr Kim benar-benar menjengkelkan dengan segala peraturan konyolnya itu, sesaat kemudian dapat kusadari kini ada sepasang mata yang tengah menatapku aneh, “Kau juga terlambat Junhong-ssi?! Lalu, apa yang harus kita lakukan?!! Arghh ini benar-benar buruk sekali!!!” Yeoja itu mengacak-acak rambut panjangnya frustasi.

Rasanya sedikit aneh ketika kembali mendengar seseorang selain guru memanggilku dengan sebutan Junhong, terasa awkward dan terdengar begitu menjijikan.

“Kenapa kau hanya diam, Junhong-ssi?!!” Protes yeoja itu lagi, ”Apa yang harus kita lakukan?!!!”

Eh?—apa apaan ini? Yeoja ini benar-benar…., “Mr, dan Miss Choi! Kuharap kalian bisa menemukan tempat lain untuk berbincang dan tidak mengganggu kelasku!” Seru Mr Kim lagi memecah keheningan yang terjadi saat itu.

Dengan malas kuputuskan untuk meninggalkan tempat itu dan melangkah menuju ketempat yang lebih tenang, namun….Ya!! Mengapa yeoja aneh ini malah ikut melangkah dibelakangku?!!

Kuhentikan langkahku dan segera berbalik menatap yeoja aneh itu lekat-lekat, “Apa yang kau lakukan sebenarnya?!”

***

Author’s Pov

Zelo menghentikan langkahnya tiba-tiba kemudian berbalik dan menatap Ah Raa lekat-lekat dengan kedua matanya yang indah, “Apa yang kau lakukan sebenarnya?!”

“Eh?!—tidak ada yang kulakukan!” Jawab Ah Raa datar.

“Begitukah? Lantas berhenti mengikutiku!”

Ah Raa terdiam lalu mengangguk, “It’s alright!” Ujarnya kemudian Ia putuskan untuk duduk disebuah bangku panjang yang terletak di koridor, sementara itu Zelo yang sama sekali tidak menghiraukannya pun melangkah pergi menjauh.

Apa yang terjadi pada namja itu? Ah namanya Choi Junhong, bukan? Ia pasti sedang memiliki masalah jadi… dan Oh astaga Choi Ah Raa ini bukan hal penting yang seharusnya kau pikirkan, terlambat dihari keduamu masuk sekolah adalah hal yang buruk, batinnya seraya mengetuk-ngetukan jemarinya pada ponsel putih kesayangannya itu.

Sementara Ah Raa tengah termenung bosan, Zelo berjalan lunglai menuju ke perpustakaan. Hari ini mungkin benar-benar hari yang paling berat diantara hari-hari lain yang sudah atau bahkan belum Ia lalui.

Semuanya terasa begitu kelabu bagai tak berwarna, rasa sakit itu kini kembali menghampirinya. Memaksanya untuk kembali merasakan sesak yang selama ini sudah Ia coba untuk pendam rapat-rapat didalam hatinya. Sosok itu seakan-akan kembali, seorang yeoja yang kini tengah tersenyum, senyum yang selama ini Ia rindukan, Oh Tuhan… rasanya air matanya benar-benar  ingin menetes.

Drrttt~ drrt~

Tiba-tiba, getaran ponselnya bagai membuyarkan semua lamunan Zelo, membangunkannya dan memaksanya untuk segera menatap kenyataan hidupnya saat ini.

“Yeobboseyo?!” Zelo menjawab panggilan ponselnya pelan.

“Zelo Oppa..!” Dapat Ia dengar suara manis seorang yeoja kecil dari sebrang sana, Park Hyona saat ini tengah menghubunginya.

“…….”

“Kau disana kan,Zelo Oppa?!” Hyona kembali berbicara, “Eomma bertanya apa hari ini kau akan datang? Jika ya, kami akan menunggumu Oppa!”

Zelo terdiam, haruskah?

“Ahniyo! Aku tidak akan datang hari ini, Mianhae Hyona-ya!” Ujar Zelo kemudian menghela nafas panjangnya, kau tau? Rasanya berat sekali.

“Tapi, Op—“

“Mianhae,Hyona! Hari ini aku benar-benar sibuk! Dan tolong sampaikan permintaan maafku pada ahjumma, Ne?!” Potong Zelo cepat.

Hyona mendesah pelan penuh kekecewaan,”Baiklah,aku mengerti!”

***

Ah Raa’s Pov

“Ah Raa-ya! Apa yang membuatmu terlambat?!” Tanya Hara begitu kulangkahkan kedua kakiku masuk ke dalam kelas ketika kelas Mr Kim akhirnya berakhir.

Aku tersenyum garing seraya menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal, “Aku kesiangan! Ini buruk sekali, di jepang kami tidak harus datang kesekolah sepagi ini!”

“Hehe nampaknya kau belum terbiasa, Ah Raa-ya! Lain kali ketika kau terlambat lagi, Mr Kim tidak akan lagi membiarkan Kau dan Zelo untuk mengikuti kelasnya selama satu semester!” Hara menggeleng-gelangkan kepalanya.

“Eh? Zelo?!”

“Benar,kau dan Zelo! Hishh Mr Kim benar-benar keterlaluan!”

Aku terdiam sejenak, Zelo? Nuguseyo?, ”Hara-ya! Tapi tadi—“

“Ahh Mianhae!aku pasti membuatmu bingung!” Potongnya cepat, lalu disusul dengan anggukan kepalaku, benar apa yang dikatakannya Ia benar-benar membuatku bingung.

“Choi Junhong! Namja yang terlambat bersamamu pagi tadi, Ia adalah Zelo!” Jelas Hara kemudian.

Eh? Apa-apaan ini? Zelo? Choi Junhong? Rutukku frustasi.

“Zelo benar-benar tidak akan senang,ketika seseorang memanggilnya dengan sebutan Choi Junhong!”

“Lalu? Para guru?!”

“Yeah,mereka pengecualian!”

“Waeyo?!”

Hara terdiam sejenak kemudian mengangkat bahunya, “Molla! Nampaknya Ia punya alasan tersendiri!”

Ku anggukan kepalaku mulai mengerti, “Oh baiklah!! Ini benar-benar bukan masalah besar, right?”

“Jadi, apa sepulang sekolah nanti kau mau pergi bersamaku?! Aku akan mengenalkanmu pada seseorang!”

“Eh?! Nanti?!”

Ia mengangguk, “benar, kau mau kan? Ayolah!! Aku benar-benar senang bisa berteman denganmu!”

“Emm baiklah!!” Seruku senang, benar? Tak ada salahnya kan?

***

Author’s Pov

Ah Raa dan Hara berjalan menuju kesebuah café yang terletak tak jauh dari sekolahnya,”Ah Raa-ya! Setelah kita menemui temanku di café, kau mau ikut kami pergi sebentar kan?!”

“Eh?!” Ah Raa menatap Hara setengah tak mengerti, “Kemana?!”

Hara tersenyum riang, “Aku akan memberitahumu nanti!”

Mereka pun tiba dan segera melangkah masuk kedalam café. Kini dapat Ah Raa lihat mereka melangkah menghampiri dua orang namja yang nampak tengah asik dengan gadgetnya masing-masing.

“Himchan-ah!!Kami datang!!” Seru Hara cukup keras, hingga membuat kedua namja itu memalingkan wajah mereka sambil tersenyum, “Annyeong!! Kau lama sekali!!” Sahut salah seorang namja dengan sweater birunya.

“Mianhae,Mianhae!”

Hara dan Ah Raa pun segera duduk, “Perkenalkan! Ini Choi Ah Raa!” Hara memperkenalkan Ah Ra pada kedua namja itu, ”dan Ah Raa-ya! Perkenalkan ini Himchan dan Ini Daehyun!” Lanjutnya lagi memperkenalkan kedua namja itu pada Ah Raa.

“Annyeong! Choi Ah Raa Imnida! Senang berkenalan dengan kalian!” Ah Raa tersenyum senang, kini Ia tau namja yang mengenakan sweater biru bernama Himchan dan namja yang berambut pirang bernama Daehyun.

Selama beberapa saat, kedua namja itu terdiam menatap Ah Raa dengan tatapan aneh, “Ah astaga!! Kau benar-benar cantik seperti apa yang dikatakan Hara, semalam!” Ujar Daehyun cepat lalu kemudian tertawa.

“Ahniyo!”

“Hei,sayang! Kau ingin memesan sesuatu?!” Tanya Himchan pada Hara, Eh? Sayang? Ah Raa terdiam sejenak kemudian tersenyum, “Jadi kalian berpacaran?!” Tanyanya kemudian.

“Benar! Kau tau Ah Raa-ya? Si Kwon Hara ini benar-benar beruntung memiliki namja yang tampan sepertiku!” Ujar Himchan kemudian menyambut tawa dari Ah Raa, Daehyun dan tentu saja Hara yang juga dengan cepat menjitak kepalanya, “Kau yang beruntung,pabo!!”

“—hah aku benar merindukan saat-saat seperti ini!” gumam Daehyun pelan.

“Kau mengatakan sesuatu, Daehyun-ah?!” Tanya Hara tiba-tiba, ”Ahniyo!” Sergahnya cepat.

Selang beberapa saat mereka berbincang tiba-tiba saja datang seorang namja jangkung berambut abu-abu dengan sebuah papan skateboard ditangannya, “Mian,aku terlambat!” Ujarnya ketika datang dan tiba-tiba kedua matanya yang besar itu menangkap sesosok yeoja yang begitu nampak asing dimatanya, “Eh? Apa-apaan ini?!”

***

Ah Raa yang memang sejak tadi berposisi tepat ditengah pun menjadi orang pertama yang menyadari kedatangan Zelo, “Junhong-ssi?!”

Seketika Hara,Daehyun,dan Himchan menatap Ah Raa sekilas, kemudian tersenyum kecil, “Hei, Zelo! Kau lambat sekali!!” Seru Himchan memecah keheningan yang baru saja terjadi selama beberapa detik.

Zelo masih terdiam menatap Ah Raa, “Siapa dia?!” Tanyanya kemudian.

“Eh? Kau tidak mengenalnya?! Ia bahkan duduk tepat disebelahmu, Zelo!” Hara menjelaskan kemudian segera menarik Zelo untuk duduk tepat disebelahnya.

“Kau payah!” Daehyun menggeleng pelan, lalu kembali menoleh pada Ah Raa, “Dan, Ah Raa-ya! Kau pasti mengenal Zelo kan?!”

Ah Raa terdiam,lalu melirikan kedua matanya pada Zelo ragu-ragu, “Molla! Hanya sedikit,maybe!”

Dan kontan jawaban Ah Raa berhasil membuat Himchan dan Daehyun tertawa, “Oh astaga! Kalian benar-benar aneh!”

Zelo berdecak kesal, “Lupakan! Ini bukan masalah besar,bukan?!”

“Baiklah baiklah! Lebih baik kita cepat memesan sesuatu!” Hara mengusulkan.

“Aku ingin pasta!” Seru Daehyun.

“Nado!” Himchan menambahkan.

Ah Raa tersenyum senang kemudian bangkit, “Biar aku yang memesannya!”

“Ya!!Kau tak perlu melakukannya! Biar aku saja!” Sergah Hara cepat, namun Ah Raa malah menggelengkan kepalanya, “Ahniyo!! Biar aku yang melakukannya!”

“Baiklah,aku mengerti!” Ujar Hara menyerah,lalu kemudian menoleh pada Zelo yang sejak tadii lebih banyak diam, “Kau apa?!”

Zelo mengetuk-ngetukan jemarinya pada meja, “Eung.. hanya pesankan aku semangkuk ice cream,Ne?!”

“Baiklah!” Hara mengangguk, “Ah Raa-ya! Semangkuk ice cream untuk Zelo, dan 3 porsi pasta untuk kami! Kau benar-benar tidak apa-apa melakukannya? Aku bisa membantumu!” Hara masih saja merasa tidak enak dnegan Ah Raa, kau tau? Ia sama sekali tidak ingin terlihat seolah=olah mereka hanya memanfaatkan Ah Raa saja, hishh.

“Ahniyo!! Aku bisa melakukannya, kalian tunggu sebentar, Ne?!’ Ah Raa tersenyum kemudian segera meninggalkan meja mereka dan berjalan menuju counter pemesanan.

***

Ah Raa’s Pov

Setelah hampir satu jam kami semua menghabiskan waktu di café itu, kini kami segera memutuskan untuk meninggalkan café dan menuju ke sesuatu tempat, kemana? Hara bahkan sama sekali tidak bersedia memberitahuku.

“Jadi kau tidak akan ikut dengan kami, Zelo?!” Hara mencoba memastikan lagi begitu Junhong mengatakan Ia tidak akan ikut bersama kami, ah benar kenapa aku masih saja menyebut Zelo dengan sebutan Junhong? Bahkan diriku sendiri pun tau, sepertinya Ia tidak terlalu suka dengan sebutan itu tapi rasanya terlalu aneh ketika kau diminta untuk memanggil seseorang dengan sebutan lain ketika kau rasa nama Choi Junhong terdengar sangat baik untuknya.

“Tidak!” Tegasnya lagi, rambut abu-abunya nampak beterbangan tertiup angin, tatapan matanya yang dingin, oh rasanya Ia benar-benar seperti datang dari tempat yang berbeda.

“Waeyo?! Kau harus ikut!” Kali ini Daehyun nampak memaksanya, namun sayang sekali usahanya benar-benar sia-sia, tanpa mempedulikan kami perlahan Junhong menaiki sepeda motornya dan pergi menjauh meninggalkan kami yang kini hanya bisa menatapnya.

Aku terdiam,kemudian menatap mereka dengan tatapan bersalah, “Mianhae! Apa Ia tidak bersedia pergi karena kehadiranku? Oh astaga jika benar, lebih baik aku tidak pergi dengan kalian!”

Hara tersenyum kecil, “Ahniyo!! Zelo memang seperti itu! Ini semua bukan karenamu, Ah Raa-ya!”

“Benar! Zelo punya alasan tersendiri untuk menolak pergi, dan yang pasti kau bukanlah alasannya!” Kini giliran Himchan yang sudah duduk dibalik kemudi berbicara.

“Begitukah?!” Walaupun seperti itu nyatanya sedikit membuatku merasa tidak enak.

Himchan mengangguk, “Baiklah! Kalau begitu kajja!!” Ia mulai melajukan mobilnya menyusuri jalan-jalan kota Seoul yang terrbilang sangat ramai. Waktu kini sudah menunjukan pukul 4 sore dan kau harus tau? Ini benar-benar menyenangkan ketika kau kembali berkeliling kota Seoul yang sudah terlalu lama kau lupakan.

Setelah menempuh jalan yang tidak terlalu jauh, kami semua sampai disebuah tempat. Tempat yang nampak asing oleh pandanganku, perlahan-lahan kami smeua menyusuri bebatuan dan rerumputan hingga pada akhirnya kami tiba disebuah tempat, dimana terdapat sebuah batu besar bertuliskan nama, “PARK HYORIN”

Kulirik Hara, Daehyun, dan Himchan satu persatu seolah olah meminta penjelasan namun yang kudapati ketiganya kini tengah memejamkan kedua mata mereka, bagai tenggelam didalam keheningan dan hembusan angin musim semi.

Park Hyorin? Nuguseyo? Nampaknya mereka bertiga benar-benar terlihat buruk saat ini, tak lagi dapat kutemukan Daehyun yang selalu tertawa, atau Himchan yang gemar berceloteh, mereka semua benar-benar nampak berbeda.

“Mianhae, Ah Raa-ya!” Hara mulai berbicara begitu pelan dan lembut seakan-akan tidak bersedia membuat kebisingan sekecil apapun ditempat ini.

“Untuk apa?!” Tanyaku sama sekali tidak mengerti dengan situasi ini, satu hal yang ku mengerti adalah pastinya saat ini aku benar-benar nampak bodoh.

Hara tersenyum tipis, “Kau tau? Aku benar-benar senang bisa berteman denganmu!” Jelasnya, “Ah ahni, bukan hanya aku tapi Daehyun dan juga Himchan!”

“Maka dari itu kurasa kau juga harus mengenalnya, Ah Raa-ya!” Hara kembali memalingkan wajahnya menatap batu besar bertuliskan Park Hyorin itu, “Hyorin-ah! Kenalkan ini Choi Ah Raa, dia gadis yang baik, bukan? Kau harus mengenalnya Hyorin!” Lirih Hara, kini dapat kulihat butiran-butiran air mata mulai menetes membasahi pipinya yang kemerahan.

“Annyeong,Hyorin-ah!” Sapaku seraya tersenyum, “Kau pasti beruntung sekali bisa mempunya teman seperti Hara, Daehyun,dan juga Himchan! Mereka sangat baik, kuharap kau tidak keberatan untuk berteman denganku juga!”

Kini kurasakan Daehyun menepuk pundakku pelan,”Hyorin pasti ingin berteman denganmu juga, Ah Raa-ya!”

“Jinjja?! Nampaknya kalian benar-benar dekat!”

Himchan yang sejak tadi berdiri dibelakang Hara, mulai melangkah menghampiri kami, “Benar, Hyorin adalah saudara, sahabat, dan juga—“ Seketika kalimatnya terhenti.

“Dan juga?!”

Hara menghela nafas panjang menatapku kemudian menunjukan senyum kecilnya, “—Kekasih Zelo!”

~Slurp~

Annyeongg ^^^ wuhuuu author cmbk setelah sekian lama tidak membuat ff sama sekali huftt

Sekarang author balik dengan membawa Zelo >< uwouwo #ditembakYongguk

Rencananya ff ini pengen dijadikan oneshot tapi failed, dan pada akhirnya akan dijadikan chaptered yang pastinya gabakal panjang panjang hoho #evillaugh

Kalo gitu sekian dari author kekasih LUHAN, comment dan like  bakal membuat author semangat untuk nerusinnya, So? Keep follow and happy read /.\

#authortebarduitreceh

7 thoughts on “[FF Freelance] What Are You Lookin’ For? (Part 1)

  1. baru kali ini aku baca FF yang castnya BAP…kkk
    Zelo cool gitu ya…sedikit belum familiar sama sikap Zelo yang kayak gini..hahah (soalnya liat zelo tuh mikirnya pasti ni anak orangnya ceria melulu)
    kayaknya ga mau dipanggil choi junhong gara-gara park hyorin meninggal?

    • Yuhuuu^^ iyanih author juga jarang bgt nemu ff bercast anak anak bap kkkk~ zelo jadi cool? Author juga bingung bagaimana bisa hhhe zelo bahkan terlalu innocent :P. Dan untuk lanjutannya ayo silakan ditebak ehehe makasih ya udah mau bacaa 🙂

  2. bagus thor 🙂
    koreksi dari aku, itu kok tiap di akhir percakapan tanda bacanya tanda (!) semua sih? sampe yang bicaranya pelan juga akhirannya tanda (!) juga, ngga apa – apa sih, cuman kalo tanda (!) itu kesannya kaya ngebentak…
    itu aja dari aku, sisanya bagus kok 😉
    maaf baru baca ya 🙂

  3. Bagus ceritanya thor,krna kliatannya udah lama aku komennya langsung ke part yg pling akhir dipost ya thor,mian sebelumnya,ini aja nyempetin soalnya,biasanya klo bagus aku sering lupa diri,penasaran terus bawa’annya… izin nich maksudnya.. (y)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s