[SERIES] Fallin’ Love in Seoul: Coffee Shop

1-Coffee Shop

 

[SERIES] Fallin’ Love In Seoul : Coffee Shop

 

Author:

Hyunnie2311

Main Cast:

2PM Woo Young

Rating:

T

Genre:

Romance

Length:

Series/Drabble

Disclaimer:

This is my own storyline, please respect and don’t be a plagiator.

Personal Blog:

http://misstalking.wordpress.com

 

 

 

Perasaan rindu mulai menjalari sekujur tubuhku ketika kembali melihat daerah yang sudah lama tidak kusinggahi lagi dalam belasan tahun terakhir. Aku rindu daerah ini, tempat di mana aku menghabiskan masa kecilku hingga berumur lima tahun lalu dan kemudian kutinggalkan dalam jangka waktu lama ke negeri orang bersama orang tuaku karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

 

Dan hari ini, aku kembali menginjakkan kakiku di sini. Sinsa-dong, Gangnam-gu, Seoul. Kakiku terus melangkah menyusuri jalanan setapak di samping jalan raya yang dipadati oleh mobil-mobil yang berlalu lalang. Dengan mata yang terus menelusuri setiap tempat yang tertangkap, tanganku sibuk menekan tombol shutter kamera SLR milikku yang sama sekali tidak pernah kutinggalkan sekalipun. Memang hobiku yang membuatku tidak akan lupa untuk mengabadikan apapun yang terlihat di mataku.

 

Apapun yang kulewati, kulihat dan ternyata menarik hatiku akan segera kuabadikan di dalam kameraku dan kusimpan sebagai koleksi ataupun kenangan. Apalagi jika objekku ini adalah tempat kelahiranku sendiri yang semakin lama semakin berubah sesuai dengan perkembangan zaman, walaupun ada satu atau dua tempat yang tidak pernah berubah dan tetap ada sejak aku kecil.

 

Berbagai gedung tinggi yang berdiri kokoh telah membuat daerah ini terlihat sungguh berbeda. Belasan tahun bukanlah waktu yang lama untuk melakukan sebuah perubahan dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini. Gangnam menjadi sebuah kawasan mewah di kota Seoul.

 

Aku kembali berjalan berputar-putar daerah Sinsa-dong ini sesuka hati. Saking menikmati perjalanan-yang-tak-direncanakan ini, aku sampai mengabaikan panggilan dari Eomma yang kuyakini merupakan sebuah gertakan dari beliau karena aku memilih pergi tanpa bilang dibanding membantu Eomma yang sedang menyibukkan diri menata apartemen baru kami. Maaf, Eomma. Aku adalah seorang pria dan aku bukanlah seorang wanita yang selalu patuh pada Eomma-nya.

 

Disela kegiatanku yang terus menerus mengambil foto seluk beluk daerah Sinsa-dong, seketika langkahku terhenti di depan sebuah cofee shop yang padat pengunjung. Berbeda dengan coffee shop yang kulewati seiring perjalananku menusyuri daerah ini, Coffee Shop yang bernama Coffee LEC ini justru dipenuhi oleh penikmat kopi. Mulai dari anak-anak remaja, hingga para wanita dan pria kantoran.

 

Tanpa pikir panjang, aku langsung melangkah masuk kedalam. Membuka pintu yang berlapiskan kayu mahoni dan kemudian memesan cappuchino di kasir. Setelah itu aku mencari sebuah bangku yang kosong. Aku memilih sebuah bangku kosong yang terletak di samping jendela besar. Tempat favoritku karena dari balik jendela ini aku masih tetap bisa suasana luar.

 

Tak sampai lima menit, suara derap langkah kemudian terdengar mendekat ke bangku dan kemudian tepat terhenti di sampingku. Kudongakkan kepalaku keatas dan kudapati seorang gadis berseragam kemeja hitam –seragam coffee shop ini –tengah memegang secangkir cappuchino yang kupesan dan ditaruh dihadapanku.

 

“Selamat menikmati!”

 

Kedua mataku tetap tertuju pada garis wajah cantik milik gadis itu. Tidak berkedip sama sekali. Bola mata berwarna bening, bibir tipis merah muda yang tersenyum ringan dan lembut, juga rambut hitam berkilauan bermodel ikal sontak menyihirku. Sedetik kemudian, aku merasa…aneh. Aku merasakan suatu kesenangan dan kepuasan tersendiri saat memandanginya walaupun hanya sejenak.

 

Aku tersadar kemudian saat gadis pelayan itu berbalik badan dan meninggalkan mejaku. Kembali mengantar pesanan untuk pengunjung yang lain. Cappuchino-ku kini tidak tersentuh dan hanya menjadi sebuah pajangan di meja selagi kedua mataku terus tertuju pada setiap gerak gerik langkah milik gadis itu.

 

Tanganku terangkat, mengangkat kameraku dan bersiap-siap untuk mengambil gambar objek yang kini benar-benar menyita perhatianku. Setiap ia tersenyum, tertawa, berjalan mengantarkan pesanan, atau berkomunikasi dengan pelanggan, kuabadikan semuanya di dalam kamera. Kuperhatikan satu-satu gambar yang kuambil, manis. Sosok gadis yang sepertinya memiliki kepribadian baik dengan aura bagus yang terpancar dari tubuhnya. Bahkan hanya dalam sehari, bahkan hanya dalam waktu setengah jam saja aku sudah bisa menduga-duga ia adalah gadis yang baik.

 

Sepertinya aku sudah terlalu lama di sini. Segera kuraih secangkir cappuchino yang mulai mendingin ini dan segera kuteguk habis. Tiba-tiba selintas ide muncul di benakku. Kukeluarkan sebuah kertas kecil yang terselip di notebook-ku dan kemudian kutulis sesuatu. Surat kecil untuk sang gadis pelayan. Bisa dibilang ajakan perkenalan.

 

Aku memanggil seorang pelayan pria yang berdiri di depan pintu. Kuberikan kertas kecil yang sudah kulipat rapi padanya, menyuruhnya untuk memberikan kertas berwarna biru tersebut pada sang gadis. Tak lupa keberikan tip untuknya. Aku segera beranjak berdiri lalu segera meninggalkan coffee shop tersebut.

 

Ingin tahu bagaimana reaksi gadis itu, aku bersembunyi di sebelah jendela dan mengintipnya. Pelayan pria itu telah memberikan suratnya pada sang gadis. Gadis itu membacanya sebentar lalu kemudian ia menoleh kekanan dan kekiri, yang kuyakini sepertinya ia mencariku. Aku tersenyum. Dan kemudian aku melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut dan kembali berjalan-jalan sambil dipenuhi dengan berbagai macam pikiran tentang gadis yang telah mencuri perhatianku hari ini. Sesuai dengan yang kutulis di kertas itu, aku akan lebih sering datang kesini dan mungkin mengajaknya untuk minum cappuchino bersama pada sore hari.

 

*

 

Lain kali, mari kita minum cappuchino bersama di sore hari^^

 

PS: Untuk pertemuan yang berikutnya jangan lupa memberitahu namamu, dan sekedar informasi, namaku Jang Woo Young.

 

*

5 thoughts on “[SERIES] Fallin’ Love in Seoul: Coffee Shop

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s