Another World [Part 1]

pizap.com13651574287671

Another World part 1

Cast : Wonder Girls Sohee || Support Cast : you can find it || Genre : Horor || Ratting : PG-15 || Lenght : Chapter || Disclaimer : semua karakter disini hanya milik Tuhan, milik agensi dan milik keluarga mereka :p cerita 100% milik author. Cerita ini hanya fiktif belaka. Pernah di posting di Fb aku http://www.facebook.com/junho.keselek || Summary : Sudah sepuluh tahun Sohee memiliki kemampuan untuk merasakan hal-hal ganjil yang ada disekitarnya. Sudah selama itu pula banyak makhluk dari alam lain yang selalu menjadi temannya, dan bahkan ada pula yang mengganggunya.

# # #

Mereka ada dimana-mana. Dari tempat sepi, hingga di tempat ramai sekalipun. Entah itu di sebuah gang kecil, di halte, di sekolah, bahkan didalam kendaraan umum. Mereka selalu ada disekitar kita.

Pukul 00.00

Sohee berjalan menuju apartemennya. Sesekali ia menghela napas. Udara malam yang dingin membuat napasnya jadi sedikit berembun. Karena asyik dengan skripsinya yang ia buat di perpustakaan, Sohee jadi lupa waktu dan akhirnya ia pulang terlalu malam. Sohee menoleh bangunan yang ada disampingnya. Bangunan tua yang kelihatannya dibangun sekitar 100 tahun yang lalu.

Entah kenapa Sohee merasa seperti ada sesuatu yang menjerit didalam gedung itu. Sohee mempercepat langkahnya, dan dia tidak ingin menoleh kearah gedung tua tersebut.

Gedung itu terlihat cukup menarik pada siang hari, namun tidak pada malam hari. Gedung itu terlihat menyeramkan, dengan cat yang sudah kusam dan beberapa lumut pada sisi gedung yang lain. Serta dengan jendela yang sudah tidak aka kusennya dan pintu yang sudah berlubang karena dimakan rayap menambah kesan horor pada gedung itu ketika malam hari. Sekali lagi Sohee menghela napas.

“Ttttooloooonggg aakuuu………..”

Terdengar desahan berat dari arah gedung. Sohee segera mempercepat langkahnya, berharap tidak mendengar suara itu lagi.

“Tttolooonggg…..”

Sohee semakin mempercepat langkahnya, namun matanya tidak bisa diajak kompromi. Matanya melirik ke arah gedung itu, dan Sohee melihat sesuatu dari dalam gedung. Sesuatu yang membuatnya kaget dan segera berlari menjauhi gedung itu.

Makhluk itu terlihat seperti perempuan, dengan rambutnya yang kusut serta wajahnya yang penuh darah. Makhluk itu menatap kepergian Sohee dengan tatapan dingin.

# # #

“Sohee, kemarin kau kemana saja? Kenapa pulang malam sekali?” tanya ibunya sembari menyiapkan sarapan untuknya. Sohee terduduk di meja makan dengan tanpa semangat.

“Aku menyelesaikan skripsi di perpustakaan. Karena keasyikan, aku jadi lupa waktu.” Ujar Sohee.

“Sohee, kau sakit? Kenapa wajahmu pucat?”

“Tidak, aku sehat. Mungkin karena kurang tidur.”

“Apa kau punya janji dengan dosen?”

Sohee hanya menggeleng.

“Kalau tidak, kau tidak usah kuliah, istirahat saja.”

“Iya bu.”

“Yasudah ini sarapanmu, ibu ke kantor dulu ya, jaga rumah baik-baik.” Nyonya Ahn pun mencium kening Sohee dan mengambil tas yang ada di kursi. Kemudian ia menutup pintu apartemen. Sohee menatap kepergian ibunya dengan tatapan kosong.

Sohee pun melirik ke arah sarapan yang tadi disiapkan ibunya, kemudian memakannya dengan tanpa selera. Selesai sarapan, ia segera mandi dan segera tidur dikamarnya. Sohee tidak benar-benar tidur. Dia hanya merebahkan diri dikasur, kemudian melirik kearah jendela.

“Entah sudah berapa lama aku memiliki kemampuan itu.” Ujarnya.

# # #

Flashback

“Bagaimana keadaan anak saya, dok?” tanya Nyonya Ahn pada dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU. Didalam ruang ICU terdapat Sohee kecil yang sedang terbaring lemah. Berusaha melawan kematian yang sebentar lagi akan mejemputnya.

“Kondisi putri Ibu cukup memprihatinkan, sudah berkali-kali jantungnya nyaris berhenti. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.” Jelas Dokter Kim.

Nyonya Ahn menatap Sohee kecil dari balik kaca ruang ICU. Melihat putrinya terbaring lemah seperti itu membuatnya terus mengenluarkan airmata.

“Sohee, bertahanlah, kau pasti bisa.”

# # #

Seminggu kemudian…

“Dokter, benarkah itu?” tanya Nyonya Ahn kepada dokter Kim.

“Ya, entah keajaiban darimana, kondisi Sohee akhirnya membaik. Kita tunggu saja kemajuannya.”

“Terimakasih tuhan….”

“Dokter, dokter!” panggil seorang suster.

“Ada apa?”

“Ahn Sohee, dia sudah siuman.”

“Eh, benarkah itu?!” tanya Nyonya Ahn.

“Biar kuperiksa keadaannya dulu.”

Mereka pun bergegas keruang ICU. Dalam hati Nyonya Ahn tak henti-hentinya bersyukur kepada tuhan atas kesembuhan anaknya.

“Ibu!” panggil Sohee.

“Sohee, kau berhasil.” Ujar Ibunya. Sebutir airmata bergulir dipipinya.

“Sohee, biar dokter periksa dulu ya.”

“Iya.”

Dokter kimpun segera mengambil peralatan dan melakukan pemeriksaan. Kemudian Sohee dipindahkan ke ruang rawat.

“Nyonya, untuk saat ini kondisi Sohee sudah agak membaik, namun masih belum stabil sepenuhnya. Mungkin dia masih perlu dirawat beberapa hari.”

“Syukurlah.”

“Ibu, ada berapa banyak orang yang menjengukku?” tanya Sohee.

“Kemarin sidah banyak yang menjengukmu, sayang. Tapi hari ini belum.”

“Aku tidak tanya kemarin, aku tanya hari ini.”

“Hari ini belum, sayang.”

“Ibu bohong. Itu ada banyak orang.” Sohee menunjuk kearah kursi yang ada didekat pintu. Dokter dan Nonya Ahn segera menoleh kearah yang dimaksud Sohee.

Tapi kursi itu kosong. Tidak ada siapa-siapa.

“Disiti tidak ada orang, nak.”

“Ada bu. Mereka menatapku dengan tatapan menyeramkan.”

Sekali lagi Nyonya Ahn melihat kearah yang dimaksud Sohee. Tetap tak ada siapa-siapa.

“Mungkin Sohee lelah, jadi dia merasa diperhatikan.”

# # #

2 hari kemudian Sohee pun diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Saat mereka tiba diapartemennya Sohee melihat ayahnya duduk dikursi tamu. Ayahnya tersenyum kepadanya.

“Ayah…” panggil Sohee. Namun Tuan Ahn tidak memberikan jawaban. Wajahnya pucat.

“Ada apa, Sohee?” tanya Nyonya Ahn.

“Ada ayah disitu bu.” Ujar Sohee.

“Bicara apa kau, ayahmu kan sudah meninggal setahun yang lalu.”

“Tapi disitu ada ayah, mungkinkah ayah hidup lagi?”

“Kau bicara apa Sohee? Orang mati tidak mungkin hidup lagi.”

Saat itu Sohee tersadar. Ternyata…

Di usianya yang 11 tahun ini, dia dapat merasakan keberadaan makhluk lain disekitarnya. Termasuk mendiang ayahnya.

Flashback end

Tbc…

haha mianhae kalo typo berkeliaran dan kalo feel horornya kurang dapet, ini author bikin atas permintaan temen hehe 😀 ditunggu komennya 🙂

21 thoughts on “Another World [Part 1]

  1. ommo menjelang tidur jalan2 d’sini lah kok nemu FF yg tema’a horror untung main cast’a bias ane jadi next part amat sangat d’tunggu ya thor 😀

  2. Hallo author favoritku, pliss lah ini baca di kantor hujan lagi gede bikin naik bulu roma, eh bulu kuduk.. wkwkwkwk…
    bagus thor untuk awal udah cukup serem kok, lanjut ya author , i love sohee and author of course, makin banyak ff sohee nya ya feel nya dpt bgt soalnya. kkkkk

  3. asa-chann akhirnya ff request-an gue dibikin juga kwkwkwk sorry ya baru baca, habis baru ada modem :p
    next ya 🙂

  4. Mau tidur,eh baca ff ini.jadi sedikit takuut..hhe..jarang” ada ff horror..bagus thor, feel nya dapet bgt..tulisannya rapih lagi,jd enak baca nya..

Leave a Reply to astri Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s