[FF Freelance] Past, Present and Forever (Part 2)

past present and forever

Tittle           : Past Present And Forever | Chapter 2

Author        : Crowned Pearl

Twitter        : @MutiaraAulya

Genre                   : Friendship, Romance

Rating         : PG 12

Cast            : Seo Joo Hyun, Kyuhyun, Yonghwa, Tiffany Hwang, Kwon Yuri, Jessica Jung, Im Yoon Ah,Kim Taeyeon, find by Your self      .

Previous part: Teaser, Part 1

Note: Pada chapter 2 ini , author hanya menampilkan POV Seo Joo Hyun saja, POV lain akan ditampilkan pada part berikutnya. Enjoy this Part !!! ^^

“ Yes, aku masuk.” Kataku dalam hati ketika mengetahui namaku terpampang jelas di papan pengumuman pengurus organisasi sekolahku.

Aku diterima jadi Bendahara di organisasi sekolahku. Itu membuatku bahagia sekaligus bangga, bagaimana tidak, ini pengalaman pertamaku jadi pengurus organisasi bergengsi lho ^^ .

Seperti yang sudah di jelaskan pada prologue story, kami berenam memang bersahabatan dekat. Aku akan sedikit menjelaskan bagaimana hubungan kami menurut versiku.Sebelum kami berenam akrab, ada sebuah konflik yang sedang menimpa YoonA, dengan Siwon tentunya. Sebenarnya aku adalah orang pertama yang merasa kasihan dengan YoonA, dia dulu bersahabat dengan Krystal.Namun persahabatan mereka retak hanya karena Krystal memiliki teman akrab baru, Victoria, Luna, dan Sulli sebelum Yoona putus dengan Siwon. Aku merasakan hati YoonA sakit dan menangis, tidk ada yang bisa dia ceritakan kepada orang lain yang bersahabat dekat denganya. Dia mungkin takut dan bimbang untuk menceritakan ke orang lain. Aku mulai mendekatinya, dengan cara menceritakan ketertarikanku dengan Kyu, yang semakin hari semakin menarik.

“Yoong, duduklah disampingku waktu pelajaran ini,” kataku pada Yoon

“Ada apa Seo? Apa yang akan kau bicarakan denganku?” tanya Yoon balik

“Oh, tidak. Ngomong ngomong, kau tahu Kyuhyun kelas 10e kan?” Kataku memancing pembicaraan.

“Tentu saja, oh kau suka dengannya?” jawab Yoon

“Begitulah” jawabku malu, sial rahasiaku terbongkar.

“Tidak buruk.” Jawab Yoon singkat.

“Bagaimana hubunganmu dengan Siwon, dengar – dengar sudah pustus ya?” tanyaku to the point.

“Aigoo, jangan bilang seperti itu.”  Kata Yoon sedih. Terus terang aku kecewa melihatnya tertunduk sedih dan memain – mainkan kukunya yang di cat ungu muda yang cantik.

“Oh, itu bukan, um,, maksudku bukan menyinggungmu. Tapi tapi…” kataku berusaha meminta maaf dan langsung di putus olehnya.

“ Tidak apa apa kok. Aku juga sudah memaafkannya.” Jawab Yoon “Dia juga sudah mempunyai pacar baru, “

“Siapa?” tanyaku

“ Kak Soo.” Jawab Yoon

“Kak Soo? Tidak mungkin kak Soo mau menerimanya.” Jawabku heran

“Itu mungkin saja, tapi lihatlah Seo, dalam jangka waktu 3 bulan ini mereka berdua pasti akan  putus” kata Yoong mengakhiri perbincangan kami karena guru kami sudah datang.

@@@

Aku berkonsentrasi dengan buku dan soal yang begitu ruwet, soal ini terlalu sulit menurutku untuk dikerjakan siswi kelas 10 sepertiku.

“Fany, kau tahu ini itu apa?” tanyaku kepada Fany

“Mungkin jawabannya B.” Jawab Fanny “Lihatlah buku catatanku untuk mengetahui caranya”

“Wah, kau benar” jawabku kagum, bagaimana Fanny bisa mengerjakannya? Jenius .

Keesokan harinya, Aku berkumpul dengan teman – teman satu organisasi denganku untuk mendapatkan penyuluhan tentang program sekolahku yang baru. Kyu sudah pasti akan ikut dan datang. Kebetulan, Kyu duduk disampingku. Aku menyukai saat itu, Kyu menatapku dengan matanya yang indah dan aku mulai balik menatapnya dengan tatapan lebih tajam dan lembut. Kulihat matanya semakin lama semakin membuatku merasa ada sebuah perasaan yang membuatku nyaman berada di dekatnya. Lama sekali kami saling bertatapan mata. Tidak terasa sudah lewat 15 menit waktu yang kami habiskan. Dunia ini terasa berhenti.

“Seo, boleh aku minta nomor ponsel mu?” tanya Kyu padaku.

“Wah Kyu, maaf sekali, aku tidak memiliki ponsel. Hehehe.” Kataku sedikit tertawa. Memang nyatanya aku tidak memiliki ponsel, dan aku sama sekali tidak berbohong pada Kyu. Dia terlalu baik untuk dibohongi.

“Oh, begitu ya? Ya sudahlah.” Jawab Kyu balik.

Aku menceritakan hal yang kualami bersam Kyu tadi dengan Fanny yang cantik.

“Kau tahu Fanny, Kyu memiliki mata yang benar – benar indah, dia bahkan mampu menyihirku.” Kataku dengan frontalnya.

“Kamu suka sama Kyu ya?” tanya Fanny “ Aku sudah tahu itu, kau pasti mencintainya sudah lama”

“Bagaimana kau tahu? Tapi aku baru mencintainya beberapa minggu yang lalu.” Jawabku “Sebenarnya aku mencintainya karena kesalahan kecil yang dia lakukan padaku.”

“ Apa itu?” tanya Fanny mulai tertarik dengan kisahku.

“ Dulu, saat aku sedang rapat organisasi di sekolah, buku keuanganku ketinggalan dan entah aku letakkan dimana, setelah aku tanyakan eh, ternyata bukuku dibawa sama Kyu.” Jawabku “ Dulu aku sebenarnya belum tahu siapa nama Kyu itu. Tapi kurasa Kyu mengenaliku, bahkan jika bertemu selalu menyapaku.”

“Bagaimana nasib bukumu sekarang?” timpal Fanny

“Dia belum mengembalikan bukuku. Dasar pabo.” Jawabku rada jengkel ketika mengingat Kyu yang sampai sekarang masih tetap belum mengembalikan bukuku.

“ Apa dia sekarang sering menyapamu?” tanya Fanny

“ Dia sekarang jarang menyapaku. Gara – gara Yoong, bilang kepadanya saat kita pulang bersama dan berhenti di kedai minumam, kemudian bertemu Kyu dan kawannya. Awalnya aku akan memesan minuman, namun aku bertemu Kyu, Kyu bergumam dan bilang “dasar Seohyun pabo” seakan – akan dia itu mengejekku. Akupun menoleh kearahnya dan dia bilang “apa kamu liahat – lihat aku?”. Aku akhirnya tertawa, dan dia mulai tertawa juga melihat tawaku. Aku menghampirinya. Dan kami mulai berbincang – bincang masalah Handphone Taeyeon yang hilang dan dicuri oleh kakak kelas kami, karena Kyu tahu siapa pelakunya. Tiba – tiba Yoona datang menghampiriku. Dan berkata “ Kyu coba kamu tertawa” namun Kyu menolak dan mengatakan “ untuk apa aku tertawa, tidak ada yang lucu” Yoong mulai jahil dan menggangguku, tiba – tiba aku reflek memukul pipinya. Yoong marah dan tertawa, dia mulai mengatakan pada Kyu bahwa aku mencintai Kyu. Tapi Kyu membelaku dan mengatakan “ Tidak, Seo tidak mencintaiku”. Kemudian Kyu pergi .” Kataku menerangkan semuanya pada Fanny.

“Lihatlah, bukankan dia perhatian denganmu?” tanya Fanny menimpali.

“Memang.” Jawabku datar.

“Lalu mengapa kamu tidak mulai berusaha mendekatinya?” tanya Fanny

“Bagaiman aku bisa?” jawabku

“Mengapa tidak, kau tentu saja boleh mencobanya.” Saran Fanny

“Tidak mungkin, pernah aku mencobanya,eh tapi bukan aku yang menyapanya, Yoong yang menyapanya. Ketika dia menyusuri lorong saat baru datang sekolah, Yoong mengajaknya bercanda dengan mengawali dengan “ please try again” . Dia tidak peduli sama sekali, tapi ketika aku tertawa, dia juga menoleh dan sempat menatap mataku sebentar.” Kataku.

“Mungkin saja dia itu cuek” kata Fanny

“Kurasa begitu. Tapi asal kamu tahu, dia itu orangnya baik. Pernah ketika Jiyeon berdiri di dekatnya dan Kyu yang sedang duduk menyadarinya, kemudian Kyu berdiri dan mempersilahkan Jiyeon duduk. Kalau tidak baik dan care, apa namanya coba?” kataku agak kesal dengan Kyu karena dia tidak mempedulikan aku. Dia lebih memilih memperhatikan Jiyeon.

“ Kurasa dia agak sedikit malu kepada orang yang dicintainya. Bukankah kamu pernah cerita kalau dia pernah bilang “Seohyun itu sebenarnya cantik, tapi dia itu jelek, masih lebih ganteng aku” tapi ketika kamu bertanya padanya “ Bagaiman penampilan Taeyeon itu,” dan Kyu menjawab “ Dia itu jelek, tentu saja dia jelek akukan tidak mencintainya. Tapi kalau perempuan yang aku cintai, bagaimanapun wajahnya, menurutku dia juga masih tetap menjadi orang tercantik didunia” lihatlah, bukankah dia selalu bilang kalau kamu itu cantik, dan dengan kata lain dia  itu mencintaimu?” kata Fanny

“ Apa itu mungkin?”tanyaku

“ Mungkin saja, tidak ada yang tahu bagaimana perasaan orang terhadapmu.” Kata Fanny.

Yuri kemudian datang menghampiri kami berdua. “ Kalian tahu tidak, Ternyata Sica..” kata –kata Yul terpotong dengan Teriakan Sica dari luar pintu kelasku “Yuri…… Apa yang kau katakan pada mereka, Apa, Apa?”

“Sica itu sebenarnya sudah jadi pengagum rahasia seseorang lho.” Kata Yul tidak mengindahkan perkataan Sica.

“Kamu mau bilang aku suka sama dia gitu?” kata Sica marah – marah. “Bilang saja,  Seo pasti tidak tahu. Bahaya jika sampai Seo tahu.”

“Eh, kamu kenapa nutup nutupin sih? Akukan sahabat kamu.” Tanyaku penasaran

“ Jangan, nanti kalau dia sampai tahu bisa bahaya.”  Kata Sica lemas.

“ Memangnya dia itu siapa?” tanyaku

“Sudahlah kau tidak perlu tahu.” Jawab Sica.

Dirumah, aku sempat memikirkan perbincanganku dengan Fanny, Fanny memang teman ngobrol yang baik dan perhatian menurutku. Aku ingat saat Fanny menceritakan tentang laki – laki yang pernah ditemuainya di mall,  itu lucu sekali.

Tiba – tiba ada Short Massage dari teman satu organsasi denganku, bahwa aku harus datang kesekolah karena ada sesuatu yang penting. Ternyata, ada pengumuman tentang Olimpiade yang aku ikuti. Dan aku lolos seleksinya. Teman – temanku bangga akan prestasiku. Kyu, juga memberiku selamat.

“ Seo, kau berhasil lolos ya?” kata Kyu di jalan. Suer, aku sempat kaget karena tiba – tiba  Kyu sudah menyusulku dari samping.

“Mwo.” Balasku yang belum terlalu paham apa yang dimaksudkan.

“Bukankah kau lolos seleksi olimpiade Biologi ??  Bagaimana sih kau ini !!!”Jawab kyu dengan semangat dan sedikit gusar.

“Memangnya kenapa? Kau ingin  memberiku coklat ya?”  jawabku mulai jahil.

“ Untuk apa aku memberimu coklat Seohyun pabo ???” kata Kyu sembari mengayuh sepedanya lebih cepat dan sekaligus meninggalkanku. Aku tidak sadar aku sempat senyum – senyum sendiri melihat tingkah Kyu yang sedikit kocak.

@@@

Sempat ada beberapa konflik mengenai aku, itu membuat aku sedikit melupakan Kyu, tapi hanya sedikit lho, tidak banyak. Aku sekarang akan memperkenalkan salah seorang teman sekelasku yang sekarang membuatku risih dekat dengannya, dia terlalu menganggap aku masih menyukainya, padahal itu salah besar. Memang dulu kami pernah menjalankan hubungan namun itu hanya sebatas sahabat dekat, tidak lebih. Dulu banyak rumor mengatakan bahwa orang yang aku suka itu adalah dia, Yonghwa. Aku mengakuinya dulu, namun sekarang aku sangat – sangat membencinya, dia terlalu over kurasa. Dia itu sok, dia juga terlalu berusaha mendekatiku. Lagi pula dia itu Yadong dan lebih pendek dariku.

Kyu pernah menanyakan padaku apa tipe laki – laki idamanku, tapi aku hanya menjawab “ yang terpenting dia baik” . hanya itu yang mampu aku ungkapkan, karena aku takut dia merasa dia tidak pantas untukku. Aku tidak mau hal itu terjadi.

@@@

“kyu, berikan bukuku padaku.” Kataku pada Kyu

“tidak, buku itu kini sudah menjadi milikku. Kau tidak perlu mengambilnya.” Kata Kyu padaku

“Wae Kyu?” jawabku

“ Bukankah kau sudah memiliki gantinya yang baru?” jawab Kyu memegang pundakku.

“Lalu jika itu benar, kau benar – benar ingin menyimpannya. Untuk apa kau menyimpannya.” Tanyaku menatap wajah Kyu. Tidak ada jawaban sama sekali dari Kyu, dia hanya menatap wajahku, dia lalu tersenyum dan melingkarkan tangannya di pundakku, dia tetap terus menatap wajahku. Sampai semu itu berakhir ketika aku dipanggil oleh Eunji untuk membagikan sesuatu. Ketika aku melangkah pergi, Kyu tetap terus melihatku dan sesekali tersenyum padaku, aku juga membalas senyumnya dengan melambaikan tangan padanya.

“Seo, tolong beritahu Jiyeon dan Kyu.” Kata salah seorang guruku, Miss Kwon. “Bilang pada mereka, bahwa mereka harus menyelesaikan penelitiannya besok pagi.”

“Baiklah Miss, aku akan memberitahu mereka.” Kataku meninggalkan Miss Kwon dan melaksanakan tugasku. Pertama – tama aku harus memanggil Jiyeon di Laboratorium Biologi. Kulihat dia sedang sibuk meringkas materi, aku takut mengganggu konsentrasi belajarnya, aku kasihan. Dan aku meninggalkannya.

“kyu, kau punya tugas penelitian biologi ya ?” Tanyaku pada Kyu yang sedang membaca buku.

“ Ada apa dengan tugas biologiku ?” tanya Kyu

“ Kau dan Jiyeon harus menyelesaikannya besok pagi.” Kataku. Kulihat wajah Kyu yang kaget dan syok. Dan aku bertanya lagi. “ Memangnya mengapa kau kaget seperti itu?”

Kyu tidak menjawab, dia spontan menggandeng tanganku dan mengajakku berjalan – jalan. Dia mulai menceritakan tentang Jiyeon.

“ Seo, kau tahu Jiyeon kan?” kata Kyu mengawali pembicaraan.

“ada apa dengan Jiyeon?” jawabku sedikit penasaran.

“aku merasa bersalah dengannya.” Jawab Kyu.

“apa yang bisaku bantu?” jawabku

“ Tidak ada. Maaf Seo aku harus pergi meninggalkanmu. Sampai jumpa.” Kata Kyu setelah mengecek ponselnya. Aku hanya diam dan kembali kekelasku.

@@@

Di kelas aku masih bingung memikirkan apa yang dikatakan Kyu padaku. “tidak ada” apa artinya itu? Apakah mungkin Kyu hanya ingin melupakan masalahnya dengan Jiyeon padaku, tapi mengapa ketika aku membantunya dia bahkan menolaknya. Apa yang terjadi dengan Jiyeon dan Kyu? Mengapa harus Jiyeon.

Tiba – Tiba Tae membuyarkan lamunanku. Tae sedang senang rupanya, anehnya untuk apa dia menunjukkan sebatang cokelat padaku.

“Seo, ada apa denganmu?” tanya Tae dengan riangnya padaku, sontak aku menoleh dan menunjuk cokelat yang di bawa Tae. Pertama kali aku melihatnya (coklat Tae), aku rasa  itu hadih dari seseorang. Jelas sekali itu hadiah, karena cokelat itu dihiasi dengan pita biru, dan biru adalah warna favorit Tae. “Oh, ini? Kau mau mencobanya.”

“ Kurasa cokelat itu khusus untukmu, kau tidak boleh memberikannya pada orang lain. Meskipun kau memberikannya padaku. Makan saja sendiri dengan tenang sambil mengingat orang yang meberikan benda itu padamu.” Kataku datar dan beranjak pergi.

“Tunggu dulu Seo, bukan ini maksudku. Aisshh,, pabo pabo. Padahal aku ingin menghiburnya dan menemaninya. Huh, Tae pabo.” Kata Tae berusaha mencegahku pergi. Tapi saat Tae baru berdiri ada Leeteuk kakak kelas kami lewat dihadapanku. Dia sedikit tersenyum padaku dan bergegas menghampiri Tae yang berusah menyusulku. Aku melirik kebelakang dan melihat Leeteuk mencegah Taeyeon menghampiriku. Lega rasanya aku bisa sendiri. Sebenarnya aku tidak tahu kemana tujuanku setelah ini. Kemudian aku memutuskan untuk menenangkan diri dibawah pohon Oak yang tumbuh di pekarangan belakang sekolahku.

“ Seo, kau tahu Jiyeon kan?”

“ada apa dengan Jiyeon?”

“aku merasa bersalah dengannya.”

“apa yang bisaku bantu?”

“ Tidak ada. Maaf Seo aku harus pergi meninggalkanmu. Sampai jumpa.”

Kata – kata itu aku telaah dalam – dalam di otakku. Aku masih belum menemukan apa maksud dari perkataan Kyu beberapa jam lalu di lorong yang mengitari pekarangan ini. Aku berniat mencari Fanny untuk aku ajak berbicara disini untuk menenangkan pikiranku. Namun niatku hancur ketika aku mendengar sesuatu.

“Jangan mengganggu hidupku lagi, aku sudah terlalu muak meladeni niat – niatmu. Mulai sekarang jangan mencampuri urusanku lagi.”

Kemudian seorang wanita menjawab dengan nada gusar dan mengancam.

“Apa kau berani meninggalkanku Kyuhyun-sshi ? oh silahkan kau bersenang – senang dengan perempuan sok imut itu. Tapi jangan harap kau bisa tenang dirumahku.”

Deg,

Kyuhyun-sshi? Perempuan sok imut? Dirumahku?

Apakah ini Jiyeon yang mengatakan ancaman itu pada Kyu.

4 thoughts on “[FF Freelance] Past, Present and Forever (Part 2)

  1. Annyeong admin yang sudah ngepost FF ku ^^
    Terima kasih sebelumnya atas Postingannya, tapi boleh aku koreksi nih, judul FF aku salah , seharusnya ” Past, Present, And Forever | Chapter 2″ , tapi jadi ” Past, Present, And Future | Chapter 2 ” ya?

    mungkinkah judul FF yang aku kirim salah, tapi bisa nggak ya Judul FFnya, di ganti menjadi yang benar.

    Thank you verry much as your attention

    #Gumawo ^^

  2. what’s kyu serumah sama jiyeon #syok
    tidakkkkkkk…..lebeh
    apa ortu kyu asisten rumahtangga jiyeon @hik kesian abangnya lirik kyu yg tambah imut kian hari kesesengsem ma twitpic terbaru abangnya
    pada nggantung dah statusnya …..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s