[FF Freelance] 1983 (Part 2)

1983

| |Author : annisarifka| |Judul : 1 9 8 3| |MainCast:Kim Nichkhun(nichkhun/2pm),Bae Suzy(suzy/MissA),Lee Junho(2pm)| |Other Cast: Find by yourself..| |Genre:Romance, Action, Sad| |Rating:PG-16| |Length : chaptered| | Disclaimer:inspired by city hunter, IRIS 2, and other|| Recommended backsound : Kim Nam Gil-Can’t I Love You, Davichi-Don’t you know, Noel-What is it like?, Infinite-Be mine instrumental (for action scene), and Mblaq it’s war instrumental (for action scene) | |

Previous part: Teaser, Part 1

———-«-»———

“ aaaaaaaaaa “ teriak Suzy pertanda bahwa dirinya benar-benar tertabrak mobil.

“ Suzy-ah.. ya.. Suzy-ah, “ teriak Nichkhun yang mulai panik karena mendengar jeritan suzy, “ Ya.. Bae Suzy.. Kau masih disitu? Kau Baik-baik saja? “

“ Oppa.. Opp.. Oppa..“

Dorrrr.. ucapan Suzy terhenti saat sebuah pistol ditembak ke arahnya yang sudah tidak berdaya karena tertabrak mobil.

“ ya.. Suzy ..  Bae Suzy “ teriak Nichkhun.

———-«-»———

Nichkhun POV

” ya.. Suzy.. Bae Suzy” teriakku ketika mendengar teriakan gadis itu.

Tanpa pikir panjang aku yang sedang duduk di kamarku langsung maraih mantel yang tergantung di belakang pintu dan pergi keluar dengan mobilku. Saat ini perasaanku sangat tidak karuan dari rasa penasaran, sedih, dan takut kehilangan.

Aku datang ke rumah Suzy ku masuk ke dalamnya tapi tidak kutemukan seseorangpun disana. Aku keluar kembali mengemudikan mobilku dan berjalan pergi. Ku datangi beberapa tempat yang biasa di datangi Suzy mulai dari Memories Coffe Shop, Book Shop, bahkan aku sempat mengira bahwa orang lain adalah Suzy.

Aku hampir putus asa, sesekali aku menutup mataku kala mendengar jeritan Suzy yang ku dengar saat aku meneleponnya.. Suara teriakannya masih sangat jelas terdengar di telingaku. Aku melihat jam yang ada di tangan kiriku, 10.54 ya sekarang memang sudah siang bahkan aku tidak memikirkan bagaimana dengan pekerjaanku di FPF yang aku fikirkan saat ini hanyalah dimana Suzy? tidak ada yang lain.

Aku merogoh mentelku dan tidak menemukan benda yang kucari disana. Aku tersadar bahwa ponselku tertinggal di rumah. Aku melajukan mobil menuju ke rumahku.

Saat sampai di rumah dan menemukan ponselku aku terkejut ada 7 panggilan tak terjawab dari Victoria, 2 panggilan tak terjawab dari Wooyoung, 1 panggilan tak terjawab dari Direktur Im, dan 3 pesan dari Victoria. Kubuka dan kubaca pesan dari Victoria mataku terbelalak saat membacanya.

” Nichkhun kau dimana? Ada kabar buruk Suzy mengalami kecelakaan, bisakah kau cepat datang ke rumah sakit? “

” Nichkhun, kenapa tidak mengangkat telefon dariku sebenarnya kau dimana?”

Cairan bening perlahan mengalir dari mataku saat membaca pesan terakhir dari Victoria.. …..

” Nichkhun, aku mohon jangan terkejut membacanya, tapi aku mohon cepat datanglah.. Sebenarnya aku tidak mau kau tahu hal ini karena ini akan membuatmu sangat sedih.. tapi Suzy dia,, dia telah meninggalkan kita semua.. Aku mohon datanglah untuk melihatnya sebelum ia dimakamkan nanti.. Kami semua menunggumu,, Pemakamannya jam 11,, Aku harap kau datang. “

Saat ini cairan bening itu mengalir deras dipipiku tanpa bisa kutahan..

” Tidak.. Tidak mungkin.. Aku yakin dia belum pergi.. Aku yakin, “ kataku dalam hati.

———-«-»———

Author POV

Nichkhun sampai sesaat setelah acara pemakaman Suzy selesai dilaksanakan. Tangisnya mulai pecah lagi saat memandang nisan di depan matanya bertuliskan Bae Suzy.

” Tidak.. Dia bukan Bae Suzy, ” kata Nichkhun  sambil memandang Direktur Im yang ada disebelahnya. Direktur Im hanya menutup matanya dan menundukkan kepalanya, sepertinya Direktur Im juga sangat sedih atas kepergian Suzy.

” Bongkar makamnya ! ” kata Nichkhun memerintah, ” Kubilang bongkar makamnya.. Aku bahkan belum melihat bagaimana wajah terakhirnya.. jadi cepat bongkar makamnya. ”

” Agent Kim, tenanglah.. ” kata Direktur Choi.

” Ini, ” kata Victoria menyerahkan sebuah amplop pada Nickhun, ” DNA-nya dan DNA Suzy cocok.. jadi wanita itu memang Suzy.. kau tidak perlu membongkar makamnya. ”

” Tidak, Ini semua tidak benar.. ” aku berteriak diiringi tangisan yang sedari tadi belum berhenti. Badanku sangat lemas hingga tidak bisa menopang tubuhku sendiri, aku terjatuh lemas di samping makam Suzy.

———-«-»———

Nickhun memarkirkan mobilnya dan perlahan masuk ke dalam apartemennya. Dia berjalan menuju ruang kerjanya. Menyenderkan punggungnya di kursi dan tanpa sengaja melihat fotonya dan foto Suzy ada di atas meja.. Nichkhun mulai mengingat saat foto itu diambil.

Flashback..

1 April (3 hari sebelum kecelakaan Suzy)

Suzy berjalan di sebuah mall ia melihat sebuah benda yang membuatnya tertarik..

” Oppa.. Belikan ini untukku ya? ” kata Suzy pada Nichkhun.

” Tiruan kotak harta karun? ” jawab Nickhun sambil menunjuk pada tiruan kotak harta karun yang berukuran kecil itu.

” Ne, kau bilang.. kau tidak tahu harus memberiku hadiah apa di hari ulang tahunku ini.. jadi aku ingin kau membelikan ini untukku.. Setuju? ” kata Suzy dengan senyum manisnya.

” Baiklah kami ambil yang ini, ” kata Nickhun pada pelayan toko itu.

Hari ini adalah hari yang spesial ya.. Ini adalah hari ulang tahun Suzy. Tentu saja hari ini Nichkhun akan melakukan apapun untuk membuat Suzy bahagia.

Pertama mereka membeli es krim lalu Suzy iseng mencolekkan es krim ke pipi Nichkhun.. Dan akhirnya mereka lari berkejar-kejaran.

Kedua, Suzy mengajak Nickhun datang ke taman hiburan. Disana mereka naik roller coaster dan membuat keduannya berterak sekencang mungkin. Lalu naik bianglala bersama, dan komedi putar.. Suzy ataupun orang yang sudah menjadi kekasihnya sejak 4 tahun yang lalu itu, yaitu Nichkhun terlihat sangat bahagia.

Didepan taman hiburan ketika hendak pulang Suzy meminta seseorang untuk mengambil gambar mereka berdua.

Arloji di tangan Nichkhun sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dan Suzy sudah terlelap di kursi mobil Nickhun saat Nichkhun mengantar Suzy pulang. Nichkhun mengangkat Suzy dan membawannya masuk ke rumah. Setelah meletakkan Suzy di tempat tidurnya, Nichkhun meletakkan tas kecil berisi tiruan kotak harta karun di meja kecil yang berada di sebelah tempat tidur Suzy. Tapi sebelum pergi Nickhun membuka kotak tiruan harta karun itu dan meletakkan sebuah cincin serta kertas bertuliskan사랑해요  배수지 … ” (aku mencintaimu Bae Suzy) ke dalam tiruan kotak harta karun itu. Dan meletakkannya kembali di meja kecil itu.

………………………..

“ Ada apa lagi? “

“ Tidak papa, hanya ingin mendengar suaramu “

“ Kalau begitu sampai jumpa. “

“ Ani, jangan dimatikan. “

“ Lalu? “

“ Cukup seperti ini.. oh ya.. tiruan kotak harta karun yang kubelikan untukmu kemarin, kalau ada waktu kau buka ya? “

” Memangnya ada apa di dalamnya? “

” Coba kau buka saja sendiri.. “

” Baiklah aku akan membukanya.. Tapi apa isi di dalamnya? “

” Agar kau tahu isinya maka kau… “

“ aaaaaaaaaa “

“ Suzy-ah.. ya.. Suzy-ah, “

“ Oppa.. Opp.. Oppa..“

Flashback End~~

Tangisan Nichkhun mulai pecah lagi dan kini lebih parah dari sebelumnya.. Nickhun memegang dadanya menahan sakit yang ada dihatinya dan terus terisak..

———-«-»———

Suasana di kantor FPF tepatnya ruang FPF-A masih sangat sunyi dan sepi semenjak kepergian Suzy kemarin. Tidak ada yang melakukan kegiatan spesial atau pekerjaan apapun, mereka semua termenung masih mengingat kejadian kemarin, terutama Nichkhun pandangannya sangat kosong bahkan semenjak berangkat ke kantor FPF tadi pagi, Nichkhun tidak berbicara sepatah katapun.

Ponsel Victoria berdering , ” Ya, aku mengerti.. ”

” Kau bilang, kau menemukan sesuatu di tempat kecelakaan Suzy, ” tanya Direktur Im saat Victoria sampai diruangannya.

” Ne.. ” jawab Victoria sambil mengeluarkan sebuah benda kecil.

” Pin? ” kata Direktur Im ketika menerima benda kecil itu dari Victoria, ” Tapi pin ini kosong dan tidak ada tulisan apapun di dalamnya. ”

” Aku tahu.. ” jawab Victoria singkat.

———-«-»———

Semua anggota FPF-A berkumpul di ruang rapat bersama Direktur Im dan Direktur Choi.

” Mantan wakil presiden korea selatan Jung Kyung Ho (just name), belakangan ini mendapat teror dari orang yang tidak dia kenal. Dua hari lagi beliau akan mengadakan penandatanganan kerjasama korsel-korut bersama mantan menteri pertahanan korea utara Choi Ji Woo (just name) di Singapore . Beliau ingin FPF mengawal dan melindunginya.. ” kata Direktur Im panjang lebar mengawali rapat kali ini.

” Tapi kalian juga akan di bantu oleh beberapa agent baru FPF, silakan masuk. ” kata Direktur Choi.

Kedua agent baru FPF yang telah dipersilakan masuk oleh Direktur Choi akhirnya masuk.

” Anyoenghaseyo, Lee Ji Eun-imnida, ” kata seorang agent perempuan itu.

” Choi Minho-imnida. ” kata seorang agent lelaki yang satunya.

” Baiklah cukup perkenalannya, kalian Team FPF-A akan melakukan tugas ini Agent Kim, Agent Song, Agent Lee Ji Eun, Agent Choi, dan Agent Jung kalian akan bertugas di lapangan sedangkan Agent Lee Jungshin, Agent Jang, dan Agent Han kalian akan bertugas di bagian  informasi. Mengerti? ” lanjut Direktur Im Yoona.

” Ne.. algetsimnida.. ” jawab semua anggota Team FPF-A.

———-«-»———

Incheon International Airport

Semua agent FPF-A mengawal mantan wakil presiden Jung Kyung Ho menuju pesawat.

Victoria Hotel Singapore

Mantan wakil presiden Jung Kyung Ho telah tiba di Singapore. Para agent dari Team FPF-A juga sudah tiba di sana 15 menit lebih awal.

” Aku rasa hotel ini sangat cocok untukmu, Victoria, ” kata Yong Hwa pada Victoria.

” Ya.. Aku rasa juga begitu.. ” jawab Victoria.

Agent FPF-A masuk ke dalam hotel, para agent yang diberi tugas di lapangan langsung mengikuti Direktur Im, sedangkan agent yang lainnya masuk ke salah satu kamar hotel yang sudah dipesan dan mulai membuka perlengkapan mereka.

Di tempat lain Direktur Im memberikan aba-aba dengan menganggukkan kepalanya pada agent FPF-A yang bertugas di lapangan untuk memulai pengecekan.

———————————-

Pertama Victoria mendatangi receptionist hotel.

” Can you show me , the list of the guest who visit this hotel?  ” pinta Victoria pada receptionist hotel tersebut.

” Sorry, but i can’t.. ” jawab receptionist hotel tersebut.

” I am Victoria , agent from FPF, ” kata Victoria menyakinkan receptionist hotel tersebut dengan menunjukkan ID Card-nya ”  Now, can you show me? ”

” Oh.. Of course.. This is the list of the guest who visit our hotel, ” jawab receptionist sambil memberikan map berisi daftar tamu hotel tersebut pada Victoria.

” Yes, thank you.. ” jawab Victoria.

———————————-

Selanjutnya, Lee Ji Eun mengecek menu untuk acara besok.

” Can I go in to the kitchen? ” tanya Ji Eun pada salah seorang koki disana.

” But, who are you? ” jawab koki itu.

” I Am agent from FPF, ” jawab Ji Eun sambil menunjukkan ID Card-nya.

Jieun masuk ke dalam dapur itu.

” What are the menu for tomorrow? ” tanya Ji Eun.

” We have pasta,… ,… ” jawab koki itu dengan panjang lebar.

Ji Eun mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memberi tanda check pada daftar tentang hal apa saja yang harus ia periksa.

——————————–

” Is there a CCTV placed at this hotel? ” tanya Minho.

” Yes.. ”

” How many ? ” tanya Minho lagi.

” Ten.. ”

” Ten ? ”

——————————–

Victoria menekan tombol yang ada di headset kecil yang berada di telinganya.

” Agent Kim.. Bisakah kau check bagian teratas dari gedung ini? ”

” Ne.. ”

——————————–

Nichkhun mengecek bagian teratas gedung dan bertemu Direktur Choi disana.

” Apa kau tahu, siapa yang membunuh Suzy? ” kata Direktur Choi terus terang.

” Belum.. Aku belum mengetahuinya, tapi akan kucari.. ” jawab Nichkhun.

” Kalau begitu apa kau tahu apa yang dikatakan oleh orang yang meneror mantan wakil presiden? ” tanya Direktur Choi.

” Ani.. Memangnya apa? ” jawab Nichkhun penasaran.

” Mereka bilang bahwa mantan wakil presiden tidak akan bisa kembali ke korea.” jawab Direktur Choi, ” oleh karena itu kalian semua harus berhati-hati. ”

———-«-»———

Keesokan harinya

Semua agent FPF sedang mempersiapkan untuk semua hal yang mungkin terjadi. Mereka memasang alat penyadat di beberapa tempat. Akhirnya jam menunjukkan pukul 2 siang penandatanganan kerjasama korsel-korut pun dilakukan. Dan FPF tidak mendapatkan hal aneh sampai saat ini. Penandatangan selesai dalam waktu setengah jam, baik pihak dari korsel maupun korut saling berjabat tangan.

Malam ini diadakan juga sebuah rapat dengan para pengusaha sukses antara korea-jepang-china. Mantan wakil presiden korsel Jung Kyung Ho, dan mantan menteri pertahanan korut Choi Ji Woo juga turut hadir dalam acara itu, namun acara ini lebih santai dari acara rapat tadi siang dan lebih cenderung ke kata ‘pesta’.

Jung Kyung Ho dan Choi Ji Woo serta beberapa orang lainnya sedang duduk di sebuah meja dan menyantap masakan yang dihidangkan oleh hotel, tiba-tiba seorang wanita yang mengaku sebagai pengusaha sukses dari China datang ke meja mereka.

” Anyoenghaseyo.. Bolehkah aku duduk disini? ” kata wanita yang rambutnya diikat dan menggunakan gaun berwarna merah darah ditambah dengan warna lipstik yang sesuai dengan gaunnya membuatnnya terlihat sangat menawan.

” Ne.. Silakan saja, ” jawab seorang pengusaha lainnya yang juga sedang duduk di meja itu.

Mereka berbincang bersama dan terlihat berambah akrab satu sama lain. Mereka juga membicarakan tentang kerjasama dalam bidang bisnis.

” Excuse me, do you know her? ” kata Victoria pada seorang pelayan sambil menunjuk ke arah Yuri.

” She is the VVIP guest in our hotel.. Why? ” jawab pelayan itu.

” Is she korean people? ” tanya Victoria lagi.

” No, she comes from China. ” jawab pelayan itu pada Victoria.

” China? Okay, thank you very much. ” kata Victoria mengucapkan terimakasih.

” Yes, no problem.. ”

———-«-»———

” Bisakah aku masuk? ” tanya Yuri (wanita yang mengenakan gaun merah tadi) saat mendatangi kamar Choi Ji Woo. Tapi para penjaga melarangnya namun Yuri berkata bahwa dia sudah ada janji dengan Choi Ji Woo. Sesaat kemudian Yuri diperbolehkan masuk setelah para petugas memeriksa Yuri.

Yuri masuk lalu menyerahkan souvenir berupa jam tangan pada Choi Ji Woo. Mereka berbincang tidak terlalu lama mengenai pekerjaan mereka.

———-«-»———

Di lain tempat para agent dari Team FPF-A sedang mencari informasi tentang wanita yang dicurigai oleh Victoria. Mereka juga mendengarkan semua rekaman yang mereka dapatkan hari ini. Team FPF-A juga mendengarkan rekaman dari kamar Choi Ji woo.

———-«-»———

Yuri berdiri di dekat arah menuju kamar Jung Kyung Ho, Yuri memperhatikan ke gelangnya dan menekan tombol kecil yang ada di bagian kanan gelangnya itu.

Di saat yang sama, di ruangan Agen FPF-A..

” Aawww.. ” kata Wooyoung saat mendengarkan rekaman dari kamar Choi Ji Woo.

” Itu suara tembakan pistol.. ” kata Yong Hwa juga saat mendengar rekaman dari arah kamar Choi Ji Woo.

Victoria, Nichkhun, dan beberapa agent lain langsung menuju kamar Choi Ji Woo.

Kembali ke Yuri,

” Bisakah aku masuk ke dalam.. Aku sudah ada janji dengan tuan Jung Kyung Ho, ” kata Yuri pada salah satu penjaga di depan kamar Jung Kyung Ho.

” Baiklah, tapi biarkan kami memeriksa mu beserta barang bawaanmu ya? ” jawab penjaga itu tegas.

” Oh ini hanya sebuah jam tangan untuk tuan Jung.. ” jawab Yuri.

Yuri masuk dan meletakkan jam tangan untuk tuan jung yang berada dalam sebuah kotak itu di atas meja.

” Apa ini? Kau membawa hadiah untukku? ” kata Tuan Jung.

” Cobalah di buka.. ” jawab Yuri.

” Ya ini indah… terimakasih.. ” kata Tuan Jung mengucapkan terimakasih.

” Kita akan membicarakan tentang bisnis bukan? ” tanya Yuri.

” Ne.. Tunggu sebentar aku akan mengambil berkasnya.. ” jawab Tuan Jung.

———-«-»———

Agent FPF-A sampai di kamar Choi Ji Woo namun ketika sampai disana. Tapi Tuan Choi Ji Woo dalam keadaan yang baik-baik saja. Dan suara tembakan pistol itu berasal dari kotak berisi jam tangan pemberian Yuri tadi.

” Ini jebakan… ” kata Nickhun pada yang lain yang masih tidak percaya tentang hal yang terjadi saat ini, ” Kalau begitu Mantan Wakil presiden Jung Kyung Ho dia dalam bahaya..” lanjut Nichkhun.

Nichkhun dan agent lainnya berlari menuju kamar Jung kyung Ho.

———-«-»———

Yuri yang ada di kamar Jung Kyung Ho mengambil benda yang berada di bagian bawah kotak jam tangan yang ia bawa untuk tuan Jung.

” Jung Kyung Ho…!! ” kata Yuri.

” aaahhrggggg ” teriak Jung Kyung Ho saat Yuri menancapkan pisau ke perut Tuan Jung, namun tidak terdengar oleh penjaga di luar karena ruangan itu kedap suara.

” Ini pembalasan pertama dari 1 9 8 3.. ” kata Yuri tepat di telinga Jung Kyung Ho. Yuri menarik pisau itu kemudian menancapkannya lagi hingga 3 kali. Kemudian Yuri meletakkan tubuh Tuan jung duduk menghadap jendela membelakangi pintu sehingga wajah Tuan Jung tidak terlihat dari luar.

Yuri mengucapkan terimakasih pada penjaga dan pergi, penjaga yang hanya melihat kondisi Tuan Jung dari luar tidak mengetahui bagaimana kondisi Tuan Jung yang sebenarnya.

Setelah Yuri berjalan beberapa meter dari kamar Jung kyung Ho dia bertemu para Agent FPF namun agent FPF tidak peduli dengan keberadaan Yuri.

Agent FPF sampai di kamar Jung kyung Ho dan melihat Tuan Jung sedang memandang ke arah luar jendela. Nichkhun sudah memanggil Tuan Jung 3 kali namun Tuan Jung tidak menoleh sama sekali. Tiba-tiba Minho melihat ada darah di bawah kursi yang diduduki Tuan Jung. Nichkhun menganggukkan kepalanya pada Vicoria pertanda bahwa Victoria harus mengecek kondisi Tuan Jung.

Victoria menggelengkan kepalanya saat tidak menemukan denyut nadi Jung Kyung Ho. Nichkhun, Victoria, Lee Ji Eun, Minho, dan Yong Hwa lari keluar kamar Tuan Jung.

” Berhenti!! ” kata Nickhun memerintah Yuri untuk tidak berjalan lagi, ” Siapa kau? ” sambungnya. Yuri hanya menoleh tersenyum sedikit dan langsung berlari.Yuri berlari keluar hotel melalui pintu belakang dan diikuti agent FPF. Wanita itu langsung mengendarai mobilnya secepat yang ia bisa.. Namun lagi-lagi agent FPF mengejarnya..

Terjadi adegan kejar-mengejar antara Yuri dengan agent FPF.

Yuri berkata, ” Sial.. Mereka terus mengejar.. Bagaimana aku bisa lolos.. Baiklah, rencana B.. ” Mobil yang ditumpangi Yuri berbelok ke arah gang kecil sedangkan ada mobil lain yang sama persis dengan milik Yuri bahkan plat nomor mobilnya juga sama dan memang semua itu sudah disiapkan sebagai bagian dari rencana B. Yuri berhasil kabur dengan masuk ke sebuah gang kecil tersebut sedangkan orang lain yang mengemudikan mobil yang sama persis berhasil berpura-pura menjadi Yuri dan mengelabuhi para Agent FPF.

Sampai akhirnya mobil yang sama persis dengan milik Yuri teehenti saat berada di jalan buntu. Semua agent FPF turun dari mobil begitu juga dengan Yuri di juga turun dari mobilnya, tapi tungggu dia bukanlah Yuri di orang lain..

Nichkhun berjalan mendekati orang yang mengemudikan mobil milik Yuri, “Turunkan senjatamu! Katakan dimana wanita itu? ” kata Nickhun pada orang itu. Perlahan orang itu menurunkan senjatanya namun dia mengambil racun yang ada di kantong bajunya dan meminumnya.

” Jangan…. !!! ” teriak Nichkhun sambil mencoba mengeluarkan pil racun yang diminum orang itu namun gagal racunnya sudah menyebar keseluruh tubuh  dan orang itu mati seketika.. ” Ahhrgggghhh ” Nichkhun mendengus kesal..Begitu juga dengan Agent yang lain.

———-«-»———

Semuanya sudah sampai di Korea lagi, saat ini Suasana FPF masih ricuh karena kasus terbunuhnya mantan wakil presiden Jung kyung Ho.

Nichkhun melihat 2 pin yang sama 1 ditemukan di tempat di mana Suzy mengalami kecelakaan dan satu lagi ditemukan saat Jung Kyung Ho dibunuh. Pin itu terlihat kosong tanpa tulisan apapun.. Namun Nichkhun yakin ada sesuatu yang tersembunyi di balik kedua pin itu.

” Aku tidak percaya semua ini, bagaimana bisa ini semua terjadi? ” kata Yoona kepada Siwon di ruangannya.

” Apakah ini semua ada kaitannya dengan kejadian tahun 1983? “ jawab Siwon pada Yoona.

” Entahlah aku juga belum tau, oleh karena itu kita harus menyelidikinya. “ kata Yoona .

———-«-»———

Yuri sampai di sebuah tempat yang dijaga oleh banyak orang.

” Bagaimana misimu? ” kata seorang lelaki yang duduk di meja kerjanya degan posisi membelakangi Yuri.

” Berhasil.. Aku menyelesaikan misi pertamaku.. ” jawab Yuri pada lelaki itu.

” Good Job.. ” puji lelaki yang kini membalikkan tubuhnya ke arah Yuri,, lelaki itu Lee Junho….

———-«-»———

” Agent Kim.. Lihatlah ini.. ” kata Wooyoung sambil menunjukkan foto seseorang di layar komputernya.

” Bukankah dia wanita yang membunuh Jung Kyung Ho? ” lanjut Yong Hwa.

” Benar dia datang korea sekitar 2 jam yang lalu.. ” kata Wooyoung menambahkan.

” Apa kau menemukan mobilnya..? ” tanya Nichkhun setelah itu.

” Ide bagus.. Tunggu 7 detik.. ” kata Wooyoung sambil mengangkat 7 jarinya, ” Mobilnya menuju ke Jinhae, Gyeongsangnam.. ”

” Kalau begitu, apa kita akan kesana Agent Kim? ” tanya Victoria.

” Tentu.. ” jawab Nickhun singkat yang langsung merapikan barang yang ada di mejanya dan mengambil kunci untuk mengemudikan mobilnya.

———-«-»———

Nichkhun POV

Aku masuk ke dalam mobilku yang diparkir di FPF, Victoria mengikutiku karena dia adalah wakil Tim FPF-A setelah kepergian Suzy. Perjalanan ke Jinhae memakan waktu yang tidak sebentar sampai di sana kami melihat banyak bunga cherry blossom bermekaran dengan indahnya. Aku berhenti saat traffic light menunjukkan warna merah. Mataku memandang kesana kemari dan terhenti pada seseorang yang ada dalam sebuah bis. Kufikir aku kenal dengan orang itu.. tapi aku hanya melihatnya dari samping sehingga tidak dapat terlihat jelas siapa dia.. Tapi dia mengingatkanku pada seseorang..

” Apa mungkin.. Tapi aku rasa tidak… “ gumamku dalam hati.

” Agent Kim lampunya sudah hijau, ada apa? kenapa masih berhenti? ” tanya Victoria tiba-tiba, membuatku terkejut.

” Ani, tidak ada apa-apa.. ” jawabku sambil menggeleng pelan.

Aku menekan tombol kecil pada headset yang sedang kupakai saat ini.

” Wooyoung, bisa beritahu aku dimana keberadaan mobil yang ditumpangi oleh wanita yang membunuh Tuan Jung? ” kataku pada Wooyoung yang ada di Seoul.

” Tidak jauh dari tempatmu sekarang.. ” jawab Wooyoung.

” Baiklah aku akan kesana, ” jawabku sambil menekan tombol di headset-ku lagi.

Aku melajukan mobilku menuju sebuah tikungan.

Yuri POV

Aku berjalan santai dengan mobilku.. Sampai aku melihat ada mobil yang berjalan kencang dari sebelah kananku.. Ku injak rem mobilku dalam-dalam dan mulai memundurkan mobil ku dengan cepat.

Nichkhun POV

Saat aku hampir menabrak mobilnya dia spontan langsung memundurkan mobilnya lalu membelokkan mobilnya secepat kilat dan melaju dengan cepatnya. Namun aku juga tidak tinggal diam aku segera menekan gas mobilku dalam-dalam tanpa pikir panjang dan mengejarnya secepat yang kubisa.

Yuri POV

Aku melajukan mobilku dan hampir berhasil melarikan diri dari kejaran dua orang Agent FPF yang saat ini ataupun saat di Singapore beberapa waktu lalu megejarku. Tiba-tiba sebuah mobil hitam datang dari arah depan dan menutup jalan sehingga aku tidak bisa lari kemana-mana. Perlahan aku turun dari mobilku dan mengangkat kedua tanganku karena mereka, semua Agent FPF yang mengejarku ini bersenjata.

Author POV

Dari kejauhan terlihat seorang penembak jitu sedang mengarahkan senjatanya ke arah Victoria dan terdengar suara tembakan…

Ddddooorrrrrrrrrrr……..

to be continued~~~~~~

Note  : Selesai deh part 2 ini nyari inspirasi buat kill scene-nya susah bgt jadi nya ya gaje pake bgt gini.. gk pp ya? smoga reader suka.. o iy, FF ini bakalan aku bikin ada kejutan spesial di part 3 jadi dtgu ya part3 nya? maksih..

Don’t forget to like and leave comment… 😀 Thanks For reading…

See you next Time. . . . . . .

83 thoughts on “[FF Freelance] 1983 (Part 2)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s