Another World [Part 2]

pizap.com13655922584661

Cast : Wonder Girls Sohee || Support Cast : you can find it || Genre : Horor || Ratting : PG-15 || Lenght : Chapter || Disclaimer : semua karakter disini hanya milik Tuhan, milik agensi dan milik keluarga mereka :p cerita 100% milik author. Cerita ini hanya fiktif belaka || Summary : Saat itu Sohee tersadar. Ternyata… Di usianya yang 11 tahun ini, dia dapat merasakan keberadaan makhluk lain disekitarnya. Termasuk mendiang ayahnya.

flashback end

Part 1

# # #

Sohee tersadar dari lamunannya. Dia segera bangkit dari posisinya dan pergi menuju jendela kamarnya. Dibukanya kaca jendela itu lebar-lebar sehingga angin pagi dapat masuk ke kamarnya.

Zleb!

Sohee menoleh ke belakang. Seperti ada bayangan yang lewat dibelakangnya.

“Mungkin hanya angin.” Gumamnya.

Sohee pun menutup jendelanya dan segera pergi ke ruang tengah. Dia menyalakan televisi tetapi tidak benar-benar menontonnya. Dia hanya memencet-mencet tombol remote televisi.

Srrr……

Suara kran air dari arah kamar mandi. Sohee pun bergegas pergi ke kamar mandi.

Kosong. Tidak ada siapa-siapa dikamar mandi. Kran kamar mandi pun tetap tertutup.

“Aish mungkin hanya ilusinasi.”

Untuk mengusir rasa bosan, sohee pun pergi jalan-jalan ke taman. Di taman saat itu sedang sepi, mungkin saja anak-anak saat itu sedang sekolah. Sohee pun duduk di ayunan dan mendengarkan musik melalui mp3 player-nya.

“Sohee… Ahn Sohee…”

Sebuah suara memanggil Sohee. Suara itu berat dan seperti tertahan di tenggorokan. Sohee hanya mengacuhkan suara itu.

“Aku tahu kau bisa mendengarku, Sohee…. cepat lihat kesini.”

Sebuah cakar menggaruk tengkuknya. Sohee merasa merinding.

“Apa maumu?” tanya Sohee tanpa menoleh.

“Tukarkan nyawamu. Aku ingin masuk ke tubuhmu.”

“Tidak!”

“Tolonglah aku mohon. Aku tidak akan mengganggumu lagi.”

“Kubilang tidak, ya tidak!” Sohee pun segera pergi dari tempat itu. Sementara sosok yang sedari tadi ada dibelakang Sohee segera pergi mengikuti Sohee.

“Hidupmu tidak akan bahagia Sohee, kalau kau menolak permintaanku!”

# # #

“Sohee, makan yuk.” Ajak Fei saat mereka sedang berjalan di koridor kampus, sementara Sohee hanya mengangguk.

“Kau kenapa Sohee? Ada yang mengganggumu lagi?” tanya Fei.

“Iya, aku sudah bosan dengan semua ini.” Jelas Sohee.

“Kenapa? Aku justru ingin jadi dirimu, karena setiap hari aku akan punya teman dari dunia lain.”

Sohee pun menatap Fei. “Tidak seperti yang kau pikirkan. Mereka itu menyeramkan.”

“Tapi…”

“Kau saja takut lihat film horor, apalagi lihat yang aslinya.”

“Oh iya ya. Hehehe.”

“Huh dasar, yasudah kita mau makan apa?”

“Ramyun saja. Kau duluan saja, aku mau ke toilet sebentar.”

Sohee mengangguk.

# # #

Fei masuk toilet yang sedikit remang-remang itu dengan perasaan panik. Panik kalau tiba-tiba lampunya mati saat dia sedang melakukan kegiatannya.

“Harusnya ada perbaikan pada lampu. Kita bayaran untuk itu kan.” Keluhnya, kemudian dia masuk ke salah satu kabin.

Duk! Duk! Duk!

Terdengar suara ketukan dari kabin sebelah. Entah kenapa Fei jadi merasa merinding.

“Siapa itu?” tanyanya

Tak ada jawaban. Sepi.

Fei pun segera keluar kabin dan mencuci tangan di wastafel. Tanpa Fei sadari, sesosok perempuan berambut panjang dan memakai baju putih memperhatikannya dari sudut toilet. Perempuan itu berjalan mendekati Fei.

Semakin dekat…

Semakin dekat…

Dan….

“Fei, apa kau sudah selesai?” tanya Sohee dari luar toilet.

Perempuan itu menghentikan aktivitasnya, kemudian hilang entah kemana.

“Iya Sohee, sebentar.” Fei pun segera belari keluar toilet, menghampiri Sohee yang sedang menunggunya.

“Tadi kan aku menyuruhmu untuk duluan.” Ujar Fei.

“Iya, tapi tadi ada yang memberitahuku kalau kau dalam bahaya, makanya aku segera kesini.”

“Memberitahumu? Siapa?”

“Seorang anak kecil. Dia bilang kau sedang dalam bahaya.”

# # #

Pukul 22.00

Sohee masuk ke dalam lift apartement sendirian. Dia pun segera memencet tomol 26, lanta dimana rumahnya berada.

Entah kenapa Sohee merasa dingin saat itu. Padahal ia sudah menggunakan jaket dan sarung tangan. Sohee pun melirik sekitarnya, lift itu berukuran sedang, tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar.

Sohee tersentak.

Ada sesosok perempuan berpakaian serba hitam dengan rambut yang terurai, perempuan itu menatap Sohee.

Tring…

Lift berhenti di lantai 13. Sohee merasa ada keanehan.

“Aku tidak memencetnya, dan tidak ada orang masuk. Bagaimana bisa berhenti?”

“Lantai 13 kamar nomor 1331…” ujarperempuan itu.

Sohee menoleh. Kosong. Perempuan itu tak ada. Sohee segera menutup kembali pintu lift.

“Jangan pura-pura tidak tahu, nona! Lantai 13 nomor 1331.”

Sohee menoleh sekitarnya. Kosong. Namun akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk menutup kembali pintu lift. Dia segera menuju kamar yang dimaksud suara tadi.

Kamar nomor 1331 terletak di ujung lorong, terlihat sudah sangat usang. Pintunya sudah agak keropos dan gemboknya pun sudah berkarat. Sohee membuka pintu itu. Pintu pun terbuka. Sohee pun segera masuk dan meraba-raba dinding, mencari dimana saklar berada.

Pats!

Lampu pun menyala meskipun tidak terlalu terang. Kemudian Sohee melihat foto-foto seroang wanita cantik dengan berbagai gaya.

“Siapa orang ini?”

Sohee melihat ada beberapa kertas diatas meja. Karena rasa ingin tahunya, dia membaca semua kertas-kertas itu.

“Ini…. biodata.”

Biodata Pelamar kerja.

Nama : Kim Hyuna

Usia : 24 tahun

Pengalaman kerja : –

Di balik biodata itu terdapat foto berukuran 3×4. Foto yang sama dengan yang ada di dinding. Sohee pun menoleh kesamping. Terdapat sosok perempuan, perempuan yang tadi bersamanya ketika di lift. Wajah perempuan itu sama dengan wajah yang ada di foto, hanya bedanya terlihat lebih putih dan pucat.

“Bagaimana? Dapatkah kau mencari tahu kematianku? Agar aku dapat hidup tenang disana?” tanya wanita itu pada Sohee.

“Kenapa? Kenapa harus aku?”

“Karena kau bisa, aku percaya padamu nona.”

“Tapi….”

“Kumohon nona, namaku Kim Hyuna, aku ingin hidup tenang di alam baka. Kumohon…”

Sohee berpikir sejenak, kemudian berkata “baiklah.”

“Terimakasih, nona.”

Tbc…

# # #

maaf kalo feel horornya masih kurang dapet hehehe, buat part selanjutnya author usahain deh buat nyari pengalaman horor temen biar ada sedikit horornya gitu hehehe 😀 seperti biasa komen dari kalian ditunggu 😀

18 thoughts on “Another World [Part 2]

  1. Bagian lift sama wc udah bikin merinding x( eh ternyata si hantunya ada maksud lain ..
    Lanjut thor, hwaiting 🙂

  2. semalam udah liat nih FF tapi ngga berani baca takut kepikiran jadi parno ntar ,, maka’a ngebaca’a d’pagi yg mendung ini biar lebih asik heheheheee

  3. aku baru nemu blog ini,dan nemu ff yg genre nya horror,maaf telat banget ya comment nya. aku suka sm ceritanya.. tp sayang part 5 nya di pw,dan aku new reader disini. :c

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s