[FF Freelance] I Wish I Were You (Epilogue)

Tittle

I Wish I Were You

Author

Hyukkie44bee

Main Cast

Lee Hyuk Jae (a.k.a Hyukkie – HaJe)

Lee Seung Hyun (a.k.a Seungri)

Park Gyuri

Lee Cae Rin

Genre

Romance

Rate

PG 17

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5, Part 6, Part 7, Part 8, Part 9, Part 10 A , Part 10 B

Tidak ada kata lagi yang bisa saya gunakan untuk mengungkapkan rasa terimakasih saya yang paling mendalam kepada kalian yang sudah berkenan membaca coretan gak jelas saya yang pertama ini. Hihihihi….

Ini Epilogue-nya. Rada gak jelas sih… hihi maklum yang nulis otaknya rada gak jelas juga. Maaf juga lagi-lagi typo bertebaran di mana-mana. Mulai dari part awal sampek akhir hancur semua. Tapi aku janji setelah ini bakalan aku rubah sedikit demi sedikit semua kesalahan aku. Hohoho…. Udah ah..  cukup sekian terimakasiihhhh ^^

Mu mu mu

 

–o-o-o

11 April 2013

On the Way to Cheongsando

09.11 a.m

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………!” teriak laki-laki muda dari dalam mobilnya. Ferrari limited edition yang baru saja didatangkan dari Italia itu terhempas sejauh lima puluh meter akibat berbenturan dengan sebuah truck peti kemas dengan muatan barang berat di dalamnya. Ferrari Hyuk Jae ringsek seketika setelah berhenti tepat di seberang jembatan sungai dengan arus cukup deras di sana.

“arrghhh…..” erangan kecil menyeruak dari tenggorokan Hyuk Jae saat dia merasakan ada sesuatu di dadanya yang hampir saja meledak. Nyeri bercampur sesak dia rasakan saat hidungnya secara otomatis menghirup oksigen untuk paru-parunya.

“akhhhh…….” Dengan susah payah tangan kanan Hyuk Jae berhasil meraih sebuah kotak kayu yang dia siapkan sebagai hadiah pernikahan Seungri dan Cae Rin. Entah dari mana asalnya, Hyuk Jae bahkan juga menemukan kalung salib hadiah pemberian Gyuri tepat di bawah kakinya. Dia genggam kalung itu seraya tersenyum. Nafasnya tersengal, kelopak matanya mulai menjadi berat. Jantungnya lelah memompa oksigen dan udara lagi ke seluruh tubuhnya. Lee Hyuk Jae. Laki-laki itu tersenyum dalam tangisannya sendiri.

“Gyul…. Saranghae….!!”

–o-o-o

11 April 2013

Cheongsando

09.36 a.m

“t-tuan m-muda… ah…..!!”

Laki-laki muda dengan kotak kayu di tangannya itu membungkukkan badannya karna lelah. Nafasnya terengah-engah setelah dia harus berlari belasan menit menuju area pemberkatan.

“t-tuan… T-tuan b-besar Hyuk J-jae!!”

Seungri geram melihat laki-laki yang dia anggap sebagai perusak hari bahagianya pagi itu. Dia cengkram krah kemeja laki-laki muda yang tak lain adalah seorang mata-mata keluarga Lee itu. Satu tinjuan dari tangan Seungri berhasil membuatnya tersungkur seketika.

“aku tidak akan membiarkan kau membual di acara pernikahanku!!! Arrgghhhhhhhh!!!” satu pukulan lagi diterima Min Jun tanpa balasan. Tetesan air bening meluncur deras dari kedua mata Min Jun.

“t-tuan muda, maaf…!! Kami sudah mengamankan s-supir mabuk itu. k-kami tidak akan membiarkan dia l-lolos dari genggaman k-kita…!!” cecar Min Jun dengan isakannya.

“Max hyung! Bawa laki-laki ini dan buang dia ke penjara bawah tanah kita! Aku tidak mau melihatnya lagi!!!” Max hanya mematung. Sadar dengan kesimpulan dari pesan yang di sampaikan Min Jun.

“Max…..!! Max…….!!” teriak Seungri. Sang calon mempelai pria itu berlutut di depan altar yang seharusnya akan segera menjadi tempat diucapkannya janji suci pernikahannya dengan Cae Rin. Bahunya bergetar menahan sakit luar bisa yang ia rasakan di dadanya.

“arrrgggggghhhhh……………………..!!!” erang Seungri. Seketika itu ia bangkit dengan menarik sebuah kursi di tangannya. Lilin-lilin kecil cantik yang berbaris rapi di pinggir kanan dan kiri altar sudah padam, hancur lebur terkena kibasan kursi Seungri. Bunga-bunga cantik yang ditata sedemikian rupa menurut kesukaan Cae Rin sekarang sudah berserakan di mana-mana. Seungri tak mampu menghadapi semua kenyataan yang ada. Dia ingin mati saja.

–o-o-o

11 April 2013

Cheongsando – Lee’s Private Villa

03.41 p.m

“bagian mana yang sakit daddy?” tanya Gyuri pada tubuh putih pucat kaku yang ada di hadapannya.

“maaf….!” Desah Gyuri saat dia memakaikan kemeja putih panjang di tubuh suaminya. Takut jika laki-laki itu mengaduh kesakitan karna ulahnya.

Gyuri tersenyum miris melihat tubuh kaku suaminya. Badan itu utuh, tak ada goresan atau luka sedikitpun pada tubuh sempurnanya. Satu-satunya hal yang sedikit mengganggu pengelihatan adalah tanda biru pekat yang terpampang di dada Hyuk Jae. Warna biru itu seolah menunjukkan betapa parahnya luka yang ada di dalam dada bidang itu.

“rambutmu mulai panjang daddy… padahal baru dua minggu yang lalu aku memotongnya…. Tapi tak apa, kau masih tampan dan menawan.” Puji Gyuri sambil membelai rambut kepala suaminya. Gyuri pasti akan sangat merindukan moment-moment saat dia dapat dengan leluasa membelai dan menciumi rambut halus itu.

Gyuri tak mau melepaskan arah pandangannya dari sosok laki-laki kaku yang sedang berbaring di tempat pembaringannya itu.

“daddy…..” Gyuri menggenggam erat kedua tangan Hyuk Jae. “apa kau merasa lebih hangat setelah aku menggenggam tanganmu seperti ini? Katakan!!”

Wanita yang sedang hamil itu menciumi bibir dingin suaminya tanpa ampun. Takut jikalau setelah ini dia akan keracunan karna tak mendapatkan obat penawar sebuah ciuman dari suaminya lagi. “apa sekarang daddy merasa hangat??” desah Gyuri disela-sela ciumannya.

“sayang hentikan!!” Keanny menarik paksa Gyuri dari aktifitas konyolnya. Dia tau putri menantunya sedang gila sekarang. Tapi kaki mereka harus tetap dipijakkan di tanah, bukan di udara. Gyuri harus menyadari, jika suaminya telah tiada.

–o-o-o

12 April 2013

Golden House – Seoul

07.13 p.m

Kotak kayu tua usang itu berdiam manis di samping seorang gadis bengal yang baru saja gagal menjalani upacara pernikahannya. Air matanya tak kunjung berhenti seolah tak tau bagaimana caranya menghentikan itu semua. Pandangannya kosong. Pikirannya melayang tak tentu arah.

“haruskah seperti ini oppa?” Cae Rin memeluk kedua lututnya sendiri. Menahan semua pikiran-pikaran buruk yang menyiksa hatinya.

“tidak taukah kau jika aku sangat menyayangimu?” pipi merah gadis itu basah tergenang bulir-bulir air matanya sendiri.

“oppa………………”

Kamar mewah dengan ukuran 20 x 35 meter itu mendingin, menusuk ruas-ruas tulang Lee Cae Rin. Pandangannya mulai mengabur akibat tangisan yang ia buat sendiri. Berkali-kali Cae Rin menjambak kasar rambutnya sendiri menyalurkan amarah yang ia rasakan.

Cae Rin mengulurkan tangannya untuk meraih kotak kayu yang sedari tadi berdiam diri tanpa perhatian di sampingnya. Cae Rin mendapati tiga carik kertas usang di dalamnya.

 

aku ingin menjadi istri Lee Seung Hyun—-

 

Cae Rin terisak setelah dia baca lembar pertama surat kecil yang ia baca. Rupanya kertas yang ia baca adalah pesan yang sepuluh tahun lalu ditulis oleh tangan mungilnya.

 

ketika aku besar nanti, aku ingin menjadi : anak yang baik bagi ayah. Kakak yang baik untuk Seungri. Dan menjadi pembalap hebat yang terkenal di seluuuuruhh dunia

 

Kedua sudut bibir Cae Rin tertarik membaca lembaran kertas usang kedua yang ada di genggamannya. Rupanya kertas itu adalah keinginan dan harapan yang ditulis oleh Lee Hyuk Jae, kakak terbaiknya.

“oppa, benar-benar mewujudkan itu semua. Oppa… luar biasa!”

Cae Rin sedikit merasa ragu saat dia buka lipatan-lipatan kecil dari kertas terakhir yang ada di dalam kotak itu. sudah pasti kertas terakhir itu adalah milik Seungri, orang yang sangat ingin dia miliki.

 

——Dunia fana yang indah!!!!! Lee Seung Hyun bodoh ingin sekali menjadi Lee Hyuk Jae yang sangat hebat !! tapi aku yakin suatu hari nanti, aku akan jauh lebih hebat dan sangat hebat dari pada dia.. hahahahahahhahhaa………………!!!!——

 

“sampai kapan kau terus ada di dalam bayang-banyangnya heummm??” tanya Cae Rin pada secarik kertas yang ada di hadapannya. Tulisan yang ditulis Seungri kecil itu sudah sedikit memudar namun masih bisa dibaca secara jelas oleh mata sembab Cae Rin.

“oppa seharusnya bisa menulis permintaan lain dan tidak memohon harapan seperti ini!!” Cae Rin kembali terisak dalam diam. Dia sembunyikan muka pucatnya di tengah-tengah kedua lututnya.

“noumu appha, oppa!!”

Everything about Lee Hyuk Jae is very simple, but it’s enough to let us remember him in every situation and condition, but we don’t know what pain is hidden behind that Hyuk Jae’s simple smile. Our Lee Hyuk Jae, just know how to show us the best things that he can does.

–o-o-o

Cheongsando

Sinar matahari pagi menampar permukaan kulit laki-laki muda yang sedang tidur pulas di atas ranjang empuknya. Sebuah lengan kekar melingkar manis di lengan kanannya. Dahinya mengerut saat dia rasakan cengkraman tangan itu semakin menguat. Saat dia membuka matanya, dia mendapati sesosok manusia yang sedang tidur gusar di sampingnya. Bola matanya bergerak ke kiri dan ke kanan walau dalam keadaan mata tertutup. Keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhnya. Dia tampak kesulitan bernapas seolah ada orang yang sedang mencekiknya.

“yak…..!!” laki-laki yang sudah tersadar dari tidurnya itu menepuk-nepuk pelan pipi pemuda yang masih belingsatan kecil di sampingnya.

“yak…!! Seungri-ya!! Bangun!!” butuh waktu lebih dari dua menit baginya untuk menarik kesadaran laki-laki yang tampak sangat tersiksa dalam tidurnya itu.

“h-hyung!!!” Seungri memeluk erat perut kakaknya seraya menangis. “h-hyung, j-jangan pernah meninggalkanku!!” rengek Seungri dalam keadaan setengah sadarnya.

“hey.. kau mimpi buruk heummm?” Hyuk Jae menepuk-nepuk punggung Seungri halus. Seungri mengangguk dalam pelukan Hyuk Jae. “kau mimpi apa heumm? Tenanglah!!”

Seungri hanya sesenggukan dan tak mau menjawab pertanyaan Hyuk Jae. Baginya mimpi itu terlalu mengerikan, menakutkan, dan menyakitkan. Mimpi yang mungkin akan membunuhnya jika saja itu benar-benar terjadi di kehidupan nyata.

“baiklah.. jika kau tak mau menceritakannya. Tenanglah. Lihat jam dinding itu….!!” Seungri menengadahkan kepalanya ke arah telunjuk kanan Hyuk Jae mengarah. Pukul 08.25 a.m.

“tiga puluh lima menit lagi pemberkatan akan di mulai, jika kita terlambat, Cae Rin pasti akan marah pada kita. Jadi cepat bangunlah!! Segera bersiap-siap!!”

“pemberkatan?” Hyuk Jae mengangguk lalu meraih sebuah kalender meja di dekat ranjangnya. Kedua mata Seungri membelalak lebar. 11 April 2013. Apakah ini nyata? Ada bulatan merah besar melingkari tanggal penting itu. Tanggal yang sempat ia anggap sebagai tanggal termenakutkan selama hidupnya.

“apa lagi yang kau pikirkan? Cepat turun dan mandi!!!”

Lagi-lagi Seungri menggeleng dalam diam. “lima menit lagi, biarkan terus seperti ini!” Hyuk Jae tersenyum. Walaupun bingung dengan sikap mengkhawatirkan Seungri, tapi dia menuruti saja keinginan adik kecilnya. Hyuk Jae pikir, mungkin ini adalah efek dari kekhawatiran luar biasa yang Seungri rasa sebelum waktu pelaksanaan pernikahannya.

–o-o-o

Santo Petrus – Seoul

08.45 a.m

Gereja sederhana di dekat kediaman mereka dipilih Cae Rin dan Seungri untuk menggelar prosesi pemberkatan pernikahan mereka. Tangan dingin designer interior kenamaan Prancis, Jane Richie Polecastro yang tak lain adalah sahabat Cae Rin itu sukses menyulap area gereja sederhana itu menjadi tempat yang sangat indah bak surga.

Cae Rin tersenyum puas akan hasil karya sahabat karibnya itu. Berkali-kali bibir tipis Cae Rin mengguyurkan pujian untuk karya termanis yang dibuat oleh sahabatnya itu.

Jinnie dan Keanny sedang asyik mengobrol dengan Tuan dan Nyonya Lee, orang tua Cae Rin. Mereka tampak seperti keluarga bahagia saat mereka tak henti-hentinya memperlihatkan canda tawa mereka. Jinnie mengenakan pakaian yang dirancang sendiri oleh Cae Rin begitu juga dengan Nyonya Lee. Keduanya tampak lebih muda dari usia asli mereka karna perawatan terbaik yang selalu mereka dapat tiap harinya. Sedangkan Keanny dan Tuan Lee tampak begitu gagahnya dengan jas mahal yang melekat pada tubuh atletis mereka.

“Jin Ki-ya.. mana Seungri dan Hyukkie? Sebentar lagi pemberkatan dimulai, kenapa mereka belum datang juga?” tanya Joon kelabakan.

“tenang saja Joon-ah, mereka berdua sepasang kakak adik tidak tau diri, disaat hari penting seperti ini pun mereka masih menunjukkan ketololan mereka….tckkk…!”

“aku tau mereka tolol.. tapi tak bisakah kau lakukan sesuatu untuk mempercepat kedatangan mereka?”

“aku?” Jin Ki mengarahkan telunjuk tangannya pada dirinya sendiri.

“tentu saja kau.. menurutmu siapa lagi??”

“Joon-ah… aku sedang sibuk! Suruh saja Louis atau Hatori.. sepertinya mereka tidak melakukan apapun tadi..!!”

“Hatori sedang bercakap-cakap dengan Pendeta di dalam sana, dan Louis, dia masih sibuk dengan alat-alat musiknya. Hari ini dia dan teman-teman orcestranya yang akan mengiringi Min Jin menyanyikan lagu pernikahan untuk Appanya, apa kau tidak tau? Tckk…!!”

“masih ada Max dan Woon, suruh saja mereka!!”

“Jin Ki-ya!! Berhentilah menyuapkan kue-kue itu ke dalam mulutmu!!!” teriak Joon tepat di telingan Jin Ki.

“uhuk…uhuk…” Jin Ki terbatuk karna tersedak kue yang ia makan. Entah apa yang terjadi pada Jin Ki hari itu, karna saat dia melihat deretan kue yang disajikan di meja, nafsu makannya tiba-tiba meningkat. Dia berkeinginan untuk mencicipi semua jenis kue yang dihidangkan di sana tanpa terkecuali.

“rasakan!!!!”

Mendengar makian Joon, Min Ji yang sebenarnya sudah memperhatikan kelakuan mereka sedari tadi terkikik geli. Muka Jin Ki memerah menahan malu karna ternyata bukan hanya Min Ji saja yang diam-diam memperhatikannya. Tapi juga seorang gadis turunan Jerman-Inggris yang dikenal sebagai penikmat waffle buatan perusahaan Seungri juga ikut memperhatikannya. Jin Ki benar-benar malu dibuatnya.

–o-o-o

Golden House

08.47 a.m

“tck… Hyung!!! Hyung!!! Cepat!!”

“apa lagi Seungri-ya! Kau tidak lihat aku sedang memakai celana, apa kau ingin aku hadir tanpa celana di acara pernikahanmu haa!!!!”

“tapi dasiku belum kau pasang!! Cepaatttt pasangkan!! Pasangkannn!!!!” rengek Seungri manja.

“aishhh.. jinjja!! Mimpi apa aku semalam, kenapa aku bisa mempunyai adik menyebalkan sepertimu, tck…!”

“jangan mengeluh Lee Hyuk Jae! cepat pasangkan atau kita akan terlambat!!” Seungri terus saja merengek pada laki-laki yang sedang sibuk dengan pakaiannya sendiri. Bagaimanapun juga seorang Lee Hyuk Jae tak mau terlihat jelek di acara pernikahan adik kecilnya. Dia juga tak mau mempermalukan istri dan calon anaknya karna dia tampil buruk tak semenarik biasanya.

“cha…! Selesai! Cepat kita berangkat!!”

Keduanya tertawa lebar sepanjang perjalanan dari rumah mewah mereka menuju ke gereja. Bagaimana tidak, Hyuk Jae dan Seungri harus naik vespa tua dengan kaleng-kaleng bekas yang tergantung pada bagian belakang motor mereka untuk menuju ke Gereja. Gyuri sengaja membawa semua kunci mobil mereka begitu juga dengan kunci motor-motor gede yang mereka punya. Itu adalah balasan dari Gyuri untuk Seungri karna telah mengganggu tidur malamnya bersama suaminya. Dan juga hukuman untuk Hyuk Jae, karna tadi malam, Hyuk Jae telah berani mengacuhkannya.

–o-o-o

Santo Petrus

09.09 a.m

Suara merdu Min Ji menggema di seluruh sudut gereja. Para penduduk sekitar tumpah ruah di sekitar gereja menyerupai ramainya pernikahan Kate dan juga Pangeran William. Barisan laki-laki tampan itu tentu saja tak akan pernah mungkin absen dari sana. Gyuri mengapit lengan Hyuk Jae yang berdiri di sampingnya. Keduanya tak pernah lupa menyertakan senyuman manis di bibir mereka. Sesuai dengan permintaan pendeta, Nyonya Lee dan Jinnie telah selesai menyalakan lilin-lilin mereka. Menandakan upacara pemberkatan nikah telah dimulai kala itu juga.

Seungri berdiri tegap di atas altar ditemani Keanny di sampingnya. Wajah Seungri berbinar tatkala dia lihat seorang wanita cantik berkerudung berjalan anggun diapit oleh ayah tercintanya. Lee Cae Rin tampak mewah dengan gaun putih berlengan panjang ketat yang menempel pada kulitnya. Punggungnya dibiarkan terbuka sembari memamerkan tulisan Cae Rin Loves Seungri di pangkal panggulnya. Kuku-kuku jemarinya dicat kutek warna merah menyala dengan butiran swaroski di atasnya. Kerudung yang Cae Rin gunakan terbuat dari benang sutra berlapis emas yang baru saja selesai setelah memakan waktu pengerjaan selama tiga bulan lamanya. Waktu yang cukup lama mengingat kerudung itu di buat dengan menggunakan tangan manusia tanpa menggunakan bantuan mesin sedikitpun.

Tuan Lee tersenyum bangga saat menyerahkan tangan putrinya kepada Seungri. Beliau percaya, bahwa Seungri lah, laki-laki yang paling pantas bersanding dengan putrinya di dunia ini untuk selamanya.

“terimakasih appa!” ucap Seungri.

Upacara pernikahan berjalan lancar dan hikmat. Semua orang di sana sangat menikmati kejutan demi kejutan yang telah direncanakan Seungri dan Cae Rin dari jauh hari sebelumnya.

Demikianlah keduanya akan menjadi satu, dan saling mengikatkan diri, seperti cincin ini yang tidak bertepi, di dalam kasih Tuhan Yesus! Saya minta saudara-saudara saling berciuman! Apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia! Saya persilahkan saudara-saudara untuk datang ke altar untuk menerima berkat Allah!”

Seungri menyibakkan kerudung yang menutupi wajah wanita yang kini telah sah menjadi istrinya.

“cantik!” puji Seungri. Keduanya saling berpandangan sambil tersenyum geli. Semua mata dibuat terbelalak melihat kelakuan nakal Cae Rin dan Seungri. Seungri tak menautkan bibirnya dengan bibir Cae Rin, tapi dia justru memberi kecupan hangat tak berduri pada bibir Gyuri, wanita yang sudah jelas status dan kedudukannya dimata Seungri. Tak kalah gilanya dengan Seungri, Cae Rin dengan agresifnya menikmati bibir merah Hyuk Jae, bibir yang belum mendapatkan sapaan pagi seperti biasanya dari Gyuri. Bibir itu masih perjaka hari itu, sebelum Cae Rin merampasnya dari Gyuri yang tampak jijik mendapat perlakuan mengerikan dari adik tengilnya.

“oppa…. Bibirmu luar biasa!!” ucap Cae Rin nakal setelah berhasil mendapatkan ciuman dari oppa-nya.

“aku tidak menyangka jika bibirmu benar-benar seperti ice cream nuna!!!” Seungri segera menarik lengan Cae Rin untuk ikut berlari dengannya sebelum dia mendapat pukulan dari Hyung-nya.

Seungri tak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan. Karna hari pernikahannya benar-benar terjadi sebagai takdir yang nyata. Dan tadi malam. Jangan tanyakan apa yang ada di dalam kepalanya. Tadi malam hanyalah mimpi. Mimpi yang tak perlu dan tak akan mungkin jadi kenyataan. Happy wedding Seungri-ya ^^. Saranghae ❤

 

~FIN~

24 thoughts on “[FF Freelance] I Wish I Were You (Epilogue)

  1. ternyata ending yang kemaren cuma mimpi. yaampun. ketipu semua deh yaa…
    dan ending yang ini. sesuatu sekali .-.

  2. yak..!! yak..!! yak..!!
    apa2an ini…!!
    kyaaaaaaaaaa..!!

    mimpi…..
    jd itu smua cuma mimpi….!!
    luaaaarrr biasa..!!
    huaaahahahaaa..!!
    *ketawa bahagia + ketawain diri sndri krn sukses dkerjain sma authornya, kkkk

    itu endingnya aplg coba. ciuman bukannya sm psangan msg2, mlah tukeran.. gk cuma authornya, cast nya jg ikutan somplak nih.. kkk

    peace author hyukkie44bee… daebak lah pkoknya..!! lanjutkan..!!

  3. wuaaaahhhh…..aq udah banjir gini pas bbaca part terakhir,ternyata cm mimpinya seungri,,,,gilaaa thor kena aq dibikin terkecoh,ternyata beneran happy ending,,,daebaaaakkkkk.
    ditunggu karya lainnya dari kamu ya,,,ada squelnya jg aq ga bakal nolak kok,,hehhehheh 😀

  4. huft ternyata cerita yg kemarin tu cuma mimpi syukurlah jadinya happy ending
    daebak bisa bgt maenin emosinya pembaca,bener2 daebak lh,..

  5. AAAAAKKKKK HAPPY ENDING!! jadi ternyata part sebelumnya itu cuma mimpi~ part paling gila itu pas seungri nyium gyuri, cae rin nyium hyuk jae xD ff nya seru!! kalo bisa ada lanjutannya lagi dong. pas cae rin sama seungri nya udah nikah kkkk~

  6. cuma mimpi ane ketipu padhl udah nangis bercucuran air mata DAMN !!!!!!!! happy wedding !!!!!!!!!!!!!!! happy ending memang d’perlukan untk nih FF

  7. Wah authornya iseng nih..
    Udh banjir air mta d episode terakhir,eh ternyata mimpi belaka..
    huft untuk sempat buka di blog ini..

    • aku tu gak iseng…
      ya maaf ya, soalnya dari dulu semua org tau kalo aku baik..
      jadi aku gak bisa kalo buat my papa Hyukkie jadi kaya gt..
      yahh..
      jadi terpaksa deh ceritanya dibuat jadi gini..
      *ngekkkkk

  8. DAMN !!!!
    Kemaren ntu aku baca@ sampe nangis T.T..
    Ternyata cuma mimpi@ s’bodoh seungri…
    Huuaaaaa….aki seneng lw happy ending…:)

    Author@ bener” yyah..bikin reader jdi cemanaaa gituu ??!!!!

  9. Aaaaaaa gilaaakkk.. Kemaren sudah bersedih” hahahaha… Ini benar” ketipu… Aaaaaa seungriiii kenapa pake mimpi gituan jugaaa hahahaha…

  10. wuaaaaa authooor yang neomu neomu yeoppo!!! thanks bgt bwt epilog nyaaa! blame nightmare riri oh my god~

    di kalimat2 pertama bikin aku berkaca2 lagi di dalem busway lagi thor wkwkwk tp pas akhirnya senyum2 gaje gegara kelakuan konyol pasangan itu >0<
    ff author enak dibacanya, ga begitu berat bahasanya tp tetep indah..keren lah!
    tapi kurang panjang thor! huehehe
    keep writing thor! once again, blame seungri's nightmare, omooo

    • ahahhahah…
      lagi-lagi berkaca-kaca di busway..
      ya ampyun..
      kaya gak ada tempat lain yang lebih indah aja bacanya..
      ckckckkc…
      hihi..
      makasiii banget buat pujiannya..
      aku jadi tersanjung..
      weekkssss…

      itu buat epilog nya bener-bener bikin pusing. mo manjangin lagi dah gak ku ku..
      takut komentator setiaku bosen baca n komen kalo kepanjangan..
      aishhh..
      *ngomongapasii…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s