[FF Freelance] What Are You Lookin’ For? (Part 2)

what are you lookin for

Author                  : Yoon Minhyo

Cast                       : BAP’s Zelo aka Choi Junhong

Choi Ah Raa [OC]

Supp Cast            : Another BAP’s member

Genre                   : Romance

Rate                       : PG

Length                  : Chaptered

Disclaimer           : Semakin berlanjutnya FF ini, sekarang 10% diri Zelo sudah menjadi milik Author wakakakak

Summary             : “Entah apa yang terjadi, setiap kata yang Ia ucapkan bagai menyihirku untuk tetap terdiam!”- Ah Raa

Previous part: Part 1

***

“Jadi…Park Hyorin adalah kekasih Zelo?!” Tanya Ah Raa ragu-ragu.

Hara kembali terdiam sesaat, kemudian menatap batu besar itu, “Benar! 2 tahun lalu semuanya benar-benar berakhir ketika sebuah kecelakaan besar menimpa Hyorin!”

***

“Siapa namanya?!” Tanya Himchan begitu dirinya, Hara dan juga Daehyun baru saja kembali dari Apartment Zelo.

Hara sama sekali tidak bisa menyembunyikan senyumnya, “Ah Raa… Choi Ah Raa! Besok aku akan mengenalkannya pada kalian!”

Daehyun yang berposisi di jok belakang melirik Hara sekilas, “Kau nampak senang sekali! Untuk sebelumnya kau bahkan tidak membiarkan seorangpun kecuali kami, Zelo dan Hyorin untuk berteman denganmu!”

“Benar!! An arrogant Kwon Hara!” Tambah Himchan kemudian tertawa.

Hara menatap namjanya itu kesal, “Ya!!Aku sama sekali tidak sombong!!!”

“Lalu?!” Tanya Daehyun semakin menggoda yeoja cantik itu.

“Aku hanya…Eung…sedikit sulit…..! Arghh lupakan!!!” Hara mengacak-acak rambutnya frustasi, kemudian melempar Daehyun dengan bantal yang sejak tadi berada dipangkuannya.

“Ya!!!” Daehyun balas melempar bantal itu kembali pada Hara.

Himchan yang tengah memegang kemudi pun berusaha untuk membuat keadaan kembali menenang, “Kalian berdua hentikan!!” Serunya.

Hara dan Daehyun pun pada akhirnya berhenti dan kini mereka bertiga benar-benar kembali pada topic permasalahan yang sedang mereka bicarakan, “Jadi, apa rencanamu sayang?!”

“Eh?!” Hara sedikit terkejut dengan pertanyaan Himchan barusan, “Aku tidak punya rencana apapun!” Sahutnya cepat.

“Kau pasti punya rencana, Kwon Hara! Kami bahkan sudah mengenalmu sejak duduk dibangku SMP!” Tambah Daehyun lagi.

Hara terdiam kemudian menarik nafas panjang, “Molla! Apapun yang kurencanakan kini ataupun nantinya semua hanya untuk kebahagiaan Zelo!”

Hening… mereka bertiga kini bagai kembali tenggelam dalam keheningan.

”Benar! Kebahagiaan Zelo!” Sepenggal kalimat itu kini bagai tertanam didalam hati mereka, dan akan terus mereka perjuangkan sampai nantinya.

***

Author’s Pov

Ini benar-benar buruk ketika Ah Raa tak lagi dapat menghapus sosok Zelo dari dalam pikirannya. Membuat seluruh benaknya terus bertanya-tanya, bahkan hanya untuk  memejamkan kedua matanya malam tadipun terasa sulit.

Ah Raa melangkah gontai memasuki ruang kelasnya kini yang terbilang cukup ramai, karena waktu sudah menujukan pukul 7 dan sebentar lagi kelas paginya akan segera dimulai.

“Good morning!!” Seru Hara senang begitu Ah Raa tiba ditempat duduknya, tanpa sadar kedua matanya melirik tempat Zelo yang masih tampak kosong.

Hara yang menyadari hal itu pun tertawa pelan, “Zelo tak akan datang sebelum bel berbunyi!”

“Eh?!” Ah Raa sedikit tersentak begitu mendengar gurauan pelan Hara, “Ya!! Aku benar-benar tidak ingin mengetahuinya, Hara-ya!” Ujarnya kemudian sedikit salah tingkah.

“Haha sayang sekali!!” Hara tersenyum senang kemudian segera mengambil tempat tepat di hadapan Ah Raa, “Jadi..apa rencanamu selanjutnya?!”

Ah Raa mengangkat sebelah alisnya, “Rencana?!”

“Benar! Kau ingin ikut kelas tambahan atau semacamnya?!”

“Entahlah! Tapi kurasa bergabung dengan kelas drama akan menyenangkan!”

Kali ini giliran Hara yang sedikit terkejut, “Eh? Kau pernah ikut kelas drama sebelumnya?!”

“Eung!” Ah Raa mengangguk, “Ketika di jepang! Kuharap aku bisa meneruskannya ditempat ini!”

“Kya!!! Kau benar-benar seorang yeoja yang menarik!! Astaga!! Aku akan sangat senang sekali jika nantinya kau akan membiarkanku menyaksikan setiap pertunjukanmu!!” Seru Hara begitu antusias.

“Yaa!! Jangan berlebihan, Hara-ya!! Aku hanya melakukan apa yang kugemari!!” Ah Raa tersenyum menatap Hara yang masih nampak begitu gembira.

Tiba-tiba saja Hara terdiam kemudian menunjukan senyum kecilnya, “Melakukan apa yang kau gemari! Oh astaga, Zelo selalu mengatakan hal seperti itu tiap kali Ia mengikuti kompetisi skateboard!”

Tanpa Ah Raa sadari kini sebuah senyum kecil terlukis diwajahnya yang cantik begitu mendengar Hara menyebut nama Zelo, “Skateboard?!”

“Ne, namun semuanya telah berakhir kini Ia tak lagi melakukan apa yang Ia gemari!” Hara nampak sedih ketika mengucapkan kalimat pendek tersebut.

“Nampaknya kau benar-benar menyayangi Zelo!”

Hara kembali tersenyum kemudian menepuk pundak Ah Raa pelan, “Benar! Aku sangat menyayangi Zelo melebihi apapun!” Ia kemudian tertawa kecil, namun seketika tawanya terhenti begitu terdengar gumaman pelan seorang namja yang kini nyatanya tengah menatap mereka dengan sebelah alisnya yang terangkat.

“Hara….! Kalimatmu barusan benar-benar terdengar menjijikan!” Zelo menghampiri mereka lalu seakan-akan memberikan isyarat agar Hara segera pindah dari tempatnya, “Kau berharap aku akan mengatakan bahwa aku juga menyayangimu seperti itu?!”

Ah Raa yang melihat kejadian ini hanya bisa terdiam seraya menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya, si Choi Junhong ini benar-benar keterlaluan, rutuknya. Namun tidak dengan Hara, lagi-lagi Ah Raa kembali dibuat tercenggang begitu Ia dapati Hara yang malah merespon pernyataan Zelo barusan dengan tawanya.

“Kau!! Pabo!! Kau tak perlu mengatakannya, semua orang bahkan tau bahwa kau juga menyayangiku!!” Ujar Hara  kemudian memukul pelan kepala Zelo, “Ya!! Pergi kau dari tempatku!!!” Dengan cepat Zelo mendorong Hara agar segera pergi sebelum yeoja itu membongkar semua rahasianya.

“Baiklah baiklah!! Kalian berdua!! Bertemanlah dengan baik!!” Ujarnya kemudian segera meninggalkan Ah Raa dan Zelo kemudian kembali ketempat duduknya yang terletak cukup jauh dari tempat mereka saat ini.

***

Zelo’s Pov

Apa-apaan ini? Hara si yeoja pabo ini baru saja mengatakan serentetan kalimat yang terdengar begitu menjijikan, tapi—mendengar Hara mengucapkan hal seperti itu benar-benar membuatku sedikit senang, Ya!! Hanya sedikit dan selebihnya Ia benar-benar berhasil membuatku malu.

“Kau!! Pabo!! Kau tak perlu mengatakannya, semua orang bahkan tau bahwa kau juga menyayangiku!!” Ujar Hara  kemudian memukul kepalaku pelan, Kau benar Hara tanpa perlu ku utarakan kau seharusnya tau aku juga benar-benar menyayangimu.

“Ya!! Pergi kau dari tempatku!!!” Dengan cepat kudorong tubuhnya agar Ia segera pergi menjauh sebelum Ia mengungkapkan hal-hal yang tidak-tidak lagi.

“Baiklah baiklah!! Kalian berdua!! Bertemanlah dengan baik!!” Ujar Hara kemudian segera pergi meninggalkanku dan yeoja bernama Choi Ah Raa ini dengan senyumnya yang sangat mencurigakan.

Kulirik Choi Ah Raa yang kini nampak sibuk dengan sebuah buku tebal yang tengah Ia baca, Waeyo? Yeoja ini tidak nampak special, Ia benar-benar terlihat seperti yeoja bodoh biasa, tapi—kenapa Hara dengan begitu segan berteman dengannya, dan juga—

“Jangan menatapku seperi itu, Choi Junhong!” Ujarnya tiba-tiba hingga membuatku sedikit tersentak, Ia bahkan sama sekali tidak memalingkan pandangannya dari buku itu, ”Kau terlalu percaya diri!” Gerutuku kesal, berusaha untuk tidak mempedulikannya.

Berikutnya kulihat Ia menutup bukunya kemudian menatapku sekilas, “Itu terdengar baik sekali!”

“Lagi pula—!” kedua matanya yang besar itu masih menatapku aneh, “Jangan panggil aku dengan sebutan Junhong!” Lanjutku lagi.

Untuk beberapa detik Ia terdiam, rambut panjangnya yang tergerai, helaian anak poninya yang berantakan menutupi sebagian keningnya benar-benar mengingatkanku pada sosok Hyorin…. Astaga!!! Apa yang kau pikirkan Zelo?!!! Rutukku dalam hati.

“Itu urusanku dan bukanlah sebuah masalah besar!” Sahutnya kemudian memecah keheningan yang baru saja terjadi.

“Hal itu menggangguku!”

Choi Ah Raa menaikan salah satu alisnya, “Begitukah? Alright! Aku tak akan memanggilmu lagi untuk seterusnya, Choi Junhong!”

***

Ah Raa’s Pov

“Begitukah? Alright! Aku tak akan memanggilmu lagi untuk seterusnya,Choi Junhong!”

Bodoh!!! Kau tau? jika diadakan sebuah awards dengan katagori yeoja terbodoh mungkin aku adalah salah seorang kandidat terkuatnya. Seharusnya kau berusaha untuk menghindari namja ini, untuk tidak terlibat dengannya, bukannya bertingkah aneh dan membuat keadaan terasa begitu awkward.

Tringgggggg~~~~~

Syukurlah,bel dimulainya kelas pagi berdering tepat pada waktunya, batinku dalam hati. Jika tidak entah apa lagi yang dapat kukatakan pada Junhong. Arghh sejak kapan kau menjadi seorang yeoja bodoh seperti ini, Choi Ah Raa?!

Beberapa saat kemudian Miss Han yang kebetulan mengisi kelas pagi masuk dengan sebuah senyum diwajahnya yang masih nampak awet muda. Kini kelas sejarah tengah berlangsung, dan lagi-lagi sesosok namja berambut abu-abu itu kembali menarik perhatianku dengan kedua matanya yang terpejam.

Sebuah senyum keciil kini terlukis diwajahku,menatapnya yang nampak begitu manis… Oh astaga!!! Choi Ah Raa kau benar-benar sudah gila.

***

Author’s Pov

Kini waktu sudah menunjukan pukul 5 pm, dan Ah Raa baru saja keluar dari gerbang sekolah. Hari ini Ia baru saja mendaftar sebagai salah satu anggota kelas drama, dan nyatanya waktu berlalu dengan begitu cepat hingga akhirnya Ia mesti pulang dengan begitu terlambat.

Ah Raa melangkahkan kakinya perlahan-lahan, menyusuri jalan setapak yang akan menuntunnya menuju ke halte bus, namun tiba-tiba saja kedua matanya menangkap sebuah benda yang tidak nampak asing dimatanya, “Papan Skateboard?!”

Ia terdiam menatap papan skateboard yang kini sudah terbelah menjadi dua bagian itu, seketika pikirannya kini tertuju pada Zelo.

“Melakukan apa yang kau gemari! Oh astaga, Zelo selalu mengatakan hal seperti itu tiap kali Ia mengikuti kompetisi skateboard!”

Ah Raa segera meraih papan skateboard itu dan membawa papan itu pulang bersamanya.

Kini begitu tiba dirumah, seluruh perhatiannya benar-benar tertuju pada papan skateboard itu, entah rasanya Ia benar-benar pernah melihat papan skateboard itu sebelumnya, dengan malas Ia terus memutar mutar papan itu hingga pada akhirnya kedua matanya menemukan sebuah petunjuk yang nyatanya hanya membuat hatinya terasa  perih.

“….To “Jun!”….from “Your lovely Hyo”…..!” Lirih Ah Raa pelan, begitu menangkap sepenggal kalimat yang tertulis dibalik papan skateboard itu, kini Ia tau betul milk siapa papan skateboard itu, dan Ia yakin tidak akan salah mengenalinya.

***

Pagi menjelang begitu Zelo tersadar bahwa papan skateboardnya pasti sudah terjatuh disuatu tempat, “Sial!!Pergi kemana benda itu?!!” Rutuknya seraya melajukan sepeda motornya menyusuri jalanan yang kerap kali Ia lewati tiap harinya.

KIni setengah pikirannya bagai menghilang entah kemana. Bagaimana bisa benda itu jatuh tanpa Ia sadari? Ini benar-benar buruk. Beberapa meter sebelum Ia sampai kesekolah, Zelo menghentikan laju sepeda motornya, menepikannya disudut jalan setapak yang kini nampak cukup sepi.

“Kau mencari ini?!”

Zelo spontan menoleh begitu Ia dengar suara seorang yeoja berbicara padanya, kini dapat Ia lihat Choi Ah Raa sudah berdiri dihadapannya, kedua tangannya menggenggam sebuah paper bag, “Aku menemukannya kemarin, tapi sayang sekali nampaknya benda ini tidak dapat lagi kau gunakan!” Ah Raa kemudian menyerahkan paper bag itu pada Zelo, dan segera melangkah meninggalkan namja itu yang masih menatapnya aneh.

“Ya! Choi Ah Raa!!!” Panggil Zelo kemudian, namun sayangnya Ah Raa sama sekali tidak bergeming, bodoh sekali Ia benar-benar merasa terbebani dengan ucapannya kemarin.

Melihat sosok Ah Raa yang kini semakin menghilang dari pandangannya, membuat Zelo terdiam membiarkan hembusan angin pagi menerpa tubuhnya yang kini bagai seketika melemah. Kedua matanya kini menatap paper bag itu dan membukanya perlahan, dapat Ia lihat kini papan skateboard itu telah terbelah menjadi dua bagian.

“Mianhae,hyo….!” Lirihnya pelan.

***

Author’s Pov

Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian itu terjadi. Zelo dan Ah Raa sama sekali tidak berbicara satu sama lain, mereka bagai 2 orang bisu yang saling menghindar. Kini mereka berdua, Hara, Daehyun dan juga Himchan tengah berada dikediaman Daehyun yang terletak cukup jauh dari pusat Kota Seoul.

“Jadi,bagaimana dengan kelas dramamu, Ah Raa ya?!” Tanya Hara tiba-tiba memecah keheningan yang terjadi dikarenakan mereka yang tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

“E-eh? Kau bergabung dengan kelas drama?!” Daehyun yang sejak tadi tengah asik dengan ipodnya pun ikut bergabung dalam percakapan ini.

Ah Raa meletakan buku yang sejak tadi Ia baca kemudian tersenyum senang, “Menarik! Mereka semua benar-benar menyenangkan!”

“Kudengar kelas drama akan tampil satu setengah bulan lagi di acara seni, benar?!” Kini giliran Himchan yang bertanya, sedangkan mereka tengah berbicang-bincang Zelo yang sama sekali tidak tertidur memutuskan untuk memejamkan kedua matanya, seraya mendengar dengan baik setiap penggalan kalimat yang diucapkan oleh Hara, Daehyun, Himchan bahkan Ah Raa sekalipun.

“Benar!” Ah Raa menganggukan kepalanya senang, “Jadi, apa kalian bersedia untuk melihat pertunjukannya?!”

“Tentu saja!! Kami pasti akan menyaksikannya! Atau apa kau ingin aku membawa bunga untukmu? Aku akan melakukannya!!” Seru Daehyun nampak begitu bersemangat namun sedetik kemudian dapat Ia rasakan sebuah jitakan yang cukup keras dikepalanya, “Ya!!! Appo!!”

“Kau bahkan tidak pernah memberikanku bunga di setiap kontes piano yang kulakukan!” Hara mencibir pelan.

Daehyun tertawa garing, “Eh? Kau menginginkan sebuah bunga juga?!”

“Aku selalu memberikanmu bunga!” Sambung Himchan tak mau kalah, namun yang Ia dapatkan hanya desahan pelan dari Hara, “Kau melakukannya, karena kau namjaku!”

“Baiklah! Dikontesmu yang berikutnya aku akan datang dengan membawa bunga untukmu, Hara-ya!” Ah Raa tersenyum senang.

“Jinjja?!! Gomawo!!” Hara memeluk Ah Raa gembira, sementara kedua namja yang tersisa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka, dan seorang namja lainnya yang masih memejamkan kedua matanya hanya bisa tetap terdiam.

***

Zelo’s Pov

Matahari sudah nyaris terbenam ketika kami semua memutuskan untuk segera pulang. Namun kini ada sebuah permasalahan yang nyatanya mencegah kami ahni mencegahku untuk segera pulang.

“Aku akan mengantarmu pulang, Ah Raa-ya!” Tawar Daehyun tiba-tiba, bodoh sekali Himchan yang memutuskan hanya untuk membawa sepeda motor, dan kini bagaimana bisa Ia membawa 2 yeoja itu sekaligus dengan sepeda motornya itu?!

“Ahniyo!! Aku bisa naik bus! Kau tidak perlu merasa repot, Daehyun-ah!!” Ujar yeoja bernama Choi Ah Raa itu, oh astaga lagi-lagi muncul seorang bodoh dihadapanku, Ya!!! Bagaimana bisa Ia memutuskan untuk pulang naik bus, sementara kini matahari saja bahkan sudah tak lagi terlihat.

“Tidak!! Aku tidak akan membiarkanmu pulang seorang diri! Aku akan mengantarmu, ne?!” Daehyun masih saja bersikeras ingin mengantar Ah Raa pulang, dan kini diriku, Hara dan juga Himchan hanya bisa terdiam bagaikan tengah menyaksikan sebuah drama percintaan.

Kini berikutnya kulihat Hara mulai turun tangan, seraya memukul kepala Daehyun, “Kau tidak perlu melakukannya pabo!!”

“Ya!! Appo!! Hari ini kau sudah memukul kepalaku 2 kali, oh astaga kau benar-benar akan membuatku mengalami gangguan otak!” Gerutunya kesal, “—dan kau kira aku akan membiarkan Ah Raa pulang seorang diri, sementara kau pulang dengan pangeranmu itu?!” Daehyun melirik Himchan sekilas.

Kini kurasakan kedua mata Hara yang besar itu menatapku sekilas kemudian tersenyum, “Kau tak perlu khawatir, Daehyun! Zelo akan mengantarnya pulang dengan selamat!”

MWO??!!

“E-eh?! Andwae! Ia sama sekali tidak perlu melakukannya!” Tolak Ah Raa cepat, tanpa membiarkanku berkomentar sedikitpun.

Namun seperti inilah Kwon Hara yang kukenal, begitu keras kepala. Tanpa menghiraukan penolakan Ah Raa, Ia terus menatapku penuh harap, “Kau akan melakukannya kan ,Zelo? Kau harus melakukannya!! Atau kau akan benar-benar tega membiarkannya pulang seorang diri? Oh astaga!!”

Aku terdiam kemudian kulirik Choi Ah Raa yang masih menundukan kepalanya, “Baiklah, bukan masalah besar!” Ujarku berbohong, Kau tau? Rasanya sedikit aneh ketika kulihat sosoknya yang kini masih nampak ragu-ragu.

“Zelo akan berhati-hati, Ah Raa-ya! Kau mau kan? Ayolah!!” Hara terus membujuk Ah Raa dengan segala kekerasan kepalanya.

“Baiklah!” Putus Ah Raa pada akhirnya kemudian tersenyum kecil, kau tau? Masih dapat kurasakan sebuah rasa keberatan dari sepenggal kata yang baru saja Ia ucapkan.

“Great!!” Hara nampak begitu senang, sementara kini kulihat Daehyun menghampiri Ah Raa kemudian membelai kepalanya pelan, ”Gwenchana? Aku bisa saja mengantarmu Ah Raa-ya!!” Namun Choi Ah Raa kembali menggelengkan kepalanya. “Ahniyo! Gwenchana! Kau tidak perlu melakukannya, Daehyun-ah!”

E-eh? Apa yang sebenarnya terjadi?

***

Ah Raa’s Pov

Ini benar-benar buruk ketika kau berada didalam situasi yang sangat awkward sepertiku, oh astaga kini dapat kulihat punggung Junhong yang lebar tepat dihadapanku.

Choi Ah Raa??? Apa yang kau pikirkan??

“Ini hujan!” Ujar Junhong tiba-tiba hingga membuatku sedikit tersentak.

“Ee-eh? Hujan?!”

“Sebaiknya kita berhenti terlebih dahulu atau….kau lebih suka hujan-hujanan?!”

Ujarnya lagi, namun yang kulakukan hanya terdiam menyimak tiap kata yang namja ini ucapkan, suaranya yang berat benar-benar terdengar begitu dingin bahkan butiran butiran air hujan yang nyatanya terus menetes dan membasahi tubuh kami pun tak lagi dapat kurasakan. Entah apa yang terjadi, setiap kata yang Ia ucapkan kini bagai menyihirku untuk tetap terdiam.

“Kau ingin hujan-hujanan?!” Junhong kembali bertanya hingga akhirnya lagi dan lagi suaranya yang dingin itu membuatku tersentak,”Eh? Ahniyo!! Kita harus berteduh sekarang!”

Sesaat kemudian Junhong menepikan sepeda motornya disebuah halte bus yang terletak tak jauh dari posisi kami tadi.

Semilir angin malam yang berhembus, butiran air hujan yang kini terus menerus turun dengan begitu deras bagai melengkapi keheningan yang terjadi kini diantara kami. Kami berdua bagai membisu tanpa ada sepatah kata apapun yang dapat terucap.

“Terima kasih!”

Astaga? Apa yang baru saja kudengar? Junhong mengucapkan terima kasih? Untuk apa?

“Eh? Terima kasih? Untuk?!”

Ia memalingkan pandangannya menatap lurus kedepan, “Papan skateboard itu!”

“Oh baiklah bukan masalah besar!” Sahutku setenang mungkin, entah apa yang kupikirkan tiba-tiba saja sebuah kata itu terucap dengan sendirinya, “Junhong-ssi…!”

***

Author’s Pov

Zelo terdiam cukup lama hingga akhirnya kembali bersuara, “Jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu!”

“Wae?!”

“Kau tak perlu tau alasannya!” Jawabnya dingin, lagi-lagi suaranya bagai kembali menyihir Ah Raa kedalam dunianya.

Ah Raa putuskan untuk ikut menatap jauh kedepan, “…..karena Hyorin?…” Tanyanya tiba-tiba, bodoh Ia sendiri bahkan mengutuk pertanyaannya barusan.

“Kau belum bisa melupakannya, Junhong-ssi?!” Kini Ia sadar bahwa Ia benar-benar sudah gila.

Zelo menatap Ah Raa lekat-lekat dengan kedua manik matanya yang begitu indah, “Berhenti mencampuri urusan orang lain Choi Ah Raa!”

“Benar! Tak seharusnya kucampuri urusanmu, Junhong-ssi!”

“—dan juga berhenti menyebutku dengan panggilan mejijikan seperti itu!” Ujar Zelo lagi, kali ini Ah Raa tau benar ada seutas kemarahan yang memenuhi benak Zelo.

“Itu sama sekali bukan urusanmu Junhong-ssi! Berhenti untuk mencampuri urusanku!”

Rasanya sebuah air mendidih kini bagai mengguyur tubuh Zelo secara tiba-tiba, “Kau benar-benar membuatku muak!”

“Kau bisa tinggalkan aku ditempat ini, CHOI JUNHONG!”

BRUAK!!!

Ah Raa terdiam menatap kedua mata itu tanpa rasa takut sedikitpun, Zelo baru saja memukulkan kepalan tangannya pada sebuah tembok keras tepat disebelah Ah Raa. Dan kini namja itu segera menaiki sepeda motornya dan meninggalkan Ah Raa yang masih menatapnya sedih di tengah derasnya hujan, perlahan tak lagi dapat Ia lihat sosok Zelo dengan kedua matanya.

Namja itu kini benar-benar telah pergi……Apa yang sebenarnya kau inginkan, Choi Ah Raa?

TBC

Hmmm hoammm annyeong^^^ author’s back!!! >< #tembakreaders

Gimana?? Ada yang nunggu ngga? Ngga ada? Yaudah gapapa J eehehe

Untuk chapter ini benar-benar bikin author narik nafas panjang, untuk menggali inspirasi abis itu setelah susah payah author tulis eh lupa di save dan hilang semua jadi terpaksa nulis ulang lagi hiss #authordiciumZelo

Buat yang masih mau baca, jeongmal gamsahamnida ^^

Sampai jumpa di chapter berikutnya, saran like dan komen author tunggu >< annyeongg

4 thoughts on “[FF Freelance] What Are You Lookin’ For? (Part 2)

  1. Zelo marah? yah… 😦
    masih penasaran kenapa Zelo ngga mau dipanggil Choi Junhong nih thor!
    saran aku, ngga beda jauh sama part 1, kurangin tanda baca (!) nya, jadi serasa tiap percakapan itu bentak2, itu aja 😀
    ditunggu part selanjutnya 😉

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s