Whenever You Play That Song [Part 3]

When Ever You Play That Song by Bella Jung

Genre : Broromance , songfic || Rate : PG14 || Type : Chaptered

Main Cast : Miss A’s Suzy & 2PM’s Nichkhun

Support Cast : Infinite’s Myungsoo , SNSD’s Tiffany&Jessica and 2AM’s Seulong

Disclaimer : Inspired By Music Video of Huh Gak Feat Le EXID – When Ever You Play That Song & Fanfiction ‘Sweetly Broken’ by Minrin1004

Back Song : Kangta – Polaris , Suzy – Winter Child , Kangta Feat Taeyeon – 7898 & Huh Gak Feat Le AXID – When Ever You Play That Song

Credit poster : erlyRine

 TEASER | Part 1 | Part 2

Dia adalah satu satunya orang yang paling kutakuti kematiannya – Conan Edogawa

***

Pria itu hanya menggenggam tangannya kikuk diimbangi dengan beberapa deru nafas yang membuat dadanya naik turun masih tenggelam dalam tunduknya  “Kau gila!” Nichkhun mendengar salah satu suara yang seakan menghujatnya tanpa maaf .

“Dia orang yang kau cari bukan? Adik yang selama beberapa tahun silam kau sadari telah pergi, tetapi sekarang—“ Seulong mendekap tangan Jessica, mencoba mengontrol emosi karibnya itu dengan sentuhan hangat yang mampu dia berikan “Dimana dia?” Tanyanya lembut.

“Rumah sakit, Itaewon “ Jawabnya lemas .

“Siapa yang membawanya?”

“Aku,”

“Hanya kau?”

“Dengan seorang gadis, aku tidak tahu siapa namanya tetapi—“

Jessica mengerutkan dahinya masih dalam genggaman tangan Seulong “Tetapi apa?”

Pria itu menengadah wajahnya berusaha tidak terlihat kikuk ketika kedua korneanya bertemu dengan milik Jessica “Dia kakak perempuan Suzy,”

“Apa?” Tanya kedua karibnya itu terdengar bersamaan membuat Nichkhun sedikit terlonjak dari duduknya “Kakak perempuan?” Jelas Seulong dengan delikan mata direspon dengan anggukan kepala dari Nichkhun .

“Ini mustahil.. “ Pria itu mendengus .

“Tidak, ada satu penjelasan yang kau lewati—“ Sambung Nichkhun .

“Dia tinggal dengan sesama penghuni panti asuhan ini yang telah mampu menghidupi dirinya sendiri.”

“Kau ingat?” Nichkhun menatap dalam mata Seulong berusaha meyakinkan pria itu atas pernyataannya barusan “Mungkin dia adalah orang yang suster Han bicarakan,”

Seulong memutar kedua bola matanya , awalnya dia tidak begitu yakin tetapi setelah mengingat ingat, apa yang di ucapkan Nichkhun memang benar, mungkin saja wanita itu adalah kakak angkatnya “Kau mungkin benar, tetapi apa yang selanjutnya akan kau lakukan?” Tanya Seulong.

Nichkhun hanya bisa terdiam, pria itu sama sekali tidak dapat memikirkan rencana kedepannya . Membuat Suzy celaka seperti itu saja sudah membuatnya pusing lalu bagaimana dengan rencana selanjutnya? Tentang rencana pertemuan yang seharusnya dibuat buat tidak sengaja dilakukan .

“Kau telah melakukannya Khun,” Ucap Jessica .

Pria beralis tebal itu mendongak heran “Apa maksudmu?”

Jessica menatap dalam hazel milik Nichkhun, meraih telapak tangannya dan mendekapnya penuh keyakinan “Dia tidak tahu kalau kau adalah kakaknya bukan? Ini awal pertemuanmu, walau tidak begitu baik, tetapi kau bisa menggunakan kesempatan ini!”

 

***

“Kakak—“  

Nichkhun menoleh dan mendapati Suzy berlari mendekatinya dengan sebuah gitar di tangannya “Yak! Hati hati kau bisa merusak gitarku,“ Katanya sambil sedikit melangkah kearah Suzy .

Suzy memberikan gitar itu ke Nichkhun lalu berlutut dengan desahan nafas yang terisak “Kakak , apa kau akan menyanyikan lagu itu lagi untuk Jessica?”  Suzy berjalan mengimbangi langkah besar Nichkhun yang mulai menjauh .

Nichkhun menganggukkan kepalanya “Tentu saja , Jason memintaku untuk melakukan itu.“ Jawabnya dan sejurus kemudian tangan kirinya mengacak ngacak rambut hitam gondrong-nya kemudian mendesah “Ahh—mengapa dia suka sekali dengan lagu Korea. Itu membuatku frustasi ! Hangul , kau tahu bukan kalau aku tidak terlalu menyukainya,“ Nada bicaranya sedikit aneh .

Suzy cekikikan , gadis itu kini sudah tidak lagi berjalan melainkan berlari karna langkah Nichkhun yang semakin cepat untuk diimbangi dengan langkah terburu burunya yang sama sekali tidak membantu “Kakak , apa kau akan menyanyikan lagu Happy Birthday di hari ulang tahunku?“ .

Nichkhun menghentikan langkah kakinya , menoleh kearah sang adik kemudian menjawab “Apa kau ingin aku menyanyikan sebuah lagu seperti permintaan Jason?“

Suzy mengangguk dengan sunggingan senyum manisnya .

 

***

Nichkhun melihat sebuah piringan hitam yang berputar diujung ruangan , mendengar alunan music klasik yang selalu dapat membuat hatinya tenang . Terkadang Nichkhun dapat tertidur lelap ketika mendengarnya, untuk itu dia selalu mengantisipasi kebiasaannya itu dengan meminum secangkir kopi setiap mendengarkan lantunannya .

“Kau ingat lagu ini?” Nichkhun menoleh kearah Jessica yang sedang sibuk dengan ponselnya sejak tadi .

“Apa?” Jawabnya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan .

Nichkhun menghela nafas panjang sebelum akhirnya berpaling dari Jessica menatap jendela ruang tamu yang terbuka “Lagu ini adalah iringan saat ulang tahunmu yang ke-11, Suzy yang memutarkannya untukmu.. “ Nichkhun berkata sembari tersenyum, membuat kesan kalau Jessica selalu tahu apa yang dia maksud dari setiap kata katanya .

Gadis itu menoleh pasif, memandang lekukan wajah Nichkhun yang berbayang karna sorotan lampu remang-remang yang menyalah tepat diatas sofa yang mereka berdua duduki “Dan itu atas saran Suzy.. “ Sambungnya .

Nichkhun tersenyum tipis “Kau ingat itu?” Suaranya terdengar sangat serak.

Jessica mengangguk “Tentu saja, saat itu karna senar gitarmu putus. Aku menangis karna tidak ada yang menyanyikan lagu Happy Birthday dengan alunan alat music, tetapi Suzy meyakinkanku untuk tidak menangis dan mengambil piringan hitam yang sebelumnya hanya disimpan dilemari kaca oleh ibu lalu diputarkannya untukku. Dan kami menyanyi bersama walau nadanya tidak pas… “ Jessica sedikit tertawa ketika mengingat kejadian yang sudah berlalu lebih dari 10 tahun tersebut .

Hening, untuk sesaat suasana di antara mereka hanya terasa hening. Hanya lantunan musik klasik yang sengaja di putar Nichkhun yang terdengar dan beberapa detik kemudian hilang hingga Jessica mendengar sebuah isakan berasal dari mahluk tampan yang tadi duduk di sampingnya . Gadis itu menoleh lagi dan mendapati Nichkhun sibuk mengusap matanya yang tidak begitu jelas terlihat “Khun—“ Jessica memasukan ponselnya ke saku jaket yang dia kenakan kemudian mendekati pria itu khawatir .

“Aku menyesal—“ Nichkhun menutup wajahnya yang penuh dengan linangan air mata sementara Jessica , gadis itu meraih bahu milik Nichkhun kemudian didekapnya erat dengan usapan lebut di punggung kekarnya .

“Katakan padaku, apa yang kau sesalkan?”

Nichkhun melepaskan tangannya dan melilitkan lengannya di lingkar pinggang gadis itu, membalas dekapan Jessica masih dengan isakan “Aku tidak pernah menyanyikan lagu Happy Birthday di hari ulang tahunnya, tidak sampai kami berpisah… “ Pria itu semakin terisak .

“Tidak apa,”

“Taukah kau? Kalau dia adalah satu satunya orang yang paling kutakuti kematiannya,”

“Aku berjanji akan membantumu dan tidak akan pernah membiarkannya mati begitu saja Khun—“

***

“Ayolah Khun.. “ Jessica mendorong bahu Nichkhun sembari mengintip melalui etalase cafe bernuansahkan klasik itu .

“A-aku.. “

“Kau hanya perlu mencari gadis bermata half moon itu kemudian meminta maaf,” Sambung Seulong yang saat itu berpakaian sangat rapih layaknya pengacara yang akan menghadiri sidang client-nya .

Jessica menepuk bokong Seulong hingga pria itu meringis nyeri “Apa yang kau lakukan?” Protesnya pelan sembari mengelus-elus bokongnya yang sebenarnya tidak terlalu sakit .

“Kau juga harus bertemu dengan Suzy, melakukan sebuah perbincangan singkat lalu.. “ Jessica memutar kedua bola matanya kemudian berfikir .

“Maaf, apa yang kalian lakukan disini?” Mereka bertiga cepat cepat menoleh dan mendelik ketika melihat gadis yang rupanya persis dengan ciri-ciri yang di sebutkan Nichkhun kemarin .

“K-kau?” Tiffany menautkan alisnya ketika melihat Nichkhun berada di antara mereka bertiga .

“Siapa kau?” Jessica memandang penampilan gadis bermata half moon yang sedang menggunakan bluejeans ketat dan t-shirt putih berbalut jacket baseball biru di tubuhnya “Ahhh—“ Gadis itu ingin melontarkan apa yang terlihat dibenaknya ketika melihat ciri-ciri gadis itu sebelum Nichkhun menyikutnya cemas .

Aku hanya ingin—“

“Minta maaf.. “Sambung Seulong sambil mengulurkan telapak tangannya hendak berjabat tangan dengan gadis yang belum mereka ketahui namanya itu .

Tiffany bergidik “Minta maaf?” Tanyanya heran .

“Ne, Kejadian malam itu—aku benar benar tidak sengaja.. “ Kekehnya sembari membungkuk sementara Seulong, pria itu menjatuhkan uluran tangannya malu .

Tiffany tersenyum samar “Tidak perlu, lagi pula kakinya tidak apa apa, hanya sedikit tergores.” Katanya cukup objektif .

Nichkhun menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal sembari tersenyum kikuk “Lalu dimana gadis itu?” Tanya Jessica to the point .

“Ne?”

“Gadis yang pria ini tabrak.. “ Jelas Jessica sembari menoleh kerah Nichkhun yang masih terdiam kikuk .

***

“Aku benar benar minta maaf,” Pria itu mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan gadis ber-kemeja putih yang kini duduk di hadapannya .

Gadis itu hanya diam , tidak sedikitpun merespon bahkan ketika sang kakak menyuruhnya untuk berbicara dengan lutut masih diperban “Suzy-ah,” Pinta Tiffany namun gadis itu masih diam, lebih tepatnya diam sambil meneliksik raut wajah yang ditunjukan pria yang terduduk kikuk dihadapannya .

“Apa kau—“

“Sebelumnya kita pernah bertemu bukan?” Jantung pria itu terpacu cepat, apa Suzy mengenaliku? Apa Suzy mengingatku sebagai kakak laki lakinya? Apa gadis itu bernar benar tidak melupakannya? Berbagai spekulasi melilit setiap sel diotaknya tentang pertanyaan yang gadis berambut panjang itu lontarkan .

Suzy memiringkan kepalanya tanpa sedikitpun beralih dari fokusnya “Kau ingat? Malam itu?”

Nichkhun bergidik “Malam itu?”

Suzy mengangguk “Beberapa hari yang lalu, kau datang dari arah sebuah gang pertokoan, berlari dan berlari kemudian memelukku dan membisikan satu kalimat dalam bahasa Thailand—“ Gadis itu memutar bola matanya “—tetap seperti ini, kalau tidak salah itu yang kau katakan.”

Nichkhun mendelik, ternyata dugaannya salah dan sekarang apa yang Suzy bicarakan? Nichkhun sama sekali tidak bisa mengingat apapun kecuali tentang status keluarga yang mengikat mereka dan Suzy yang ternyata masih mengingat bahasa Thailand yang dulunya hampir dia ucapkan setiap hari  “Malam itu?” Tanya Nichkhun ragu ragu .

Suzy mengangguk “Yah, dan kurasa saat itu kau sedang dikejar kejar beberapa orang—“ Gadis itu kembali memutar bola matanya seakan sedang mengingat ingat satu hal penting tentang Nichkhun.

“Ah—“ Nichkhun mengingat sesuatu . Malam itu, beberapa hari yang lalu pria itu memang sedang berada didalam masa sulitnya . Beberapa orang mungkin dapat berfikir kalau dia sedang dikejar kejar oleh depkolektor jika melihat kejadiannya , tetapi itu sama sekali tidak benar . Nichkhun hanya sedang menghindari beberapa orang yang akan membawanya kepada seseorang yang saat ini sangat tidak ingin dia temui. Dan dia rasa ini tidak perlu untuk diperjelas ”A-a-aku hanya—“ Nichkhun memikirkan alasan yang cukup masuk akal untuk dia berikan kepada gadis berambut panjang yang rasa keingin tahuannya telah mencapai ubun ubun “Mereka hanya salah orang,”

“Malam itu?” Tiffany mulai mengerti kemana arah pembicaraan yang mereka berdua jalani, dia pasti turis Thailand yang tempo hari Suzy ceritakan  tetapi Tiffany cepat cepat menyangkal presepsinya ketika mengingat seberapa lancarnya Nichkhun berbahasa Korea tetapi satu satunya fakta yang ada dalam pembicaraan Suzy dengan pria itu semua mengarah kesana . Kemudian semua itu malah memutar otaknya .

“Benarkah?” Suzy tidak sedikitpun merespon pertanyaan Tiffany, tatapannya hanya terfokus pada Nichkhun yang kini terlihat gugup.

“Malam itu, aku tidak sengaja berjalan melewati sebuah trotar tetapi tiba tiba ada yang meneriakiku maling dan aku cepat cepat menghindar dengan berlari kemudian memelukmu hingga orang yang mengejarku berlalu pergi, tetapi sungguh bukan aku pelakunya.” Nichkhun tidak begitu yakin dengan alasan konyol yang baru saja dia lontarkan. Alasan itu bahkan sama sekali tidak masuk akal , apa dia sedang berada di dunia drama yang penuh dengan keajaiban? Yah, banyak drama yang memiliki adegan seperti itu .

Alis gadis itu tertaut dan kali ini Nichkhun berani bertaruh kalau dia tidak percaya dengan alasannya tetapi beberapa detik kemudian presepsinya berubah, gadis itu tersenyum tipis lalu berkata “Seharusnya aku tidak perlu mengintrogasimu seperti ini,” Gadis itu menoleh kearah Tiffany yang terduduk diam di sampingnya “Dia orang yang tempo hari ku ceritakan.”

“Jadi—“ Nichkhun membatin, gadis itu menceritakan kejadian yang sama sekali tidak dia ingat? Ini takdir bukan?

“Aku memaafkanmu, lagi pula lututku hanya tergores dan ini tidak terlalu parah, kau tidak usah khawatir.”

“Ohya, Kau belum mengetahui nama kami berdua bukan?” Suzy mengulurkan tangannya hendak bersalaman “Aku Suzy, Bae Suzy . Dan dia kakakku, Tiffany.”

***

“Bagaimana?” Jessica mendekati Nichkhun yang baru saja keluar dari pintu rotan yang berada di sudut ruangan cafe dengan raut wajah penasaran .

“Bagaimana apanya?” Tatapan pria itu mendarat jauh melewati bahu Jessica, berlanjut sampai pintu keluar cafe yang berjarak sekitar 4 sampai 5 meter dari tempatnya berdiri .

“Apa yang gadis itu katakan?”

“Dimana Seulong?” Tatapannya kita beralih, beredar pada seisi cafe yang kali itu terlihat cukup renggan .

Jessica menaikan satu alisnya “Yak!” Tangannya mendorong bahu Nichkhun kesal .

“Ada apa?” Nichkhun bertanya kesal .

“Jawab pertanyaanku!”

Pria itu tersenyum samar , menatap dalam kea rah hazel milik Jessica “Aku menyewa tempat ini untuk pesta ulang tahun-mu pekan depan,” Katanya .

Jessica mendelik “Apa?”

Nichkhun mengangguk lalu berjalan mendekati pintu cafe yang berbunyi ketika seseorang membukanya “Siapkan semuanya—“

“Kau gila Khun? Ulang tahunku masih lama!”

“Tetapi, merayakannya lebih awal itu bukan masalah besar bukan?” Pria itu tersenyum puas “Oh ya , dia benar benar telah menggunakan marga orang tua angkatnya, Bae Suzy.. “

***

Suzy memandang jam besar yang berada tertempel di lantai 3 gedung sekolahnya kemudian sekali kali kakinya bergerak kedepan dan kebelakang . Sudah lewat dari jam 9 malam tetapi sosok yang di carinya belum juga datang . Tubuhnya bahkan hampir membeku karna menunggu terlalu lama di tengah tengah cuaca dingin yang masih menyelimuti kota Seoul malam itu .

From : Tiffany
Dimana kau? Makan malam sudah siap..

Suzy kembali beralih pada pintu masuk gedung sekolah yang masih terjaga dengan rampu remang remang yang menyalah kedap kedip . Gadis itu menghela nafasnya, mungkin hari ini bukan hari keberuntungannya . Dengan pasti gadis itu berbalik lalu menyeret kakinya malas mendekati gerbang sekolah bewarna coklat pucat di dekat pohon mapel yang masih mongering kedinginan hingga sebuah suara menghentikan langkahnya yang sedikit sempoyongan .

“Aku duluan,Ahh—Kau!”

Gadis itu mendelik sembari memegang ujung segaramnya gugup , tidak menoleh sedikitpun sampai seseorang yang memanggilnya mendekat . “Kau—Bae Suzy? Apa yang kau lakukan disini?” Suzy menoleh dan mendapati sesosok siswa laki laki berseragam sama dengannya memandangnya keheranan .

“A-aku—“ Gadis itu bergidik bingung sambil sedikit membetulkan poninya yang terjatuh menutupi mata sebelah kanannya “A-aku baru saja mengembalikan buku ke perpustakaan.” Sambungnya berbohong .

“Ahh—Benarkah? Kukira..” Myungsoo menggaruk tengkuknya dengan senyum memelas .

“Kau kira apa?

“Tidak, bagaimana kalau kita pulang bersama?”

Suzy tersenyum ramah “Baiklah,” Katanya bersemangat .

Keduanya kemudian melanjutkan perjalanannya , meninggalkan sekolah dan berbelok kearah trotoar yang cukup ramai tak jauh dari Itaewon . Suzy melipat kedua tangannya di depan dada sambil menggosoknya, cuaca kali ini benar benar membuatnya kedinginan , jauh lebih dingin padahal sebentar lagi musim dingin akan berakhir .

“Mengapa kau baru pulang?” Tanya Suzy .

“Piket, hari ini aku piket,” Jawabnya singkat .

Dan untuk beberapa saat suasana diantara mereka hanya terasa hening, tidak ada sedikitpun suara yang berarti bagi kedua pendengarannya . Hanya beberapa suara klakson dari mobil yang melaju di jalan raya yang terdengar . Myungsoo menoleh kearah Suzy, memandang lekuk wajah gadis itu terfokus . Sementara itu yang di pandang hanya diam dalam lamunannya dengan rambut rambut kecil yang sesekali tertiup menutupi wajahnya yang memerah karna kedinginan .

“Soal malam itu, maaf aku tidak bisa datang,” Katanya .

Suzy menoleh lalu tersenyum “Tidak apa apa, lagi pula itu hanya pertunjukan biasa, tidak ada yang spesial—“ Jawabnya .

“Benarkah? Tetapi lain kali aku pasti akan datang.” Katanya lagi dengan mata yang membulat .

Suzy tersipu malu lalu mengalihkan pandangannya dari lelaki itu “Tuan muda?” Myungsoo menoleh pasif diikuti Suzy dengan herannya , mendapati seorang pria berjas yang tersenyum kepada Myungsoo .

Pria berjas yang tengah berdiri disamping sebuah mobil mercy bewarna hitam itu mendekat kearah siswa lelaki itu yang mematung seketika di tempatnya “M-mengapa kau ada disini?” Tanyanya gugup .

Suzy kembali menoleh kearah Myungsoo yang kini mulai terlihat ketakutan “Mengapa kau baru pulang selarut ini tuan? Malam ini ada acara makan malam dan kau tidak menghadirinya karna gadis ini?” Tanyanya balik sambil menatap Suzy dengan tatapan jijik lalu kembali beralih ke Myungsoo .

Myungsoo mendelik “Apa? Hey—aku tidak pulang terlalu larut , ini baru jam 9.30 , ada apa denganmu? Dan ingat ini tidak ada hubungannya dengan Suzy!”

Pria itu meraih lengan Myungsoo paksa “Terakhir kali kau pulang malam, aku juga melihat gadis ini sedang berjalan tak jauh dari tempat mobil kami berhenti tuan muda, sebaiknya kau menjauhi gadis ini!” Katanya dengan nada mengancam .

Suzy mendelik “Apa?” Kemudian menoleh kearah Myungsoo yang juga mendelik .

“Apa kau sedang mengancamku?”

“Sebaiknya kau pulang tuan muda, Presdir sudah menunggumu lama—“ Katanya tidak menghiraukan pertanyaan Myungsoo sebelumnya . Myungsoo hendak menghempaskan pegangan Pria berjas itu tetapi tidak bisa “Lepaskan!” Katanya .

“Tuan, apa yang kau lakukan? Kau akan melukainya!” Suzy menarik lengan Myungsoo yang satunya lagi .

Myungsoo menoleh cemas “Jangan lakukan itu Suzy!”

Tuan Lee memegang telinganya lalu berbisik ‘cepat kesini’ dan keluarlah sekitar 2 orang dari mobil yang terparkir di pinggir jalan tidak jauh dari tempat mereka berdiri . Kedua pria itu berjalan mendekati Myungsoo , melepaskan pencegahan yang di lancarkan Suzy hingga membuat gadis itu terjatuh .

“Suzy! Yakk! Apa yang kau lakukan? Kau melukainya!” Myungsoo kembali berontak namun usahanya tidak berhasil, Lelaki itu kemudian diseret menuju mobil bewarna hitam milik Tuan Lee lalu di bawanya pergi meninggalkan Suzy yang masih terjatuh di atas trotoar jalan .

To Be Continue…

Note : Anyeong, akhirnya setelah berbulan bulan lamanya aku bisa juga ngepost lanjutan nih FF hehe, mian ya kelamaan soalnya kemarin kemarin inspirasi aku udah mentok sama nih FF , makasih juga yang udah nanyain kapan di poss lagi nih FF hehe, Makasih juga buat Sensei aku yang udah ngasih filmnya Suzy -introducing of arsitecture sehingga menginspirasi aku dalam menulis whenever you play that song:) jangan lupa kasih RCLnya ya kalo mau di lanjutin ke part selanjutnya , gomawo

21 thoughts on “Whenever You Play That Song [Part 3]

  1. akhir’a d’post jga,, daebak bgt nie. Suka bgt ma nie ff 🙂
    d’tunggu next’a, jgn lama2 thor. Pnasaran bgt ma klanjutan’a.. Nickhun-suzy lanjut 🙂

  2. akhir’a da jga lnjutn’a…!!!
    myungsoo tu ank siapa…!!!knpa khun ga’ blg sma suzy klau suzy tu adik’a…pnsran banget…

  3. Kok aku masih bingung ya..
    Itu knp myungsoo dseret kyk gitu?? Nickhun itu kakak kndung suzy ya thor?? Trus kok mereka bisa pisah?? *kepo* ^^”
    lnjut deh thor.. Penasaran bgt nih..
    Next jangan lama2 lagi y thor..
    Ffnya udh keren!! Bikin penasaran!!
    Fighting!!

  4. huwaaa finally ada jg sambungannyaaa seneng bnget..gomawoo thor

    part ini malah tambah bikin kepoo…pinter bnget author bikin cerita yg bikin kening berkerut saking penasarannya kkkk
    aku nikmati bnget tiap scene yg author sajikan…scene khunzy yg misterius saking bnyaknya pertanyaan yg blom terjawab…scene suzy tiffany..scene myungzy..scene khunjes

    daebak thor ceritanya
    ditunggu lanjutannya..hwaiting

  5. suzy itu dulu pernah buta atau gimana sih thor? trus ko bisa pisah sama nickhun?
    myungsoo jadi anak orang kaya gitu thor? tapi nanti bikin happy ending ya thor

  6. huee.. akhirnya di post jg Thor…
    Wah wah… saya masih belum ngerti thor, maksudnya apa..
    NIckhun mau apa ama Suzy? Trus Myungsoo siapanya Suzy? Belum ngerti ama jalan ceritanya tp bacanya itu seru banget banget..
    Keren…
    Lanjutnya jangan lama2… 🙂

  7. Alur nya bagus. Fanfiction ini menonjol banget alurnya, jadi aku suka. Thanks for the writer yang udah menulis dan bersusah payah melanjutkan fanfiction ini. Saya sangat suka. Keep writing ya:)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s