KyuRin Tale: Rin’s Day

kyurin-tale

 

Author : Iefabings

Cast :

  • Cho Kyuhyun (SJ)
  • Song Hyerin (oc)

Other cast :

·         Keluarga Song

·         Super Junior

·         Lou Yixiao

Genre : Romance, comedy, family

P.S : Ulang tahun Hyerin hore!(?) Ini adalah seri kedua setelah tahun lalu saya bikin Rin’s Day. Mungkin ini tidak akan semanis yang tahun kemarin. Ya tahulah kemampuan menulis saya segini-gini saja. Inspirasi mandek ya hasilnya jadi mandek(?) juga. Di bawah abis baca ffnya ada note penting dari saya jadi mohon dibaca juga ya. Bisa jadi itu pesan terakhir(?) Jangan lupa tinggalkan jejak. Selamat baca^^

o(^o^)o

Hyerin pov

“Ani, kau bersenang-senang saja dengan hadiah dari ‘istrimu’.”

Aku bahkan tidak pernah memperhitungkan bahwa kalimat itu adalah awal dari bencana. Aku bilang bencana karena memang terjadi di dunia nyata, dan Kyuhyun ‘benar-benar’ bersenang-senang dengan bencana yang ku alami. Berawal dari sebulan setelahnya, si ‘sumber bencana’ tiba di Korea. Siapa lagi kalau bukan istri virtual si bocah setan, Lou Yixiao T^T

Yah, kurasa aku memang agak *malah sangat* keterlaluan karena faktanya Yixiao itu sebenarnya adalah yeoja yang sangat baik *kelewat baik malah* dan memang tipe istri yang sempurna karena dia serba bisa -_- dan aku jauuuuuh dari predikat itu. Jadi intinya SEBENARNYA aku sedang IRI. Oke, author tak perlu mengcapslock dua kata itu karena aku sudah sangat sadar diri. Berawal dari kunjungannya secara tiba-tiba di dorm Super Junior yang membuatku sungguh, tidak ingin ke sana selama beberapa waktu sampai dia pulang ke Negara asalnya. Kalian pikir aku berlebihan? Oh percayalah kalau kalian berada di posisiku kalian pasti akan melakukan hal yang sama, bisa jadi lebih jauh(?) Manusia mana yang bisa tahan di bawah tekanan bocah setan dan para anteknya(?) yang entah sejak kapan berubah setan juga(?).

Saat itu aku tengah menunggu Kyuhyun di toko roti. Ya, dia berjanji akan menjemputku setelah acara radio selesai karena kebetulan dia bawa mobil sendiri dan kemampuan menyetirnya sudah membaik. Aku percaya saja dan menunggu dengan bodohnya hingga satu jam berlalu aku sudah selesai dengan roti-roti yang ku siapkan untuk dinikmati bersamanya di dorm nanti tapi dia tak juga datang. Gelisah memang tapi aku pikir keterlambatannya kali ini karena memang acara radionya menambah durasi atau ada kemacetan lalu lintas. Hingga lima belas menit berikutnya *karena memang aku tak sabaran* ku coba menghubungi ponselnya. Lama tersambung tak juga diangkat. Oke, sepertinya memang karena acaranya belum selesai, begitu pikirku. Tapi *sekali lagi karena aku tak sabaran* lima menit berikutnya aku menghubungi ponselnya lagi. Begitu terjadi setiap lima menit hingga percobaan kelima akhirnya bocah menyebalkan itu menerima panggilanku. Menyebalkan.

“Kau kemana saja? Kenapa baru diangkat?”

‘Ah, itu… maaf Hyerin sepertinya aku tidak bisa menjemputmu dan kau tak perlu ke dorm,’ what? Jawaban macam apa itu? DIa membuatku menunggu di sini selama lebih dari satu jam untuk mengatakan tidak bisa datang dan aku tak perlu menemaninya di dorm? Dasar setan kejam, padahal baru kali ini aku bersedia menemaninya main game tanpa keluhan tanpa umpatan dan dia bilang tidak perlu. Dunia sungguh tak adil.

“Tapi aku sudah menunggu selama….”

‘Sudah ya, aku harus menemui sajangnim karena ada proyek mendadak. Sampai nanti.’

“Yak, yak, Cho Setan kau… Aish…” beruntung akal sehatku masih utuh dan aku tidak membanting ponsel sialan yang membuatku badmood gara-gara Kyuhyun. Sungguh predikat bocah setan cocok sekali untuknya. Sudah membuatku menunggu, membatalkan janji, dan baru saja dia dengan seenaknya mengakhiri panggilanku secara sepihak. Kalau bukan karena aku menyayanginya sudah ku jejalkan sayuran hingga dia tersedak.

AKhirnya karena tidak mungkin aku menahan bara kemarahan terlalu lama di tempat itu, atau melampiaskannya dengan makan roti secara brutal, aku memutuskan untuk pulang naik taxi. Ini adalah pilihan terakhir dan memang satu-satunya. Karena tidak mungkin aku meminta Harin eonnie menjemputku. Dia sedang berada di Pulau Jeju untuk pekerjaan yang penting. Jadi apartemen kosong lagi karena ogah saja aku mengurusi dua bocah sendirian. Awalnya aku berniat untuk langsung pulang saja. Tapi saat melihat roti-roti ini, semuanya kesukaan Kyuhyun yang memang sengaja ku pilihkan rasanya sayang kalau ku habiskan sendiri atau ku bagi dengan keluarga di rumah. Kyuhyun kan sibuk, jadi jarang ada kesempatan untuk bersantai dan menikmati makanan seperti ini.

“Ahjusshi, bisakah putar balik dan antar aku ke Star City apartment?” benar, ku titipkan saja pada oppadeul yang free schedule sekarang, sekalian melihat keadaan apartemenku sendiri.

Tak lama aku tiba di apartemen, jelas tujuan pertama adalah dorm Super Junior untuk menitipkan roti-roti ini. Setidaknya Kyuhyun akan senang saat pulang nanti menikmati roti-roti ini.

“Hyerin-ah, kau datang?” Kangin oppa yang membukakan pintu tampak terkejut.

“Berlebihan sekali. Semengejutkan itukah kedatanganku?” candaku.

“Ani, hanya saja sekarang….”

“Wae? Aku hanya ingin menitipkan ini. Boleh ya aku ke kamar Kyuhyun dan meletakkannya sendiri?” pintaku semanis mungkin.

“Sebenarnya tidak masalah, tapi….”

“Gomawo oppa,” aku segera masuk dorm dan melepas sepatuku untuk ke kamar Kyuhyun. Saat tiba di dalam, terasa ada yang aneh. Kyuhyun bilang acara radionya itu untuk SuJu K.R.Y tapi baru saja aku mendengar suara Wookie oppa. Aku tidak mungkin salah dengar kan?

“Ini enak, sungguh,” terdengar suara Wookie oppa yang berbicara dengan bahasa Mandarin.

“Xie xie,” nah itu suara yeoja. Siapa itu? Penasaran sekali karena sepertinya ruang tamu sangat ramai. Aku melangkah ke ruang tamu untuk memastikan siapa tamu berbahasa Mandarin itu karena jarang-jarang ada yeoja berkunjung ke sini kecuali aku, eonnie dan saengku tentu saja. “Apa Kyuhyun juga suka?”

Tep.

Aku tiba di ruang tamu. Tepat saat nama Kyuhyun disebutkan. Dan tepat saat itu juga aku melihatnya. Kyuhyun. Dia ada di sana tengah bersenang-senang memakan roti yang persis seperti yang ada di tanganku sekarang. Dia tidak sedang menemui sajangnimnya. Dia berbohong. Fine.

“Hyerin-ah,” Yesung oppa yang pertama kali sadar aku berdiri dengan bodohnya tanpa sepatah kata pun. Lalu semua perhatian tertuju padaku, juga yeoja tamu itu yang aku tidak tahu dia siapa tapi wajahnya tampak familiar. Juga si Cho Setan yang begitu ‘terkejut’nya melihatku hingga tersedak rotinya sendiri. Sebegitu parahkah kebohongannya?

“Hye… Hyerin-ah,” akhirnya bisa juga dia menyebut namaku setelah minum air banyak-banyak. Segera dia menghampiriku dengan wajah, sungguh aku benci wajah seperti ini, wajah merasa bersalah, wajah tertangkap basah, wajah pembohong.

“Aku tadinya ingin meletakkan ini di kamarmu tapi sepertinya kau sudah punya rotimu sendiri ya. Biar ku habiskan sendiri saja kalau begitu,” aku memaksakan senyumku yang pasti terlihat begitu hambar.

“Biar ku jelaskan. Aku tidak bermaksud begitu. Jadi sebenarnya aku memang ada tamu, dia itu… kau lihat? Dia Lou Yixiao aktris terkenal dari Cina. Kau tahu dia kan? Yang menjadi partnerku di acara….”

“Ah, iya sekarang aku ingat. Dia ‘istri’mu rupanya,” tentu saja saat mengatakan itu penuh tekanan aku merasa menikam hatiku sendiri. Kalian perlu tahu. “Kau jahat sekali tidak mau mengenalkan istrimu padaku,” dengan senyum sok ramah aku menghampiri nona Lou, istri ‘namjachingu’ku. Ya, istri namjachinguku. Arrrrrrgh rasanya ingin berteriak. “Annyeong haseyo, kau bisa bahasa Korea? Maaf aku sama sekali tidak bisa bahasa Cina. Aku Song Hyerin.”

Sungmin oppa membantu menerjemahkan perkenalanku tadi dan si nona Lou itu tersenyum sambil mengangguk mantap.

“Annyeong, aku hanya bisa sedikit bahasa Korea. Aku Lou Yixiao. Bangaseupnida,” bahasa Koreanya cukup baik. Mungkin itu pertanda dia jodoh dengan Kyuhyun. Arrrrrrgh telan bumi *eh

“Ah, Kyuhyun-ah, sepertinya aku harus segera pulang. Kau pasti lebih senang bersama istrimu itu kan? Dan roti-roti itu kelihatannya enak,” aku sengaja mengeraskan volume suaraku untuk menutupi perasaanku yang sesungguhnya. Entah itu marah, kesal, cemburu, ingin memangsa orang, tidak ada satupun yang bagus.

“Memang enak sekali, Hyerin. Kau coba cicipi. Nona Lou membuatnya sendiri,” kata Sungmin oppa penuh semangat.

“Ouh, dia membuatnya sendiri? Pasti jauh lebih enak dari roti yang ku beli ini ya. Hahaha, tidak terima kasih oppa. Aku harus segera pulang. Annyeong, oppadeul. Annyeong, ‘istri’ Kyuhyun,” sengaja tidak mengucapkan ‘annyeong’ pada Kyuhyun yang terlihat kalap dan berusaha menahanku agar tidak pergi.

“Aku bisa jelaskan,” ucapnya di pintu, sambil memegang pergelangan tanganku.

“Gwenchana, kau tidak perlu segugup itu. Aku mengerti kau tidak mungkin membiarkan ‘istrimu’ sendirian untuk menjemput ‘yeojachingu’mu bukan?” semcam aku menjadi selingkuhan saja -_-

“Kau marah?”

Oh ayolah Kyuhyun, kalau memang kau adalah namja yang cerdas harusnya tak perlu bertanya mengenai aku marah atau tidak. Harusnya kau sudah tahu. Harusnya kau mengerti. Mengetahui kau berbohong saja rasanya seperti teriris. Lebih-lebih saat tahu alasan kebohonganmu adalah karena si nona Lou itu, rasanya seperti dicincang habis dan dikunyah-kunyah(?) *horror*

“Gwenchana, kau temani istrimu sana. Aku pulang,” ku lepas tangannya dan dengan berlari kecil pergi menuju lift. Sungguh aku tidak ingin berbicara sepatah kata pun dengannya. Melihat wajahnya saja aku tidak mau. Dia sungguh setan yang kejam. Arrrrrgh

“Yak, Hyerin-ah….”

“Kyuhyunsshi…” si nona Lou itu semakin membuatku tidak ingin berbalik bahkan tidak bertemu Kyuhyun selama beberapa hari ke depan. Lihat bagaimana Kyuhyun memilih untuk kembali ke dalam dorm bersamanya lagi. Dunia sungguh kejam. Ani, Cho Kyuhyun yang kejam. Dia kejam.

o(^o^)o

Faktanya aku tidak bisa marah terlalu lama pada Kyuhyun. Bagaimana bisa aku terus marah saat dia dengan tulus meminta maaf dan mempermalukan dirinya sendiri dengan menyanyikan Three Little Bears di bawah jendela rumahku hanya agar aku tertawa dan memaafkannya. Setan sekejam dia memang terkadang mampu melakukan hal-hal konyol semacam itu. Baiklah, keadaan membaik aku sudah tidak marah lagi padanya walau masih merasa sesak karena si nona Lou itu belum juga pulang ke Negara asalnya. Memangnya dia tidak merindukan keluarganya, atau mendapat jadwal shooting di Cina? Kenapa tidak segera pulang agar aku bisa hidup tenang sih.

“Aigoo mimpi apa aku semalam? Benarkah ini dirimu, Hyerin?” eomma jadi heboh sendiri saat melihatku sedang memasak di dapur.

“Berlebihan,” sahutku datar. Memang aku nyaris tidak pernah menyentuh dapur apa lagi memasak, tapi hari ini entahlah aku sendiri pun merasa ini adalah keajaiban. Semalam aku berburu resep yang mudah, mempelajarinya dengan hati-hati hanya demi… si Cho Setan tentu saja. Rasa sesak ini sungguh semakin sesak dan aku harus berusaha membuktikan bahwa aku tidak kalah dari nona Lou itu. Aku juga bisa. Aku pasti bisa. “Semangat!”

“Benar, semangat! Nanti aku mau bantu cicipi,” eomma mengepalkan tangannya ke udara, membuatku semakin semangat.

Satu jam kemudian….

“Astaga! Apa yang terjadi? Kau habis meledakkan dapur?” teriak eomma histeris melihat kekacauan yang ku buat di dapur.

“Aniya, justru aku baru saja menghasilkan makanan enak. Tada,” ku pamerkan hasil karyaku(?) dengan bangga.

“Tapi ini sungguh…. Chaos!” pekik eomma. “Kau harus bereskan kekacauan yang kau buat. Eomma tidak mau tahu!”

“Tapi aku terburu-buru, eomma,” ku keluarkan aegyo maksimal agar eomma tidak jadi menyuruhku membereskan dapur yang… eum… sejujurnya memang sangat berantakan karena aku.

“Bereskan.”

“Eomma….”

“Tidak mau dengar.”

“Hari ini saja….”

“Lakukan.”

“Aku janji akan jadi anak yang baik mulai besok….”

“Tidak peduli.”

“Eomma….”

“Aish, cepat pergi sana!”

“Horeeeeeee!”

o(^o^)o

“Hyerin-ah, kau sudah tiba?” Kangin oppa membukakan pintu apartemen tanpa membuatku menunggu lama. Aku tersenyum seceria mungkin dan menyapanya. “Kyuhyun sedang pergi.”

“Kalau begitu boleh tidak aku menunggunya?”

“Tentu boleh, kau kan bukan orang lain,” aku mengekori Kangin oppa ke dalam dan meletakkan makanan yang ku buat tadi di atas meja tamu. Sepertinya Kangin oppa tidak sadar aku membawa bungkusan makanan. Baguslah karena ini memang hanya untuk Kyuhyun.

“Oh ya oppa, dia pergi kemana? Ada jadwal tampil solo?” tanyaku sementara Kangin oppa mengambilkan minuman untukku.

“Ani, dia pergi bersama si aktris Cina itu. Katanya ingin membawanya jalan-jalan keliling Seoul.”

Kretek <////3

Eoh, jadi dia pergi pagi-pagi untuk kencan dengan si nona Lou. Sementara aku bangun pagi-pagi untuk membuatkan makanan enak untuknya. Dunia sungguh tidak adil.

“Kira-kira kapan kembalinya ya oppa?”

“Sepertinya akan lama. Seoul itu kan luas, kalau mereka bilang keliling Seoul berarti keliling tempat yang luas kan? Kau kira-kira saja sendiri.”

Jleb

Selama setahun aku menjadi yeoja Kyuhyun, mungkin kencan romantis semacam keliling Seoul dapat dihitung dengan jari. Mau bertemu saja susah, apalagi jalan-jalan nyaris hanya sekali. Dan hari ini Kyuhyun tanpa banyak pertimbangan jalan-jalan bersama si nona Lou ‘hanya berdua’. Beruntung aku adalah yeoja yang sabar dan bisa menerima dengan lapang dada namjanya kencan dengan yeoja lain. Fine, itu bodoh sebenarnya.

“Aku masil lelah dengan acara semalam. Kau tidak masalah kan ku tinggal istirahat?”

“Gwenchana aku bisa menunggu Kyuhyun sambil menyalakan TV,” jawabku mantap. Kasihan juga memang kelihatannya Kangin oppa kurang tidur.

“Geurae, kalau butuh apa-apa buka kulkas saja persediaan kami masih banyak,” pesan Kangin oppa sebelum menghilang ke kamarnya. DIa sangat mengerti kalau sesuatu yang mungkin akan ku butuhkan adalah makanan -_- Memang sudah menjadi rahasia umum kalau aku suka makan.

Penantian dimulai. Aku menyalakan TV untuk mengusir kebosanan. Ini sebenarnya tindakan bodoh. Ibaratnya, seorang istri tengah dengan sabar menunggu suaminya pulang selingkuh dengan… istri kedua? Ah kenapa harus ada istri-istrian seperti ini sih? Kenapa harus ada acara nikah-nikahan macam anak kecil saja. Atau sebenarnya hanya aku yang menganggapnya begitu.

Satu jam dua jam, mungkin makanan yang ku bawa sudah dingin. Tapi aku tetap ingin Kyuhyun mencicipinya. Biar bagaimana pun itu adalah hasil karya pertamaku. Sudah penuh pengorbanan hingga meninggalkan dapur yang penuh dengan pecahan telur berserakan, tepung yang tumpah kemana-mana, dan beberapa luka sayatan di jemariku. Karena sudah berjam-jam ku pikir ada baiknya berpura-pura mengirim pesan singkat padanya, paling tidak untuk membuat Kyuhyun sadar akan waktu yang sudah dia buang sia-sia bersama si nona Lou.

Tanggal 14 Maret….

Hei, 14 Maret berarti hari ini adalah… White Day benar! Aigoo ini adalah hari special bagaimana aku bisa tidak sadar. Kyuhyun ingat tidak ya hari ini? Aku tidak sabar menerima hadiah coklat darinya. Pasti dia sudah mempersiapkan coklat kesukaanku dengan hiasan cantik dan rasanya jelas sangat lezat.

“Kriiiuuuuk.”

Woops, sabar perutku sayang. Aku tahu kau sudah tidak sabar menikmati coklat istimewa dari Kyuhyun. Tapi kau harus bersabar sedikit lagi ya sebentar lagi si setan itu datang. Ku elus-elus perutku sendiri sambil membayangkan rupa coklat istimewa yang kemungkinan akan ku terima dari Kyuhyun nanti.

“Itu menyenangkan sekali Kyuhyun-ah.”

Dan benar saja tak lama setelahnya aku mendengar suara pintu yang dibuka dan derap langkah disertai suara kecentilan si nona Lou. Jadi dia sudah mulai belajar bahasa Korea? Cih, apa katanya tadi? Kyuhyun-ah, sejak kapan dia memanggil Kyuhyun seakrab itu.

“Ne, seperti itu White Day di Korea. Aku senang kau menikmatinya,” sahut Kyuhyun. Jadi benar ya Kyuhyun ingat ini White Day. Aku semakin yakin dia akan memberikan coklat untukku. Ku lirik makanan yang terbungkus rapi di dekatku. Kau bisa jadi tiket emas agar aku mendapat hadiah istimewa hari ini. Aigoo, sepertinya ini adalah hari baikku.

“Hei kau bukannya…” Lou yang pertama menyadari keberadaanku, lalu Kyuhyun menyusulnya. Aku berdiri, tersenyum cerah. Bukan karena aku bersikap ramah pada nona Lou, tapi bayangan coklat hadiah dari Kyuhyun terus muncul di otakku.

“Annyeong,” sapaku ‘sok’ ramah. Dalam hati aku ingin sekali menendang dia keluar agar aku bisa berdua saja dengan Kyuhyun.

“Hyerin-ah, kenapa tidak bilang akan datang?” sejujurnya aku kecewa dengan ekspresi terkejut Kyuhyun. Tapi tak apalah. Sebentar lagi aku akan membuat si nona Lou ini tahu posisinya.

“Sebenarnya aku sudah datang sejak pagi tadi. Tapi Kangin oppa bilang kalian jalan-jalan jadi aku tunggu saja.”

“Kau menunggu selama itu? Aigoo kenapa buang-buang waktumu?” kata Kyuhyun. Ok, sejujurnya lagi aku sedikit murka dengan respon tidak tahu diri Kyuhyun ini. Seenaknya saja bicara begitu. Tapi karena bayangan coklat special sudah di depan mata, aku menarik kedua sudut bibirku selebar mungkin. Aku tersenyum.

“Jadi bagaimana tadi? Jalan-jalannya menyenangkan?” tanyaku ‘berpura-pura’ ramah.

Nonan Lou tampak bingung, lalu Kyuhyun menyampaikan pertanyaanku dengan bahasa Cina. Lalu dia berkata dengan terbata dalam bahasa Korea yang buruk, namun aku bisa menangkap dengan jelas.

“Menyenangkan, sangat menyenangkan. Bahkan Guixian memberikan coklat padaku sebagai hadiah White Day.”

Jderrrr

Apa katanya tadi? Oh tidak mungkin. Sepertinya aku salah dengar tadi, dan bahasa Korea nona Lou benar-benar buruk.

“Apa katanya tadi? Sepertinya aku kurang mengerti,” ucapku dengan wajah pura-pura bingung.

“Kau ini dasar bodoh,” lagi-lagi sejujurnya aku sangat murka sekarang. Sebegitu menyebalkannya Kyuhyun sampai mengataiku, yeojanya, deangan sebutan bodoh di depan nona Lou. Semoga nona Lou tidak mengerti ucapannya barusan. “Dia bilang menyenangkan sekali. Bahkan aku memberikan coklat White Day untuknya.”

Mworago? Apa dia mengatakannya dalam keadaan sadar? Yak Cho Kyuhyun! Aku yeojamu, dia hanya istri bohongan. Apa sekarang menurutmu aku hanya kekasih bohongan? Aku bangun pagi menyiapkan makanan dengan susah payah lalu menunggumu di sini berjam-jam dan malah dia yang mendapat coklat White Day darimu? Baik, sejujurnya aku ingin sekali menendang jauh dirimu ke Pluto, Cho Kyuhyun. Oh bukan, sebaiknya yang ku tending Lou Yixiao saja agar hidupku terbebas dari bencana.

“Gomawo, Kyuhyun-ah. Coklatnya sangat… cantik.”

Jlebb

Ya Tuhan, bantu aku menendang si sumber bencana ini. Aku benar-benar tidak ingin dia berada di dekat kehidupanku.

“Hahaha, pasti menyenangkan sekali ya,” tawaku hambar. “Ini pasti menjadi kenangan indah bagi kunjungan pertama nona Lou ke Korea.”

Lou Yixiao memasang wajah bingung lagi. Lalu Kyuhyun kembali menerjemahkannya dengan bahasa Cina, “dia memanggilmu nona Lou.”

“Ah… iya dia benar-benar menghormatiku. Gadis yang sopan,” begitu jawaban nona Lou yang ku dengar dari Kyuhyun. Astaga. Lihat betapa sombongnya gadis Cina ini. Menghormati? Dia pikir dirinya itu putri bangsawan atau apa? Cih.

“Eum, kau pasti lapar bukan?” baik, kalau benar aku tidak mendapat hadiah White dari ‘namjachingu’ku sendiri. Paling tidak aku masih punya senjata terakhir.

“Tentu tidak. Aku dan Yixiao juga habis makan beberapa macam makanan khas Korea. Dia bilang ingin mencicipinya jadi sekalian kami makan banyak.”

Jderrrr

Fine. Sejujurnya sekarang kemurkaanku sudah melewati batas maksimal. Jika bisa diperlihatkan indikatornya, mungkin warna merah sebagai pertanda kemurkaanku sudah tumpah melewati batasnya. Aku sudah tidak punya pertahanan lagi. Ini akhir. Aku butuh istirahat.

“Geurae, aku pulang dulu kalau begitu. Yang penting aku sudah tahu kalau hari ini kau bersenang-senang dengan istrimu,” ucapku dengan senyum yang dibuat-buat.

“Hoahm… eh kalian sudah pulang? Hyerin menunggumu dari tadi,” Kangin oppa yang sepertinya baru saja bangun muncul dengan penampilan acak-acakan.

“Aku pulang dulu, oppa,” pamitku singkat.

“Hati-hati di jalan,” kata Kangin oppa. “Eh, ini bungkusan apa?”

“Itu… itu makanan basi. Dibuang saja,” ucapku lemas, tanpa menoleh, karena aku takut mereka semua menyadari penglihatanku yang sudah kabur karena mataku yang berair. Cengeng.

o(^o^)o

Hampir sebulan. Si nona Lou sumber bencana sudah kembali ke habitatnya(?). Hidupku tenang. Tapi tidak tenang. Labil memang -_-

Kyuhyun sama sekali tidak menghubungiku, apalagi menemuiku. Parah. Aku lelah(?) tapi aku ingat jadwal Super Show 5 dan aku pun bersabar. Super Show 5 di Seoul kemarin menjadi perantaraku untuk bisa sekedar melihat Kyuhyun. Ya, hanya bisa melihat. Setidaknya kerinduanku bisa terobati dalam durasi sekitar 3 atau 4 jaman. Di konser itu aku juga bertemu Luhan. Ya, dia nonton bersama beberapa member EXO lain. Sempat ada kontak mata, seolah saling menanyakan kabar. Tapi tentu hanya sebentar dan kami hanya bertukar senyum sebagai pertanda kami berdua baik-baik saja. Tidak mungkin kami bertegur sapa seakrab biasa di tempat seramai itu.

“Ish, sudah habis,” dengusku kesal. Heung akhir-akhir ini ponselku semakin tidak menyenangkan. Sepertinya mulai rusak dan batrainya perlu diganti. Aku butuh ponsel baru.

‘Yeoboseo,’ Harin eonnie masih di Jeju untuk urusan pekerjaan. Aku terpaksa menelponnya dengan telpon rumah.

“Ini aku,” ucapku singkat.

‘Aduh, kalau kau mau minta hadiah ulang tahun sekarang tabunganku menipis. Banyak sekali yang harus ku bayar untuk beberapa bulan ini,” cerocosnya tanpa jeda.

Tapi tunggu! Ulang tahun? Astaga aku bahkan lupa seminggu lagi aku ulang tahun.

“Aku tidak minta kado,” gerutu ku. “Eonnie, kapan pulang? Aku ingin tinggal di apartemen lagi.”

‘Entahlah, ini saja aku masih sangat sibuk. Bagaimana keadaan rumah?’

“Biasa saja, tidak ada yang special. Eonnie bagaimana?”

‘Aku di sini sibuk, tapi menyenangkan bisa melihat tempat indah setiap hari.’

“Ah, sepertinya aku harus beli ponsel baru,” rengekku.

‘Kenapa ponselmu?’

“Batrainya sudah tidak stabil.”

‘Ya sudah beli saja sendiri atau ajak eomma kalau dia tidak sibuk.’

“Ani, aku mau bersama eonnie. Biasanya barang yang eonnie pilihkan itu bagus.”

‘Ada-ada saja. Terserah asal kau mau bertahan dengan ponsel rusak sampai aku pulang.’

“Makanya cepat pulang. Hahaha,” candaku, walau sebenarnya aku tidak begitu mendesaknya untuk segera pulang. Pekerjaannya lebih penting.

Sebenarnya tidak masalah aku tidak segera ganti ponsel baru. Kalau ingin online aku bisa lebih puas dengan pc atau tab. Dan sekarang Kyuhyun juga tidak ada waktu untuk menghubungiku bukan? Dia tidak mengirim pesan atau menelpon jadi sebenarnya aku tidak begitu butuh ponsel. Kalau melihat ponsel aku akan semakin merindukan setan jahat itu.

‘Enak saja disuruh cepat. Kau pikir aku di sini sedak piknik?’

“Ne, hanya bercanda. Aku juga tidak terburu-buru. Eonnie fokus kerja saja.”

‘Bagus, sudah ya. Annyeong.’

“Annyeong,” sambungan telpon berakhir.

Mungkin tahun ini akan jadi ulang tahun yang biasa saja. Mungkin aku hanya akan makan malam dengan appa, eomma dan dua saengku. Mungkin hanya akan dirayakan dengan tiup lilin dan potong kue. Sudah. Mungkin tidak akan ada kejutan atau hadiah istimewa dari Kyuhyun. Mungkin juga Kyuhyun tidak ingat ulang tahunku. Mungkin dia bahkan tidak peduli….

o(^o^)o

Ini malam tanggal 14. Sesuai dugaanku tidak ada yang special. Akan terlewati begitu saja. Eomma sudah mengatakan tadi siang bahwa besok kami hanya akan makan malam sekeluarga ‘kecil’. Appa bersedia membelikan kue sepulang kerja, sementara eomma akan pulang lebih awal untuk memasak makanan kesukaanku. Begitulah, seperti tahun-tahun sebelumnya. Eh, tapi tahun lalu tidak sama. Ya, aku merayakannya di rumah sakit karena waktu itu aku dirawat dan Kyuhyun begitu perhatiannya membawakan pesta sederhana tapi istimewa untukku. Coba sekarang juga seperti itu.

Tapi nihil. Kyuhyun bahkan tidak menghubungiku sama sekali. Tidak ada tanda-tanda dia ingat ini tanggal berapa. Bahkan tanda-tanda dia merindukanku pun tidak. Apa dia sesibuk itu? Aku hanya bisa berharap semuanya berjalan lancar. Semoga dia tetap baik-baik saja, tidak sakit, dan tetap bisa menampilkan yang terbaik.

“Eonnie, tidak tidur?” tanya Eunchae yang tengah memeluk boneka hello kittynya, bersiap tidur.

“Ani, kau duluan saja. Eonnie tidurnya masih lama,” sahutku pelan.

“Ya sudah, jaljayo,” Eunchae melangkah ke kamarnya.

Aku mengecilkan volume televisi agar tidak ada yang terganggu karena semuanya sudah tidur. Aku sengaja begadang, setidaknya aku ingin mengucapkan saengil chukkae pada diriku sendiri, sebagai orang pertama -_-

Aku membeli cupcake cantik dengan sebatang lilin kecil. Sebenarnya aku berharap di malam pembuka ulang tahunku, ada Kyuhyun bersamaku. Walau dia tidak memberi kado apa-apa, tapi aku ingin dia jadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun. Aku ingin dia. Tapi dia tidak ada. Jadi boleh kan ku wakilkan.

Teng… teng….

Ini tepat tanggal 14. Aku memejamkan mata, berdoa dalam hati. Keinginanku sederhana. Aku ingin menjadi orang baik. Yang bisa membuat orang-orang yang ku sayangi bahagia. Orang baik.

“Fiuh…” lilin padam. “Saengil chukkaehamnida, saengil chukkaehamnida, saranghaeyo… Song… ani… saranghaeyo Cho Kyuhyun babo, saengil chukkae Hyerin.”

Nyanyian lirihku terdengar begitu miris bahkan di telingaku sendiri. Kyuhyun, dimana pun kau berada sekarang apa kau masih ingat aku? Aku sangat merindukanmu. Apa kau merasakannya?

o(^o^)o

From : Hani Kyeowo

Happy birthday my BFF. Maaf, hanya bisa memberikan ucapan sesederhana ini. Aku merindukanmu, berharap segera pulang ke Korea dan berkumpul lagi seperti dulu. Semoga semua harapanmu tercapai kawan. Love you

“Aku sangat merindukannya, sungguh,” ucap Hyoki gemas setelah membaca pesan Hani untukku. Siang itu aku mentraktir Hyoki sebagai perayaan ulang tahunku. Hanya makan ramen pedas dan ngobrol sebentar lalu jalan kaki pulang bersama. Hyoki memberiku boneka Luhan buatannya sendiri. Entah apa yang ada di pikirannya, jelas-jelas namjachinguku Kyuhyun.

“Kenapa Luhan?”

“Bukankah sekarang kau adalah penggemar fanatic EXO? Dan kemarin kau sempat selingkuh dengan Luhan bukan? Jadi ku buatkan ini agar kau ingat perbuatan jahatmu,” jawabnya enteng. Astaga ini adalah hadiah ulang tahun teraneh yang pernah diterima manusia.

Kami berpisah di persimpangan karena arah rumahku dan Hyoki berbeda. Setiba di rumah, eomma juga baru saja sampai dengan belanjaan yang banyak.

“Tidak perlu dibantu, kau tidak mau makanan untuk ulang tahunmu jadi berantakan, bukan?” ucapnya.

“Arasseo, siapa juga yang mau bantu?” aku segera naik ke kamar. Kenapa banyak orang aneh di hari ulang tahunku? Ck.

Setidaknya aku masih punya Hyoki dan keluargaku yang begitu perhatian merayakan ini. Yah, sebenarnya ulang tahun ini tidak terlalu biasa. Cukup menyenangkan walau minus Kyuhyun. Ku nyamankan posisiku di tempat tidur. Aku istirahat sekarang saja agar nanti bisa begadang lagi. Aku ingin menghabiskan sisa hari ulang tahunku dengan terjaga. Aku juga ingin menikmatinya walau tidak ada Kyuhyun. Haft, Kyuhyun lagi.

o(^o^)o

“Saengil chukkaehamnida… saengil chukkaehamnida… saranghaeyo, Song Hyerin… saengil chukkaehamnida,” mereka bernyanyi serempak sementara aku bertepuk tangan begitu riang. Setelah berdoa sesaat aku meniup lilin pada kue ulang tahunku dan mereka bertepuk tangan meriah lagi.

“Ayo potongan pertama untuk siapa?” kata eomma.

Aku meletakkan potongan pertama pada piring kecil, lalu ku berikan pada Eunchae sambil mengolesi pipinya dengan krim. Hahaha, lihat betapa lucunya Eunchae saat mempoutkan bibirnya karena pipinya kotor.

“Ah, eonnie, pipiku jadi lengket,” gerutunya.

“Harusnya kau senang dapat potongan pertama, dasar aneh,” decakku.

“Aish, harusnya potongan pertama untuk eomma. Kau ini benar-benar anak aneh,” protes eomma.

“Terserah aku, yang ulang tahun kan aku,” cibirku.

Setelah membagi rata kue pada piring masing-masing, kami menikmatinya bersama. Begitu saja, berceloteh tentang apa saja yang kami alami, yang berhubungan denganku tentu saja. Appa bercerita saat aku terjatuh dari lemari hingga dahiku benjol besar. Sebenarnya itu sangat aneh, aku sendiri tidak ingat kenapa dan apa tujuanku naik ke atas lemari hingga jatuh. Kalau dipiki-pikir, naik ke atas lemari itu perbuatan bodoh -_-

Lalu eomma menceritakan pengalamannya saat mengandung diriku, bahwa dia ngidam banyak makanan. Pantas saja aku suka makan. Sementara Eunhye malah bercerita saat aku baru pindah ke apartemen dan baru mengenal Kyuhyun. Bagaimana dulu kami masih saling membenci dan tidak pernah akur. Anak ini tidak tahu suasana. Kenapa malah bawa-bawa Kyuhyun saat aku tengah merindukannya. Bodoh. Terakhir Eunchae yang bercerita. Awalnya aku merasa aman-aman saja, dia hanya bercerita bahwa aku baik, sering membantunya mengerjakan PR. Tapi pada akhir cerita dia nyaris saja memberi tahu eomma tragedi malam ketika aku dan Kyuhyun tertangkap basah olehnya sedang melakukan adegan rated T. Astaga, anak kecil benar-benar memiliki ingatan yang tajam.

“Sepertinya dia sudah mengantuk. Bagaimana kalau kita semua tidur sekarang? Kita bereskan semuanya,” segera ku bekap mulut Eunchae dan berharap eomma segera mengakhiri pesta sederhana ini.

“Benar juga, besok aku harus berangkat pagi,” kata appa.

Maka pesta itu pun berakhir. Aku menghembuskan nafas lega. Selamat.

o(^o^)o

naemaeumeun geudaereul deutjyo

meoributeo bal ggeutggaji

chingudeul nareul noll yeodo

nae gaseumeun modu geudaeman deulleoyo

Aku bersenandung kecil mengikuti lagu yang ku dengar dari ipodku. Pelan saja, aku tidak mau eomma marah-marah karena aku mengganggu tidurnya. Satu jam lagi, tanggal 14 akan habis. Aku benar-benar begadang sambil bermain game online, browsing, fangirling, seperti itu. Dan sepertinya aku benar-benar merindukan Kyuhyun karena dari tadi lagu Listen to You yang dia populerkan ku putar terus tanpa berpindah ke lagu berikutnya. Sengaja ku set repeat one song. Aku hanya bisa mendengar suaranya seperti ini. Ah, Kyuhyun kau ada di mana?

Tok… tok… tok…

Ketukan? Siapa itu? Ku pikir semua orang sudah tidur. Aneh sekali. Dengan headset masih di telinga, aku menuju pintu kamar yang memang ku kunci agar tidak ada yang mengganggu kegiatan begadangku. Dan saat ku buka pintunya….

“Annyeong.”

Ini bukan mimpi kan? Ku pikir dia benar-benar sudah melupakanku. Ku pikir dia benar-benar sudah tidak peduli. Ku pikir dia benar-benar tidak akan menemuiku lagi. Tapi melihatnya sekarang dengan mata kepalaku sendiri, dan suara nyanyiannya di telingaku, rasanya aku ingin segera… memeluknya.

“Dasar bodoh, ini sudah jam berapa?” tapi hanya itu yang terjadi. Aku tidak punya nyali untuk memeluknya.

“Hehe, maaf. Aku benar-benar tidak bisa mencuri waktu kau tahu. Ini saja dari bandara aku langsung melesat ke sini dengan taxi. Aku belum terlambat kan? Setidaknya masih ada empat puluh menit sampai ulang tahunmu habis,” dia tersenyum lebar.

“Begitu santainya? Kau mengatakan itu dengan begitu santainya?” apa kau tidak tahu betapa aku menunggu kabar darimu, begitu merindukanmu, selalu online untuk memastikan kau baik-baik saja. Kalimat itu hanya bisa tertahan dalam hati. Tidak bisa ku ungkapkan secara frontal. Aku penakut.

“Ya, kenapa aku harus tegang?” dia mengangkat bahu. “Ah iya, saengil chukkaehamnida. Lihat, aku bawa black forest ukuran besar. Ayo ke halaman belakang,” dia menarik tanganku.

“Kau pikir ini rumahmu? Bagaimana kau bisa masuk?”

“Eommamu tadi bangun untuk membukakan pintu. Tidak enak juga sih, membangunkan orang yang sudah tidur. Dia agak merasa terganggu tapi sepertinya mengerti. Sekalian aku minta izin ke halaman belakang untuk merayakan sisa hari ulang tahunmu. Tidak masalah kan aku hanya bisa menyiapkan ini. Besok aku harus kembali beraktivitas.”

“Dasar bodoh,” ku jitak kepalanya. Aku mengatainya bodoh, bukan karena aku egois, kecewa dia datang terlambat. Tidak. Menurutku dia bodoh karena begitu manisnya merelakan waktu istirahat untuk bisa ke sini. Dia bodoh kan?

Kami duduk di bangku halaman belakang rumahku. Aku baru sadar dia membawa gitar. Dan sebenarnya gitar itu untuk apa? Setahuku dia tidak bisa main gitar, atau hanya aku yang tidak tahu. Bisa jadi ada banyak hal yang masih belum ku tahu tentang Kyuhyun.

“Kau pasti sudah tiup lilin kan? Jadi tidak perlu lilin ya, kita langsung makan kuenya saja,” kata Kyuhyun. Padahal aku tahu, dia pasti membeli kue ini terburu-buru dari bandara. Tidak sempat memesan, bahkan tidak sempat membeli lilin. Jadi kue ini terlihat biasa, tidak menunjukkan kue ulang tahun sama sekali. Tapi aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Dalam hati merutuki kebodohanku yang sempat berpikir negative bahwa dia sengaja mengabaikanku.

Kami menikmati kue itu berdua saja, di bawah taburan bintang. Menurutku itu sudah sangat romantis. Lalu aku teringat gitar yang dia bawa. Kasihan sekali gitar itu hanya bisa menonton kami makan.

“Itu gitar siapa?” tanyaku.

“Itu punyaku, dan punyamu juga,” jawabnya sambil terus mengunyah kue.

“Punyamu, punyaku? Aku tidak mengerti.”

“Aku tidak sempat menyiapkan kado, juga bingung mau memberimu apa. Saat membeli kue ini, aku melewati toko alat musik. Aku beli saja gitar,” dia mengambil gitarnya lalu memainkannya sebentar.

“Tapi aku tidak mengerti, untuk apa?”

“Sebagai kado, aku akan menyanyi saja. Kau suka suaraku bukan?” godanya penuh percaya diri.

“Cih, setan ini. Terserah saja. Nyanyikan lagu yang bagus untukku.”

“Baik, dengarkan ya,” katanya semangat.

Aku tidak tahu sejak kapan dia bisa main gitar, tapi sepertinya belum mahir karena karena ada beberapa nada yang sumbang menurutku. Tapi perasaanku? Jangan ditanya. Aku merasa istimewa. *ceribel -_-*

aninde naneun aninde

jeongmal igeon mali andoeneunde

babeul meogeodo jami deulddaedo

michyeonneunji geudaeman boyeoyo

eonjena nareul jongil namaneul

motsalge hae miwonneunde

eoddeoke naega eoddeoke

geudael saranghage dwaeneunji isanghajyo

 

naemaeumeun geudaereul deutjyo

meoributeo bal ggeutggaji

chingudeul nareul noll yeodo

nae gaseumeun modu geudaeman deulleoyo

hana dul set geudaega utjyo sumimeojeul geot mangatjyo

geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yoril hajyo

yeongwoni i love you love you love you

Sepertinya aku memang jodoh dengan lagu itu. Beberapa saat yang lalu aku mendengarkannya berulang-ulang dan sekarang aku bisa menikmati Kyuhyun menyanyikannya secara live di depan mataku. Apa ada hadiah yang lebih istimewa dari ini?

Oh my baby my love

Aku bertepuk riang setelah dia menyelesaikan lagunya. Dan dia berdiri melakukan penghormatan layaknya sedang tampil di panggung yang besar.

“Sejak kapan kau belajar gitar?”

“Heum, sebenarnya baru seminggu yang lalu. Hahaha,” akunya sambil tertawa.

“Pantas saja.”

“Pantas apa?”

“Permainanmu tadi buruk sekali, banyak nada yang sumbang. Beruntung suaramu masih bisa dinikmati.”

“Terserah saja, setahuku kau sangat menyukaiku hingga tidak bisa berhenti tersenyum selama aku menyanyi tadi,” sahutnya enteng.

Asataga, apa aku sekonyol itu? Benarkah dia memperhatikannya? Ini memalukan sungguh.

“Hahaha, lihat wajahmu. Aku hanya asal bicara tapi rupanya benar ya.”

“Dasar setan menyebalkan,” ku pukul lagi kepalnya.

“Aigoo aigoo kau sudah bertambah usia tapi kenapa sifat burukmu tidak berubah? Ck, dasar hantu jahat,” dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Terserah saja, setahuku kau sangat menyayangiku hingga rela tidak istirahat untuk datang ke sini di sisa hari ulang tahunku,” balasku telak.

“Hem, sayang sekali itu benar.”

“Ya sudah, satu sama sekarang.”

“Arasseo arasseo, saranghae Song Hyerin,” dan tiba-tiba dia memelukku gemas. Tidak sadar apa kelakuannya ini bisa berpengaruh buruk pada jantungku?

“Apa-apaan ini? Yak, Cho Setan lepas,” susah payah aku melepas pelukannya.

“Ani, kau saja tidak tahu selama ini aku begitu merindukanmu sampai gemas ingin cepat memelukmu seperti ini,” jawabnya masih tidak meregangkan pelukannya.

Blush

Mau tak mau aku tersenyum. Syukurlah, perasaanku tidak sepihak. Dia juga merindukanku ternyata. Akhirnya aku menyerah dan membiarkan dia memelukku selama yang dia mau. Aku pun ingin terus memelukmu seperti ini, Kyu.

“Kau… harus percaya padaku. Berada dimana pun aku, siapa pun yang bersamaku, jangan pernah meragukanku. Aku tidak punya hal hebat untuk bisa membuktikannya. Aku tidak bisa melakukan lebih agar kau benar-benar percaya. Aku hanya bisa seperti ini. Dan ku harap itu cukup untuk membuatmu percaya dan bersabar menjadi yeojaku. Aku bahagia, sangat bahagia memilikimu walau mungkin kau tidak bahagia karena selalu ku tinggal sendirian….”

“Bicara apa kau? Aku adalah yeoja paling bahagia di dunia. Jangan bicara yang aneh-aneh.”

“Baguslah,” ucapnya lega. “Karena itu, jangan terlalu cemburu.”

“Siapa yang cemburu pada siapa?”

“Tentu saja kau, pada siapa saja.”

“Aku hanya merasa iri… sepertinya. Merasa tidak cukup sepadan untukmu. Aku tidak ada apa-apanya diabanding mereka.”

“Beginilah nasib punya yeoja yang bodoh. Dijelaskan berkali-kali pun tidak akan mengerti. Aku sudah memilihmu. Harusnya kau bangga dan menyombongkan diri. Dasar bodoh.”

“Ya aku bodoh dan kau lebih bodoh karena menyukai orang bodoh,” ucapku.

“Sayangnya itu benar,” jawabnya. “Aku mencintaimu, Song Hyerin. Mungkin setelah ini aku akan sangat jarang mengatakan kalimat itu padamu.”

“Tidak perlu sering-sering mengucapkannya. Buat aku merasakannya saja. Aku juga mencintaimu,” jawabku sambil tersenyum manis. Dia mengecup puncak kepalaku. Ya, aku merasakannya. Dan semoga ini awet bahkan berlangsung selamanya. Itu doaku di detik-detik terakhir tanggal 14.

“Oh iya, gimbap buatanmu waktu itu agak keasinan,” ucapnya tiba-tiba. Gimbap?

“Gimbap apa?”

“Gimbap basi yang waktu itu kau suruh Kangin hyung buang. Aku makan semuanya dan keasinan. Tapi lumayan, jadi kau harus belajar terus ya.”

Astaga. Sekarang aku berharap Kyuhyun tidak melepaskan pelukannya. Bukan karena aku mesum, tapi aku terlalu malu berhadapan dengannya. Jadi dia memakannya dan tahu itu buatanku.

“Bagaimana bisa….”

“Hahaha, kau terlalu cepat emosi dan segera pulang. Padahal aku sudah menyiapkan coklat white day untukmu. Terpaksa ku berikan pada Sungmin hyung dari pada terbuang sia-sia,” ceritanya. Demi apa pun aku tidak punya muka berhadapan dengan Kyuhyun. “Tapi terima kasih sudah berusaha membuatkanku Gimbap keasinan. Hahaha.”

“Dasar bodoh, sudah ku bilang itu makanan basi kenapa dimakan,” ku pukul pelan dadanya.

“Kau pikir Kangin hyung bodoh? Tentu saja dia memeriksa makanannya lebih dulu sebelum membuangnya. Dan menurutnya tidak ada tanda-tanda basi sedikit pun jadi dia memberikannya padaku. Aku tahu kau sangat bodoh. Tapi lain kali kau harus lebih pintar mencari alasan. Arasseo?”

Aish, setan ini kenapa selalu menghancurkan momen yang sudah indah dengan sifat menyebalkannya?

“Dasar menyebalkan,” sungutku dengan mood yang hancur.

“Hahaha, aku hanya senang membuatmu seperti ini. Aku mencintaimu, Hyerin. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu….”

Ya, dia adalah Cho Kyuhyun. Setan jahat yang selalu membuatku merindukannya. Rasa cintaku tak pernah habis, selalu terisi ulang dengan sifat menyebalkannya yang selalu menaikturunkan moodku. Tuhan, terima kasih sudah mempertemukan kami. Dan terima kasih juga untuk kalian, yang menjadi saksi kisah manis kami.

Maybe end

o(^o^)o

P.P.S : Entahlah, sepertinya mata saya berkaca-kaca saat menulis ini. Hahaha. Saya tidak tahu KyuRin Tale akan benar-benar berakhir di sini atau lanjut, tapi mengingat KyuRin Tale adalah never ending story ya jelas cerita ini akan terus lanjut sekali pun hanya akan jadi koleksi pribadi saya. Karena saya berencana pensiun(?) dari RFF. Entah pensiun dari dunia ff juga atau tidak. Saya tetap menulis, tapi mungkin hanya sebagai koleksi pribadi, karena kemungkinan akan semakin sulit untuk posting.

Mohon maaf bagi yang menanti Wedding Disaster. Ff itu terpajang rapi di lepi saya dan mungkin tidak pernah diposting lagi, hanya tersimpan di dokumen pribadi L kalau pun saya post ya jelas bukan di RFF. Maaf, beribu maaf atas tindakan tidak bertanggung jawab saya yang menghentikan update-an ff begitu saja. Silakan kecam saya sesuka hati readers.

Tapi berat ya meninggalkan dunia penuh imajinasi ini. Berat sekali T.T Jadi saya mohon doanya saja yang terbaik. Jadi intinya sekarang saya tengah di awang-awang(?) antara berhenti dan tidak. Terima kasiiiiiih sekali bagi para pembaca setia KyuRin Tale dan ff saya lainnya. Saya selalu tersenyum setiap membaca komentar kalian *bagi yang komentar* sekali pun itu kritikan atau pujian. Terima kasih sudah setia walau selalu saya buat kesal karena kelamaan nunggu._.v dan maaf sebesar-besarnya kemampuan menulis saya tetap ancur seperti ini hahaha. Dan saya berharap kalian semua selalu ingat saya, sebagai author gaje yang selalu bawa ff ajaib yang ancur, tapi baik hati tidak pernah memprotek ffnya hahaha. Juga jangan lupaka couple abal dari dunia ghaib(?) si setan dan hantu. Sekali lagi terima kasih terima kasih. Annyeong, saya mencintai kalian semua.

17 thoughts on “KyuRin Tale: Rin’s Day

  1. tetep ya.. ada lika liku cemburu2 ala anak bocah XD tp untung kyu selalu bs yakinin hyerin klo dia emg cuma cinta sm hyerin walaupun telat mulu+ketutup gengsi & bikin hyerin stress dulu -,-. tp sweet gila si kyu?! bljr dr sungmin atau donghae nih kyknya hahaha
    yah.. jgn berhenti… msh super seru ceritanya… jd share aja, jgn cuma disimpen X-( ok ok ok!!!

  2. share nya ke blog mu aja chingu
    aku hampir tiap hari ngunjungun blog mu tapi yg tterakhir di post masih 2013 Wish u.u

    aku suka couple dari dunia gaib ini hahaha

    ceritanya selalu menarik
    ah si eunchae mau ngelapor kissing scene KyuRin di dapur ya hahahaha
    ckckck bocah kkkk

  3. Akhirnya muncul setelah sekian lama gak update. Aaaaaaa selalu aja ngegemesin pasangan itu hehe..saengil chukkahamnida Hyerin hehe..
    Yahh author, jangan berhenti peliiiissss demi apapun ini pasangan paling fenomenal sejagad raya per-FF-an haha.. Serius ini keren. Semua feel dapat dalam ff ini. Aaaaaa gak tau deh klw berhenti gimana huhu.

  4. kok saia masih sakit hati yah ama Kyu bahkan ampe akhir cerita dan s’nona Lou ntu rasa’a mau aku tendang ampe k’north pole beku beku deh d’sono penganggu !!!!!!!!!!!!!

  5. thor, gue gemes sendiri bacanya -_- jangan pensiun jadi author dong yayayaya. akoh mencintaimu thor (•ω•`๑ ) (๑• ω •๑) ( ๑´•ω•) :p

  6. thor, kisah Kyurin gak boleh berakhir!
    harus terus lanjut sampe mereka tua!
    walaupun gk di posting disini, aku harap authornya menyediakan blog sendiri utk posting kisah Kyurin selanjutnya!
    aku bener” suka sama ceritanya…
    oke?
    fighting buat authornya!
    terus berkarya.. ^^

  7. di awal q gemes banget ma sikap kyuhyun yg selalu cuek gak sensitif…. tp ending nya so sweet jg…. like this 🙂 😀

  8. jangan berhenti dunk… jgn putus smangat yah..
    ak slalu suka ma karya2 mu….”kyurin tale” makin ksini critax smakin menarik, smakin ngegambarin dewasax kyurin couple.
    btw, aku suka bgt ma kata2 kyu : “Kau… harus percaya padaku. Berada dimana pun aku, siapa pun yang bersamaku, jangan pernah meragukanku. Aku tidak punya hal hebat untuk bisa membuktikannya. Aku tidak bisa melakukan lebih agar kau benar-benar percaya…….
    so sweet…

  9. mwo???
    mau pensiun???
    yahh,,,padahal KyuRin belum nikah tuuuhhh…..
    Tapi ya,, sebagai reader aku harus ngehargain keputusan mu,, meski kecewa….
    Masalahnya, KyuRin itu seru banget….gk ada samanya…

    Part ini,, kasian banget Rin… perasaannya dia kayak ditarik ulur sama Kyu oppa….
    Aku aja sampe ikutan emosi pas masalah white day itu… hufff,,, siapa yg gk bakal emosi gitu….
    Tapi Kyu oppa tuh selalu bisa bikin Rin gak bisa marah lagi sama dia..
    Dan apaan tuh, minta maaf pake acara nyanyi 3 bears di bawah jendelanya Rin???? konyol banget sih oppa…..
    Dan yg paling manis itu pas mereka ngehabisin sisa hari ultah Rin….hmmmm
    _Putry Aprilya_

  10. bagus sih tp rada kerasa hambar ya. hmm……..padahal aku berharap ceritanya kayak yg “broke up” sampe “first……”

  11. authorr?!! kpn coba berhenti 😦 aku suka tau ama tulisan2 tangan author! sangat unik dan menyenangkan! yahh tulisan FFnya bagi2 dong thor 😦 apalagi yang wedding disaster! itu udh aku tungguin juga *nanggis!* author jahat banget-_-

  12. annyeong author-ssi ^^
    mianhae baru comment di sini, part entah keberapa..astaga aku jatuh cinta sama mereka aaaaaaaa *tunjuk-tunjuk KyuRin
    bagus thor ceritanya, bahasanya juga duh daebbakk
    you know what, thor? ini ff taun berapa dan skrg udah taun berapa😂
    aku aja nemu ini ff dari komen nya orang, sekali baca lgs jatuh cinta karena kocaknya/? wkwkwk dan saat saat sedang serius author note nya muncul yg bikin yg baca jadi ngakak/? hahahaha lol 😂 tapi jadi unik deh ff inii..
    satu lagi thooorr,
    kalo mau lanjut gpp kok thor mau jelek, mau abal abal, mau gaje, mau gimana gimana aku terima asal ketemu lagi sama couple abal dunia gaib ini thoorr, jangan pensiun dongg 😢😢 setidaknya author update di blog pribadinya gitu/? tapi i dunno where is your private blog T^T
    oke fix lah kyk nya aku yg pertama dan terterakhir komen di awal tahun 2015 ini/? bakalan kangen nih sama KyuRin, padahal pengen tau ntar kalo udah nikah gimana punya anak gimana/? wkwkw
    *panjang nih komen kesel yg baca, yang ngetik cerewet amat*
    sekian dari i buat salah satu author favorit saya/? keep writing ya unnie, may you have a wonderful life😅 readers love you😚

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s