[OneShoot] WHY…? Because…

why

Tittle : WHY…? Because…

Main Cast: L (Kim Myung-Soo) ‘Infinite’ , Jiyeon ‘T-ara’

Support Cast : temukan sendiri 😀

||| Genre: Romantic||| Length: One shoot ||| Rating: Pg–15 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama, belum pernah aku postingin dimana pun jadi jika mendapatkan yang sama seperti ini segera laporkan padaku . hehe typo masih laris di FF ini jadi segera beri komentar jika mendapatkan hal tersebut|||Author : Nasriani Halim (Park Mirin)

***

Hari ini seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 21 tahun sedang melangkahkan kakinya menuju sebuah bangunan besar yang biasa mereka sebut gedung universitas Daekyung, ini adalah tahun-tahun terakhirnya berada di universitas tersebut mengingat ia akan menyelesaikan skripsinya dalam waktu dekat ini. Ia tak hentinya memandangi ponselnya yang berwarna putih sejak memasuki gedung kampus.

“yakh! Myungsoo! Myungsoo!! Yakh! Kim Myunsoo!”panggil seseorang yang ternyata adalah seniornya yaitu sunggyu yang terlihat kesusahan membawa kardus coklat.

Ia menoleh sejenak, dan kembali melihat ponselnya. Merasa di abaikan sunggyu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menarik nafas karna harus mengangkat kardus-kardus coklat itu sendirian. Myungsoo, begitulah semua teman-temannya memanggilnya. Myungsoo adalah anak yang pintar diantara teman-temannya bukan hanya itu bahkan bagi para senior-seniornya. Ia baru 2 tahun lebih berkuliah ia sudah hampir menyelesaikan sarjananya.

Saat perjalanan menuju kelas myungsoo terus saja tersenyum pada ponselnya yang membuat orang yang melihatnya merasa aneh, sudah beberapa hari ini myungsoo terus saja tersenyum pada ponselnya tidak terkecuali jiyeon. Jiyeon adalah seseorang yang beberapa bulan terakhir ini menjadi dekat dengan myungsoo itu karna myungsoo bekerja sebagai guru private jiyeon, tak dipungkiri jiyeon memang sangat terpesona melihat ketampanan myungsoo. Jiyeon kembali menghela nafas saat myungsoo mengabaikan lambaian tangannya dari gedung sebelahnya, yah memang mereka berbeda jurusan dan itu menandakan mereka juga berbeda gedung untuk belajar.

“myungsoo mengabaikanmu lagi?”tanya hoya yang tiba-tiba muncul mengagetkan jiyeon.

“ia, sudah beberapa hari ini ia begitu menyebalkan! Bahkan saat belajar ia terus saja melihat ponselnya dan tertawa terbahak-bahak”ucap jiyeon.

“aku juga merasa begitu, kemarin saat memintanya membantuku untuk tugas seni dia juga hanya tersenyum dengan ponselnya tanpa menghiraukanku!”

“ahh.. Benar-benar membuatku frustasi”ucap jiyeon berjalan memasuki kelas dengan memukul dadanya sendiri.

***

dosen yang akan mengajar telah memasuki ruangan kelas, myungsoo pun meletakkan ponselnya kedalam tas. Ia mengeluarkan buku dan juga pulpennya, kelas pun dimulai. 15 menit berlalu myungsoo terus saja tersenyum memikirkan sesuatu dan kembali membuka tas dan meraih ponsel miliknya.

Ia mengetikkan sesuatu disana namun entah mengapa ia kembali menghapusnya dan menaruhnya begitu saja diatas mejanya. Dosennya terlihat kesal melihat tingkah laku myungsoo yang sepertinya tidak konsentrasi dan memperhatikan dirinya sedang menjelaskan panjang lebar.

“myungsoo! Kim myungsoo!”panggil dosennya namun myungsoo terlalu asik melamun sehingg tak mendengarnya sedikitpun.

“yakh kim myungsoo!”panggil woohyun sambil menendang kursi myungsoo dari belakang.

“mwo?”ucap myungsoo menoleh kebelakang.

Woohyun hanya berekspresi jelek dan memberi kode agar segera menoleh kedepan. sudah terlambat, dosen tersebut telah berdiri dihadapan myungsoo dan menyuruhnya untuk keluar dari kelasnya karna tidak serius mengikuti pelajaran.

Semua terlihat heran, bagaimana mungkin seorang myungsoo yang jenius diusir dari kelas? Pikir semua teman sekelasnya bahkan salah satu teman sekelasnya mengirimkan pesan ke teman-temannya bahwa ‘myungsoo sang jenius diusir dari kelas’. Hampir seisi kampus syok karna hal tersebut, tidak terkecuali jiyeon yang tak hentinya membaca kembali pesan yang ia terima.

Semua berfikir myungsoo pasti frustasi atas kejadian ini. Namun, kenyataan berbalik myungsoo malah terlihat biasa-biasa saja. Setelah diusir dari kelas ia berjalan menuju kantin kampus.

“ini pasti sangat berat untukmu”ucap seorang bibi pemilik kantin yang memberikan segelas kopi untuk myungsoo.

Myungsoo hanya membalasnya dengan ucapan terima kasih dan tersenyum.

“ahh, bagaimana mungkin anak sejenius dirimu di usir dari kelas? Kau bahkan masih bisa tersenyum seperti itu. Tenanglah semua akan baik-baik saja”ucap bibi itu mengelus pundak myungsoo.

Myungsoo hanya bisa tersenyum dan terlihat bertanya-tanya dalam hati ‘apa yang dikatakan bibi itu? Aku tidak mengerti.’

***

Sudah 1 jam myungsoo berdiam diri di kantin memandangi ponselnya. Saat seseorang wanita berjalan melintas di hadapannya ia akan tersenyum dan membanyangkan seseorang yang ia fikirkan. Saat ia menengok kebelakang dan ternyata semua yang ada dipenglihatannya adalah orang yang ia bayangkan. Ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ahhh..”ucap myungsoo terkejut menjauh saat jiyeon tiba-tiba muncul dihadapannya.

“ahh… Ada apa denganmu? Apa aku ini hantu?”tanya jiyeon yang menirukan wajah terkejut myungsoo ketika melihatnya.

“Aniyo~”ucap myungsoo melihat kearah lain.

“lalu sekarang kenapa tidak mau melihatku?”tanya jiyeon. “ahh, itu tidak penting! Yang mau kutanyakan sekarang ialah apa yang kau pikirkan ah? Kenapa kau bisa di keluarkan dari kelas? Ini benar-benar bukan gayamu”omel jiyeon.

“aniyo~ aku hanya merasa bosan dikelas itu saja”

“tidak masuk akal! Sejak mengenalmu aku tak pernah mendengar dirimu sedikitpun mengatakan hal itu”ucap jiyeon. “ahh, oia. Kenapa belakangan ini kau terus saja memandangi ponselmu ah? Apa karna itu kau selalu merasa bosan belajar sekarang?”tanya jiyeon seperti sedang mengintrogasi myungsoo.

“aniyo~”

“itu saja? Kenapa sejak tadi kau terus saja menjawabku dengan ucapan aniyo~, aniyo~”omel jiyeon mengikuti gaya berbicara myungsoo.

“aku ingin ke toilet sebentar”ucap myungsoo pergi.

“yakh!!! Aku belum selesai!!”teriak jiyeon. “ahh.. Benar-benar! bahkan ia tak pernah membalas pesan-pesanku satupun. Padahal ponselnya terus saja menempel di tangannya belakangan ini! Ahh apa dia..”omel jiyeon yang terhenti ketika melihat ponsel myungsoo yang tertinggal di meja.

Ia terdiam sejenak dan berfikir mengapa kau tidak melihat ponselnya saja langsung dan menemukan jawabannya? Ia pun hendak meraih ponsel myungsoo namun keberuntungan tidak ada padanya hari ini. Myungsoo datang dan lebih dahulu mengambil ponselnya.

“kau mau mengambil ponselku ya? Ahh”

“aniyo~, aku baru saja ingin memanggilmu karna ponselmu ketinggalan itu saja.”ucap jiyeon memberi alasan palsu.

“heh.. Kau pikir aku tidak tau apa?”ucap myungsoo sewot dan menonjol kepala jiyeon. “aku tidak sebodoh dirimu. Tau!!”

myungsoo berlalu, jiyeon seperti kehabisan nafas saat melihat tingkah myungsoo yang begitu aneh. Jiyeon mengambil ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan singkat pada myungsoo.

‘kau bodoh!!!’

-beberapa detik kemudian-

‘benarkah? Baiklah. Jika aku benar bodoh maka aku berhenti jadi guru privatemu! byebye’

 

“ahhhh…”teriak jiyeon yang membuat seisi kantin melihat kearahnya. “bagaimana ini? Apa yang kulakukan!!! Ahhhh!!!”

‘aku hanya bercanda myungsoo~a’

‘kumohon jangan berhenti jadi guruku…’

‘yakh !! Myungsoo~a’

‘kumohoon…’

‘myungsoo~a’

‘aku hanya salah ketik tadi, hajima…’

‘hajima..hajima..hajima…’

‘kenapa kau tak membalas? Hah?’

‘myungsoo~a’

‘myungmyungmyungmyungsoo~a’

‘ahh :'(‘

‘:(‘

‘geumanhae..’

‘yakhhhhh&!!!!!!!’

‘ahhh….’

‘myung….soo…’

‘aku akan mati saja’

 

myungsoo yang duduk di toilet pun hanya tertawa melihat berpuluh-puluh pesan jiyeon yang Masuk ke ponselnya. Setiap detik bahkan ponselnya bergetar akibat pesan jiyeon.

 

‘yakh!!aku akan mati saja!!!’

 

myungsoo kembali tertawa dan mulai mengetik pesan untuk membalas pesan jiyeon.

 

mata jiyeon terbelalak ketika satu pesan masuk, dengan segera ia membuka dan berharap itu balasan dari myungsoo yang akan mencegahnya namun naas kenyataan berbalik dengan keinginannya.

‘lakukanlah sekarang!!’

“ahh, dasar menyebalkan!!!! Ahhhhhhhh”

“diam”ucap seseorang yang datang menyumpal mulut jiyeon dengan roti.

“apa yang kau lakukan?”ucap jiyeon mengeluarkan roti dari mulutnya.

“kau bilang mau mati? Kalau begitu matilah sekarang!”ucap myungsoo kembali duduk dihadapan jiyeon.

“apa yang kau katakan? Siapa yang bilang seperti itu?”ucap jiyeon memutar-mutar ponselnya. “lalu! kenapa kau masih mengabaikanku? Apa aku kurang cantik? Begitu ka?”

“apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti!!”bantah myungsoo.

“kalau begitu, apa kau punya pacar sekarang?ohh jadi itu sebabnya kau terus tersenyum dengan ponselmu itu begitu? Ahh Kalau begitu itu artinya aku harus berhenti mengejarmu mulai sekarang”ucap jiyeon melemas. “ahh, baiklah. Aku mengerti sekarang”lanjut jiyeon.

“pacar?”tanya myungsoo tertawa.

“apa yang lucu?”tanya jiyeon mulai marah.

“tidak ada”

“lalu kenapa kau tertawa hah?”

“kenapa? memangnya salah jika aku tertawa?”omel jiyeon. “jika begitu, kenalkan aku pada wanita itu. Lalu, jangan berhenti ya jadi guru privateku. Kau mengerti?”

“akan ku pertimbangkan”

“ahh, terserahmu saja”ucap jiyeon. “tapi.. Boleh aku bertanya sekali ini lagi”

“apa?”ucap myungsoo kembali sibuk dengan tersenyum pada ponselnya.

“kenapa kau selalu tersenyum pada ponselmu itu? Karna…”tanya jiyeon menatap myungsoo dengan wajah serius menanti jawaban myungsoo.

ponsel jiyeon bergetar, namun ia tak menghiraukannya sama sekali karna sedang menunggu reaksi myungsoo.

“ponselmu!”ucap myungsoo.

“ahh, biarkan saja. Jangan coba mengalihkan cepat beritahu aku!”

“ponselmu!!”

“ahh, baik-baiklah”ucap jiyeon meraih ponselnya dan membuka sebuah pesan masuk.

‘berhenti memandangiku seperti itu! Aku gugup, apa kau mau membunuhku?’

“aku sudah membacanya! Sekarang beritahu aku!”ucap jiyeon yang sama sekali tak melihat siapa pengirimnya. “cepatlah!!”ucap jiyeon yang semakin mendekatkan wajahnya.

“ahh”

“ada apa? Kenapa kau menghela nafas?”tanya jiyeon.

“aku…”

“ah, jawab aku dulu cepat!”ucap jiyeon menarik tangan myungsoo yang telah membaca kalau myungsoo akan melarikan diri lagi.

“pertama lepaskan dulu tanganmu”pinta myungsoo.

Setelah itu bukannya bicara myungsoo malah mengambil ponselnya. merasa kesal jiyeon terus saja mengomel-ngomel karna tidak diabaikan dan berusaha melihat apa yang sedang dilakukan myungsoo. Myungsoo terlihat befikir keras untuk membalas sebuah pesan pada ponselnya. Terdengar bunyi ponsel yang menandakan myungsoo sedang mengetik sebuah kata.

“baiklah..”ucap myungsoo terpotong akibat getaran ponsel jiyeon. “ahh, ponselmu benar-benar mengannggu. aku pergi..”ucap myungsoo.

“mwo!”teriak jiyeon. “ahh semua karnamu!!”omelnya pada ponselnya.

Terdapat sebuah pesan pada layar ponselnya, ia pun dengan emosi membuka pesan yang telah menganggunya dengan myungsoo.

‘kau’

hanya kata itu yang tertera pada pesan tersebut. Jiyeon masih terdiam untuk berfikir sejenak.

“apa maksudnya si menyebalkan itu? Kau? Kau? Pesan ini untukku, berarti aku? Aku? Ada apa denganku! Ahh kenapa ia selalu membuatku berfikir berputar-putar selalu saja menyamakan otaknya dengan otakku!”omelnya kembali melihat dengan jelas yang tertulis pada layar ponselnya.

Jiyeon kembali membuka pesan yang ia terima sebelumnya yang ternyata dari myungsoo.

“gugup? Ahhh.. Dia gugup karna aku melihatnya? Ahhhhhhh”teriak jiyeon yang akhirnya mengerti apa yang dimaksud oleh myungsoo.

“dasar bodoh!” ucap Myungsoo yang berada belum jauh dari kantin saat mendengar teriakan jiyeon.

“myungsoo~ya.. Apa itu karna aku?”teriak jiyeon berlari mengejar myungsoo. “myungsoo~a, tunggu aku!!”ucap jiyeon sampai langsung menggandeng tangan myungsoo. “kau ? Maksudnya aku? Aku yang selalu membuatmu tersenyum dengan ponselmu itu? Benarkan? Benar begitu?”ucapnya berjalan terbalik di hadapan myungsoo.

“kau bisa jatuh!”ucap myungsoo menarik jiyeon agar berjalan di sampingnya.

“myungsoo~a”ucap jiyeon terus saja melihat ke wajah myungsoo yang sudah mulai memerah.

“yakh! Kembalilah kekelasmu. Aku ada jam kuliah sekarang”ucap myungsoo mendorong jiyeon kearah gedungnya.

Satu pesan masuk di ponsel jiyeon.

‘dasar bodoh!’

jiyeon tersenyum dan membalas.

‘lalu kalau aku bodoh kenapa kau menyukaiku?’

myungsoo kembali tersenyum, woohyun yang melihatnya kembali menegurnya.

“berhentilah! Apa kau mau dosen berikutnya mengusirmu lagi?”

“hm..”ucap myungsoo menyimpan ponselnya.

Myungsoo kembali meraih ponselnya ketika melihat pesan masuk.

‘myungsoo~a’

‘yakh!!’

‘wae? Wae? wae?’

‘myung myung…’

‘hallo..’

‘ahh’

‘kau masih hidup’

‘ah baiklah. Jeniusku selamat belajar 🙂  jangan diusir lagi ya’

“benar-benar! karna kau benar-benar bodoh makanya aku meyukaimu”ucapnya saat melihat wallpaper ponselnya adalah fotonya dan jiyeon.

Myungsoo sejak beberapa bulan terakhir memang mulai menyukai jiyeon. alasan mengapa ia terus melihat ponselnya sambil tersenyum adalah jiyeon yang bodoh yang tak hentinya mengiriminya pesan setiap detik sejak seminggu lalu mendapatkan nomor ponsel myungsoo. Ia terus tersenyum ketika melihat pesan yang isinya dengan ekspresi berbeda-beda setiap detiknya dari jiyeon. Myungsoo bahkan berfikir apa dia tidak bosan menempeli ponselnya setiap saat.

–selesai—

Bagaimana? Haha

Singkat kan? Pembuatannya Singkat juga soalnya -.- Ini terinsprisasi ketika ngeliat Mvnya Infinite-Man In Love 😀

Typo masi bertebaran bukan? Ku tunggu komentarmu

73 thoughts on “[OneShoot] WHY…? Because…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s