Second Confession [두 번째 고백]

xiu_cover

Second Confession

EXO-M Xiumin (Kim Minseok), Zhang Yue Ming (OC), & Other cast

PG-13 | Oneshot? Ficlet? Molla(?) | Romance, Friendship.

Cast belong to god and their family, enjoy the story. Kamsa.

©Story & Art official made by the Author.

Minseok duduk di depan taman di kampusnya. Wajahnya sedikit menyiratkan sedikit kecemasan  Entah karena apa. Tangannya menggenggam sepucuk surat berwarna biru muda. Minseok terus menarik nafas sambil sesekali melirik ke arah lapangan tenis yang ada di depannya, berharap sosok yang ia cari ada di sana.

***************

Itu dia. Orang yang sejak tadi di tunggu Minseok akhirnya datang juga. Ia berdiri disana. Tepat di tengah lapangan tenis. Bagi Minseok orang itu selalu terlihat menawan. Pria itu beranjak dari tempat nya, lalu tersenyum.

“Zhang Yueming!”

***************

“Zhang Yueming!”

Gadis yang berdiri di tengah lapangan tenis itu – Zhang Yueming, menoleh ke belakang lalu tersenyum simpul. Seorang pria yang tidak terlalu tinggi melambaikan tangannya dari arah taman di samping lapangan tenis. Yueming membalas lambaian tangan pria itu.

“Minseok-ah!”

***************

Minseok berlari menuju gadis itu-Yueming. Ia tersenyum begitu berdiri di depan Yueming.

“Apa kabar?”

Yueming tersenyum, “Baik seperti biasanya”

Minseok tersenyum lalu mengangguk. Sejujurnya ia sangat gugup untuk bertemu dengan Yueming. Gadis itu melirik tangan Minseok yang menggenggam sesuatu lalu tersenyum.

“Apa itu?”

Minseok memandang tangannya lalu tertawa renyah,”Ini…” Minseok terdiam lalu menghela nafas,”Untukmu”

Yueming mengernyit, “Aku?” Minseok mengangguk lalu menyerahkan surat itu kepada Yueming, gadis itu menerimanya lalu tersenyum, “Terima kasih”

Minseok mengangguk, “Aku harus pergi” pria itu membalikan badannya, tapi sedetik kemudian ia menghadap Yueming lagi, “Buka surat itu di rumah” tambahnya lalu dengan cepat berlari meninggalkan Yueming. Gadis itu menatap kepergian Minseok lalu tersenyum kecil.

“Pria yang manis”

******************

Jam menunjukan pukul 21:00. Yueming baru selesai mengerjakan tugas kampusnya. Saat sedang istirahat tiba-tiba ia teringat dengan surat pemberian Minseok. Gadis itu langsung membuka tasnya dan mengambil amplop berwarna biru. Saat dibuka, ada beberapa lembar kertas berwarna-warni. Ada 7 kertas, yang jika disatukan akan seperti warna-warna pelang.

Yueming tertawa lalu memilih kertas warna Merah lalu membukanya.

Hari ini adalah hari yang paling penting di hidupku.

Ini adalah hari dimana aku akan menyatakan perasaanku (lagi)

Aku akan mencari gadis itu.

Apakah dia akan menerimaku (lagi)?

Yueming mengernyit sambil tertawa kecil, kemudian ia membuka surat berwarna Jingga.

Entahlah, aku merasa sangat baik hari ini.

Banyak yang ingin ku katakan, tapi kusingkat menjadi beberapa kata saja.

Setiap hari aku mengurung diri, hanya untuk berlatih menulis.

Menulis semua kata-kata yang ada di surat ini

“Dasar Minseok” Yueming tersenyum kecil lalu mengganti surat berwarna Jingga dengan surat berwarna Kuning.

Aku minta maaf..

Mungkin memang sudah terlambat, sudah hampir 2 tahun lebih.

Tapi kau perlu tahu, selama 2 tahun itu aku merasa tersiksa, menyesal.

Aku tak bisa melupakanmu.

Yueming tersenyum, “Aku juga” lirihnya lalu membuka surat berwarna hijau.

Aku tidak bisa melupakan bagaimana kita melewati waktu bersama.

Waktu yang kita habiskan untuk saling mencintai.

Sama-sama bermimpi tentang masa depan.

Setiap hari, aku masih mengingatnya. Aku tak bisa melupakannya.

Yueming terdiam, ia beralih dari surat hijau menuju surat biru.

Hatiku merasa frustasi, aku tak bisa tidur.

Selama 2 tahun, aku merasa aku tak baik-baik saja.

Hari demi hari aku lewati dengan kesedihan.

Sampai aku tahu kau kembali lagi ke Korea.

Bulir air mata mulai membasahi pipi Yueming, “Maaf aku meninggalkanmu dulu” lirihnya. Ia mengambil surat berwarna nila lalu membukanya.

Saat kau pergi, aku menginginkanmu kembali baby, aku bersumpah.

Saat kau kembali, kita bertemu. Tapi hanya sebatas bertatap muka.

Kau seolah melupakanku. Rasanya hatiku bagai ditusuk jarum.

Aku ingin kembali seperti dulu.

Yueming mulai terisak, “Aku..” kata-katanya terhenti, “Aku tak pernah melupakanmu” gadis itu mengambil surat terakhir, surat berwarna Ungu lalu membukanya.

Apa kabarmu saat ini? Aku harap kau baik-baik saja.

Jika kau kembali suatu saat nanti, aku harap tak ada air mata seperti perpisahan kita dulu.

Zhang Yueming, ini pengakuanku yang kedua.

Aku mencintaimu, selamanya.

-Kim Minseok

Yueming menjatuhkan surat terakhir itu lalu menutup matanya sambil menangis.

“Aku juga mencintaimu…Minseok”

***************

“Minseok?”

Minseok berdiri dari tempat duduknya lalu mengernyit. Baekhyun, Sehun, Chanyeol, dan Luhan yang duduk di sebelahnya hanya tertawa kecil.

“Yueming?”

“Boleh kita bicara?” tanyanya, “Aku tidak menganggu kalian kan?”

“Tidak” jawab Baekhyun.

“Bawa saja pria ini pergi” ledek Sehun.

“Selamat bersenang-senang” tambah Chanyeol.

“Pergilah Yueming, kau tidak menganggu kami” ucap Luhan. Yueming mengangguk, ia keluar dari kelas disusul oleh Minseok di belakangnya.

***************

Saat ini mereka sedang duduk di taman. Tidak ada satu katapun yang terucap dari bibir keduanya. Karena merasa canggung akhirnya Minseok membuka suara lebih dulu.

“Yue—“

“Aku sudah baca suratmu”

Minseok terdiam sejenak, “Benarkah?” Yueming mengangguk. Minseok tersenyum renyah lalu tertawa kecil, “Lalu…bagaimana?”

Yueming menghela nafas lalu menatap Minseok, “Aku tak pernah melupakanmu” sahutnya pelan, “Aku juga merasakan hal yang sama…2 tahun, bukan waktu yang sebentar untuk meninggalkan jutaan kenangan yang ada di sini”

Minseok menghela nafas panjang, dengan keberanian yang penuh, ia memegang tangan Yueming. Menautkan jari-jarinya di sela-sela jari gadis itu. menatap Yueming penuh arti.

“Aku mencintaimu”

Yueming tersenyum penuh arti, bulir-bulir air mata kembali mengalir di pipinya.

“Aku juga”jawab Yueming, “Aku mencintaimu”

Minseok bernafas lega lalu memeluk Yueming erat, “Terimakasih..” jawabnya, “Kau adalah pelangiku, hidupku berwarna jika ada kau. itu kenapa aku menulis surat itu dengan berbagai warna. Aku menulis surat dengan kertas berwarna bagaikan pelangi, untuk pelangi yang ku cintai”

Yueming melepas pelukan Minseok lalu tertawa, “Aku menyayangi mu Minseok, sekarang dan selamanya”

Minseok tertawa kecil, “Aku juga” sahutnya lalu mengecup pelan bibir Yueming, “Sekarang dan selamanya”

—–

Im back. Ini hanya selingan, Hye masih akan tetep post Special A. 

Don’t forget to read, comment, and like, thankyou so much reader. Love ya!

7 thoughts on “Second Confession [두 번째 고백]

Leave a Reply to Luhoney Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s