[Series] Mirotic – Teaser

Mirotic

Mirotic  – Teaser

by

Jung Minrin (@reddsky_10)

DBSK Yunho || JYJ Jaejoong || Park Hyera (OC) || 4Minute Hyuna || SS501 Hyunjoong

DBSK Changmin || JYJ Yoochun || JYJ Junsu || Kang Youngmi (OC)

Romance, Friendship, Angst, Action

PG-15

Inspired by other fanfiction, mangas, movies, and songs, especially Mirotic by DBSK

.

Kisah tentang seorang gadis yang terobsesi pada seorang pemuda.

Kisah yang menunjukkan bahwa cinta juga memiliki sisi gelap.

Bersediakah kalian membacanya?

.

MIROTIC

.

Kini, Hyera benar-benar tak jauh berbeda dari seorang mata-mata. Sejak pagi, ia sudah mengikuti pria pujaannya, Jaejoong, kemanapun ia pergi.

Memangnya, apa yang bisa dilakukan seseorang yang sudah terobsesi pada sesuatu, selain berusaha mendapatkannya?

Dilihatnya, Jaejoong yang sedang memasuki sebuah tempat yang tertutup. Tempat itu tidak terlihat seperti rumah, apalagi toko. Hanya bangunan sederhana dengan sebuah pintu masuk sederhana pula. Tak ada jendela yang terpasang, untuk sekedar melihat isi dalam bangunan tersebut. Bahkan, tak ada keterangan secuil pun yang dapat ditemukan pada bangunan tersebut.

Kesimpulannya, kita hanya mengetahui isi bangunan tersebut jika kita melewati pintu masuknya.

Hyera bimbang. Ia takut dengan berbagai kemungkinan yang mungkin akan dihadapinya, ketika ia memasuki bangunan tersebut. Namun, ada rasa penasaran dan obsesi yang lebih kuat, sehingga mendorongnya dan memantapkan hatinya untuk masuk ke dalam bangunan tersebut.

Hyera menyebrang ke sisi jalan yang lain dan berdiri tepat di depan pintu masuk bangunan tersebut. Dipandanginya selama beberapa detik, hingga ia pun mendorong pintu masuk tersebut secara perlahan.

Gelap.

Tak ada cahaya sedikitpun di dalamnya.

Hyera merasakan ketakutan yang merayapi dirinya. ‘Belum terlambat untuk kembali,’ bisik hati nuraninya. Namun Hyera menepis hal tersebut. Hanya ada Jaejoong dalam most wanted list-nya saat ini.

Dan Hyera melanjutkan langkahnya. Ditutupnya pintu tersebut, menyebabkan tak ada sedikitpun cahaya yang menerangi sekitarnya.

Gelap. Benar-benar gelap sekarang.

Angin berhembus pelan.

Berbisik lirih di telinga Hyera, “Welcome in Mirotic Club.”

***

“Cepatlah, Hyunjoong!” perintah Jaejoong tajam.

Hyunjoong hanya terkekeh pelan mendengar omelan sepupunya itu. Ia tahu betul sifat Jaejoong yang tak sabaran, terutama dalam seperti ini. “Sabarlah sedikit, Jae,” balasnya santai, sambil mencari beberapa dokumen di rak di belakang meja kerjanya.

Jaejoong mendengus pelan. “Kau tahu betul, aku membenci tempat ini,” desisnya pelan. “Seharusnya, kau tak perlu repot-repot mengurungku disini lebih lama,” sindir Jaejoong.

Kali ini, Hyunjoong tak menanggapi ocehan Jaejoong. “Ini dia!” celetuknya, ketika telah mendapatkan dokumen yang dicarinya.

“Syukurlah.” Jaejoong mengelus dada lega. Ia tak perlu berada disana lebih lama lagi.

Hyunjoong melempar dokumennya ke arah Jaejoong.

Jaejoong menangkapnya dengan sigap. “Thanks,” ucapnya singkat.

“Never mind, Brother,” balas Hyunjoong ringan, lantas menghampiri Jaejoong dan merangkul pundaknya. “Tidakkah kau berniat mampir sebentar? Melihat-lihat koleksiku?” tawar Hyunjoong.

Jaejoong mendorong tubuh Hyunjoong pelan. “Tidak, terima kasih,” balasnya. “Sudah kubilang, jangan mengurungku lebih lama disini,” tegasnya sekali lagi.

Hyunjoong tertawa pelan. “Ya, ya, sepupuku,” gumamnya. “Aku hanya ingin memberitahu padamu bahwa kami akan mengadakan pelelangan malam ini. Siapa tahu, kau tertarik dengan salah satu barang yang kulelang,” jelas Hyunjoong.

Barang, huh?” Jaejoong mengernyit. “Kau masih melakukan apa yang dilakukan Haraboji selama ini?” tanya Jaejoong tak percaya.

“Ayolah, Jae. Jangan bersikap sok polos,” cibir Hyunjoong. “Kau bersikap seolah menentang apa yang dilakukan keluarga besarmu, tapi kau sendiri menikmati hasilnya, bukan?” tanya Hyunjoong. “Lagipula, selama ini, semuanya masih aman terkendali, Jae. Dan kami tetap mendapat uang yang melimpah,” jelasnya.

“Tapi, kau menjual…” Jaejoong tak melanjutkan kalimatnya. “Ah, sudahlah. Memang, apa peduliku?” lanjutnya acuh. “Aku pergi dulu, Hyunjoong. Annyeong,” pamit Jaejoong, lantas pergi meninggalkan sepupunya di ruangannya.

“Berhati-hatilah, Jae,” pesan Hyunjoong. “Dan kami akan menerimamu kapanpun kau mau.”

***

Gelap.

Pengap.

Itulah yang dirasakan Hyera. Sedari tadi, ia hanya berputar tak tentu arah. Tak menemukan secercah cahaya. Tak bertemu seorang pun.

Hyera juga tak menemukan Jaejoong!

Hyera mengacak rambutnya frustasi.

TAP

TAP

TAP

Terdengar suara langkah kaki. Hyera merasa begitu lega. Setidaknya, ada seseorang disana. “Hm, ada orang, ya?” tanya Hyera dengan suara yang agak ditinggikan.

TAP

TAP

TAP

Langkah kaki itu terdengar semakin cepat dan jelas. Seperti semakin mendekat ke arah Hyera.

Hyera cemas. Sepertinya, pertanda buruk.

GREP

“Kena kau,” bisik seseorang dengan suara berat. Seperti suara namja.

Hyera meronta karena seseorang mencengkram lengannya dengan kuat. “Lepas! Siapa kau?” bentaknya.

“Hanya orang yang ingin memberimu kebahagiaan, Cantik,” bisik namja itu seduktif.

“Apa? Cepat lepaskan aku! Lepas!” Hyera terus meracau.

“Cepat bawa dia ke ruangan Bos,” perintah suara lain. “Bos pasti senang dengan koleksi tambahannya malam ini.”

***

“Hei, Yun!” panggil Hyunjoong pada namja bermata musang yang berada di hadapannya.

Namja bermata musang yang lebih dikenal sebagai Yunho itu menoleh malas. “Ada apa?”

“Kau datang ke pelelangan malam ini?” tanya Hyunjoong.

Yunho memutar bola matanya bosan. “Entahlah, koleksimu tidak sebagus dulu,” komentar Yunho.

Hyunjoong tertawa. “Standarmu saja yang terlalu tinggi, Yun,” balas Hyunjoong. “Aku ingin memberitahumu bahwa aku mendapat tangkapan menarik hari ini,” ungkap Hyunjoong dengan nada menggoda.

Oke, Yunho nampak mulai tertarik. Menurutnya, Hyunjoong tidak akan berkata ‘menarik’ kalau ‘tangkapan’nya tidak benar-benar menarik. “Explain it,” perintahnya.

Hyunjoong menyeringai. “Dia bukan tipe penggoda, mungkin cenderung seorang pemberontak,” jelasnya. “Menurut ahli kejiwaanku, dia adalah seorang penderita Obsessive-Compulsive Disorder. Kupikir, kau akan tertarik bermain-main  dengan tipe seperti itu,” lanjut Hyunjoong.

Yunho tersenyum tipis. “Menarik,” komentarnya singkat.

Meski begitu, Hyunjoong tahu betul, bahwa komentar sederhana seperti itu pun berarti besar, jika keluar dari mulut seorang Jung Yunho.

“Beritahukan padaku apa yang harus kulakukan untuk mendapatnya,” kata Yunho.

“Wow, wow!” Hyunjoong bertepuk tangan. “Kau serius, Yun?” Ia pun tertawa.

“Cepatlah.”

“Kali ini berbeda, Yunho. Kurasa, aku harus memasukkannya dalam pelelangan dulu. Aku ingin tahu, seberapa besar minat orang-orang terhadap koleksiku yang satu ini,” ucap Hyunjoong. “Dan aku ingin tahu seberapa besar perjuanganmu untuk mendapatkannya.”

Yunho mendengus pelan. “Baiklah. Aku akan datang ke pelelangan  malam ini.”

***

Hyera merasakan cahaya yang menyilaukan matanya. Kepalanya terasa agak berat. Ia tak bisa mengingat apa-apa dengan jelas. Kedua kelopak matanya terbuka secara perlahan.

Cahaya berkilauan dimana-mana. Menyorot ke arahnya.

“Dan namanya adalah Park Hyera,” ucap seseorang.

Hyera terkejut, ketika namanya disebut melalui pengeras suara.

“Jadi, siapa yang memutuskan untuk membelinya? Penawaran akan dimulai dengan harga 50 juta.”

“60 juta.”

“75 juta.”

“100 juta.”

Hyera mendengar suara yang saling bersahutan, menyebutkan angka yang berbeda dan semakin tinggi. ‘Ini apa?‘ tanyanya dalam hati.

“200 juta.”

“Adakah yang menawar diatas 200 juta?”

1 detik…

2 detik…

3 detik…

“Baiklah, Park Hyera terjual dengan harga 200 juta pada Tuan No. 3! Silakan ke backstage untuk mengurus pembayarannya, Tuan.”

Hyera semakin bingung. ‘Apa maksudnya? Aku terjual? Apa aku sedang dijual?’ batinnya panik.

Sebelum pertanyaannya terjawab, seseorang menghampirinya. “Aku Jung Yunho. Mulai sekarang, kau, Park Hyera adalah slave-ku. Dan kau wajib memanggilku master. Mengerti?”

TBC

Fic series pertama Dee disini ^^ Dan Dee pilih DBSK dan JYJ, karena mereka bias utama Dee, hoho~

Dee kasih teasernya dulu. Baru nanti masuk chapter 1. Di teaser ini, adalah awal mula konfliknya. Jadi, nanti di chapter 1, waktunya lebih lampau dibanding teaser ini.

Gimana pendapat kalian? Mohon tinggalkan jejak, yaa?

Love,

Jung Minrin 🙂

4 thoughts on “[Series] Mirotic – Teaser

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s