When I Can’t Loved

By : MissFishyJazz

Cast : Jung Ji Yoon – Cho Kyuhyun

Ficlet | PG-15 | Rom-Hurt

Inspired by : SE7EN’s – When I Can’t Sing and Daesung’s – Baby Don’t Cry

 

If love is great, and there are no greater things, then what I feel for you must be the greatest.

—anonymus

The most amazing things can come from such terrible lies.

—Fun’s – Somenights

 When I Can't Loved copy

***

Tangan Ji Yoon melambai di udara, menikmati salju pertamanya setelah berbulan-bulan tinggal di dalam kamar pengap dengan sepasang tabung infus yang masih membekas di tangan kirinya.

“Yoon, jangan jalan cepat-cepat.” Kyuhyun, pria tinggi pucat itu mempercepat langkahnya begitu Ji Yoon tak lagi pada kecepatan rata-rata penderita lemah jantung pada umumnya.

Ji Yoon tak acuh, ia masih menarikan tangannya seperti ngengat di udara, merasakan setiap dinginnya butiran yang menyentuh dan kemudian lenyap dalam genggaman tangannya. Sekali-kali ia akan tertawa melihat putih kecil itu menyentuh ujung hidungnya.

 

“Ayo masuk! Jangan terlalu lama di luar.” Kyuhyun menarik-narik ujung syal biru laut gadis itu, sementara Ji Yoon justru menyentak tangan sahabatnya itu, masih memprioritaskan salju tak berdosa.

“Yoon ayo masuk.. Aku tidak mau kena semprot ibumu seperti sebelum-sebelumnya!”

“Ya itu salahmu sendiri membolehkanku keluar dari kamar! Lagipula yang dimarahi nanti siapa? Kau kan? Bukan aku!” Ji Yoon berkicau sekenanya dan kembali berlari-lari kecil, berusaha meraih butiran terbesar dan terdingin yang bisa ia genggam dan ia simpan dalam kantong kaca kecil di nakas ranjangnya. Konyol memang.

 

“Yoon ayolah! Besok kamu harus operasi dan Jang uisa tadi sudah menyuruhku menjagamu, bukan membiarkanmu berlari sesuka hati seperti ini!”

I don’t care, Cho!” Tiba-tiba Kyuhyun menarik salah satu tangan Ji Yoon yang tidak naik ke atas udara. Ji Yoon berbalik dan mendapati dua mata serupa buku mantra itu menatapnya serius, enggan berbasa-basi atau setidaknya tetap memaksa Ji Yoon seperti biasanya. Dari 18 tahun persahabatan mereka, ini kali pertama Ji Yoon melihat tatapan itu.

 

“Kita kembali sekarang, ya? Aku janji jika kau kembali dan operasimu besok sukses aku akan memberitahu mu satu rahasia terbesar ku. Ingatkan? Rahasia yang belum pernah aku ceritakan padamu itu?” Kyuhyun memberi raut menggoda diakhir kalimatnya, kurang lebih limabelas tahun ini ia menyimpan sebuah rahasia yang belum diketahui Ji Yoon barang seinci pun.

“Benarkah?! Memangnya apa rahasiamu?”

Sstt.. Besok baru kuberitahu!” Kyuhyun menyeret Ji Yoon yang mulai tidak fokus dengan butiran butiran putih di sela partikel udara.

“Ayolah beri tahu aku rahasianya.. Cho, ayolah..” Ji Yoon masih merengek, menarik-narik lengan panjang baju yang dipakai Kyuhyun, Kyuhyun berbalik menatap kedua mata hazel milik Ji Yoon.

“Rahasianya adalah..”

“Adalah?!” Ji Yoon sudah mengatupkan kedua tangannya yang berhasil lepas dari genggaman Kyuhyun menatap pria ‘setan’ itu dengan raut penuh harap. Namun pria itu hanya tersenyum jahil, khasnya.

“Besok saja!” Kyuhyun kembali meraih dua tangan Ji Yoon yang masih mengatup dan menyeretnya masuk ke dalam bangunan besar dengan cat putih di seluruh dindingnya. Ji Yoon masih memajukan bibirnya sebal, Kyuhyun memang tidak bisa diajak berkompromi. Dia bisa mati penasaran jika hampir selama persahabatan mereka Kyuhyun selalu menyembunyikan rahasia terbesarnya yang bahkan Sungmin pun tidak tahu apa.

 

“Sudah sampai! Masuk sana!” Kyuhyun membuka pintu di belakang Ji Yoon, mempersilahkan Ji Yoon untuk masuk. Ji Yoon yang sebal langsung menutup pintu kasar, ia mematung di balik pintu dengan dua kaki menghentak sebal.

“Yoon, jaga dirimu baik-baik! Aku pulang dulu, selamat bertemu besok!” Ji Yoon mendengarnya, tapi enggan untuk membalasnya. Suara Kyuhyun hilang, tapi ada bunyi lain yang merayap di udara. Sesenggukan kecil, Ji Yoon menempelkan telinganya di daun pintu.

 

“Jika besok operasimu sukses, aku berjanji akan menceritakan rahasia terbesarku. Rahasia terbesar dalam persahabatan kita.” Kyuhyun mengusap air matanya, mengibaratkan Ji Yoon masih berdiri di hadapannya.

“Aku akan menceritakan rahasia itu. Rahasia.. Rahasia bahwa aku mencintaimu.” Ji Yoon tersentak dan harus mundur beberapa langkah, ia tidak menyangka setan itu menyimpan perasaan padanya. Bukankah selama ini gadisnya selalu berganti-ganti?

“Rahasia bahwa aku mencintaimu, sepanjang persahabatan kita, semenjak gadis kecil dengan kepang dua datang ke rumahku dengan pie besar di tangannya, semenjak kamu masih mengompol di celana dan selalu berada di balik ibumu setiap berkunjung ke rumahku.” Ji Yoon meraba dadanya, ia merasakan hatinya, entah di bagian mana, ada yang bergetar.

“Aku mencintaimu Yoon, sangat.” Setelah itu Ji Yoon tidak mendengar lagi isakan, mungkin Kyuhyun sudah menghapus air matanya. Hanya ada langkah sepatu yang mengisi lengangnya koridor di depan kamar Ji Yoon hari itu.

 

“Cho!” Ji Yoon muncul dari balik pintu, tepat ketika Kyuhyun akan berbelok.

“Oh, Yoon?” Kyuhyun menghapus air matanya cepat, takut Ji Yoon melihat ‘setan menangis’.

“Berjanjilah untuk tetap mengatakan rahasiamu besok!”

“Tentu saja.” Kyuhyun tersenyum samar. Ji Yoon melambai, begitupula Kyuhyun. Mereka berbalik ke arah masing-masing.

 

“Cho!” Ji Yoon memanggil sekali lagi. Membuat Kyuhyun berbalik heran.

“Ada apa lagi?”

“Berhasil atau tidak, yang jelas aku mencintaimu!” Ji Yoon tersenyum malu, pipinya memerah dan nampak menggemaskan. Ia bergegas menendang pintu dan mencegah jantungnya yang terus terpompa bahagia.

“Ya, aku juga. Berhasil atau tidak, aku akan tetap mengatakannya. Berhasil.. Atau tidak.” Kyuhyun kembali menangis, menjatuhkan air matanya. Ia ingin sekali menghanguskan otaknya sekarang, ingin menghapus semua pernyataan yang Jang uisa katakan padanya dan ibu Ji Yoon tepat tiga hari lalu, saat Ji Yoon akhirnya setuju untuk mengikuti operasi. Kenapa dunia begitu tidak adil, ketika ia akan mengatakan perasaannya, justru ia harus membohongi perasaannya sendiri dan membohongi gadis itu. Ia baru berniat jujur pada perasaannya dan ia harus berbohong, menutupi fakta tentang kemungkinan apakah gadis itu masih bisa mendengar rahasianya. Ia memberi kebahagiaan semu terakhir untuk gadis itu, membiarkannya menari diantara dinginnya salju terakhir Ji Yoon, dengan terlambat. Sekali lagi, Kyuhyun menghapus air matanya putus asa.

 

 

“Ji Yoon tidak lagi punya harapan. Operasi ataupun tidak, empat hari lagi memang batas terakhir yang bisa ia miliki. Aku harap bahagiakan dia, apapun yang menjadi harapannya.”

 

 

THE END.

16 thoughts on “When I Can’t Loved

  1. huaaaa, nggak tau mesti bilang apa. yang jelas aku sukaaaaa !!! kasian sama mereka berdua. kalo jujur dari awal kan nggak bakalan begini.
    eh tapi yang nama nya kematian gimanapun memang nggak bisa dihindari. yang jelas ini keren, feel nya dapet.

  2. ini bgus bnget *pdhal jrang bnget bca FF Suju.
    cuman sdikit trganggu sma “sepasang tabung infus yg masih membekas di tangan kirinya”
    jujur aj kalimat ini yg bkin aq trtarik pngen bca. Agak sdikit mengganggu pikiranq aj mksud kalimatx. hhehehe 🙂

  3. oh gtu *angguk2.
    brarti emank aqx yg slah ngartiin. aq pertma bca ngartiin kalimat itu di tngan Ji yoon ad sisa kasa berblut leucoplast krna bekas botol infus, pdhal bekas itu diakibatkan jarum I.V *maklum efek krja dirumah sakit,tiap hari liat org infusan -_-

  4. oke, ini sedih banget > <
    kyu yg berbohong karna persentase hidup jiyoon yg uda gada harepan lagi..nyesek pas bagian kyu bales ucapan jiyoon mengatakan cinta~

  5. Ah~~ kasian mereka berdua 😦 kasian juga Jiyoon. Jadi disini Kyuhyun terpaksa bilang cuma buat bikin Jiyoon bahagia dia akhir hidupnya 😦 sedihnya…
    nice story ^^

    • nggak gitu juga kali yah, dia emang saya sama jiyoon, cinta banget gituloh..
      harusnya dia bisa ungkapin itu secara langsung kalo umurnya Jiyoon masih panjang.-. sayangnya nggak 😦

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s