[FF Freelance] Back To You (Ficlet)

back to you

Title: Back To You

Author: 108Rly

Rating: PG – 13

Length: Ficlet

Genre: Romance

Main Cast: Lee Kikwang, Park Hyun-ae

Support Cast: Kim Jungroo, Jang Hyunseung

__

Daun-daun berwarna kuning bergerak akibat terbawa angin. Musim gugur pertama dibulan september membuat daun-daun jatuh berguguran.

Hyun-ae duduk dibawah bangku tepat dibawah pohon besar dibelakang sekolahnya. Ia tersenyum malu sambil memegang ujung rok berwarna birunya. Sesekali kepalanya bergerak melihat kekanan dan kekiri apakah orang yang ia tunggui sudah datang.

“oppa!”panggil Hyun-ae saat melihat sesosok orang yang ia tunggu sudah muncul. Tapi panggilan Hyun-ae tidak diperdulikan. Kikwang pria yang Hyun-ae panggil oppa itu adalah namjachingu Hyun-ae, ia hanya menatap Hyun-ae dengan tatapan yang sulit diartikan membuat Hyun-ae sedikit heran.

Sudah mendekati setahun mereka berpacaran dan hari ini adalah hari dimana Kikwang menyatakan perasaannya pada Hyun-ae dan tepat dibawah pohon besar itu juga dan tepat dimusim gugur.

“oppa, kau ingat? Hari ini adalah hari pertama aku menjadi yeojachingumu, dan tepat dibawah pohon ini dengan daun-daun berjatuhan kau menyatakan perasaanmu padaku. mulai saat itu tempat ini menjadi salah satu tempat favorite ku, dan sejak saat itu juga aku menyukai musim gugur”cerocos Hyun-ae pada Kikwang yang sudah berada dihadapannya dan sedang menatap sekeliling.

“nde, aku masih mengingatnya”jawab Kikwang lalu duduk di bangku panjang itu diikuti oleh Hyun-ae yang duduk tepat disebelahnya. Mereka duduk dalam keadaan diam menikmati pemandangan sekitar.

“oppa…”panggil Hyun-ae. Tanpa menjawab Kikwang yang sedang memandang dedaunan yang sudah menguning ditanah ia langsung mengalihkan pandangannya menatap wajah Hyun-ae.

“igeo”Hyun-ae menyodorkan kotak kecil berwarna hitam pada Kikwang. Kikwang menyengitkan dahinya lalu mengambil kotak kecil itu dan membukanya.

Jam tangan…

Kotak itu berisi jam tangan yang cukup bagus dan mahal.

“ini hadiahku untukmu, sebagai tanda hari jadi kita tepat di musim gugur sekarang”kata Hyun-ae memperjelas maksud ia memberikan jam tangan itu.

“g..gomawo”jawab Kikwang ragu.

“ehm.. oppa, apa yang mau oppa katakan? Sampai-sampai menyuruhku kemari?”tanya Hyun-ae dengan senyuman manis.

“ee.. ehm, aku ingin hubungan kita berakhir”kata Kikwang sambil berusaha tidak menatap wajah Hyun-ae.

Terdiam…

Suasana dengan cepat berubah drastis menjadi canggung dan hening, hanya suara angin berhembus dan daun-daun yang bergerak tertiup angin.

“N..nde?”tanya Hyun-ae cukup terkejut dengan jawaban Kikwang, rasanya hubungan mereka tidak ada masalah selama ini.

“aku rasa kita tidak cocok”

“t..tapi…”belum selesai Hyun-ae melanjutkan perkataannya kikwang langsung memotong, “mian”kata Kikwang lalu bangkit berdiri meninggalkan Hyun-ae.

Air mata Hyun-ae sudah tidak bisa ia bendung lagi sehingga airmatanya jatuh begitu saja ia berusaha untuk tidak menangis, tapi sakit di hatinya membuatnya terus meneteskan airmata melampiaskan kesedihannya.

‘kenapa? Kenapa harus hari ini?kenapa harus disaat musim gugur? Kenapa harus ditempat ini? WAE?!’pikir Hyun-ae dan ia terus meneteskan airmatanya seiring daun-daun terus berguguran.

__

Sudah sebulan Hyun-ae dan Kikwang seolah-olah satu sama lain tidak mengenal, mulanya Hyun-ae ingin tetap menjalin hubungan baik bersama Kikwang seperti berteman, tetapi Kikwang membuat Hyun-ae seperti saling tidak mengenal.

“apa itu Kikwang sunbae?’tanya Jinny sahabat Hyun-ae sambil menunjuk kearah seorang pria yang sedang merangkul seorang yeoja.

“nde, dan itu Jungroo hoobae kan”sambung Shin ri yang juga sahabat Hyun-ae. “aneh, bukankah Kikwang tidak suka pada tepikal yeoja semacam Jungroo. yeoja manja, playgirl dan selalu memakai baju yang bisa dikatakan kurang cocok untuk umurnya”

“secepat itukah Kikwang melupakanmu Hyun-ae?”kata Jinny sambil menepuk pundak Hyun-ae, dan Hyun-ae hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan sahabatnya. ‘secepat itukah oppa?’pikir Hyun-ae.

“ehm, mau pulang bersama?”tanya Shin ri dan Jinny bersamaan pada Hyun-ae. Ketika Shin ri melihat mobil kekasihnya sudah berada didepan gerbang menjemputnya. Dan ketika mobil oppa Jinny juga berada didepan gerbang.

“anni, aku tidak akan mengganggumu dan Kris”ledek Hyun-ae dan Shin ri hanya mempaut kan bibirnya saja. “baiklah annyeong”ujar Shin ri.

“nde…”

“bagaimana? Mau pulang denganku?”tawar Jinny.

“anni, gwenchana”

“kalau kau sudah sampai dirumah kabari aku, nde?”kata Jinny ketika Hyun-ae juga menolak ajakannya pulang bersama.

“nde”jawab Hyun-ae dan Jinny pun melambaikan tangannya lalu masuk kedalam mobil oppanya.

Sekarang Hyun-ae hanya tinggal sendiri, beberapa siswa/i di sekolah itu sudah mulai sepi. Tapi tidak terbesit sedikitpun dipikiran Hyun-ae untuk pulang kerumahnya, entah kenapa ia masih ingin tetap berada di sekolah.

ia kembali masuk kedalam lingkungan sekolah dan pergi ke taman belakang tempat ia sering menenangkan dirinya. Hyun-ae duduk diatas bangku sembari menggoyang-goyangkan kakinya, sehingga daun-daun kuning ditanah itu berterbangan.

oppa? Aku harap kita dapat menikmati musim gugur ditahun depan bersama disini’

‘aku harap juga begitu’

‘janji?’

‘nde’

Hyun-ae menatap keadaan sekeliling, ia mengingat-ingat masa lalunya bersama Kikwang.

“kau melanggar janjimu”gumam Hyun-ae sambil tersenyum kecut menatap daun-daun ditanah yang berterbangan.

“sedang apa kau disini?”tanya seorang pria tepat di hadapan Hyun-ae. Hyun-ae cukup terkejut dengan kedatangan pria tersebut.

“K..Kikwang o..ppa?! ehm sunbae?”

“sedang apa kau disini”ujar Kikwang mengulang pertanyaannya yang belum Hyun-ae jawab.

“anni, anniyo”

“hari sudah hampir gelap, pulanglah”

“n..nde”kata Hyun-ae lalu bangun dari duduknya dan berjalan pergi.

“ehm, Kikwang s..sunbae? anda tidak pulang?”tanya Hyun-ae berusaha sopan terhadap Kikwang yang merupakan sunbaenya.

“n…nde”

__

Hari minggu di sore hari, cukup membuat Hyun-ae bosan. Ia pun berniat pergi ketaman kota sekedar menenangkan diri. Sepeda milik Hyun-ae bergerak pelan karna Hyun-ae membawanya dengan tempo lambat. Daun-daun yang berada dijalan terbang akibat sepeda Hyun-ae yang membelah hamparan jalan.

Ciiitttt…..

Sepeda Hyun-ae berhenti mendadak ketika Hyun-ae mengeremnya. Ia melihat Jungroo sedang berjalan dengan seorang pria yang kalau tidak salah bernama Hyungseung sunbae.

“bukankah seharusnya dia bersama Kikwang?”gumam Hyun-ae.

‘yeoja manja, playgirl dan selalu memakai baju yang bisa dikatakan kurang cocok untuk umurnya’

“Playgirl?”gumam Hyun-ae pelan. “mereka tidak ada hubungannya denganku”kata Hyun-ae lalu kembali melajukan sepedanya.

__

malam hari

Setelah cukup lama Hyun-ae menikmati pemandangan di taman kota. Hyun-ae pun sudah mulai merasa bosan berada ditaman kota, ia pun melajukan sepedanya untuk pulang kerumah.

Di dekat taman kota terdapat lorong-lorong sempit dan jarang dilewati oleh orang-orang. Hyun-ae memberhentikan sepedanya didepan lorong-lorong itu. Ia mendengar suara teriakan seseorang. Hyun-ae berusaha melawan rasa takutnya ia mengintip ada apa yang terjadi dilorong itu.

“KIKWANG?!!”pekik Hyun-ae keras saat melihat Kikwang terkapar dengan kaki yang berdarah dan tertancap pisau di kaki kirinya.

“apa yang terjadi padamu?”tanya Hyun-ae panik dan matanya mulai berkaca-kaca. Kikwang mencabut pisau yang menancap dengan sisa-sisa kekuatannya.

“aaaggghhh… H..Hyun-ae ahhh”teriak Kikwang berusaha melampiaskan sakit dikakinya. Hyun-ae meletakan sebelah tangan kikwang diatas bahunya dan membantu Kikwang berdiri.

Mereka keluar dari lorong tersebut dan Hyun-ae melihat sekeliling dan mobil Kikwang terlihat tak cukup jauh dari mereka. Hyun-ae membantu Kikwang masuk kedalam mobil dan duduk disamping kemudi. Hyun-ae duduk ditempat kemudi dan mulai menjalankan mobil Kikwang ke Seoul Hospital.

__

Sudah sebulan Kikwang di rawat di Seoul Hospital dan Hyun-ae selalu menemani Kikwang. Bahkan Hyun-ae tidak pernah melihat Jungroo yang dikatakan yeojachingu Kikwang pergi kerumah sakit untuk menemani Kikwang.

“ehm s..sunbae, boleh aku bertanya sesuatu ?”tanya Hyun-ae setelah selesai menyuapi Kikwang.

“mwo?”

“ehmm, kenapa anda bisa seperti ini?”tanya Hyun-ae melihat kaki kiri Kikwang yang berbalut perban.

“apa kau harus tau?”

“kalau tidak ingin memberitahu juga tidak apa-apa”jawab Hyun-ae cepat dan sedikit kesal.

“aku hanya bercanda, aku seperti ini karna aku melihat Jungroo sedang bersama Hyungseung dan ternyata Hyungseung adalah namjachingu Jungroo.aku hanya memukul sekali wajah Hyungseung sebelum ia berhasil kabur dan saat aku pulang melewati lorong kemarin, beberapa orang pesuruh Hyungseung memukuliku dan menusuk kakiku. Sekarang aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Jungroo”jelas Kikwang panjang lebar.

“ooh, begitu”jawab Hyun-ae.seketika keadaan hening, dan Hyun-ae sedikir risih karna sendari tadi Kikwang terus memperhatikannya. Hyun-ae berusaha mengalihkan pandangannya.

“Hyun-ae-ah”panggil Kikwang membuat Hyun-ae menoleh, “nde sunbae?”

“jangan memanggilku dengan sebutan ‘sunbae’ atau ‘anda’”kata Kikwang yang merasa tidak enak mendengar panggilan Hyun-ae padanya. Dan Hyun-ae mengangguk, “nde Kikwang-ssi” kata Hyun-ae. Dan Kikwang hanya menghela nafas.

“Hyun-ae”

“nde?”

“mianhae”kata Kikwang dan Hyun-ae hanya menyengitkan dahinya tanda bahwa ia bingung maksud ucapan Kikwang.

“mianhae, aku memutuskan mu secara sepihak dan tepat di hari jadi kita”jelas Kikwang sambil memegang telapak tangan Hyun-ae.

“ah… nde, gwencha..na”jawab Hyun-ae gugup tangannya digenggam oleh Kikwang.

“maukah kau menjadi yeojachinguku?”tanya Kikwang menambah kegugupan Hyun-ae.

“Mwo?!”

“maukah kau menjadi yeojachinguku? Apa pendengaranmu terganggu“tanya Kikwang lagi

“anni, maksudku. Kau serius?”

“nde, aku serius”

“ta..tapi,”

“apa kau takut aku akan melakukan kesalahan seperti yang lalu? Tenang saja, aku tidak akan mengulang kesalahanku lagi”ujar Kikwang cepat dan dengan raut wajah yang benar-benar serius.

“apa kau mau memberikanku waktu untuk berpikir?”tanya Hyun-ae ragu-ragu dan dengan lemas Kikwang mengangguk.

“aku harap kau bisa memberikan jawabannya besok”kata Kikwang dan Hyun-ae mengangguk ragu.

“ehm, sepertinya sudah sore, aku harus pulang, annyeong”kata Hyun-ae bangun dari duduknya dan mengambil tasnya yang berada di atas sofa di sudut ruangan.

“aku harap kau mau menerimaku”ujar Kikwang setelah Hyun-ae menutup pintu.

__

Esok harinya tepat pukul 16:30 Hyun-ae sudah berada di rumah sakit menemani Kikwang, walaupun keadaan sedikit canggung melebihi hari-hari lain tapi Hyun-ae berusaha mencairkan suasana yang canggung.

“apa kau tidak bosan berada dikamar terus?”tanya Hyun-ae memecahkan keheningan.

“tentu”jawab Kikwang sambil menatap keluar jendela.

“baiklah, ayo kita keluar, taman di rumah sakit cukup bagus untuk bersantai”kata Hyun-ae lalu membantu Kikwang duduk di kursi roda dan mendorong kursinya keluar kamar.

Setelah sampai di taman rumah sakit, Hyun-ae mendorong kursi roda kikwang hingga sampai ke bangku taman rumah sakit. Dan Hyun-ae duduk di bangku taman tersebut sedangkan Kikwang sedang menghirup udara segar di sore hari.

Keadaan hening, hanya terdengar suara kebisingan di kota seoul dan semilir angin dan juga beberapa pasien rumah sakit yang sedang bersantai di taman juga. Hyun-ae menghirup udara dengan mata terpejam, wajah yang terlihat cerah disertai senyuman.

“Hyun-ae”panggil Kikwang membuat Hyun-ae membuka matanya dan menatap Kikwang yang disebelahnya.

“nde?”tanya Hyun-ae

“apa kau sudah tau akan memberi jawaban apa?”tanya Kikwang ragu dan Hyun-ae menghela nafas

“aku janji tidak akan mengulangi kesalahan lagi”kata Kikwang sambil membentuk jarinya berbentuk V. Hyun-ae menghela nafasnya lagi dan tersenyum.

“baiklah, aku percaya padamu”kata Hyun-ae akhirnya.

“jinjha?”

“nde”

“gomawo”kata Kikwang dan menarik Hyun-ae kepelukannya.

“Kyaa!! Kau membuatku malu”ucap Hyun-ae. Kikwang melepaskan pelukannya dan tertawa melihat wajah Hyun-ae yang menimbulkan seburat merah dipipinya.

“wajahmu terlihat sangat lucu”kata Kikwang mencubit pipi Hyun-ae sedangkan Hyun-ae hanya mengembungkan pipinya saja.

Angin berhembus kencang dan Sehelai daun kekuningan menempel di rambut panjang Hyun-ae dan Kikwang mengambil daun itu lalu menyimpannya di saku bajunya.

Hyun-ae menatap Kikwang heran. Untuk apa Kikwang menyimpan daun kuning itu.

“sebagai pembatas buku cukup bagus”kata Kikwang memamerkan sederetan gigi-gigi putihnya. Dan Hyun-ae tertawa melihat wajah Kikwang yang cukup konyol itu.

aku percaya padamu, dan tepat di hari terakhir musim gugur kau kembali padaku’gumam Hyun-ae sambil menatap wajah Kikwang yang sedang tersenyum padanya.

Daun-daun kekuningan yang sudah jatuh itu bergerak akibat terbawa angin dan daun-daun yang hendak berjatuhan terbang kesegala arah akibat angin yang berhembus kencang. Suasana kota Seoul mulai terasa dingin karna musim gugur akan berakhir dan berganti menjadi musim salju.

THE END

15 thoughts on “[FF Freelance] Back To You (Ficlet)

  1. Terasa kecepatan.masa?.
    Kok Hyunae mudah banget sih mau balikan sama Gikwang?
    Gikwang juga, aneh, dasar pbaboKkwang!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s