[FF Freelance] Blind (Part 1)

blindcover

Title : Blind (Chapter 1)

Author : Diani K (@diani3007)

Main Cast :

~ [A-Pink] Jung Eunji

~ [Infinite] Lee Howon

~ [BTOB] Lee Minhyuk

~ [Girl’s Day] Lee Hyeri

Genre : Romance, Life, Angst

Rating : PG 13

Length : Chaptered

Disclaimer : ff ini terinspirasi dari sebuah drama Korea & sebuah film layar lebar Indonesia. Semoga ada yang mau baca, Happy Reading…

 

 

***

     Terlahir sebagai yeoja super cantik memang tidak mudah. Setiap lewat, selalu diteriaki, dimintai tanda tangan dan sebagainya. Begitulah yang dialami yeoja cantik dan populer bernama lengkap Jung Eunji. Hal itu membuat Eunji selalu menganggap remeh para namja. Dia sudah lebih dari sepuluh kali bergonta – ganti namjachingu. Sudah banyak namja yang dia sakiti dengan seenaknya. Padahal, tidak sedikit dari namja – namja itu yang mencintainya dengan tulus. Tapi, begitulah Jung Eunji, dia buta akan cinta. Dia tidak pernah menganggap cinta itu ada sampai dia melihat buktinya.

***

     Saat ini Eunji sedang berkencan dengan Yang Yoseob, seorang mahasiswa universitas swasta yang pemiliknya sama dengan sekolahnya, gedungnya bersebelahan. Yoseob juga merupakan lulusan sekolah yang sama dengan Eunji. Secara tidak langsung, Yoseob adalah sunbaenya. Sudah mudah ditebak, Eunji tidak akan pernah serius dengan hubungannya. Walaupun namja itu setampan dan selucu seorang Yang Yoseob, Eunji tetap tidak peduli. Dia bahkan seperti orang buta yang tidak bisa melihat orang tampan.

“Sekarang kita mau kemana, Eunji-ya?” Tanya Yoseob. Kini mereka sedang berada di depan sebuah café.

“Oppa maunya kemana?” Eunji justru balas bertanya.

“Hmm… ke toko buku? Aku sudah lama tidak pergi ke sana.”

“Oppa pergi sendiri ya, aku mau pulang.”

“Waeyo? Kajja kita pergi bersama.”

“Aniyo, aku tidak bisa.”

“Bagaimana kalau lain kali?”

“Aku tidak bisa.”

“Wae?”

“Karena hari ini aku memutuskan hubungan kita.”

     Eunji tidak pernah kesulitan untuk mengatakan ‘putus’ pada namja – namja yang pernah menjadi namjachingunya. Jung Eunji, gadis yang ‘buta’ akan cinta, tidak bisa membedakan mana cinta yang tulus dan tidak, juga mana namja yang baik dan tidak.

“Keunde, Jung Eunji!”

“Mianhe oppa.” Eunji lalu berjalan meninggalan Yoseob sendirian.

***

     Sesampainya Eunji di rumah, dia melihat di rumahnya sedang ada tamu. Ada seorang ahjussi, ahjumma, dan seorang namja tampan (pacar author#plakk).

“Eunji-ya, kau sudah pulang? Duduklah, ini adalah Lee Minhyuk dan kedua orangtuanya.” Ucap Nyonya Jung.

“Minhyuk? Nuguya?” Tanya Eunji cuek sambil duduk di sofa ruang tamu rumahnya.

“Sopanlah sedikit, Eunji-ya.” ucap Tuan Jung. Eunji hanya memutar bola mata.

     Minhyuk sedari tadi tidak berhenti menatap Eunji. Cantik. Pikirnya.

“Annyeong, Eunji-ssi. Lee Minhyuk imnida.” Minhyuk memperkenalkan dirinya pada Eunji.

“Neon neomu yeoppo yeoja-ya.” puji Nyonya Lee, orang tua Minhyuk.

“Gamsahamnida.” Balas Eunji mencoba sopan.

“Eunji-ya, kami berniat untuk menjodohkanmu dengan Minhyuk. Ottae?” Tanya Tuan Jung.

“MWO?!” Eunji berteriak kaget, lalu segera menutup mulutnya.

“M..m..mianhe.”

“Waeyo? Dia tampan kan? Kau tidak suka? Kalian boleh berkenalan atau berkencan dulu. Lagipula, kalian kan masih remaja, kami tidak mungkin menikahkan kalian sekarang.” Ucap Nyonya Jung.

‘Orang tuaku sudah gila.’ Pikir Eunji.

“Aku ke kamar duluan, kalian mengobrol saja. Aku lelah.” Ucap Eunji segera bangkit lalu masuk ke kamarnya.

“Mianhe, sifatnya memang seperti itu.” Ucap Nyonya Jung merasa tidak enak.

“Gwenchana.” Ucap Mihyuk sambil tersenyum ramah. Dia tidak marah sama sekali.

***

     Eunji keluar dari kamarnya. Dia sudah memakai seragam sekolah. Eunji pun menghampiri meja makan, di sana ada appanya.

“Appa, hari ini boleh tidak aku menyetir mobil sendiri?” Tanya Eunji yang sudah duduk di kursi meja makan.

“Shireo! kau tetap berangkat dengan appa hari ini.”

“Keunde appa, rencananya aku ingin mengajak teman – temanku jalan – jalan pulang sekolah nanti. Boleh ya?”

“Andwae, Eunji-ya!”

“Appa…”

     Tuan Jung diam saja. Eunji mengerucutkan bibirnya. Dia memmikirkan bagaimana cara membujuk appanya, atau mungkin mangancam?

“Kalau appa tidak mengijinkanku, aku tidak akan sekolah!”

“Ya! apa kau sekolah hanya untuk naik mobil? Kau sekolah untuk belajar!”

“Appa, jebal!”

“Huh… arrasseo, kau boleh memakai mobil.”

     Eunji tersenyum lebar mendengar ucapan Tuan Jung.

“Keunde, kau harus pulang sebelum jam 5 sore. Arra?”

     Eunji diam sejenak. Baginya, jam 5 sore itu waktu yang sangat terbatas. Dia tidak yakin akan pulang sebelum jam lima sore.

“Arrasseo, gomawo  appa.”

     Eunji kemudian menghabiskan sarapannya, lalu berangkat ke sekolah.

***

“Waahh… mobilmu keren sekali, Jung Eunji!” puji Bomi ketika Eunji turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya.

“Kalau tidak keren, berarti bukan mobilku!” ujar Eunji sombong.

“Kau bisa saja, kajja kita ke kelas.” Ajak Naeun.

     Mereka bertiga pun jalan ke kelas. Mereka adalah yeoja – yeoja terpopuler di sekolah mereka. Sepanjang jalan, Bomi dan Naeun banyak bertanya soal hubungan percintaan Eunji saat ini.

“Eunji-ya, apa kau masih dengan Yoseob sunbae?” Tanya Naeun. Eunji menggeleng enteng.

“Waeyo? Kenapa kalian putus? Padahal menurutku kalian sudah sangat cocok! Sayang sekali! Padahal dia sangat tampan.” ucap Bomi.

“Keunde aku tidak merasa cocok dengannya, lagipula dia tidak terlalu tampan.”

“Mwo? Ya, Jung Eunji, apa kau buta? Yoseob sunbae itu sangat tampan!” ucap Naeun.

“Terserahlah.” Eunji tetap cuek.

“Hmm… pulang sekolah nanti, apa kau jadi mengajak kami jalan – jalan dengan mobilmu itu, Eunji-ya?” Tanya Bomi.

“Tentu saja! Pulang sekolah nanti, aku tunggu di tempat parkir ya.”

***

     Setelah puas jalan – jalan dengan teman – temannya, Eunji mengantar Bomi dan Naeun pulang. Setelah itu, baru dia pulang ke rumah. Jarak antara rumah Naeun dan rumahnya cukup jauh. Jadi agak lama untuk sampai ke rumahnya. Hari sudah gelap, pukul tujuh malam Eunji masih belum berada di rumah. Eunji yakin dia akan kena marah appanya. Tanpa Eunji sadari, dia mengantuk. Jalanan sedang kosong saat itu, jadi Eunji mempercepat laju kendaraannya. Hingga tiba – tiba…

NGGEEEKKK CKIIIIITTTT

BRAGGG

     Mobil Eunji tertabrak truk dari arah berlawanan. Kepalanya berdarah, terutama di bagian matanya, dia tidak sanggup membuka matanya yang terasa amat perih saat itu. Mobil bagian depannya remuk. Akhirnya Eunji pun tak sadarkan diri.

***

     Eunji masih tidak sadarkan diri, dia sedang berbaring di kasur rumah sakit saat ini. Kedua orangtuanya terlihat begitu khawatir. Apalagi ketika dokter bilang bahwa kedua mata Eunji tidak dapat digunakan lagi.

     Tuan dan Nyonya Jung  duduk di samping tempat tidur. Dia melihat jemari Eunji yang sedikit demi sedikit bergerak. Eunji mulai menyebut – nyebut orang tuanya.

“Eomma… appa… eodiga?” ucap Eunji lemah.

“Eomma dan appa di sini.” Nyonya Jung menggeggam tangannya.

“Kenapa mataku ditutup seperti ini, eomma?” Tanya Eunji lagi. Orantuanya saling bertatapan. Nyonya Jung menangis.

“Biar eomma buka ya.” Tuan Jung pun membuka perban yang melilit kepala Eunji dan menutup bagian mata dengan bantuan Nyonya Jung. Setelah dibuka, mata Eunji masih tertutup.

“Sudah dibuka, s..se..sekarang, b..bukalah matamu.” Nyonya Jung masih menangis.

     Eunji membuka matanya. Gelap. Tidak ada yang bisa dia lihat di sana. Dia hanya mendengar suara tangis eommanya, tapi dia tidak bisa melihatnya. Dia mulai mengerjapkan matanya berkali – kali namun tetap saja dia tidak bisa melihat.

“Eomma, kenapa gelap sekali?”

     Nyonya Jung tidak berhenti menangis melihat keadaan Eunji saat ini. Sementara Tuan Jung hanya berkaca – kaca sambil menenangkan istrinya yang sedang menangis itu.

“EOMMA!!! JAWAB AKUU!!! AKU TIDAK BISA MELIHAT!!” teriak Eunji, Nyonya Jung tidak menjawab, masih dalam tangisannya.

     Mata Eunji mulai berair, dia mulai mengobrak – abrik selimut dan seprai tempat tidur rumah sakitnya. Dia bahkan mencoba melepas selang infuse dari tangannya, namun untung saja Tuan Jung mencegah lebih cepat.

“JUNG EUNJI, TENANGLAH!” bentaknya. Nafas Eunji terengah – engah. Dia mulai tenang. Tak lama kemudian, Eunji menangis sangat keras. Sementara kedua orangtuanya memutuskan untuk membiarkan Eunji sendiri.

***

     Sudah lima hari Eunji berbaring di rumah sakit. Keadaan Eunji sungguh memprihatinkan, rambutnya berantakan, pakaiannya lusuh, lingkar hitam di matanya semakin lebar karna terus – menerus menangis. Hari itu, Bomi dan Naeun menjenguknya.

TOK TOK TOK

     Tidak ada jawaban. Bomi dan Naeun saling pandang sebelum akhirnya membuka pintu lalu masuk ke kamar Eunji. Mereka berdua menghampiri ranjang Eunji. Bomi dan Naeun sempat bergidik melihat keadaan Eunji yang jauh berbeda dari yang dulu.

“Annyeong, Eunji-ya!” sapa Naeun. Eunji diam saja.

“Eunji-ya, neo gwenchana? Mianhe, kami baru bisa menjengukmu.” Kali ini Bomi yang bicara, tapi tetap tidak ada respon dari Eunji.

“Jung Eunji…” panggil Naeun lagi. Eunji mulai menoleh pelan ke arah Bomi dan Naeun, meskipun tidak tahu di mana letak tepat mereka berada.

“Kalian datang?” Tanya Eunji pelan.

“Nde, Eunji-ya. bagaimana keadaanmu?” Tanya Bomi.

“Kalian pasti malu ya? kalian tidak mau berteman denganku lagi kan? Sekarang aku buta. Aku tidak berguna lagi bagi kalian, aku hanya akan merepotkan kalian saja.”

     Bomi dan Naeun saling tatap mereka menunjukkan sedikit tatapan jijik ke arah Eunji.

“Kita tinggalkan saja dia!” bisik Naeun di telinga Bomi.

“Tapi bagaimana caranya?”

“Kita mengendap – endap saja, dia tidak akan tahu.”

     Akhirnya Bomi dan Naeun meninggalkan Eunji sendirian. Eunji tersenyum pahit. Dia menyadari perlakuan teman – temannya itu. Mereka bukan sahabat sejati. Meraka hanya ‘ikut – ikutan’ Eunji saja selama ini. Air matanya jatuh setetes.

***

     Eunji masih belum merubah posisinya. Pagi ini, dia bangun. Dia membuka matanya, tapi tidak ada yang bisa dia lihat selain warna hitam. Eunji mencoba turun dari tempat tidurnya. Dia berjalan pelan sambil meraba dinding menuju pintu keluar. Dia tidak lupa membawa infusnya. Sampai di luar, ternyata ada orang tuanya yang sedang duduk di kursi tunggu.

“Aigoo, Eunji-ya, kau mau kemana?” Tanya Nyonya Jung sambil cepat – cepat memegangi Eunji.

“Aku bosan tidur terus, aku butuh udara segar.”

“Baiklah, biar eomma antar ya, kau tidak boleh pergi sendiri. Kajja!” akhirnya, Eunji dan eommanya pergi taman belakang rumah sakit. Di sana bukan hanya ada Eunji, melainkan banyak pasien lain yang menderita bermacam – macam penyakit.

“Lihatlah, Eunji-ya, banyak yang menemanimu di sini.” Ucap Nyonya Jung ketika mereka sudah duduk di kursi taman. Eunji meneteskan air mata.

“Aku mana mungkin bisa melihatnya, eomma.” Ucap Eunji pelan.

“Aigoo, mianhe, Eunji-ya.” ucap Nyonya Jung merasa bersalah.

     Eunji terdiam. Dia benar – benar merasa bosan dengan hidupnya sekarang ini. Dia merasa ingin mengakhirinya.

“Eunji-ya, besok kau sudah bisa pulang. Kau senang?”

     Hening. Tidak ada sedikitpun rasa senang di hati Eunji saat ini. Mana mungkin dia bisa senang dengan keadaannya yang sekarang ini?

“Kau juga bisa langsung sekolah. Kau bisa kembali dengan teman – temanmu.”

     Teman? Eunji bahkan tidak yakin kalau dia masih memiliki teman saat kembali ke sekolah nanti.

“Kajja, kita kembali ke kamarmu.”

***

     Sore hari esoknya, Eunji sudah mengganti seragam rumah sakitnya dengan pakaian miliknya. Dia berjalan dengan tongkatnya, di sebelahnya eommanya berjalan sambil sesekali menuntun Eunji berjalan.

“Eomma, aku harus ke toilet.”

“Arrasseo, di mana toiletnya?”

“Aku tahu tempatnya, biarkan aku pergi sendiri.”

“Keunde, neo–“

“Gwenchana.”

     Eunji pun segera berjalan meninggalkan eommanya menuju arah ke toilet. ketika Eunji sudah merasa berjalan cukup jauh dari eommanya, dia mulai meraba tembok. Dia berjalan mencari tempat yang menurutnya sepi, setidaknya dia tidak mendengar suara orang di sana. Eunji memasuki ruangan pasien lain yang pintunya menyisakan cela, tentu dia tidak sadar. Kamar itu dihuni oleh seorang yeoja cantik yang sedang membaca novel di ranjang miliknya, melihat ada yang masuk, dia membelalakkan matanya kaget.

“Aku rasa di sini aman.” Gumam Eunji.

     Eunji mengeluarkan sebuah benda tajam, pisau dari saku celananya. Tampaknya, yeoja penghuni kamar itu tidak menyadari bahwa Eunji itu buta, karena melihat tongkat yang digunakan Eunji. Eunji mendekatkan pisau ke tangannya, ke tempat urat nadinya. Yeoja penghuni kamar itu pun semakin kaget dan akhirnya berteriak.

“Kyaaaaaa!!! Howon oppa! Kau di mana?! Ada yang membawa pisau di sini!” teriaknya.

     Eunji tidak berkutik sama sekali, tagannya mulai mengeluarkan cairan merah karena goresan kecil yang disebabkan oleh pisau. Baru saja Eunji mau memperdalam penjelajahan (?) pisau di tangannya, seseorang datang dengan panik lalu menahan tangan Eunji.

“Apa yang kau lakukan?! Jangan gila! Kau bisa mati!”

     Eunji mendengar suara namja yang menahan tangannya. Pisau di tangan Eunji terjatuh. Dia mencoba berontak, namun tangan namja itu lebih kuat darinya. Eunji diseret keluar. Namja itu –Lee Howon– membawa Eunji ke depan pintu keluar, persis tempat Nyonya Jung menunggu. Tangan Eunji terus ditarik oleh Howon. Ketika sampai di pintu keluar, Nyonya langsung menghampiri Eunji, Howon pun melepaskan genggaman tangannya dari Eunji.

“Jeogiyo, kenapa anak saya bisa bersama denganmu?”

     Lee Howon diam.

“Aku hanya mencegahnya bunuh diri.”

     Howon pergi, kembali ke kamar tadi. Sesampainya di dalam, Howon duduk di samping ranjang.

“Oppa, tadi itu siapa? Kenapa dia mau bunuh diri?” yeoja itu –Lee Hyeri– kini tidak sedang berbaring di ranjangnya, melainkan sedang berdiri dengan infuse yang tak jauh darinya.

“Kenapa kau bangun, Hyeri-ya? Kembali ke ranjangmu.”

     Hyeri mendorong infusenya ke dekat ranjang lalu kembali berbaring di sana, tentunya dengan bantuan Howon.

“Oppa? Apa yeoja tadi baik – baik saja? Apa dia mati?” Tanya Hyeri, yang tidak lain adalah yeodongsaengnya.

“Aniyo, dia baik – baik saja sekarang.”

“Yeoja itu cantik, keunde, sayang sekali. Kenapa dia mau bunuh diri?”

“Molla. Dia seperti tidak… melihat.”

“Maksud oppa dia buta? Sudah kuduga.”

“Sepertinya, mungkin dia tidak bisa menerima kenyataan itu. Mianhe, tadi aku tidak sengaja membiarkan pintu kamar terbuka.”

“Gwenchana oppa.”

     Mereka berdua diam sejenak. Howon memperhatikan yeodongsaengnya yang terlihat pucat.

“Oppa…”

“Hm?”

“Aku mau pulang saja.”

“Waeyo? Shireo.”

“Aniyo, oppa. Daripada aku di sini, aku hanya akan menjadi beban bagi oppa. Lebih baik aku di rawat di rumah saja.”

“Memangnya ada yang bisa merawatmu? Aku kan pergi bekerja.”

“…”

“Sudahlah, tidak perlu khawatir. Soal biaya, biar aku yang urus, kau tidak perlu memikirkannya. Arra?”

“Bagaimana mungkin aku tidak memikirkannya oppa?! Eomma dan appa sudah tidak ada! Selama ini oppa yang jadi tulang punggung keluarga! Bagaimana mungkin aku tidak memikirkan oppa yang bekerja dari pagi sampai sore hingga kelelahan hanya untuk membayar biaya rumah sakitku?!”

     Tess. Hyeri tidak dapat lagi menahan air matanya.

***

     Hari ini, Eunji benar – benar enggan untuk masuk sekolah. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana tman – teman nanti akan mengejeknya? Yeoja yang tadinya paling populer di sekolah akan menjadi yeoja yang paling di jauhi di sekolah? Eunji lebih baik tidak usah sekolah dari pada hal itu terjadi.

     Terbitnya matahari menggagalkan rencana Eunji untuk tidur sepanjang hari. Karena dia merasa lebih baik ketika tidur. Kalaupun dia bangun, dia tidak akan melihat apa – apa.

KRIEEEETT

     Suara pintu membuat Eunji menoleh ke sumber suara.

“Eunji-ya, kau sudah bangun? Kau harus sekolah hari ini. Ayo mandi dulu.”

“…”

“Eunji-ya…”

“Eomma tetap menyuruhku untuk sekolah walaupun dengan keadaan seperti ini?”

“Memangnya kenapa? Apa ada yang salah? Takut teman – teman mengejekmu?”

     Nyonya Jung menghampiri Eunji, lalu duduk di pinggir ranjang Eunji.”

“Kau tidak perlu merasa malu, ini semua hanya musibah dari Tuhan. Kau harus tabah, pasti ada jalan untuk operasi agar kau bisa melihat lagi.”

“Operasi? Konyol.”

“Wae?”

“Sudahlah eomma, aku mau mandi.”

     Eunji mulai menggeser tubuhnya untuk duduk di samping eommanya. Dia meraba – raba pinggir ranjangnya, mencari tongkat. Setelah dirasa ketemu, dia menggunakannya untuk menuntunnya berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarnya.

***

     Eunji turun dari mobil appanya. Dia mendengar suara – suara ramai di sekitar sekolah. Pasti sudah banyak orang, bel masuk kan sebentar lagi, pikirnya. Dia mengeluarkan tongkat lipatnya dari dalam tas sekolah lalu meluruskannya agar bisa digunakan.

      Eunji mulai berjalan pelan – pelan. Appanya masih memperhatikan dari dalam mobil takut – takut terjadi sesuatu pada anak semata wayangnya itu.

“Hati – hati, Eunji-ya!”

     Eunji diam saja, dia tetap meneruskan langkahnya. Hingga tiba – tiba beberapa orang menabraknya begitu keras hingga ia terjatuh.

“Aaawwww!” Eunji meringis.

“Oops! Mianhe, Eunji-ya.” ucap Bomi, salah satu orang yang menabrak Eunji. Dan Eunji kenal suara itu. Eunji mulai bangkit, namun Naeun menyenggolnya hingga ia terjatuh lagi.

“Hahahaha!” mereka tertawa begitu puas.

“Kalian? Kenapa kalian tega padaku? Bukankah kalian sahabatku?”

“Maaf? Siapa? Sahabat? Aku tidak ingat punya sahabat orang buta sepertimu, Jung Eunji.” Kata – kata pedas Naeun mulai keluar.

     Tak lama kemudian, beberapa orang yang sedang berlalu – lalang ikut mengerubungi Eunji. Mereka menatap Eunji bermacam – macam, jijik, iba, meremehkan, senang, puas,penasaran, dan sebagainya. Seandainya Eunji tahu itu.

“Ini pasti balasan dari Tuhan untukmu, Eunji-ya!” bentak Naeun.

“Apa maksudmu?!”

“Selama ini… apa kau tidak sadar kau begitu jahat?” Tanya Bomi.

     Seseorang dari kerubunan itu mulai maju mendekati Eunji. Dia seorang namja yang berbeda seragam dengan yang lainnya. Dia anak universitas, Yang Yoseob.

“Bagaimana perasaanmu?” tanyanya. Tidak salah lagi, Eunji mengenal suara Yoseob.

“Oppa?”

“Masih memanggilku ‘Oppa’?”

“…”

“Lihat dirimmu sekarang, kau sudah buta! Kau tidak bisa lagi membedakan mana namja yang tampan dan mana yang tidak! Kau tidak akan bisa lagi membedakan cinta yang tulus dan dan mana yang hanya berpura – pura! Dan yang membuatku senang sekarang adalah, kau tidak akan bisa mempermainkan namja lagi, karena, tidak ada satupun yang mau denganmu, betul tidak?!”

“BETTTUUUUULLLLL!!!!!” ucap para murid kompak diiringi suara – suara tawa mengejek.

     Eunji tidak kuat lagi, dia mulai menangis. Dia meraba – raba ke tanah yang berlapis paving block. Setelah berhasil memegang kembali tongkatnya, Eunji bangkit. Dia mulai berjalan pelan keluar dari kerumunan sambil terus terisak.

***

          Lee Howon, dia sedang duduk di pinggiran trotoar, menatap kosong mobil bertuliskan taxi yang terparkir di hadapannya.

‘Bagaimana aku akan dapat uang cukup jika hanya menjadi supir taksi?’ tanyanya dalam hati.

     Saat ini dia memang sedang bingung soal biaya rumah sakit adiknya, Lee Hyeri. Apalagi, kini orang tua mereka sudah meninggal, Howon lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Dia bahkan berhenti sekolah agar tetap bisa bekerja dan membiayai adiknya. Dia memang oppa yang baik bagi Hyeri. Sangat.

     Setelah dirasa istirahatnya cukup, Howon kembali bangkit lalu mengendarai mobil taksinya. Dia berhenti di depan sebuah sekolah karena melihat yeoja yang sepertinya dia kenali. Howon turun dari taksi, menghampiri yeoja itu.

“Neo gwenchana?!” Tanya Howon panik sambil memegang bahu yeoja itu.

*TBC*

Gimana kesan pertama buat ff ini? Bagus atau jelek? Harap dimaklumi kalau soal typo ._.v Sangat dimohon comment nya ya!!!

16 thoughts on “[FF Freelance] Blind (Part 1)

  1. jalan ceritanya menarik bags ff nya
    tapi bnyak penggunaan kata yg berlbhn thor mksd nya pemborosan kata. contohnya »

    “Saat ini Eunji sedang berkencan dengan Yang Yoseob, seorang mahasiswa universitas swasta yang pemiliknya sama dengan sekolahnya, gedungnya bersebelahan. Yoseob juga merupakan lulusan sekolah yang sama dengan Eunji. Secara tidak langsung, Yoseob adalah sunbaenya. Sudah mudah ditebak, Eunji tidak akan pernah serius dengan hubungannya.”

    kata katanya rancu jd kadang mmbuat harus berfikir ekstra mksdnya apa…

    tp ttp bgs kok ff na…
    Keep Writing Thor 🙂

  2. Kata pertama…
    Nyesek (╥﹏╥)
    Eunji kesian (╥﹏╥)
    Sabar ya Eunji ( ˘ з ˘)/(._.)
    Lnjut yaaa 😀

  3. Annyeong aku reader baru , salam kenal ^^
    pas baca ff ini bikin nyesek sama terharu ..
    eunjinya kassian nih tapi itu sih dosanya dia kayaknya , tapi sahabatnya tega banget dehh ..
    lanjut ya jangan lama lama.. ceritanya menarik

  4. Duh thor howon ngingetin gw ama bokap thor wkwkwk.. Kesan pertama? Aku langsung jatuh cinta sama karakternya Eunji 😀
    btw, salam kenal ya thor [NEWREADER]

Leave a Reply to aichan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s