[FF Freelance] 1983 (Part 3)

1983

| |Author : annisarifka| |Judul : 1 9 8 3| |MainCast:Kim Nichkhun(nichkhun/2pm),Bae Suzy(suzy/MissA),Lee Junho(2pm)| |Other Cast: Find by yourself..| |Genre:Romance, Action, Sad| |Rating:PG-16| |Length : chaptered| | Disclaimer:inspired by city hunter, IRIS 2, and other|| Recommended backsound : Kim Nam Gil-Can’t I Love You, Suzy-Too Much Tears, Noel-What is it like?, Ami-Breaking up everyday, Infinite-Be mine instrumental (for action scene), and Mblaq it’s war instrumental (for action scene) | |

Previous part: Teaser, Part 1, Part 2

———-«-»———

Cerita Sebelumnya……..

Nichkhun adalah seorang agent FPF yang sedang melatih para trainee FPF termasuk wanita yang sudah 4 tahun menjadi kekasihnya Suzy. Namun setelah Suzy bergabung ke FPF,  dia terbunuh karena sebuah kecelakaan mobil dan tembakan di kepala. Nichkhun sangat terpukul atas kejadian itu.

Selang beberapa waktu para Agent dari Team FPF-A mendapat tugas untuk mengawal mantan wakil presiden Jung Kyung Ho ke Singapore. Di Singapore Jung Kyung Ho justru terbunuh oleh Yuri wanita yang bekerjasama dengan Junho untuk menjalankan suatu misi.

Saat ini Nichkhun sedang menyelidiki 2 buah pin yang sama, yaitu di dapat dari tempat kecelakaan Suzy dan tempat dimana Jo Kyung Ho terbunuh. Dia berusaha menemukan sesuatu di balik kedua pin itu, namun sampai sekarang dia belum menemukannya……..

———-«-»———

Yuri sampai di sebuah tempat yang dijaga oleh banyak orang.

” Bagaimana misimu? ” kata seorang lelaki yang duduk di meja kerjanya dengan posisi membelakangi Yuri.

” Berhasil.. Aku menyelesaikan misi pertamaku.. ” jawab Yuri pada lelaki itu.

” Good Job.. ” puji lelaki yang kini membalikkan tubuhnya ke arah Yuri,, lelaki itu Lee Junho, ” Ini, ” kata junho sambil menyerahkan sebuah foto, ” Jika dia mau, dia bisa membantu kita.. ” lanjutnya.

Setelah itu Yuri datang ke sebuah taman yang dihiasi dengan bunga Cherry Blossom semua itu sangatlah indah. Yuri melihat seorang lelaki duduk santai sambil membaca surat kabar. Yuri berjalan mendekat dan meletakkan sebuah koran di meja lelaki itu. Lelaki itu menurunkan korannya dia memakai topi dan kacamata hitam sehingga wajahnya tidak terlihat, perlahan lelaki itu membuka surat kabar dan menemukan secarik kertas bertuliskan ” Datanglah ke tempat parkir sekarang.. “. Lelaki itu perlahan berjalan menuju tempat parkir dan masuk ke dalam sebuah mobil dimana terdapat Yuri di dalamnya. Yuri memberikan sebuah tas hitam kepada lelaki tersebut, kemudian lelaki itu keluar dan Yuri juga bergegas meninggalkan tempat itu.

———-«-»———

Yuri POV

Aku berjalan santai dengan mobilku.. Sampai aku melihat ada mobil yang berjalan kencang dari sebelah kananku.. Ku injak rem mobilku dalam-dalam dan mulai memundurkan mobil ku dengan cepat.

Nichkhun POV

Saat aku hampir menabrak mobilnya dia spontan langsung memundurkan mobilnya lalu membelokkan mobilnya secepat kilat dan melaju dengan cepatnya. Namun aku juga tidak tinggal diam aku segera menekan gas mobilku dalam-dalam tanpa pikir panjang dan mengejarnya secepat yang kubisa.

Yuri POV

Aku melajukan mobilku dan hampir berhasil melarikan diri dari kejaran dua orang Agent FPF yang saat ini ataupun saat di Singapore beberapa waktu lalu megejarku. Tiba-tiba sebuah mobil hitam datang dari arah depan dan menutup jalan sehingga aku tidak bisa lari kemana-mana. Perlahan aku turun dari mobilku dan mengangkat kedua tanganku karena mereka, semua Agent FPF yang mengejarku ini bersenjata.

Author POV

Dari kejauhan terlihat seorang penembak jitu sedang mengarahkan senjatanya ke arah Victoria dan terdengar suara tembakan…

Ddddooorrrrrrrrrrr……..

Pistol yang ada di tangan Victoria terlepas karena lengan kanannya tertembak, dengan cepat yuri langsung menagkap pistol yang terlepas dari tangan Victoria dan mengarahkan pistol itu ke Victoria yang sedang kesakitan memegang lengan kanannya yang terluka.

” Kalian semua mundur dan turunkan pistol kalian, kalau tidak wanita ini.. ” kata Yuri kepada semua Agent FPF yang ada disana sambil tetap mengarahkan pistolnya ke Victoria. Para agent FPF perlahan mundur dan meletakkan pistolnya. Yuri dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan melarikan diri walaupun beberapa Agent sempat berkali-kali menembak mobil yang dikendarai Yuri namun tidak tepat sasaran. Dan Yuri berhasil melarikan diri.

” Agent Song.. Kau baik-baik saja.? ” tanya Nichkhun pada Victoria. Victoria hanya menggagguk pelan sambil terus memegang lengan kanannya.

———-«-»———

” Dia akan baik-baik saja, ” kata Nichkhun menenangkan Yong Hwa yang terlihat sangat cemas.

” Kuharap juga begitu, ” jawab Yong Hwa yang berada di samping Victoria yang masih pingsan sejak tertembak 2 hari yang lalu.

dreet.. dreet..

” Tuggu sebentar, ” kata Yong Hwa sebelum mengangkat ponselnya yang berdering, “Anyoenghaseyo.. Ne… kami disana dalam 30 menit, ” kata Yong Hwa saat menerima sebuah panggilan dari direktur Choi, ” kita harus kembali, ” kata Yong Hwa pada Nichkhun.

” Ne.. Kajja, ” jawab Nichhun sambil berjalan perlahan meniggalkan Victoria.

———-«-»———

Perlahan jemari Victoria bergerak disusul dengan kelopak matanya yang mulai menampakkan bola matanya, ia sadar. Dia mulai bangun sambil memegang kepalanya yang masih sedikit pusing, dan juga melihat lengan kanannya diperban.

Tiba-tiba, ada yang membuka pintu ruangan ini, ” Oh Victoria. Sudah sadar? ” ternyata orang itu adalah Direktur Im.

Victoria dan Direktur Im duduk di bawah sebuah pohon di belakang rumah sakit, Victoria terlihat masih lemas ia juga memegangi lengan kanannya terus-menerus. Sedangkan Direktur Im terlihat seperti biasa dengan mantel hitam yang membalut tubuhnya.

” Bagaimana kondisimu sekarang? “

” Ya beginilah.. Tidak terlalu beruntung, sepertinya “

” Apa lenganmu sudah membaik? “

” Ya, masih belum cukup baik untuk menembak, dan juga menyetir “

” Aku mengerti.. Apa kau tau siapa yang melakukan ini padamu? “

(Menggelengkan kepala)

———-«-»———

” Apa kau menemukan sesuatu? ” kata Nichkhun pada Jinwoon seorang ahli lab di FPF.

” Iya, ada beberapa angka di pin ini, ” jawab Jinwoon saat menggosok bagian atas 2 buah pin yang sedang diselidiki Nichkhun.

” Benarkah? apa? ” tanya Nichkhun penasaran.

” 1.. 9.. 8… 1983.. ya 1983, ” jawab Jinwoon saat membaca angka yang tertera di pin itu sekarang walaupun  tidak terlalu jelas.

” 1983? Memangnya ada apa dengan 1983, apa maksudnya? ” pikir Nichkhun, ia lagsung meninggalkan lab FPF dan bergegas menemui Direktur Im.

” 1983? ” tanya Direktur Im saat Nichkhun duduk dihadapannya.

” Ne, apa kau tahu sesuatu? ” jawab nichkhun.

” Ya.. Tahun 1983, ” jawab Direktur Im sambil sedikit berfikir.

” Ada apa di tahun 1983? ” tanya Nichkhun yang semakin penasaran.

” Ada sebuah insiden pada tahun itu.. ” jawab Direktur Im pada Nichkhun.

” Insiden?? “

———-«-»———

Victoria POV

Aku mulai memakai sebuah mantel hitam ya kondisiku sudah membaik jauh lebih baik hari ini juga aku akan pulang ke rumah, suasana di rumah sakit ini yang hanya ada bau obat yang selalu membuatku ingin pingsan.

Perlahan aku keluar dari rumah sakit ini, menenteng sebuah tas yang hanya berisikan ponsel dan beberapa benda yang sangat tidak penting. Aku mulai mengeluarkan kunci mobil dari saku kananku dan menekan sebuah tombol sehingga lampu berkedip dari mobilku tapi, tiba-tiba seseorang mengagetkanku dengan mengahalangi langkahku..

” Aishh, Agent Kim jantungku ini hampir lepas, apa yang kau lakukan disini? ” tanyaku saat melihat ketua team FPF-A ada dihadapanku saat ini.

” Sebagai ketua Team FPF-A yang baik, jika ada anggota Team-ku yang mendapat musibah bukankah aku harus ikut bertanggung jawab? ” jawabnya sambil masuk kedalam mobilku.

” Hm.. baiklah.. ” kataku yang segera menyusulnya masuk ke dalam mobil, mungkin ini keberuntunganku karena jujur saja lengan kananku masih sakit untuk menyetir dan untungnya aku mempunyai ketua Team seperti dia.

Nichkhun menekan rem mobilku perlahan memasuki sebuah tempat, ” Sampaii, ” katanya sambil melepaskan sabuk pengamannya.

” Tapi ini bukan rumahku, ” jawabku tidak megerti.

” Apa kau tidak lapar? Beberapa minggu hanya memakan makanan orang sakit tidakkah kau ingin mencoba semangkuk ramen? ” jawabnya, membuatku sedikit tertawa.

Kami akhirnya masuk untuk mengisi perut, aku langsung duduk dan memesan makanan.

” Ramen disini sangat enak, kau harus mencobanya.. ” katanya saat aku sedang memilih menu. ” Baiklah, ” jawabku singkat.

Pesanan kami pun datang dan kami terutama aku segera menyantapnya dengan lahap. Setelah beberapa menit menikmati ramen yang di sajikan, alhasil mangkok yang tadinya berisi penuh dengan ramen kini habis tak bersisa.

” Hm, Nichkhun bolehkah aku mengajukan satu permintaan? ” kataku dengan sedikit canggung.

” Tentu saja katakanlah.. ” jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.

” Jika aku sedang kesepian dan putus asa, bolehkah aku mengganggumu? ” tanyaku ragu.

” Oh—” Nichkhun mentapku sebentar dan akhirnya memberikan jawabannya, ” Tentu saja kau boleh menggangguku.. Aku baru tahu kalau Agent Song juga bisa kesepian, “.

Aku sampai dirumahku, ya tentu saja diantar oleh Nichkhun. Aku menawarinya untuk masuk tetapi dia bilang aku harus istirahat, akhirnya dia pergi dengan mengendarai mobilku.

———-«-»———

Author POV

Wanita itu memandangi hujan yang cukup deras dari kaca yang ada di ruangan ini lamunannya buyar saat suara seorang lelaki menyebut namanya.

” Yuri.. Apa pria itu mau membantu kita? ” tanya lelaki itu.

” Oh… Junho-ya.. Ani dia menolaknya.. ” jawab Yuri yang mulai mengingat kejadiannya.

Flashback~~

Yuri datang ke sebuah taman yang dihiasi dengan bunga Cherry Blossom semua itu sangatlah indah. Yuri melihat seorang lelaki duduk santai sambil membaca surat kabar. Yuri berjalan mendekat dan meletakkan sebuah koran di meja lelaki itu. Lelaki itu menurunkan korannya dia memakai topi dan kacamata hitam sehingga wajahnya tidak terlihat, perlahan lelaki itu membuka surat kabar dan menemukan secarik kertas bertuliskan ” Datanglah ke tempat parkir sekarang.. “. Lelaki itu perlahan berjalan menuju tempat parkir dan masuk ke dalam sebuah mobil dimana terdapat Yuri di dalamnya. Yuri memberikan sebuah tas hitam kepada lelaki tersebut,

” Apa ini? ” tanya lelaki itu.

” Itu senjata, ponsel, uang dan beberapa benda lainnya, ” jawab Yuri tanpa menatap pria itu.

” Bicara yang singkat apa maksudnya? ” jawab lelaki itu sambil membuka tas hitam yang di berikan Yuri.

” Kami ingin kau, bekerjasama dan membantu kami, ” jawab Yuri to-the-point.

” Apa? Aku tidak mau,, ” jawab lelaki itu yang langsung menutup tas hitam tersebut, ” Beberapa tahun terakhir ini aku sudah hidup dengan mempertaruhkan nyawaku dan mulai sekarang aku ingin hidup dengan aman, tidakkah kau mengerti? Ini kukembalikan, ” kata lelaki itu sembari mengembalikan tas hitam yang tadi diberikan Yuri padanya.

” Tunggu, kau bawa saja itu, siapa tahu kau akan berubah pikiran.. ” jawab Yuri menolak pengembalian dari lelaki tersebut.

” Baiklah akan kubawa, tapi aku yakin aku tidak akan berubah pikiran.. ” kata lelali itu sambil keluar dari mobil Yuri dan membanting pintu mobilnya dengan keras. Lelaki itu keluar dan Yuri juga bergegas meninggalkan tempat itu.

Flashback End~~

———-«-»———

” Anyoenghaseyo.. ” kata Victoria menyapa seluruh anggota Team FPF-A.

Prokk..prok.. semua anggota Team FPF-A membalas salam Victoria yang baru berangkat hari ini dengan tepuk tangan yang meriah.

” Apa kau sudah benar-benar sembuh? ” tanya Yong Hwa.

” Butuh waktu lama untuk benar-benar sembuh.. setidaknya aku sudah jauh lebih baik.. ” jawab Victoria sambil menganggukkan kepalanya.

” Dia akan sembuh total kalau dia tidak menembak dan menyetir, ” kata Nichkhun.

” Kalau begitu aku akan menjadi sopirmu tenang saja, ” kata Yong Hwa, dia kemudian sedikit mendekat pada Victoria dan menarik tangan kirinya, ” Direktur Im ingin bertemu dengan kita. “

Sampai di ruangan Direktur Im Yoona,

” 1983?? ” kata Victoria sembari membalik-balikkan 2 buah pin yang ada pada meja didepannya.

” Benar, ada sebuah insiden di tahun itu, ” jawab Direktur Im sambil memandang ke arah Victoria dan Yong Hwa secara bergantian.

” Insiden apa? ” tanya Yong Hwa.

” Tidak ada yang  tahu kejadian yang terjadi sebenarnya, karena semua data tahun itu diblokir oleh sandi dan akan dibuka pada tahun 2023.. ” jawab Direktur Im.

” Apa kau tidak tahu sama sekali kejadian apa itu? ” tanya Victoria yang mulai penasaran.

” Setahuku ada perselisihan, perdebatan, dan kesalahpahaman di tahun itu selebihnya aku tidak tahu… ” jawab Direktur Im Yoona sambil menggelenggkan kepalanya saat dia mengucapkan kata ‘tidak tahu’.

Beralih ke ruang Team FPF-A..

” Agent Kim.. ” teriak Wooyoung memanggil Nichkhun.

” Wae? ” tanya Nichkhun sambil menghampiri Wooyoung yang ada di komputernya sepanjang hari.

” Bukankah ini mobil wanita yang membunuh Tuan Jung, iya kan? ” kata Wooyoung.

” Iya kau benar, dimana itu? ” tanya Nichkhun yang sadar mobilnya sama persis dengan milik Yuri.

” Sepertinya ini di Busan, iya aku yakin ini Busan.. ” kata Wooyoung dengan yakin.

Nichkhun langsung memasangkan headset ke telinganya dan bergegas pergi ke Busan. Nichkhun juga menyuruh Yong Hwa untuk ikut dengannya.

———-«-»———

Busan, Korea Selatan — 18.00

” Agent Kim, kau yakin ini tempatnya? ” tanya Yong Hwa saat sampai si sebuah pabrik yang tidak dekat dari pusat keramaian di Busan yang bisa dibilang ini seperti di desa.

” Entahlah, tapi kita tidak akan tahu sebelum mencobanya.. Siapkan dirimu dan juga senjatamu.. Ayo.. ” kata Nichkhun  meyakinkan Yong Hwa.

Nichkhun dan Yong Hwa perlahan memasuki pabrik yang katanya tidak digunakan lagi sejak 3 bulan yang lalu. Mereka berdua berjalan dengan sangat berhati-hati. Tiba-tiba ada serangan dari arah belakang Nichkhun, namun tanpa susah payah Nichkhun berhasil melumpuhkan musuhnya.

Sedangkan di dalam gedung itu Junho, Yuri dkk sudah mencium kedatangan agent dari FPF, ” aku rasa mereka sudah datang persiapkan diri kalian.. ” kata Junho sambil mengambil senjatanya dan pergi dari tempat itu.

Nichkhun dan Yong Hwa berhasil masuk ke dalam namun temapt itu kosong sementara itu Yong Hwa melihat pintu belakang terbuka tanpa pikir panjang mereka langsung mengejar mobil yang baru saja meninggalkan tempat tersebut.

Yong Hwa dan Nichkhun berhasil mengejar mobil tadi dan menjajarkannya dengan mobil mereka, Nichkhun mulai berusaha mngehentikan laju mobil itu dengan menembakkan peluru ke arah jendela dan ban mobilnya.

Terlihat Junho turun dari mobil dan berlari menuju tempat yang ditumbuhi alang alang.. Nichkhun mengikuti satu demi satu langkah Junho dengan seksama. Junho sedikit tersenyum pada Nichkhun mereka berdua lalu berkelahi di tempat itu. Junho melempar pistol Nichkhun dengan kakinya. Nichkhun memukul dan dihalangi oleh Junho mereka berdua berkelahi dengan cukup seru sampai akhirnya Nichkhun mendapatkan pistol milik Junho. Junho yang telah cukup kelelahan akhirnya berlari meninggalkan Nichkhun tapi tentu saja Nichkhun megejarnya.

Nichkhun menghentikan langkahnya saat Junho tidak lagi berlari melainkan sedang berbicara dengan seorang wanita sambil menatap ke arah Nichkhun.

Nichkhun masih terdiam melihat 2 orang didepan matanya.. wanita itu, dari jauh wajahnya tidak terlalu jelas apalagi ini juga sudah malam.. tapi mana mungkin Nichkhun tidak kenal dengan wanita yang mirip dengan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya seseorang yang telah menjadi temannya sejak kecil dan bahkan menjadi orang spesial di hidupnya selama 4 tahun terakhir sebelum orang itu menghilang dari kehidupan Nichkhun sekitar 5 atau 6 bulan yang lalu.

Nichkhun perlahan menurunkan pistolnya matanya tak percaya dan mulutnya membeku namun hatinya berkata, ” Bae Suzy… Apa itu kau? Tapi? “

Nichkhun tersadar dari lamunannya saat mendengar suara tembakan pistol dari belakangnya yang ditujukan ke mobil yang sudah berjalan 15 detik yang lalu.

” Agent Kim, apa kau baik-baik saja? ” tanya Yong Hwa, orang yang membuat Nichkhun tersadar dari lamunannya.

Nichkhun masih diam terpaku dan hanya menatap tempat dimana gadis yang mirip Suzy tadi berdiri, meskipun gadis itu sudah pergi sejak tadi.

” Aku melihatnya.. Aku yakin dia Suzy.. ” kata Nichkhun yang akhirnya mau membuka mulutnya.

” Agent Bae? tapi dia sudah—” Yong Hwa menghela nafas sedikit, ” —kita harus kembali ke penginapan, sebentar lagi Agent Song akan tiba disana. “

———-«-»———

” Dimana Agent Kim? ” tanya Victoria saat sampai di Busan bersama Agent Choi Minho.

” Dia ada di kamarnya.. ” jawab Yong Hwa tidak bersemangat, ” Dia bilang, dia ingin sendiri, “

” Kenapa dia? ” sambung Minho.

” Dia.. katanya dia melihat Suzy.. ” lanjut Yong hwa.

Victoria langsung bergegas menuju kamar Nichkhun.

” Agent Kim.. ” panggil Victoria dari depan pintu kamar Nichkhun.

” Pergilah aku ingin sendiri, ” jawab Nichkhun yang sedang duduk di jendela kamarnya.

” Tapi Agent Kim.. ” jawab Victoria yang belum juga pergi dan masih berdiri di depan pintu.

” Pergilah, aku akan baik-baik saja, ” kata Nichkhun sambil memandang langit di luar jendelanya.

” Bagaimana… bagaimana kau melihatnya? Agent Bae.. Suzy, dia sudah pergi–” ucap Victoria yang mulai meneteskan air matanya,”–kau.. harus bisa menerimanya.. menerima kenyataan yang ada.. “

Nichkhun yang masih mengahadap ke luar jendela ternyata juga mulai menitikkan air matanya, rupanya dia masih sangat terluka atas kepergian Suzy.

” Baiklah aku akan pergi, ” kata Victoria sembari menghapus air matanya dan sedikit menundukkan kepalanya lalu dia menutup pintu kamar Nichkhun.

———-«-»———

Terlihat sebuah jemari kecil sedang memainkan sebuah piano, perlahan-perlahan dan menghasilkan musik yang cukup indah. Seorang wanita berambut panjang yang terurai dengan indah, memakai gaun berwarna putih bersih mulai menaikkan mickrofon mendekat ke mulutnya ia mulai menyanyikan lagu yang berjudul ‘too much tears’ itu.

nan maeumi yakheyo weroumdo mana gakkeum honjaso ulgido heyo
naneun babora hanabakke mollayo
sarangeul julsu issodo borineun bobeun moreujyo
nan gasiga manayo geureso sangchoga mana
iron narana julsu innayo
gidegosipo geudeye pum aneso
borigo boryotdon naye sarangeul dasihanbon mitgosipo
nunmuri manaso sarange gobi manaso………..

Masih teriringi lagu yang dinyanyikan tadi, Nichkhun berjalan santai di samping kanannya berdiri bangunan yang memiliki banyak pengunjung di dalamnya dan disamping kirinya terpampang jelas banyak bunga cherry blossom yang sedang bermekaran.

Nichkhun perlahan masuk ke sebuah kedai kopi dia melihat semua mata pengunjung yang ada sedang tertuju ke seorang wanita yang sedang menyanyikan sebuah lagu diatas panggung, perlahan Nichkhun juga mulai menoleh ke panggung.

jongmal nal saranghandamyon dallyowa nareur-anajwoyo
nan bolsuopjyo nunmuri manaso
geude soneuro ne nunmul dakkajwoyo

Semua pengunjung kedai kopi tersebut bertepuk tangan untuk seseorang yang baru saja menyelesaikan lagunya tapi tidak dengan Nichkhun matanya terbelalak seketika melihat seseorang yang berdiri di atas panggung sana.

Gadis di atas panggung itu mulai turun dan berjalan keluar dari kedai ini melewati tempat dimana Nichkhun duduk. Nickhun dia matanya masih tetap tidak percaya.. Dia langsung berdiri dan mulai mengikuti langkah wanita tadi dengan mulut menganga dan langkah tertatih-tatih.. Gadis itu tiba-tiba berbalik arah berjalan mendekat ke tempat dimana Nichkhun berdiri, sampai langkah gadis itu terhenti ketika seseorang menghalangi langkahnya ia kemudian mendongakkan kepalanya..

” Bae Suzy— ” kata Nichkhun yang melihat wanita yang sangat ia cintai berdiri tepat di di depannya ada tepat didepan matanya saat ini, perlahan air mata mulai menetes di pipinya, ” —Suzy-ah aku.. aku sangat… benarkah ini kau? ” katanya lagi sedikit terbata, kemudian Nichkhun langsung memeluk wanita di depannya itu.

” Ihh.. Lepaskan— ” kata wanita itu yang justru mendorong Nichkhun, “— Apa kau ini gila, memeluk orang sembarangan memangnya kau siapa? “

Nichkhun tidak mempedulikan perkataan gadis itu ia justru memeluk kembali gadis itu..

” Lepaskan!!! ” kata seorang lelaki yang tiba-tiba datang dan melepaskan tangan Nickhun yang memeluk gadis tadi.

” Junho-oppa.. ” kata wanita itu.

” Ayo kita pergi.. ” kata Junho sambil menarik tangan gadis itu dan membawanya masuk ke mobil.

” Bae Suzy!!! ” teriak Nichkhun yang berusaha mengejar namun tidak bisa karena tubuhnya masih terlalu lemas. Ia hanya bisa menatap kepergian wanita yang mirip dengan Suzy itu bersama lelaki lain yang sempat berkelahi dengannya tadi malam.

———-«-»———

Brukk..

Nickhun terjatuh dengan baju yang basah kuyup karena di luar sedang hujan deras. Victoria yang sedang memeriksa berkas-berkas tentu saja terkejut melihat ada orang yang basah kuyup masuk ke dalam penginapan.

“ Oh.. Agent Kim, kau kenapa? “ tanya Victoria sambil mendekati Nichkhun dengan cemas.

“ Aku melihatnya, aku yakin aku tidak salah liat.. Dia benar-benar Suzy, tapi dia dengan penjahat itu.. “ kata Nickhun dengan tatapan kosong.

“ Suzy? Bagaimana? “ lanjut Victoria.

“ Dia tidak mengenaliku.. Dia menatapku seperti belum pernah melihatku sebelumnya.. “ kata Nichkhun memotong pembicaraan Victoria.

Kali ini Victoria tidak menjawab dia hanya terpaku dan menganga sambil meneteskan air mata tidak percaya.

Sekitar 10 menit kemudian…

“ Ketua melihat Agent Bae bersama dengan penjahat itu? “ tanya Yong Hwa tidak percaya.

“ Iya.. Menurutku sementara ini kita harus tetap tinggal di Busan.. Kata Agent Kim, dia melihat Suzy bekerja di kedai kopi sebagai penyanyi disana, mungkin kita harus mendatangi kedai kopi itu.. “ jawab Victoria yang sedang menyangga dagunya.

Keesokan harinya Victoria, Yong Hwa, Minho tanpa terkecuali Nichkhun datang ke kedai itu.. Dan benar saja semuanya menganga tidak percaya bahwa memang wanita yang berdiri di atas panggung itu Suzy.

“ Permisi nona, bisa kau ikut dengan kami? “ kata Victoria yang perlahan mendekati wanita yang mirip dengan Suzy itu.

“ Kalian siapa? “

———-«-»———

Victoria mulai menanyakan banyak hal pada wanita berparas mirip bahkan bisa dibilang tidak ada bedanya dengan Suzy itu.

“ Kau mengenal lelaki yang menarik tanganmu saat kau bertemu dengan ketua kami? “ tanya Victoria sambil menunjuk ke arah Nickhun.

“ Bukankah dia, lelaki yang sembarangan memelukku kemarin? “ jawab Suzy sambil menghadap ke arah Nichkhun yang sejak tadi hanya diam.

“ Apa? “ tanya Victoria sambil mengerutkan dahinya.

“ Sudah jawab dulu pertanyaan kami, apa kau mengenal pria itu? “ perintah Minho.

“ Siapa? Junho maksudmu? Tentu saja, dia temanku sejak kecil.. “ jawabnya.

“ Junho? “ pikir Victoria.

———-«-»———

Victoria POV

Aku masuk ke dalam mobilku dan mulai menekan nomor yang ingin kuhubungi.

“ Anyoenghaseyo.. “

“ Ne,, Agent Song wae? “

“ Agent Bae.. ada wanita yang sangat mirip dengan Agent Bae.. “

“ Benarkah? “

“ Iya.. Dia berkerja di salah satu kedai kopi di.. … “

“ Beritahu aku secara singkat apa maksudmu? “

“ Suzy maksudku wanita itu.. dia mengenal penjahat yang sedang kita cari.. “

“ Lalu? Apa bisa kita menyelesaikannya.. “

“ Aku ada sebuah rencana,, Mungkin saja ini bisa.. “

“ Baiklah.. Lakukan yang terbaik kuserahkan padamu.. “

 

Aku menutup mataku setelah selesai berbicara dengan Direktur Im Yoona. Sempat berfikir bahwa ideku akan berhasil namun aku juga sempat berfikir bahwa ini akan gagal.

———-«-»———

Author POV

Gadis yang berparas mirip Suzy berjalan santai dengan diiringi musik yang terputar ditelinganya. Tiba-tiba beberapa orang menariknya dengan paksa dan membawanya pergi ke sebuah tempat.

Sampai ditempat itu perlahan dia membuka matanya yang sejak tadi tertutup oleh kain hitam, “ Kau lagi? “ katanya ketika melihat Victoria ada didepannya.

“ Cukup jawab pertanyaanku dimana Junho sekarang? “

“ Mana aku tahu.. “

“ Bukankah kau temannya, mana mungkin kau tidak tahu? “

“ Aku benar-benar tidak tahu.. “

“ Baiklah kita mulai dari dasar.. Siapa namamu? Usiamu? Dan semua tentang dirimu katakanlah.. “

“ Baik, namaku Lee Sujin, usiaku 28 tahun, aku tinggal di apartemenku sejak 3 bulan yang lalu.. Aku berteman dengan Junho sejak kecil.. Aku keturunan korea-jepang.. Apalagi yang ingin kau tahu? “

“ Nama orangtuamu.. “

“ Entahlah, aku tidak tahu.. “

“ Keluargamu? “

“ Selain Junho aku tidak punya siapa-siapa.. “

“ Bagaimana bisa? “

“ Aku juga tidak ingat.. 6 bulan yang lalu aku mengalami kecelakaan, kecelakaan itu membuatku lupa semuanya.. Dan saat itulah Junho menyelamatkanku dia bilang dia teman baikku.. Dia juga menolongku sampai aku sembuh.. Jadi aku percaya padanya.. “

“ Tunggu 6 bulan yang lalu kau mengalami kecelakaan? Dimana? Di Korea? “

“ Tidak, di Jepang… “

“ Apa kau tidak tahu kalau Junho seorang penjahat? “

“ Mwo?? Manamungkin dia penjahat, yang benar saja ayolah lepaskan aku… “

“ Kalau begitu, berikan ponselmu biar aku menelfon Junho.. “

“ Bukankah mereka, orang yang ada dibelakangmu itu sudah mengambil ponselku.. “

“ Tapi tidak ada nomor Junho disana, berikan nomornya? “

“ Untuk apa? Memangnya kalian siapa? “

“ Huft.. Kami Agent resmi Korea Selatan.. cepat berikan nomornya!!! “

“ Iya,, iya.. “

Selang beberapa menit..

“ Lee Junho, itu kau kan,,, “

“ …… “ (tanpa jawaban)

“ Aku tahu itu kau, temanmu Lee Sujin ada bersama kami kalau kau mau dia kembali datanglah ke sini sekarang.. sekarang juga.. akan kurimkan alamatnya.. “

Tuutttttt…. (telepon terputus)

Victoria segera mengirimkan alamatnya kepada Junho..

Ditempat dimana Junho berada..

“ Kita akan menolongnya… “

Kembali ke Victoria…

“ Dia akan datang bersiaplah.. “ kata Victoria setelah membaca pesan singkat dari Junho.

Kemudian Victoria keluar dari ruangan tersebut bersama Agent lainnya dan meninggalkan gadis itu di dalam, sesaat kemudian Nickhun masuk ke ruangan tersebut.

“ Kau? Kau ketua disini kan? Tadi aku mendengar mereka memanggilmu ketua.. Cepat lepaskan aku apa sebenarnya salahku? “ kata gadis bernama Sujin itu

” Suzy-ah.. Ini aku bagaimana mungkin, kau tidak ingat padaku? ” tanya Nickhun memandang Sujin dengan sungguh-sungguh.

” Kau siapa? aku benar-benar tidak mengenalmu. Satu lagi namaku Sujin bukan Suzy ya, walaupun Suzy dan Sujin itu nama yang mirip “ jawab Suzy sambil memandang ke atas, “ Tapi aku tetap saja buka dia.. “

“ Kau benar-benar tidak tahu aku? “ tanya Nichkhun lagi dengan mata yang sudah putus asa.

“ Sudahlah, cepat lepaskan aku! “  jawab Sujin yang justru berteriak.

Dorrrrr…   terdengar suara tembakan dari luar Nichkhun langsung menyiapkan senjatanya.. dan bersembunyi di balik lemari..

Keadaan di luar, terjadi tembak-menembak dan banyak Agent FPF yang terluka tapi banyak juga musuh yang mati.

Victoria bertemu dengan Yuri, mereka saling berpandangan sebentar dan langsung mulai menyerang. Victoria meletakkan senjatanya ke tanah bersamaan dengan Yuri. Tiba-tiba Victoria mengambil senjatanya lagi dan berusaha menembak Yuri namun Yuri menendang pistol hingga terlepas dari tangan Victoria. Yuri hendak memukul Victoria dengan tangan kanannya namun Victoria mencegahnya dengan tangan kirinya, Yuri berusaha menyerang lagi dnegan tangan kirinya namun Victoria kembali mencegahnya dengan tangan kanannya. Victoria berusaha menendang dengan kakinya namun Yuri menghindar dengan menurunkan badannya. Yuri menyerang lagi kini dengan kakinya dan tendangannya berhasil mengenai Victoria yang belum sempat menghindar.

Beralih ke Junho, dia sampai di tempat dimana Sujin disandera. Junho berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan Sujin, tapi ia merasakan ada orang dibelakangnya. Spontan ia langsung menghadap ke belakangnya dan mendapati Nichkhun disana. Nichkhun berusaha memukul Junho dengan sikunya namun Junho menghalanginya dengan tangannya. Nichkhun melakukan jungkir balik dan kakinya berhasil mengenai wajah Junho sehingga ujung bibir Junho sedikit berdarah. Sementara Nichkhun dan Junho berkelahi Sujin berusaha melepaskan tali yang masih mengikat kakinya.

Junho memandang Nichkhun dengan tersenyum. Dia kemudian menyerang Nichkhun dengan cepat dan bertubi-tubi akhirnya Nichkhun terjatuh di dekat pintu. Junho menunduk ke arah Nichkhun dan memukul bagian belakang kepalanya dan Nichkhun pingsan seketika.

Kembali ke Victoria dan Yuri. Victoria menendang dan mengenai kepala Yuri sehingga kening bagian kanannya berdarah. Yuri yang sedang mengatur nafasnya melihat ada pistol di dekatnya dia langsung mengambil pistol itu dan mengarahkannya ke Victoria membuat Victoria mengangkat kedua tangannya. Saat yuri ingin menembakkan pistolnya ke kepala Victoria Junho datang bersama Sujin dan menyuruh Yuri untuk berlari.

Melihat para penjahat berlari para Agent FPF tidak tinggal diam, Nichkhun ternyata sudah mulai sadar dan berusaha bangun sebagai ketua Team dia harus tetap memimpin team-nya.

Saat semua penjahat hampir berhasil melarikan diri, tiba-tiba kepala Sujin sakit luar biasa.. Diapun terjatuh dan terduduk di jalan sambil memegang kepalanya..

“ Sujin, ayolah.. kita tidak punya banyak waktu mereka masih mengejar..“ kata Junho sambil menarik tangannya, namun Sujin justru mendorong tangan Junho. Dari kejauhan telihat beberapa Agent FPF termasuk Nichkhun sedang berlari mengejar, namun Sujin belum beranjak dari tempatnya dan masih memegang kepalanya sambil menunduk ke bawah.

“ Junho.. Ayo cepatlah.. “ kata Yuri yang sudah membuka pintu mobil.

“ Tunggu sebentar.. Sujin, Ayo! “ jawab Junho yang kembali menarik tangan Sujin namun lagi-lagi Sujin mendorong tangan Junho.

“ Junho.. Bagaimana?? “ tanya Yuri yang mulai menembak karena para Agent FPF semakin mendekat.

“ Kita tinggalkan dia, aku tidak mau tertangkap.. tugasku masih banyak ayo!! “ Junho akhirnya beranjak pergi masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Sujin dalam keadaan seperti itu.

Para Agent FPF mencoba menembak ke arah mobil yang ditumpangi Junho, namun mobil itu berhasil melarikan diri.

Nichkhun mulai mendekat ke arah Sujin yang masih memegang kepalanya.

“ Lee Sujin.. jangan bergerak.. “ perintah Nickhun.

Sujin mulai mengangkat kepalanya melepaskan tangan yang mencengkeram kepalanya sejak tadi, ia memandang Nichkhun dan perlahan cairan bening keluar dari matanya.

“ Suzy… “ kata Nickhun lirih sambil mulai menurunkan senjatanya.

“ Op…ooo… Oppa.. “ kata Sujin lirih namun Nichkhun bisa mendengarnya dengan jelas.

to be continued~~~

———-«-»———

Note :

Hehe.. akhirnya selesai part 3 yang lama banget ini… maaf ya, lama bgt ini.. maaf bgt.. dan udah lama FF ini gaje + bgt+ skali but no problem kan? Smoga kalian masih mau baca.. dtgu comment dan like-nya.. yang banyak yaa? Biar aku semangat bikin part slanjutnya #plakk

Terakhir makasih yang dh mau baca + comment, dan buat RFF yang publish FF ini maksih banyak 😀

53 thoughts on “[FF Freelance] 1983 (Part 3)

  1. baca ini kaget qw, qw kira suzy mati?? masak main cast mati Tt
    sujin=suzy org yg sama? moga suzy ingat khun tapi masih penasaran ama 1983 itu gmn? lnjut chingu jgn lame2 kekekek

    • maksih ats commentnya dn mf part slajutnya ak tunda dlu soalnya ak lagi fokus ke skolah, sbenrnya part 4 dh hampir slesai sih, tp ya tgu aj ya.. ttp bkal ak lanjutin kok.. 🙂

    • oke klajutnya dtgu agk lama ya? mian ak harus fokus ke skolah dulu,… Makasih atas commentnya..

    • maaf untuk lanjutannya tgu dlu ya, msh ak tunda ya mungkin ak lanjutin akhir Juni atau pertengahan Juni smoga.. maksih yaa atas commentnya… 😀

  2. Keren cetar membahana ulala thor kkk Suzy udah sadarkah ? Wah senengnya, Nickhun sama Suzy bersatu lagi kkk author fighting^o^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s