[FF Freelance] What Are You Lookin’ For? (Part 3)

what are you lookin for

Author                  : Yoon Minhyo

Cast                       : BAP’s Zelo aka Choi Junhong

                                  Choi Ah Raa [OC]

Supp Cast            : Another BAP’s member

Genre                   : Romance

Rate                       : PG

Length                  : Chaptered

Disclaimer           : Jangan kaget!!! 50% diri Zelo sudah menjadi kepunyaan Author 50% lagi masih buat Luhan ><

Summary             : “Hari itu, jika Hara tidak selalu berada disampingnya mungkin salah satu dari kami akan membunuh Zelo!”- Daehyun

Previous part: Part 1 , Part 2

***

Author’s Pov

“Yeobboseyo?” Hara menjawab panggilan yang baru saja masuk kedalam ponselnya, Ia bahkan baru saja menginjakan kaki di dalam kamarnya dan kini ponselnya langsung saja berdering.

“Hara-ya?”

Hara mengerutkan keningnya begitu Ia dengar suara Daehyun yang nyatanya berbicara disebrang sana, “Ada apa? Aku bahkan baru tiba dan kau sudah menghubungiku? Astaga!!!”

Namun Daehyun sama sekali tidak nampak mempedulikan gurauan Hara dan hanya terus berbicara, “Bisakah kau menghentikan semua rencana konyolmu itu?!”

“E-eh? Rencana? Rencana apa?”

“………”

“Ya!!Daehyun-ah!!!”

Daehyun menghela nafas panjang,”Sampai kapanpun Zelo tak akan pernah bisa melupakan Hyo, jadi kumohon—“Apa yang kau pikirkan hingga kau berani berkata seperti itu?!” Hara memotong cepat ucapan Daehyun.

“Kau tau? Rasanya aku mulai muak dengan semua permainan ini! Kau tak bisa lagi mencoba untuk  menggunakan Choi Ah raa sebagai alat untuk menyembuhkan luka Zelo! Semua yang kau lakukan sia-sia, Hara! Zelo mungkin akan melakukannya lagi, hal seperti apa yang Ia lakukan pada Hyo sebelumnya!”

“—JUST SHUT UP YOUR FUCKIN’ MOUTH!”

“Kau tidak bisa menerimanya? Jadi tolong berhenti!” Tambah Daehyun lagi, Ia tau benar Hara yang sangat keras kepala kini sudah mencapai titik habisnya.

Hara terdiam rasanya air matanya kini benar-benar akan menetes, semua ucapan Daehyun benar-benar membuat hatinya terasa begitu sakit, “Mianhae—semua yang kulakukan hanya untuk kebahagiaan Zelo” Lirihnya kemudian.

“Benar! Semua yang kau lakukan semata-mata hanya untuk kebahagiaan Zelo, tapi—apa kau pernah memikirkan kebahagiaanku?!”

“Aku menyukainya,Hara! Aku menyukai Choi Ah Raa!”

***

Sementara itu derasnya hujan terus membasahi tubuh Zelo yang kini terus melaju cepat bersama sepeda motornya.

“Kau bisa tinggalkan aku ditempat ini, CHOI JUNHONG!”

“Kau bisa tinggalkan aku ditempat ini, CHOI JUNHONG!”

“Kau bisa tinggalkan aku ditempat ini, CHOI JUNHONG!”

Kalimat terakhir yang diucapkan Ah Raa tadi terus menggema didalam pikirannya, menggema di setiap ruang kepalanya, membuatnya sulit berpikir bahkan bernafas sekalipun. Dalam seketika, kalimat itu kembali membawanya kepada hari itu, hari yang seharusnya sudah terkubur rapat didalam hatinya….

“Junhong-ah….Mianhae…” Lirih Hyorin tiba-tiba, Zelo yang saat itu tengah melajukan sepeda motornya melirik sekilas yeojanya itu melalui kaca spion, “E-eh? Ada apa? Terjadi sesuatu?”

“…………”

“…Hyo….”

“Junhong-ah, Bisakah kita berhenti sebentar?!”

Zelo mengerutkan alisnya kemudian menepikan sepeda motornya di sebuah halte bus. Hari sudah semakin larut kala, jalan semakin sepi dan rembulan bahkan sudah tak terlihat tertutup kabut.

“Hyo..Apa yang terjadi? Kau sakit?” Tanya Zelo, salah satu tangannya menyentuh kening Hyorin untuk memastikan bahwa sesuatu yang buruk tidak sedang menimpa yeojanya itu.

“Ahni Ahni, Na gwenchana” Hyorin menggelengkan kepalanya cepat, namun sedetik kemudian yeoja itu kembalii menundukan kepalanya lesu, “Mianhae, Junhong-ah”

“Ya!!Katakan! Apa yang sebenarnya terjadi?!” Nampaknya Zelo mulai kehabisan kesabaran, Ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Hyorin.

Hyorin terdiam cukup lama, membiarkan kedua mata indah Zelo menatapnya lekat-lekat, “Kau tau? Ini benar-benar berat ketika segala sesuatu yang terjadi benar-benar diluar dugaanku!”

“…………..”

“Junhong-ah. Mianhae, Semua yang telah dan akan terjadi benar-benar diluar kuasaku” Lirih Hyorin lagi, “Lusa, kami semua harus terbang ke kanada”

“E-eh? Kalian akan berlibur?”

“Ahni! Untuk seterusnya,Junhong-ah! Mungkin Lima tahun atau lebih aku benar-benar tidak tau” Jelas Hyorin kali ini butiran-butiran air matanya mulai menetes, membasahi pipinya yang kemerahan

Hening, Keduanya benar benar mati dalam diam. Zelo menatap langit-langit menahan tiap emosinya yang kini mulai memuncak, “Kau bercanda?!”

Hyorin menggelengkan kepalanya yang tengah tertunduk pelan, “Sial!!” Maki Zelo keras entah pada siapa makian itu tertuju, kini tak ada lagi yang dapat Ia pikirkan semuanya benar-benar akan segera berakhir.

“Seperti itukah? Baik! Kau bisa pergi, Hyo! Lupakan semua yang pernah terjadi diantara kita, kau tau? Untuk seterusnya aku akan berusaha menghapus sosokmu dari dalam kehidupanku!”

Tangis Hyorin kini benar-benar pecah, ketika Zelo mengucapkan penggalan-penggalan kalimat yang berhasil menghancurkan hatinya, “Junhong-ah… Kau benar-benar akan membiarkanku melakukannya?”

“Benar! There are no reason, for me to make you to keep stay!”

“That’s right? Kau benar-benar berpikir seperti itu Junhong-ah?” Perlahan Hyorin mulai menghapus jejak air matanya, kemudian kini kedua matanya dapat melihat sosok Zelo yang sama sekali tidak Ia kenali, Zelo yang dingin, angkuh dan bahkan Zelo yang sama sekali tidak berusaha untuk mencegah kepergiannya.

Hyorin menghela nafas panjang kemudian,  “Kau bisa tinggalkan aku ditempat ini, CHOI JUNHONG!”  Ujarnya pelan namun dapat Ia pastikan Zelo mendengarnya dengan jelas sekali, kerana dalam hitungan detik namja itu segera berlalu dari hadapannya, meninggalkannya seorang diri terdiam dalam tangisnya.

“Kau bisa tinggalkan aku ditempat ini, CHOI JUNHONG!”

“Kau bisa tinggalkan aku ditempat ini, CHOI JUNHONG!” 

CKITTTT!!!

Zelo menghentikan laju motornya tiba-tiba, derasnya hujan malam ini benar sudah membuat seluruh tubuhnya basah kuyup. Ia terdiam, kedua matanya yang indah menatap kejauhan yang diselubungi oleh derasnya hujan dan keheningan malam.

Dapat Ia rasakan kini hatinya terasa begitu sakit, mendengar kembali kalimat itu bahkan dari seseorang yang berbeda. Sedetik kemudian dengan cepat Ia kembali lajukan sepeda motornya menuju ke arah yang berlawanan, selama beberapa saat Zelo sudah memutuskan untuk kembali, menemui yeoja itu yeoja yang pada nyatanya kembali membangkitkan rasa sakit didalam hatinya, “Aku tak akan membiarkan dirinya merasakan apa yang kau rasakan, Hyo” Batinnya dalam hati, rasanya air matanya sudah berteriak ingin keluar namun tidak Ia benar-benar tidak dapat menangis sekarang.

***

Ah Raa’s Pov

Namja itu kini benar-benar telah pergi……Apa yang sebenarnya kau inginkan, Choi Ah Raa?

Kali ini tak ada lagi yang dapat kulakukan, selain menatap derasnya hujan dan mencoba berpikir. Kau tau? Semua yang baru saja terjadi benar-benar tak pernah kubayangkan sebelumnya.

Kau bodoh Choi Ah Raa.

Kau bahkan benar-benar tidak mempunyai kepentingan apapun didalam dirinya, tapi—

Kau gila, dan sekarang apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?

Benar, apa yang ingin kulakukan? Ditempat yang bahkan tak pernah ku datangi sebelumnya. Haruskah kuhubungi Eomma? Atau Appa? Atau mungkin Daehyun, Hara, atau Himchan? Oh astaga!! Kau tak akan melakukannya, Choi Ah Raa! Kau akan membiarkan mereka bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi, aishh ini benar-benar buruk.

I Have to tell you something…

How I wanna be with you, be with you….

“E-eh? Daehyun?” Dengan cepat ku jawab panggilan yang nyatanya berasal dari Daehyun, Oh Tuhan kau memberikanku pertolongan nampaknya, aku tersenyum kecil, “Yeobboseyo?”

“Ah Raa-ya..?! Kau sudah sampai dirumah?” Kudengar suara Daehyun nampak begitu bersemangat.

“….”

“Ah Raa-ya?”

“Ahh ahhniyo. Sesuatu terjadi dan kurasa Zelo benar-benar—eungg, jadi—”

Oh bodoh sekali!! Kau akan membuatnya khawatir,Choi Ah Raa….

“Astaga!!! Jadi kau belum sampai dirumah? Dimana kau sekarang? Aku akan segera pergi ketempatmu, Ne?”

Benar seperti yang kuduga, “Entahlah. Aku benar-benar tidak tau berada dimana sekarang, Daehyun-ah”

“Baiklah! Kau hanya perlu menunggu sebentar, dimanapun kau berada aku akan segera pergi ketempatmu! Kau mengerti? Kau harus berhati-hati!!” Ujar Daehyun panjang lebar hingga pada akhirnya panggilannya kini berakhir.

“Benar, Hyorin adalah saudara, sahabat, dan juga—“

“Dan juga?”

“—Kekasih Zelo”

“Jadi—Park Hyorin adalah kekasih Zelo?”

“Benar! 2 tahun lalu semuanya benar-benar berakhir ketika sebuah kecelakaan besar menimpa Hyorin!”

Apa yang sudah kulakukan sebenarnya? Kalimat yang tanpa sadar kuucapkan pada Junhong, benar-benar bukanlah sebuah kalimat yang patut diucapkan oleh seorang Stranger like me ! Akan benar sekali ketika Ia pergi dan memutuskan untuk meninggalkanku ditempat ini.

“Kau tak perlu tau alasannya”

“…..karena Hyorin?…”

“Kau belum bisa melupakannya, Junhong-ssi?”

Dengan segala kebodohan yang telah kulakukan, dapat kuyakini kini sosoknya akan benar-benar semakin membenciku, Ia bahkan tak akan memberikanku kesempatan. Untuk? Entahlah aku bahkan tak mengerti kesempatan apa yang kubutuhkan dari seorang namja sepertinya.

***

Author’s Pov

Ah Raa semakin putus asa ketika Ia lihat kini jarum jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Sudah hampir 1 jam Ia menunggu ditengah derasnya hujan dan gelapnya malam, namun sama sekali tak dapat Ia lihat tanda-tanda kehadiran Daehyun.

“Ini benar-benar buruk! Kurasa menghubungi Appa adalah satu-satunya jalan keluar untuk saat ini!” Pasrahnya kemudian dengan cepat segera meraih ponselnya namun sedetik kemudian dapat Ia lihat sesosok namja yang mungkin Ia kenali, Zelo!! Namja itu kembali!!

“Junhong-ah?” Gumam Ah Raa pelan sama sekali tidak percaya dengan apa yang sedang Ia lihat, “Ah ahniyo, Zelo!! Apa yang terjadi?” Ralatnya cepat begitu kini Ia lihat sosok Zelo yang benar-benar dalam keadaan basah kuyup, turun dari sepeda motornya dan melangkah menghampirinya. Kedua mata Zelo yang begitu Indah masih menatapnya lekat-lekat, entah perasaan apa yang kini Ah Raa rasakan, satu hal yang Ia ketahui adalah bahwa namja ini telah berhasil membuatnya berdebar-debar dengan segala hal yang Ia lakukan.

“Apa yang terjadi? kenapa kau kembali?” Ah Raa tetap berdiri tegak ketika Zelo berhasil merengkuhnya kedalam pelukannya,”Astaga!! Zelo!! Kau benar-benar basah kuyup!! Dan sekarang—apa yang kau lakukan sekarangg?!?!!” Ah Raa mencoba untuk melepaskan pelukan Zelo, namun Zelo sama sekali tidak menghiraukan penolakan itu.

“Zelo!! Lepaskan aku, Jebbal!!” Pinta Ah Raa pelan sebelum Ia rasa bahwa jantungnya mungkin akan segera meledak akibat perlakuan Zelo saat ini.

“Bisakah kau berhenti berbicara,dan berdiam untuk sebentar saja?!” Bisik Zelo lembut tepat ditelinganya, astaga Ah Raa benar-benar berpikir Ia akan segera masti saat ini.

“………..”

“Dan berhenti untuk memanggilku Zelo! Kau bisa memanggilkuu Junhong sampai kapanpun!” Lanjutnya lagi.

“….Zelo…?”

“..hh..mia..anh..hae, Hyo…..” Lirih Zelo kemudian dapat Ah Raa rasakan seluruh tubuh namja itu kini benar-benar terjatuh kedalam pelukannya.

Untuk beberapa saat Ah Raa terdiam,dan kemudian butiran-butiran air mata mulai menetes membasahi pipinya yang semula merona merah karena gugup. Kini Ia mengerti, semua perlakukan bahkan ucapan Zelo benar-benar tak nyata. Namja ini baru saja sampai di batas titik kerasionalannya, atau mungkin Ia benar-benar dalam keadaan tak lagi sadar begitu Ia sampai kembali ketempat ini, namun satu hal lagi yang dapat Ah Raa ketahui adalah kenyataan itu benar-benar membuatnya merasa begitu sakit, kalimat terakhir Zelo barusan benar-benar membunuhnya.

“Kau tau Junhong-ah? Nampaknya aku benar-benar telah melakukan sebuah kesalahan besar” Lirih Ah Raa pelan, masih dengan air matanya yang terus mengalir, “Mianhae, sepertinya aku benar-benar menyukaimu, Choi Junhong”

***

Disisi lain seorang namja dengan hoodie ungunya baru saja keluar dari dalam mobil, ketika dengan kedua matanya yang nampak terkejut begitu melihat Ah Raa dan Zelo tengah berpelukan? Yah setidaknya seperti itulah yang Daehyun lihat.

“Ah Raa-ya?”

Ah Raa Menolehh cepat begitu Ia dengar suara Daehyun baru saja memanggilnya, “Daehyun-ah? Syukurlah, Kau datang pada akhirnya” Ujarnya kemudian tersenyum kecil pada namja yang saat ini masih menatapnya aneh, “E-eh? Oh astaga!! Ini benar-benar tidak seperti yang kau bayangkan!” Sangkal Ah Raa begitu Ia sadar kini Ia dan Zelo tengah berada dalam posisi yang eungg mungkin akan membuat sebagian orang salah paham.

“Jadi?” Daehyun masih nampak ragu-ragu.

“Eung, seperti yang kau lihat Daehyun-ah! Zelo sepertinya benar-benar tidak terlihat baik, dan sekarang apa yang seharusnya cepat kita lakukan?” Jelas Ah Raa lagi, kini salah satu tangannya menyentuh kening Zelo yang terasa begitu, “Oh astaga!! Sepertinya Ia terkena demam tinggi. Eotthokae, Daehyun-ah?”

Daehyun terdiam sesaat,lalu seakan-akan kembali tersadar, “Zelo demam? Sebaiknya Ia kembali kerumahku, dan tunggu sebentar jadi bagaimana dengan sepeda motornya?” Tanyanya kemudian, dan Ah Raa hanya bisa menggeleng pelan.

“Kau bisa membawa mobil atau semacamnya, Ah Raa-ya?”

“Aku bisa, laluu?”

Sebuah senyum kecil terlukis diwajah tampan Daehyun,, “Itu baik sekali. Kau bisa membawa Zelo dengan mobilku, sedangkan aku akan membawa sepeda motornya! Setelah itu aku akan mengantarmu pulang, Bagaimana? Kau tidak keberatan kan?”

“—tapi ini hujan?” Ah Raa menatap derasnya hujan dan juga Daehyun bergantian.

“Aku akan baik-baik saja. Gomawo, Ah Raa” Daehyun mengacak-acak lembut rambut Ah Raa kemudian menyerahkan kunci mobilnya, “Kau ikuti aku dari belakang, Ne?”

Ah Raa mengangguk kemudian balas tersenyum, “Baiklah! Gomawo, Daehyun-ah, Ah kita harus cepat!! Let’s go!!” Satu hal yang kini Ah Raa utamakan adalah keselamatan Zelo.

Astaga! Lagi-lagi kau begitu bodoh, Choi Ah Raa.

***

“Jadi, apa kau yakin Zelo akan baik-baik saja?” Tanya Ah Raa  begitu dirinya dan Daehyun kini sedang dalam perjalanan pulang menuju kerumahnya

Daehyun tersenyum kecil, “Ia akan baik-baik saja. Kau harus tau Ah Raa-ya, Eomma ku seorang dokter”

“Jinjja? Ah Itu terdengar baik sekali”

“Jadi—apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Zelo?” Tanya Daehyun tiba-tiba, kedua matanya melirik Ah Raa sekilas lalu dengan cepat segera kembali menatap kedepan.

“E-eh?”

“Jadi benar terjadi sesuatu?”

“Ah ahniyo!! Tidak ada yang terjadi antara aku dan Zelo” Sangkal Ah Raa cepat.

Dan dalam sekejap kami berdua tenggelam kedalam suasana hening, “Daehyun-ah” Ah Raa kembali memecah keheningan yang terjadi.

“Eung?”

“Ada yang ingin kutanyakan padamu”

“Eh? Apa?”

Entahlah, haruskah kau tanyakan hal semacam itu Choi Ah Raa?

“Eung, kau tau? Sejak tadi Zelo terus memanggil-manggil nama Hyorin”

 “……..”

“Daehyun-ah?”

Daehyun menghela nafas panjang, kemudian kedua matanya kembali melirik Ah Raa yang masih menanti sebuah jawaban darinya. Kini sebuah senyum pahit terlukis diwajahnya yang tampan, “Hari itu, jika Hara tidak selalu berada disampingnya mungkin salah satu dari kami akan membunuh Zelo!”

***

Ah Raa’s Pov

“Hari itu, jika Hara tidak selalu berada disampingnya mungkin salah satu dari kami akan membunuh Zelo!”

Tuhan, tak ada sepatah katapun yang dapat kuucapkan begitu penggalan kalimat itu terucap dari mulut Daehyun.

“Kau terkejut? Mianhae, Tapi seperti itulah kenyataannya”

“Ba..bagaimana bisa? Kami? Kau dan juga—“

“Himchan!” Ujar Daehyun lagi, “Sebelum mengenal Zelo dan Hara, kami bertiga bahkan sudah lama saling mengenal! Maka 2 tahun lalu ketika kejadian itu terjadi aku dan Himchan benar benar telah mencapai titik habis”

Perlahan tapi pasti Daehyun benar-benar telah membawaku kembali ke masa itu, kejadian 2 tahun lalu ketika semua kebahagiaan perlahan memudar.

“Bodoh!! Mengapa kau tidak menjawab panggilanku sejak tadi?!!” Seru Himchan keras begitu Daehyun pada akhirnya menjawab panggilannya, “Mwoya?!! Sesuatu terjadi? Ini tengah malam, kau sadar?!”

“Lupakan! Bergegaslah! Aku sedang dalam perjalanan, tapi mungkin karena kau yang terdekat kau  bisa lebih dulu—oh astaga!!! Bisakah kau bergerak lebih cepat, Jung Daehyun!!” Kali ini Himchan benar-benar telah sampai pada batas akhir kesabarannya.

“YA!!! Katakan Apa yang terjadi?!?!!”

Himchan menarik nafas panjang, “Sesuatu yang buruk menimpa Hyo! Kau harus cepat menuju kerumah sakit sekarang!! Jung DAEHYUN!!! PPALII!!!”

BRUK!!

Seketika Daehyun bagaikan kehilangan semua energinya, dengan cepat segera Ia raih kunci mobilnya dan melesat menuju ke rumah sakit.

“Tuhan!! apa yang terjadi pada, Hyo?” Lirih Daehyun begitu sampai di diepan ruang ICU, dan kini hanya dapat Ia lihat sosok Hara yang tengah menangis.

Hara yang menyadari kehadirannya dengan segera berlari dan memeluk namja itu, “Entahlah. Semua terjadi begitu saja, Daehyun-ah!! Eothokae?!!”

Daehyun terdiam, masih berusaha mengatur kembali nafasnya yang sejak tadi tak lagi beraturan, “Mana Zelo? Terakhir kali Hyo pergi bersamanya, benar?”

“Ponselnya tak bisa dihubungi” Hara menggeleng pelan, air matanya masih terus mengalir.

DUAK!!

“Brengsek!!! Jika Ia benar-benar terlibat dalam masalah ini, dan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Hyo! Aku akan membunuhnya!” Daehyun memukul kepalan jemarinya pada sebuah tembok rumah sakit hingga menimbulkan tetesan darah segar yang mulai bercucuran.

Hara terdiam menatap Daehyun, dan kemudian meraih kepalan tangan Daehyun yang kini penuh dengan darah, “—dan ketika kau mencoba untuk membunuh Zelo dengan tangan ini, maka berikutnya aku yang akan membunuhmu, Daehyun-ah!” Kedua mata Hara yang kini bagaikan sebuah krystal kaca menatap namja itu lekat-lekat tanpa keraguan sedikitpun, dan Daehyun pun tau apa yang diucapkan Hara barusan bukanlah omong kosong belaka.

“Jangan menangis, Daehyun-ah” Lirihku begitu kini kulihat butiran-butiran air mata mulai menetes membasahi pipinya.

Daehyun tersenyum kecil, “Mianhae, Ah Raa-ya. Tak seharusnya aku seperti ini. Tapi satu hal yang harus kau tau, semua yang terjadi benar-benar sudah menjadi sebuah masa lalu, dan nyatanya kami ber empat telah berhasil melaluinya walaupun—“ Daehyun kembali menghentikan kalimatnya.

“Walaupun?”

“Masih dapat kami rasakan kesedihan yang mendalam didalam hati Zelo.”

Payah!! Kau benar-benar seorang yeoja payah Choi Ah Raa!! Sekarang kau bisa menyadarinya kan? Kau tak akan pernah bisa menyentuh hati dingin Choi Junhong, bodoh sekali.

***

Zelo’s Pov

“Zelo!!!”

“Sesuatu yang buruk terjadi pada, Hyo!!”

“Kau yang membuatnya seperti ini!! BRENGSEK!!!”

“Zelo..Gwenchana, Semua akan baik-baik saja”

“Zelo, Mianhae!”

“Kau Bajingan!!”

“Mianhae, Hyo!!”

“Mianhae, Hyo!!”

“Zelo!!!”

“Zeloooo!!!”

“Choi JUNHONG!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“Hei, Zelo!!! Gwenchana?!!”

Kukerjapkan kedua mataku perlahan ketika mimpi buruk itu berakhir, dapat kurasakan kepalaku yang masih terasa begitu sakit. Astaga?! Apa yang terjadi sebenarnyya?

Kini dapat kulihat sosok Daehyun yang tengah menatapku aneh, “Kau baik-baik saja?”

“Apa terjadi sesuatu?”

Daehyun mengangkat bahunya, “Entahlah. Semalam kau dan Ah Raa sepertinya kehujanan, dan begitu ku datang kau dalam keadaan pingsan, setelah itu—“

“Ah Raa?! Jam berapa sekarrang?!” Tanyaku cepat sebelum Daehyun kembali berbicara panjang lebar. Jadi bagaimana dengan Choi Ah Raa? Apa yang sebenarnya terjadi semalam?

Dan astaga!! Apa yang kauingat Choi Junhong?? Ini benar-benar tidak mungkin terjadi, jadi kurasa ini pastinya hanyalah sebuah mimpi omong kosong belaka.

“Setelah mengantarmu kembali kesini, aku mengantarnya pulang. Dan sekarang sudah pukul 12 siang. Nampaknya kau benar-benar betah tidur di ranjangku!” Daehyun tersenyum lalu melemparkan sebuah bantal padaku, Oh namja ini benar-benar.

“Ya!!! Kau membuat kepalaku sakit!!”Ujarku kemudian balas melemparnya,”dan bagaimanapun juga terima kasih. Kau benar-benar baik, Jung Daehyun!”

Daehyun terdiam, salah satu alisnya terangkat heran, “Oh astaga!! Kalimatmu tadi benar-benarr terdengar menjijikan!!! Jangan bilang kau jatuh cinta padaku?? Ohh aku tau aku tampan tapi tidak seperti ini!!! Zelo!!! Kau penyuka laki-laki sekarang?!! Aku harus memberi tahu Himchan!!” Ujarnya histeris kemudian beranjak meninggalkanku.

Bodoh sekali, namun kini kepalaku benar-benar kembali terasa sakit begitu kucoba untuk mengingat kejadian-kejadian semalam, entahlah! Namun secepatnya, ada sebuah hal yang harus kupastikan ,dan itu artinya kau Zelo harus menemui yeoja itu, Choi Ah Raa.

***

Author’s Pov

“Kau mau melakukannya kan, Ah Raa-ya?”

Ah Raa mengangkat bahunya ragu-ragu, Ia sama sekali tidak siap dengan perannya kali ini, “Entahlah. Aku benar-benar ragu bisa memerankannya atau tidak”

Dongwoon tersenyum kemudian menepuk pundak yeoja itu, “Kau pasti bisa melakukannya!! Kau berbakat, kau tau itu?”

“Baiklah” pada akhirnya Ah Raa pun bersedia mengambil peran itu, “Lalu selanjutnya, bagaimana?”

“Kita akan mengadakan audisi untuk pemeran Pria” Ujar Dongwoon seraya melebarkan senyumnya.

“Eh?” Ah raa nampaknya sedikit terkejut dengan keputusan itu.

Namun keterkejutannya bertambah ketika Ia dengar suara-suara yang begitu Ia kenali, “Eh? Audisii??!  Aku akan mengikuti audisi itu!!!”

BUK!!

“Ya!! Kau bahkan sama sekali tidak bisa ber-akting!!”

“Appo!!! Dasar yeoja galak!!”

“Kalian berhentilah membuat keributan!”

“—tapi Daehyun benar-benar terlalu banyak berharap! Ya kan, Zelo?!”

“Entahlah! Ayo kita segera kembali!!”

“Ya!!Zelo!! Kau bahkan tadi sudah setuju untuk ikut, kan?!”

Dan perdebatan panjang pun terus terjadi antara Daehyun, Hara, Himchan, dan juga Zelo?

“Kalian?!”

Tbc

Ulalala ulalala ulalala with the girls with the girls generation~

Yuhuuu author’s back!!! Dengan chapter 3 ff abal ini hikseee

Bagaimana ceritanya? Ngebosenin? Makin gaje? Atau makin banyak yang suka? Ehehehe

Author seneng banget nampaknya ff ini sebentar lagi akan tamat, dan alur ceritanya bener bener tak bisa author prediksikan, jadi saran dan komen kalian bakal menentukan akhir dari ff ini hiksee

Salam cium author muahhh

6 thoughts on “[FF Freelance] What Are You Lookin’ For? (Part 3)

  1. Jjang thor (y) 😀
    baru baca, ngebut langsung 1jam baca jadi baru d part ini koment hehe 😀
    next ya thor, please jangan lamalama~ ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s