[FF Freelance] Dreaming (Ficlet)

dreaming

Judul : Dreaming

Author : Daisy Choi

Rating : PG 13+

Length : Ficlet

Genre  : Romance

Cast    : Airra Kim, Kriss Wu

Desclaimer : Annyeong~ dengan rendah hati saya persembahkan cerita ini untuk reader sekalian. Original versionnya ditulis oleh teman saya. Dan saya mengoreksi dan mengedit sedikit. Jadi sebenernya ini cerita miliknya dia. Selamat membaca. 😀

***

Ini bunga tidur yang selama tiga hari berturut-turut datang di tidurku, tentang tiga lelaki yang memang sering datang di kehidupanku belakangan ini. Entah ini petunjuk dari Tuhan atau mungkin hanya sebatas bunga tidur saja.

Ada beberapa mimpi yang aku yakini, benar-benar terjadi di dunia nyata. Aku tidak menyangkut pautkan semuanya dengan hal tersebut. Tetapi aku hanya benar-benar merasa takjub dengan ketiga mimpi itu. Mungkin jika ada yang menyebut ini sebagai sebuah kebetulan, bisa jadi.

***

Malam yang pertama di tanggal 9 Maret 2013, aku bermimpi tentang lelaki  yang pernah kukagumi, tapi sikapnya yang selalu diam, menutup diri dan ketidakpeduliannya membuatku merasa tidak mungkin untuk ‘satu kemungkinan’ itu. Entah perasaan apa ini, rasanya seperti orang lain ketika jatuh cinta. Ketidakmungkinan itu semakin nyata saat jarak semakin menjauhkan kita, dia yang dari sebelumnya tak pernah menganggap aku ada, semakin menjauh membawa perasaan yang semakin lama semakin pudar.

Tapi malam itu seperti mengingatkan kembali, dia datang di bunga tidurku. Kita berkumpul di salah satu acara. Kebetulan dia tepat berada dibelakangku. Tiba-tiba seorang disampingku bertanya.

“Hey bagaimana hubunganmu dengan Kriss?”

Kriss Wu, dia kekasihku saat ini. Kriss yang selama kurang lebih dua tahun menemaniku.

Aku hanya menjawab “baik-baik aja. Memangnya kenapa?”

Dia diam sebentar sebelum menjawab.

“sebenarnya kau tidak menyayanginya kan?”

Aku sedikit tersentak. Namun masih bisa menguasai diri. dengan tegas aku berkata.

“Eiiiy, jangan so tau ya”

“jujur saja Ai”

Dari sana aku hanya menunduk, merasa bingung dengan perasaanku sendiri. Kemudian dari belakang tiba-tiba ada yang menggenggam tanganku erat. Dia mengucapkan beberapa kata tepat di samping telingaku. Dia adalah lelaki itu. lelaki yang kukagumi. Lelaki yang membawa pergi perasaanku.

“aku mencintaimu dengan penuh keterbatasan, aku mencintaimu dalam diamku dan aku mencintaimu dengan caraku sendiri”

Ya Tuhan aku benar-benar terkejut. Dia yang selama ini diam, apa mungkin yang dia katakan itu benar.

Itu mimpi yang pertama dan saat aku terbangun pagi itu aku merasa benar-benar ingin tertidur lagi, ingin mengulang kembali memori indah yang mungkin Tuhan berikan lewat mimpi. Meskipun hanya sekedar mimpi, tapi itu cukup membuatku tersenyum sehari itu.

***

Ini mimpi yang kedua, aku mengalaminya tepat sehari seteah mimpi yang pertama yaitu tanggal 10 maret 2013. Mimpi yang hampir sama, mimpi tentang laki-laki yang pernah datang dikehidupanku juga. lelaki yang berbeda dari mimpi sebelumnya.

Mimpi itu terjadi di hari terakhir aku meninggalkannya, saat itu aku sedang belajar di salah satu perguruan tinggi yang ada di suatu kota. Namun aku memutuskan untuk berhenti karena ingin mengejar citaku yang lain, di tempat lain.

Sore itu hujan. Aku pamit kepada semua teman yang memang aku kenali. Yang aku ingat ada seseorang lelaki yang bertubuh putih, tinggi. Kemudian perempuan dari kelas lain. Aku tau namanya, tapi sepertinya tak perlu ku sebutkan. Aku telah pamit kepada semua orang yang kutemui di tempat itu pada sore hari itu.

Kemudian aku pulang, kebetulan aku tidak membawa kendaraan dan saat itu sedang hujan . deras, bahkan sangat deras.

Tiba-tiba dari belakangku muncul kendaraan yang sudah kuhafal itu milik siapa, aku yang memang menghindarinya, tanpa pikir panjang berlari menjauh.

Sesampainya di rumah. Entahlah, aku tak begitu ingat itu rumah siapa.  

Baru saja aku merasa lega karena berhasil lolos dari incarannya. Tiba-tiba di tengah derasnya hujan terdengar suara seseorang dari balik pintu yang terus memaksa untuk berusaha masuk.

Aku yang sudah tidak tahan dengan ketukan pintu berkali-kali, kemudian membukanya.

“yasudah kalau memang kamu akan pergi, baik-baik disana. Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu, aku tidak bisa memberimu apa-apa. Karena aku mungkin memang memiliki rasa, tapi itu hanya sebatas sayang kakak kepada adiknya. Dan kamu juga pasti tau, aku mempunyai seseorang yang juga sangat mencintaiku”

Aku semakin membeku, terlebih dengan pernyataannya yang memang telah kuduga dari sejak lama. Singkat cerita aku pergi, dan memang Tuhan tak pernah memberi waktu untuk bertemu lagi.

***

Ini yang terakhir, yang terjadi tanggal 11 maret 2013. Tepatnya tadi malam. Ini yang menurutku paling capek, mimpi terlelah yang pernah aku alami.

Ini tentang lelaki yang selalu memberikan sikap terbaiknya untuk aku, selalu mampu mengambil hati meskipun aku sudah berjanji untuk meninggalkannya, tetapi dia selalu pintar mengembalikan semuanya seperti sedia kala, termasuk perasaanku. Mungkin memang aku yang terlalu bodoh, atau aku yang terlalu sayang, hingga saat dia bersama seseorang perempuan lain, bahkan sampai ada hubungan lebih dari teman, sayapun memaafkannya.

Tetapi dia sekaligus mempunyai sikap lelaki yang belum pernah aku alami sebelumnya. Dia seperti mempunyai kelainan, emosinya mudah memuncak , dan seketika itu juga dia mampu melakukan apapun.

Tetapi, dia tidak pernah melukaiku, dia hanya melukai dirinya dihadapanku, seperti menampar, memukul diri sendiri, tak jarang sampai tubuhnya berdarah. Itu terjadi saat kita sedang ada masalah. Tetapi tidak terlalu sering. Hanya terjadi ketika kita sedang bertengkar hebat.

Dia adalah Kriss. Kekasihku.  

Dan malam tadi, singkat cerita aku sedang duduk di sebuah tempat makan yang sekaligus menjadi tempat reuni pada saat itu. aku membawa laptop, dan sedang membukanya di ruangan tersebut. Tiba-tiba dia datang dengan teman-temannya, salah satu temannya menghampiriku. Saat itu aku sedang melihat foto-foto kebersamaanku dengan teman-teman.  Naasnya, ketika temannya melihat layar laptopku, yang terpampang disana adalah foto seorang laki-laki. Foto seseorang yang dulu kukagumi. Seseorang yang mampir dalam tidurku dua hari yang lalu. 

Sontak temannya itu langsung berteriak memanggil Kriss.

“Kriss, lihat. Airra menyimpan foto laki-laki di laptopnya.”

Aku kaget, dan refleks langsung menutup laptop. Takut dengan reaksi yang akan ditimbulkan Kriss. Mengingat pria itu sangat posesif juga pencemburu.

Kemudian dia menghampiriku, dan memaksa meminjam  laptop itu. aku yang merasa laptop adalah privasi dan hanya aku yang boleh membukanya, aku tak meminjamkannya. Di laptop itu banyak cerita-cerita pribadi yang sering aku tulis.

Aku berlari keluar ruangan sambil memeluk laptop itu. Hari itu cuaca sedang terik sekali,matahari sepertinya memberikan panas yang hampir dua kali lipat dari biasanya.

Aku berlari semakin kencang semampuku dan dia juga berlari mengejarku.

“Berikan laptop itu padaku”

Dengan nada yang semakin tinggi dan muka memerah , mungkin karena panas yang hampir membakar ditambah dengan rasa marahnya terhadapku. Dia berteriak semakin kencang.

“lari kemana kamu, aku pasti bisa menangkapmu”

Aku yang semakin lelah, dengan kaki yang semakin lambat. Akhirnya dia menangkapku.

Dia mengambil laptop itu dan dia membukanya.

Ternyata seketika itu juga dia marah,emosinya memuncak.

Dia melemparkan sebuah batu dikepalaku, aku melihatnya, aku memegang luka itu dan ternyata berdarah. Aku yang berteriak juga sudah tidak mampu. Aku hanya diam dan merintih kesakitan.

Dia mendekat dan kemudian menaruh kedua lengannya di leherku. Entah apa yang dia lakukan kepadaku selanjutnya.

***

Ya Tuhan, mimpi yang terakhir membuatku sangat takut. Ketika bangun tubuhku penuh keringat. Tetapi aku yakin. Kriss tidak seperti itu. Dia mencintaiku. Dan dia tidak mungkin menyakitiku seperti itu. Tidak mungkin.

“jika orang merasa sayang kepada orang lain, dia pasti melindunginya” dan aku percaya kata itu.

Mungkin itu hanya bunga tidur biasa, yang kebetulan peristiwanya berturut-turut tentang lelaki yang pernah dekat denganku. Dan perasaan itu datang terpaut waktu.

Karena ada banyak cinta di dunia ini, yang tentunya memiliki kadar yang berbeda. Hanya satu orang yang akan mendapatkan inti abadi.

Semoga ini bukan pertanda apa-apa, aku tidak mau terlalu mendalaminya, karena setiap mimpi yang aku pikirkan dan aku rasakan ada kenyataan di belakangnya. Itu benar-benar menjadi nyata.

One thought on “[FF Freelance] Dreaming (Ficlet)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s