Blank Hope (Prologue)

BLANK HOPE by BELLA JUNG

Genre : Romance | Rate : General | Length : Chaptered

Main Cast : T-Ara’s Jiyeon , 2PM’s Junho & Chansung

Disclaimer : terinspirasi dari beberapa novel dan film

 terimakasih untuk Wax yang sudah membuat lagu semenyentuh Tears Of Feeling

-Prologue-

Musim Semi , 2005

Seorang lelaki berusia sekitar 15 tahun, tengah duduk di pelataran halaman sebuah rumah bergaya minimalis. Dibawah pohon Mapel Jepang lelaki muda bernama Lee Junho hanya bisa berdiam, memandangi hutan cemara sunyi yang ada di hadapannya. Tidak menghiraukan Nyonya Park yang terus memanggil namanya dari teras rumah.

“Junho-ya,” Serunya berkali kali. Kendati lelaki itu tidak juga menoleh dan merespon panggilan yang wanita setengah baya itu serukan, putrinya yang cukup akrab dengan lelaki itu menawarkan diri untuk membantu sang ibu, mengajak Junho untuk makan siang bersama.

Hey,” Jiyeon menepuk bahu sebelah kanan Junho dari belakang.

Junho sedikit menoleh kemudian kembali memfokuskan pandangannya seperti sedia kala “Makan siang sudah siap.” Jiyeon memutuskan untuk duduk di sebelah Junho.

10 Detik, lelaki muda itu sama sekali tidak merespon apa yang beberapa saat lalu dia ucapkan “Sudahlah, mereka tidak akan bangkit dari kubur kalaupun kau terus meratapi kepergiannya.” Jiyeon mengeluarkan seulas senyum tipis sembari memandang beberapa pohon cemara yang bergoyang pelan karna tertiup angin.

Junho mendengus kesal “Apa urusanmu?” Akhirnya lelaki itu angkat bicara, tentu saja dia tidak terima dengan presepsi yang baru saja Jiyeon ungkapkan.

Gadis itu menoleh “Junho-ya, kau tidak usah khawatir. Aku dan keluargaku akan selalu ada untukmu, kami akan membantumu jadi kau tidak usah khawatir.” Jiyeon meraih telapak tangan Junho yang sedari tadi hanya bisa terlipat dipangkuannya.

Junho membalas tolehan Jiyeon ketika merasa kalau gadis muda itu meraih tangannya dan memandang dalam mata gadis itu lekat “Kalau kalian bisa membantu, apa kalian bisa membuat kedua orang tuaku hidup kembali?”

Jiyeon tertahan, dia tidak bisa menahan air mata yang sudah memenuhi kantung matanya beberapa detik belakangan. Dan beberapa saat kemudian akhirnya dia menangis tetapi tangannya masih kuat untuk menarik bahu lelaki yang duduk disampingnya untuk masuk kedalam pelukannya “Sudahlah, yang perlu kau lakukan hanya bertahan hidup. Kedua orang tuamu disurga pasti menginginkan itu.”

“Aku tau, tetapi ini terlalu sulit Jiyeon-ah, sekarang aku tidak punya keluarga lagi jadi bagaimana mungkin aku bisa bertahan?” Lelaki muda itu akhirnya larut juga, dia menitihkan air mata ketika Jiyeon memeluknya erat.

“Keluargaku—tidak,” Jiyeon menggeleng “Aku akan membantumu untuk bertahan, percayalah. Jadi berhentilah menangis.” Jiyeon mengusap kedua matanya yang penuh dengan linangan air mata.

-To Be Continue-

27 thoughts on “Blank Hope (Prologue)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s