[FF Freelance] Saranghae, I Love You (Oneshot)

saranghae I love u

Tittle | ~ Saranghae , I Love You^^

Author  | Hyukkie44bee

Main Cast

Lee Hyuk Jae ; Ken Snowden Proyas

Andrea Lee ; Lee Donghae

Zyena Adeline ; Lee Sungmin

Daphny Dew ; Cho Kyuhyun

Jane Richie Policastro ; Choi Siwon

Genre | Romance ; Absurd

Length | Oneshoot

 

 

Halooooo semuanya ^^

Aku datang lagiy…….

Hadowh.. ni cerita kata temen aku bener2 absurd gila’

Dan entah mengapa aku masih dengan beraninya ngirim ni FF ke blog tercinta ini..

Hihihihi..

Bukan karna apa-apa, aku Cuma mo berbagi aja. Sambil ngenalin tu cast baru ciptaan aku. Semoga kalian suka..Aminnnn …Hohoho……

*bow

 

=o-o=

Ken baru saja mendapatkan sebuah panggilan darurat dari Adel, sahabat karibnya yang baru saja melakukan tour keliling dunia demi melampiaskan nafsu photography-nya. Baru lima menit yang lalu dia akan segera berangkat ke Tokyo Dome dimana konser Super Show 5 digelar bersama kedua anaknya, namun tiba-tiba panggilan darurat itu terpaksa mengharuskan dia untuk menomor duakan konser suami tercintanya.

Jennifer dan Kenny terus merengek sebal karna mobil mama-nya yang harusnya menuju ke lokasi di mana konser papa dan uncle-uncle nya di gelar justru berbalik arah menuju ke sebuah tempat yang jelas-jelas bukanlah tujuan utama mereka. Popcorn sogokan yang sengaja disiapkan Ken sudah tersebar rata di lantai mobil mereka. Jennifer bahkan meremas-remas poster yang sudah dengan susah payah dia buat untuk mendukung uncle tampannya, Lee Donghae. Ken hanya bisa menghela nafas untuk mengendalikan emosinya, bisa-bisa mobil yang mereka kendarai meledak di tengah jalan jika Ken ikut-ikutan marah seperti kedua anaknya.

“mama cepat katakan kita mau ke mana!!!!!!!!” Kenny menendang-nendangkan kakinya pada jok mobil bagian belakang yang diduduki Ken.

“kita jemput aunty kalian dulu sayang, aunty Adel dan Andrea Lee terjebak macet di sekitar bandara. Mereka meninggalkan mobil mereka di tengah jalan karna takut ketinggalan konser papa dan uncle-uncle kalian….!!!”

“aishh….!! Aunty Andrea punya helicopter kan Ma! Kenapa mereka naik mobil!! Aishh… merepotkan!!” Jennifer terlihat kesal mendengar nama Andrea Lee keluar dari bibir ibunya. Mantan kekasih paman tengilnya, Riri Proyas yang sekarang sendang menjalani hubungan diam-diam dengan Donghae itu tentu saja membuat Jennifer cemburu. Pasalnya Jennifer sedang dibuat terpesona oleh rambut blonde Donghae yang  membuat pria itu terlihat lebih sexy dan mempesona.

“itu mereka!!!” tunjuk Kenny pada dua orang wanita yang terlihat begitu lelah karna sudah berjalan ratusan meter lamanya.

“auuhh…. Berikan aku minuman Kenny sayang! Aunty haus!!” Andrea Lee memohon pada Kenny yang selalu saja terlihat lucu saat tersenyum sambil memamerkan gusi merahnya.

“ahhhh…!!” Adel dan Andrea meneguk satu botol penuh mineral water yang diberikan Kenny secara bergantian.

“kalian cepatlah naik!! Aku tidak mau ketinggalan menyaksikan uncle Hae-ku!!!” Ken, Adel, dan Andrea sontak tertawa terbahak-bahak setelah mendengar bentakan Jennifer pada mereka. Andrea bahkan harus merelakan dahinya berbenturan dengan kab mobil bagian atas saat dia memasuki mobil tanpa menghentikan tawa lebarnya.

“nona Lee, sepertinya kau punya saingan berat di sini!!” Jennifer mengembungkan kedua pipinya akibat sentilan kecil dari aunty Swiss-nya itu.

“sudah—ahh….” Ken masih menyisakan tawanya saat dia akan berkata-kata. “cepat pakai sabuk pengaman kalian, kita harus mengebut jika tak ingin laki-laki cerewet itu berceramah sepanjang malam pada kita!!”

“yeeeyyyy!!!!! Let’s go!!!!!!” semuanya berteriak keras secara bersamaan.

Jennifer tak lagi marah atau merasa cemburu selama mereka di dalam perjalanan. Rasa itu hilang berganti dengan suasana tegang karna mama-nya mengemudi secara ugal-ugalan. Ken terkenal bodoh mengemudi tapi dia selalu nekat ingin mengendarai mobilnya sendiri dengan dalih kemandirian. Hyuk Jae sudah banyak mengeluarkan uang hanya untuk memperbaiki bahkan membeli mobil baru tiap bulannya. Such a naughty mom >.<

=o-o=

Daphny Dew dan Jane Richie Policastro sudah duduk manis di kursi empuk mereka dengan sebuah kamera di tangan mereka. Keduanya sudah siap berlomba mengabadikan moment-moment penting selama pagelaran konser berlangsung. Keduanya sempat iri karna Adel sang photographer selalu memamerkan hasil-hasil gambar jepretannya pada keempat sahabatnya. Kali ini Daphny dan Jane tak mau kalah dengan Adel, mereka sengaja menyempatkan waktu sibuk mereka untuk kursus photography demi mendapatkan gambar-gambar indah yang mereka suka.

Di sudut lain para ibu Super Junior sedang asyik bercanda-tawa bak sahabat karib yang sudah lama tak berjumpa. Ayah-ayah keren yang selalu tampil menawan itu lain lagi, mereka selalu saja tampak serius sambil berkomat-kamit di mulutnya, menunjukkan bahwa mereka sedang berdoa untuk keberhasilan putra-putra mereka. Terkadang Kenny dan Jennifer menggoda mereka dengan terus bertanya doa apa sebenarnya yang selalu dipanjatkan oleh grandpa mereka.

“mana nyonya Lee dan kedua anaknya? Biasanya dua setan kecil itu sedang sibuk membuat geger di sini bersama papa mereka?” Cho Kyuhyun, laki-laki bersuara emas yang selalu menjadi musuh besar Kenny saat bermain game itu datang menghampiri istrinya Daphny dengan sebuah pertanyaan di mulutnya. Baginya akan sangat sebal saat melihat kedua anak Hyuk Jae itu bekejar-kejaran di belakang panggung sambil terus berteriak, tapi dia juga merasa sepi jika dua bocah itu tak menampakkan hidung mereka.

“eumm…anio? Mungkin mereka terjebak macet?” jawab sang istri singkat. Daphny dan Kyuhyun baru saja mendapatkan seorang anak laki-laki tampan yang sengaja mereka tinggalkan di Korea demi keselamatannya. Sebenarnya keselamatan bukanlah alasan utama mengapa mereka meninggalkan putra mereka. Cho Kyuhyun bilang dia ingin ‘bermain-main’ dengan istrinya karna dia sudah lama tak melakukannya.

“ternyata rasanya sepi jika tak ada Kenny dan Jennifer di sini!”

“oppa pasti merindukan anak kita? Aku juga sangat merindukannya!” Daphny memeluk Kyuhyun erat sambil mengecup pipi cubby-nya. Rasanya mereka saja yang menguasai dunia jika pasangan Cho ini sedang bersama.

“aishh… bisakah kalian tidak pamer kemesraan di sini?” umpat Jane kesal.

Gadis perancang aksesoris terkenal ini selalu saja dibuat geli saat menyaksikan adegan-adegan dewasa dengan kedua mata telanjangnya. Bukan karna dia tak pernah melakukannya, tapi karna beberapa bulan ini, dia dan Choi Siwon tak pernah bertemu karna kesibukan mereka. Jane bahkan harus merelakan konser perdana kekasihnya di Seoul satu bulan yang lalu karna kontrak besar yang tak bisa dia tinggalkan di India. Keadaan semakin menjengkelkan tatkala Siwon tak meminta ijin pada Jane untuk berdandan ala wanita di tengah-tengah konser mereka. Biasanya presiden Choi selalu tampil sempurna dengan ABS di perutnya, tapi konser tahun ini berbeda, Jane terus saja mengutuk Hyuk Jae dan Shindong yang dia klaim sebagai orang yang memaksa Siwon untuk berdandan menyerupai wanita.

“kalian tak ingat kalau sudah jadi orang tua hemmm!! Benar-benar tak tau diri!”

Mendengar ejekan Jane, Kyuhyun justru segera mendaratkan ciuman-ciuman panas pada pipi dan bibir istrinya. Tingkah gila dan konyol yang hanya bisa ditemui pada keluarga Cho tentunya. Mana mungkin ada pasangan gila lain yang tak sungkan berciuman dihadapan banyak staff dan kedua orang tua mereka?

“aarrgghhhhhh!!”  Jane menendang kursi merahnya kemudian pergi dengan tergesa-gesa ke lantai atas sendirian. Tas jinjing berwarna pink miliknya masih ia tinggalkan di sana, hanya kamera canggih yang memang ia gantungkan di leher panjangnya lah yang menemaninya pergi dengan amarah sendirian ke sana.

“kau berlebihan sayang, Jane sepertinya kesepian, carilah Choi Siwon, suruh dia menemui Jane sekarang!”

=o-o=

“papa!!!!” Jennifer dan Kenny berlari menghampiri papa-nya yang sedang bersiap-siap memakai sepatu di kursinya.

“papa maaf kami terlambat!” Jennifer memeluk erat papa-nya tak lupa dengan ucapan maaf tulus dari bibir tipisnya.

“tidak apa-apa sayang!” Hyuk Jae masih sibuk dengan sepatunya walaupun Kenny sudah duduk manis di pahanya sedangkan Jennifer mengalungkan kedua lengan di lehernya.

“papa dengarkan aku! Tadi mama mengendarai mobil dengan sangat kencang, papa lihat ini!” Kenny memamerkan bulatan merah yang didapatkan akibat benturan kepalanya dengan dashboard mobil karna aksi ugal-ugalan mama-nya.

“apa ini sakit eoh..?” Hyuk Jae meniup-niup bulatan merah kecil di dahi Kenny. Sang mama hanya memperhatikan tingkah Hyuk Jae sambil tersenyum lucu. Sesibuk apapun Hyuk Jae bekerja, dia tak pernah lupa memperhatikan kedua anaknya. Jennifer dan Kenny, masih sangat kecil dan butuh banyak kasih sayang dari kedua orang tua sibuknya. Tapi mereka tak pernah mengeluhkan pekerjaan mama dan papa-nya. Mereka terlalu mengerti jika papa dan mama mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“papa chu!!!” Hyuk Jae menuruti permintaan Kenny untuk memberinya ciuman di dahinya yang dirasakan sedikit benjol dan perih.

“aku juga Pa!” Jennifer ikut-ikutan merengek untuk mendapatkan sebuah ciuman dari papa-nya.

“baiklah, Kenny turun dulu sayang, papa harus memakai sepatu dulu, sebentar lagi konser akan dimulai, segeralah duduk di tempat kalian!” ucap Hyuk Jae setelah memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan Jennifer.

“ne.. Papa!!” Jennifer mengecup pipi kanan Hyuk Jae sementara Kenny mengecup pipi sebelah kiri. Keduanya pergi dengan riang setelah menyapa papa tercinta mereka di sana.

=o-o=

Ken menyembunyikan wajahnya di bahu Hyuk Jae. Dia hirup sebanyak-banyaknya aroma wangi yang dipancarkan oleh tubuh suaminya. Hyuk Jae masih saja sibuk merapikan diri di depan kaca tanpa memperdulikan pergerakan istrinya yang semakin lama semakin nakal hingga menelusup di balik kemejanya.

“hentikan sayang, bajuku bisa berantakan lagi jika kau melakukan itu padaku. Nanti malam kau bisa melakukan semua yang kau mau, tapi jangan sekarang!” Ken hanya tersenyum di balik punggung Hyuk Jae tanpa menghentikan aktifitas telapak tangannya yang terus menelusuri perut hingga dada suaminya. Baginya sangatlah asyik membuat Hyuk Jae menggila sebelum dia naik ke atas panggung dan memberikan seluruh tubuhnya untuk fans. Ken bahkan harus rela berbagi tubuh atas suaminya dengan para Jewels di setiap konser mereka.

“aku hanya ingin menikmatimu sebelum Jewels ikut mencicipi kenikmatan tubuhmu juga Pa!”

Hyuk Jae tertawa keras sambil menghentikan pergerakan lengan istrinya yang sedang mempermainkan perut six pack-nya. “demi Tuhan hentikan ini sayang sebelum aku benar-benar menjadi gila!”

Kali ini giliran Ken yang tertawa lepas saat mendengar permintaan Hyuk Jae padanya. “baiklah! Nanti malam papa harus menepati janji papa padaku!”

“eumm.. aku janji!” Hyuk Jae mengecup bibir Ken sekilas namun tetap dalam dan berkelas. Lee Hyuk Jae memang suami yang tau diri bagaimana cara memuaskan istri dan anak-anaknya.

Ken membantu Hyuk Jae merapikan bajunya yang sedikit berantakan akibat ulahnya. Tak lupa dia benarkan letak kalung salib di leher Hyuk Jae hasil karya Jane yang sengaja ia pesan untuk suaminya. Wanita asal Kanada itu juga tak lupa merapikan rambut dan mengusap titik-titik peluh di dahi suaminya. Satu kecupan mesra di bibir Hyuk Jae mengakhiri romantika singkat di belakang panggung Super Show 5 bagi seorang artis berjuluk Dancing Machine, Lee Hyuk Jae.

=o-o=

Choi Siwon berjalan perlahan-lahan menapaki tangga menuju lantai atas gedung pertunjukan mereka. Cho Kyuhyun menyuruhnya untuk segera pergi menyusul Jane sebelum hubungan mereka putus di tengah jalan seperti hubungan-hubungan dengan pasangan sebelumnya. Jane dan Siwon sudah berhubungan selama tiga tahun lamanya. Mereka seringkali putus nyambung saat kesibukan mendera hubungan percintaan long distance mereka. Walaupun keduanya sama-sama tak bisa hidup tanpa pasangan mereka masing-masing, namun tetap saja, terkadang kesalah pahaman dan ego mereka membuat hubungan mereka merenggang hingga tak jarang mereka berniat untuk mengakhiri hubungan mereka selamanya.

“mianhae!” Siwon mengecup pucuk kepala Jane yang terhalangi selendang biru safir sebagai identitas barunya.

“sudah lama aku menantikan waktu berdua seperti ini, hanya berdua. Tanpa dua setan bersaudara Lee, atau tanpa paman setan Cho Kyuhyun, tidak juga dengan saudara-saudara usil Lee Hyuk Jae dan Lee Donghae, atau hyung yang sok perhatian Jung Soo hyung dan Heecul hyung, dan yang paling beruntung, tak ada Seungri atau Daesung yang gemar sekali mengganggumu, aku senang sekali..”

Siwon mengecup berkali-kali permukaan kepala tunangannya yang memang lebih rendah darinya. Dipeluknya erat tubuh mungil Jane yang sedikit bergetar akibat tangisan yang ia bendung sekuat tenaga.

“aku merindukanmu, Richie Choi!”

Jane sangat merindukan Choi Siwon yang selalu memanggilnya dengan sebutan Richie Choi dengan mesra. Gadis itu juga sangat merindukan ciuman dan pelukan hangat dari laki-laki tampan yang sudah merenggut semua kebahagiaanya. Tak ada lagi hal yang bisa membuatnya bahagia selain kebersamaannya bersama Choi Siwon. Tak ada lagi yang bisa membuatnya tersenyum lebar selain Choi Siwon, tak ada lagi yang bisa membuatnya menangis haru selain Choi Siwon, hanya Siwon, tak ada yang lain.

“aku juga merindukanmu!! Sangat!”

“berjanjilah padaku untuk tidak menangisi hubungan kita. Maaf karna aku tak mengunjungimu beberapa bulan ini! Aku tau aku egois, tapi kau tau.. aku sedang menabung, aku ingi segera menikahimu”  Jane tersenyum getir mendengar kata ‘menikah’ dari bibir Siwon.

“aku juga minta maaf karna terlalu kekanak-kanakan dalam menjalani hubungan ini!” Jane dapat merasakan pergerakan dagu Siwon di permukaan kepalanya ke kanan dank e kiri.

“kita sama-sama kekanak-kanakan!”

“bahkan lebih kekanak-kanakan daripada Jennifer dan Kenny!” sambung Jane. Siwon memutar bahu Jane sehingga keduanya sekarang saling berhadapan.

“aku sangat mencintaimu Jane! Jangan pernah befikir atau berniat meninggalkanku lagi!”

“tidak akan!” Siwon tersenyum senang begitu mendengar janji yang diucapkan Jane padanya. Segera dia raih tengkuk Jane untuk membuat ciuman hangat dan basah dengan buasnya. Jane tak sungkan membalas ciuman Siwon yang terkesan menuntut dan bernafsu padanya. Gadis itu justru sangat menikmati ciuman panas itu terlihat dari ekspresi pasrah Jane namun berbarengan dengan ekspresi bahagia yang sangat sulit diartikan. Tangan Jane membuat tarikan-tarikan kecil di sela-sela rambut Siwon, membuat rambut model terkenal itu sedikit berantakan. Suara desahan mesra pun tak sungkan mereka perdengarkan secara bergantian. Andai saja mereka tak berada di tempat dan diwaktu yang salah seperti ini, hari baik mereka diyakini akan jadi hari yang tak terlupakan seperti hari-hari yang telah lama hampir mereka lupakan.

“eum… aku harus kembali ke sana sayang, kau juga! Jangan berdiri sendirian di sini, beri aku energy dengan melihat konserku di sana, ok!”

Jane mengangguk sembari menyeka bibir Siwon yang sedikit basah dengan ibu jarinya. Tak lupa dia rapikan rambut dan juga pakaian Siwon yang terlihat sedikit berantakan dari sebelumnya. “eum.. I’ll be there for you honey!”

=o-o=

Kenny dan Jennifer sudah sibuk dengan balon berwarna biru safir di tangan mereka. Ditemani dengan haramoni dan haraboji mereka, dua bocah tengik itu tampak menikmati jalannya konser. Mereka berdua ikut menyanyi dan menari bak bocah kesurupan yang tak pernah kenal dengan kata bernama lelah. Deretan orang tua para member Super Junior itu bahkan heran dengan energy yang dua bocah itu punya, mereka juga heran, betapa ibu mereka sudah menyiapkan banyak hal yang mereka butuhkan di dalam tas punggung mereka. Mulai dari light stick wajib bergambar Jewel baru mereka, poster-poster kecil buatan tangan mereka, minuman, makanan kecil, tissue, kipas elektrik, dan juga kamera pocket kecil untuk anak-anak pun mereka bawa. Jennifer sibuk berteriak sambil memegang erat poster bertuliskan ‘Jennifer suka uncle Hae’ buatan tangannya, sedangkan Kenny lebih suka mengambil gambar-gambar keren dari penampilan papa-nya.

Di tempat lain Adel tak kalah sibuk mengambil banyak gambar-gambar yang menurutnya sangat indah dan juga penting selama jalannya konser. Pada konser perdana Super Junior di Jepang hari itu Adel sudah memutuskan untuk tidak akan membantu apapun yang dibutuhkan kekasihnya Lee Sungmin karna dia hanya akan focus pada pengambilan gambar saja. Di sampingnya ada Daphny Dew yang juga mulai asyik dengan kamera barunya. Biasanya Pengacara muda ini akan sibuk mengomel di belakang panggung karna Kyuhyun tak pernah becus mengurus dirinya sendiri, tapi kala itu dia ingin menentang tradisi itu. Dia ingin merasakan debaran jantung kencang sama seperti beberapa tahun lalu sebelum keduanya dipertemukan secara tak sengaja di Finlandia. Daphny ingin mengenang kembali saat-saat dimana dia hanyalah seorang fans biasa yang begitu mengagumi idolanya.

“Jane ayolah, maafkan aku, ini benar-benar memalukan!”

“oppa tau jika itu memalukan! Tapi mengapa tetap oppa lakukan!!!!”

“ini….”

“ini bodoh!!!”

Pertengkaran kecil di sudut ruangan ganti Super Junior justru menjadi tontonan yang paling lucu di sepanjang sejarah konser Super Show. Bagaimana tidak, seorang lelaki tampan macam Choi Siwon dengan terpaksa untuk pertama kalinya berdandan ala wanita di atas panggung. Selama konser Super Show di Seoul bulan lalu Jane memang hanya memantau berita tersebut melalui media saja, dia tak pernah menyangka jika wajah tunangannya akan sangat mengerikan seperti itu saat dia melihatnya dengan kedua matanya.

“yang mana?”

“bajunya masih di dalam kardus sayang, tolong ambilkan!”

Andrea Lee merengut saat mendapati sebuah blazer panjang beraksen kulit ular warna merah yang ada di dalam kotak pribadi milik Lee Donghae. Andrea mulai kesal membayangkan Donghae menggunakan pakaian aneh lagi untuk yang kesekian kalinya hari itu.

“tidak bisakah oppa juga pakai t-shirt hitam atau apalah itu sejenisnya?”

“tidak, ini pakaian yang sangat keren kan sayang?”

Andrea tak menjawab pertanyaan bodoh Donghae mengenai pakaiannya. Sudah sangat jelas jika Andrea benar-benar tak pernah suka membagi ke-sexy-an Donghae pada wanita lain selain dia. Walaupun Andrea sadar, itu adalah resikonya berhubungan dengan artis besar macam Donghae, tapi tetap saja, dia adalah seorang wanita biasa. Terkadang ada rasa kesal dan marah jika dia ingat bahwa selama Donghae menjadi artis, maka selama itu pula dia harus siap berbagi segalanya dengan para fans kekasihnya.

Andrea Lee bahkan terlihat tersenyum smirk saat menyaksikan kemesraan yang ditunjukkan pasangan gila Lee lainnya. Bagaimana mungkin Ken masih bisa dengan santainya bersorak gembira menyaksikan suaminya menari sambil menyentuh paha wanita lain, Ken juga masih bisa menyerukan kata ‘cinta’ saat lelakinya tampil telanjang dada bersama Donghae di atas panggung. Bagi Andrea itu menyebalkan, harusnya Ken sama marahnya dengan dia. Ken tak boleh merelakan Hyuk Jae begitu saja.

“pelan-pelan saja sayang!” Hyuk Jae terlihat tergesa-gesa menyeruput air minum dari tangan istrinya. Tangan kanan Ken sibuk mengeringkan keringat-keringat kecil di dahi Hyuk Jae dengan tissue yang tak pernah luput dari tas kecil di pinggangnya.

“apa penampilanku bagus?”

“semuanya buruk, aku tidak suka!” Hyuk Jae cemberut mendengar penilaian Ken tentang penampilannya. Selama ini Ken dikenal paling fair dalam urusan penilaian. Dia akan mengatakan buruk jika itu memang benar-benar buruk, begitu juga sebaliknya.

“aku bahkan tidak makan seharian supaya perutku terlihat bagus, dan kau bilang penampilanku buruk! Aishhh!!”

“tapi itu benar!” goda Ken sambil mengecup bibir mungil Hyuk Jae. “terlalu sexy itu buruk oppa! Aku tidak suka!” Ken meraba area perut Hyuk Jae yang tak terhalang kain apapun untuk penampilan specialnya bersama Shindong dan juga Donghae selanjutnya.

“hahahha…. Aku sudah memperingatkanmu untuk ikut campur dalam konser ini tapi kau menolak, jadi jangan salahkan aku jika hasilnya jadi seperti ini!”

Donghae hanya menyipitkan matanya heran, kenapa ungkapan kesal yang baru saja diajukan Ken diungkapkan dengan cara menjijikkan seperti itu. Sialnya jauh di dalam hatinya Donghae juga ingin mendapatkan perlakuan sama seperti apa yang didapatkan Hyuk Jae dari istrinya. Betapa bahagianya Donghae jika dia benar-benar mendapatkannya.

“Ken-ah!” teriak Sungmin dari kejauhan. “ bantu aku memakai ini!!”

Hyuk Jae tertawa terbahak-bahak melihat istrinya yang juga sama-sama tertawa sambil kebingungan memasang pakaian wanita ala Hyuna yang akan dikenakan Sungmin untuk penampilan special mereka.

“sebenarnya ini ide gila siapa heumm? Oppa harus siap-siap, nanti Adel pasti akan marah karna penampilan oppa ini!!”

“tidak akan! Dia wanita baik, sama sepertimu!!”

“Hyuuungggg!!!” Hyuk Jae berteriak di depan kaca riasnya saat mendengar pujian genit untuk istrinya.

“aku hanya memuji istrimu bodoh!!”

“harusnya baju ini diberi tali di bagian pinggang oppa!! Dan eumm… di mana Min Ji eonni, biasanya dia kan yang membantu oppa memakai kostum-kostum seperti ini?” kondisi di belakang panggung hari itu memang sedikit berantakan akibat terlalu banyak member yang berpakaian aneh ala wanita. Biasanya hanya Sungmin yang dengan baik hati menerima permintaan berat untuk tampil dengan pakaian ala wanita, tapi tahun ini mereka tampil dengan konsep berbeda. Choi Siwon dan Kang In ikut-ikutan masuk dalam jebakan batman yang merugikan mereka. Berbeda dengan Sungmin atau Ryeowook yang mungkin akan baik-baik saja dengan peran mereka, tidak dengan Kang In dan Choi Siwon tentunya. Mereka berdua justru terus membuat geger saat masuk part dimana mereka harus berubah jadi wanita di setiap konser mereka. Belum lagi Jane yang ikut marah karna penampilan aneh tunangannya itu menambah deretan panjang kegegeran di belakang panggung hari itu.

“harusnya Eunhyukkie ikut tampil denganku juga Ken, tapi suamimu menolak dengan alasan yang tidak masuk akal!” gerutu Sungmin saat Ken membantunya memakai rambut palsu yang membuatnya benar-benar terlihat seperti wanita cantik bahkan lebih cantik dari Hyuna, penyanyi aslinya.

“aku bertanya di mana Min Ji eonni, aku tidak menayakan keterlibatan suamiku mengenai tampilan konyol kalian ini oppa!”

“Min Ji pasti sibuk mengurus Kang In hyung dan Siwon, mereka berdua selalu saja merepotkan Min Ji…!” jawab Sungmin sambil sesekali merapikan rambutnya sendiri. “tapi apa kau benar-benar tidak ingin tau apa alasan suamimu menolak untuk tampil sebagai seorang wanita lagi??” Sungmin mengedipkan sebelah matanya yang membuat Ken begidik ngeri.

“tidak perlu! Entah itu alasan konyol atau menjijikkan sekalipun aku tak perduli. Sudah cukup dengan pamer dada dan tarian menjijikkan itu yang jadi suguhan, aku tidak sudi tidur dengannya lagi jika dia tampil dengan pakaian seperti ini oppa!!”

Dengan tidak sopan Ken memukul kepala Sungmin karna terlalu kesal dengan ejekan-ejekan Sungmin padanya. Di lain tempat Hyuk Jae mengelus dadanya, bersyukur karna mulut Sungmin tak selebar Kang In yang biasanya dengan mudah membocorkan rahasia pada semua orang di sekitarnya.

=o-o=

Sungmin memijat kakinya yang terasa pegal karna konsernya hari ini terasa sangat melelahkan walupun juga sangat menyenangkan karna ada Adel yang memberi dukungan penuh untuknya. Factor usia tentu saja juga sangat mempengaruhi stamina yang mereka punya, belum lagi jadwal drama musicalnya yang juga menguras tenaga membuat Sungmin cepat merasa lelah.

“oppa coba lihat ini!” Adel menunjukkan gambar-gambar hasil jepretannya selama jalannya konser dahsyat tadi.

“kau memang hebat sayang. Foto-foto ini terlihat hidup dan sangat indah!” puji Sungmin jujur.

Zyena Adeline memang dikenal paling ahli dalam menggambil gambar objek diam maupun bergerak seperti yang ia tunjukkan pada Sungmin tadi. Karyanya bahkan sudah dikenal di seluruh dunia karna memang gambar-gambar hasil karya Adel selalu berkelas dan bernilai seni tinggi. Kehebatan Adel inilah yang membuat para ELF berbesar hati merelakan Sungmin menjalin cinta dengannya. Sifat lemah lembut dan kebaikan Adel yang tak pernah perhitungan saat membagi foto-foto indah Sungmin untuk para fansnya juga turut memudahkan  jalan Adel untuk bisa segera mendapat restu dari para Fans yang begitu menggilai Sungmin tentunya.

“oppa bahkan terlihat lebih cantik dari pada aku dengan pakaian ini!” Adel menunjukkan foto Sungmin yang sedang tengkurap di atas panggung dihiasi dengan dua orang penari latar yang sedang memakaikan sepatu heels di kakinya.

“apa kau malu? Maafkan aku, sayang!” Sungmin buru-buru minta maaf sebelum dia mendapatkan masalah besar seperti yang didapatkan Siwon dari Jane tadi.

“aku tau ini hanya untuk bersenang-senang!”  Adel membelai pipi Sungmin saat kepala Sungmin diletakkan dengan manja di bahunya. “jangan khawatir aku tidak akan marah!” Sungmin memejamkan matanya. Berterimakasih pada Tuhan dengan cara menikmati kehangatan tubuh Adel adalah cara yang paling tepat dan indah.

“benarkah?” tanya Sungmin lagi. Hanya sekedar memastikan, apakah dia benar-benar mendapatkan pengampunan atau hanya sekedar tipuan.

“apa tidak sebaiknya oppa ganti baju dulu sebelum kita melanjutkan ini?”

“anio.. aku ingin seperti ini dulu. Aku lelah…!” Sungmin justru menenggelamkan kepalanya pada rambut panjang Adel, dia eratkan pelukannya para perut Adel sembari menikmati indahnya kebersamaan mereka.

Kesibukan Adel dan Sungmin yang sering kali mereka habiskan di luar negeri membuat keduanya sulit untuk bertemu. Sungmin dengan profesinya sebagai seorang artis terkenal dengan jadwal padat membuatnya sangat sulit membuat jadwal pertemuan rutin disetiap minggu seperti pasangan yang lainnya. Terkadang Adel maupun Sungmin juga merasa iri, namun rasa itu buru-buru mereka tepis, sebelum menjadi luka besar yang akan sangat sulit untuk disembuhkan.

“tahun ini, aku memutuskan untuk lebih sering menghabiskan waktuku bersama oppa!”

“jinjja?” Sungmin segera membuka matanya, terkejut.

“uangku sepertinya sudah sangat banyak oppa! Lagipula aku juga bisa mendapatkan foto-foto bagus nanti selama aku mengikuti jadwal tour keliling dunia oppa. Aku bisa pergi berjalan-jalan mencari objek foto sementara oppa pergi latihan!” jelas Adel singkat.

“kau tidak membohongiku kan?” Adel menggeleng.

“kau serius?”

“baju-bajuku sudah ada di Korea sekarang oppa!”  kedua mata Sungmin berbinar cerah. Akhirnya penantian panjangnya membuahkan hasil.

“terimakasih karna mau mengalah untukku sayang!” Sungmin mengecup pundak Adel berkali-kali disela-selanya mengucap rasa terimakasihnya pada Adel.

Sungmin dan Adel memang sempat dibuat bingung untuk menjalani hubungan mereka selanjutnya. Karir Adel di Swiss sedang sangat bagus semantara Sungmin juga semakin terkenal bersama boy band-nya. Keduanya tentu saja sangat sulit untuk memilih, mana yang harus mereka dahulukan, karir atau hubungan. Dan sekarang, hati Sungmin dibuat berbunga-bunga dengan ucapan Adel yang terdengar di telinganya. Pada akhirnya setelah ini, Sungmin tak perlu menangis sedih karna merindukan Adel yang sangat jauh darinya, Sungmin juga tak perlu iri melihat kemesraan Ken dan Hyuk Jae yang tak pernah luput dari penglihatanya, Sungmin juga tak perlu minder karna tak ada orang yang selalu dengan cerewetnya memperhatikan dirinya seperti apa yang dilakukan Andrea Lee pada sahabat ikannya, Lee Donghae.

“Saranghae!” bisik Sungmin mesra.

=o-o=

Andrea menarik lengan Donghae agar dia bisa berlari menyamai kecepatannya. Keduanya baru saja bermain kucing-kucingan dengan Jennifer yang terus memaksa Donghae untuk memberikan satu ciuman singkat di pipinya. Well, jangan tanyakan hasilnya, sudah pasti hasilnya adalah ‘gagal’. Andrea Lee tak akan mungkin mau membagi Donghae dengan siapapun, bahkan jika dia benar-benar diijinkan, Andrea ingin sekali terus menempel pada punggung Donghae agar tak ada lagi ELF yang tertarik padanya.

“huh… inilah alasanku mengapa aku tak pernah mempercayaimu yang mengaku bekerja sebagai agent penjual susu…!” ucap Donghae diiringi dengan nafas pendeknya.

“oppa sedang berkata jujur atau meledekku ha!!” balas Andrea kesal.

“dua—dua—nya!!” jawab Donghae masih dengan nafas terengah-engah. “kau lari sangat cepat dan kuat. Kau bahkan bisa mendobrak pintu sendirian sedangkan aku tidak,.. hahha..hosh….hahah….!!” penjelasan Donghae terpotong oleh nafasnya dan tawanya yang memburu.

Mendengar itu Andrea hanya tersenyum, dia tentu masih sangat ingat, sebelum Donghae tau pekerjaan aslinya, Andrea sempat mengaku jika dia adalah seorang agent penjual susu yang akan terus mengantar susu untuknya setiap hari. Saat itu Andrea sedang bekerja sebagai seorang agent penjual Koran di daerah Myongdong, dia mendapati seorang laki-laki yang tak lain adalah Donghae yang terus berlari sambil menjerit minta tolong. Dengan alasan panggilan hati nurani, Andrea berlari secepat yang ia bisa sehingga penjambret yang merampas dompet Donghae bisa Andrea lumpuhkan dengan mudah. Begitu juga kejadian di mana Donghae yang pernah terjebak di dalam sebuah gudang tua karna menghindari kejaran fans, Donghae yang panic masuk ke dalam gudang lalu menarik kasar pintu itu hingga terkunci. Tak ada yang dapat ia lakukan selain berteriak beberapa jam hingga suara itu didengar oleh seorang Andrea Lee. Kali ini dengan dalih rasa kasihan, Andrea mendobrak pintu kayu gudang itu sendirian, dia tolong laki-laki tampan tapi lemah itu hingga akhirnya hubungan mereka berlanjut hingga sekarang.

“saat itu oppa terlihat sangat kacau!” kali ini giliran Andrea yang ingin sekali segera menertawakan Donghae habis-habisan.

“itu karna aku belum mandi dan belum makan, jadilah wajahku kusut seperti itu!” bela Donghae tak mau kalah. Laki-laki tampan itu tentu saja tak mau terlihat lemah di hadapan kekasihnya yang cenderung terlihat lebih maco darinya itu.

“alasan…..” Andrea memukul bahu Donghae sambil tertawa riang.

“oppa, terlihat sangat lucu, dan eum—“

“tampan!”  lagi-lagi pipi Andrea dibuat semerah tomat oleh satu kata yang keluar dari bibir merah Donghae.

“ne…!” ucap gadis Amerika itu lirih.

Dengan lembut Andrea membenarkan letak syal yang melilit pada leher Donghae yang sedikit berantakan akibat aksi kejar-kejarannya tadi. Tak lupa Andrea keringkan kening Donghae yang sudah dipenuhi dengan keringat dengan punggung tangannya. Laki-laki tampan itu menatap Andrea dengan sangat intens dan hangat. Dia salurkan gelombang energy cinta melalui kedua matanya yang indah. Donghae tau betul bagaimana cara menjerat hati Andrea, bahkan hanya dengan tatapan kedua matanya pun Donghae bisa menguasai segalanya.

Keduanya melanjutkan perjalanan rahasia mereka di malam hari dalam sunyi. Andrea berjalan langkah demi langkah kecil di atas mulut kolam yang sedang mereka lewati. Kedua tangan mereka saling bertaut mesra sambil menikmati kebersamaan mereka. Bunga-bunga sakura yang indah turut menghangatkan suasana dengan menggugurkan sedikit demi sedikit kelopak bunganya. Suasana malam itu sangat indah dan damai, sama seperti apa yang dirasakan kedua pasangan Lee itu sekarang.

“eum…” Langkah Andrea ikut  terhenti saat Donghae menghentikan langkahnya secara mendadak. “ada apa?”

Donghae menarik tubuhnya untuk ikut naik ke atas bibir kolam yang sedang dijadikan tapakan oleh kekasihnya. Laki-laki itu memandang ke sekitar kolam, memastikan, apakah ada pasangan mata lain yang sedang memperhatikan pergerakan mereka di sana atau tidak. Sedikit demi sedikit ujung sepatu Donghae mulai mempersempit jarak di antara mereka. Ujung sepatu itu, akhirnya menempel pada ujung sepatu lainnya.

“Saranghae!” bibir merah Donghae merekat dengan lekat tepat dipermukaan bibir Andrea. Ada sengatan listrik dengan gelombang sedang menjalar dengan indahnya di tubuh Andrea. Lama sekali sejak pertemuan mereka di Paris satu bulan yang lalu, Andrea tak merasakan lagi hangatnya ciuman itu. Ciuman yang paling nikmat yang pernah ia rasakan disepanjang hidupnya. Basah dan penuh gairah.

“manis..shh..!” puji Donghae disela-sela ciumannya. Andrea sedikit memberi celah bagi lidah Donghae agar bisa menjalari seluruh isi mulut Andrea, dia mainkan lidahnya dengan lidah milik Andrea yang akhirnya menghasilkan suara-suara desahan paling merdu dari pita suara Andrea tentunya.

Jemari Andrea menegang, saat dia rasakan sedikit gigitan kecil di bibir atasnya. Tak mau kalah, gadis itu pun balas menggigit bibir bawah Donghae yang diklaimnya bibir paling sexy di dunia. Rekor baru yang dia buat sendiri setelah dia putus dari Riri Proyas satu tahun yang lalu, lelaki yang menurutnya punya segudang aura negative karna telah lancang mencampakkannya.

“ah….”

Dengan lancang Donghae mainkan telapak tangannya pada perut datar Andrea, membuat gadis maskulin itu menguatkan tarikannya di rambut kepala Donghae.

“o-oppa i-nni…tempat umum!”

Keluh Andrea terbata tapi masih dengan aktifitasnya menghisap manisnya leher Donghae dengan bibir yang dicatnya dengan lipstick warna merah muda itu. Andrea paling suka dengan bagian ini, baginya leher Donghae itu adalah bagian paling sexy nomor dua selain bibirnya. Leher itu juga bagian tubuh termanis ke dua setelah bibir merahnya.

“o-op-pa!” Donghae mulai tak tahan, akal sehatnya pasti sudah jatuh satu per satu saat dia berlari menghindari kejaran Jennifer tadi. Bukannya sadar jika kelakuan tangannya itu sudah berlebihan, dia justru semakin menikmati aktifitasnya dibalik blouse merah bergendi yang dikenakan Andrea. Gila. Donghae bahkan lupa jika mereka berdua sedang berada di tempat yang sangat amat tak layak untuk dijadikan arena bercinta.

“uncle Hae!!”

“aaaa…..!!”

~byurrr

Keduanya terjun bebas ke dalam kolam. Baik Donghae maupun Andrea terpaksa harus menikmati dinginnya air kolam ikan koi itu karna Jennifer dengan lancangnya menjadi saksi adegan mesra mereka.

“apa yang uncle lakukan pada aunty penjual susu ini!!!!”

Donghae dan Andrea saling berpandangan sesaat. Entah dari mana datangnya setan bermarga Lee ini. Kenapa dia bisa muncul di saat paling menegangkan seperti tadi. Auch…

“I Love You!” ucap Donghae lagi. Merekapun kemudian melanjutkan aksi ciuman panas mereka di dalam kolam ikan amis itu. persetan dengan Jennifer, persetan dengan dua orang anak buah Hyuk Jae yang sedang menutup kedua matanya rapat itu. persetan denga—!!!

=o-o=

“enak?” tanya Daphny sambil menuangkan the hijau khas Jepang di cucing milik Cho Kyuhyun, suaminya.

Kyuhyun mengangguk. “tentu saja, ada istriku yang menemaniku di sini, mana mungkin aku berkata tidak!” pipi Daphny merona, namun setelahnya dia merengut sedikit kecewa dan marah.

“jujur saja aku tidak begitu suka saat oppa mengatakan kata-kata seperti itu padaku, itu tidak lucu!” Daphny letakkan teapot yang ia genggam di atas meja kayu klasik tepat di sebelah cucing-nya.

“tentu saja tidak lucu, kata-kataku itu romantic!” jawab Kyuhyun bangga.

“tidak perlu berkata-kata seperti itu pun aku sudah sangat menyukai oppa!”

“jika kau tidak suka mana mungkin kau mau kunikahi!” dahi Daphny berkerut, Cho Kyuhyun si mulut tajam akhirnya kembali. “iya kan?”

“baiklah, sepertinya aku sudah salah besar menikah denganmu oppa. Aku tidak suka kata-kata romantismu dan aku juga tidak suka kata-kata pedasmu! Eoh… ya Tuhan, harusnya aku terima saja lamaran Yesung oppa dulu daripada lamaranmu, sepertinya dia bisa memperlakukanku dengan baik.!” Cerocos Daphny nakal. Dia memang paling suka menggoda suaminya ini. Walaupun banyak orang menjulukinya setan, tapi tak ada orang lain selain dia yang tau, bahwa Cho Kyuhyun adalah laki-laki paling baik yang pernah dia kenal di dalam hidupnya.

Kyuhyun mendengus kesal mendengar ocehan istrinya sendiri. Kenapa dia harus memuji laki-laki lain di depan suaminya sendiri? huh..

“tapi kau menyukai suaraku kan? Wajahku? Bibirku?” mati-matian Kyuhyun menahan emosi. Dia tak mau malam ini dihabiskan percuma hanya dengan bertengkar.

“aku tidak menyukai semuanya!”

Stop. Kyuhyun tak mau mendengar lagi keluhan-keluhan yang keluar dari mulut istrinya. Laki-laki itu kemudian beranjak menuju balkon kamar hotel yang mereka sewa secara pribadi jauh dari hotel member Super Junior yang lainnya.

“aku!” Daphny memeluk Kyuhyun dari belakang. “hanya mencintai hatimu, oppa! Bukan yang lain”

Baiklah, Cho Kyuhyun benar-benar dibuat takhluk oleh istrinya sendiri. Baru saja beberapa menit yang lalu hatinya panas bak terbakar api membara, sekarang dia rasakan air sejuk mengalir deras di hatinya. Nyaman dan menenangkan. Seketika itu pula Kyuhyun tersenyum dengan indahnya. Dia eratkan tali hangat yang terbuat dari kedua lengan Daphny di pinggangnya, seolah takut tali itu tiba-tiba lepas sehingga membuatnya kembali kecewa.

“aku bahkan menyukai segalanya yang ada di dalam dirimu!” bisik Kyuhyun seraya mengecup lembut bibir Daphny bersamaan dengan mekarnya kembang api indah di langit yang menaungi malam mereka.

“benarkah?” tanya Daphny manja.

“kau tidak percaya?” Kyuhyun dapat merasakan sesuatu bergerak ke kanan dan ke kiri di balik punggungnya.

“tentu saja aku percaya!”

Kyuhyun memutar tubuhnya lalu memeluk Daphny erat. “kau seperti pita suara di dalam tenggorokanku yang harus aku jaga dengan baik tanpa boleh tergores sedikitpun! Bahkan kau jauh lebih penting dari itu!” ucap Kyuhyun di acara pembukaan deklarasi cintanya pada istri tercintanya itu.

“aku sakit jika kau sakit, aku sedih jika kau sedih, aku bahagia jika kau bahagia!” Daphny mendengarkan dengan seksama rayuan demi rayuan yang keluar dari mulut suaminya.

“aku, Cho Kyuhyun akan selalu ada di sisimu hingga mati! Hingga Kristus menghentikan waktu, hingga nafas ini tak lagi memburu, hingga bibir ini tak dapat lagi merayu!” ucap Kyuhyun serius tapi justru membuat Daphny terkikik malu.

“oppa, sungguh, aku benar-benar tidak suka bagian ini! Ini menjijikkan!”

Gagal lagi. Ini adalah trick ke delapan yang diberikan Heechul padanya untuk membuat hati Daphny luluh lantak padanya. Tapi kenyataannya Daphny justru terkikik bahkan hampir tertawa terbahak-bahak oleh rayuan suaminya sendiri.

Daphny buru-buru menghentikan tawanya saat dia lihat muka Kyuhyun yang berubah jadi masam dan tak bersemangat lagi. Dia letakkan kedua telapak tangannya pada pipi putih Kyuhyun. “percayalah padaku! Aku hanya mencintai hatimu! Aku tidak perlu atribut lain selain itu, harta, ketampanan, atau bahkan perlakuan romantic atau sekedar gombalan romantispun tak perlu, aku hanya butuh ini!!” Daphny menunjuk dada Kyuhyun dengan telunjuknya.

“cintai aku dengan ini oppa!” ucap Daphny penuh penekanan.

Sudut bibir Kyuhyun terangkat naik hampir tiga centi. Senang, bahagia dan haru bercampur jadi satu. Tidak salah Kyuhyun berusaha mencari-cari perhatian dari Daphny walaupun sudah jelas dia adalah milinya. Tapi bagi Kyuhyun, Daphny pantas mendapatkan penghargaan tertinggi darinya dengan cara memberikan perhatian terbaik baginya. Selalu. Selamanya.

“Daphny Cho! Saranghae!”

=o-o=

“sempurna!” puji Choi Siwon setelah dia lihat Jane keluar dari ruang ganti dengan dress kuning mini tak berlengan pilihannya.

“aku tau! Tapi malam ini terlalu dingin, tidak bisakah aku mengenakan mantel buluku? Atau paling tidak biarkan aku pakai celana panjang, jangan seperti ini!” Jane menutupi paha mulusnya dengan kedua tangannya karna malu.

“tapi aku suka!” ucap Siwon berseri-seri.

“sekarang sudah pukul setengah satu malam, oppa ingin mengajakku ke mana?”

Tanya Jane mengalihkan pembicaraan. Dia tak mau berdebat lebih dalam dengan Siwon hanya karna masalah pakaian. Gadis Paris itu sedang belajar mengalah pada laki-laki yang ingin sekali dia jadikan pendamping hidup selamanya itu.

“rahasia?” Jane memutar tubuhnya sesaat, dia arahkan pandangan matanya sesaat pada Siwon yang sedang tersenyum penuh kemenangan. “cepat pakai anting dan gelangmu sayang, aku sudah tidak sabar!”

Pernyataan Siwon tadi semakin membuat Jane penasaran. Apa sebenarnya yang sudah disiapkan Siwon untuknya. Segera Jane kenakan anting perak mewah yang ia rancang sendiri lengkap dengan gelang dan juga kalung dengan symbol ‘S’ di dalam matahari yang selalu menjadi identitas kebanggaannya itu.

“tinggalkan saja mantelmu di sini, badanku cukup hangat untuk dijadikan selimut!” sebelah mata Siwon mengerling nakal sementara Jane begidik ngeri melihat tingkah aneh tunangannya itu.

“apa oppa sedang sakit?” Jane menempelkan punggung tangan kirinya di dahi Siwon. “tidak panas?”

“haha… tentu saja! Aku sehat dan—kuat!” ucap Siwon sambil mengerlingkan sebelah matanya, lagi.

“kajja… matahari Jepang akan segera terbit dan kita masih belum melakukan apa yang kita suka malam ini, jadi cepatlah.. sebelum terlambat!”

Siwon menarik pergelangan tangan Jane cukup kasar. Bukan bermaksud menyakiti, hanya saja mereka sedang dikejar waktu. Malam sudah hampir berganti dengan pagi, dan rencana Siwon tak boleh gagal padahal tinggal sedikit lagi.

Setelah beberapa menit perjalanan mereka dari hotel dengan mobil sewaan Siwon, pada akhirnya mereka sampai di sebuah taman yang sangat indah dengan berbagai macam bunga langka di sana. Taman itu ternyata terletak di tepi bukit yang membuat para pengunjung di sana dapat menyaksikan lampu berkelap-kelip meyerupai lautan bintang yang sangat indah.

“itu namanya bukit bintang!” bisik Siwon di telinga Jane yang masih mengagumi indahnya lampu-lampu itu di sana.

“indah!” Siwon mengecup permukaan rambut kepala Jane lembut.

“ayo ikut!”

Lagi-lagi Jane dibuat kagum dengan apa yang telah di siapkan Siwon untuknya. Sebuah meja kecil lengkap dengan dua kursi bertengger manis di atas bukit yang letaknya tak jauh dari tempatnya melihat bukit bintang untuk pertama kalinya tadi. Ada sebuah lilin berwarna biru menyala di sebuah tabung yang terbuat dari kaca, indah. Tidak ada makanan di sana, yang ada hanya rangkaian bunga mawar merah bertangkai dan yak bertangkai tertata dengan indah yang sangat disukai Jane tentunya. Di sebelah meja kecil itu ada tujuh orang dengan pakaian tradisional Jepang lengkap dengan alat-alat music tradisional di tangan mereka masing-masing.

Siwon membimbing Jane duduk di atas kursi kayu yang tak dilapisi selembar kain tipis apapun. Namun aneh, Jane sama sekali tak merasakan udara dingin mengusik kulitnya. Bahkan hanya dengan dress mini tak berlengan itu pun Jane merasa sangat nyaman dan hangat saat duduk di sana. Apakah tempat itu ajaib? Entahlah.

“ini aneh…!” ucap Jane, membuka percakapan. Choi siwon hanya tersenyum sambil terus memandangi wajah tirus Jane yang sangat cantik dan menawan.

“kenapa tempat ini sangat hangat?”

“tentu saja karna aku memancarkan gelombang energy hangat yang bisa membuat tempat dingin ini menjadi hangat!”

“tck..!” Jane hanya berdecak geli.

Siwon tak menghiraukan dercakan Jane yang dihadiahkan untuknya. Dia lebih suka mengangkat sebelah lengannya memberi aba-aba bagi para pemain music itu agar segera memainkan lagu mereka.

Kedua pasangan itu hanyut di dalam tempat romantic yang didukung dengan lagu-lagu yang sangat romantic pula. Jane kira tujuh orang itu akan menyanyikan lagu Korea seperti yang biasanya dinyanyikan tunangannya, atau lebih parahnya lagi mereka akan menyanyikan lagu Jepang yang sama sekali tak dimengerti Jane. Namun dua dugaannya itu salah, tujuh orang itu justru menyanyikan lagu-lagu berbahasa Prancis yang sudah Jane hafal karna dia sangat menyukainya.

“kau ingat lagu ini?” tanya Siwon seraya menggenggam kedua tangan Jane erat.

“tentu saja”

“ini lagu favorit kita!” Choi Siwon tersenyum lebar.

“gomawo oppa!”

“untuk?” tanya Siwon, pura-pura tak tau.

“semuanya! Lilin biru ini, sangat cocok berada di sini, dan lagi rangkaian bunga mawar ini begitu cantik dan harum, aku sangat menyukainya.”

“apa kau tau apa arti dari semua ini?” Jane menggeleng pelan sambil berfikir.

“beri tau aku!”

“berjanjilah kau tidak akan marah setelah aku menjelaskan semua ini padamu!”

Muka ceria Jane justru berubah jadi murung dan panic. Dia ingat saat kakak perempuannya dengan semangatnya pergi bersama dengan calon suaminya delapan tahun yang lalu, di hari yang sama pula kakak Jane menagis darah karna sang calon suami justru memutuskan hubungan mereka dengan tragis setelah pesta romantic yang dia buat saat ulang tahun ke lima hubungan mereka. Cerita tragis yang juga akan Jane ingat selamanya di sepanjang hidupnya.

Kedua tangan Jane berubah menjadi dingin seketika, dia takut apa yang dulu pernah dialami kakaknya juga akan segera dia alami malam ini juga. Tidak! Jane tidak mau!

“coba hitung ada berapa jumlah mawar merah ini! Mawar yang bertangkai terlebih dahulu, kemudian mawar yang tak bertangkai!” mulut Jane komat kamit diiringi jari telunjukknya yang dengan gesit melaju dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

“dua puluh dan tiga belas”

“lalu jumlah pemain music itu?”

“t-tujuh!” lanjut Jane, bingung.

“dan lampu ini!” tanya Siwon lagi.

“s-satu! Jawab Jane berdebar-debar.

“menikahlah denganku ditanggal satu bulan tujuh tahun dua ribu tiga belas, sayang! Aku mohon!” Choi Siwon berlutut di bawah kaki Jane sambil mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin berhias berlian yang dijadikan alat untuk melamarnya.

Kelopak mata Jane tiba-tiba saja terasa berat. Ada bulir-bulir air bening yang siap jatuh membasahi pipinya. Dia cubit pelan lengan kirinya. Sakit.

“ini bukan mimpi sayang!” laki-laki tampan itu seolah mengerti. Kekasihnya itu pasti sedang syok tak percaya dengan apa yang baru saja dia perbuat. Lamaran ini memang terkesan mendadak karna tak ada tanda-tanda dari Siwon yang ditunjukkan sebelumnya.

“ini bukan adegan di drama tv yang aku bintangi sayang, ini nyata!” Choi Siwon meremas jemari-jemari dingin tangan Jane. Mencoba meyakinkan jika apa yang baru saja dia lakukan adalah hal yang nyata, serius, dengan banyak sekali pertimbangan.

“I Love You, oppa!” Jane memeluk erat leher Siwon seraya menangis haru. Sebentar lagi, dia akan resmi menjadi nyonya Choi. Richie Choi, rasanya nama itu memang sangat indah sekali.

=o-o=

“TIDAKKKKKK!!” Ken berteriak tepat di telinga sebelah kiri suaminya. “sampai kapanpun TIDAK!!!” Ken menyibakkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya kasar.

“kenapa tidak, kau punya satu dan sangat besar di punggungmu tapi kenapa aku tidak!” Hyuk Jae ikut-ikutan menyibakkan selimutnya, pura-pura marah.

“ini hasil karya anak didik terbaikku oppa! Dan lagi tattoo ini ada artinya, ini sangat berharga untukku!”

“kau juga bisa membuatkan tattoo yang sangat berharga di punggungku, buat gambar wajahmu dan kedua anak kita di sini!” Hyuk Jae menunjuk punggungnya sendiri dengan telunjuknya. “beres kan!”

“tapi aku tidak suka laki-laki bertatto!” rengek Ken manja. Wanita ini memang aneh, dia lakukan apapun yang ia mau dengan tubuhnya. Memotong habis rambutnya lalu membuat tattoo sayap selebar punggungnya tanpa seijin Hyuk Jae, suaminya. Dan lebih hebatnya lagi, tattoo itu diukir oleh murid laki-laki tampan yang dia klaim sebagai anak didik terbaiknya yang berasal dari Peru itu.

“ayolah… aku sangat ingin memilikinya!”

“tidak!”

“aku bisa membayar semuanya dengan mahal! Sangat-sangat mahal!” suara Hyuk Jae terdengar sedikit ringan bercampur menggoda.

“apa?” tanya Ken penasaran.

“kemarilah….!” Hyuk Jae menepuk-nepuk permukaan kasur di sebelahnya.

“jangan harap aku mau dibayar dengan permainan oppa! Oppa payah!” belum juga Hyuk Jae membuka mulutnya, tapi Ken dengan jitu menebak apa yang ada di dalam otak suaminya. Hyuk Jae tak pernah punya ide yang lebih menarik selain berkelahi ala pasangan Lee di atas ranjang. Bagi Ken, dia harusnya bisa minta itu kapan saja tanpa harus melakukan sesuatu hal dulu sebagai bayaran.

“aku ini istrimu, jadi oppa tidak boleh membayarku dengan hak-ku! Itu tidak adil!”

Damn! Wanita bule ini memang sedikit frontal dan seronok. Entah karna dia bule atau memang karna kadar kewarasannya sudah sangat tipis. Yang jelas Ken memang tak pernah malu menunjukkan pada siapun kemesarannya dengan Hyuk Jae bahkan dihadapan kedua orang tua kandung maupun kedua mertuanya.

“beri aku hadiah yang lebih mahal dari itu!” kening Hyuk Jae mengkerut bingung. Wanitanya ini memang sulit ditakhlukkan. Dia bukan type wanita yang bisa dibayar dengan permainan singkat di atas ranjang. Wanitanya ini selalu ingin lebih.

“pikirkan dulu hadiahku apa, baru minta ini dan itu padaku oppa!” lanjut Ken sambil berjalan menuju arah pintu.

“nyonya Lee, kau mau ke mena?”

“mencari anak-anak!” jawab Ken singkat. Hyuk Jae diam, tak bergerak atau berkomentar sama sekali.

 “yak oppa!! Kau ke manakan kuncinya!!” Ken berteriak keras di sebelah pintu kamarnya karna ternyata kamar itu masih menggunakan kunci kuno yang tentu saja harus menggunakan kunci manual untuk membukanya.

“ini sudah malam, kenapa kau harus mencari mereka?”

“OPPA!! Appa dan eomma bilang Jennifer hilang, apa oppa tidak mengkhawatirkannya!!” teriak Ken kesal.

“tidak!”

“OPPPA!!

“anak itu pasti sedang mengintip Donghae dan Andrea yang sedang berkencan, mereka berdua pasti sedang kesal karna Jennifer telah mengganggu mereka!!” ucap Hyuk Jae sambil terkikik geli.

“oppa jangan mengajari anak perempuan kita dengan hal eneh-aneh macam itu! dia masih sangat kecil!”

“aku tidak pernah mengajarinya! Dia belajar sendiri darimu sayang!”

“Aishh,,,,,! Diam!! Sekarang berikan kuncinya!”

Ken menarik selimut Hyuk Jae hingga terjatuh ke lantai. Dia cari-cari kunci itu di bawah bantal dan juga di laci-laci meja malam di dekat ranjangnya. Tidak ada.

“oppa! Andrea bisa marah besar jika dia tau kita hanya bermain-main di sini sementara mereka sedang kesal karna diganggu oleh Jannifer, oppa!!” pinta Ken memelas. Walaupun Ken terkesan jahat, kejam, dan arogan, tapi dia cukup tau diri bagaimana rasanya seorang wanita yang sedang kasmaran seperti apa yang sedang dirasakan Andrea sekarang. Tentu saja Ken juga tau sakit yang mungkin dirasakan Andrea jika kencannya hancur karna ulah usil orang lain, apalagi itu Jennifer, putri dari temannya sendiri.

“mana? Berikan padaku!” teriak Ken frustasi sambil melempar bantal ke arah kepala Hyuk Jae.

“oppa!!”

Secepat kilat pergerakan cepat Hyuk Jae berhasil membuat mulut Ken bungkam. Wanita Kanada itu sudah ada tepat di bawah tubuh Hyuk Jae lengkap dengan ikatan di kedua pergelangannya. “lupakan Jennifer!” bisik Hyuk Jae di telinga Ken yang langsung membuatnya begidik geli.

“lupakan Andrea!” Hyuk Jae mengecup kening Ken.

“Lupakan Donghae!” kecupan berikutnya mendarat di kedua kelopak matanya.

“kau hanya perlu mengingatku!” dia cium hidung Ken lembut.

“menomor satukan aku, adalah kewajibanmu!” Hyuk Jae melumat kasar bibir Ken yang masih saja diam, enggan untuk membalas.

Semakin lama ciuman Hyuk Jae menuntut untuk segera mendapat balasan. Dan yeah.. tak perlu menunggu terlalu lama, Ken, dengan lihainya menguasai permainan. Perlahan namun pasti, sebelah tangan Hyuk Jae menjelajahi seluruh permukaan kulit bagian atas milik istrinya. “you’re so beautiful, Mrs. Lee!” puji Hyuk Jae jujur.

Ken hanya menggeliat geli saat Hyuk Jae dengan semangatnya menciumi kulit dadanya. “jangan nakal! Aku masih waras oppa!” Ken menarik rambut Hyuk Jae agar dia segera menghentikan aktifitasnya.

Lengan kiri Hyuk Jae kemudian segera menepis lengan Ken yang dengan lancang menjambak rambutnya. “aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari Jennifer, jadi jangan khawatir, dia ada di tempat yang aman!”

Kedua kaki Hyuk Jae mangapit tubuh Ken dari arah kanan dan kiri. Membuatnya tak dapat bergerak. “oppa, you’re so… !”

Belum sempat Ken melanjutkan kata-katanya, Hyuk Jae sudah melucuti satu per satu kain yang melekat pada kulit istrinya. Tak perlu menunggu lama karna Ken hanya mengenakan piyama mini yang sama sekali tak berlapis apapun di dalamnya. Gila!

“o-oppa y-you are s-so….hhhhh!!”

“yeah.. I Know!” potong Hyuk Jae lagi.

“saranghae!” bisik Ken.

“I Love You!” balas Hyuk Jae.

Keduanya menyeringai melanjutkan permainan mereka. Tak perlu memikirkan Jennifer, apalagi Andrea, yang ada di otak mereka sekarang hanyalah, bercinta.

 

~FIN

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s