[FF Freelance] Mellifluous Thumps (Ficlet)

mellifluous-thumps

Title : Mellifluous Thumps

Author : ivannuneo

Main Cast : 2PM & SNSD

Genre : Romance, fluff

Length : 5 in 1 drabbles

Rating : PG

Disclaimer: All publicly recognizable characters, settings, etc. are the property of their respective owners. The plot are the property of the author of this story. Has been posted there, there, and there.

~~~

first thump.

Crush
Urban Zakapa

“Here I am baby, I’ve got a crush on you girl”

Tiffany Hwang meluangkan sepersepuluh harinya di dalam sebuah kedai kopi di Apgujong. Kedai itu mungil, terselip di antara bangunan-bangunan modern penjaja busana-busana anak remaja. Ratusan orang berlalu-lalang setiap harinya, namun langkah Tiffany hanya tertuju pada dua manusia partikular: seorang pecandu kopi dan barista penggemar musik independen.

Ketika lonceng berbunyi dan aura sejuk itu menguar dalam sekejap, di balik meja bar, Nichkhun cepat-cepat bangkit untuk menjadi manusia pertama yang menyapa Tiffany hari ini.

“Hai, Fany.” interupsi suara lain yang datang dari pria berambut separuh merah di salah satu meja sambil ditemani secangkir kopi.

Oh. Sial.

“Hai, Woo,” Tiffany mengumbar senyum manis. “Kau datang lebih cepat dariku hari ini. Ow, I like your hair.”

Coffee addict yang satu itu sungguh sialan, pikir Nichkhun. Ingin ia mengusirnya, sayang tak sudi juga jika ia harus dipecat. Bersaing dengan seseorang yang baru mengenal Tiffany untuk beberapa minggu? Jang Wooyoung benar-benar membuat Nichkhun tertawa.

“Khunnie!” mata barista Thailand itu tertarik ke arah Tiffany yang baru saja menyebut namanya, “Surprise me with your latte art.”

Nichkhun tersenyum kompetitif, lebih-lebih ketika Wooyoung melemparinya tatapan enggan. “Gonna draw your pretty face on it.”

Nichkhun maupun Wooyoung, menganggap aroma parfum Tiffany lebih adiktif dari secangkir caramel macchiato. Setiap kali tatapan rival itu beradu sengit di antara keduanya, sang gadis akan senantiasa berkata, “Ayolah, aku tak akan memilih. Aku menyukai kalian berdua.”

~

second thump.

Crash
B.A.P

“My heart beats thump thump, please save me”

Aku bekerja untuk seseorang, tapi tidak dibayar.

Lee Junho gemar berolahraga, menari, bermain bola, dan kurasa disitulah saat-saat dimana aku harus bekerja dengan sangat keras. Aku terkurung dalam anatomi tubuh penyuka hewan ini, tepatnya di dalam sistem kardiovaskuler. Memang melelahkan untuk mendiami raga seorang hiperaktif, namun aku harus menghidupinya supaya aku hidup juga.

Pagi ini ia berolahraga lagi. Lantunan Baby Blue Eyes milik A Rocket To The Moon meluncur ke gendang telinganya melalui sepasang earphone sementara kedua kakinya berlari-lari kecil untuk—paling tidak—dua kilometer. Aku akan bekerja lagi. Maksudku, berkali-kali lipat lebih giat supaya Junho tidak terheran-heran ketika mendapati jantungnya berdetak biasa-biasa saja meski peluhnya turun tanpa ampun.

Seketika ia berhenti berlari. Baru saja aku ingin merilekskan otot-ototku, tiba-tiba aliran darah itu melaju kencang lagi. Aku seperti berolahraga, memompa dengan cepat, tak terkendali, nyaris meledak. Ketika kuteliti lagi, rupanya Lee Junho bertemu dengan seseorang.

“Selamat pagi, Kim Taeyeon.”

Goddammit. Jika Lee Junho bertemu dengan Kim Taeyeon, aku terpaksa memfokuskan aliran darah ke bagian kepala supaya ketika gadis itu melihat wajah Junho memerah bukan main, ia akan menyadari betapa tersiksanya organ tubuh yang satu ini. Demi Tuhan, memompa darah ketika ia berolahraga, menari, ataupun bermain bola jauh lebih mudah daripada ketika ia menjumpai seorang Taeyeon.

“Oh hai, Lee Junho.”

Dan aku makin lepas kontrol.

Dug dug dug dug dug dug dug dug dug dug

Menjadi jantung milik seorang Junho yang sedang jatuh cinta, tak pernah menjadi hal yang mudah.

~

third thump.

Every End of The Day
IU

“And at the end of the day, I say I love you”

Seo Joohyun adalah pemilik suara terindah, dan Kim Minjun menyukainya.

Sebagai sepasang kekasih, tentu banyak orang-orang yang membicarakan mereka. Mulai dari teman satu apartemen Minjun, keluarga Seohyun, bahkan sekumpulan pedagang kaki lima di sekitar Sungai Han juga memiliki topik tersendiri soal dua sejoli yang gemar bernyanyi di sekitar mereka itu. Minjun adalah seorang song composer, Seohyun adalah seorang penyiar radio. Kedua-duanya menyukai musik klasik dan milkshake cokelat, sama-sama payah dalam IPA, amat membenci segala apapun jenis serangga, dan saling mencintai.

Sementara sang surya mulai kembali ke peradaban, mereka datang lagi untuk yang kesekian kalinya. Dengan jemari yang saling bertautan, langkah keduanya terayun melangkahi jalan setapak di sepanjang tepi Sungai Han. Kolaborasi kedua suara merdu dari mulut masing-masing menemani senja yang dirindukan oleh semesta.

“Hey, JunSeo!” seorang pedagang menyerukan nama mereka. Minjun dan Seohyun terkikik pelan sebelum mendatangi kios ddokbokki-nya. “Ayolah, hangat, untuk kalian berdua!”

JunSeo. Pasangan yang suka bernyanyi. Yang datang di senja hari. Yang telah dikenal baik oleh pedagang sekitar Sungai Han. Dari tingkah laku mereka, pantas-pantas saja jika saat ini keduanya dinobatkan menjadi pasangan terbahagia di dunia.

Minjun mengantarkan Seohyun pulang pukul delapan malam. Ia menunggu gadis itu memasuki rumahnya, kemudian ditatapnya salah satu sudut rumah dimana kamar Seohyun berada. Ketika lampu di dalam tampak menyala, dengan lantang laki-laki itu berseru,

I LOVE YOU, SEO JOOHYUN!”

Jendela terbuka, sosok Seohyun tertawa lepas. “Kim Minjun gila.” namun mobil hitam itu telah terlebih dahulu melesat meninggalkan tempatnya singgah semula.

Kim Minjun adalah manusia terjahil yang pernah ada, dan Seo Joohyun menyukainya.

~

fourth thump.

How Nice It Would Be
Lunafly

“Words saying that I love you like this, it might seem fast but that’s how I feel“

Hwang Chansung dan Choi Sooyoung adalah dua orang pemakan besar yang telah bersahabat baik dalam waktu singkat, namun tak satupun dari mereka sudi mencicipi permen leci.

Hal itu baru disadari oleh keduanya ketika mereka sedang mencecap jajanan kedai-kedai kecil di sepanjang jalanan Cheongdam. Kedai ramen Tuan Akiyama adalah salah satu tempat yang mereka datangi, mungkin ke empat belas atau lima belas kalinya sejak kali pertama mereka bertemu dan berteman dekat. Jika dihitung dengan teliti, maka rata-rata ada tiga atau empat kali dalam seminggu mereka berkunjung.

Satu ramen shoyu dan satu ramen shio, dengan irisan daun bawang yang lebih banyak dari seharusnya. Tuan Akiyama juga sedikit heran mengapa dua manusia yang seharusnya lebih cocok menjadi sepasang kekasih ini tak pernah mengganti menu mereka.

“Tidak, Hwang Chansung. Tidak, kau curang,” Sooyoung mendelik ketika Chansung telah menjejalkan untaian-untaian tepung itu ke dalam lambungnya hingga tuntas—membuat ia berhasil menjadi pemenang lomba makan ramen kali ini. Chansung hanya bisa tertawa. Diakui atau tidak, berada di samping Sooyoung adalah momen terbahagia yang pernah ia rasakan.

Kehabisan uang koin, Tuan Akiyama memberikan sebuah permen leci sebagai bentuk kembalian. Chansung tahu Sooyoung membenci makanan itu, begitu juga dirinya. “Bagaimana jika kita taruhan?”

“Apa?”

“Jika kau makan permen ini, maka kau, Choi Sooyoung, akan menjadi kekasih Hwang Chansung. Jika tidak, kita tidak akan bertemu lagi.”

Sooyoung memandanginya heran, namun pandangan itu seketika digantikan oleh cengiran lebar. Segera saja ia memasukkan benda kecil tersebut ke dalam mulutnya.

Shit,” Sooyoung meringis menahan rasa aneh itu menjalar di lidahnya. “Taruhan yang bodoh, Chansung. Tidak adakah cara lain untuk menjadi kekasihmu?

~

fifth thump.

Nostalgia
Yozoh & Eric with Brown Classic

“I close my eyes and, it’s a day where I see you”

Taecyeon merasakan tubuhnya begitu ringan. Ia berjalan di atas tumpukan kapas yang lembut dan putih, sementara di sekitarnya terhempas oksigen-oksigen bebas. Setiap langkah yang ia ciptakan menghasilkan hempasan uap air yang berangsur menghilang, selayaknya kedua kaki tersebut adalah batang penghapus.

“Ok pabo!” Jessica melambai-lambaikan tangan di ujung sana, berlari-larian di atas awan. Taecyeon tertawa, lalu mempercepat langkahnya untuk mendekat. Betapa inginnya ia memeluk figur itu, mengangkatnya di udara, menyerukan kata-kata semacam, kita adalah pasangan yang paling beruntung sedunia!

Siulan beberapa burung kenari mengiringinya. Taecyeon sudah tiba di hadapan Jessica, melihat tawa gadis itu yang begitu mengosongkan segala penat di sudut hatinya. Hingga saat ini, Taecyeon masih bersemangat menelusuri kedua mata cantik Jessica.

“Kau tidak akan bangun?” gadis itu tersenyum.

“Mengapa aku harus bangun?”

Jessica tertawa, “Kau hidup bersamaku di sebuah flat sederhana dan kita bahagia, ingat? Sini, biar kubangunkan kau.”

Taecyeon membuka mata. Aroma kayu manis yang terselubung dalam memorinya kembali menyapa indera penciuman, membuat ia merasakan sensasi ketenangan yang amat sangat. Taecyeon mengerjapkan mata sekali lagi, dan rupanya si cantik Jessica sudah duduk di sampingnya—puas memandangi wajahnya ketika tertidur.

“Sudah bangun kau, tukang tidur?” ia tersenyum manja.

Taecyeon mencubit gemas pipi Jessica, sepenuh hati menyukai bagaimana kekasihnya ini selalu datang pagi-pagi sekali ke apartemennya untuk sekedar membuatkan sarapan.

“Selamat pagi, Pretty Jung.”

fin.

tell me which one is your favorite through the comment box!

11 thoughts on “[FF Freelance] Mellifluous Thumps (Ficlet)

  1. wahhhh keren. bahasa juga bagus. tapi aku kurang ‘sreggg’ sama pasangan Taecyeon dan Jessica. 😦 tapi diluar itu FF-nya keren banget hihihi

  2. Aku suka bagian TaecSica & KhunFany.
    Karna aku ga baca yang laen #plak
    Soalnya ga begitu suka couplenya.
    Tapi dilihat-lihat bahasanya bagus kok, tidak membingungkan. Terus berkarya ya!

  3. Seneng deh tuh sm pairing yg paling atas xDD KhunFany ♥ ♥ vs WooFany ♥ ♥ ,dua”nya sih aku suka 😀 cm paling suka KhunFany ><

  4. Khunfany~~♥♥ kenapa hanya ficlet thor? Pasti nagus deeh kalau di jadiin long stories gitu :] tp bagus thor! Keep writing! ^-^

  5. Annyeong~~
    ini ff bagus ciyus ^^
    tapi aku lbih suka bagian khun,fany,woo.. Heheh
    tapi sayangnya cuma pendek, seandainya cerita bagian khun,fany,woo itu panjang (series) dan d.tmbahin konflik,. mungkin aku bner2 bahagiaaa dan berterimakasih sangat pada author 😀 kkkk~
    berharap bagian itu bisa di buat panjang thor… 😦
    GOOD FF (y)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s