I Don’t Want A Scandal –Part 1

eun_hee

Tittle  : I Don’t Want A Scandal

Author  : SONG MI (Haura – @hauraaafh)

Genre : Romance

Cast    : Lee Eun Hee (OC) – Bigbang – and other.

Disclaimer : Disini ceritanya pasti keluar dari watak tokoh aslinya ya^^ makanya jangan bingung, disini juga ceritanya YG Appa itu ayahnya GD Okay ^_^ Terus yang dimaksud Seunghyun disini itu Choi Seung Hyun alias T.O.P, dan buat Lee Seunghyun alias Seungri, tetep pakai Seungri. Soalnya bagi aku sulit kalau pakai nama “T.O.P” atau “GD” jadi aku pakai Seunghyun untuk T.O.P dan Jiyong untuk GD.

Ringggggggggggg~~~

Pagi-pagi sekali Lee Eun Hee terbangun karena dering jam wekernya, dengan semangat kemudian ia segera beranjak untuk sekedar mengguyur tubuhnya, memberikan sensasi segar dan wangi pada dirinya.

Sementara itu, eommanya yang hendak membangunkannya tersenyum bangga karena ketika ia membuka pintu kamarnya, Eun Hee sudah tak ada, hanya menyisakan kasur yang berantakan. Eommanya tahu ia sudah bangun, dan tak heran pula karena hari ini ia mendapat panggilan untuk mengunjungi YG Entertainment, yang mengangkatnya menjadi trainee. Ini sudah menjadi impian Eun Hee sejak menjadi murid SMP. Oleh karena itu eommanya sangat mendukung keinginan putri bungsunya ini.

Namun, sungguh impian ini sangat bertentangan dengan keinginan appanya, yang hanya ingin seluruh anaknya ikut serta mengurusi perusahaannya itu. Seperti kakaknya Lee Donghae, yang sekarang menjadi kandidat terkuat menjadi direktur perusahaan itu untuk mengganti ayahnya. Dan juga Lee Taemin kakak kembarnya Eun Hee ini sudahlah pasti tak bisa mengelak.

Tak berhenti sampai disitu saja, Ny. Lee atau ibunya Eun Hee ini sangat memperjuangkan putri satu-satunya untuk menggapai impian, ia rela untuk tidak makan selama satu hari satu malam dan mengurung diri di kamar dengan maksud protes terhadap suaminya.

Setelah Eun Hee keluar kamar mandi, ia sedikit terhenyak melihat eommanya ada di kamar sedang membersihkan kasur Eun Hee. Eun hee dan Taemin tidak sekamar sejak SMP, selain itu juga mereka bukan kembar identik, apalagi sifatnya pun berbeda.

“Eomma…”

“Eh, eun hee sudah mandinya?” sahut eomma. Eun Hee hanya mengangguk sambil tersenyum sangat bahagia.

“Yasudah , cepat pakai baju ya” ujar eomma lagi yang segera beranjak dari kamar Eun Hee dan menutup kembali pintunya.

Eun Hee.. ya, ini adalah hari paling bahagia baginya.

~.`

Kini keluarga Lee ini sudah berkumpul untuk menyempatkan sarapan bersama.

“Eun Hee, masih ingatkan kata-kata appa semalam?” Ujar Donghae, anak tertua di keluarga ini yang memang dikenal sangat bijaksana.

“Ne” sahut Eun Hee sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, Donghae hanya bisa bergeleng, tak disangka adiknya bisa sebahagia itu.

“Kalau hanya untuk bermain-main, mending dibatalkan dari sekarang” celetuk Taemin, saudara kembarnya itu.

“Akun kan sudah bilang ! Aku akan berusaha sampai akhir !” ujar Eunhee sedikit pakai otot.

“Sudah-sudah. Pokoknya Eun Hee jangan membuat kepercayaan appa yang langka ini sirna begitu saja” pesan Appa.

“Ne” ujar Eun Hee semangat.

~.’

“Mungkin nanti akan sulit hanya untuk sekedar sarapan bersama seperti ini, adik kita kan sebentar lagi jadi artis” canda Donghae sambil merangkul Eun Hee yang lebih pendek darinya itu.

“Dia ini , Hyung. Belum jadi artis saja udah sok sibuk, apalagi nanti” cibir Taemin. Tak ragu, Eunhee pun mencubit perut Taemin.

“Appo !” ujar Taemin sambil menjitak Eunhee. Sementara Eunhee hanya menjulurkan lidahnya.

“Terus saja berantem” ujar Appa yang baru muncul bersama Eomma menghampiri mereka di pekarangan rumah keluarga Lee yang sangat luas ini.

Ketiga kakak beradik ini tertawa.

“Eunhee, jaga kesehatanmu disana ya. Kalau tidak mengganggu, eomma akan menjengukmu nanti. Makan yang banyak” pesan Eomma yang kemudian disahut Taemin.

“Mana bisa dia makan banyak eomma, pasti dia tersiksa karena harus diet” kata Taemin sambil tertawa lepas, diikuti tawa renyah dari yang lainnya.

“Jangan lupa sama tugas sekolahmu !” pesan Appa lagi. Dan Eunhee hanya mengangguk sambil menunjukkan deretan giginya itu.

“Baik-baik disana ya” pesan Donghae.

“Jangan lupakan kami! Kau kan pelupa” pesan Taemin yang diselipi dengan cibiran itu.

Tak lama berselang, sebuah mobil hitam masuk pekarangan rumah mereka.

“Yak. Sepertinya itu jemputan” kata Eunhee begitu riang.

Dan seseorang pun segera turun dari mobil.

“Annyeonghaseyo” sapa pria itu sambil membukukan badannya.

“Nama saya Kim Min Jun. Saya salahsatu manajer dari YG Entertainment yang diutus untuk menjemput nona Lee Eun Hee, yang nantinya juga akan mengatur segala kebutuhannya” jelas pria ini.

Semuanya mengangguk.

“Karena kami tidak punya banyak waktu. Bisakah kami untuk pergi sekarang?” Tn. Kim meminta ijin.

“Ya, ya silahkan. Titip anak kami” hanya  itu yang keluar dari mulut appa.

“Ne. Dengan senang hati” jawab Tn. Kim.

Eun hee pun segera naik dan tak lupa koper kopernya yang sudah masuk bagasi. Ia melambaikan tangan kepada kakak-kakak juga eomma-appanya ketika mobil mulai bertolak dari tempat itu.

~.`

Hening sesaat.

“Eun hee. Kalau ada yang kau butuhkan panggil saja aku” kata Tn. Kim yang duduk disampingnya. “Jangan sungkan, anggap saja aku temanmu” lanjutnya. Eun Hee mengangguk.

“Kim- Ssi. Aku minta, selama trainee identitas keluargaku dirahasiakan. Hanya bagian administrasi dan orang-orang yang berkepentingan yang tahu” pinta Eun Hee.

Min Jun mengerutkan dahinya sesaat, namun ia segera mengangguk sambil tersenyum. “Baiklah jika itu yang kau mau” sahutnya.

~.`

Min Jun dan Eun Hee sedang berada di lift menuju kamar apartemen yang akan digunakan Eun Hee sebagai tempat tinggalnya selama trainee. Apartemen ini sangat dekat dengan gedung YG.

“Nanti aku sekamar dengan siapa?” tanya Eun Hee.

“Ada Bu Yeong, Gwi Boon, Ahra, dan Min Na. Kalau Ahra itu adikku” jawab Min Jun.

“Kau yang memanajerinya?” tanya Eun Hee lagi.

“Untuk sementara. Karena mereka akan disusun menjadi sebuah girl group, dan aku akan tetap memanajerimu sampai debut nanti” sahut Min Jun. Ya, karena Eun Hee sendiri akan menjadi seorang soloist pada  genre ballad. Eun hee mahir bermain piano juga gitar, itulah sebabnya YG tak ragu untuk mengangkat Eun Hee. Apalagi YG juga melihat bakat acting pada diri Eun Hee yang tak menutup kemungkinan ia bisa saja main film.

Mereka berdua akhirnya keluar dari lift, diikuti sang sopir yang membawa koper Eun Hee. Min Jun berhenti di depan kamar nomor 199.

Mereka pun masuk ke dalam, nampak seorang gadis menyambut di depan pintu dengan rambut ikal kecoklatan sebahu.

Wow, sungguh cantik. Kulitnya putih, kakinya jenjang. Matanya bulat, bibirnya tipis. Batin Eun Hee.

“Min Na, dimana yang lain ?” tanya Min Jun.

Oh, ini yang namanya Min Na. Batin Eun Hee lagi.

“Ada di dalam” sahutnya. Eun Hee membungkukkan badannya, sementara Min Na hanya menganggukan kepala tanpa tersenyum.

“Whoaaa~ Min Jun oppa disini” ujar seorang gadis lagi manja.

Masih lebih cantik Min Na, namun kulitnya lebih putih dari Min Na. Matanya coklat, seperti punya Min Jun oppa. Rambutnya tergerai sampai ke punggung kemerahan. Batin Eun Hee.

“Yak, Ahra kau ini” ucap Min Jun sambil mencubit hidungnya. “Mana Gwi Boon dan Bu Yeong” lanjut Min Jun.

“Gwi Boon!! Bu Yeong!! Min Jun oppa disini” Ah Ra berteriak memanggil kedua temannya lagi.

Kedua gadis lagi pun keluar dari dalam kamar.

Yang satu rambutnya blonde dan pendek, yang satunya berambut hitam pekat terikat. Batin Eun Hee.

“Yak. Duduk semua, akan kuperkenalkan pada kalian. Penghuni baru” ujar Min Jun.

Semuanya duduk di kursi depan TV.

“Ini trainer baru dari agensi kita. Ayo perkenalkan dirimu” kata Min Jun mempersilahkan Eun Hee.

“Lee Eun Hee imnida. Lahir tahun 1994. Bangapseumnida” ujar Eun Hee.

“Giliran kalian” ujar Min Jun pada empat wanita tadi.

“Kim Min Na imnida”

“Kwon Ah Ra imnidaaa…Bangapseumnidaa…”

“Park Bu Yeong”

“Shin Gwi Boon”

~.`

Sementara di tempat lain. Tepatnya Dorm Big Bang.

“Yak, Ji Yong Hyung! Itu sumpitku” teriak Seung Ri saat sumpit kesayangannya diambil Jiyong.

Suasana makan malam mereka begitu ribut, sangat ribut bahkan. Jiyong selalu melakukan apapun yang dia mau tanpa berkata. Membuat semuanya geram.

Kini mereka semua sudah kekenyangan, sambil menonton TV mereka beristirahat.

Suara bel memecah keheningan sesaat.

“Taeyang buka pintunya sana” ujar Seunghyun.

“Jiyong buka pintunya sana” ujar Taeyang.

“Seungri buka pintunya sana” ujar Jiyong.

“Daesung hyung buka pintunya sana” ujar Seungri.

Daesung melirik semuanya, sementara mereka hanya memalingkan wajah mereka pada televisi. Dengan berat akhirnya Daesung pun membuka pintunya.

“Ah~ Min Jun Hyung . ayo masuk” ujar Daesung setelah masuk ke dalam.

“Sudah makan malam kalian?” tanya Min Jun yang langsung duduk diantara mereka semua. Semuanya hanya mengangguk. Memang sangat akrab dengan Min Jun, meski manajer mereka bukan Min Jun.

“Ada apa hyung?” tanya Jiyong.

“Hanya ingin kemari saja, tak boleh?” tanya Min Jun.

“Ne” ujar yang lainnya serentak dengan malas, karena mereka tahu Min Jun biasanya datang untuk mengganggu mereka.

“Kalian sudah tahu trainer baru kita?” tanya Min Jun.

“Lee –Eun –Hee” sahut Ji Yong fasih.

“Yeoja ?” tanya Seungri semangat.

“Sudah lihat belum orangnya?” tanya Min Jun.

“Lah. Aku tahu dari fotonya sangat culun, dia memiliki tahi lalat di pipi kirinya kan” ujar Ji Yong lagi yang kemudian di jitak Min Jun.

“Yak ! itu kan pas fotonya waktu SMA, kau tak tahu? Dia sangat cantik, kulitnya putih alami, hidungnya mancung, bola matanya begitu hitam, bibirnya yang agak tebal… ah sudahlah” ujar Min Jun begitu dramatis.

“Whoa~ benarkah seperti itu hyung?” tanya Seungri lagi.

“Lihat saja nanti, badingkan cantik Eun hee atau Min Na” ujar Min Jun sambil menepuk paha Seung Hyun.

“Yak Hyung!! Dari dulu kan aku sudah bilang, kalau aku tak ada perasaan apapun pada Min na !” Seunghyun begitu marah, lalu meninggalkan tempat ini, ia tahu akan seperti ini.

“Yakk!! Choi Seunghyun ! Siapa yang bilang seperti itu” Ujar Minjun, semuanya tertawa.

“Hari ini dia begitu temperamental” ujar Taeyang.

“Mungkin dia sedang PMS” ujar Seungri polos, yang langsung ditimpuk yang lainnya.

“Ah sudahlah biarkan” sahut Ji Yong sambil beranjak. “Aku mau tidur” sambungnya.

“Kalian.. jangan ada yang mendahuluiku ya” ujar Ji Yong yang kembali lagi sambil mengedipkan matanya sebelum ia benar-benar pergi tidur.

Seungri, Daesung, dan Taeyang hanya bisa menghembuskan nafasnya. Mereka mengerti ! Ini semua hanyalah seorang trainer baru itu.

~.`

“Jangan harap, kita akan membiarkanmu nyaman” ujar Bu Yeong pada Eun Hee yang akan beranjak tidur.

“Tentu saja ! tidur saja di sofa, kami tak mau kesempitan hanya gara-gara kau” ujar Gwi Boon.

Ya, Minjun memutuskan bahwa Eun Hee tidur di kamar Bu Yeong dan Gwi Boon karena memiliki kasur yang lebih besar. Namun nyatanya, malah Eun Hee disuruh tidur di sofa.

Dan dengan senang hati pun Eun Hee tidur di sofa. Ini pertama kalinya Eun Hee tidur tidak nyaman, biasanya kan ia tidur di kasur yang empuk di tengah-tengah keluarganya yang serba ada.

“Kau kan biasanya juga tidur di lantai, orang miskin” sahut Bu Yeong sok tahu.

Eun Hee tak menjawabnya, hanya memutuskan untuk memejamkan mata.

~.’

@ Dorm Bigbang

“Ya Hyung, tidak biasanya pagi-pagi sudah rapih duluan” ujar Seungri pada Jiyong.

“Kau ini… hari ini kan kita latihan” ujar Jiyong seadanya.

“Bukankah kau biasanya yang paling akhir untuk pergi latihan” ujar Seunghyun.

“Aku ini kan leader. Jadi, aku harus memberi contoh yang baik bagi memberku” Jiyong mengelak.

“Yak! Memangnya sejak kapan kau jadi leader?” Taeyang nyatanya geram dengan alasan-alasan yang Jiyong buat.

“Ya… ya.. ya sejak Bigbang ada” Jiyong menjawabnya dengan enteng.

“Aihh.. sudahlah sudah” sahut Daesung. “Lebih baik cepat habiskan sarapan kita” Sambungnya.

~.`

#Eun Hee’s POV

Hari ini adalah hari pertamaku menjadi trainee, aku izin dulu untuk tidak pergi ke kampus. Ya, karena ayahku bilang, aku tidak boleh ikut trainee jika tidak mau melanjutkan kuliah.

Ah, aku malas sekali untuk sekedar membuka mataku. Tubuhku sakit sekali rasanya. Ah ya! Aku lupa kalau aku sekarang tidur di sofa. Aku tidak mau bangun. Tengkukku sakit sekali, bayangkan saja! Aku kan tinggi, lebih tinggi dari mereka yang menyuruhku tidur disini bahkan.

Akhirnya kuputuskan untuk membuka mataku, perih sekali. Karena tadi malam aku tidak tidur dengan nyenyak. Ini sungguh menyiksaku.

Apa ini? Kuraba dahiku, sebuah note menempel.

YAKK!!! DASAR KEBO TAK TAHU MALU !!

SUDAH NUMPANG , GAK TAHU MALU LAGI !!

BERESIN DORM SEBELUM PERGI KE GEDUNG YG !!

Ya, begitulah isinya. Eommaa…. apa yang harus aku lakukan? Aku kan tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah sebelumnya. Ingin rasanya aku menangis sambil berteriak geram, kalau saja aku tak mengingat impian besarku. Tentu aku tak boleh menyerah begitu saja !

Aku pun segera beranjak untuk membasuh wajah dan sikat gigi.

Disela aku menggosok gigi, aku melamun memandang wajahku sendiri di depan cermin.  Apa aku pantas menjadi seorang artis nantinya ? Rambutku hitam pekat terurai menutupi dadaku, poni yang cukup panjang menyamping ke kiri. Mataku tak sebulat Min Na, banyak yang bilang mirip Ji Yong oppa. Hidungku mancung, gak kalah mancung sama yang oppa-oppaku punya. Bibirku tidak tipis, tapi sedikit lebih tipis dari bibirnya Taemin oppa dan punyaku warnanya merah muda alami. Pipiku agak chubby dengan topping sebuah tahi lalat di pipi kiri. Tapi aku juga tidak gemuk. Tinggiku beda 10 cm dengan Taemin oppa. Aku cukup tinggi kan?

Pandanganku masih tertuju pada cermin, seketika aku terlonjak melihat jam dinding yang terpantul melalui cermin. PUKUL 8 !!!! aku kan harus ada disana pukul setengah sembilan. Oh God !! Aku belum mebersihkan dorm.

Kupercepat acara menggosok gigiku.

~.`

Aku sudah siap dengan kemeja biru kotak-kotak kebesaran dan lengannya yang kulipat sampai kesikut, skinny jeans biru dan sepatu kets hitam hadiah dari Donghae oppa, tak lupa accecoris-accecoris kesayanganku.

Kulirik jam tanganku, pukul 08.25. Ah bagaimana ini 5 menit lagi? Memang tak butuh waktu lama untuk ke gedung YG. Namun masalahnya, aku tak tahu password ruangan ini. Kucari ponsel di dalam tas ku, tak lupa aku segera menghubungi Minjun oppa.

“Ah… kenapa tidak diangkat juga” aku mengerang, kini sudah bertambah 2 x  60 detik lagi. Oh no!!

Ah!! Minjun oppa menelpon balik.

“Yoboseyo, oppa”

“Eunhee, kau dimana? Kenapa belum kesini juga? Bagaimana mau jadi artis yang baik jika di hari pertamanya saja sudah melakukan kesalahan fatal . tidak disiplin !”

Deg! Sungguh mendarat di hatiku yang paling dalam, ingin rasanya aku menangis. Aku cengeng? Iya aku memang cengeng !!

Butiran hangat itu jatuh akhirnya.

Min jun oppa masih membentakku disebrang.

“Mengapa kau tak menjawab ha!! Kau menangis? Cengeng sekali !” bentaknya lagi. Ini sungguh melukai hatiku.

“Cepat beri tahu aku password tempat ini !” ucapku tegas.

Hening.

“A-a-akan aku kirimkan” ujarnya.

Tak segan aku segera mematikan sambungannya. Aku sungguh kesal !!

~.`

Aku baru saja turun dari lift. Sungguh, kalian tahu mengapa aku bisa siap selama 30 menit? Ha! Aku mempunyai caraku sendiri, yaitu mandi ular, kalian harus mempelajarinya, takut-takut kalian berada di posisi yang sama sepertiku tadi. Sungguh berguna bukan?

Mataku sepertinya masih basah akibat Tuan Kim yang terhormat itu, aku kira dia orangnya baik hati.

Kini aku sudah ada di lobi apartemen, segera aku berjalan dengan langkah seribu. Tak usah naik bis untuk menuju gedung YG ! gedungnya di sebrang dan terhalang 3 gedung. Tapi disini gedung-gedungnya besar sekali-_-

Tin.. tin..

Tiba-tiba ada suara klakson mobil, Ah! Sudahlah aku tak ada waktu untuk sekedar berbalik. Sudah jelas-jelas aku terlambat 10 menit.

Tin..tin..

Heuh! Apa dia tidak tahu aku sedang terlambat? Aku segera membalikkan tubuhku. Sebuah mobil sport dengan atap terbuka itu sepertinya mengikutiku.

Aku segera berbalik lagi dan melanjutkan perjalanan. Namun pria itu menyalakan klakson kembali.

“Oh ayolah tuan ! Saya sedang terlambat” ucapku akhirnya pada pria berkaca mata hitam itu.

Pria itu kemudian membuka kaca matanya.

“Ayo naik” ucapnya yang… Ah! Suara nya begitu rupawan, membuatku terpaku untuk sejenak. Dan kau tahu betapa bodohnya aku? Itu Seungri Bigbang ! Makinlah aku terpaku disini.

“Ayo.. katanya terlambat” ujarnya lagi. Aku menarik nafas, okey tolong aku, harga diriku dimana.

~.`

Aku sudah menghadap orang yang dipanggil YG Appa ini. Awalnya jantungku berdegup begitu keras, aku tahu pasti aku dimarahi. Namun ternyata orang tua ini malah memberiku candaan-candaan yang mebuatku kikuk untuk menjawabnya.

“Kau sangat cantik, pasti mereka akan memperebutkanmu” ujarnya.

“Mereka?” tanyaku.

“Ya, Jiyong dan Seungri apalagi. Seunghyun, Taeyang, dan Daesung pun tak menutup kemungkinan” ujarnya. Aku tersenyum malu menanggapinya, apa aku secantik itu?

“Baiklah. Selamat menjadi trainee di agensi kita ini. Semuanya adalah keluarga. Percayalah, jika nantinya kau tidak menjadi artis disini kau pasti tetap menjadi bagian disini” ujarnya lagi sambil mengedipkan sebelah matanya. Apa maksudnya ini? Aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.

~.`

========================================================è

Tak terasa sudah satu minggu aku menjadi trainer di YG entertainment ini, kini aku termenung di kafe dekat gedung YG berdua dengan Ahra. Baru saja eomma menjengukku di tempat latihan. Ia membawa makanan favoritku cukup banyak, namun karena eomma ada keperluan ia hanya bisa meninggalkannya tanpa menemaniku makan. Dan kau tahu? Seluruh makanan itu diambil oleh Gwi Boon dan Bu Yeong, aku pun hanya dapat melihat mereka makan dengan lahap. Aku menjadi dekat dengan Ahra, beberapa kali dia membelaku dari perlakuan liar Gwi Boon dan Bu Yeong terhadapku. Sementara Min Na, dia orang yang sangat dingin tak peduli dengan keadaan sekitarnya, tak bicara banyak juga.

“Eun hee.. kau begitu dekat dengan Seungri oppa” Kata Ahra membuka mulut.

“Kenapa memangnya?” tanyaku bodoh. Ia hanya menggeleng.

“Dia yang selalu mendekatiku. Kau menyukainya? Biar nanti aku katakan padanya untuk mendekatimu” ujarku polos.

“Jangan!!!” Ahra spontan menolak tawaranku.

“Kenapa?” tanyaku lagi.

“Tidak tidak.. aku malu” katanya lagi. Aku hanya bisa mendengus.

“Kau suka juga pada Seungri oppa?” tanya Ahra membuatku terkejut.

“Ah! Anio…” jawabku.

“Lalu.. apakah ada orang yang kau suka di agensi kita?” tanya nya lagi. Oh ayolah apa yang ditanyakan Ahra lagi.

“Hmm.. tidak ada sih orang yang benar-benar aku suka. Hanya saja….” aku menggantungkan kata-kataku, menimang-nimang sebelum aku ceritakan.

Ahra memiringkan wajahnya menghadapku, menunggu jawabanku.

“Hanya saja, aku sedikit menyukai karisma yang ada pada Jiyong oppa” ujarku.

“KYAAAAAAAAAAA!!~~~~~” betapa terkejutnya aku dengan respon Ahra yang kemudian langsung memelukku.

“Jiyong oppa pasti menyukaimu juga!” lanjutnya yang kupikir otaknya begitu tak waras.

“Ada apa denganku?” Kami berbalik menuju arah suara itu.

ToBeCo~~!!^^_^^

Kyaaaaa!!!~~~ Akhirnya aku nulis disini lagi, masih pada inget aku enggak? Aku cuma punya tulisan disini satu, yang judulnya “Please, Choose One Girl” FF itu tuh sebenernya mau aku lanjutin. Cuman memory card aku waktu itu kecelakaan (?) dan akhirnya keformat, ketika aku mau ketik ulang keburu aku males dan keburu sibuk mau UN. jadinya gatau gimana tuh nasibnya 😦

Sebenernya bukan aku udah lama gak nulis juga sih, aku sempet nulis kok, tapi buat disimpen di blog pribadi aku aja, jujur aku itu masih newbie dan kadang gak pede sama tulisan aku sendiri. Dan aku takutnya pada gak seselera sama beberapa FF yang aku buat, soalnya aku buat dengan cast Kyuhyun-Victoria. kalau ada yang mau baca lihat aja link-nya di Library blogku yang baru -> Rara’s Scratch 

Untuk FF ini pasti aku terusin kok, soalnya emang udah beres diketik, tinggal endingnya aja. Gak usah risau ^_^ wkwk. Cuman kendalanya emang rulesnya gak ngebolehin satu author ngepost lebih dari FF perhari 🙂

Salam kenal ya semua n_n

3 thoughts on “I Don’t Want A Scandal –Part 1

  1. Segitu cantiknya kah si eun hee? Lanjutin terus ya thor, mau tau nanti siapa ya yg kira kira sm eunhee? Hehe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s